BEM se-Undip Gelar Aksi Terkait Dugaan Perundungan Mahasiswa PPDS di Depan Mahasiswa Baru

Ketua BEM se-Undip menggelar aksi

Undip (18/08) – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Undip menggelar aksi di depan mahasiswa baru atas meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip, Aulia Risma. Dokter yang sedang menjalani tugas belajar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi tersebut diduga menjadi korban perundungan.

Dalam aksi tersebut, ke-12 Ketua BEM menutup matanya dengan kain hitam dan menggenggam tulisan “Usut Tuntas” beserta foto mendiang.

Farid Darmawan selaku Ketua BEM Undip dalam orasinya menyampaikan, “Saya berpesan untuk seluruh elemen yang ada baik itu dari kampus maupun dari pihak pemerintah. Saya mohon untuk bisa mengusut tuntas kasus yang dirasakan kawan sejawat kita.”

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E.,M.Si. juga menyampaikan duka yang mendalam kepada almarhumah dalam sambutannya. Beliau menjelaskan bahwa hasil investigasi internal di Fakultas kedokteran menyatakan perundungan itu tidak benar terjadi, “Kita sangat serius mengatasi hal ini dan alhamdulillah dari pengakuan keluarga dan lain-lain sebagainya sudah mulai mereda bahwa itu betul-betul bukan  perundungan.”

Suharnomo pun meminta agar teman-teman mahasiswa baru tetap tenang karena di wilayah Undip tidak ada perundungan dan Undip menentang keras adanya bullying, “Tidak ada bullying di PPDS, kalaupun ada mungkin tahun-tahun sebelumnya. Kami pastikan 1 Januari 2024 dan seterusnya tidak ada lagi.” (TG)

Dari Kampus ke Desa, Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Pencegahan DBD kepada Ibu-Ibu Desa Cokro

Cokro, (8/8/2024) – Mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro (Undip) telah melaksanakan program penyuluhan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Desa Cokro. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu desa tentang langkah-langkah pencegahan DBD, khususnya untuk melindungi anak-anak mereka.

Acara yang berlangsung di posyandu pada hari Selasa ini dihadiri oleh sekitar 20 ibu rumah tangga. Mahasiswa KKN Undip memulai sesi dengan menjelaskan apa itu DBD, gejala-gejala yang harus diwaspadai, dan pentingnya pencegahan. Dalam materi yang disampaikan, mereka menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama menghindari genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Selain pemaparan teori, mahasiswa KKN juga mengadakan sesi tanya jawab. Para peserta terlihat antusias dan aktif bertanya, menunjukkan kepedulian mereka terhadap kesehatan keluarga. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu ibu-ibu di sini lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat,” ujar salah satu mahasiswa.

Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KKN Undip dalam memberdayakan komunitas lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Rencana ke depan termasuk kunjungan lanjutan untuk memastikan penerapan informasi yang telah disampaikan dan memberikan dukungan lebih lanjut kepada warga.

Kegiatan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam upaya pencegahan DBD di Desa Cokro, serta membangun kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan untuk melindungi anak-anak dari penyakit tersebut. (Naura Aulia Zulfa)

Peran Mahasiswa Tim II KKN Undip 2024 dalam Mencegah Stunting Melalui Optimalisasi Program Dapur Sehat Cegah Stunting (DASHAT) 

Isu stunting menjadi sorotan utama di tengah pesatnya perkembangan zaman dan ekonomi. Gagal tumbuh akibat stunting akan membatasi tinggi badan dan kemampuan kognitif anak. Mahasiswa KKN Tim II Undip 2023/2024 menyelenggarakan pencerdasan mengenai penurunan angka stunting dengan memaksimalkan peran kader DASHAT Kelurahan Sudiroprajan. Program DASHAT adalah program yang bertujuan untuk pencegahan stunting dengan mengajarkan kader dalam memasak yang baik dan sesuai kadar vitamin dan gizi pada makanan yang di konsumsi. Program ini dilakukan dengan kriteria prioritas sebagai berikut : 

  1. Terdapat kasus baduta atau balita stunting 
  2. Terdapat keluarga risiko stunting yaitu adanya bayi atau balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pasangan usia subur (calon pengantin).
  3. Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah sehingga perlu diberikan bantuan intervensi gizi. 

Program multidisiplin dilaksanakan pada  1 Agustus 2024 di Pendopo Kelurahan Sudiroprajan, dihadiri oleh 20 peserta dari kelompok sasaran, 9 mahasiswa KKN Undip, dan perangkat kelurahan. Mahasiswa Tim II KKN Undip membuka kegiatan dengan diskusi seputar kesehatan dan tumbuh kembang kelompok sasaran. Mahasiswa Tim II KKN Undip menjelaskan tingkat ketercapaian program DASHAT meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan anak. Selanjutnya penjelasan mengenai upaya mandiri dalam memberikan asupan gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak sesuai dengan panduan ‘Isi Piringku” disertai contoh pangan olahannya. Sesi edukasi diakhiri dengan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan psikologis dan psikis ibu untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi teknik relaksasi pernafasan untuk memberikan ketenangan pikiran. 

Pelaksanaan program multidisiplin  berjalan dengan lancar disertai dengan respon positif dan antusiasme yang baik oleh para kader. Program multidisiplin oleh mahasiswa Tim II KKN Undip ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pencegahan stunting, dengan harapan melalui adanya pencerdasan ini dapat meningkatkan kesadaran dalam mencegah stunting demi mendukung tumbuh kembang optimal anak menjadi generasi yang lebih sehat dan cerdas. Program yang dilaksanakan ini telah sesuai dengan target sasaran risiko stunting di Sudiroprajan, dengan total 80% dari jumlah keluarga yang ada di Sudiroprajan. 

Author: Adelia Putri, Farah Fauziyyah, Muhammad Yoga, Nazilla Hamidah, Nuril Maulidya, Prasasta Aulya, Syifa Amalia, Satrio Agung, Tri Damaito

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2023/2024

Dari Kampus ke Desa, Mahasiswa KKN UNDIP TIM II Membuat Pelayanan Publik Berbasis Digital Kepada Perangkat Desa Cokro

Cokro, (30/7/2024) – Mahasiswa Tim II KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Diponegoro 2024 berupaya meningkatkan pelayanan publik di Kantor Kepala Desa Cokro dengan digitalisasi informasi pelayanan publik. Acara yang dilaksanakan di Balai Desa dihadiri sekitar 12 orang perangkat desa. Mahasiswa KKN mulai membahas terkait kegunaan pelayanan berbasis digital ini dan menyesuaikan dengan teori E-Government, dan diakhiri dengan tutorial memakai pelayanan berbasis digital ini.

Upaya peningkatan pelayanan publik tersebut dimulai dari digitalisasi informasi seperti syarat-syarat pembuatan dokumen, profil desa, email hingga nomor bantuan. Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Undip memanfaatkan website carrd.co dalam upaya tersebut. Peningkatan pelayanan publik tersebut dimulai dari peluncuran website carrd.co dan pelatihan perangkat desa dalam penggunaannya. Kemudian dilanjutkan sosialisasi dan menyebarluaskan informasi platform tersebut kepada masyarakat. Platform tersebut dapat diakses masyarakat melalui barcode yang tersedia di spanduk Informasi Kantor Kepala Desa Cokro, serta link yang sudah di sebar luaskan dari RW setempat kepada masyarakat Desa Cokro.

Selain pemaparan materi, perangkat desa terlihat antusias terkait pembuatan pelayanan berbasis digital ini. “Pelayanan berbasis digital ini akan mempermudah masyarakat untuk tidak bolak-balik ke balai” ujar salah satu perangkat Desa Cokro. Dengan hal ini mahasiswa KKN akan menyerahkan link website ini untuk kebutuhan perangkat desa setelah KKN selesai.

Pada platform tersebut, berisi informasi syarat-syarat pembuatan akta kelahiran, akta kematian, KTP, KIA, SKTM, surat keterangan kehilangan, link dukcapil klaten, profil desa beserta potensinya dan lainnya. (Faiq Giehan Ulwan Afifi)

Workshop Kreatif KKN UNDIP : Peningkatan Keterampilan Warga dengan Pemanfaatan Komoditas di Desa Girirejo 

Gambar 1. Dokumentasi Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Girirejo

WONOGIRI (11/08/2024) – Dalam rangka mendukung pengembangan kewirausahaan dan optimalisasi pemanfaatan komoditas di Desa Girirejo, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyelenggarakan program bertajuk “Workshop Peningkatan Keterampilan Masyarakat melalui Pemanfaatan Komoditas Desa Girirejo.” Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Girirejo dalam memanfaatkan komoditas dan limbah desa, seperti mengolah kacang mete menjadi selai dan memanfaatkan limbah kayu bakar menjadi briket. Program ini diawali dengan survei desa, di mana tim KKN menemukan bahwa banyak masyarakat memiliki pohon jambu mete yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini mendorong ide untuk mengadakan workshop tersebut, termasuk pemanfaatan limbah kayu bakar.

Program “Workshop Peningkatan Keterampilan Masyarakat melalui Pemanfaatan Komoditas Desa Girirejo” dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2024 di gedung pertemuan Desa Girirejo. Kegiatan ini secara khusus mengundang perwakilan ibu-ibu PKK dari masing-masing dusun untuk mengikuti pelatihan pembuatan selai kacang mete dan briket. Melalui video tutorial yang dibuat oleh tim KKN Undip, peserta diberikan panduan lengkap, mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan hingga langkah-langkah pembuatannya.

Gambar 2. Dokumentasi Pembagian Sampel 

Tujuan dari workshop ini adalah untuk membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan baru sehingga mereka dapat mengolah komoditas lokal menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Selama sesi workshop, mahasiswa KKN Undip berinteraksi langsung dengan peserta, memberikan bimbingan dan dukungan praktis. Sebagai kenang-kenangan, setiap peserta membawa pulang sampel produk yang telah mereka buat. Acara kemudian diakhiri dengan sesi diskusi yang hangat dan doa bersama.

Harapan dari tim KKN II Universitas Diponegoro adalah agar program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi sumber daya lokal yang ada di desa. Dengan mengolah komoditas secara kreatif dan inovatif, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan lingkungan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Desa Girirejo. (Sefira Nindiany) 

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Pengembangan UMKM Desa Girirejo melalui Program Pemberdayaan dan Pendampingan Terpadu UMKM 

Gambar 1. Dokumentasi Pelaksanaan Program 

WONOGIRI (11/08/2024) – Dalam semangat pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Wonogiri menginisiasi program “Pemberdayaan dan Pendampingan Terpadu UMKM”. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa KKN berkomitmen untuk membantu para pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, mengembangkan strategi pemasaran, dan mengakses berbagai peluang bisnis, sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Program pendampingan ini secara khusus menyasar seluruh pelaku UMKM yang ada di Desa Girirejo. Beragam jenis usaha, mulai dari kerajinan anyaman, produk olahan herbal, hingga produksi makanan dan minuman, menjadi fokus perhatian dalam program ini. Dengan jumlah pelaku UMKM yang diperkirakan mencapai 50 orang, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian desa.

Puncak dari program pendampingan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2024 di gedung pertemuan Desa Girirejo. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 30 menit ini diawali dengan sambutan pembuka dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim KKN Undip. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemasaran digital dalam era modern, tata cara pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta regulasi terkait labelling pada produk makanan. Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan tips-tips praktis mengenai pendataan dan pencatatan keuangan UMKM. Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, materi-materi tersebut kemudian dibukukan dan disebarluaskan ke seluruh dusun agar dapat dipelajari lebih lanjut oleh para pelaku UMKM.

Gambar 2. Dokumentasi Pemaparan Materi “Pentingnya Pemasaran Digital”

Melalui program pendampingan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Girirejo dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian, diharapkan pula produk-produk UMKM lokal dapat semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat Desa Girirejo agar lebih melek digital dan memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan usahanya. Pada akhirnya, diharapkan program ini dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Girirejo. (Sefira Nindiany)

Kemeriahan ODM FEB Undip 2024: Euforia Mahasiswa Baru dan Berbagai Catatan di Dalamnya

Potret keseruan ODM Festival

FEB Undip (16/08) – Rangkaian Orientasi Dipo Muda FEB Undip telah rampung diselenggarakan. Kegiatan hari terakhir ODM FEB diawali dengan mozaik, orasi ketua BEM, ketua senat, dan ketua himpunan serta disusul parade organisasi mahasiswa. Acara dilanjutkan dengan Yellow Festival yang memiliki tujuan utama mengenalkan organisasi mahasiswa yang ada dalam FEB Undip dan ditutup dengan rangkaian ODM Festival. 

Menurut Biiznihi, ketua Kesmes FEB Undip, ODM FEB tahun ini sangat menyenangkan karena didukung oleh antusiasme mahasiswa baru. Biiznihi juga menyebutkan bahwa mahasiswa baru lebih antusias pada ODM tahun ini dibanding tahun lalu, “terutama di Yellow Fest ini, (mahasiswa baru) mampir ke stand dan tentunya dari Kesmes sendiri membuka peluang untuk teman-teman maba untuk mengetahui Kesmes lebih jauh melalui Yellow Fest ini.” 

Meski begitu, menurut Novita, mahasiswi baru prodi manajemen, ia kurang mendapat informasi yang dibutuhkan untuk memilih ormawa terbaik bagi dirinya, “Soalnya kan rame banget, ya. Jadi informasinya ketutupan gitu. Jadi ngga bisa akses informasi seluruhnya. “

Antusiasme mahasiswa baru juga terlihat pada rangkaian ODM Festival di mana mereka berkumpul memenuhi bagian tengah panggung. ODM Festival tahun ini menampilkan UKM Tari, Economusic, hingga Cheerleader.

Rimanda, mahasiswa baru prodi akuntansi, menjelaskan bahwa rangkaian ODM FEB Undip melebihi ekspektasinya, “seru sih, walaupun capek, tapi acaranya seru-seru semua jadi nggak kerasa capeknya. Kita bisa kumpul bareng. Dari setiap prodi bisa kumpul bareng. Kita juga bisa have fun dan ada sesi nyanyi-nyanyi.” 

Namun, tidak seluruh mahasiswa baru dapat merasakan euforia ODM Festival. Banyak di antara mereka yang memilih melipir ke bagian yang cukup jauh dari panggung. Salah satunya adalah Yora, mahasiswi baru prodi akuntansi. Ia menjelaskan acara hari itu tidak memenuhi ekspektasinya, “Jujur agak engga (sesuai ekspektasi). Kek ini,  ini tuh semuanya nggak yang bisa langsung ngumpul jadi satu, seru-seruan bareng. Jadi mencar-mencar, banyak yang ngobrol sendiri. Paling cuma di sana doang (bagian dekat panggung) yang asik-asikan,” jelasnya.

sampah tampak berserakan di area panggung odm festival

Satu hal yang cukup disayangkan dari acara ini adalah terlihatnya tumpukan sampah di beberapa titik ODM Festival. Hal ini dikarenakan kurangnya penyediaan  tempat sampah yang cukup untuk menampung seluruh sampah konsumsi mahasiswa baru. Berbeda dengan area ODM Festival, area Yellow Festival terlihat bebas dari sampah karena tersedianya trash bag. 

Menabung Untuk Investasi Jangka Panjang, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa-Siswi SDN Newung 2 Belajar Menabung

Newung, Sragen (23/07) – Menabung adalah sebuah kebiasaan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi masa depan. Sejak usia dini, anak-anak perlu diajarkan tentang pentingnya mengelola keuangan dan menabung. Memahami hal ini, Alessandra Juventini Getzevia Rumbino, mahasiswa jurusan Akuntansi dari KKN Tim II Undip Tahun 2023/2024 dibawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Riza Susanti, S.T., M.T, menginisiasi kegiatan edukasi pentingnya menabung bagi siswa-siswi kelas 4 di SDN Newung 2.

Menabung bukan hanya sekedar mengumpulkan uang receh. Ini adalah langkah awal menuju kemandirian finansial. Dengan menabung, anak-anak belajar tentang nilai uang, kesabaran, dan perencanaan masa depan. Selain itu, menabung juga dapat menjadi pondasi untuk investasi jangka panjang yang akan memberikan keuntungan finansial di masa depan.

Dalam kegiatan edukasi yang telah diselenggarakan di SDN Newung 2, Alessandra menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Tidak hanya memberikan materi tentang pengertian menabung, tetapi juga menjelaskan tentang tips and trick serta manfaat menabung dan mengajak siswa-siswi untuk terlibat dalam aktivitas pembuatan celengan dari botol bekas.

Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswi kelas 4 SDN Newung 2. Selain memperoleh pengetahuan tentang keuangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. Dengan demikian, mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan finansial di masa depan. (Alessandra Juventini Getzevia Rumbino)

UMKM Go Digital: Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS untuk Mendukung Kemudahan dan Keamanan dalam Pembayaran bagi UMKM Desa Sidorejo

         Penyerahan Poster Edukasi QRIS

Sidorejo, Pekalongan (30/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Adiska Afifah yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Ekonomi Islam untuk menjalankan program kerja yang mendukung digitalisasi UMKM di Desa Sidorejo. Program ini terinspirasi dari fenomena era digital yang  telah datang dan mewarnai kehidupan sehari-hari, termasuk di Desa Sidorejo yang berlokasi di perbatasan kota Pekalongan. Meskipun sebagian penduduknya belum sepenuhnya melek teknologi, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Desa Sidorejo memiliki banyak UMKM yang didominasi oleh bidang konveksi sebagai usaha yang sudah turun temurun. Di samping itu, banyak pula ditemui UMKM baru di sektor makanan dan minuman sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Bagi banyak pelaku usaha ini, UMKM adalah sumber pendapatan utama dan masih berada pada tahap awal pengembangan bisnis. Hal ini membuat para pelaku usaha masih awam terhadap dunia bisnis, terutama pada upaya digitalisasi bisnis. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang tepat agar UMKM tersebut dapat berkembang dengan pesat, salah satunya dengan edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS. 

Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS usaha Es Durian Tilompo milik Pak Rohib

Edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS dilakukan oleh Adiska dan tim di beberapa UMKM Desa Sidorejo secara langsung melalui pendekatan door to door. Kegiatan ini dimulai dengan edukasi mengenai digitalisasi alat pembayaran dengan penyerahan poster informasi QRIS sekaligus melakukan pengumpulan data UMKM dalam rangka asistensi pembuatan QRIS. QRIS tersebut dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih aman, terhindar dari penipuan uang palsu, dan memudahkan pencatatan transaksi bagi pelaku usaha. 

Program ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi UMKM di Desa Sidorejo untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. Penerapan QRIS ini dapat mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan era digital, seperti meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, peningkatan keamanan pembayaran, dan memperluas jangkauan pasar melalui kemudahan akses pembayaran yang beragam. Keberagaman akses pembayaran ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan karena mayoritas konsumen UMKM kini adalah anak muda yang melek teknologi. Pengambilan langkah ini ditujukan agar UMKM di Desa Sidorejo tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga berpotensi untuk berkembang pesat dan menjadi pemain penting dalam perekonomian digital di masa depan. (Adiska Afifah Zahro)

Digitalisasi Marketing: Upaya Pembuatan dan Pemberdayaan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran

Penyerahan simbolis hasil luaran program yang merupakan booklet Bersama PKK dan remaja di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Keloran, Wonogiri (26/07) – Fiolita Nurmadewi, selaku  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Progam Studi Manajemen melaksanakan program kerja yang berfokus pada digitalisasi marketing pada KUB (Kelompok Usaha Bersama), PKK dan remaja di Desa Keloran.

Desa Keloran merupakan salah satu desa di Kecamatan Selogiri yang memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang besar. Namun, permasalahan terbesar yang menjadi penghalang kemajuan UMKM di Desa Keloran adalah kesulitan dalam segi pemasaran secara digital yang hanya menggunakan Whatsapp Marketing, dimana produk-produk yang dijualnya hanya dibagikan kepada rekan-rekan yang dikenalnya ataupun pada komunitas UMKM Wonogiri, hal ini membuat terbatasnya target pasar yang dituju sehingga mempersempit penjualan produknya.

Berawal untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka munculah program kerja “Digitalisasi Marketing melalui Upaya Pembuatan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran” yang berlangsung di Balai Desa Keloran, serta secara intensif dilakukan di Rumah Bu Tri, Bu Erna dan Bu Sri di Ngembong selama 26-29 Juli 2024 dengan melakukan pemanfaatan kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan ekonomi lokal di Desa Keloran.

Dimulai dengan sesi pengenalan digital marketing, pemaparan berbagai macam strategi digital marketing yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, pentingnya menentukan target pasar sebelum memulai suatu usaha, urgensi untuk melakukan riset terhadap perilaku konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan untuk dapat merancang strategi pemasaan yang sesuai dengan menciptakan karakteristik yang berbeda dengan para pesaingnya serta terdapat pelatihan dasar mengenai penggunaan salah satu alat digital marketing yaitu E-Commerce Shopee dan Social Media Instagram serta terdapat panduan singkat pembuatan konten dari Canva yang dapat ditampilkan di Shopee dan Instagram untuk dapat menaikkan nilai jual produk oleh PKK, KUB dan remaja di Desa Keloran.

Selama program berlangsung, Fiolita Nurmadewi tidak hanya memberikan panduan, tetapi juga memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada PKK, KUB dan remaja yang ingin atau sudah memiliki UMKM dalam proses pengimplementasian materi dari digitalisasi marketing.

“Produk yang akan dijual harus bermanfaat dan pastinya dapat memecahkan sebuah masalah atau keinginan yang dihadapi calon konsumen dan harus memberikan solusi yang tepat dan tertarget,” ujar Fiolita Nurmadewi.

Terdapat tiga sasaran UMKM yang diberikan pelatihan secara intensif untuk melakukan digitalisasi marketing yaitu pemilik UMKM Keripik Pisang Bu Tri dari Ngembong, UMKM Keripik Pisang dan Bawang Goreng Bu Erna dari Ngembong dan UMKM Sambal Kacang bu Sri dari Ngembong.

“UMKM di sini itu kurangnya dibagian pemasaran soalnya engga ada yang ngajarin, kalaupun dijual juga disekitaran sini atau melalui pemesanan via Whatsapp,” ujar bu Tri

Bu Tri selaku pemilik UMKM Kripik Pisang yang diberdayakan untuk dilakukan pembuatan social media Instagram dan E-Commerce Shopee (26/07)

Sehingga dengan adanya pelatihan pembuatan akun E-Commerce Shopee dan social media Instagram dari program kerja ini, ketiga pemilik usaha mengaku merasa sangat terbantu dalam memasarkan produk-produknya karena lebih efektif dalam memperluas jangkauan target pasar secara online dan lebih efisien serta memberikan dampak positif dalam jangka panjang, baik bagi UMKM di Desa Keloran maupun perkembangan ekonomi lokal secara keseluruhan. Keberhasilan program ini juga menjadi salah satu capaian bagi mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam hal digitalisasi marketing di Desa Keloran. (Fiolita Nurmadewi)