Sosialisasi Kajian Layak Kerja di Sektor Perikanan : Memaksimalkan Kesejahteraan Pekerja Indonesia dalam Konteks Negara Maritim

Peserta melakukan sesi foto bersama

FEB (27/6) – Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) mengadakan acara “Sosialisasi Kajian Layak Kerja di Sektor Perikanan: Adaptation of Teaching Labour for Business Students”. Acara yang diadakan di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro ini dihadiri oleh wakil rektor IV, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, perwakilan MGMP Jawa Tengah, guru-guru SMK di Jawa Tengah, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan sambutan-sambutan para tamu undangan. Dalam sambutannya Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., selaku wakil rektor IV menyatakan bahwa tugas universitas adalah menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Dr. Jaka Aminata, S.E., M.Si., penanggung jawab pada acara ini mengarahkan para peserta untuk melakukan forum group discussion (FGD). FGD dilakukan agar para peserta dapat memberikan keluh kesahnya seputar industri perikanan.

Diskusi kali ini diharapkan dapat menambah wawasan seputar industri perikanan bagi masyarakat umum. Muhammad Revo Nadrian atau yang akrab dipanggil Revo selaku ketua panitia menyatakan Indonesia merupakan negara maritim yang belum memaksimalkan potensinya. Revo juga berharap acara ini dapat membuat pandangan masyarakat terhadap peluang kerja di sektor perikanan menjadi lebih luas. Acara ini akan dilanjutkan dengan penelitian yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 3-8 Juli 2024 di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Pati.

Penulis : Qosim

Reporter : Qosim, Haykal, Messal

Undip-Unnes Undang Menteri Keuangan Isi Kuliah Umum

Undip (23/10) – Menteri Keuangan ibu Sri Mulyani Indrawati sambangi Semarang Senin lalu tanggal (23/10/2023). Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (Undip) bersama Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlokasi di gedung Prof. Soedarto Undip, Semarang. Beliau juga menyambangi SMA Negeri 3 Semarang sebelum mengisi kuliah umum di Undip yang merupakan sekolah beliau saat saat masih pelajar.

Bu Sri tidak sendirian saat menyambangi Undip, beliau dibersamai dengan para staf Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sekali-kali ia perkenalkan kepada audien di tengah beliau menyampaikan kuliah umum. Kuliah umum yang diberi judul “Kebijakan Fiskal di Tengah Konstelasi Ketidakpastian Global” mendapatkan antusiasme dari para mahasiswa. Tak hanya mahasiswa Undip saja yang menghadiri mengingat berlokasi di Undip. Mahasiswa Unnes juga berbondong-bondong datang mengenakan jas almamater kuning dari Gunungpati dengan diantar menggunakan bis.

Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan oleh rektor terpilih Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si dan rektor Unnes Prof. Dr. S Martono M.Si. Setelah sambutan acara inti atau kuliah umum dipimpin oleh moderator Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. 

Bu Sri atau yang juga ramah dipanggil bu MSI menyampaikan materi pada kuliah umum berkenaan dengan pengelolaan keuangan negara serta APBN sebagai instrumen dalam intervensi pemerintah terhadap perekonomian yang mengalami ketidakpastian mulai dari pandemi hingga perang. Tak selesai sampai disitu saja beliau juga memberikan motivasi terlebih kepada para mahasiswa bahwa tantangan hari ini adalah selection. Berbeda dengan mahasiswa dulu yang memiliki tantangan berupa akses. 

Penyampaian kuliah oleh bu Sri ditutup dengan saling balas pantung oleh moderator dengan bu Sri. Di penghujung acara terdapat penyerahan plakat dari dan oleh Kemenkeu, Undip, dan Unnes sekaligus penandatanganan MoU. Tak selesai disana Bu Sri juga meresmikan secara simbolik fasilitas baru di Undip yakni Pojok Kemenkeu yang berlokasi di lantai 1 Gedung B FEB Undip. (MA)