4P Marketing Mix Sebagai Solusi Perencanaan Bisnis UMKM di Kelurahan Jantiharjo

Acara edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis di Kelurahan Jantiharjo.

Jantiharjo (01/08) – Bertempat di Aula Kelurahan Jantiharjo telah dilaksanakan edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis oleh Agung Samodro mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang berasal dari jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

UMKM sebagai unit terkecil bisnis telah lama menjadi tumpuan hidup mayoritas masyarakat Kelurahan Jantiharjo. Oleh karena itu mahasiswa KKN menginisiasi adanya kegiatan edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis menggunakan pendekatan 4P (Product, Price, Place, dan Promotion) untuk para masyarakat umum dan pelaku UMKM guna membantu pelaku UMKM dalam merencanakan serta mengembangkan strategi bisnis yang lebih efektif dan juga diharapkan dapat mengoptimalisasikan profit bisnis.

Kegiatan ini dihadiri pemilik usaha kecil, pengrajin, dan pedagang lokal. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan Lurah Jantiharjo yaitu Bapak Suranto selaku Sekretaris Lurah Jantiharjo. Beliau menyampaikan pentingnya UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan finansial bagi pelakunya dan juga peran UMKM dalam penguatan perekonomian lokal. Beliau juga memberikan dukungan penuh dari pihak kelurahan untuk pelaku UMKM di wilayah kelurahan Jantiharjo.

Sambutan Sekretaris Lurah.

Pada Inti acara disampaikan pemaparan materi oleh mahasiswa KKN tentang definisi umum pemasaran, perencanaan pemasaran, tujuan perencanaan pemasaran serta perencanaan bisnis menggunakan pendekatan Marketing Mix (Bauran Pemasaran) yang di dalamnya terdapat 4 aspek yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Product (Produk) : Dalam sebuah perencanaan bisnis hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan produk apa yang akan dijual. Penentuan produk harus dilakukan dengan menganalisis kebutuhan konsumen serta memenuhi kebutuhan tersebut dengan memperhatikan kualitas, desain, dan fitur yang cocok bagi konsumen di pasar.
  2. Price (Harga) : Setelah menentukan produk dan menghitung biaya yang dikeluarkan maka langkah selanjutnya adalah menentukan harga jual. Penentuan harga jual tidak boleh melebihi biaya agar bisnis mendapat profit, namun juga tidak boleh terlampau tinggi karena mempertimbangkan kemampuan konsumen serta nilai yang akan diterima dari produk kita.
  3. Place (Tempat/Distribusi) : Selanjutnya merupakan pemilihan tempat atau saluran distribusi yang dapat diakses oleh konsumen. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan tempat atau saluran distribusi yang dapat menjangkau dan menarik lebih banyak konsumen secara optimal.
  4. Promotion (Promosi) : Terakhir adalah bagaimana pelaku UMKM dapat
    mempromosikan produk mereka dengan efektif sehingga produk dapat mencapai target konsumen. Hal yang dapat dilakukan adalah penggunaan media sosial dengan melakukan konten marketing seperti tulisan atau video serta mengikuti event pameran.
Pemaparan materi mengenai 4P.

Dalam acara dibagikan pula leaflet panduan dalam perencanaan bisnis sesuai materi yang telah disampaikan. Diharapkan dengan diberikannya leaflet panduan dalam perencanaan bisnis, peserta dapat lebih memahami materi yang disampaikan.

Penyerahan modul perencanaan bisnis.

Melalui Program ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kelurahan Jantiharjo dapat lebih memahami pentingnya perencanaan bisnis yang matang dan mampu menerapkan strategi dengan pendekatan 4P untuk meningkatkan daya saing di pasar, merencanakan bisnis yang lebih efektif, dan tentunya meningkatkan keuntungan usaha. (Agung Samodro)

Pemberdayaan dan Pendampingan Pembuatan Maps Digital di Google My Business kepada Pelaku UMKM Desa Keloran

Pemaparan materi terkait Google Maps kepada PKK dan perangkat desa di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Keloran, Wonogiri (26/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024, Fiolita Nurmadewi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Progam Studi Manajemen melaksanakan kegiatan program kerja terkait transformasi digital. Teknologi digital telah menjadi kebutuhan vital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia bisnis, hal ini memberikan peluang besar bagi para pengusaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Keloran untuk dapat memperluas target pasarnya. Sehingga terdapat banyak inisiatif untuk memastikan bahwa UMKM dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi digital.

UMKM di Desa Keloran memiliki segudang potensi untuk memajukan perekonomian lokal, namun masih ada permasalahan yang perlu diatasi untuk membantu calon pelanggan dalam mencari dan menemukan titik lokasi dari UMKM maupun tempat-tempat layanan masyarakat yang berada di Desa Keloran. Hal ini disebabkan karena masih banyak dari mereka yang belum menentukan titik lokasi mereka di Google Maps sehingga lokasi UMKM dan tempat-tempat layanan masyarakat sulit ditemukan oleh calon pelanggan maupun masyarakat sekitar Desa Keloran.

Beranjak dari permasalahan tersebut, program kerja “Pemberdayaan dan Pendampingan Pembuatan Maps Digital di Google My Business pada Desa Keloran” dilaksanakan untuk membantu para pelaku UMKM dan tempat-tempat layanan masyarakat di Desa Keloran dalam menandai lokasi mereka di Google Maps sehingga dapat menaikkan perekonomian lokal.

Program kerja dimulai pada tanggal 26-29 Juli 2024 bertempat di Balai Desa Keloran yang dihadiri oleh PKK Desa Keloran serta perangkat desa dengan melakukan sosialisasi menyeluruh tentang pentingnya menentukan titik lokasi usaha mereka di Google Maps, dilanjutkan dengan pemaparan cara menentukan dan mempublikasikan titik lokasi di Google Maps kepada para pelaku usaha dan tempat-tempat layanan masyarakat. Selain itu pemaparan dan pendampingan pembukaan Google Maps secara intensif dilakukan di rumah bu Tri, bu Erna dan bu Sri sebagai salah satu perwakilan UMKM  yang secara aktif berjualan namun belum memiliki titik lokasi di Google Maps. 

Pendampingan pembuatan Google Maps kepada Bu Erna,salah satu pemilik UMKM di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Dengan adanya pelatihan pembuatan titik lokasi di Google Maps dari program kerja ini, ketiga pemilik usaha mengaku merasa sangat terbantu dalam meningkatkan aksesibilitas UMKM mereka di mata calon pelanggan dan daya tarik Desa Keloran di masyarakat luar. Keberhasilan program ini juga menjadi salah satu capaian bagi mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam hal digitalisasi marketing di Desa Keloran. (Fiolita Nurmadewi)

Siap Hadapi Keadaan Tak Terduga dengan Dana Darurat : Edukasi Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga oleh Mahasiswa KKN Undip

Sambutan Lurah Jantiharjo

Jantiharjo (1/8) – Agung Samodro, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari jurusan Manajamen Fakultas Ekonomika dan Bisnis melaksanakan program Edukasi bertemakan pengelolaan keuangan : Siap Hadapi Keadaan Tak Terduga dengan Dana Darurat, tepatnya pada pukul 08.00 – 10.00 WIB. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menyiapkan dana darurat sebagai salah satu strategi pengelolaan keuangan dalam rumah tangga. Apalagi melihat mayoritas pendapatan rumah tangga di Kelurahan Jantiharjo berasal dari hasil usaha pertanian dan juga UMKM yang mana pendapatan tidak selalu sama tiap bulannya. Sehingga akan menjadi penting bagi sebuah rumah tangga untuk memiliki dana darurat.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan ibu-ibu rumah tangga. Acara dimulai dengan sambutan Lurah Jantiharjo Bapak Budi Triyono, S.Sos, M.M. Beliau menyambut baik adanya kegiatan ini. “Ini merupakan satu inisiasi kegiatan yang baik yang telah direncanakan oleh adik-adik mahasiswa, pengelolaan keuangan itu bukan tentang besar kecilnya uang masuk tetapi bagaimana nanti uang yang masuk itu bisa cukup dan bahkan dapat disisihkan untuk kondisi emergency” Ujar beliau dengan semangat.

Pemaparan materi oleh mahasiswa KKN mengenai dana darurat

Pemaparan materi dilakukan oleh mahasiswa KKN yang mencakup definisi dana darurat, urgensi dan penggunaan dana darurat, cara menghitung jumlah dana darurat dan juga solusi atau pemberian model tabungan terencana sebagai media penyimpanan dana darurat. Dijelaskan bahwa dana darurat merupakan sejumlah uang yang disisihkan dan disimpan yang bertujuan untuk digunakan sebagai jaring pengaman finansial untuk menghadapi berbagai situasi yang bisa mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga. Disampaikan pula jumlah dana darurat sebaiknya 6 – 12 kali pengeluaran bulanan. Hal ini dimaksudkan agar rumah tangga siap dalam menghadapi keadaan tidak terduga seperti kehilangan pemasukan, sakit, bencana atau kebutuhan mendesak lainnya tanpa bergantung pada utang.

pembagian media penyimpanan dana darurat kepada peserta

Pada akhir pemaparan, mahasiswa KKN memberikan sebuah inisiasi saran untuk media penyimpanan dana darurat berupa celengan yang terencana. Dengan adanya media penyimpanan uang ini diharapkan bahwa peserta dapat merencanakan besaran jumlah dana darurat yang akan mereka simpan. Hal ini disambut dengan semangat oleh peserta “Jadi semangat, Mas kalau dapat celengan seperti ini” ujar Ibu Yuli, salah satu peserta yang hadir.

Dengan adanya program ini, diharapkan peserta yang hadir dan masyarakat Kelurahan Jantiharjo secara umum dapat lebih sadar dan siap dalam mengelola keuangan mereka dan memiliki ketahanan finansial yang lebih baik di masa mendatang. (Agung Samodro)

Optimalisasi UMKM di Era Digital, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Program untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

Seiring dengan kemajuan zaman, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memainkan peran krusial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung perekonomian nasional. 

Dalam rangka memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi digital, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi UMKM. Salah satu inisiatif yang diberikan oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2023/2024 adalah program pelatihan dan pendampingan yang diadakan oleh pemerintah dan berbagai lembaga terkait, dengan tujuan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam operasional bisnis UMKM. Program ini mencakup berbagai aspek seperti pemasaran digital, penjualan berbasis aplikasi, serta pembayaran digital. Program ini juga menjelaskan pentingnya memiliki personal branding yang baik dan mendaftarkan UMKMnya secara legal. 

Program yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Juli 2024. Bertempat di Pendopo Kantor Kelurahan Sudiroprajan, kegiatan ini mengundang 20 pelaku UMKM di Kelurahan Sudiroprajan. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan mengenai kondisi sosial UMKM di Kelurahan Sudiroprajan, dilanjut dengan penjelasan tentang pentingnya NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi UMKM guna memudahkan proses bisnisnya, penjelasan bagaimana membangun personal branding UMKM,  penjelasan mengenai pemasaran berbasis digital dan  pengenalan WhatsApp Bisnis sebagai salah satu platform pemasaran digital, serta penjelasan mengenai platform penjualan berbasis E-Commerce dan pengenalan QRIS sebagai metode pembayaran digital. 

Antusiasme dari peserta meyakinkan para pemateri bahwa yang disampaikan dapat diterima dan diimplementasikan dengan baik. Peserta juga aktif dalam sesi diskusi serta menyampaikan minat untuk beralih ke pemasaran dan penjualan berbasis digital. Melalui program ini, diharapkan UMKM tidak hanya sekadar beradaptasi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar global, sehingga mereka dapat memperluas jangkauan dan menciptakan peluang baru yang lebih luas di tingkat internasional.

Reporter : Adelia Putri Qani’ah, Farah Fauziyyah, M Yoga Widiaztama, Nazila Hamidah Suci P, Nuril Maulidya Rahmah, Prasasta Aulya, Satrio Agung Guntoro, Syifa Amalia, Tri Damaito Sitohang

Dukung Pengembangan Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UNDIP Melakukan Pendampingan  dan Edukasi Dalam Pembuatan Akun OSS serta NIB bagi Pelaku UMKM di Desa Sindukarto

Penulis: Arya Febriansyah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro melakukan pendampingan dan  sosialisasi dalam pembuatan akun OSS (Online Single Submission) guna penerbitan NIB  (Nomor Induk Berusaha) bagi para pelaku UMKM di Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko,  Kabupaten Wonogiri, Rabu (24/07). 

Kegiatan UMKM dalam masyarakat menjadi salah satu hal umum yang dilakukan untuk  mendapatkan penghasilan, karena masyarakat dapat menjalankan kegiatan UMKM dengan  modal usaha yang terbilang rendah serta bentuk produk yang dapat diperjualbelikan sangat  beragam.  

Desa Sindukarto memiliki banyak pelaku UMKM dengan berbagai bidang yang berbeda. Ini  tentunya menjadikan sumber pendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar Desa  Sindukarto. Akan tetapi, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pemahaman serta  dokumen resmi dalam melakukan kegiatan wirausaha. Terdapat beberapa pelaku UMKM Desa  Sindukarto yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan surat izin resmi yang diterbitkan dibawah  Kementrian Investasi/BKPM yang bertujuan sebagai identitas pelaku sebuah usaha dalam  menjalankan kegiatan usaha. Apabila pelaku usaha tidak memiliki NIB, maka dapat dipastikan  usaha yang dijalankan tidak sah atau ilegal secara hukum. 

Dokumentasi pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha pada pelaku UMKM

Dari permasalahan terkait NIB tersebut, Arya Febriansyah, seorang mahasiswa jurusan  Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melakukan program kerja  untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku UMKM. 

Program Kerja ini diawali dengan pemberian sosialisasi dan edukasi terkait sistem Online  Single Submission (OSS) yang digunakan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB),  dokumen apa saja yang harus disiapkan dalam mengajukan pembuatan Nomor Induk Berusaha  (NIB), sosialisasi terkait manfaat dari NIB, dan melakukan pendampingan pendaftaran serta  pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Dokumentasi pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha pada pelaku UMKM

Setelah melakukan pengajuan permohonan, Arya kemudian memberikan poster infografis  terkait NIB dan menjelaskan materi yang ada di dalam poster infografis tersebut seperti apa itu  NIB, manfaat dari NIB dan tata cara pengajuan permohonan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Para pelaku UMKM merasa sangat terbantu dengan adanya program kerja pendampingan dan edukasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Telah terbitnya NIB bagi para pelaku UMKM diharapkan dapat mempercepat kegiatan berusaha  serta dapat memberikan berbagai manfaat bagi para pelaku UMKM di Desa Sindukarto. 

Digitalisasi GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori): Kreasikan Poster Menabung di Canva serta Guru Rancang Kelas Virtual via Google Classroom.

Mahasiswa KKN Desa Mengori Sosialisasikan Menabung dan Kreasikan Poster Menabung Bagi Anak-Anak serta Workshop Pembuatan Google Classroom Kepada Guru di SDN 01 Desa Mengori. Foto: Ist.

Mengori, 24 Juli 2024 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN 01 Mengori, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan serangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan 21 siswa dan para guru sekolah dasar tersebut. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar, serta menanamkan kebiasaan menabung pada siswa.

Kepala Sekolah SDN 01 Mengori, Ibu Iin Turyani, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mendukung program menabung ini karena sangat relevan dengan kebutuhan siswa kami. Selain itu, kegiatan membuat poster dengan Canva juga meningkatkan kreativitas anak-anak, yang masih tergolong rendah di Desa Mengori. Kombinasi menabung dan teknologi ini membuka peluang baru bagi anak-anak kami untuk berkembang,” ujarnya dengan antusias.

Sebagai bagian internal dari program KKN, tim juga melaksanakan program GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori) yang ditargetkan khusus untuk siswa kelas 4 SD. Program ini diawali dengan sesi pembahasan interaktif tentang pentingnya menabung, dilanjutkan dengan kegiatan kreatif pembuatan celengan dari bahan daur ulang seperti kardus dan botol minum. Setiap siswa dibimbing untuk membuat dan menghias celengan mereka sendiri, memadukan unsur kreativitas dengan edukasi finansial.

Mahasiswa FEB, Ayara Chiyotara Naori, menginspirasi dengan proker GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori). Melalui kreativitas, ia mengajak anak-anak membuat celengan dari bahan bekas. Foto: 2st.

Siswa diajak membuat komitmen menabung dan diberikan tips praktis untuk memulai kebiasaan ini. Wali kelas akan memantau progress menabung siswa sebagai tindak lanjut dari program ini. Sebagai hasil dari program ini, siswa SDN 01 Mengori berhasil membuat berbagai poster menarik dengan menggunakan Canva dan celengan unik dari bahan daur ulang.

Mahasiswa Teknik Komputer, Rachel Sola Gracia, melakukan pelatihan pembuatan poster dengan tema menabung di SDN 01 Mengiru. Foto: 3st.

Sebagai kelanjutan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pemanfaatan teknologi di SDN 01 Mengori, Mahasiswa KKN Undip juga mengadakan program workshop pemanfaatan Google Classroom bagi para guru. Workshop ini dirancang untuk membekali para guru dengan keterampilan dalam menggunakan platform digital tersebut sebagai alat bantu pembelajaran. Dengan adanya pelatihan ini, para guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, menarik, dan efisien. Google Classroom dapat membantu para guru dalam mengelola tugas-tugas siswa, memberikan umpan balik secara langsung, serta memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antar siswa. Melalui workshop ini, para guru akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang cara mengintegrasikan teknologi ini dalam kurikulum sehari-hari, sehingga pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat diperluas melalui media digital.

Mahasiswa Teknik Komputer, Rachel Sola Gracia, melakukan Workshop pemanfaatan Google Classroom bagi para guru. Foto: 4st.

Dengan adanya pelatihan ini, SDN 01 Mengori diharapkan dapat menjadi contoh sekolah yang progresif dalam penerapan teknologi pendidikan di Desa Mengori, memberikan dampak positif jangka panjang bagi para siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa dan guru, serta memajukan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Seminar & Exhibition, Peresmian Bulletin dan Wartafest: Mengupas Peluang dan Tantangan Literasi Digital di Era Transformasi

UDINUS (5/7) – UKM Pers Kampus Wartadinus Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) menyelenggarakan Seminar & Exhibition, Peresmian Bulletin dan Wartafest di Auditorium Gedung H lantai 7. Acara tersebut mengangkat tema “Peluang & Tantangan Literasi Digital di Era Transformasi”. Mengundang dua pembicara yang kompeten yaitu Sekar Hasna N,S.I.Kom, selaku mantan ketua umum Wartadinus dan Swita Amalia Hapsari, M.I.Kom selaku jurnalis dosen ilmu komunikasi UDINUS. Tema spesifik yang diangkat dalam acara tersebut menuju kepada refleksi atas alasan mengapa di era sekarang lebih banyak menonton ketimbang membaca. 

Karlina Supelli yang dikenal sebagai filsuf astronom perempuan menyatakan pernyataan yang menarik yaitu “Baca buku itu tidak bisa digantikan dengan TikTok, dengan nonton film, yang dampaknya pemikiran bisa menjadi tumpul, tidak cukup kritis, tidak cukup tajam.”

Swita Amalia Hapsari pun juga menyatakan “kalian tambahkan aktivitas membaca agar bisa otaknya berdialog akan jauh lebih membuat kalian akan bisa punya pengetahuan”. Lebih jauh Swita menyatakan bahwa basis dari media dan jurnalistik adalah memperkaya materi dengan banyak sumber media. 

Swita memaparkan berdasarkan hasil riset dari Data Portal pada bulan Januari 2024 tentang ‘DAILY TIME SPENT WITH MEDIA’. Data tersebut memaparkan bahwa rata-rata audiens di Indonesia menghabiskan waktu paling lama untuk menggunakan Internet yaitu 7 jam 38 menit per hari dibandingkan dengan aktivitas lain seperti menonton video konten secara streaming, scrolling hp untuk sosmed, dan membaca berita online atau media print. 

Tantangan yang terkait dengan dunia Jurnalistik adalah bagaimana menyajikan tulisan yang menarik di tengah pergeseran tren media. Beberapa cara yang dapat diterapkan antara lain dengan memperbanyak perbendaharaan kata, perbendaharaan ide, dan konsep dari membaca. Beberapa contoh media yang dapat dijadikan inspirasi antara lain Folkative dan USS Feeds. Selain itu jurnalis harus mempunyai kemampuan untuk memetakan mana media yang bisa dijadikan sumber informasi dan mana yang tidak. Termasuk mengacu pada aturan-aturan, kaidah-kaidah yang ada yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers. Perlu dilakukan lima proses yang benar, yaitu: akses, analisa, evaluasi, produksi, dan aksi.   

Sekar Hasna N,S.I.Kom memberikan Tips & Trick bagi kalian yang mau masuk ke dunia jurnalistik. “Kenalin dirimu sendiri terlebih dahulu kamu tuh sukanya di bidang apa, coba dideketin apa yang kamu suka di bagian itu, cari komunitas yang bisa bangun passion kamu, dan yakinkan kepada orang tuamu.” 

Penulis: Haykal 

Reporter: Haykal

Sosialisasi Kajian Layak Kerja di Sektor Perikanan : Memaksimalkan Kesejahteraan Pekerja Indonesia dalam Konteks Negara Maritim

Peserta melakukan sesi foto bersama

FEB (27/6) – Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) mengadakan acara “Sosialisasi Kajian Layak Kerja di Sektor Perikanan: Adaptation of Teaching Labour for Business Students”. Acara yang diadakan di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro ini dihadiri oleh wakil rektor IV, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, perwakilan MGMP Jawa Tengah, guru-guru SMK di Jawa Tengah, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan sambutan-sambutan para tamu undangan. Dalam sambutannya Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., selaku wakil rektor IV menyatakan bahwa tugas universitas adalah menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Dr. Jaka Aminata, S.E., M.Si., penanggung jawab pada acara ini mengarahkan para peserta untuk melakukan forum group discussion (FGD). FGD dilakukan agar para peserta dapat memberikan keluh kesahnya seputar industri perikanan.

Diskusi kali ini diharapkan dapat menambah wawasan seputar industri perikanan bagi masyarakat umum. Muhammad Revo Nadrian atau yang akrab dipanggil Revo selaku ketua panitia menyatakan Indonesia merupakan negara maritim yang belum memaksimalkan potensinya. Revo juga berharap acara ini dapat membuat pandangan masyarakat terhadap peluang kerja di sektor perikanan menjadi lebih luas. Acara ini akan dilanjutkan dengan penelitian yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 3-8 Juli 2024 di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Pati.

Penulis : Qosim

Reporter : Qosim, Haykal, Messal

Memperingati Hari Lingkungan, BEM FEB Adakan Diskusi Terkait Kerusakan Lingkungan

(Sumber: Pribadi)

UNDIP (5/6) – Bertepatan dengan hari lingkungan hidup sedunia pada tanggal 5 Juni 2024, BEM FEB UNDIP mengupayakan sebuah diskusi di Universitas Diponegoro agar mahasiswa lebih peduli mengenai masalah lingkungan. diskusi ini dibungkus dalam acara Bincang-bincang Somaliah yang bertajuk “Malapetaka Lingkungan Menerpa, Jawa Tengah Berduka.”

Tema pembahasan yang diambil berkaca dari berbagai kerusakan alam yang terjadi saat ini. Vanezia Gerda selaku project officer pada acara Bincang-bincang Somaliah ini menyatakan bahwa dengan melihat kondisi alam saat ini sudah semestinya Jawa Tengah berduka. 

“Melihat dari lingkungan di Jawa Tengah banyak sekali kerusakan yang disebabkan aktivitas manusia, di pantura khususnya hampir seluruhnya mengalami kerusakan, terjadinya rob dan abrasi di Jawa Tengah sehingga sudah pantas untuk Jawa Tengah berduka” ucap Vanezia.

Diskusi dibuka dengan pembahasan tentang daerah pesisir Karimunjawa yang mengalami kerusakan akibat aktivitas tambak udang. Aris Ismanto selaku dosen dari FPIK UNDIP mengatakan aktivitas di Karimunjawa aktivitasnya dikontrol dengan baik, namun ada celah dari pemerintah daerah sehingga muncul berbagai aktivitas tambak.

Iqbal Alma Ghosan Altofani, perwakilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jateng, mengatakan bahwa saat ini pejuang lingkungan sangat terancam dengan beberapa pola atau cara. Banyak penangkapan bahkan pembunuhan bagi pejuang lingkungan.

“2019, teman teman Walhi di Sumatera Utara ditemukan di selokan dengan kondisi babak belur dan meninggal,” ujar Iqbal.

Masalah Rob dan Abrasi di Jawa Tengah Memprihatinkan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tim Penginderaan Jauh LAPAN pada tahun 2020, Semarang menjadi salah satu wilayah yang akan tenggelam di dunia karena mengalami land subsidence paling cepat, beriringan dengan Jakarta dan Pekalongan. Iqbal Alma Ghosan Altofani menyatakan semua industri di Semarang semua menggunakan air tanah.

Aris Ismanto membeberkan presentasinya mengenai isu sedimen tanah di wilayah Semarang bahwa proses sedimentasi tanah masih muda karena dahulu merupakan bagian wilayah laut yang menyusut, faktor lain yang menyebabkan tanah melemah tidak lain akibat proyek yang dibuat oleh manusia. Aris menyebut bahwa provinsi lain masih terdiskriminasi dari pembangunan di pulau Jawa.

“Indonesia masih mendiskriminasi pembangunan, provinsi selain jawa masih minim akan pembangunan tidak seperti di Jawa,” ujar Aris Ismanto. 

Bahrudin Wahyu Aji Dwi Sajiwo selaku Presiden BEM KM UNNES menambahkan hubungan manusia dengan alam bukan hanya dengan hubungan ekonomi ada hubungan budaya, dan sosial. Masyarakat pesisir yang sudah menganggap dirinya hidup dari laut, ketika dipindahkan dari laut mereka akan terlihat kebingungan.

Penulis : Aldo, Qosim

Reporter : Aldo, Qosim

Protes RUU Penyiaran, Jurnalis Serukan Kebebasan Pers

Jurnalis menyerukan kebebasan PERS (Sumber : Pribadi)

Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Semarang bersama puluhan jurnalis, wartawan, jaringan masyarakat sipil  dan Aksi Kamisan Semarang menggelar aksi penolakan Revisi UU Penyiaran di depan kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah pada kamis (30/5/24) sore. Aksi ini dilatarbelakangi oleh Revisi UU Penyiaran yang baru-baru ini tengah dibahas oleh DPR RI. Revisi UU Penyiaran menjadi kontroversial akibat adanya beberapa pasal yang dianggap akan mengancam kebebasan Pers.

Melalui Aksi Kamisan yang bertajuk Tolak RUU Penyiaran, aksi ini diawali dengan penyampaian orasi dari beberapa perwakilan instansi terkait. Penyampaian orasi yang mewakili Pers Mahasiswa Semarang Raya dilakukan oleh Muhammad Farhan dari LPM Hayamwuruk. 

“Pers mahasiswa perlu menolak dengan tegas RUU penyiaran dikarenakan Pers Mahasiswa sangat rentan untuk didedel, diintimidasi oleh negara dan pihak kampus” imbuh Farhan.

Selain itu, perwakilan dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Semarang menyatakan orasinya dengan tegas dan tanpa ragu, “Wartawan dibuat tumpul, dibuat tidak berfungsi untuk menjaga demokrasi” tuturnya. Menurut dia, tidak perlu percaya akan bahasa “penundaan” seolah-olah hanya ingin tarik ulur perasaan wartawan yang marah akan RUU Penyiaran ini. 

Orasi terakhir ditutup oleh mantan KPID Jawa Tengah, Isdiyanto. “UU Penyiaran Pasal 32 tahun 2002 merupakan penjelmaan dari aspirasi rakyat Indonesia akan hal-hal tentang penyiaran, maka tidak perlu merevisi UU tersebut melalui RUU Penyiaran “ tukas Isdiyanto. 

Isdiyanto merujuk pada penolakan RUU Penyiaran untuk mempertahankan UU Penyiaran Pasal 32 tahun 2002 yang sudah sangat sesuai dengan aspirasi masyarakat Indonesia. 

Aksi ini ditutup dengan pembacaan poin tuntutan aksi dan beberapa aksi simbolik penolakan RUU Penyiaran seperti “penyegelan” gerbang DPRD Jateng dan tabur bunga sebagai lambang kematian demokrasi. 

Penulis : Rasika, Nabila

Reporter : Rasika, Nabila, Aldo