“Let’s Talk about Paper!” bersama KMA Undip

Oleh: Luvita Dyaningsih dan Michelle Jenifer (Undip 27/3)

Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) memang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan minat mahasiswa-mahasiswa akuntansi terhadap berbagai macam lomba, salah satunya adalah lomba paper atau karya tulis ilmiah. Melalui divisi pendidikan dan pelatihannya, KMA telah menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sharing Session with Edution dengan tema “Let’s Talk about Paper!”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 27 Maret 2021 menggunakan platform Zoom Meeting dan berlangsung sejak pukul 15.45 WIB hingga 17.45 WIB dengan dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta. Sharing Session kali ini menghadirkan pembicara Wilhelmus Surya Wicaksana Anggri, atau kerap dipanggil Surya, dari Akuntansi 17 sebagai pembicara. Surya merupakan salah seorang mahasiswa akuntansi yang berprestatif di bidang paper, beberapa dari banyaknya prestasi yang pernah ia raih adalah menjadi top 10 dalam ajang bergengsi IAI APA Award tahun 2020 dan mendapatkan gold medal pada ajang Inova Croatia 2020.

Sharing Session with Edution dimulai dengan pembukaan dan pemaparan rangkaian acara oleh MC, Grahito Wisnugraha. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua KMA 2021, Yohanes Adji Prakosa, dan pengenalan program Anchor (Akundip Race Warrior) serta Edution (Education about Competition) oleh para person in charge (PIC) dari program-program tersebut, yaitu Alicia Rosa, atau disapa Oca, dan Faiz Rahmansyah, atau disapa Faiz. Sesi selanjutnya dari kegiatan ini adalah sharing session. Surya diwawancarai oleh Oca, selaku moderator, mengenai beberapa hal yang dirasa perlu diperhatikan dan disiapkan saat menghadapi serta melaksanakan lomba paper. Hal-hal yang dibahas contohnya adalah mekanisme lomba paper, kendala-kendala yang dihadapi saat mengikuti lomba, hingga cara mencari rekan tim yang cocok.

Kemudian, dilangsungkan sesi bedah paper yang dimoderatori oleh Faiz. Surya memaparkan bahwa dalam pembuatan paper, hal-hal yang kecil sekalipun dapat dianggap krusial. Mulai dari perancangan abstraksi, pencarian ide dan data, pembuatan paper serta power point, hingga pemilihan judul, semua harus dilakukan secara maksimal agar mencapai hasil yang maksimal pula. Surya berpendapat ide yang akan dituangkan sebaiknya aktual dan bermanfaat bagi masyarakat. Ide tersebut harus didukung oleh data-data terpercaya yang dapat dipertanggungjawabkan. Surya menjelaskan kombinasi tim yang tepat akan menentukan saat mengikuti lomba paper. Rekan tim yang sebaiknya dipilih merupakan mereka yang mau berkontribusi, berkomitmen, dan kooperatif. Lalu perlu juga membuat rentang manajemen waktu pengerjaan paper untuk memudahkan tercapainya target penulisan.

Dalam penulisan juga perlu memperhatikan guideline yang ditentukan panitia. Dimulai dari pemilihan judul yang harus bisa memantik rasa penasaran pembaca dan abstrak yang menjelaskan keseluruhan isi paper secara singkat hingga ide-ide yang out of the box namun tetap bisa diimplementasikan di masyarakat. Dalam proses penulisan ini, Surya kembali mengingatkan agar tim penulis tidak kekurangan data dan memperbanyak literasi untuk memperkaya diksi yang diperlukan. Data yang digunakan harus relevan, akurat, timely, dan up to date. Dalam tahap presentasi paper, manfaatkan waktu untuk menjabarkan permasalahan dan solusinya, didukung dengan poin-poin kuat dalam paper. Surya memberi tips lain seperti desain yang sesuai dengan isi presentasi, penambahan backsound untuk mengangkat suasana presentasi, dan mempersiapkan jawaban prediksi dari pertanyaan juri.

Di akhir, Surya berpesan untuk jangan takut mencoba. Setiap hal dimulai dengan ketidaknyamanan, maka carilah orang-orang yang dapat membantu. Berani berproses dan jangan takut menghadapi resiko. “Ajang kuliah ini bukan ajang kompetisi, loh, di situ (kuliah) itu ajang kolaboratif, ajang cari network, karena kita ngga ada yang tau ke depannya itu orang bakal jadi apa. Jangan sampai ngeremehin orang juga, siapa pun mereka itu. Kita ngga ada yang tau ke depannya gimana. Jadi, kolaborasi tuh paling penting. Terus, do something to proof that you’re worthy, gitu,” tutur Surya.

Sosialisasi Akbar sebagai Ajang Perkenalan dengan LKMM-D FEB UNDIP

Reporter: Luvita Dyaningsih dan Michelle Jenifer

(Undip 23/3) – Dilangsungkannya Sosialisasi Akbar Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-D) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) bertujuan untuk mengenalkan LKMM-D FEB Undip 2021 kepada seluruh mahasiswa, khususnya angkatan tahun 2019 dan 2020. Acara yang dilaksanakan oleh panitia LKMM-D FEB Undip 2021 melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh 119 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Diponegoro. Sosialisasi dibuka dengan sambutan dan perkenalan dari Muhammad Alfi, atau yang sering disapa Alfi, selaku ketua pelaksana LKMM-D FEB Undip 2021. Dilanjutkan dengan perkenalan dari Imannuel Hugo Setiawan, atau kerap disapa Gogo, selaku wakil ketua pelaksana LKMM-D FEB Undip 2021 dan M. Subkhi Al Khakim, atau disapa Khakim, selaku koordinator acara LKMMD-FEB Undip 2021. Setelah sesi perkenalan selesai, acara pun disambung dengan sesi pemaparan materi.

Alfi, Gogo, dan Khakim memaparkan bahwa LKMM-D FEB ini dapat dikatakan sebagai salah satu ajang aktualisasi diri. LKMM-D FEB merupakan salah satu kegiatan dalam alur kaderisasi yang bertujuan untuk menjadi wadah mahasiswa agar lebih memahami peran dan tugasnya. LKMM-D FEB 2021 mengambil tema “Kolaborasi Karsa Nyata Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Melalui tema ini, diharapkan LKMM-D FEB Undip 2021 dapat mencetak generasi yang mampu berkolaborasi menyatukan semua sumber daya yang ada untuk mewujudkan Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa. Dengan tema tersebut, LKMM-D FEB membawa ciri khas tersendiri, yaitu menunjukkan marwah sebagai mahasiswa ekonomi dengan kepekaan terhadap lingkungan sosial dan politik.

Alfi memaparkan bahwa LKMM-D FEB memiliki fungsi sebagai investasi pembangunan diri untuk masa depan dan sebagai wadah untuk belajar. Gogo menuturkan bahwa LKMM-D FEB merupakan tempat untuk mencoba bertukar pendapat, berkreasi, dan berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki tujuan yang sama. Khakim menambahkan manfaat mengikuti kegiatan ini yaitu meningkatkan critical thinking dari tiap individu. Dengan critical thinking tersebut, inovasi dan kreativitas, pemahaman terhadap peran sebagai mahasiswa, serta kritis dalam menghadapi isu-isu ekonomi, sosial, dan politik diharapkan dapat bertambah. Target output dari LKMM-D FEB ini adalah mengembangkan nilai yang ditujukan dalam rangkaian acara, yaitu kolaboratif, kreatif, kritis, aktif, serta adaptif, kontribusi nyata untuk Indonesia, dan aktif mengembangkan diri di masyarakat.

Sesi pemaparan materi kemudian dilanjut dengan sesi tanya jawab. Peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi dapat dikatakan sangat antusias dalam sesi ini. Dipaparkan informasi-informasi tambahan mengenai kegiatan LKMM-D seperti pelaksanaannya yang dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, penjelasan garis besar rangkaian-rangkaian kegiatan setelah open recruitment, waktu pelaksanaan yang diperkirakan maksimal berakhir pada bulan Juni, dan lain sebagainya. Panitia juga kembali mengingatkan bahwa mengenai persyaratan dapat diakses melalui dan registrasi online dapat dilakukan pada pranala . Acara akhirnya ditutup dengan pesan dari Alfi agar peserta yang hadir dapat mendaftarkan diri dalam kegiatan LKMM-D yang dinilai sangat penting tersebut.

“Jangan lupa (bagi teman-teman untuk) ikut (dalam kegiatan) LKMM-D, terlepas (ikut) di FEB atau di fakultas mana pun, (karena) LKMM-D ini merupakan sebuah rangkaian yang sangat penting bagi teman-teman yang ingin punya investasi jangka panjang (dalam hal kepemimpinan). Jika (teman-teman) ingin ikut (kegiatan LKMM-D) di FEB silahkan, kami sangat terbuka. (Tetapi) jika (teman-teman) ingin ikut (kegiatan LKMM-D) di fakultas lain itu pun juga ga masalah,” tutur Alfi.

Gelar Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah, FEB Undip Hadirkan Pembicara dari Saxion University of Applied Sciences

Reporter: Novi dan Musa

(FEB Undip 15/3)­ – Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-61 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) ini mengusung tema “Business Models and Business Model Innovation in Relation to Digization, Suistainability and Covid-19” dengan menghadirkan pembicara, yaitu Dr. Ir. Timber Haaker dari Saxion University of Applied Sciences. Mengingat masih dalam kondisi  pandemi, acara dilaksanakan melalui platform Zoom Online Meeting dan sebagian hadirin berada di tempat acara berlangsung.

Acara ini turut dihadiri oleh segenap civitas akademika FEB Undip, mulai dari Dekan FEB, Kepala Departemen di FEB Undip, Pimpinan  Lembaga Kemahasiswaan, para staf, dan alumni. Selain itu, mitra bank, Persatuan Dharmawanita, serta mahasiswa juga turut hadir dalam acara tersebut. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan Mars Undip, dan dilanjutkan dengan pembukaan Rapat Senat Terbuka oleh Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com, Akt, Ph.D., Akt. selaku Ketua Senat. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Undip Saiful Bahri, dan terakhir ada sambutan dari Rektor Undip yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc.

Orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Ir. Timber Haaker, Professor of Business Models Saxion University of Applied Sciences. Beliau membawakan tema materi tentang model bisnis dan inovasi  model bisnis yang berkaitan dengan digitalisasi, keberlanjutan, dan Covid-19. Pemaparan materi diawali dengan pembahasan mengenai pandangannya terhadap model bisnis. Menurutnya, teknologi saja tidak cukup melainkan juga diperlukan model bisnis yang layak. Kemudian beliau juga membahas mengenai bagaimana mendeskripsikan sebuah model bisnis. Terdapat 4 pertanyaan kunci dalam mendeskripsikan sebuah model bisnis, yaitu what do you offer to the customer (apa yang Anda tawarkan kepada pelanggan), how is the value proposition created (bagaimana proposisi nilai dibuat), how is revenue created (bagaimana pendapatan dihasilkan)dan who is your target customer segment (siapa yang menjadi target pelanggan Anda).

Pembahasan berlanjut mengenai inovasi model bisnis saat pandemi Covid-19. Terdapat 4 cara yang bisa dilakukan, yaitu pertama, dengan mengubah penawaran. Sebagai contoh, tempat GYM menyediakan pembelajaran secara digital. Kedua, mencari saluran lain atau kelompok sasaran lain. Ketiga, menggunakan aset dengan cara yang berbeda. Keempat, mengubah model pendapatan.

Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir hingga saat ini juga turut berdampak pada model bisnis dan praktik bisnis. Sebuah survei online internasional dengan total 453 responden di 37 negara dengan kelompok partisipan terbesar datang dari The Netherlands (42%), Romania (22%), Vietnam (6%), dan India (5%) menunjukkan hasil bahwa krisis Covid-19 membuat organsisasi lebih menyadari tentang pentingnya nilai social relative terhadap nilai ekonomi. Itulah yang menjadi catatan penting untuk kita semua dalam model bisnis dan praktik bisnis sekarang ini. Acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semua materi yang dibawakan oleh pemateri sangat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan juga. Acara ini berakhir sekitar pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pembacaan doa oleh Marwini, S.H.I., M.A., M.S.I, dosen Ekonomi Islam FEB Undip.

Perawat Juga Butuh Istirahat

Oleh: Tsania Kristya

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Semua orang masih diwajibkan untuk menjaga jarak dan memakai masker setiap kali ke luar rumah. Menurut data terbaru, di Indonesia sudah mencapai 1,39 juta kasus dengan 1,2 juta sembuh dan 37.547 meninggal. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia sudah mencapai 1 juta kasus yang mana semakin bertambah karena mungkin adanya warga yang masih belum mematuhi protokol kesehatan. Semakin ke sini, orang-orang seolah tidak peduli lagi dengan kondisi pandemi. Masyarakat semakin merasa bebas untuk berkumpul di luar rumah tanpa menjaga jarak dan memakai masker.

Dengan banyaknya pasien Covid-19 itu, maka akan semakin banyak tenaga medis yang harus ditugaskan untuk turun tangan dan terlibat langsung di lapangan. Dengan banyaknya tantangan mengenai kasus Covid-19 ini, semakin banyak perawat yang harus bertugas, walaupun tidak sedikit dari mereka yang mungkin merasa takut karena garda terdepan akan mempunyai resiko yang tinggi. Banyaknya korban jiwa dari perawat menimbulkan kekhawatiran bagi para tenaga medis di garda terdepan dalam menjalankan profesinya. Tentu dibalik rasa khawatir itu, masih banyak yang bersemangat dan ingin berjuang membantu pasien untuk bisa sembuh supaya menekan angka kasus Covid-19 serendah mungkin.

Dengan demikian, peran perawat di masa pandemi ini sangat penting karena hanya perawat yang bisa mengetahui bagaimana merawat dan melayani pasien dengan baik. Perawat merupakan salah satu bagian terpenting juga dari tim kesehatan. Menjadi perawat pada masa pandemi ini bukan hal yang mudah, mereka rela meluangkan waktunya yang seharusnya di hari pekan bisa berkumpul bersama keluarga namun harus disibukkan dengan pasien-pasien Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat. Rumah sakit pun sampai kehilangan tempat untuk menampung para pasien. Tempat, waktu, tenaga, dan semuanya dikerahkan untuk menampung sekaligus merawat para pasien. Menjadi perawat di masa pandemi ini adalah pilihan yang mulia karena mereka akan mempunyai tanggungan juga untuk merawat orang lain. Tentu para perawat harus melakukan pekerjaan tersebut dengan hati yang ikhlas dan memperhatikan juga kesehatan mereka supaya tetap bisa mengemban amanah degan baik. Mungkin bisa kita lihat di berita-berita televisi, banyak perawat yang sayang sekali malah terkena Covid-19 karena tertular dari pasien lain. Hal yang menyebabkan itu terjadi, yaitu karena mereka mungkin terlalu banyak pasien yang harus dirawat, sibuk, dan tidak punya waktu istirahat yang cukup sehingga imun tubuh mereka menurun. Karena kelelahan pasti imun tubuh menurun yang menyebabkan virus corona itu masuk ke tubuh perawat. Ada yang sampai meninggal tapi ada juga yang masih terbaring sakit menunggu pemulihan sekaligus melakukan karantina diri.

Sebenarnya pandemi bukanlah sesuatu yang secara sepihak bisa dimanfaatkan oleh para perawat untuk meraup keuntungan atau gaji yang lebih dari biasanya. Yang diinginkan yaitu banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh dan mungkin tidak ada yang terkena virus. Namun, kenyataannya banyak yang terkena, semakin hari semakin banyak dari masyarakat yang berbondong-bondong menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Sangat menyedihkan apabila kita lihat dari jumlah kasus di Indonesia sekarang ini. Banyak faktor yang memengaruhi semakin meningkatnya kasus. Faktor-faktor tersebut bisa disebabkan karena perilaku masyarakat sendiri. Lihat saja, masih banyak masyakarat yang menyepelekan hal ini karena dianggap virus ini hanya bisa membahayakan orang yang lanjut usia. Padahal semua orang pun bisa kena dan terkhusus orang-orang muda lah yang kemungkinan lebih berbahaya karena apabila mereka merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan mereka pun semakin tidak memedulikan kesehatan orang lain dengan menjaga diri, maka virus itu bisa dengan mudah tanpa diketahui menyebar luas. Semakin menyebar, semakin banyak juga orang yang membawa virus itu.

Jangan menyepelekan pekerjaan perawat di masa pandemi seperti ini. Dengan banyaknya kasus yang semakin hari semakin meningkat, peran perawat di sini benar-benar sangat dibutuhkan. Pekerjaan ini bukan pekerjaan yang sepele karena mungkin dari arti katanya yaitu seseorang yang bekerja untuk merawat pasien. Namun, pekerjaan ini bukan pekerjaan yang mudah karena pasti ada risiko yang besar dan masyarakat seharusnya tahu bahwa ini bukan pekerjaan yang sepele. Tidak semua orang mau melakukan pekerjaan semacam ini, bahkan mungkin para perawat tidak semuanya ingin dan senang dengan tugas seperti ini. Bukan karena perawat ingin menyerah di masa pandemi ini, tapi alangkah baiknya mengurangi beban para perawat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Dengan demikian, coba lah masyarakat mulai mengikuti peraturan dari pemerintah untuk selalu memakai masker, menajaga jarak dengan orang lain ketika di luar rumah, mencuci tangan dengan baik setelah bertemu atau memegang benda di luar lingkungan. Setiap orang punya tanggung jawab masing-masing untuk selalu menjaga kesehatan. Virus yang terbawa oleh satu orang, bila dia tidak menjaga dan berusaha melindungi diri demi kesehatan orang lain maka semua orang pun akan terkena dampaknya. Semakin banyak orang yang terkena virus maka semakin sedikit kuota penampungan di rumah sakit. Sampai orang yang mungkin tidak terkena virus pun ikut merasakan susahnya mencari pengobatan di rumah sakit karena sudah full akibat terlalu banyak pasien Covid-19 yang berobat juga.

Jangan mencoba untuk berpikir pendek, cobalah untuk memikirkan dari sisi mana pun. Seorang perawat yang mungkin terlalu banyak pekerjaan sampai waktu untuk kumpul bersama keluarga pun tidak sempat. Perawat yang merawat pasien Covid-19 juga mempunyai keluarga, sanak saudara, dan teman-teman untuk mereka bisa bertemu namun karena pekerjaan menumpuk akhirnya mereka rela mengorbankan waktunya hanya demi kesembuhan pasien. Bukankah seharusnya masyarakat berkaca dan kembali merenungi hal itu? Bukan karena perawat tidak ingin membantu dan merawat, tapi coba masyarakat lebih bisa bekerja sama bersama untuk mengurangi dan mencegah kenaikan kasus di Indonesia. Jadi, itulah peran perawat di masa pandemi ini, yang mana memang sangat penting. Di saat ini bukan hanya masyarakat yang bosan untuk tetap diam di rumah namun para tenaga medis pun mungkin bosan untuk tetap bekerja full non-stop. Semoga aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan para perawat berharga untuk kebaikan negara, pasien serta masyarakat di Indonesia.

Para Pejuang Penangan Virus Covid-19

Oleh: Nindhita Mega Safira

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan.  Virus ini menular dengan sangat cepat melalui udara dan telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Saat ini pasien penderita virus corona terus bertambah dan semakin meluas ke seluruh lapisan masyarakat. Tingginya kasus infeksi menyebabkan ruang rawat inap beberapa rumah sakit di Indonesia telah penuh untuk menampung pasien penderita Covid-19.

Peran Perawat dalam Masa Pandemi Covid-19

Dalam menghadapi situasi saat ini, tenaga kesehatan termasuk perawat memiliki peranan yang sangat penting untuk berjuang menghadapi virus Covid-19. Perawat menjadi salah satu profesi yang berada di garda terdepan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam secara langsung serta dituntut untuk mampu memberikan asuhan keperawatan yang aman dan berkualitas di masa pandemi Covid-19 ini. Selain itu, perawat juga berperan sebagai edukator, di mana perawat sebagai tim pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga, dan masyarakat. Serta, menambah pemahaman masyarakat terkait dengan apa dan bagaimana bahaya dari virus Covid-19, pencegahan, penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala yang dirasa penderita. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat  sehingga mereka menerapkan protokol kesehatan yang telah digencarkan pemerintah, hidup sehat, dan tidak panik dalam menghadapi kondisi sekarang. Berdasar pemaparan tersebut, perawat memiliki peran yang sangat besar baik dari segi mencegah serta memberikan pelayanan asuh keperawatan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Tantangan Yang Dihadapi Perawat

Pada kondisi yang kita jalani sekarang, pemerintah menganjurkan kebijakan work from home artinya karyawan dapat bekerja di luar kantor seperti di rumah. Tetapi, bagi perawat mereka tetap harus bekerja secara langsung di rumah sakit. Perawat harus mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga untuk kepentingan masyarakat luas. Terutama bagi perawat yang ditugaskan secara langsung untuk merawat pasien penderita Covid-19. Perawat telah mengorbankan keselamatan dirinya  dengan harus menghadapi ancaman virus Covid-19 yang memiliki resiko penularan sangat tinggi. Dalam merawat penderita pasti menimbulkan kelelahan secara fisik maupun mental mereka. Karena, beban kerja mereka yang sangat tinggi. Di mana, perawat mengetahui bagaimana kondisi secara langsung apa yang dirasakan para penderita. Bagaimana saat melewati masa kritis, sesak nafas, dan keluhan-keluhan lainnya. Hal tersebut pasti membawa kecemasan tersendiri bagi perawat terhadap keselamatan dirinya. Dengan itu, perawat diwajibkan untuk memakai perlengkapan, seperti Alat Pelindung Diri (APD), masker, pelindung mata, pelindung wajah, sarung tangan medis, dan sepatu pelindung. Perlengkapan ini harus mereka pakai selama melayani penderita guna melindungi diri dari paparan virus Covid-19. Meski sulit dan tidak nyaman untuk digunakan, tetapi pemakaian perlengkapan ini harus digunakan sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, perawat tetap harus menjaga daya tahan tubuh mereka dengan mengonsumsi vitamin agar mereka selalu sehat dan kuat. Pasalnya, terdapat beberapa kasus di mana perawat juga ikut terpapar Covid-19.

Pedoman Baru bagi Perawat dalam Penanganan Pasien

Selama masa pandemi, perawat diharapkan untuk dapat tetap bekerja secara profesional, sesuai standar profesi, kode etik keperawatan dan sumpah profesi dalam menjalankan tugasnya. Perawat harus mampu melakukan pekerjaannya berdasarkan dengan pengetahuan yang dimilikinya, melakukannya dengan keterampilan atau keahlian agar selalu memberikan asuhan keperawatan yang tepat kepada penderita juga melindungi diri dari infeksi virus secara tepat. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang menjadi wadah bagi seluruh perawat Indonesia dalam memajukan profesi keperawatan. PPNI juga selalu memberikan pedoman bagi para perawat yang khusus menangani pasien covid-19, salah satunya dengan pastikan kondisi badan sehat dalam melayani pasien/klien. Serta, selalu update informasi dan pengetahuan tentang penanganan pasien covid dan pencegahan penularan Covid-19, membaca SOP di unit kerja sebelum melakukan pelayanan.

Apresiasi terhadap Kinerja Perawat

Pentingnya peran profesi perawat serta tingginya beban kerja dalam menangani masa pandemi Covid-19 ini. Sudah seharusnya kita mengapresiasi dan berterima kasih atas pelayanan serta pengorbanan yang telah diberikan perawat untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah juga bisa memberikan penghargaan secara material bagi perawat atas kinerja mereka selama ini. Dengan memperhatikan pemberian asupan nutrisi atau vitamin secara rutin, mengadakan alat pelindung diri yang sesuai standar, serta pemberian insentif. Sehingga, tak salah bila pemerintah dalam pendistribusian vaksin Covid-19 para tenaga kesehatan termasuk di antaranya yaitu perawat mendapatkan giliran awal untuk mendapatkan suntik vaksin ini. Dengan diberikannya suntik vaksin, berharap perawat memiliki stamina dan daya tahan tubuh yang kuat guna sebagai pertahanan diri melawan virus Covid-19. Sehingga, diharapkan tak ada lagi kasus di mana para tenaga kesehatan ikut terpapar virus Covid-19.

Dengan memahami dan mengetahui usaha para tenaga kesehatan serta pemerintah  dalam menangani virus Covid-19 sudah sebaiknya bagi kita semua bersama-sama untuk ikut terlibat di dalamnya. Tanggung jawab ini bukan diberatkan hanya untuk pemerintah atau tenaga kesehatan. Namun, kita semua juga dapat berpartisipasi aktif. Dengan cara menerapkan anjuran pemerintah yaitu 5M. Yang dimaksud 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Selagi menunggu giliran mendapatkan vaksin kita tetap harus waspada dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan minum vitamin dan makan makanan bergizi. Serta, kita juga mengharapkan agar para tenaga kesehatan, termasuk perawat yang pada saat ini terlibat secara langsung dalam menangani virus Covid-19 untuk tetap terjaga kesehatan dan keselamatan dirinya. Mari kita bersama-sama untuk saling menjaga dan mendukung satu sama lain agar tetap kuat. Sehingga, kita bisa cepat melawati  masa pandemi Covid-19 ini dan hidup normal kembali seperti sedia kala.

Siapkan Dirimu untuk Menghadapi PILMAPRES 2021

Reporter: Luvita dan Helen

(Undip 12/3) – Kembali digelarnya ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) 2021 di tingkat fakultas, universitas, dan nasional mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (BEM FEB) Bidang Akademik dan Keilmuan untuk menyelenggarakan sosialisasi Kupas Tuntas Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FEB pada 12 Maret 2021. Dengan menggunakan platform Ms. Teams, kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 19 peserta ini membahas perihal ketentuan-ketentuan apa saja yang ada dalam PILMAPRES dan hal-hal yang perlu disiapkan oleh para peserta. 

Kegiatan ini dimulai pada pukul 20.05 WIB dan selesai pada pukul 21.40 WIB. Walaupun sempat terkendala, kegiatan tetap dapat berjalan lancar. Sebagai awal rangkaian acara, pembukaan dilaksanakan oleh Morales Purba yang kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Maal Naylah, S.E., M.Si.. Setelah pemaparan materi, rangkaian acara pun disambung dengan sesi tanya jawab dan diakhiri penutupan.

Kendati penyelenggaraan kegiatan dilakukan pada malam hari, para peserta dapat dikatakan cukup antusias. Bahasan mengenai gagasan tertulis yang akan diajukan, syarat-syarat yang harus ditepati, dan ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar, menjadi topik utama yang dikaji lebih dalam oleh Maal. Selain itu, Maal juga menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Indonesia dan Inggris, pengalaman-pengalaman yang dimiliki, baik keorganisasian, perlombaan, hingga prestasi unggulan, serta wawasan mengenai kebangsaan, semuanya akan dijadikan indikator-indikator dalam hal pemberian nilai yang akhirnya akan menentukan ranking dan lanjut-tidaknya peserta ke tingkat berikutnya, yaitu dari tingkat fakultas ke universitas ataupun tingkat universitas ke nasional. 

Sekalipun tantangan yang akan dihadapi tidak mudah, Maal berpesan bahwa tidak perlu takut atau ragu untuk mengikuti ajang PILMAPRES ini. Percaya diri dan peka terhadap sekitar seharusnya menjadi senjata utama dari tiap-tiap peserta. “Pokoknya, semangat ikut aja dulu, ikut, gitu. Kita jangan sudah worry duluan, jangan. Harus percaya diri. Nanti teman-temannya seperti apa kan kita juga tidak tahu, ya, keberuntungan itu akan (datang) ke siapa (atau) ke mana, gitu. Kadang-kadang, justru misalnya, ketika idenya itu ngga mainstream, terus kemudian punya gaya sendiri, ciri khas sendiri, ya, bisa jadi itu malah menarik, gitu. Jadi, silahkan mengaktualisasikan dirinya (masing-masing),” tutup Maal.

Mengupas Tuntas Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa

Reporter: Fitri Widya dan Michelle

(Undip 9/3) – Sosialisasi Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) 2021 yang diselenggarakan oleh Koordinator PHP2D Universitas Diponegoro (Undip) 2021 bertujuan untuk mengenal program PHP2D beserta alur pelaksanaannya di tahun 2021 ini. Acara dihadiri oleh koordinator PHP2D Undip serta mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari berbagai fakultas di Undip.

Acara dimulai pukul 15.00 WIB dengan sambutan dari Nuryanto selaku koordinator PHP2D Undip. Dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai filosofi program PHP2D 2021 oleh Fahmi Arifin. Diawal pemaparannya, Fahmi menjelaskan bahwa PHP2D merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui BEM maupun UKM. Sebagaimana program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli dan kontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Selain itu, ia juga menjelaskan tiga filosofi PHP2D 2021 yaitu menolong dirinya sendiri, masyarakat adalah sumber daya yang besar, dan program yang mencakup perubahan sikap. PHP2D tahun ini mengusung tema “Terwujudnya Mahasiswa yang Mampu Berpikir Kritis, Kreatif, Komunikatif, dan Kolaboratif serta Memiliki Kemampuan Kepemimpinan dalam Pengembangan Masyarakat Desa di Era Industri 4.0 sebagai Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.”

Suasana Sosialisasi PHP2D 2021

Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change Melalui PHP2D

Tidak hanya itu, ternyata program ini juga membawa misi yang tidak kalah menarik. Misinya yaitu menerapkan karakter positif, empatik, peduli, ulet, kreatif, bertanggung jawab melalui ormawa, menemukan atau membangun potensi desa untuk pemberdayaan, membangun kerjasama baik dengan pihak eksternal, membangun kemandirian, dan mengembangkan kegiatan kemahasiswaan di desa. Diharapkan program ini dapat berdampak di masyarakat melalui kelembagaan, kemitraan, ekonomi, dan pembangunan. Serta bagi mahasiswa dapat menjadi agent of change bagi sekitarnya. Untuk mengikuti program ini, pengusul harus merupakan mahasiswa aktif program sarjana dari berbagai jurusan yang tergabung dalam Ormawa, UKM, maupun BEM yang telah disetujui universitas. Satu tim pengusul berisi minimal sepuluh orang dari organisasi mahasiswa.

Berbeda dengan topik pembahasan yang disampaikan oleh pembicara pertama mengenai filosofi PHP2D, Sri Winarni sebagai pembicara kedua lebih fokus  terkait persoalan proposal. Mulai dari bagaimana sistematika pembuatannya sampai pengajuan proposal tersebut telah dikupas secara tuntas. Setelah pemaparan dari kedua pembicara selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh Arfa Bahrul Ulum selaku moderator sosialisasi PHP2D. Antusiasme peserta begitu terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya lewat fitur raise hand, namun dikarenakan keterbatasan waktu, hanya beberapa peserta tercepat yang diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pembicara.

Tips Lolos Seleksi Proposal

Di penghujung acara, terdapat sharing session oleh Aditya Al Ansori dan Noviyani Saputri. Keduanya merupakan ketua tim pemenang PHP2D tahun 2020. Sharing session diawali dengan pemaparan Aditya terkait tahapan persiapan PHP2P pada tahun lalu, mulai dari analisis masalah, penentuan ide, penyusunan proposal, sampai dengan persoalan teamwork. Aditya juga memberikan tips-tips dalam penyusunan proposal agar lolos seleksi, diantaranya ada satu komponen yang paling krusial yakni berhubungan dengan seleksi administrasi. “Tahun lalu juga sama, waktunya kurang lebih satu bulan untuk menyiapkan berkas-berkas dan lampiran. Ini yang paling penting, karena tahapan seleksi yang paling penting adalah seleksi administrasi. Kalau misal ada satu saja yang kurang administrasinya, walaupun ide kalian sebagus apapun, proposal kalian tidak akan masuk seleksi itu,” ujar Aditya. Tidak jauh berbeda, Noviyani juga menyampaikan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam PHP2D. Diantaranya tentang bagaimana pemilihan desa, pembinaan seperti apa yang ingin dilakukan, timeline, serta pemilihan judul proposal.

NUDC dan KDMI 2021 sebagai Wadah Kompetisi Debat Mahasiswa

Reporter: Deva dan Fellencia

Undip (6/3) – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) mengadakan Sosialisasi National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2021 dengan tujuan memberikan pandangan maupun arahan tentang NUDC dan KDMI bagi para peserta sosialisasi agar semakin yakin untuk mengikuti kompetisi ini. Acara dibuka oleh Susantyo Nugroho Widyo Pramono melalui platform Microsoft Teams pada pukul 10.00 WIB. Sosialisasi diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Arido Laksono, S.S, M.Hum selaku Person in Charge of Interfact, pembicara kedua ialah Mutiata Noverita Arumdafta selaku 6th Best Speaker of NUDC dan pembicara terakhir ialah Lusiana Gusprima selaku Runner-up KDMI 2020 6th Best Speaker of KDMI. Menurut pemaparan yang disampaikan Arido Laksono, NUDC dan KDMI menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat penilaian, dan meyakinkan publik.

Suasana Sosialisasi NUDC dan KDMI 2021

Menyelesaikan Persoalan Melalui Debat NUDC Tahun 2020

NUDC tahun 2020 mempertemukan 112 tim terbaik se-Indonesia. NUDC menggunakan sistem atau format debat British Parlementary dan N1 Policy. NUDC menghadapkan mahasiswa untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialami suatu masyarakat atau bangsa dengan posisi mereka masing-masing dan berusaha untuk meyakinkan publik bahwa pendapat mereka benar dan tepat. Terdapat beberapa alur seleksi yang harus dilalui untuk bisa menjadi perwakilan atau mengikuti debat di NUDC. Pada seleksi awal akan dilakukan seleksi universitas melalui interfaculty yang berarti melibatkan dua atau lebih fakultas. Selanjutnya, akan dipilih tiga orang sebagai juara dan 10th Best Speakers. Ketiga orang yang terpilih akan mewakili universitas yang terdiri dari dua orang debater dan satu NI adjudicator.

Setelah melalui proses seleksi universitas, langkah selanjutnya adalah seleksi wilayah dan dilanjut dengan seleksi nasional bagi peserta yang lolos. Di seleksi nasional inilah NUDC diadakan, di mana pada seleksi ini diikuti oleh tim-tim terbaik dari tiap wilayah dengan jumlah kurang lebih 100 tim, yang terdiri atas 200 debaters dan 100 N1 adjudicators. Seluruh tim akan melalui lima babak pre-eliminaries dan empat babak eliminaries.

Alur Seleksi KDMI Tahun 2020

Dalam pelaksanaannya, KDMI menggunakan sistem Asian Parlementary dan diikuti oleh 30 tim. Tim merupakan seluruh mahasiswa Indonesia program Sarjana dan Diploma yang terdaftar di pangkalan data perguruan tinggi dan telah berhasil lolos dalam seleksi wilayah, di mana satu tim terdiri atas tiga orang pendebat dan satu orang juri N1. Alur seleksi Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dilakukan dengan 3 alur seleksi. Pertama, seleksi tingkat universitas di mana universitas akan memilih 3 peserta terbaik untuk menjadi menjadi delegasi tingkat wilayah. Kedua, seleksi tingkat wilayah atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  (LLDIKTI), yang mana setiap perwakilan dari universitas dalam suatu wilayah akan bersaing untuk menjadi delegasi tingkat nasional. Ketiga, seleksi tingkat nasional, pada alur seleksi ini para perwakilan wilayah akan bersaing dengan perwakilan wilayah lain untuk menjadi juara di Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI).

Alasan Kenapa Harus Bergabung Menjadi Debater.

Critically, dengan berdebat akan melatih untuk berpikir kritis agar bisa memecahkan persoalan-persoalan yang diberikan. Confidence, dengan berdebat juga memunculkan rasa percaya diri karena kita dilatih untuk bisa menyakinkan publik atas gagasan yang kita berikan. Cooperation, di mana debat dilakukan oleh tim yang terdiri lebih dari satu orang sehingga dituntut untuk bisa saling bekerjasama dalam memenangkan sebuah kompetisi ataupun membangun suatu gagasan. Community, setiap bidang pasti memiliki komunitas masing-masing begitu juga dengan debat. Adanya komunitas yang dibangun dalam suatu bidang akan membuat orang di dalam komunitas tersebut bisa lebih berkembang lagi serta bisa menambah relasi. Champion, debat sebagai salah satu kompetisi maka salah satu hal yang akan didapatkan jika bergabung  menjadi debater yaitu menjadi juara atau mendapatkan penghargaan yang membanggakan.

Dies Natalis FEB Undip Ke-61 Dibuka dengan Khotmil Qur’an

Reporter: Fadila dan Danny

FEB Undip (1/3) – Dalam rangka membuka rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) ke-61, FEB Undip menggelar acara Khotmil Quran pada Senin (1/3) pukul 09.00 WIB. Acara ini mengangkat tema “Semangat Al-Qur’an dalam Mengingkatkan Produktifitas di Era Pandemi”  yang dipaparkan oleh Prof. Dr. H. Musahadi M.Ag. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. Acara ini diselenggarakan secara luring dan daring melalui platform Zoom dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube FEB Undip. Acara ini  dihadiri oleh berbagai stakeholder FEB Undip, diantaranya Dekan FEB Undip, Kepala Departemen di FEB Undip, hingga alumni yang dapat berjalan dengan lancar dan hikmat.

Tepat pada pukul 09.35 WIB, acara Khotmil Quran dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Najihudin. Kemudian, acara berikutnya yaitu sambutan oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. selaku Dekan FEB Undip. Dalam sambutannya, Suharnomo menjelaskan bahwa acara Dies Natalis FEB Undip yang ke-61 diselenggarakan dalam suasana keprihatinan akibat pandemi Covid-19. Beliau juga membeberkan beberapa rangkaian acara Dies Natalis tahun ini, diantaranya tilik kubur, anjangsana ke alumni FEB Undip, dan berbagai rangkaian guna meningkatkan mutu fakultas. Puncaknya, pada Minggu (14/3), FEB Undip akan melakukan Rapat Senat Tahunan dan International Seminar yang dihadiri oleh pembicara dari National University of Singapore (NUS). Sebelum beranjak ke sesi berikutnya, MC mempersilahkan Dekan FEB Undip beserta jajaran serta pembicara untuk melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu.

Sambutan oleh Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S,E., M.Si.

Selanjutnya, puncak acara Khotmil Quran pagi hari ini ditandai dengan pemaparan materi dari Prof. Dr. H. Musahadi M.Ag selaku Guru Besar FEBI UIN Walisongo, Semarang. Musahadi menerangkan bahwa jika kita ingin mengambil semangat dari Al–Qur’an dalam berbagai kehidupan, terbuka ruang perbedaan dari masing-masing individu. Untuk menyikapi hal tersebut, kita disarankan untuk kembali ke ilmu pengetahuan dengan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.  Selain itu, beliau menyoroti banyaknya tafsir Al-Qur’an yang hanya menggunakan pendekatan secara sekilas. Untuk menghadirkan penafsiran yang dapat menghadirkan kemasalahatan bagi masyarakat luas, beliau menegaskan, tidak ada cara lain selain menggunakan cara ilmiah. Acara ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Musahadi sendiri.

Lebih Dekat dengan Pilmapres Melalui Sosialisasi Pilmapres 2021

Oleh : Finecia dan Aji

Minggu, 28 Februari 2021 telah dilaksanakan Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) pada pukul 13.00 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara ini bertujuan untuk menginformasikan kepada seluruh mahasiswa terkait teknis serta alur pendaftaran Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2021. Acara ini turut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip serta akademisi.
	Sosialisasi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Handojo Djoko Waloejo selaku Direktur Kemahasiswaan. Acara selanjutnya yakni pemaparan materi oleh Susatyo Nugroho Widyo Pramono selaku koordinator Pilmapres Undip 2021. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga tahapan seleksi Pilmapres, diantaranya seleksi tingkat fakultas, seleksi tingkat universitas, dan seleksi tingkat nasional. Dalam paparannya, Susatyo menjelaskan bahwa terdapat penilaian keunggulan Mawapres, yakni sikap dan wawasan kebangsaan, gagasan yang kreatif, kemampuan berbahasa asing, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diatas 3, dan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, serta menemukan karakter unggulannya.
	Susatyo juga menyampaikan terkait waktu seleksi Pilmapres yakni dari Februari sampai dengan September 2021. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendaftaran Pilmapres akan dibuka pada bulan Februari dengan mengikuti instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Susantyo turut menjelaskan tahap penyisihan tahap satu sampai dengan tahap final dan petunjuk pelaksanaan Pilmapres tahun 2021. Menurut paparannya, Pilmapres Tingkat Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2021 dan pemetaan tahun 2022 akan diselenggarakan pada hari Selasa - Rabu, tanggal 30 s/d 31 Maret 2021. Sementara itu, sosialisasi dan Pilmapres Tingkat Fakultas diselenggarakan dalam rentang waktu 27 Februari s/d 25 Maret 2021 oleh fakultas masing-masing.    
	Selanjutnya, materi sosialisasi Pilmapres Tahun 2021 dilanjutkan oleh dua Mawapres Undip tahun 2020. Mawapres pertama yang memaparkan materi adalah Amanda Margareth, yang juga merupakan juara 2 Pilmapres Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional Program Sarjana Tahun 2021. Setelah pembacaan CV dari Amanda oleh Fatimah selaku presenter, Amanda memulai paparannya dengan menjelaskan mengenai apa itu Pilmapres. Menurut Amanada, Pilmapres adalah identifikasi dan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi unggul dan membanggakan secara berkesinambungan. Selain itu, ia menjelaskan mengenai tujuan utama dari pilmapres yaitu apresiasi dan dedikasi, 2 macam Mawapres yaitu Mawapres Utama dan Mawapres Pemetaan, serta tahapan-tahapan seleksi. Amanda juga memberikan penjelasan mengenai contoh prestasi yang bisa diikutsertakan serta 3 hal yang harus diperhatikan saat mengikuti Pilmapres diantaranya prioritas prestasi, public speaking, dan perilaku. Tidak hanya memaparkan materi, Amanda juga sedikit menceritakan pengalaman dan perjalanannya hingga menjadi Mawapres tahun 2020 serta memotivasi peserta sosialisasi Pilmapres 2021 yang akan mengikuti Pilmapres tahun 2021.    
	Enrico Fendy Sapatra, peringkat 7 Pilmapres Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional Program Diploma Tahun 2021 menjadi mawapres selanjutnya yang memaparkan materi sekaligus pemateri terakhir pada sosialisasi Pilmapres tahun ini. Setelah pembacaan CV dari Enrico oleh Fatimah, Enrico menjelaskan tentang Mawapres itu sendiri dan jenis Mawapres yang ada di Undip seperti Mawapres Utama Sarjana, Mawapres Pemetaan Sarjana, Mawapres Utama Diploma, dan Mawapres Pemetaan Diploma. Menurut Enrico, ada 4 hal yang harus disiapkan untuk menjadi Mawapres yakni prestasi, mental, wawasan, dan kreativitas. Di akhir paparannya Enrico memberikan tips dan trik untuk menjadi Mawapres yaitu mempersiapkan personal branding dari jauh-jauh hari serta harus memiliki karakter yang kuat untuk menarik perhatian juri. Sama seperti Amanda, Enrico juga menceritakan sedikit pengalamannya saat menjadi Mawapres serta memberikan motivasi pada peserta sosialisasi yang ingin menjadi Mawapres. Pemaparan materi oleh oleh masing-masing pembicara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sosialisasi Pilmapres tahun 2021 ditutup dengan doa dan sesi foto bersama.