Acara Karnaval & Yel-Yel dalam Rangka Dies Natalis Undip Berlangsung Meriah

Sumber: Pribadi

UNDIP (15/10) – Dalam rangka memperingati Dies Natalis Undip ke-67, Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan lomba Karnaval & Yel Yel. Tema yang diusung dalam pelaksanaan karnaval adalah “Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan”. Para peserta dari seluruh fakultas Undip datang dengan menggunakan kostum unik, terdapat kostum anak SMA, kostum Gatotkaca, kostum petani, bahkan sampai ada yang berperan sebagai Iblis.

Rute acara dimulai dari Dipo Hub dilanjut ke Widya Puraya dan berakhir di depan Gedung Prof. Soedarto. Rektor Universitas Diponegoro Prof. Suharnomo memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara simbolis pada karnaval kali ini. Para peserta karnaval kemudian berjalan sambil meneriakkan yel yel menuju Widya Puraya. 

Di Widya Puraya terdapat penilaian karnaval dan kekompakan yel-yel. Di bawah panasnya terik siang matahari, Para peserta tetap meneriakkan yel-yel dengan sekuat tenaga di hadapan para Juri. Tak hanya yel-yel terdapat juga Fakultas yang menyuguhkan penampilan dance dan pertunjukkan seni bela diri. Setelah para peserta meneriakkan yel-yel kepada para juri, para peserta karnaval terus melanjutkan perjalanannya menuju rute terakhir di depan Gedung Prof. Soedarto.

Reporter: Alvaro, Qosim

KPU Goes To Campus: Pentingnya Suara Pemuda dalam Pilkada

FEB (25/9) – BEM FEB Undip berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Semarang dalam menyelenggarakan acara KPU Goes To Campus pada Rabu, 25 September 2024. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan penyuluhan mengenai pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pemilihan Pilkada. Seminar ini mendatangkan Ir. Ahmad Zaeni, S.Pd.I selaku perwakilan dari KPU Kota Semarang, Darwanto, S.E., M.Si., selaku perwakilan dari FE UNDIP, serta dimoderatori oleh Sena Habibi.

Seminar dilangsungkan di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium KWU Lantai 4. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua BEM FEB Undip sekaligus moderator acara, Sena Habibi. Acara kemudian dilanjutkan oleh pembukaan materi oleh Bapak Darwanto yang berisi materi mengenai pentingnya pemilih muda dalam keberlangsungan demokrasi nasional dan hubungannya dalam kemajuan ekonomi. 

Darwanto berpendapat bahwa gen z memiliki karakteristik yang cenderung lebih kritis dan progresif dalam memilih calon pemimpin. Karakteristik inilah yang beliau nilai dapat menentukan bahwa calon yang terpilih itu berkualitas. “suara kalian sangat punya dampak terhadap kehidupan kalian sendiri,” kata Darwanto.

Setelah pemaparan dari Darwanto, giliran Ahmad Zaeni selaku perwakilan KPU Semarang untuk menyampaikan materinya. Ahmad Zaeni awalnya menyampaikan tujuan KPU memilih fakultas ekonomi dibandingkan fakultas yang lain. “Kalau fakultas yang yang lain seperti ilmu pemerintah kan sudah sering dan mereka sudah paham lah beda dengan anak ekonomi yang perlu ditekankan lagi,” ujarnya. 

Ahmad Zaeni memaparkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di kota semarang tahun 2024 terdapat pada angka 85% untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, dan 83% untuk pemilihan anggota DPR. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat cukup tinggi dalam Pemilu kemarin dan diharapkan tren tersebut berlanjut dalam Pilkada tahun ini.

Ahmad Zaeni juga memaparkan jadwal Pilkada 2024: 25 September dimulainya kampanye masing-masing calon, 27 November pelaksanaan pemungutan suara di tiap daerah, 27 November-16 Desember proses penghitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara. Ahmad Zaeni menyebutkan syarat-syarat dalam melakukan pemilihan Pilkada meliputi: berusia 17 tahun atau lebih, memiliki KTP, tidak sedang menjadi anggota TNI, serta tidak sedang dicabut hak pilihnya oleh pengadilan. Ahmad Zaeni juga menyinggung isu calon pemimpin yang menggunakan money politic dalam berkampanye dan berpendapat bahwa sebisa mungkin untuk tetap memilih sesuai dengan calon yang ideal; Ahmad Zaeni dengan bercanda mengatakan “ambil aja duitnya terus pilih yg lain”.

Ahmad Zaeni kemudian membuka sesi tanya jawab kepada para mahasiswa. Ada seorang mahasiswa bertanya mengenai cara KPU mengangkat kepercayaan anak muda terhadap pemilihan umum, karena pada pemilu dahulu ada indikasi KPU melakukan keculasan dalam konteks kontroversi salah satu calon wakil presiden di Pemilu kemarin. 

“KPU itu adalah lembaga yang bertindak sebagai pelaksana yang mengikuti keputusan MK, sehingga sulit bagi KPU untuk bertindak,” jawab Zaeni. 

Ahmad Zaeni juga menyampaikan pentingnya suara masyarakat terutama mahasiswa dalam mengkritisi keputusan yang dianggap berlawanan dengan konstitusi. “Mungkin ada banyak anggapan negatif tentang KPU dan tugas kami untuk memberikan citra positif itu yang masih menjadi pr hingga saat ini,” ujarnya.  Ahmad Zaeni juga mengatakan bahwa apabila terdapat calon pemimpin yang keberatan dengan hasil suara yang dapat rekap berjenjang dan melaporkan ke Mahkamah Konstitusi.

Sebelum menutup acara, Ahmad Zaeni memberikan arahan untuk mengecek data pemilih 2024 dengan membuka situs DPT KPU dan mengikuti tahapan di situs tersebut. Seminar ditutup dengan apresiasi dan harapan bahwa Pilkada 2024 dapat berjalan dengan baik dan setiap mahasiswa dapat menggunakan hak suaranya dengan penuh hikmah.

Reporter: Alvaro, Messal

 Kelompok Wirausaha FEB Undip X Hipmi Jateng Selenggarakan Festival UMKM

Undip (14/09) – Kelompok Wirausaha (KMW) FEB Undip berkolaborasi dengan Hipmi PT Jateng menyelenggarakan Festival UMKM di Lapangan Parkir ICT Center Tembalang, Universitas Diponegoro. Festival UMKM ini merupakan salah satu rangkaian dari Entepreneur Project dengan tema, “Cultivating Entrepreneurial Innovation and Creativity in the Era of Disrupted Digital Marketing”.

Berbeda dengan rangkaian pertama Entrepreneur Project yang berfokus pada kompetisi, seperti Business Plan Competition dan Essay Competition, Festival UMKM menjadi bukti nyata kontribusi KMW FEB Undip dalam memberdayakan UMKM.

Festival UMKM ini berhasil memberdayakan sebanyak 39 UMKM yang terdiri dari F&B dan non F&B.  Tidak hanya itu, acara dilengkapi pula dengan lomba mukbang, lomba mewarnai, penampilan economusic dan ALBA, hingga Grand Final Duta Entepreneur. Dimulai pukul 13.00 WIB. dan ditutup sekitar pukul 22.00 WIB. acara dihadiri oleh Mahasiswa Undip dan diramaikan pula oleh masyarakat sekitar.

Datangkan Ma’ruf Amin, Seminar Nasional Prodi Ekonomi Islam X KSEI Sukses Terselenggara

Wakil Presiden Republik Indonesia memberikan speech pada acara Seminar Nasional

FEB (11/9) – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FEB Undip berkolaborasi dengan program studi Ekonomi Islam dalam menyelenggarakan Seminar Nasional pada Rabu, 11 September 2024. Membawakan tema, “Membaca Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Pemerintahan Baru Indonesia” seminar nasional ini mendatangkan Ir.Adiwarman A.Karim., S.E.,MBA., MAEP. , Assoc. Prof. Sutan Emir Hidayat, Ph.D. hingga Prof. Dr. K.H., Ma’ruf Amin.

Sesi pertama dilangsungkan di Hall Gedung C dengan pembicara Adiwarman Karim dan Sutan Emir. Seperti biasanya, Adiwarman berbagi uang saku kepada mahasiswa yang berhasil menjawab kuis khasnya. Sedangkan Sutam Emir menjelaskan perkembangan dan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Mendatangkan Ma’ruf Amin, protokol pengamanan Paspampres dijalankan dengan ketat. Azka, selalu Ketua KSEI menjelaskan bahwasanya ada pemotongan jumlah peserta yang dapat hadir dari 280 menjadi 200 peserta sesuai prosedur paspampres. Peserta yang dapat hadir pun telah melalui pendataan sebelumnya, untuk memasuki Hall KWU FEB Undip yang menjadi tempat Ma’ruf Amin mengisi seminar peserta diberikan gelang, id card, dan melalui proses screening terlebih dahulu. Tak sampai di situ, sinyal di area Hall KWU pun diputus ketika acara akan dimulai.

Dalam kesempatannya, Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa ekonomi syariah telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam lima tahun terakhir, “Kontribusi aktivitas usaha syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional 2023 mencapai hampir 47 persen,” jelasnya.  Ia pun menjelaskan rencana strategis ekonomi dan keuangan syariah yang berfokus pada produktifitas, stabilitas, perlindungan sosial, dan pemerataan ekonomi.

Ma’ruf Amin pun memberikan arahan selaku wakil presiden untuk menerapkan Pembangunan ekonomi syariah berkelanjutan yang menyeluruh dan terintegrasi. Seminar Nasional ditutup dengan apresiasi dan harapan kepada Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitad Diponegoro. (TG)

Mahasiswa Undip Lakukan Aksi Menyalakan Lilin sebagai Simbol Duka Cita

Aksi menyalakan lilin sebagai simbol duka cita

Widya Puraya (02/09) – BEM FK UNDIP beserta puluhan mahasiswa menggelar aksi lilin di Lapangan Widya Puraya UNDIP depan Gedung Rektorat pada Senin, 2 September 2024. 

Aksi ini dilakukan sebagai simbol duka cita atas meninggalnya dr. Aulia Risma Lestari yang diduga menjadi korban perundungan saat PPDS Anestesi di RS Kariadi.

Aksi lilin diawali dengan prosesi penyalaan lilin dan mengheningkan cipta. Mahasiswa kemudian menyerukan “hidup mahasiswa” diikuti dengan menyanyikan mars mahasiswa. 

Dalam sunyinya malam, puluhan mahasiswa mendoakan dokter Aulia. Setelah selesai mendoakan dokter Aulia, Koordinator Acara menyampaikan bahwa mereka akan terus mengusut dan menuntut kemajuan atas kasus meninggalnya dokter Aulia.

“Kami berharap ada kemajuan dari penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian maupun pihak kampus,” kata Koordinator acara.

Farhan salah satu mahasiswa keperawatan menyampaikan bahwa perlunya partisipatif kampus serta mahasiswa dalam kasus memberantas tindakan perundungan.

“Ini sudah tahun 2024 dan masih terjadinya tindakan bullying itu tidak bisa lagi ditolerir, harus ada tindakan dari pihak kampus serta keaktifan mahasiswa,” ujar Farhan.

Reporter : Alvaro S.

Penulis   : Alvaro S.

Sisi Lain Demonstrasi: Kata Mereka Soal Aksi

Rizwan (kiri) dan Rindra (kanan) siswa kelas 12 SMAN 3 Semarang

Balai Kota Semarang (26/08) – Aksi demonstrasi pada hari Senin, 26 Agustus pukul 15.00 di depan gedung Balai Kota Semarang merupakan aksi lanjutan dari aksi pertama mengenai pengesahan RUU Pilkada yang mulanya akan disahkan dalam rapat paripurna lalu. Para demonstran merasa belum maksimal dalam memberi tekanan kepada pemerintah. Akhirnya,  peserta aksi yang berasal dari berbagai universitas turun kembali ke jalan demi menuntaskan keinginan mereka : melengserkan Joko Widodo sebelum waktunya.

Lalu, bagaimana pandangan masyarakat terhadap aksi ini? Kami berhasil mewawancarai beberapa siswa SMA dan juga masyarakat sekitar yang memberikan pandangannya mengenai aksi hari itu. 

Menurut Rinda dan Rizwan, siswa kelas 12 SMAN 3 Semarang, aksi dilakukan karena ada yang belum adil dan tidak sesuai konstitusi. “Kita demo buat sesuatu yang kurang adil, ada yang kurang lah, gak sesuai dengan konstitusi kita,” ucap Rindra. 

Rizwan dan Rindra juga berpendapat bahwa aksi ini penting, asalkan sesuai tempat dan tidak anarkis. “Sebenarnya sesuai tempat aja sih, Mas. Tujuannya protes aja, jangan sampe ngerusak-ngerusak gitu,” ucap Rindra.

Aksi yang awalnya akan diselenggarakan di gedung DPRD Jateng ini sempat berganti lokasi menjadi di gedung DPRD Kota Semarang, di sebelah Balai Kota. Hal ini menyebabkan siswa-siswi SMAN 3 dan SMAN 5 yang lokasinya tepat di depan Balai Kota kesulitan untuk mobilisasi sehingga terjebak di dalam sekolah.

Rahma, Bella, dan Air, siswi SMAN 3 Semarang juga mengeluhkan sulitnya akses untuk pulang, “Menghambat perjalanan, kan, nggak bisa lewat sini. Terus yang naik bus juga susah lewatnya, “ jelas Rahma. “Kalau mau naik BRT nggak bisa harus putar balik dulu,” tambah Air.

“Orang tua juga udah nunggu di rumah, udah nelponin beberapa kali. Ditanyain kenapa nggak pulang-pulang kan jam pulangnya setengah empat. Ini udah hampir jam empat lebih belum pulang dan ternyata ada demo,” jelas Bella.

Menurut Rizwan, seharusnya perlu ada peringatan sebelum aksi datang agar mereka semua bisa pulang terlebih dahulu lewat belakang.

Hal lain yang cukup disayangkan adalah para demonstran yang terlihat membuang sampah tidak sesuai pada tempatnya. Alhasil,  jalanan tampak kotor dipenuhi dengan sampah plastik. Ketika aksi, para demonstran juga memulai kericuhan dengan merusak pagar dan merusak sekat pagar yang sedang diperbaiki. Tak hanya itu, peserta aksi juga mencopot CCTV dan menginjak-injak tameng polisi. 

 “Ketika aksi massa merusak pagar seperti ini bisa membuat para politikus bakal memiliki ide kotor yang lain untuk kepentingan mereka sendiri,” menurut Dudun, salah satu warga sipil yang ikut menyaksikan aksi.

Dudun beropini bahwa aksi demo yang dilakukan di depan sekolah berbahaya karena mengundang anak sekolahan yang ingin ikut-ikutan dalam aksi, “Demo seperti ini bisa mengundang anak sekolah untuk ikut-ikutan. Jadi, sepertinya kurang layak. Harusnya apabila ingin menyuarakan seperti ini ikut dalam rapat DPR saja bersama para politikus di dalamnya,” ujarnya. (EC)

Aksi di Kota Semarang Kembali Ricuh, Tindakan Represif Aparat Salah Sasaran

Dokumentasi massa Aksi

Balai Kota Semarang (26/8) – Gerakan Rakyat Jawa Tengah Menggugat (GERAM) kembali melakukan aksi di depan Gedung Balai Kota Semarang pada Senin, 26 Agustus 2024. Aksi yang bertajuk “Adili dan Turunkan Jokowi” merupakan aksi susulan dari aksi tolak RUU Pilkada pada Kamis lalu. Poin-poin tuntutan yang diminta oleh para massa aksi sebagai berikut:

  1. Meminta para pejabat untuk mematuhi hukum demi mengembalikan marwah demokrasi sebagai mana mestinya.
  2. Mewajibkan Jokowi dan koloninya untuk menegakkan konstitusi serta tidak membangkangi konstitusi.
  3. Melihat beberapa lembaga dicawe-cawe oleh Jokowi maka kuatkan kembali fungsi institusi seperti KPK sebagaimana mestinya.
  4. Apabila tidak dilaksanakan kami meminta adili dan turunkan Jokowi sebelum waktunya.

Aksi yang rencana awalnya dilakukan di Kantor DPRD Jawa Tengah bergeser ke Gedung Balai Kota Semarang yang bersebelahan dengan Kantor DPRD Kota Semarang di Jalan Pemuda. Bergesernya titik aksi disebabkan banyaknya personil yang sudah disiapkan aparat dan penutupan jalur-jalur evakuasi. Sesampainya di Balai Kota, para demonstran menyampaikan poin-poin tuntutan dan beberapa orasi. Pada pukul 16.00 massa aksi mencoba menerobos masuk ke Balai Kota Semarang namun terus dihadang oleh aparat. 

Anak-anak TPQ yang terkena efek gas air mata (Farhan/HW)

Menjelang matahari terbenam situasi semakin panas. Bentrok antara massa aksi dan aparat tak dapat terhindarkan. Tak sedikit korban harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pukul 18.00 aparat mengancam akan membubarkan massa dengan alasan batasan jam melakukan aksi. Sekitar pukul 18.30, setelah massa aksi melakukan sholat berjamaah, aparat mulai melakukan tindakan represif untuk membubarkan massa berupa penembakan gas air mata dan pemukulan menggunakan tongkat. Penembakan gas air mata yang dilakukan oleh aparat sampai masuk ke perkampungan warga. Efek dari gas air mata tersebut sampai mengenai anak-anak TPQ yang sedang megaji di Masjid At-Taqwa Sekayu.

Tolak RUU Pilkada: Rakyat dan Mahasiswa Semarang Serukan Perlawanan di Depan Kantor Gubernur Jawa Tengah 

Aksi dilkukan oleh masyarakat dan mahasiswa Semarang

Gubernuran (22/08) – Aksi Peringatan Darurat Tolak RUU Pilkada dilakukan oleh masyarakat sipil Semarang dan sekitarnya di depan Gedung DPRD Jawa Tengah. Massa aksi terdiri dari mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, masyarakat Aliansi Semarang Menggugat, dan lembaga lainnya. Aksi diawali dengan gerakan simbolis menabur bunga di depan peti mati yang menandakan bahwasanya demokrasi di Indonesia sudah mati. 

Para mahasiswa melanjutkan aksi dengan ramai-ramai berjalan dari arah gerbang Undip Pascasarjana menuju depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah. Teriakan “Lawan!” terus berkumandang mengiringi perjalanan para massa aksi. Setelah beberapa orasi dari perwakilan lembaga, massa aksi berpindah ke arah utara Gedung DPRD Jawa Tengah. Massa aksi yang sudah berkumpul di sebelah utara Gedung DPRD Jawa Tengah berusaha menerobos masuk ke dalam gedung. Merespon hal tersebut, aparat kepolisian melakukan tindakan represif dengan menembakan gas air mata ke massa aksi.

Aksi berakhir ricuh, tindakan represif yang dilakukan aparat membuat massa aksi menyebar ke segala arah. Beberapa massa mengamankan diri ke Undip Pascasarjana, beberapa lain mengamankan diri mereka ke SMA 1 dan SMK 8 yang kebetulan dekat dari lokasi. Sampai tulisan ini ditulis 18 mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit akibat tindakan represif aparat. Sejumlah 15 orang di Rumah Sakit Roemani, 1 orang di Rumah Sakit Tlogorejo, 1 orang di Rumah Sakit Pandanaran, dan 1 orang di Rumah Sakit Kariadi.

Aksi yang dilakukan bertujuan untuk menekan atau mendesak DPR yang ingin menganulir putusan MK. Farid Darmawan selaku ketua BEM Undip 2024 menegaskan seharusnya keputusan MK adalah keputusan yang final and binding.

“Kita aksi di sini untuk menekan atau mendesak bahwasanya per hari ini DPR ingin menganulir putusan MK yang kita ketahui bersama seharusnya MK itu keputusannya bersifat final dan and binding, maksudnya mengikat, tidak ada yang lebih tinggi dari keputusan tersebut,” ujar Farid.

Farid juga menjelaskan dengan ditundanya rapat DPR sampai batas waktu yang tidak ditentukan setidaknya dapat menunda sekaligus mengeskalasikan gerakan selanjutnya.

“Untuk aksi lanjutan, tadi saya mendengar bahwasanya DPR sempat menunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pertama, alhamdulillah, kita bisa menunda setidak-tidaknya sambil kita mengeskalasikan gerakan ke depan,” ujar Farid. (QZ)

UNDIP Sukses Gelar ODM 2024, Sambutan Bertabur Bintang untuk Dipo Muda

Antusias mahasiswa baru pada gelaran ODM 2024

UNDIP, 18/8 – Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program orientasi mahasiswa baru guna menyambut tahun akademik 2024/2025. Acara yang berlangsung pada tanggal 18 Agustus ini menjadi puncak rangkaian acara Orientasi Diponegoro Muda (ODM) yang sebelumnya juga telah usai dilakukan di masing-masing fakultas. Orientasi tahun ini mengangkat tema yang secara khusus menyorot isu teknologi dan revolusi bidang industri, mahasiswa diharapkan agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab sehingga dapat memanfaatkan potensi metaverse dalam bermasyarakat. 

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, yang menekankan pentingnya integrasi dan adaptasi bagi mahasiswa baru. 

Acara juga dimeriahkan dengan sesi Discussion yang menghadirkan penyanyi sekaligus aktivis pendidikan, Maudy Ayunda. Dalam diskusi tersebut, Maudy menyampaikan kepada para Dipo Muda terkait perspektifnya terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses perkuliahan. Maudy berpendapat bahwa kita tidak bisa menampik akan kemudahan yang kita dapatkan atas perkembangan teknologi tersebut, namun disisi lain kita tetap harus menanamkan mindset dalam diri kita, terutama ketika masa perkuliahan, bahwa apapun yang kita kerjakan jangan hanya asal selesai saja. 

“Percayalah teman-teman, bahwa disiplin, fokus, waktu yang kita berikan terhadap sebuah pekerjaan, itu pasti akan ada hasilnya.” kata Maudy.

Acara ODM ini dilanjutkan dengan orasi perkenalan fakultas oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari masing-masing fakultas yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai sebenarnya dari masing-masing bidang keilmuan yang dipelajari. 

Setelah itu, rangkaian puncak acara kemudian diakhiri dengan penampilan spesial oleh band favorit anak muda, yaitu HIVI. Para Dipo Muda menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan ini, yang diharapkan dapat mempermudah transisi mereka ke kehidupan kampus yang baru. (SG)

Aliansi Suara Undip Serukan 8 Poin Penting untuk Mahasiswa Baru

Undip (18/08) – Aliansi Suara Undip menyambut mahasiswa baru yang baru menyelesaikan rangkaian ODM di depan Stadion Universitas Diponegoro. Sembari menggaungkan mars mahasiswa, mereka membagikan selembar kertas yang berisi 8 poin imbauan kepada mahasiswa baru.

  1. Uang kuliah mahal dips, yang rajin ya belajarnya!
  2. Undip belum aman dari kekerasan seksual dips, peraturannya belum juga diubah.
  3. Hai maba SV Pleburan, ayo semangat bersuara supaya fasilitas kalian lebih layak.
  4. Dips, jikalau ada yang melakukan unsur sara segera laporkan ya!
  5. Oiyaa dips, jangan begadang terus ya jadwal kuliah kalian dari pagi buta sampe malam gulita.
  6. Buat maba psikologi, jangan lupa untuk tagih janji akses jalan ke belakang rektorat yaa, akses jalan yang sekarang gelap banget.
  7. Dips jangan lupa untuk selalu tantang perperloncoan dan senioritas ya dips, kalian punya hak untuk hidup tenang di tembalang.
  8. Oiya, jangan lupa buat tagih janji ke Undip untuk usut tuntas kasus bullying yang sedang ramai diperbinvangkan ya dips.

Aliansi Suara Undip sendiri merupakan gerakan kolektif yang digaungkan mahasiswa Undip baik itu dari organisasi maupun non-organisasi. Lintang (FIB) menjelaskan bahwa kegiatan hari ini tidak ada kepentingan apapun dan tidak mengatasnamakan lembaga manapun.

“Kita pengen maba tau bahwasanya di Undip ini  masih banyak PR-nya dan maba perlu tau sebelum mereka memulai perkuliahannya. Mereka perlu tau apa saja yang di Undip itu mungkin perlu diperbaiki dari infrastruktur atau dari masalah kurikulum atau sebagainya,” jelas Lintang.

Lintang pun menaruh harapan kepada mahasiswa baru untuk dapat kritis dan peduli terhadap kondisi kampus dan masyarakat. (TG)