Mahasiswa KKN-T IDBU 46 UNDIP Gelar Workshop Penguatan Kapasitas UMKM Melalui Manajemen Usaha, Pengelolaan Keuangan, dan Pengembangan Produk Berkelanjutan

Semarang – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 46 Universitas Diponegoro menyelenggarakan Workshop UMKM bertajuk “Manajemen Usaha, Pengelolaan Keuangan, dan Pengembangan Produk Berkelanjutan” di Balai Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (1/8). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB ini diikuti oleh pelaku UMKM se-Kelurahan Rowosari sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara lebih efektif melalui penerapan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pengembangan produk berkelanjutan, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran digital.

Workshop dibuka oleh Lurah Kelurahan Rowosari, Eko Pudjo Harijadi, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha mikro agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman. “Digitalisasi UMKM itu penting, demi mendukung keberlanjutan UMKM di Rowosari ini,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai materi yang akan disampaikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah Kelurahan Rowosari, Eko Pudjo Harijadi, S.IP., serta Dosen Pembimbing Tim KKN-T IDBU 46 Universitas Diponegoro, Dr. Drs. Fuad Mas’ud, MIR., yang memberikan motivasi kepada peserta agar terus mengembangkan kapasitas usaha dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mendukung pertumbuhan bisnis.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi mengenai manajemen usaha dan pengelolaan keuangan yang disampaikan oleh Jeanne M. J. Patalala, S.E.. Materi membahas pentingnya perencanaan usaha, pencatatan keuangan yang tertib, serta strategi pengelolaan keuangan sebagai fondasi keberlanjutan usaha. Penyampaian materi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Andreas Bakara Sitanggang yang membawakan materi mengenai optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran digital. Selain memperoleh penjelasan mengenai strategi pemasaran digital, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan akun media sosial usaha, penyusunan profil bisnis, serta langkah-langkah dasar dalam membuat konten promosi yang menarik untuk memperluas jangkauan pasar.

Sebagai bentuk evaluasi pembelajaran, peserta mengerjakan post-test setelah seluruh materi selesai disampaikan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Stand Edukasi UMKM yang memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta dalam pembuatan dan pengelolaan akun media sosial usaha, sehingga materi yang diperoleh dapat langsung diimplementasikan untuk mendukung promosi dan pemasaran produk.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta saat pendampingan praktik penggunaan media sosial di Stand Edukasi UMKM.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T IDBU 46 Universitas Diponegoro berharap para pelaku UMKM di Kelurahan Rowosari mampu menerapkan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran digital, serta meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usahanya di tengah perkembangan ekonomi digital. Program ini juga menjadi wujud kontribusi Tim KKN-T IDBU 46 dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam manajemen usaha dan pengelolaan keuangan, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar serta mendorong inovasi dan keberlanjutan usaha.

Dorong Produksi Sehat, Inovasi Produk dan Kemasan Kreatif, Tim KKN-T IDBU 46 Undip Gelar Seminar UMKM di Rowosari

Semarang — Tim KKN Tematik IDBU 46 Universitas Diponegoro menyelenggarakan seminar bertajuk Pelatihan UMKM 1 “Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Produksi Sehat, Inovasi Produk, dan Kemasan Kreatif” pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Balai Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 25 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di wilayah Rowosari. Seminar tersebut merupakan salah satu program kerja sektor Ekonomi Kreatif KKN Tematik  IDBU Tim 46, yang berada di bawah bimbingan Dr. Dinie Ratri Desiningrum, S.Psi., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, serta Dr. Drs. Fuad Mas’ud, MIR., selaku Dosen Pembimbing Sektor Ekonomi Kreatif.

Program ini disusun berdasarkan hasil pemetaan potensi dan kebutuhan pelaku usaha di Kelurahan Rowosari, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMK agar mampu menghadapi persaingan usaha melalui penerapan produksi pangan yang sehat, pengembangan inovasi produk, serta pengemasan kreatif yang dapat mendongkrak nilai jual produk. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), lewat peningkatan kapasitas pelaku UMKM untuk mendorong usaha yang lebih produktif, berdaya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kegiatan ini berlangsung selama dua jam, diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test, dilanjutkan dengan pembukaan dan doa. Acara kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan dari Lurah Rowosari, Eko Pudjo Harijadi, S.IP., serta sambutan Dr. Drs. Fuad Mas’ud, MIR. selaku Dosen Pembimbing Sektor Ekonomi Kreatif.

Materi pertama disampaikan oleh Dwi Astiningsih, S.Kom., seorang gluten free enthusiast. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan pelaku UMKM untuk tidak sekedar menjual makanan, melainkan menjual nilai tambah. Ia juga menjelaskan pentingnya label kemasan yang lengkap dan informatif guna membangun kepercayaan konsumen. Sebagai contoh penerapan, ia menampilkan kemasan produk kue kering dari Mandala Bites yang mencantumkan deskripsi tambahan bebas gluten dan bebas gula tambahan, sebagai bentuk inovasi produk sehat yang tetap kompetitif di pasaran. Ia juga mengajak peserta memahami pentingnya kualitas produk dan branding sebagai faktor utama peningkatan daya saing UMKM. Materi ini sejalan dengan semangat SDG 12 (Responsible Consumption and Production), yakni mendorong praktik produksi pangan yang sehat, higienis, aman, dan bertanggung jawab demi menghasilkan produk yang berkualitas dan berkelanjutan. Sesi ini disambut antusias oleh peserta melalui sesi tanya jawab yang aktif.

Sesi dilanjutkan dengan materi kedua oleh Muhammad Ulin Nuha, pemilik usaha Abon Kipis (Abon Kulit Pisang) yang didanai melalui Program Mahasiswa Kewirausahaan (PMW). Materi berfokus pada inovasi produk berbasis potensi lokal yang memiliki keunikan dan nilai tambah, mencakup aspek bahan, rasa, bentuk, hingga target pasar. Dalam pemaparannya, ia turut menekankan pentingnya desain kemasan yang menarik, fungsional, dan representatif. Ia turut membagikan tips membangun identitas produk (branding) melalui desain kemasan dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi untuk memperluas jangkauan pasar. Sesi ini juga ditutup dengan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Pemaparan ini mencerminkan dukungan terhadap SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), melalui penguatan inovasi produk, pengembangan branding, dan pengemasan kreatif sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk UMKM.

Suasana seminar berlangsung interaktif sepanjang kedua sesi. Para peserta begitu responsif saat menanggapi pemaparan materi, mulai dari tantangan menjaga kualitas produk, inovasi pasar, hingga desain kemasan yang ekonomis. Antusiasme tersebut semakin terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab bersama kedua narasumber.

Melalui seminar ini, Tim KKN Tematik IDBU 46 Universitas Diponegoro berharap para pelaku UMKM kuliner di Kelurahan Rowosari dapat menerapkan praktik produksi pangan yang lebih sehat, mengembangkan produk yang inovatif, serta meningkatkan daya tarik produk melalui kemasan dan branding yang lebih baik. Dengan begitu, UMKM lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas peluang pemasaran, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Universitas Diponegoro dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, narasumber, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Dokumentasi :

Mahasiswa KKN UNDIP Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Program Jragung Cerdas Finansial dalam Rangka Mendukung SDGs 4 Pendidikan Berkualitas

Jragung (14/7) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPTEK Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 25 Kelompok 1 melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan bertajuk “Jragung Cerdas Financial: Penguatan Literasi Keuangan Anak melalui Edukasi Pengelolaan Uang Saku dan Permainan Interaktif.” Program kerja ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026 di SD Negeri 3 Jragung dengan sasaran 58 siswa kelas 5 dan 6.

Program Jragung Cerdas Financial diangkat sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Selain itu, program ini juga menjawab permasalahan rendahnya literasi keuangan anak, khususnya dalam memahami cara mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta menyusun skala prioritas sebagai bekal keterampilan hidup (life skills) di masa depan.

Kegiatan sosialisasi dimulai pada pukul 07.45 WIB dan dilaksanakan secara paralel di dua kelas. Materi untuk siswa kelas 6 disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi, Muhammad Gibran Bhistarasena Arighi, sedangkan materi di kelas 5 disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi, Cantika Eka Nur Azizah. Penyampaian materi didukung dengan media presentasi PowerPoint yang dirancang oleh mahasiswa bidang Informasi dan Hubungan Masyarakat, Faradila Usman Harun, sehingga materi dapat disampaikan secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta.

Sosialisasi diawali dengan pertanyaan pemantik, “Apabila mendapat uang Rp500.000, akan digunakan untuk apa? Bagaimana jika uang tersebut harus digunakan sebagai uang saku selama satu bulan dan tidak akan mendapat tambahan lagi?” Melalui pertanyaan tersebut, siswa diajak berpikir kritis mengenai cara menggunakan uang. Mayoritas peserta menjawab bahwa mereka akan menggunakan uang tersebut untuk membeli top up permainan daring dan jajan. Namun, ketika diberikan kondisi bahwa uang tersebut harus mencukupi kebutuhan selama satu bulan, sebagian besar siswa mulai mengubah jawabannya dan mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting. Kondisi ini menjadi pengantar untuk menjelaskan pentingnya mengelola keuangan sejak dini.

Sebagai bentuk motivasi, mahasiswa KKN memperkenalkan sosok investor dunia, Warren Buffett, yang telah membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini. Peserta diajak mengenal perjalanan hidup Warren Buffett, mulai dari berjualan pada usia enam tahun, membeli saham pertama pada usia sebelas tahun menggunakan hasil tabungannya, hingga mendalami ilmu investasi di bangku perkuliahan dan menjadi salah satu investor paling sukses di dunia. Kisah tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan menabung, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar merupakan fondasi penting dalam mencapai kesuksesan finansial.

Materi inti kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai fungsi uang, pengertian menabung, serta langkah-langkah sederhana dalam membangun kebiasaan menabung. Siswa juga dikenalkan pada konsep dasar investasi sebagai salah satu cara mengembangkan nilai uang di masa depan. Beberapa instrumen investasi, seperti emas, obligasi, dan saham, diperkenalkan menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selain potensi keuntungan, mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko sehingga diperlukan pengetahuan yang memadai sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Sebagai upaya meminimalkan risiko dalam pengelolaan keuangan, peserta selanjutnya diperkenalkan pada konsep skala prioritas dan budgeting. Siswa diajak membedakan antara kebutuhan dan keinginan, kemudian menyusun urutan prioritas dalam menggunakan uang. Melalui simulasi budgeting sederhana, peserta belajar menyisihkan sebagian uang untuk ditabung terlebih dahulu sebelum menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif interaktif sebagai evaluasi pemahaman peserta. Permainan berupa simulator studi kasus berbasis laptop yang dikembangkan oleh mahasiswa Informatika, Alvin Harist Prasetyo, mengajak siswa menyusun urutan pengeluaran berdasarkan skala prioritas dalam berbagai kondisi yang disimulasikan. Sebanyak 9 siswa berpartisipasi secara langsung dalam permainan tersebut dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Selain menjawab pertanyaan dari peserta, mahasiswa KKN juga memberikan beberapa studi kasus kepada siswa untuk menguji pemahaman mereka mengenai skala prioritas dalam mengelola uang. Sebagai bentuk apresiasi, hadiah diberikan kepada siswa yang aktif bertanya, menjawab pertanyaan, maupun berpartisipasi dalam permainan edukatif.

Melalui program “Jragung Cerdas Financial”, mahasiswa KKNT IPTEK Desa Binaan Universitas Diponegoro berharap literasi keuangan dapat ditanamkan sejak usia dini sehingga anak-anak memiliki kebiasaan mengelola uang secara bijak, membangun budaya menabung, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bertanggung jawab di masa mendatang. Program ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terwujudnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan hidup yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Penulis: Cantika

Pelibatan Militer dalam Program Prioritas Presiden: Antara Urgensi dan Relevansi

Presiden Prabowo dalam pidato sambutannya menyatakan bahwa hanya di Indonesia polisi dan tentara turut mengurus sektor pertanian. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, keterlibatan aparat keamanan dan militer tak hanya terbatas pada sektor pertanian melainkan telah merambah ke berbagai program prioritas pemerintah. 

Keterlibatan tersebut dapat dilihat dalam pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelibatan sekitar seribu taruna dalam masa orientasi siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027, serta yang paling mencolok belakang ini adalah dijadikannya latihan dasar kemiliteran (latsarmil) sebagai salah satu persyaratan bagi calon manajer Koperasi Desa/paling mencolok belakangan ini adalah pelaksanaan latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih. Di mana dalam kegiatan tersebut, peserta hanya diperbolehkan menggunakan alat komunikasi sekali pakai, dan tercatat terdapat lima orang meninggal dunia selama penyelenggaraannya. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan mendasar, apa urgensi dan dampak daripada sistem militer serta hadirnya partisipasi aktif aparat keamanan dalam program prioritas yang menjadi ranah sipil?

Dalam program Kopdes Merah Putih, latihan dasar kemiliteran diposisikan pemerintah sebagai sarana pembekalan sekaligus penguatan karakter bagi calon manajer koperasi. Komandan Batalion Latihan Brigif 2 Marinir Letkol (Mar) Agus Mutaqin menjelaskan bahwa nilai-nilai yang diterapkan di lingkungan militer, seperti disiplin, integritas, dan kekompakan, diharapkan dapat ditanamkan kepada calon manajer sebagai bekal dalam mengelola koperasi. Oleh karena itu, setiap calon manajer diwajibkan mengikuti latsarmil yang mencakup pembentukan karakter, pengenalan lingkungan pelatihan, etika, materi dasar kemiliteran, pembentukan kekompakan, serta berbagai aktivitas untuk menumbuhkan semangat kebersamaan. 

Selanjutnya, urgensi pelibatan aparat keamanan dalam program MBG dijelaskan oleh Badan Gizi Nasional melalui laman resminya (22/1), bahwa keterlibatan TNI dan Polri merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam mendukung implementasi program berskala nasional. 

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Gizi Nasional, Khairul Hidayati, menambahkan bahwa dukungan daripada TNI dan Polri diperlukan untuk memperkuat proses distribusi sehingga penyaluran makanan dapat berlangsung secara aman, tertib, serta menjangkau wilayah yang memiliki kendala geografis. Senada dengan hal tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran TNI dan Polri dalam program ini bertujuan menjaga ketahanan pangan nasional yang dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang.

Guna memperkuat kapasitas TNI dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), prajurit TNI Angkatan Darat diterbangkan ke Singapura untuk mengikuti pelatihan mengenai penyediaan makanan bergizi selama lima hari, yakni pada 13–18 Oktober tahun lalu. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Wahyu Yudhayana, berharap pelatihan tersebut dapat membekali para kader dengan pengetahuan yang diperlukan sehingga dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan program dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Dalam program Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam program ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan memperkuat karakter peserta didik. Menurutnya, nilai-nilai yang diterapkan dalam pola pembinaan militer diharapkan dapat diadaptasi oleh para siswa. Selain itu, partisipasi TNI dipandang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.

Ketiga program tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memiliki argumentasi yang berbeda dalam melibatkan aparat keamanan dan institusi militer. Pada MBG, pelibatan diarahkan untuk mendukung distribusi pangan dan ketahanan pangan nasional. Pada Sekolah Rakyat, militer diposisikan sebagai sarana pembentukan karakter. Sementara itu, dalam Kopdes Merah Putih, pendekatan kemiliteran digunakan sebagai bagian dari pembekalan calon manajer koperasi. Meskipun demikian, kesamaan pola pelibatan tersebut memunculkan perhatian dan kritik dari berbagai kalangan.

Koalisi Masyarakat Sipil mengecam perluasan pelibatan TNI karena dinilai bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang TNI mengenai operasi militer selain perang. Koalisi tersebut juga menilai bahwa kebijakan latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih tidak tepat dan berujung pada jatuhnya korban jiwa. Akademisi Sosial-Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, turut berpendapat bahwa pelatihan bagi calon manajer koperasi semestinya tidak dilakukan melalui pendekatan kemiliteran karena tata kelola koperasi lebih membutuhkan kemampuan membangun relasi dan komunikasi dengan masyarakat daripada penerapan disiplin militer.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menilai bahwa pelibatan TNI dan Polri dalam Program Makan Bergizi Gratis tidak sejalan dengan tugas pokok dan fungsi kedua institusi tersebut. Eva Nurcahyani, Staf Divisi Riset ICW, menjelaskan bahwa sekolah bukan merupakan ruang kendali aparat keamanan, melainkan ruang yang aman dan ramah bagi anak. Menurutnya, pelibatan aparat dalam konteks tersebut berpotensi bertentangan dengan prinsip demokrasi dan profesionalisme pelayanan publik yang semestinya dijalankan oleh institusi sipil.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendapat Made Supriatma dari ISEAS–Yusof Ishak Institute. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pelibatan TNI bukan dimaksudkan untuk mendiskreditkan institusi militer, melainkan mempertanyakan kesesuaian kompetensi. Menurutnya, TNI memiliki kompetensi utama dalam bidang pertahanan dan peperangan, tetapi belum tentu dalam mengelola tata kelola pemerintahan sipil. Selama lebih dari dua dekade terakhir, fungsi-fungsi tersebut dinilai telah dijalankan secara independen oleh masyarakat sipil.

Hussein Ahmad, Wakil Direktur Imparsial (The Indonesian Human Rights Monitor), turut mengingatkan bahwa pelibatan TNI yang semakin luas dalam ranah sipil berpotensi mengaburkan tugas utamanya sebagai penjaga pertahanan dan keamanan negara. Ia juga menilai bahwa penempatan prajurit aktif maupun purnawirawan TNI di berbagai lembaga sipil dapat memengaruhi sistem birokrasi serta jenjang karir aparatur sipil negara (ASN). Made Supriatma menambahkan bahwa pelibatan militer yang berlebihan dapat mengganggu tatanan sosial dan menumbuhkan rasa segan masyarakat sipil terhadap aparat. 

Pelibatan TNI dan Polri dalam program pemerintah pada dasarnya perlu dinilai berdasarkan kebutuhan, proporsionalitas, serta kesesuaiannya dengan tugas dan fungsi masing-masing institusi. Pemerintah perlu memastikan adanya batas kewenangan yang jelas agar tujuan program tetap tercapai tanpa mengaburkan profesionalisme militer maupun prinsip supremasi sipil dalam negara demokrasi. Apabila kecenderungan ini terus berlanjut tanpa batas yang jelas, Hussein dan Made mengkhawatirkan Indonesia dapat kembali mengarah pada praktik-praktik yang ada pada era Orde Baru.

Penulis: Dea

Prabowo: Hanya di Indonesia Tentara -Polisi Urus Pertanian | tempo.co 

KSAD Jelaskan Alasan TNI Banyak Terlibat dalam Program MBG | tempo.co 

Soal Program MBG, ICW Pemerintah Mesti Hentikan Keterlibatan TNI-Polri 

Tentara di Dapur MBG | tempo.co 

Peran Tentara di Dapur Makan Bergizi Gratis | tempo.co 

1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat | tempo.co 

Proyek Absurd Koperasi Merah Putih | tempo.co 

Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tak Boleh Pegang Ponsel Selama Latsarmil 

Kementerian hingga TNI–Polri Terlibat dalam Tata Kelola MBG 

Koalisi Sipil Kritik Latihan Militer soal 2 SPPI Kopdes Meninggal 

Soal Program MBG, ICW Pemerintah Mesti Hentikan Keterlibatan TNI-Polri 

Manfaatkan Limbah Pelepah Pisang dan Tempurung Kelapa, Tim PKM-K UNDIP Hadirkan NACO sebagai Tisu Ramah Lingkungan Penyerap Minyak dan Bau

Media sosial PKM-K NACO

SEMARANG — Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program kompetitif yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan yang berdampak bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2026 adalah NACO (Nature Activated Coconut & Banana Innovation): Inovasi Tisu Berkelanjutan Berbasis Pelepah Pisang dengan Absorben Arang Aktif Tempurung Kelapa untuk Menyerap Minyak dan Bau Tanpa Residu.

Tim inovator NACO diketuai oleh Arifah Rahmawati dari Program Studi Teknik Industri 2024, dengan anggota Uswatun Khasanah Azzakiyyah (Teknik Industri 2024), Muhammad Abi Nizar (Akuntansi 2024), Delinda Belva Fauziyah (Teknik Kimia 2024), dan Naila Anjani Isrofi (Teknologi Pangan 2023). Tim ini dibimbing oleh Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.  dosen dari Universitas Diponegoro.

Tim PKM-K NACO menghadiri Monitoring dan Evaluasi Internal 1 PKM Universitas Diponegoro pada Sabtu (20/6/2026).

Inovasi tersebut lahir dari meningkatnya konsumsi tisu di Indonesia yang masih bergantung pada pulp kayu sehingga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap sumber daya hutan. Di sisi lain, limbah pelepah pisang dan tempurung kelapa yang jumlahnya melimpah di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal dan masih memiliki nilai ekonomi yang rendah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim PKM-K Universitas Diponegoro menghadirkan NACO sebagai tisu biodegradable berbasis limbah biomassa yang memiliki kemampuan menyerap air, minyak, dan bau lebih baik dibandingkan tisu konvensional. Keunggulan tersebut diperoleh melalui kombinasi serat selulosa pelepah pisang dengan arang aktif tempurung kelapa yang memiliki daya adsorpsi tinggi.

“Pelepah pisang selama ini sering dianggap sebagai limbah pertanian, padahal kandungan selulosanya sangat tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pulp alternatif. Sementara itu, arang aktif tempurung kelapa memiliki kemampuan menyerap minyak dan bau sehingga dapat meningkatkan performa tisu. Melalui NACO, kami ingin mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan,” jelas Delinda Belva Fauziyah selaku penanggung jawab pengembangan formulasi produk.

Proses pengembangan NACO berlangsung selama kurang lebih empat bulan di Laboratorium Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Tahapan pengembangan meliputi proses pembuatan pulp pelepah pisang, aktivasi arang tempurung kelapa, formulasi bahan, pencetakan lembaran tisu, pengemasan, hingga pengujian kualitas produk agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Selain menghadirkan inovasi produk, tim juga mengembangkan model bisnis yang menyasar pasar Business to Business (B2B) seperti hotel, restoran, dan coffee shop, serta Business to Consumer (B2C) melalui berbagai platform digital. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas adopsi produk ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan produk berbasis biomassa.

Menurut Muhammad Abi Nizar selaku Chief Financial Officer (CFO) NACO, inovasi ini tidak hanya menawarkan produk yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian melalui konsep ekonomi sirkular.

“Kami berharap NACO tidak hanya menjadi alternatif pengganti tisu konvensional, tetapi juga mampu mendorong pemanfaatan limbah biomassa menjadi produk bernilai tinggi. Dengan begitu, inovasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Tim PKM-K NACO berencana mengembangkan variasi produk dengan kapasitas yang lebih beragam, melakukan sertifikasi mutu dan biodegradabilitas, serta memperluas kerja sama dengan berbagai sektor industri, khususnya hotel, restoran, dan kafe yang mulai menerapkan konsep bisnis berkelanjutan (green business).

“Inovasi ini juga sejalan dengan tema PKM Tematik pada aspek pelestarian lingkungan hidup melalui pemanfaatan limbah biomassa menjadi produk bernilai ekonomi serta mendukung implementasi ekonomi sirkular di Indonesia,” tutup Arifah Rahmawati selaku Chief Executive Officer (CEO) NACO.

Penulis: Uswatun Khasanah Azzakiyyah, Universitas Diponegoro

Hamster hingga Kuliner Ramaikan Bazar AIA FEB Undip 

Rabu, 13/05/2026 — Suasana di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro terlihat lebih ramai dari biasanya. Deretan tenant makanan, minuman, hingga berbagai stand menarik memenuhi area FEB Undip. Setelah ditelusuri, keramaian tersebut merupakan bagian dari bazar yang diselenggarakan oleh mahasiswa Akuntansi FEB Undip dalam rangka acara AIA (Accounting in Action).

Bazar ini berlangsung selama dua hari, mulai 12–13 Mei 2026, dari pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Acara tersebut digelar bersamaan dengan perlombaan basket AIA yang juga menjadi pusat perhatian mahasiswa di lingkungan FEB.

PO acara menyampaikan bahwa total terdapat 16 tenant yang ikut meramaikan bazar tahun ini. Tenant yang hadir tidak hanya berasal dari UMKM, tetapi juga dari mahasiswa yang memiliki usaha pribadi. Berbagai produk ditawarkan, mulai dari makanan, minuman, hingga promosi acara kampus.

Salah satu tenant yang paling menarik perhatian pengunjung adalah tenant bernama “Cerita Petshop” yang menjual hamster. Kehadiran stand tersebut cukup mencuri perhatian mahasiswa karena berbeda dari tenant lainnya yang mayoritas menjual makanan dan minuman.

Penyelenggara menjelaskan bahwa persiapan bazar telah dilakukan sejak tiga minggu sebelum acara berlangsung. Menurut pihak penyelenggara, bazar ini tidak semata-mata bertujuan mencari keuntungan, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada lingkungan kampus.

Melalui bazar ini, mahasiswa Akuntansi FEB Undip berharap suasana AIA 2026 dapat terasa lebih meriah sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas dan usaha mahasiswa di lingkungan FEB Undip.

May Day di Monas: Perayaan atau Pelemahan Perlawanan?

Sejarah Hari Buruh berakar pada 1 Mei 1886, saat lebih dari 300.000 pekerja di Amerika Serikat melakukan mogok massal demi tuntutan delapan jam kerja. Puncaknya, Tragedi Haymarket di Chicago pada 4 Mei 1886 mencatat ledakan bom dan tindakan represif yang menewaskan sejumlah buruh serta polisi. Peristiwa ini bukan sekadar catatan kelam, melainkan penegasan atas hak dasar manusia untuk beristirahat dan tidak melulu dianggap sebagai mesin produksi.

​Namun, di Indonesia hari ini, esensi perlawanan tersebut seolah dikaburkan oleh pemandangan di Monas. Kehadiran Prabowo Subianto yang berjoget, melempar baju safari, hingga bagi-bagi sembako di atas panggung May Day 2026 menciptakan pola yang mengkhawatirkan. Fenomena ini terasa seperti repetisi dari gimmick politik pada masa pilpres lalu— yang terbukti efektif meningkatkan elektoral, namun di sisi lain berisiko melumpuhkan daya kritis masyarakat. Adapun, dalam penyampaian pidato Prabowo berjanji akan membentuk Satgas PHK, di mana disebutkan bahwa negara akan “mengambil alih” jika pengusaha menyerah. Kata-kata yang lantang dan penuh keyakinan, tindakan yang sama seperti tahun lalu serta di atas panggung yang sama pula. 

Padahal, kembali perlu digaris bawahi bahwa esensi daripada Hari Buruh terletak pada penegasan yang terus bertumbuh sebagai bentuk tuntutan atas hak-hak buruh yang masih kerap terselewengkan.  Hak-hak tersebut tidak bersifat statis, tetapi harus terus diperjuangkan dan dikobarkan, terlebih dewasa ini ekonomi kapitalistik cenderung menempatkan pekerja dalam posisi rentan. Oleh karena itu, peringatan May Day seyogyanya tidak menjadi ruang seremonial lalu redam, tetapi menjadi ruang artikulasi tuntutan yang menjamin keberlangsungan hidup buruh dalam jangka panjang. 

Dalam aksi May Day 2026, berbagai perserikatan buruh mengusung sejumlah tuntutan strategi dengan satu benang merah, yakni kondisi dan posisi buruh di Indonesia yang saat ini masih rentan. Kerentanan ini mendorong desakan kepada pemerintah untuk lebih serius dalam menjamin kepastian kerja serta kesejahteraan para pekerja. Adapun tuntutan-tuntutan tersebut antara lain sebagai berikut. 

  1. Memberikan Jaminan Kepastian Kerja 

Di tengah ketidakpastian global, dimulai dari perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, hingga tekanan impor, risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin meningkat. Data dari BPS menunjukkan bahwa fluktuasi kondisi ekonomi masih berdampak pada stabilitas tenaga kerja, terutama di sektor manufaktur dan padat karya. Dalam hal ini, negara dituntut untuk hadir memberikan perlindungan nyata terhadap pekerja dari ancaman kehilangan pekerjaan. 

  1. Menghapus Sistem Outsourcing dan Penolakan Upah Murah (Hostum)

Tuntutan ini mencerminkan keresahan buruh terhadap fleksibilitas tenaga kerja yang cenderung merugikan posisi pekerja, baik dari sisi kepastian kerja maupun kesejahteraan. Sistem outsourcing dinilai mengaburkan kepastian kerja serta menekan standar upah, sehingga pekerja berada dalam posisi tawar yang lemah. Dengan demikian, penghapusan sistem ini menjadi salah satu agenda utama gerakan buruh. 

  1. Mendesak Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang Baru

Pasca dinamika regulasi ketenagakerjaan dalam beberapa tahun terakhir, banyak kalangan buruh menilai bahwa payung hukum yang ada belum sepenuhnya melindungi kepentingan pekerja. Oleh karena itu, pengesahan regulasi baru dianggap penting sebagai langkah korektif untuk memperkuat posisi buruh dalam hubungan industrial.

  1. Reformasi Sistem Perpajakan yang Berkeadilan

Buruh juga menyoroti sistem perpajakan yang dinilai masih membebani pekerja, terutama terkait pajak atas tunjangan seperti THR, bonus, jaminan hari tua (JHT), dan pensiun. Reformasi fiskal diperlukan agar kebijakan perpajakan lebih berpihak pada kelompok pekerja dan tidak semakin menggerus pendapatan riil mereka.

  1. Ratifikasi Konvensi International Labour Organization No. 190

Konvensi ini mengatur penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Ratifikasi menjadi penting sebagai bentuk komitmen negara dalam menjamin keamanan dan martabat pekerja. Dengan demikian, buruh tidak lagi diposisikan sebagai mesin produksi, tetapi manusia yang memiliki hak atas lingkungan kerja yang aman dan bermartabat. 

  1. Penyediaan Fasilitas Day Care

Isu keseimbangan antara kerja dan kehidupan keluarga juga menjadi sorotan. Aliansi buruh seperti Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menekankan pentingnya fasilitas penitipan anak di kawasan industri. Kebijakan ini dinilai mampu mengurangi beban pekerja, khususnya buruh perempuan dan keluarga muda.

  1. Pengesahan RUU Perampasan Aset

Dalam hal ini buruh memberikan dukungan penuh terhadap aturan penyitaan aset hasil tindak pidana yang merugikan masyarakat banyak. Harapnya, dengan disahkan RUU ini dapat memperkuat keadilan ekonomi serta mengurangi ketimpangan yan terjadi. 

  1. Turunkan Potongan Tarif Ojek Online (Ojol) Menjadi 10 Persen

Pengemudi ojek online mengajukan tuntutan terhadap potongan aplikasi yang terlalu besar dan menggerus pendapatan mereka secara signifikan. Dengan potongan aplikasi yang dikurangi menjadi 10 persen pengemudi ojek online bisa mendapatkan upah yang layak bagi pekerja sektor informasi digital. 

Kesimpulan

Dapat dipahami bersama bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar ritual atau seremonial tahunan, melainkan sebuah gugatan terhadap mereka yang masih terlelap nyaman di atas kerja keras para pekerja, di mana kerja keras yang ditorehkan kerap melahirkan jeritan, keterhimpitan, serta ketidakpastian atas kehidupan yang layak. Suara-suara tersebut telah sampai di ruang publik, bahkan menggema hingga Monumen Nasional. Namun, pertanyaannya bukan lagi apakah suara itu terdengar, melainkan sejauh mana ia benar-benar ditindaklanjuti.

Peran ideal pemerintah tidak hanya berhenti pada kehadiran simbolik, pidato menebar janji, atau sekadar pencatatan aspirasi. Lebih dari itu, negara dituntut untuk menghadirkan kebijakan konkrit yang berorientasi jangka panjang dan berpihak pada buruh, menegakkan hukum ketenagakerjaan secara konsisten, serta memberikan perlindungan terhadap dinamika baru dunia kerja, termasuk sektor informal dan ekonomi digital.

Dengan demikian, esensi peringatan May Day tidak akan tereduksi menjadi sekadar gema sesaat, yang lantang diucapkan namun cepat menghilang, melainkan menjadi gerakan yang terus dikawal hingga hak-hak buruh benar-benar terjamin dan terealisasi secara nyata.

Referensi: 

Tempo.co. (2026, Mei 1). Tuntutan aliansi gerakan buruh bersama rakyat di May Day 2026. Diakses dari: https://www.tempo.co/politik/tuntutan-aliansi-gerakan-buruh-bersama-rakyat-di-may-day-2026-2132902

Tirto.id. (2026, Mei 1). Info demo buruh 1 Mei 2026 di Jakarta, Bandung, dan Jogja. Diakses dari: https://tirto.id/info-demo-buruh-1-mei-2026-di-jakarta-bandung-dan-jogja-hu5B

Penulis : Dea

KPU Goes To Campus: Pentingnya Suara Pemuda dalam Pilkada

FEB (25/9) – BEM FEB Undip berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Semarang dalam menyelenggarakan acara KPU Goes To Campus pada Rabu, 25 September 2024. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan penyuluhan mengenai pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pemilihan Pilkada. Seminar ini mendatangkan Ir. Ahmad Zaeni, S.Pd.I selaku perwakilan dari KPU Kota Semarang, Darwanto, S.E., M.Si., selaku perwakilan dari FE UNDIP, serta dimoderatori oleh Sena Habibi.

Seminar dilangsungkan di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium KWU Lantai 4. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua BEM FEB Undip sekaligus moderator acara, Sena Habibi. Acara kemudian dilanjutkan oleh pembukaan materi oleh Bapak Darwanto yang berisi materi mengenai pentingnya pemilih muda dalam keberlangsungan demokrasi nasional dan hubungannya dalam kemajuan ekonomi. 

Darwanto berpendapat bahwa gen z memiliki karakteristik yang cenderung lebih kritis dan progresif dalam memilih calon pemimpin. Karakteristik inilah yang beliau nilai dapat menentukan bahwa calon yang terpilih itu berkualitas. “suara kalian sangat punya dampak terhadap kehidupan kalian sendiri,” kata Darwanto.

Setelah pemaparan dari Darwanto, giliran Ahmad Zaeni selaku perwakilan KPU Semarang untuk menyampaikan materinya. Ahmad Zaeni awalnya menyampaikan tujuan KPU memilih fakultas ekonomi dibandingkan fakultas yang lain. “Kalau fakultas yang yang lain seperti ilmu pemerintah kan sudah sering dan mereka sudah paham lah beda dengan anak ekonomi yang perlu ditekankan lagi,” ujarnya. 

Ahmad Zaeni memaparkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di kota semarang tahun 2024 terdapat pada angka 85% untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, dan 83% untuk pemilihan anggota DPR. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat cukup tinggi dalam Pemilu kemarin dan diharapkan tren tersebut berlanjut dalam Pilkada tahun ini.

Ahmad Zaeni juga memaparkan jadwal Pilkada 2024: 25 September dimulainya kampanye masing-masing calon, 27 November pelaksanaan pemungutan suara di tiap daerah, 27 November-16 Desember proses penghitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara. Ahmad Zaeni menyebutkan syarat-syarat dalam melakukan pemilihan Pilkada meliputi: berusia 17 tahun atau lebih, memiliki KTP, tidak sedang menjadi anggota TNI, serta tidak sedang dicabut hak pilihnya oleh pengadilan. Ahmad Zaeni juga menyinggung isu calon pemimpin yang menggunakan money politic dalam berkampanye dan berpendapat bahwa sebisa mungkin untuk tetap memilih sesuai dengan calon yang ideal; Ahmad Zaeni dengan bercanda mengatakan “ambil aja duitnya terus pilih yg lain”.

Ahmad Zaeni kemudian membuka sesi tanya jawab kepada para mahasiswa. Ada seorang mahasiswa bertanya mengenai cara KPU mengangkat kepercayaan anak muda terhadap pemilihan umum, karena pada pemilu dahulu ada indikasi KPU melakukan keculasan dalam konteks kontroversi salah satu calon wakil presiden di Pemilu kemarin. 

“KPU itu adalah lembaga yang bertindak sebagai pelaksana yang mengikuti keputusan MK, sehingga sulit bagi KPU untuk bertindak,” jawab Zaeni. 

Ahmad Zaeni juga menyampaikan pentingnya suara masyarakat terutama mahasiswa dalam mengkritisi keputusan yang dianggap berlawanan dengan konstitusi. “Mungkin ada banyak anggapan negatif tentang KPU dan tugas kami untuk memberikan citra positif itu yang masih menjadi pr hingga saat ini,” ujarnya.  Ahmad Zaeni juga mengatakan bahwa apabila terdapat calon pemimpin yang keberatan dengan hasil suara yang dapat rekap berjenjang dan melaporkan ke Mahkamah Konstitusi.

Sebelum menutup acara, Ahmad Zaeni memberikan arahan untuk mengecek data pemilih 2024 dengan membuka situs DPT KPU dan mengikuti tahapan di situs tersebut. Seminar ditutup dengan apresiasi dan harapan bahwa Pilkada 2024 dapat berjalan dengan baik dan setiap mahasiswa dapat menggunakan hak suaranya dengan penuh hikmah.

Reporter: Alvaro, Messal

Pemberhentian Hasyim Asy’ari: Terungkapnya Dosa Sang Ketua

Sumber: Kompas.com

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada hari Rabu (3/7/2024) menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum, Hasyim Asy’ari terkait kasus dugaan pelanggaran etik kasus asusila dengan korban berinisial CAT. Korban merupakan anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri Den Haag, Belanda. Ketua KPU tersebut telah terbukti bersalah melakukan pelanggaran etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu setelah melakukan tindakan asusila.

Ketua DKPP Heddy Lugito mengungkapkan, pihaknya menerima seluruh dalil aduan yang disampaikan pengadu atau korban dalam persidangan dengan teradu Hasyim.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy’ari selaku ketua merangkap anggota komisioner KPU terhitung sejak putusan ini dibacakan,” kata Heddy

Pada 3 Oktober 2023 Hasyim terungkap merayu dan memaksa korban berhubungan badan. Tindakan ini dilakukannya saat perjalanan dinasnya ke Belanda. Hal ini menyebabkan korban mengalami gangguan kesehatan dan psikis. Hasyim juga terbukti membuat janji untuk menikahi korban untuk berbuat asusila. Namun, janji itu ingkar dipenuhi meski selalu ditagih.

Korban kasus kekerasan seksual, CAT, mempertimbangkan akan membawa kasus ini ke ranah pidana. Langkah ini menindaklanjuti putusan DKPP yang telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Hasyim Asy’ari dari jabatannya sebagai ketua KPU serta keanggotaannya di lembaga penyelenggara pemilu tersebut karena dinilai telah melakukan tindakan asusila.

Banyak masyarakat yang mengkhawatirkan bahwa pencopotan jabatan Ketua KPU dapat mempengaruhi jalannya Pilkada. Pihak Istana mengklarifikasi bahwa penyelenggaraan Pilkada 2024 yang kini tahapannya sudah berlangsung tidak akan terganggu dengan pencopotan jabatan Ketua KPU Hasyim Asy’ari. Presiden Joko Widodo akan segera menindaklanjuti putusan DKPP dengan menerbitkan keputusan presiden (Keppres) pemberhentian tetap Hasyim sebagai ketua dan anggota KPU.

Mereka Yang Hadir Saat Accofest

Logo Accofest. (Sumber: Akun resmi instagram Accofest)

FEB – Accounting Festival atau bisa kita singkat Accofest sempat menjadi buah bibir bagi warganet. Hal ini dikarenakan kehadiran sosok SM yang menurut warganet dinilai cukup kontroversial karena track recordnya yang kurang baik.

Sosok SM kembali menjadi bahan perbincangan warganet kala kemunculan dirinya di atas panggung Accofest. Dirinya menaiki panggung sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (10/11/2023). Menurut pengakuan Fikri sebagai penampil pada Accofest. Setelah dia tampil terdapat penampilan dari angkatan 2022 dan 2023 dan dilanjut penampilan DJ. Setelah 10-15 menit sang DJ mengumumkan ada seorang guest star yang ingin dia undang, dan ternyata adalah sosok SM. Hal tersebut sontak membuat Fikri heran kenapa sosok SM bisa berada disini.

“Aku sebenernya kurang yakin, kok ada SM beneran, apa emang cuma mirip atau gimana, soalnya kan kita tau jejak rekam SM ini sedang kontroversial kok bisa ada di FEB.” Ujar Fikri.

Kehadiran sosok SM ini sontak membuat para audiens kaget. suasana mendadak heboh, beberapa audiens melakukan foto-foto dengan alasan fomo. Menurut pengakuan Maria sebagai penonton, suasana saat SM naik ke panggung menjadi sangat ricuh.

“Jadi yang bener-bener di situ keadaannya itu pada ricuh. Kayak, Wah, Satria! Satria! segala macam. Di situ kayak, bener-bener kayak, panas, lah, gitu suasananya.” Ujar Maria.

Di atas panggung, SM hanya meramaikan sambil mengiringi iringan musik DJ. Perlu diketahui, ketika DJ membawakan lagu-lagu beberapa temannya membantu meramaikan, ikut menyanyi, dan mengajak beberapa penonton untuk berintekraksi. Sambil meramaikan, SM menari-menari tidak jelas sambil memegang rambutnya.

“Ya, sebenernya dia cuma hype. Cuma megang mic. Terus dia cuma nari-nari ngga jelas. Maksudnya ngga jelas dalam arti dia cuma megang rambut. Terus cuma, ya, gerak-gerak kayak, ya, yang biasa kayak di Tiktok gitu, lah. Ngga yang aneh-aneh gitu.” Ungkap Carmel.

Selain mewawancarai penampil dan juga para peserta, reporter LPM Edents juga mewawancarai Shafa selaku pengawas dari kegiatan Accofest. Shafa yang bertugas di komisi 1 hadir sebagai pengawas  di Accofest mewakili temannya. Shafa hadir di lokasi pada pukul 14.30 untuk open gate dan acara dimulai pada pukul 17.00. Pada malam hari Shafa meminta izin kepada ketua pelaksana untuk meninggalkan tempat karena ada urusan lain.

Shafa mendapat kabar hadirnya sosok SM melalui teman-teman senat yang menggantikannya pada saat malam hari. Menurut pengakuan Shafa para peserta tidak mengetahui kehadiran SM.

“Sebetulnya, kemarin juga beberapa teman yang hadir di acara malamnya itu bilang kalau misalnya saudara SM ini itu tidak diketahui oleh peserta. Diketahui oleh peserta itu satu jam sebelum naik, gitu. Jadi untuk pencegahannya, kami tidak bisa langsung ngomong ke panitia, kan. Jadi, itu kan sudah terjadi dan itu juga pure di bawah komando panitia, kan. Seperti itu.” Ucap Shafa.

Ketika melakukan pencarian lebih dalam terkait Accofest 2023 reporter LPM Edents juga bertemu dengan pihak yang berkaitan dengan Accofest yaitu Calvin sebagai ketua kabang yang membawahi proker Accofest serta Mike selaku kordinator acara Accofest 2023, mereka menyatakan belum mau berkomentar lebih dalam kepada reporter LPM Edents sampai beresnya pemanggilan yg dilakukan oleh dekanat FEB Undip kepada pihak Accofest 2023.

“kami perwakilan Accofest dan juga KMA sekarang ini mungkin, kita, kan, sekarang lagi mengikuti proses secara birokrasi, ya. Nah, harapan dari kami, ya, temen-temen Edents mungkin mengerti dulu kita selesaikan di birokrasi.” Ujar Calvin. (QZ)