
Keloran, Wonogiri (26/07) – Fiolita Nurmadewi, selaku Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Progam Studi Manajemen melaksanakan program kerja yang berfokus pada digitalisasi marketing pada KUB (Kelompok Usaha Bersama), PKK dan remaja di Desa Keloran.
Desa Keloran merupakan salah satu desa di Kecamatan Selogiri yang memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang besar. Namun, permasalahan terbesar yang menjadi penghalang kemajuan UMKM di Desa Keloran adalah kesulitan dalam segi pemasaran secara digital yang hanya menggunakan Whatsapp Marketing, dimana produk-produk yang dijualnya hanya dibagikan kepada rekan-rekan yang dikenalnya ataupun pada komunitas UMKM Wonogiri, hal ini membuat terbatasnya target pasar yang dituju sehingga mempersempit penjualan produknya.
Berawal untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka munculah program kerja “Digitalisasi Marketing melalui Upaya Pembuatan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran” yang berlangsung di Balai Desa Keloran, serta secara intensif dilakukan di Rumah Bu Tri, Bu Erna dan Bu Sri di Ngembong selama 26-29 Juli 2024 dengan melakukan pemanfaatan kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan ekonomi lokal di Desa Keloran.
Dimulai dengan sesi pengenalan digital marketing, pemaparan berbagai macam strategi digital marketing yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, pentingnya menentukan target pasar sebelum memulai suatu usaha, urgensi untuk melakukan riset terhadap perilaku konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan untuk dapat merancang strategi pemasaan yang sesuai dengan menciptakan karakteristik yang berbeda dengan para pesaingnya serta terdapat pelatihan dasar mengenai penggunaan salah satu alat digital marketing yaitu E-Commerce Shopee dan Social Media Instagram serta terdapat panduan singkat pembuatan konten dari Canva yang dapat ditampilkan di Shopee dan Instagram untuk dapat menaikkan nilai jual produk oleh PKK, KUB dan remaja di Desa Keloran.
Selama program berlangsung, Fiolita Nurmadewi tidak hanya memberikan panduan, tetapi juga memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada PKK, KUB dan remaja yang ingin atau sudah memiliki UMKM dalam proses pengimplementasian materi dari digitalisasi marketing.
“Produk yang akan dijual harus bermanfaat dan pastinya dapat memecahkan sebuah masalah atau keinginan yang dihadapi calon konsumen dan harus memberikan solusi yang tepat dan tertarget,” ujar Fiolita Nurmadewi.
Terdapat tiga sasaran UMKM yang diberikan pelatihan secara intensif untuk melakukan digitalisasi marketing yaitu pemilik UMKM Keripik Pisang Bu Tri dari Ngembong, UMKM Keripik Pisang dan Bawang Goreng Bu Erna dari Ngembong dan UMKM Sambal Kacang bu Sri dari Ngembong.
“UMKM di sini itu kurangnya dibagian pemasaran soalnya engga ada yang ngajarin, kalaupun dijual juga disekitaran sini atau melalui pemesanan via Whatsapp,” ujar bu Tri

Sehingga dengan adanya pelatihan pembuatan akun E-Commerce Shopee dan social media Instagram dari program kerja ini, ketiga pemilik usaha mengaku merasa sangat terbantu dalam memasarkan produk-produknya karena lebih efektif dalam memperluas jangkauan target pasar secara online dan lebih efisien serta memberikan dampak positif dalam jangka panjang, baik bagi UMKM di Desa Keloran maupun perkembangan ekonomi lokal secara keseluruhan. Keberhasilan program ini juga menjadi salah satu capaian bagi mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam hal digitalisasi marketing di Desa Keloran. (Fiolita Nurmadewi)

