Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Latar belakang Luthfi mencalonkan diri menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam ialah melihat dari keresahan yang dialami oleh Luthfi dan juga teman-teman selama ini, dan keresehan itu seperti contohnya bisa dari pelayanan akademik ataupun kurangnya wadah untuk kita mengembangkan minat serta softskill kita. nah disitu aku rasa, aku dapat membenahi apa yang sekiranya aku bisa perbaiki melalui himpunan.
Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Visi dan Misi saya pada HMEI 2023 yaitu visi saya menjadikan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam 2023 sebagai wadah aspirasi serta penyaluran informasi untuk mewujudkan mahasiswa Ekonomi Islam yang bermakna dan untuk mewujudkan visi itu, saya mempunyai empat misi. Yang pertama, untuk menciptakan internal HMEI yang berkompeten dan bertanggung jawab dengan berlandaskan ukhuwah islamiyah. Yang kedua, memfasilitasi dan meningkatkan prestasi mahasiswa Ekonomi Islam dalam bidang akademik maupun non akademik. Yang ketiga, mengembangkan peran media kreatif sebagai citra HMEI serta sumber informasi bagi mahasiswa Ekonomi Islam. Dan yang keempat, bersinergi dengan lembaga kemahasiswaan lain yang ada dalam lingkup fakultas maupun universitas. Dan langkah saya untuk menggaet suara dari mahasiswa EKIS yang pertama, saya harus sowan dulu ke ketua setiap angkatan. Setelah itu, saya mencari dua atau tiga orang yang sekiranya dia berpengaruh dan dipandang baik oleh setiap angkatan. Untuk apa? untuk saya ajak bekerja sama membantu saya dalam pemilihan Calon Ketua Himpunan pada tahun ini. Selain itu juga, saya memberikan propaganda dan konten-konten tentang saya di sosial media yang saya miliki.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Untuk pembaharuan yang akan saya berikan nanti, saya memiliki rencana kerja inovasi serta sistem budaya yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena, melihat dari evaluasi dari satu hingga dua tahun yang lalu, apalagi kita masih dalam adaptasi dari sistem online dan offline. Nah, itu saya yakin bahwa dari adanya rencana kerja inovasi serta sistem budaya yang berbeda akan berdampak pada kinerja pengurus serta output yang akan dirasakan oleh mahasiswa Ekonomi Islam itu lebih terasa.
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain sehingga mahasiswa jurusan harus memilih anda?
Keunggulan saya, saya adalah orang yang bertanggung jawab, amanah dan dapat dipercaya. Dan saya yakin dengan dukungan dari teman-teman yang lain, saya dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Harapannya dari suksesi ini memunculkan pemimpin yang karakteristiknya yang berbeda-beda. Bukan soal eksistensi kita ingin maju untuk menjadi ketua himpunan tapi juga ini adalah bentuk dedikasi kita kepada himpunan untuk mengabdi kita kepada himpunan bahwa kita ingin membawa himpunan atau membawa prodi ini menjadi lebih baik lagi. Sehingga menjadi himpunan kita dapat mengubah prodi menjadi lebih baik.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa (jurusan) sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
Ada sabda dari Rasulullah Saw. yang artinya Rasulullah kala ketika ada 3 orang musafir itu aja dia harus memilih satu orang untuk menjadi pemimpin sedangkan kita sebagai embaga kemahasiswaan yang lingkupnya lebih besar maka harus memilih pemimpin yang sekiranya dapat merubah dan membenahi prodi ekonomi Islam. Dan yang saya ketahui bahwa agama Islam melarang untuk kita sebagai umatnya tidak memilih pemimpin ataupun golput.
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama perkuliahan hingga saat ini dan ingin Anda perbaiki ke depannya?
Keresahan yang saya alami dari 1 tahun ini selama di himpunan adalah karena masih dalam tahap adaptasi dari pandemi ke normal ini jadi antar anggota dedikasinya semakin kurang serta tanggung jawab dari setiap anggota pun semakin lama semakin hilang. Nah itu akan saya perbaiki kedepannya dengan cara adanya sanksi dan SOP dari perizinan dari tahun-tahun sebelumnya.
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Untuk menjadi ketua himpunan tergerak dari keresahan yang ingin diperbaiki dalam DESC FEB UNDIP. Di samping itu, terdapat banyak dukungan dari teman – teman untuk melanjutkan tongkat estafet di DESC FEB UNDIP ini.
Apa visi dan misi yang dimiliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggait mahasiswa memilih Anda?
Visi:
Ingin menjadikan DESC (Diponegoro Economic Student Community) sebagai organisasi mahasiswa yang membangun dimana Ia bisa membawa kebermanfaatan dan mampu berkolaborasi untuk mewujudkan prodi Ekonomi yang lebih maju nantinya.
Cara mewujudkan visi:
Membangun internal organisasi yang kokoh dengan menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, kolaboratif, dan apresiatif dibawah kekeluargaan yang professional.
Melakukan pencerdasan terkait komponen internal dari DESC agar internal paham dan dapat mengerjakan tupoksi dengan optimal.
Mewadahi mahasiswa ekonomi dalam mengaktualisasikan intelektual dan kemampuannya melalui program kerja yang dimiliki.
Menjalin relasi dan koordinasi secara efisien dengan pihak internal dan DESC
Menghimpun dan menciptakan wadah aspirasi bagi mahasiswa prodi ekonomi secara terbuka dan solutif.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Calon ketua lebih membawa peningkatan yang sudah ada sebelumnya didalam DESC. Untuk pembaharuan, yaitu menciptakan komponen 1 unit internal yaitu penjamin mutu organisasi (PMO) dimana Ia berfokus kepada kualitas dari internal DESC itu sendiri. Beberapa proker nantinya bisa disatukan karena beberapa proker ada yang memiliki esensi dan tujuan yang sama. Akan lebih baik, jika disatukan dalam satu waktu bukan beberapa waktu agar bisa berjalan dengan maksimal.
Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon yang lain?
Semua orang sama – sama unggul dengan memiliki karakteristik dan pembawaan masing – masing. Untuk calon mempunyai keunggulan dalam memiliki keterbukaan sehingga calon berharap untuk dapat mempertingkat relasi baik di internal dan eksternal. Keadaptifan terhadap teknologi juga diperlukan untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat Ekonomi terhadap hal tersebut.
Kenapa mahasiswa Prodi Ekonomi harus memilih Anda?
Tidak lain tidak bukan, calon memiliki tekad dalam dirinya untuk mencoba memperbaiki hal yang sudah ada, meningkatkan hal yang sudah ada. Motivasi cukup tinggi dalam melanjutkan tongkat estafet DESC FEB UNDIP. Serta, calon memiliki visi dan misi yang ingin dibawakan agar bisa menciptakan kebermanfaatan bagi prodi Ekonomi.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Harapan agar SUKSESI berjalan dengan lancar dan beberapa kandidat dan timses bisa berkolaborasi untuk DESC dan ekonomi yang lebih maju. Di samping itu, penciptaan iklim suportif di dalamnya juga termasuk harapan untuk SUKSESI kali ini.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa (jurusan) sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
Setiap dari kita punya hak milih suara masing – masing. Gunakan hak suara itu secara optimal, maksimal, hindari golput, tentukan pilihan sebaik mungkin dengan melihat beberapa rangkaian SUKSESI yang diadakan. Disini kita semua punya tujuan untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Adakah keresahan yang saudara tangkap dan Anda perbaiki kedepannya, baik internal maupun eksternal himpunan?
Yang ingin diperbaiki, yaitu ada beberapa komponen internal yang tidak menjalankan fungsi dan tupoksinya secara maksimal dan optimal. Dikarenakan dibagi menjadi beberapa fokus, yaitu tupoksi dan pekerjaan. Dimana mereka harus fokus menjadi pengendali internal dan mereka juga harus fokus kepada bidang dan biro yang dipegang. Sehingga, untuk memperbaiki itu dibuatlah unit PMO (Penjamin Mutu Organisasi) yang nantinya menjaga kualitas dan membangun karakteristik internal DESC FEB UNDIP. Penguattan internal diperlukan karena jika internal sudah kokoh pasti akan berpengaruh kepada pihak eksternal. Dua hal itu adalah keterkaitan.
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Yang melatarbelakangi sekaligus jadi tonggak keyakinan untuk mencalonkan diri sebetulnya rasa kepedulian. Selama 3 atau 4 tahun kebelakang ini DESC selalu mengalami krisis kepemimpinan dimana hanya ada satu calon saja yang maju ke Pemira dan harus berlawanan dengan kotak kosong. Aku rasa isu kepemimpinan harus dituntaskan tahun ini sehingga kotak kosong di pemira DESC tidak jadi budaya. Dari rasa kepedulian itu aku mulai mencari keresahanku sebagai pengurus DESC maupun sebagai mahasiswa Ekonomi dan aku rasa keresahan itu hanya bisa diselesaikan kalau aku berada di struktur tertinggi kepengurusan yaitu dengan menjadi ketua himpunan.
Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Fokus utama yang ingin aku bawa selama satu ke depan adalah tentang pengembangan manusia dan pelayanan yang memberi kebermanfaatan. Sehingga visi yang aku bawa adalah DESC FEB Undip sebagai wadah pengembangan sumber daya mahasiswa sehingga mampu memberi dampak kebermanfaatan bagi khalayak. Untuk bisa mencapai visi itu tentu aku merumuskan misi yang ingin aku penuhi selama periode kepengurusan yaitu yang pertama, mewujudkan internal DESC FEB Undip yang potensial, handal, dan profesional, yang kedua, meningkatkan iklim kolaboratif dan sinergitas dengan seluruh stakeholder, yang ketiga mengoptimalkan fungsi pelayanan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dan yang keempat mewadahi aspirasi mahasiswa Ekonomi baik secara akademik maupun non akademik.
Langkah untuk menggaet suara sebetulnya sudah difasilitasi oleh panitia suksesi DESC dan yang aku lakukan ya berkaitan dengan kampanye yang sehat dan tertib serta tidak menjatuhkan calon lain, dan mengajak kawan kawan Ekonomi untuk turut hadir dalam debat terbuka dan mimbar bebas untuk turut menyemarakkan pesta demokrasi ini.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Pembaharuan yang aku tawarkan berkaitan dengan pengurus dan non pengurus DESC, untuk pengurus aku ingin membuat iklim kerja yang lebih sistematis dan terstruktur selain itu yang menjadi keutamaan adalah perkembangan skills dari pengurus DESC itu sendiri. Pengurus DESC tidak hanya lelah mengerjakan proker tapi juga harus berkembang potensi dirinya melalui berbagai kegiatan dan fasilitas yang diberikan oleh DESC. Untuk non pengurus aku ingin memberikan pelayanan yang tepat sasaran dengan mendengar suara mahasiswa Ekonomi sebelum menjalankan kegiatan dan program kerja. Caranya adalah dengan membuat laman keluh kesah mahasiswa serta mewajibkan ketua pelaksana proker untuk melakukan riset dan survei terlebih dahulu kepada sasaran kegiatan terkait apa yang mereka butuhkan dan inginkan dari jalannya sebuah program kerja.
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
Aku sangat tidak mau membandingkan diriku dengan calon lain, karena aku percaya bahwa setiap manusia diberkahi kelemahan dan kelebihannya masing-masing oleh Tuhan. Dengan demikian aku pun yakin bahwa bisa saja apa yang menjadi kelemahanku dapat tertutupi oleh kelebihan calon lain begitu juga sebaliknya. Namun, yang pasti disini aku benar-benar bergerak atas rasa kepedulian untuk organisasiku maupun untuk mahasiswa Ekonomi sehingga dari rasa peduli itu aku percaya bahwa pelayanan yang nantinya diberikan oleh DESC insyaallah dapat memberi dampak kebermanfaatan bagi mahasiswa Ekonomi.
Kenapa mahasiswa Prodi Ekonomi harus memilih Anda?
Sebetulnya ini sudah terjawab dari pertanyaan soal keunggulan tadi tetapi aku tegaskan kembali bahwa tidak ada paksaan bagi mahasiswa Ekonomi untuk menentukan pilihannya. Disini aku berusaha untuk menawarkan pelayanan yang manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh mahasiswa dengan mendengar suara dan keluh kesah mereka tentunya. Dan apabila apa yang aku tawarkan adalah apa yang mahasiswa Ekonomi butuhkan dan sekiranya akan memberi manfaat bagi kawan-kawan Ekonomi maka pilihlah aku untuk menjadi ketua himpunan.
Adakah keresahan yang saudara tangkap dan ingin Anda perbaiki kedepannya, baik internal maupun eksternal himpunan?
Tentu ada, di internal himpunan aku benar-benar resah atas potensi para pengurus yang kurang dioptimalisasi dan rasa-rasanya kami hanya lelah mengerjakan program kerja tapi kemampuan kami baik softskill maupun hardskills belum berkembang sepenuhnya. Sementara di eksternal himpunan aku merasa bahwa sebagai mahasiswa Ekonomi apa yang menjadi aspirasi serta apa yang aku butuhkan sebagai mahasiswa belum terlayani secara masif oleh himpunan, aku merasa bahwa dampak kebermanfaatan dari program kerja himpunan belum bisa sepenuhnya dirasakan.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Aku senang sekali suksesi DESC tahun ini akhirnya ada dua calon sehingga tidak harus berlawanan dengan kotak kosong. Harapanku semoga dengan adanya kemajuan ini bisa membangkitkan semangat warga Ekonomi untuk turut memeriahkan dan selalu mendukung kedua calon dalam pesta demokrasi ini.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa (jurusan) sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
Jika kalian memiliki hak maka manfaatkanlah hak itu semaksimal mungkin, jadi saat ini kawan kawan memiliki hak untuk memilih jadi gunakanlah hak itu untuk memilih calon pemimpin yang kiranya bisa membawa perubahan dan memberi dampak kebermanfaatan bagi kawan-kawan.
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Yang melatarbelakangi untuk mencalonkan diri karena aku melihat MSA yang sekarang sebenarnya punya potensi yang bisa dimaksimalkan hanya saja tahun ini belum bisa maksimal dalam mengerjakan proker-prokernya dan aku ingin bisa memaksimalkan potensi-potensi tersebut di tahun depan.
Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Visi yang aku bawa yaitu mewujudkan himpunan yang mewadahi pengembangan dan pelayanan mahasiswa Manajemen serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan Manajemen FEB Undip. Untuk misi yang aku bawa pertama yaitu membangun iklim kerja yang suportif dan kolaboratif bagi seluruh fungsionaris MSA, kedua menghimpun aspirasi mahasiswa guna memberikan pelayanan dan pengembangan yang optimal, ketiga menjalin kerja sama yang harmonis dengan seluruh stakeholders secara optimal, keempat menciptakan peluang bagi mahasiswa manajemen untuk mengembangkan diri, baik secara akademik maupun non-akademik.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Kalau berbicara soal program kerja, sebenernya aku tidak ada program kerja yang baru justru ada program kerja yang ingin aku kurangi. Untuk hal baru dari aku yaitu sistem kerja yang ada di MSA, aku ingin sistem kerja lebih profesional namun tetap enjoy. Tetapi aku ingin di tahun ini yang didahulukan itu sistem kerja yang profesional daripada kekeluargaan.
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
Aku baik dalam berkomunikasi yang mana itu sangat penting bagi seorang pemimpin karena nanti kita akan bekerja sama dengan orang yang berbeda-beda. Sejauh ini aku merasa bisa bekerja sama dengan berbagai tipe orang serta bisa beradaptasi dengan orang yang bekerja sama denganku dan itu berpengaruh besar dalam menjadi seorang pemimpin.
Kenapa mahasiswa Prodi Manajemen harus memilih Anda?
Sebenarnya aku tidak harus bilang mengapa orang harus memilih aku, karena orang memiliki haknya untuk memilih dan aku tidak masalah orang memilih yang terbaik untuk mereka. Jika harus dikatakan alasan orang memilih aku, yaitu karena aku memiliki niat yang baik untuk mengembangkan potensi di MSA agar bisa lebih memberi impact ke Manajemen secara keseluruhan.
Adakah keresahan yang saudara tangkap dan ingin Anda perbaiki kedepannya, baik internal maupun eksternal himpunan?
Aku merasa bahwa aku dan temen-teman berusaha untuk mengeksplor diri dari kegiatan-kegiatan diluar kuliah yaitu himpunan tetapi menjadi lupa dengan tugas utama kita yaitu kuliah. Banyak momen yang menjadikanku lebih mementingkan MSA dibanding kuliah. Aku ingin meski kita memiliki posisi yang tinggi atau tanggung jawab yang besar di MSA tetapi tetap ingat bahwa tujuan utama atau prioritas kita yaitu kuliah.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Apapun rangkaiannnya semoga bisa berjalan dengan lancar dan semoga semua bisa terlewati dan teman-teman suksesi, teman-teman Manajemen, serta teman-teman tim sukses dapat mengambil pelajaran. Semoga semua bisa lebih baik.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa (jurusan) sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
Untuk teman-teman Manajemen, aku ingin kalian dapat mengikuti kegiatan ini. Aku ingin kalian memilih yang menurut kalian terbaik bukan hanya karena mengenal salah satu calon tetapi juga melihat value, visi misi, tujuan, dan apa saja yang dibawa oleh masing-masing calon.
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Sebenarnya, pencalonan diriku sebagai Chairman MSA itu unexpected atau bisa dibilang, di luar dari agendaku. Tapi, karena MSA butuh dan dari teman-teman fungsionaris MSA lainnya mendukung aku untuk maju, maka aku memilih untuk mencalonkan diri untuk menjadi Chairman MSA 2023.
Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Visiku sendiri itu membuat MSA sebagai MSA yang meningkatkan pengalaman pendidikan dan pengembangan seluruh mahasiswa Manajemen FEB Undip secara inklusif. Kalau untuk langkah apa yang aku lakukan untuk menggaet suara dari mahasiswa, karena waktu Suksesi-nya sendiri yang terbatas, aku dan timku lebih banyak memperkenalkan tentang aku, apa yang aku bawa, dan apa yang menjadi program unggulan. Aku percaya visiku mungkin tidak mewakili semua mahasiswa Manajemen, tapi kalau mereka visiku mewakili keinginan mereka, maka silahkan pilih aku.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Pembaharuan yang aku tawarkan sendiri itu akselerasi kaderisasi. Pada intinya, aku membuat MSA di tahun depan dalam keberlangsungannya hanya melibatkan dua angkatan, yaitu mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua. Aku melihat teman-temanku yang sudah dua tahun berada di MSA, untuk memulai tahun ketiga itu cukup berat, biasanya mereka sudah punya agenda masing-masing: ada yang mau magang, kerja, ada yang sibuk siapin kripsi, atau mungkin juga sambil part-time, usaha, dan segala macam. Jadi, aku merasa paling tepat untuk jabatan tertinggi di angkatan ke-dua karena sudah cukup mumpuni, dan biasanya tahun kedua belum memiliki agendanya masing-masing, jadi lebih berfokus di lingkungan kampus.
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
Sebenarnya, aku dan calon lainnya itu transparan satu sama lain. Dia tau GDO-ku dan begitu juga sebaliknya, kita juga cukup sering berbagi informasi mengenai tips and trick pengembangan diri dan segala macamnya. Jadi, kalau ditanya mengenai keunggulan, aku rasa hampir di beberapa aspek itu kita sama atau setara.
Kenapa mahasiswa (jurusan) harus memilih Anda?
Kembali seperti jawaban aku tadi, aku tidak memaksa teman-teman untuk memilih aku, tetapi selama kita punya satu visi dan tujuan, maka teman-teman silahkan untuk memilih aku. Dan mungkin untuk pertimbangan lainnya, aku akan memudahkan temen-temen di angkatan ketiga. Kenapa? Karena seperti yang aku bilang, temen-temen di angkatan ke-tiga kebanyakan punya agendanya masing-masing, jadi di tahun ketiga teman-teman bisa berfokus ke agenda yang mereka punya.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Aku berharap tidak ada yang goes wrong, apa yang semua direncanakan panitia bisa berjalan dengan baik, dan apa yang sudah diatur tidak ada yang dilanggar oleh siapapun itu. Walaupun waktunya memang sempit, aku berharap teman-teman Manajemen bisa antusias dan berpartisipasi untuk menggunakan suara mereka di hari pemilihan nanti.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa (jurusan) sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
Untuk teman-teman Manajemen, aku berharap dapat menggunakan suara yang menjadi hak mereka, karena mereka punya hak untuk menentukan kedepannya MSA menjadi seperti apa, karena bagaimanapun MSA itu inklusif dan semua mahasiswa Manajemen adalah bagian dari MSA.
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama perkuliahan hingga saat ini dan ingin Anda perbaiki kedepannya?
Untuk keresahan sebenarnya dari dulu selalu sama, dari segi internal fungsionaris, MSA itu kurang komunikasi dan juga bonding. Hubungan antara satu fungsionaris dan fungsionaris lainnya itu bisa sangat distant atau ada jarak, masih ada rasa asing atau sungkan untuk mungkin sekadar saling sapa dan berkomunikasi, apalagi antara fungsionaris dengan mahasiswa Manajemen lainnya yang notabene juga bagian dari MSA meskipun bukan fungsionaris.
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua
himpunan?
Sebenarnya yang paling utama adalah
dukungan orangtua. Awalnya memang sempat berpikir untuk tidak maju menjadi
calon ketua himpunan, takut, dan tidak percaya diri, karena ada motivasi dari
orangtua jadi berani mengambil tanggung jawab besar ini. Yang selanjutnya juga
karena selama ini saya merasakan banyak keresahan-keresahan tahun ini dan tahun
sebelumnya, jadi saya ingin terjun langsung untuk mengevaluasi
keresahan-keresahan itu.
Dari keresahan-keresahan itu, contohnya apa? Dan apabila
Anda terpilih, bagaimana Anda mengatasi hal itu supaya tidak terulang kembali
di tahun kepengurusan Anda?
Sebenarnya keresahan ini sudah lama
terjadi dan saya pun merasakan juga, dan mungkin ini di organisasi-organisasi
lain juga mungkin ada. Jadi, keresahanku itu kurang lebih seperti antar divisi
yang masih kurang dekat. Mungkin di divisi sendiri sudah dekat, tapi antar
divisi atau secara organisasi secara keseluruhan masih kurang dekat, kurangnya
wadah untuk berkumpul bersama pengurus KMA secara keseluruhan. Nah, mungkin solusi
yang dapat saya berikan untuk menghilangkannya, menurut saya ya harus dari
awalnya dulu. Misal nanti saya menjabat di tahun depan, yang pasti akan saya
fokuskan di awal yaitu bonding dulu.
Karena apabila bonding dari awal itu
kurang, pastinya kerja ke depannya akan kurang juga, jadi yang saya fokuskan
adalah bonding itu di awal sehingga
teman-teman KMA bisa bekerja dengan nyaman juga.
Terkait bounding
itu, bagaimana Anda mendekatkan diri ke keluarga akuntansi?
Yang pasti, saya meluangkan waktu.
Dengan kehadiran, itulah langkah paling kecil yang dapat saya lakukan, dan
dengan me-reach out. Pastinya nanti
di periode selanjutnya akan banyak teman-teman baru dari Angkatan 2022 mungkin,
dan angkatan lainnya. Selanjutnya dengan memberikan wadah yang banyak untuk
dapat berkumpul bersama KMA secara keseluruhan.
Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah
Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Visi saya sendiri adalah untuk
mewujudkan Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) sebagai organisasi yang mampu
melayani kebutuhan masyarakat Akuntansi secara optimal dan adaptif dengan
berdasarkan nilai kekeluargaan, serta dengan berintegrasi dengan seluruh
angkatan di Akuntansi yang ada.
Ada pun 5 misi yang saya punya untuk
mewujudkan visi saya:
Mengembangkan sumber daya yang
dimiliki untuk meningkatkan pelayanan kekeluargaan dan kebersamaan
Berkolaborasi dengan seluruh
angkatan di akuntansi untuk menciptakan sinergitas dan harmonisasi di
lingkungan akuntansi
Menciptakan kondisi terbaik
sebagai lingkungan ternyaman mahasiswa akuntansi untuk bisa beraspirasi,
berkarya, dan juga berprestasi
Dinamis dalam menciptakan
inovasi yang selaras dengan kebutuhan dan kepentingan mahasiswa akuntansi
Sinergitas dengan para stakeholder KMA dan pihak
eksternal terkait
Dengan menciptakan sinergitas itu,
pastinya saya akan sering berkoordinasi dengan ketua angkatan-ketua angkatan,
baik dari ketua angkatan yang aktif maupun yang sudah tidak aktif. Dan banyak
teman-teman yang masih bingung dengan sebenarnya KMA itu organisasi seperti
apa, maka dari itu nanti akan saya luruskan, dan ingin menanyakan sebenarnya
apa yang dirasakan, bagaimana kinerja KMA, apa yang kurang dari tahun-tahun
sebelumnya. Akan saya berikan sosialisasi, sebenarnya KMA itu organisasi yang
‘dibuat untuk kalian loh,’ begitu.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua
himpunan?
Untuk pembaharuan sendiri sebenarnya
saya tidak terlalu fokus pada inovasi karena yang ingin saya bawa ke depannya
adalah organisasi KMA yang melayani kebutuhan masyarakat Akuntansi. Di tahun
depan itu, arah strategisnya itu adalah berdasarkan kebutuhan dari masyarakat
akuntansi. Jadi, di saat akuntansi membutuhkan ini, ya berarti kita wadahi atau
berikan program kerja seperti kebutuhan masyarakat Akuntansi. Dengan
memaksimalkan pada pelayanan, nantinya akan selaras dengan inovasi-inovasi yang
akan dibutuhkan oleh Akuntansi.
Apa keunngulan Anda dibandingkan calon lain?
Keunggulan saya yang paling menonjol
adalah di mana saya dibesarkan dari latar belakang organisasi dan pengembangan,
dan nilai-nilai dari Akuntansi sendiri. Dan menurut saya sendiri, sebagai calon
pemimpin, saya adalah salah satu calon pemimpin yang paling paham mengenai
nilai-nilai yang ada di Akuntansi sendiri. Ketika Akuntansi dilayani oleh
pemimpin yang tidak tahu akan budaya dan tradisi akuntansi, itu patut
dipertanyakan. Dari latar belakang yang saya miliki, saya mempunyai banyak
relasi kakak-kakak yang sudah lulus yang nantinya akan lebih memudahkan untuk
berkoordinasi.
Kenapa mahasiswa (jurusan) harus memilih Anda?
Karena yang pasti niat dari saya
sendiri baik, untuk melayani kalian (mahasiswa Akuntansi) dan pelayanan yang
akan saya berikan didasarkan oleh nilai-nilai yang telah saya pahami mengenai
Akuntansi sendiri. Nantinya akan selaras dengan Akuntansi, akan selaras dengan
kebutuhan kalian. Jadi, pilih saya.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali
ini?
Harapan saya yang pasti berjalan
dengan lancar sesuai keinginan dari panitia karena panitia pasti menginginkan
pemilihan yang adil, jujur tidak ada kecurangan, dll. Saya juga di sini akan
berkontestasi dengan adil dan harapan saya juga semoga calon yang lain
berkontestasi dengan adil.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa (jurusan)
sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
Mungkin harapan besar saya kepada
teman-teman Akuntansi semoga bisa lebih aware
pada suksesi dari KMA sendiri karena teman-teman akuntansi yang mempunyai hak
suara yang bisa menentukan masa depan Akuntansi. Harapan saya teman-teman bisa
mengkritisi, bertanya, atau mengulik lebih jauh mengenai dari calon-calon dari
masa depan akuntansi sendiri. Kalau misalkan tidak aware dan sudah ada ketuanya, pasti akan ada penyesalan. Harapan
saya tidak ada penyesalan dari hasil ketua nanti.
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Ada keinginan untuk melayani keluarga Akuntansi di tahun ketiga, keinginan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari keseluruhan pengurus KMA.
Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Visi saya adalah menjadikan Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) sebagai himpunan yang proaktif, responsif, serta profesional dalam memberikan pelayanan serta mampu menjadi wadah bagi peningkatan dan pengembangan di segala aspek untuk masyarakat akuntansi.
Dengan visi tadi, saya munculkan misi saya:
Meciptakan budaya satu keluarga yang menyeluruh kepada masyarakat akuntansi.
Membuka aspirasi kolektif bagi masyarakat akuntansi secara luas.
Menjangkau segala potensi pelayanan kepada masyarakat akuntansi dalam kebutuhan yang dinamis.
Senantiasa menjaga kondisi internal untuk menciptakan sinergitas dalam pelayanan.
Menjadi fasilitator dan menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Yang saya bawakan adalah controlling kepada divisi yang lebih jelas, mewajibkan indikator objektif dalam program kerja yang dijalankan, penambahan staff, dan penilaian menyeluruh kepada pengurus KMA.
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
Keunggulan saya dibandingkan calon yang lain adalah saya memiliki pengalaman untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat Akuntansi melalui divisi kesejahteraan mahasiswa, saya memiliki sense terkait kebutuhan pelayanan kepada masyarakat akuntansi.
Kenapa mahasiswa (jurusan) harus memilih Anda?
Saya adalah pribadi yang dipandang baik oleh mayoritas masyarakat Akuntansi dan saya memiliki berbagai perubahan kepada KMA ke arah yang lebih baik.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Harapan saya dengan adanya suksesi himpunan dapat menjadi wadah untuk masyarakat Akuntansi dalam memberikan pilihan, menentukan pilihan terbaik dari yang terbaik untuk masa depan Akuntansi, dan dijalankan dengan rasa kekeluargaan.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa (jurusan) sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
Gunakan hak pilih kalian untuk masa depan akuntansi, tentukan pilihan dengan objektif, tunjukkan kecintaan kalian kepada Akuntansi. AKUNTANSI, SATU KELUARGA!
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama perkuliahan hingga saat ini dan ingin Anda perbaiki kedepannya?
Keresahan yang saya rasakan adalah di sini himpunan kurang mewadahi keseluruhan masyarakat Akuntansi dan himpunan memiliki daya serap aspirasi yang rendah terhadap kebutuhan dinamis dari masyarakat Akuntansi.
Kelompok Pementas : Teater Buih Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro
Bentuk Pementasan : TeaterWaktu Pementasan : pukul 20.30 – selesai
Tempat Pementasan : Kantor Kelurahan Srondol Wetan
Pementas : Anggota Teater Buih
Gunarto : diperankan oleh Safrudin Ilhami
Pak Saleh : diperankan oleh Irvandika Rheza Dhevanda
Ibu Tina : diperankan oleh Khaula Hasna Fadiya
Maimun : diperankan oleh Reisya Alayda Ma’ruf Mintarsih : diperankan oleh Marbun, Valentina
Sekilas Cerita
Kondisi ekonomi keluarga Bu Tina tidak baik-baik saja. Setelah 20 tahun ditinggal suami, Pa Saleh, Bu Tina serta anak-anaknya terpaksa harus hidup serba berkecukupan. Bu Tina memiliki 3 orang anak, Gunarto, Maimun, dan Mintarsih. Gunarto, disebut juga Narto, mencintai ibu dan adik-adiknya. Sebagai anak tertua, Narto harus menjadi tulang punggung keluarga ketika sang ayah meninggalkan mereka. Segala perkerjaan dilakoni Narto agar adik-adiknya bisa mendapat kesempatan hidup lebih baik.
Maimun anak yang cemerlang. Sebagai anak kedua, ia berusaha semaksimal mungkin membantu Narto memperbaiki perekonomian keluarga. Atas kerja kerasnya dan bantuan dari sang kakak, Maimun berhasil mengenyam pendidikan tinggi dan banyak menorehkan berbagai prestasi. Mintarsih tumbuh dengan kasih sayang dari ibu dan kedua kakaknya. Oleh karena itu, demi memperbaiki ekonomi keluarga pula, ia rela membantu ibunya mengantarkan jahitan di sela-sela kegiatan mengenyam pendidikan.
Bagi Narto, Pa Saleh bagaikan pahlawan yang image-nya sudah rusak. Berada pada usia 8 tahun ketika ditinggal Pa Saleh cukup menjadikan tindak-tanduk ayahnya itu masih menempel di kepala Narto. Bagi Maimun dan Mintarsih, Pa Saleh merupakan seorang karakter yang sering diceritakan ibunya. Tidak sekalipun Mintarsih pernah melihat rupa Pa Saleh. Maimun sendiri hanya dapat mengimajinasikan rupa sang ayah dalam gambaran kabur dari memori-memorinya kala balita.
Dua puluh tahun berlalu, Bu Tina masih sering bercerita terkait Pa Saleh. Tentang bagaimana sosok yang asalnya terpandang harus jatuh ke dalam lembah kemiskinan karena perilakunya, lalu pergi meninggalkan keluarga. Begitu pula di malam sebelum lebaran tahun itu. Ketika takbir raya Idul Fitri terus diucapkan, Bu Tina merapal kembali cerita Pa Saleh sambil berbincang dengan Narto. Narto terus bersabar mendengarkan cerita ibunya itu.
Maimun pulang agak telat. Begitu pula dengan Mintarsih. Ketika pulang, Maimun menceritakan semua informasi yang diterimanya dari dunia di luar sepengetahuan ibu dan kakaknya. Ia bercerita tentang kabar tetangga rumah, kejadian-kejadian di kantor, hingga pernyataan kenalan di pasar yang melihat seseorang menyerupai sosok ayah Maimun, Pa Saleh. Walaupun melewati kegiatan yang berbeda dengan Maimun, Mintarsih merasakan momen serupa tetapi lebih nyata. Ia melihat seorang laki-laki tua di pertigaan jalan dekat kediaman mereka. Laki-laki itu tampak memandangi rumah Bu Tina sedari tadi. Sontak seisi rumah kaget dan berusaha mendekat ke jendela rumah. Namun, orang tersebut menghilang di tengah gelapnya malam.
Bu Tina, Narto, Maimun, dan Mintarsih kemudian melanjutkan percakapan mereka kembali. Tidak lama berselang, terdengar suara ketukan pintu. Saat dibuka, terlihat seorang laki-laki tua sedang menunggu. Bajunya lusuh dan mukanya kusam. Itulah Pa Saleh. Ayah yang baru kembali setelah 20 tahun menghilang dari kehidupan Bu Tina dan anak-anaknya. Karena masih ada rasa sayang dan iba, Bu Tina mempersilahkan Pa Saleh masuk dan duduk di sofa. Dengan penuh keraguan, Pa Saleh mengikuti arahan istrinya itu. Maimun dan Mintarsih menyambut ayahnya dengan bahagia. Seorang ayah yang belum pernah mereka temui secara langsung, setidaknya belum ada memori tentang Pa Saleh dalam ingatan mereka. Namun, Narto tak seperti kedua adiknya. Ia marah. Kekesalan yang ia pendam dalam-dalam selama 20 tahun mulai muncul ke permukaan.
Pa Saleh menceritakan semua hal yang ia lalui ketika Bu Tina bertanya padanya. Tentang bisnisnya di Singapura yang bangkrut, kehidupan yang luntang-lantung, serta utang yang melilitnya. Ketika selesai bercerita, Pa Saleh terbatuk. Ia meminta Narto mengambilkan air jika berkenan. Karena tidak merespon, Maimun akhirnya melakukan permintaan sang ayah. Namun, belum juga air itu sampai ke tangan Pa Saleh, Narto meledak. Amarahnya tak sanggup ia bendung lagi. Kebobrokan sang ayah dan kasih sayang yang tidak pernah diterimanya lebih mendominasi daripada rasa iba melihat seorang lelaki tua yang lusuh. Pa Saleh beringsut ketakutan. Rasa salah juga menyelimuti hatinya. Maimun tak setuju dengan kakaknya. Bagaimana pun juga, Pa Saleh tetap orang tua mereka. Pa Saleh tetap harus dihormati dan dijaga kala masa tuanya. Narto dan Maimun berdebat panjang setelah itu. Berbagai seruan kecang serta otot leher yang menegang menjadikan suasana rumah di malam hari raya kala itu semakin panas.
Pa Saleh paham posisinya. Ia lalu memutuskan untuk pergi. Maimun tak bisa menahan kepergian Pa Saleh. Sambil diiringi hujan, Bu Tina berseru, “Malam hari raya, ia pergi lalu datang untuk pergi kembali!”. Maimun bertengkar dengan Narto. Seakan mempertegas keputusannya, Narto berkata, “Jika memang kita punya seorang ayah, lantas mengapa kita banting tulang selama ini?”, “Kita besar dalam rasa sengsara. Rasa gembira di dalam hati sekalipun tidak ada!”, “Aku sanggup jadi orang yang berharga meskipun tanpa kasih sayang seorang ayah!”, dan, “Gunarto yang sekarang adalah Gunarto yang dibentuk dari dirinya sendiri. Aku merdeka semerdeka-merdekanya, Bu!”.
Sadar tak bisa mengalahkan kakaknya, Maimun pergi berlari mengejar sang ayah. Ketika ia kembali, hanya kopiah dan kemeja lusuh yang mampu ia bawa. Kedua barang itu ditemukannya di bawah kolong jembatan dekat sungai. Seketika Narto sadar. Di malam hari raya, ayahnya, ayah Maimun, dan ayah Mintarsih kembali pergi. Namun, kali ini, kepergian sang ayah adalah untuk selamanya.
Aspek Bentuk
Pementasan “Ayahku Pulang” melibatkan pemain sejumlah 5 orang. Jumlah tersebut proporsional dengan kondisi cerita. Alhasil, kesan awal yang diberikan pementasan “Ayahku Pulang” adalah sederhana dan intens. Selain itu, latar tempat pementasan ini hanya berada di rumah Bu Tina. Keberadaan satu latar tersebut menambah citra sederhana atas cerita yang dipentaskan.
Aspek Isi
Isi pementasan “Ayahku Pulang” sangat sesuai dengan fenomena fatherless country saat ini. Masyarakat Indonesia seharusnya aware dengan fenomena fatherless karena Indonesia sendiri menempati posisi ketiga sebagai negara fatherless di dunia . Karena itu, pementasan ini telah membantu penyebaran awareness tersebut. Selain memberikan pesan terkait awareness terhadap fenomena fatherless, pementasan ini juga memberikan pesan bahwa hal yang akan terjadi di masa depan merupakan buah dari perbuatan yang dilakukan di masa sekarang. Bagaimana pada awalnya Pa Saleh berfoya-foya seenak hatinya lalu harus jatuh dan melara hingga akhir hayatnya serta bagaimana kekesalan Narto yang sangat masif berujung pada kehilangan sang ayah untuk selama-lamanya merupakan contoh dari pesan tersebut.
Kelebihan
Para pemain pementasan “Ayahku Pulang” patut diberikan apresiasi tinggi. Mereka mampu membangun emosi penonton, sehingga tidak jarang ditemui para penonton yang terharu ketika pementasan berakhir. Emosi para pemain terlihat natural dan tidak dipaksa-paksakan walaupun hanya berlatih selama 1 bulan. Dengan tambahan manajemen lighting/pecahayaan yang baik, pementasan ini terasa sangat relevan dengan kehidupan. Meskipun di awal hingga pertengahan pementasan dialog antarpemeran terkesan mengulang-ulang, dialog tersebut rupanya penting dalam membangun dasar-dasar cerita yang harus diketahui penonton.
Kekurangan
Dalam pementasan “Ayahku Pulang”, kekurangan yang muncul murni karena risiko dari diterapkannya teknik-teknik pementasan. Kekurangan pertama yang dimaksud ialah suara para pemain belum terdengar jelas apabila diperhatikan dari belakang. Hal tersebut wajar mengingat pementasan menerapkan teknik suara langsung, bukan seperti kabaret yang menggunakan dubbing. Kekurangan kedua ialah ruang pementasan yang langsung diatur gelap ketika penonton memasuki ruangan. Saat pementasan berlangsung, ruangan memang cocok untuk diatur gelap total. Namun, ketika persembahan-persembahan di awal, ada baiknya ruangan diatur redup agar memudahkan penonton menikmati acara secara keseluruhan karena belum perlu fokus ke satu titik panggung yang sama.
Kesatuan
Kesatuan pementasan “Ayahku Pulang” tidak perlu diragu. Pencahayaan dan tata panggung menjadikan pementasan ini tergambar dengan baik. Kedua hal tersebut juga saling melengkapi kekurangan yang ada. Contohnya, walaupun hanya menggunakan 1 latar, cahaya sorot dengan warna berbeda menjadikan panggung memberi banyak makna.
Keseluruhan
Ekspresi pemain yang tidak neko-neko dan tetap terukur menjadikan pesan pementasan tersampaikan secara maksimal. Oleh karena itu, keseluruhan pementasan “Ayahku Pulang” dapat dikatakan baik.
Keragaman
Walaupun mendiami rumah yang sama, karakter Bu Tina, Narto, Maimun, dan Mintarsih memiliki keunikannya masing-masing. Ibu selalu terlihat anggun tetapi memendam rasa kecewa atas perilaku suaminya juga keadaan keluarga saat ini. Narto harus terlihat kuat karena menjadi kakak tertua dalam keluarga yang belum sepenuhnya mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Maimun memiliki semangat tinggi atas keinginan dan keyakinannya. Mintarsih menjadi anak yang penyayang karena mendapat perhatian dari ibu dan kedua kakaknya. Maimun dan Mintarsih tumbuh menjadi anak yang lebih terbuka karena walaupun belum pernah bertemu Pa Saleh, peranan ayah sudah mampu diemban oleh sang kakak, Narto. Tak luput pula, karakter Pa Saleh sebagai ayah yang tiba-tiba hadir kembali setelah 20 tahun pergi meninggalkan keluarga. Semua keunikan karakter itu berkolaborasi dan akhirnya mampu membawakan warna beragam dalam pementasan “Ayahku Pulang”.
Intensitas
Topik yang diangkat dalam pementasan “Ayahku Pulang” sangat relevan dengan permasalahan di masyarakat saat ini. Pesan tersirat dari cerita pun, yaitu penyebaran awareness atas fenomena fatherless dan peningkatan pemahaman “bagaimana ditanam, begitulah dituai”, sudah tergambar dari tiap-tiap adegan yang dipentaskan.
Kesimpulan
Walaupun “Ayahku Pulang” menjadi pementasan pertama bagi Teater Buih setelah dikembalikannya metode perkuliahan secara luar jaringan, pementasan ini sudah mampu menjadi karya yang baik jika dilihat dari aspek bentuk, isi, kesatuan, keseluruhan, keragaman, dan insensitas. Itulah salah satu faktor yang menjadikan banyaknya penonton pementasan “Ayahku Pulang”. Karena hal tersebut, pementasan ini dapat dikatakan sudah bagus dan sangat menghibur.
Melalui kerja sama dengan Telkomsel, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan seminar “Digital Marketing Skill” pada Rabu, 9 November 2022. Seminar ini bertempat di Hall Gedung KWU Lantai 4, FEB Undip, dan ditujukan demi meningkatkan pengetahuan serta skill bisnis civitas akademika FEB Undip. Topik utama yang menjadi bahasan dalam seminar “Digital Marketing Skill” adalah peranan teknologi dalam mengembangkan bisnis.
I Made Bayu Dirgantara, Wakil Direktur Direktorat Inovasi dan Kerja sama Industri Undip serta merupakan narasumber pertama dalam kegiatan ini, berkata bahwa entrepreneur adalah “needlethat tying people together,”. Oleh karena itu, adanya teknologi diharapkan bisa membantu para entrepreneur memberikan perubahan positif bagi lingkungannya.
“Entrepreneurship merupakan kegiatan dari satu atau sekelompok orang yang mampu melihat perubahan besar di dunia, mengonsolidasikan semua sumber daya, memiliki manajerial yang baik, dan mampu melihat segala sesuatu sebagai sebuah kesempatan. Maka dari itu, digital entrepreneurship adalah kombinasi dari teknologi dan kewirausahaan (entrepreneurship) yang memiliki dampak ekonomi,” papar Made Bayu ketika menjelaskan presentasinya.
Pernyataan I Made Bayu didukung oleh pernyataan serupa dari narasumber kedua, yaitu Riny Novitriyanti, Vice President Consumer Sales Area Jawa Bali. Dari sudut pandangnya sebagai bagian dari Telkomsel, Riny memaparkan bahwa para entrepreneur perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan Telkomsel siap membantu adaptasi tersebut melalui transformasi-transformasi digital dalam internal Telkomsel itu sendiri.
Selain I Made Bayu dan Riny Novitriyanti, turut diundang Devy Natalia. Devy adalah seorang entrepreneur dan owner dari @bohopanaofficial. Devy memaparkan perjalanannya hingga bisa menjadi seorang entrepreneur sukses di bidangnya dan menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara teknologi dan bisnis.
Universitas Diponegoro (Undip) menyediakan fasilitas bus kampus untuk para civitas akademika Undip, nih, Dips! Fasilitas bus kampus ini merupakan langkah awal mengatasi masalah transportasi umum, kemacetan, serta polusi di kawasan kampus Undip Tembalang. Bus kampus telah sah beroperasi sejak bulan Oktober dengan meluncurkan 4 armada bus. Jumlah tersebut akan terus bertambah sesuai dengan respon dari mahasiswa serta civitas akademika lainnya.
Ketersediaan bus kampus selaras dengan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni kesehatan yang baik dan kesejahteraan. “Berkurangnya kendaraan pribadi di lingkungan kampus dengan adanya fasilitas bus kampus akan berdampak pada berkurangnya polusi udara dan polusi suara dari kebisingan deru kendaraan yang berpengaruh pada kualitas kesehatan. Kualitas kesehatan mahasiswa terjaga dan juga sejahtera, karena lebih hemat pengeluaran dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi”, terang Prof Faisal.
Waktu operasional bus kampus dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 17.00 . Bus kampus berangkat dari kawasan Gedung Majelis Wali Amanat (MWA). Selanjutnya, bus singgah di hampir setiap tempat di Undip. Urutan singgah tersebut adalah Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), hingga Bundaran Undip menuju Rusunawa. Sesampainya di Rusunawa, bus kampus berputar kembali, masuk ke area kampus. Tempat singgah pertama setelah itu adalah Gedung ITC, Student Center (SC) Undip, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Widya Puraya, hingga kembali lagi ke FEB dan begitu seterusnya sampai waktu operasional berakhir.
Bus kampus merupakan pilihan tepat untuk mahasiswa yang ingin bermobilitas di dalam dan sekitar Undip Tembalang. Bus ini nyaman, adem, dan pastinya gratis! Namun, para penumpang harus sabar dan pintar-pintar memilih waktu untuk datang ke titik pemberhentian bus. Selain itu, untuk penumpang yang tingginya di atas 165 cm, pilihlah tempat duduk paling luas, sehingga kaki tidak mentok. Jadi, buat yang penasaran, langsung aja nyobain fasilitas kampus Undip yang satu ini, ya, Dips!