Mengenalkan Kehidupan Kampus Melalui ODM dan Pendikar Tingkat Fakultas

Oleh: Rachel dan Yusuf

Penerimaan Mahasiswa Baru di Tingkat Fakultas

FEB (06/08) – Bertempat di Lapangan Dekanat Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) telah berlangsung Upacara Pembukaan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Tingkat Fakultas dan Pendidikan Karakter (Pendikar). Upacara dihadiri oleh dekan, kepala dari masing-masing departemen, beserta dosen pengajar. Upacara ditujukan untuk menyambut secara langsung mahasiswa baru yang diterima di FEB tahun ajaran 2019/2020.

Suharnomo selaku dekan memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada mahasiswa baru. “Era 4.0 yang dibutuhkan adalah orang yang tidak banyak drama tapi orang yang punya action atau terlihat kinerjanya secara nyata,” kata Suharnomo. “Dengan demikian kita dapat menjadi mahasiswa yang aktif dan dapat menggunakan sarana dan prasarana sebaik-baiknya,” tambahnya. Suharnomo juga menjelaskan bahwa sudah banyak alumni yang sukses dan menduduki jabatan penting di berbagai bidang. Oleh karena itu, tidak ada kata menyesal sudah diterima di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Dalam sambutannya, Suharnomo juga berpesan bahwa sekarang kehidupan perkuliahan berbeda dengan kehidupan sekolah sebelumnya. Menurutnya di bangku kuliah ini dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri sehingga apabila ada masalah sekiranya dapat diselesaikan sendiri atau meminta bantuan kepada pihak yang sekiranya dapat membantu menyelesaikannya, seperti dosen wali. Selain itu, apabila terdapat fasilitas yang kurang atau rusak di kampus dapat melaporkannya langsung kepada pihak-pihak terkait.

Pembukaan ODM FEB dan Pendikar 2019 ditandai dengan penerbangan balon oleh Dekan FEB beserta jajarannya. Dilanjutkan dengan penyematan atribut ODM kepada perwakilan mahasiswa baru dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru serta diiringi dengan Lagu Nasional Tanah Air Beta oleh Economic Voice (EV).

Acara ditutup dengan orasi dari Ketua Senat, Ketua BEM, dan ketua dari masing masing departemen. Setelah orasi selesai, mahasiswa baru diarahkan untuk mengikuti instruksi dari himpunan masing-masing departemen untuk melanjutkan kegiatan ODM departemen.

 “Rasanya senang dan bangga bisa masuk disini, karena memang dari dulu cita-citanya pengen masuk di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dan untuk ODM serta Pendikar sudah dipersiapkan dari hari-hari sebelumnya. Harapannya untuk FEB bisa menjadi nomor satu dan jurusan Ekonomi Islam bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat” ungkap Aida Mega Pertiwi, salah satu mahasiswi baru dari program studi Ekonomi Islam 2019.

“Tujuan ODM itu  sendiri adalah untuk membekali teman-teman mahasiswa tentang bagaimana sih kehidupan di kampus, karena kita tahu bersama bahwasannya kegiatan perkuliahan dan kegiatan sewaktu mereka di SMA itu cukup berbeda, dimana mereka harus mengelola sumber daya mereka sendiri, seperti waktu, dan hal yang lain,” ungkap Ketua BEM FEB Undip, Muhammad Syukron. Ia juga mengungkapkan harapan untuk mahasiswa baru setelah mengikuti ODM adalah dapat lebih mengetahui sarana prasarana yang ada di kampus dan apa yang kampus support untuk mahasiswanya dan nantinya mahasiswa FEB dapat mengembangkan potensi mereka masing-masing.

Upacara Penyambutan Mahasiswa Baru, “Mengukuhkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika”

Reporter: Rachel & Yusuf

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru

Undip (5/8) – Bertempat di Stadion Universitas Diponegoro (Undip), telah berlangsung Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2019 dengan mengangkat tema “Mengukuhkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika”. Upacara dihadiri oleh rector, Senat Akademik-Majelis Wali Amanat (SA-MWA), dekan dari masing-masing fakultas dan dosen pengajar. Di tahun ini Undip menerima mahasiswa sebanyak 11.586. Jumlah tersebut terdiri dari Program Doktoral berjumlah 300 orang, Program Magister berjumlah 212 orang, Program Profesi dan Spesialis berjumlah 34 orang, Program Sarjana berjumlah 9.205 orang dan Program Vokasi berjumlah 1.030 orang.

Upacara yang diawali dengan simulasi keselamatan kerja dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) lalu dilanjutkan devile dari masing-masing fakultas (pembawaan bendera masing-masing fakultas oleh Resimen Mahasiswa). Kemudian dekan dari tiap-tiap fakultas memasuki lapangan dengan diiringi lagu nasional Tanah Air Beta yang dibawakan oleh PSM Undip. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta.

Upacara PMB tahun 2019/2020 dibuka oleh Ketua Senat Akademik. “Lebih dari 50% lulusan Universitas Diponegoro lulus dengan IPK cumlaude,” kata Ketua MWA dalam sambutannya. Hal itu ditujukan supaya mahasiswa baru lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan laporan penerimaan mahasiwa baru dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan serta pembacaan Keputusan Rektor tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 oleh Kepala Biro Akademik.

Momen yang paling ditunggu-tunggu adalah penyematan jas almamater dan penyerahan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) oleh Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama yang dimulai dari perwakilan mahasiswa Program Doktoral, dilanjutkan Program Magister, lalu perwakilan dari Program Profesi dan Spesialis, dilanjutkan dengan Program Sarjana, dan diakhiri perwakilan dari Program Vokasi. Setelah selesai dilakukannya penyematan jas almamater, seluruh mahasiswa baru menirukan pembacaan Sapta Prasetya Mahasiswa dan dilanjutkan dengan pembacaan naskah berita acara serah terima mahasiswa baru Universitas Diponegoro dan menyanyikan lagu Mars Undip.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, Yos Johan memperkenalkan seluruh dekan dari masing-masing fakultas, serta dosen asing yang berasal Amerika. Yos Johan menyampaikan bahwa orang-orang yang masuk Undip adalah orang-orang terpilih. “Dari 130.000 pendaftar program sarjana yang diterima hanya 9.000 mahasiswa, maka kalian harus bersyukur dan bangga bisa masuk di Undip,” kata Yos Johan. Tak hanya itu juga ia juga menyampaikan bahwa Undip merupakan universitas nomor satu yang paling banyak mengajukan hak paten, maka dari itulah Undip merupakan universitas riset. Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Diponegoro merupakan universitas yang menerapkan Pancasila, kampus yang penuh kasih sayang dengan melarang dan mengecam dengan keras perpelocoan, penistaan dan hal-hal yang berbau kekerasan kepada mahasiswa baru.

Acara berakhir dengan para mahasiswa baru dipersilahkan untuk foto bersama dengan rektor beserta dengan dekan dari masing-masing fakultas. Setelah berakhirnya sesi foto, mahasiswa baru dipersilahkan pulang dengan sesuai arahan oleh Resimen Mahasiswa.

“Penyambutan Undip terhadap mahasiswa sangat luar biasa, kami merasa sangat diperhatikan. Perasaan saya ketika masuk Undip tentunya sangat bangga karena tadi disebutkan bahwa Undip merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Harapan saya selama berkuliah di Undip adalah dapat mengembangkan potesi diri, meraih prestasi yang dapat bermanfaat bagi diri saya tentunya, Undip, agama dan negara,” ungkap mahasiswa baru, Noval Ramadhan, Departemen Ilmu Komunikasi 2019.

Minggu Produktif: Mengelola Limbah Nasi dan Limbah Plastik Bersama Ibu-Ibu PKK

Pemaparan Materi oleh Mahasiswa KKN dan Pembagian Benih Pakcoy, Caisim, serta Cabai

Sendang (4/8) – Telah terlaksana beberapa program monodisiplin Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Diantaranya mengenai Pemanfaatan Limbah Nasi Menjadi MOL (Mikroorganisme Lokal) oleh Atslin Aryaningjannah, mahasiswa program studi Agroekoteknologi, dan program Pembuatan Mesin Pirolisis Sederhana Pembuat Bahan Bakar Minyak dari Sampah Plastik oleh Dwitiya Dwiyantama, Mahasiswa Teknik Mesin. Program tersebut dilaksanakan pukul 15.00 WIB di Dusun Ngasinan RT 4, Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Program ini dihadiri oleh 40 orang anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Ngasinan Desa Sendang.

Acara ini diawali dengan penjelasan mengenai pemanfaatan nasi sisa yang berasal dari makanan keluarga yang tak terkonsumsi kembali yang dapat digunakan sebagai pupuk cair dan dilanjut dengan cara pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal). Ibu-ibu PKK sangat antusias saat pemaparan materi, karena selain mudah dan murah bahan-bahan yang digunakan dapat berasal dari lingkungan sekitar. Program tentang pemanfaatan nasi sisa ini diharapkan dapat mengurangi limbah nasi dari rumah tangga dan dapat digunakan sebagai hal yang lebih bermanfaat.

Dilanjutkan dengan program mengenai Pekarangan Lestari dan Bergizi.. Program ini juga difasilitasi dengan pemberian benih pakcoy, caisim, cabai dan pemberian polybag kepada ibu-ibu PKK. Antusiasme ibu-ibu PKK sangat tinggi dalam mengikuti program tersebut. Dengan adanya pemaparan program Pekarangan Lestari dan Bergizi, diharapkan warga dapat mengaplikasikan dan dapat merasakan langsung hasil dari menanam sayur di pekarangan rumah.

Pemaparan Materi Pembuatan Bahan Bakar Minyak dari Limbah Plastik

Lalu, pemaparan program kedua dari Dwitiya Dwiyantama Tihata atau Titot, Mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Diponegoro mengenai alat pembuat bahan bakar minyak sederhana dari limbah plastik. Program ini dibuat karena belum adanya pengelolaan limbah plastik dari bank sampah yang ada di Dusun Ngasinan. Ibu-ibu PKK yang mengikuti program ini sangat antusias memperhatikan pemaparan materi yang disampaikan. Mereka juga tertarik untuk memperoleh alat tersebut dan menjual bahan bakar minyak yang dihasilkan dari alat pirolisis sederhana yang dibuat.

Mahasiswa KKN Undip Berikan Penyuluhan tentang Buku KIA dan Pendaftaran IUM

Azizah Indria Putri (Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Gogodalem) menyampaikan Penyuluhan terkait Pengisian Buku KIA

Semarang (23/7) – Bertempat di kediaman Kepala Desa Gogodalem, mahasiswa KKN Undip berikan penyuluhan terkait prosedur pengisian Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program monodisiplin yang dijalankan oleh Azizah Indria Putri, mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip. Penyuluhan ini juga didukung oleh bidan desa dan kader posyandu Kecamatan Bringin. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Kesehatan ibu dan anak merupakan suatu hal yang penting. Melalui Buku KIA, berbagai macam gejala permasalahan dapat dimonitor dan diatasi dengan cara mencegah. Hal tersebut disampaikan oleh Azizah dalam pemaparan materinya. “Jadi ibu-ibu, pengisian Buku KIA ini penting. Karena berbagai macam gejala yang timbul dapat dengan mudah diawasi melalui buku ini, sehingga ke depannya dapat dicegah dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tukas Azizah. Dirinya juga berpesan agar kesehatan bayi selalu dijaga, salah satunya dengan pemberian vitamin A.

Usai materi terkait pengisian Buku KIA selesai, acara kemudian berlanjut pada pelatihan bagi kader-kader posyandu Desa Gogodalem. Acara ini dipimpin secara langsung oleh Bidan Desa Gogodalem dan Kader Posyandu dari Kecamatan Bringin. Para peserta terlihat sangat antusias, hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul. Banyak ibu-ibu yang menanyakan terkait penghitungan lingkar kepala pada bayi, di samping pentingnya mengukur berat badan dan tingginya.

Kegiatan Penyuluhan Buku KIA dan Pelatihan bagi Kader Posyandu

Setelah penyampian materi terkait pengisian Buku KIA dan pelatihan bagi kader posyandu, acara berlanjut dengan penyampaian informasi tentang Izin Usaha Mikro (IUM). Informasi ini disampaikan oleh Difia, salah satu anggota Tim KKN II Undip Desa Gogodalem. Difia berpesan kepada seluruh peserta yang sempat mengajukan permohonan IUM untuk dapat hadir di Balai Desa Gogodalem terkait tindakan lebih lanjutnya. “Ibu-ibu, sekarang pendaftaran IUM melalui online, tidak perlu datang secara langsung ke kecamatan lagi”, pungkas Difia. Ia berpesan bahwa pendaftaran IUM nantinya akan dibantu oleh mahasiswa KKN Undip yang bertugas di Desa Gogodalem.

Difia Menyampaikan Informasi tekait IUM

Pendampingan pendaftaran IUM merupakan salah satu komponen tugas yang harus dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip. Kegiatan tersebut telah diamanahkan oleh pihak kampus, sesuai dengan 7 (tujuh) poin penting yang terkandung dalam pelaksanaan KKN Revolusi Mental. Sudah memasuki minggu ketiga pelaksanaan KKN, dan beberapa kegiatan dalam KKN Revolusi Mental terus berlanjut. (Tim KKN Undip Desa Gogodalem, Kec. Bringin, Kab. Semarang 1)

Sebanyak 3.654 Mahasiswa Undip Siap Jalani Program KKN

Upacara Pemberangkatan Mahasiswa KKN Tim II Undip 2019

Undip (8/7) – Bertempat di Lapangan Widya Puraya Undip, tengah berlangsung Upacara Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2019. Pada periode kali ini, mahasiswa KKN diterjunkan ke 10 kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten-kabupaten tersebut ialah Pekalongan, Grobogan, Temanggung, Batang, Tegal, Pemalang, Rembang, Jepara, Pati, dan Semarang. Secara keseluruhan, ada sebanyak 3.654 mahasiswa yang mengikuti KKN pada periode kali ini.

Dalam pemberangkatan KKN periode kali ini, terdapat 2 (dua) kloter pemberangkatan. Dimana masing-masing kloter diikuti oleh 5 (lima) kabupaten yang berbeda. Pada kloter pertama, pemberangkatan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2019. Dimana pemberangkatan ini berlangsung setelah jalannya Upacara Pemberangkatan di Lapangan Widya Puraya Undip. Terdapat lima kabupaten yang mengikuti pemberangkatan pada kloter pertama, yaitu Tegal, Pekalongan, Grobogan, Temanggung, dan Batang. Sedangkan, kloter kedua diikuti oleh lima kabupaten yang tersisa, yaitu Pemalang, Rembang, Jepara, Pati, dan Semarang. Kloter kedua berangkat pada tanggal 9 Juli 2019 atau satu hari setelah Upacara Pemberangkatan berlangsung. Tiap-tiap tim kabupaten akan menjalani prosesi penerimaan dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kabupaten Semarang yang mengikuti pemberangkatan pada kloter kedua, menjalani prosesi apel penerimaan di Pendopo Kabupaten Semarang. Apel ini diikuti oleh tim KKN dari 6 (enam) kecamatan yang diberangkatkan untuk menjalani program KKN di Kabupaten Semarang. Enam kecamatan tersebut ialah Bringin, Sumowono, Suruh, Tuntang, Jambu, dan Banyubiru. Apel penerimaan dihadiri secara langsung oleh Yos Johan Utama, Rektor Undip, serta Sekretaris Daerah (Sekda), Gunawan Wibisono. Dalam sambutannya, Yos mengingatkan agar para mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dengan baik selama KKN. “Ingat, bekal ilmu yang kalian peroleh adalah ilmu kelas dunia. Jadikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Belajarlah dari kehidupan masyarakat desa sehingga nantinya menjadi pemimpin yang peduli kepada mereka,” tukasnya. Sedangkan Gunawan menjelaskan bahwa terdapat beberapa potensi unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Semarang. Dirinya menyebutkan bahwa Industri, Pertanian, dan Pariwisata (Intanpari) di Kabupaten Semarang masih bisa dikembangkan. “Gunakan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk memetakan potensi desa. Lalu manfaatka teknologi informasi untuk mengembangkannya. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujar Gunawan.

Yos Johan Utama (Rektor Undip) dan Gunawan Wibisono (Sekretaris Daerah) Bersalaman dengan Mahasiswa KKN yang Diterjunkan di Kabupaten Semarang

Gunawan sempat mencontohkan upaya Desa Sepakung dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada di sana. Ia menyebutkan bahwa warga di sana telah berusaha mengembangkan potensi pariwisata desa melalui teknologi informasi. “Ada Desa Sepakung yang memiliki potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Warganya berusaha mengembangkan potensi tersebut dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, padahal di sana masih susah signal,” tuturnya. Usai mengikuti apel penerimaan di Pendopo Kabupaten, masing-masing mahasiswa menuju ke tiap-tiap kecamatan untuk kemudian menjalani prosesi penerimaan lagi. Baru setelah itu, mahasiswa siap untuk terjun ke tiap-tiap desa guna menjalani program KKN.

Reporter: Dirga

Dua Calon Wakil Dekan FEB Undip Sampaikan Rencana Kerja dalam Rapat Senat Terbuka

Farida (Sekretaris Senat FEB Undip) bersama Dua Calon Wakil Dekan FEB Undip, Firmansyah dan Warsito

FEB Undip (24/6) – Bertempat di Hall Pertamina Gedung Dekanat FEB Undip, telah berlangsung acara Rapat Senat Terbuka dalam rangka Penyampaian Rencana Kerja Calon Wakil Dekan FEB Undip untuk periode 2019-2024. Acara ini diikuti oleh dua Calon Wakil Dekan FEB Undip, yaitu Warsito Kawedar dan Firmansyah. Rapat Senat Terbuka ini juga turut dihadiri oleh Dekan, Tenaga Pengajar, Karyawan, dan Mahasiswa FEB Undip.

Suharnomo, Dekan FEB Undip, dalam sambutannya, berharap dari acara ini dapat terpilih wakil dekan yang kompeten dan dapat membawa FEB Undip lebih baik lagi. “Semoga setelah acara ini nanti, kita dapat memperoleh orang-orang yang dapat membawa FEB Undip lebih baik lagi. Dan tentunya dapat kita dukung secara penuh”.

Keberlangsungan penyampaian rencana kerja, dimoderatori oleh Farida selaku Sekretaris Senat FEB Undip. Firmansyah menyampaikan rencana kerja dalam rangka pencalonan dirinya sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik. Sedangkan Warsito menyampaikan rencana kerja untuk posisi Wakil Dekan Bidang Sumber Daya. Berbeda dengan Susunan Kepemimpinan Dekan FEB Undip sebelumnya, untuk periode selanjutnya, wakil dekan hanya diisi oleh dua orang saja. Sedangkan periode sebelumnya berisikan empat posisi.

Firman menyampaikan rencana kerjanya terlebih dahulu. Dalam paparannya, Firman menyampaikan beberapa poin penting seperti peningkatan kualitas perpustakaan, Laboratorium Bloomberg, peningkatan kinerja International Office, optimalisasi sinergisitas dengan organisasi kemahasiswaan di FEB Undip, dan lain-lain. Terkait organisasi kemahasiswaan, Firman berencana untuk terus mempertahankan independensi organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di FEB Undip, agar tercipta iklim diskusi yang baik. “Kami berencana untuk terus menjaga independensi organisasi mahasiswa yang ada di sini (FEB Undip). Agar ke depannya tetap tercipta iklim diskusi yang baik,” pungkas Firman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian rencana kerja oleh Warsito. Dalam konsep yang ia sampaikan, Bidang Sumber Daya direncanakan akan berfokus pada beberapa hal seperti Sumber Daya Manusia, E-Office, dan E-Library. Dimana hal-hal tersebut dapat dicapai dengan sepuluh program strategis. “Ke depannya saya akan berusaha mengoptimalkan apa yang sudah ada. Seperti optimalisasi di bidang akademik, penguatan kapasitas dosen, dan penguatan layanan administrasi,” tutur Warsito.

Usai penyampaian rencana kerja, acara dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi dan pertanyaan dari peserta yang turut mengikuti rapat senat terbuka tersebut. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama, serta disambung dengan rapat senat tertutup guna memberikan pertimbangan kepada Dekan FEB Undip.