Napak Tilas Sejarah Srumbung Gunung: Bukti Nyata Kontribusi pada Desa

Kabupaten Semarang (29/06) – Sekelompok mahasiswa Universitas Diponegoro penerima Beasiswa Bakti BCA, Kelompok Nakula, menggelar acara Jalan Sehat dan Bazar UMKM Napak Tilas Sejarah Srumbung Gunung pada Minggu, 29 Juni 2025 di Desa Wisata Kreatif Perdamaian (DWKP) Srumbung Gunung, Dusun Poncoruso, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Acara yang diadakan di lereng Gunung Ungaran ini berpusat di Angkringan Joglo Mbah Ridhu dan diramaikan oleh masyarakat setempat baik dari Srumbung Gunung maupun sekitarnya.

Jalan Sehat dan Bazar UMKM

Acara Jalan Sehat dan Bazar UMKM dimulai dengan registrasi peserta jalan sehat pada pukul 06.30 WIB. Warga setempat yang sudah melakukan registrasi mendapatkan kupon yang nantinya akan diundi untuk mendapatkan doorprize yang sudah disiapkan oleh panitia. Setelah registrasi, pembukaan acara dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Poncoruso, Bapak Haryoko, dan Ketua Pelaksana, Arya Harris Prasetyo.

Sebagai pemanasan panitia menyiapkan senam sebelum melakukan jalan sehat. Rute jalan sehat kali ini melewati beberapa situs sejarah yang ada di Srumbung Gunung diantaranya adalah Makam Mbah Ridhu, Makam Mbah Pathok, dan Sendang Tirta Sari. Di beberapa titik jalan sehat panitia menyiapkan 3 pos, pos pertama adalah pembagian air minum untuk peserta, di pos kedua terdapat penyobekan kupon, dan pos ketiga adalah pembagian snack dan air minum.

Setelah jalan sehat peserta dapat menikmati makanan dari para pelaku UMKM yang sudah siap berjualan di sekitar Angkringan Joglo Mbah Ridhu. Terdapat berbagai macam makanan yang tersedia seperti lotek, dimsum, dawet, tahu campur, es potong, dan lain sebagainya. Peserta kemudian dikumpulkan kembali di area Angkringan Joglo Mbah Ridhu untuk sesi pembagian doorprize dan karaoke. Terdapat 3 doorprize utama yang sudah disiapkan panitia. Setelahnya acara pagi itu ditutup dengan sesi dokumentasi.

Kontribusi Nyata Pembangunan Desa

Acara yang diadakan oleh Kelompok Nakula ini merupakan bagian dari tugas mereka sebagai Bakti Champions, penerima Beasiswa Bakti BCA, yaitu Community Empowerment. Community Empowerment ini adalah bentuk nyata implementasi dari tagline #BuktiBaktiku, “acara ini merupakan salah satu bukti kami dalam berkontribusi langsung pada masyarakat dengan memberdayakan potensi dan meningkatkan perekonomian mereka,” ujar Arya, Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Kelompok Nakula. 

“Acara Jalan Sehat dan Bazar UMKM hari ini merupakan acara puncak dari Community Empowerment kami. Dengan rute jalan yang melewati situs-situs sejarah kami harap peserta dapat lebih mengenal budaya dan tradisi DWKP Srumbung Gunung sehingga kedepannya desa wisata ini dapat lebih dikenal khalayak ramai. Selain itu dengan adanya bazar UMKM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga,” lanjut Arya. 

Sebelum acara puncak Napak Tilas ini Kelompok Nakula sudah melakukan beberapa pelatihan sebagai bentuk kontribusi langsung pada masyarakat Srumbung Gunung, “pelatihan yang sudah kami lakukan diantaranya ada pelatihan mengenai manajemen keuangan, promosi digital, desain kemasan dan feeds, juga optimalisasi e-commerce. Kami juga bersedia dan siap mendampingi UMKM di sini dalam pembuatan QRIS dan membuka toko online,” ungkap Arya.

Tanggapan Perangkat Desa dan Pokdarwis

Kepala Desa Poncoruso, Bapak Haryoko, menyatakan bahwa kegiatan Napak Tilas Sejarah ini tepat sasaran, “dari segi ekonomi, dengan diadakannya acara seperti ini, dapat menambah penghasilan para pelaku UMKM. Di samping itu, acara ini juga dapat menjadi hiburan bagi para warga dan dapat dengan kompak mengikuti jalan sehat,” ujar beliau. Bapak Haryoko menambahkan bahwa beliau berharap kegiatan seperti ini dapat  diadakan lagi dan Kelompok Nakula dapat ikut mengawal serta mempromosikan tempat wisata yang ada di Srumbung Gunung ini.

Di sisi lain, Bapak Eko Widodo, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) DWKP Srumbung Gunung, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kelompok Nakula yang sudah mengadakan acara ini sehingga dapat membantu UMKM warga juga meningkatkan semangat warga. “Hari ini sangat meriah sekali dan warga juga sangat happy, terima kasih untuk tim Nakula yang sudah merancang event yang sangat berdampak untuk warga,” ujar beliau.

Manfaat yang Dirasakan Masyarakat

Acara puncak Community Empowerment ini juga disambut baik oleh warga. Ibu Siti Mukaromah, salah seorang warga Srumbung Gunung, mengungkapkan bahwa ia sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam kegiatan Napak Tilas Sejarah ini, “saya sangat bersemangat dan senang untuk berpartisipasi dalam acara ini, sangat seru dan bermanfaat, bisa jadi tambah sehat dengan kegiatan jalan sehat,” ujar beliau. Ibu Suniati, salah satu warga Srumbung Gunung, membenarkan pernyataan Ibu Siti, “sangat menyenangkan, anak-anak jadi senang, dan merasa lebih fresh juga dapat menghilangkan stress,” tambah beliau.

Ibu Siti dan Ibu Suniati setuju bahwa dengan diadakannya acara seperti ini dapat membantu perekonomian di Desa Srumbung Gunung karena dapat meramaikan UMKM di desa mereka. Selain itu, melalui acara ini pula keduanya merasa nama DWKP Srumbung Gunung dapat lebih dikenal serta dapat memajukan perekonomian desa. Keduanya berharap bahwa acara ini dapat dirutinkan sehingga desa mereka dapat lebih maju lagi.

Reporter: Cantika

Dari Kampus ke Desa, Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Pencegahan DBD kepada Ibu-Ibu Desa Cokro

Cokro, (8/8/2024) – Mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro (Undip) telah melaksanakan program penyuluhan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Desa Cokro. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu desa tentang langkah-langkah pencegahan DBD, khususnya untuk melindungi anak-anak mereka.

Acara yang berlangsung di posyandu pada hari Selasa ini dihadiri oleh sekitar 20 ibu rumah tangga. Mahasiswa KKN Undip memulai sesi dengan menjelaskan apa itu DBD, gejala-gejala yang harus diwaspadai, dan pentingnya pencegahan. Dalam materi yang disampaikan, mereka menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama menghindari genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Selain pemaparan teori, mahasiswa KKN juga mengadakan sesi tanya jawab. Para peserta terlihat antusias dan aktif bertanya, menunjukkan kepedulian mereka terhadap kesehatan keluarga. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu ibu-ibu di sini lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat,” ujar salah satu mahasiswa.

Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KKN Undip dalam memberdayakan komunitas lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Rencana ke depan termasuk kunjungan lanjutan untuk memastikan penerapan informasi yang telah disampaikan dan memberikan dukungan lebih lanjut kepada warga.

Kegiatan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam upaya pencegahan DBD di Desa Cokro, serta membangun kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan untuk melindungi anak-anak dari penyakit tersebut. (Naura Aulia Zulfa)

Peran Mahasiswa Tim II KKN Undip 2024 dalam Mencegah Stunting Melalui Optimalisasi Program Dapur Sehat Cegah Stunting (DASHAT) 

Isu stunting menjadi sorotan utama di tengah pesatnya perkembangan zaman dan ekonomi. Gagal tumbuh akibat stunting akan membatasi tinggi badan dan kemampuan kognitif anak. Mahasiswa KKN Tim II Undip 2023/2024 menyelenggarakan pencerdasan mengenai penurunan angka stunting dengan memaksimalkan peran kader DASHAT Kelurahan Sudiroprajan. Program DASHAT adalah program yang bertujuan untuk pencegahan stunting dengan mengajarkan kader dalam memasak yang baik dan sesuai kadar vitamin dan gizi pada makanan yang di konsumsi. Program ini dilakukan dengan kriteria prioritas sebagai berikut : 

  1. Terdapat kasus baduta atau balita stunting 
  2. Terdapat keluarga risiko stunting yaitu adanya bayi atau balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pasangan usia subur (calon pengantin).
  3. Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah sehingga perlu diberikan bantuan intervensi gizi. 

Program multidisiplin dilaksanakan pada  1 Agustus 2024 di Pendopo Kelurahan Sudiroprajan, dihadiri oleh 20 peserta dari kelompok sasaran, 9 mahasiswa KKN Undip, dan perangkat kelurahan. Mahasiswa Tim II KKN Undip membuka kegiatan dengan diskusi seputar kesehatan dan tumbuh kembang kelompok sasaran. Mahasiswa Tim II KKN Undip menjelaskan tingkat ketercapaian program DASHAT meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan anak. Selanjutnya penjelasan mengenai upaya mandiri dalam memberikan asupan gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak sesuai dengan panduan ‘Isi Piringku” disertai contoh pangan olahannya. Sesi edukasi diakhiri dengan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan psikologis dan psikis ibu untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi teknik relaksasi pernafasan untuk memberikan ketenangan pikiran. 

Pelaksanaan program multidisiplin  berjalan dengan lancar disertai dengan respon positif dan antusiasme yang baik oleh para kader. Program multidisiplin oleh mahasiswa Tim II KKN Undip ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pencegahan stunting, dengan harapan melalui adanya pencerdasan ini dapat meningkatkan kesadaran dalam mencegah stunting demi mendukung tumbuh kembang optimal anak menjadi generasi yang lebih sehat dan cerdas. Program yang dilaksanakan ini telah sesuai dengan target sasaran risiko stunting di Sudiroprajan, dengan total 80% dari jumlah keluarga yang ada di Sudiroprajan. 

Author: Adelia Putri, Farah Fauziyyah, Muhammad Yoga, Nazilla Hamidah, Nuril Maulidya, Prasasta Aulya, Syifa Amalia, Satrio Agung, Tri Damaito

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2023/2024

Dari Kampus ke Desa, Mahasiswa KKN UNDIP TIM II Membuat Pelayanan Publik Berbasis Digital Kepada Perangkat Desa Cokro

Cokro, (30/7/2024) – Mahasiswa Tim II KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Diponegoro 2024 berupaya meningkatkan pelayanan publik di Kantor Kepala Desa Cokro dengan digitalisasi informasi pelayanan publik. Acara yang dilaksanakan di Balai Desa dihadiri sekitar 12 orang perangkat desa. Mahasiswa KKN mulai membahas terkait kegunaan pelayanan berbasis digital ini dan menyesuaikan dengan teori E-Government, dan diakhiri dengan tutorial memakai pelayanan berbasis digital ini.

Upaya peningkatan pelayanan publik tersebut dimulai dari digitalisasi informasi seperti syarat-syarat pembuatan dokumen, profil desa, email hingga nomor bantuan. Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Undip memanfaatkan website carrd.co dalam upaya tersebut. Peningkatan pelayanan publik tersebut dimulai dari peluncuran website carrd.co dan pelatihan perangkat desa dalam penggunaannya. Kemudian dilanjutkan sosialisasi dan menyebarluaskan informasi platform tersebut kepada masyarakat. Platform tersebut dapat diakses masyarakat melalui barcode yang tersedia di spanduk Informasi Kantor Kepala Desa Cokro, serta link yang sudah di sebar luaskan dari RW setempat kepada masyarakat Desa Cokro.

Selain pemaparan materi, perangkat desa terlihat antusias terkait pembuatan pelayanan berbasis digital ini. “Pelayanan berbasis digital ini akan mempermudah masyarakat untuk tidak bolak-balik ke balai” ujar salah satu perangkat Desa Cokro. Dengan hal ini mahasiswa KKN akan menyerahkan link website ini untuk kebutuhan perangkat desa setelah KKN selesai.

Pada platform tersebut, berisi informasi syarat-syarat pembuatan akta kelahiran, akta kematian, KTP, KIA, SKTM, surat keterangan kehilangan, link dukcapil klaten, profil desa beserta potensinya dan lainnya. (Faiq Giehan Ulwan Afifi)

Workshop Kreatif KKN UNDIP : Peningkatan Keterampilan Warga dengan Pemanfaatan Komoditas di Desa Girirejo 

Gambar 1. Dokumentasi Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Girirejo

WONOGIRI (11/08/2024) – Dalam rangka mendukung pengembangan kewirausahaan dan optimalisasi pemanfaatan komoditas di Desa Girirejo, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyelenggarakan program bertajuk “Workshop Peningkatan Keterampilan Masyarakat melalui Pemanfaatan Komoditas Desa Girirejo.” Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Girirejo dalam memanfaatkan komoditas dan limbah desa, seperti mengolah kacang mete menjadi selai dan memanfaatkan limbah kayu bakar menjadi briket. Program ini diawali dengan survei desa, di mana tim KKN menemukan bahwa banyak masyarakat memiliki pohon jambu mete yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini mendorong ide untuk mengadakan workshop tersebut, termasuk pemanfaatan limbah kayu bakar.

Program “Workshop Peningkatan Keterampilan Masyarakat melalui Pemanfaatan Komoditas Desa Girirejo” dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2024 di gedung pertemuan Desa Girirejo. Kegiatan ini secara khusus mengundang perwakilan ibu-ibu PKK dari masing-masing dusun untuk mengikuti pelatihan pembuatan selai kacang mete dan briket. Melalui video tutorial yang dibuat oleh tim KKN Undip, peserta diberikan panduan lengkap, mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan hingga langkah-langkah pembuatannya.

Gambar 2. Dokumentasi Pembagian Sampel 

Tujuan dari workshop ini adalah untuk membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan baru sehingga mereka dapat mengolah komoditas lokal menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Selama sesi workshop, mahasiswa KKN Undip berinteraksi langsung dengan peserta, memberikan bimbingan dan dukungan praktis. Sebagai kenang-kenangan, setiap peserta membawa pulang sampel produk yang telah mereka buat. Acara kemudian diakhiri dengan sesi diskusi yang hangat dan doa bersama.

Harapan dari tim KKN II Universitas Diponegoro adalah agar program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi sumber daya lokal yang ada di desa. Dengan mengolah komoditas secara kreatif dan inovatif, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan lingkungan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Desa Girirejo. (Sefira Nindiany) 

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Pengembangan UMKM Desa Girirejo melalui Program Pemberdayaan dan Pendampingan Terpadu UMKM 

Gambar 1. Dokumentasi Pelaksanaan Program 

WONOGIRI (11/08/2024) – Dalam semangat pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Wonogiri menginisiasi program “Pemberdayaan dan Pendampingan Terpadu UMKM”. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa KKN berkomitmen untuk membantu para pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, mengembangkan strategi pemasaran, dan mengakses berbagai peluang bisnis, sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Program pendampingan ini secara khusus menyasar seluruh pelaku UMKM yang ada di Desa Girirejo. Beragam jenis usaha, mulai dari kerajinan anyaman, produk olahan herbal, hingga produksi makanan dan minuman, menjadi fokus perhatian dalam program ini. Dengan jumlah pelaku UMKM yang diperkirakan mencapai 50 orang, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian desa.

Puncak dari program pendampingan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2024 di gedung pertemuan Desa Girirejo. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 30 menit ini diawali dengan sambutan pembuka dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim KKN Undip. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemasaran digital dalam era modern, tata cara pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta regulasi terkait labelling pada produk makanan. Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan tips-tips praktis mengenai pendataan dan pencatatan keuangan UMKM. Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, materi-materi tersebut kemudian dibukukan dan disebarluaskan ke seluruh dusun agar dapat dipelajari lebih lanjut oleh para pelaku UMKM.

Gambar 2. Dokumentasi Pemaparan Materi “Pentingnya Pemasaran Digital”

Melalui program pendampingan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Girirejo dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian, diharapkan pula produk-produk UMKM lokal dapat semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat Desa Girirejo agar lebih melek digital dan memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan usahanya. Pada akhirnya, diharapkan program ini dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Girirejo. (Sefira Nindiany)

Menabung Untuk Investasi Jangka Panjang, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa-Siswi SDN Newung 2 Belajar Menabung

Newung, Sragen (23/07) – Menabung adalah sebuah kebiasaan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi masa depan. Sejak usia dini, anak-anak perlu diajarkan tentang pentingnya mengelola keuangan dan menabung. Memahami hal ini, Alessandra Juventini Getzevia Rumbino, mahasiswa jurusan Akuntansi dari KKN Tim II Undip Tahun 2023/2024 dibawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Riza Susanti, S.T., M.T, menginisiasi kegiatan edukasi pentingnya menabung bagi siswa-siswi kelas 4 di SDN Newung 2.

Menabung bukan hanya sekedar mengumpulkan uang receh. Ini adalah langkah awal menuju kemandirian finansial. Dengan menabung, anak-anak belajar tentang nilai uang, kesabaran, dan perencanaan masa depan. Selain itu, menabung juga dapat menjadi pondasi untuk investasi jangka panjang yang akan memberikan keuntungan finansial di masa depan.

Dalam kegiatan edukasi yang telah diselenggarakan di SDN Newung 2, Alessandra menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Tidak hanya memberikan materi tentang pengertian menabung, tetapi juga menjelaskan tentang tips and trick serta manfaat menabung dan mengajak siswa-siswi untuk terlibat dalam aktivitas pembuatan celengan dari botol bekas.

Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswi kelas 4 SDN Newung 2. Selain memperoleh pengetahuan tentang keuangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. Dengan demikian, mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan finansial di masa depan. (Alessandra Juventini Getzevia Rumbino)

UMKM Go Digital: Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS untuk Mendukung Kemudahan dan Keamanan dalam Pembayaran bagi UMKM Desa Sidorejo

         Penyerahan Poster Edukasi QRIS

Sidorejo, Pekalongan (30/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Adiska Afifah yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Ekonomi Islam untuk menjalankan program kerja yang mendukung digitalisasi UMKM di Desa Sidorejo. Program ini terinspirasi dari fenomena era digital yang  telah datang dan mewarnai kehidupan sehari-hari, termasuk di Desa Sidorejo yang berlokasi di perbatasan kota Pekalongan. Meskipun sebagian penduduknya belum sepenuhnya melek teknologi, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Desa Sidorejo memiliki banyak UMKM yang didominasi oleh bidang konveksi sebagai usaha yang sudah turun temurun. Di samping itu, banyak pula ditemui UMKM baru di sektor makanan dan minuman sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Bagi banyak pelaku usaha ini, UMKM adalah sumber pendapatan utama dan masih berada pada tahap awal pengembangan bisnis. Hal ini membuat para pelaku usaha masih awam terhadap dunia bisnis, terutama pada upaya digitalisasi bisnis. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang tepat agar UMKM tersebut dapat berkembang dengan pesat, salah satunya dengan edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS. 

Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS usaha Es Durian Tilompo milik Pak Rohib

Edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS dilakukan oleh Adiska dan tim di beberapa UMKM Desa Sidorejo secara langsung melalui pendekatan door to door. Kegiatan ini dimulai dengan edukasi mengenai digitalisasi alat pembayaran dengan penyerahan poster informasi QRIS sekaligus melakukan pengumpulan data UMKM dalam rangka asistensi pembuatan QRIS. QRIS tersebut dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih aman, terhindar dari penipuan uang palsu, dan memudahkan pencatatan transaksi bagi pelaku usaha. 

Program ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi UMKM di Desa Sidorejo untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. Penerapan QRIS ini dapat mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan era digital, seperti meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, peningkatan keamanan pembayaran, dan memperluas jangkauan pasar melalui kemudahan akses pembayaran yang beragam. Keberagaman akses pembayaran ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan karena mayoritas konsumen UMKM kini adalah anak muda yang melek teknologi. Pengambilan langkah ini ditujukan agar UMKM di Desa Sidorejo tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga berpotensi untuk berkembang pesat dan menjadi pemain penting dalam perekonomian digital di masa depan. (Adiska Afifah Zahro)

Digitalisasi Marketing: Upaya Pembuatan dan Pemberdayaan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran

Penyerahan simbolis hasil luaran program yang merupakan booklet Bersama PKK dan remaja di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Keloran, Wonogiri (26/07) – Fiolita Nurmadewi, selaku  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Progam Studi Manajemen melaksanakan program kerja yang berfokus pada digitalisasi marketing pada KUB (Kelompok Usaha Bersama), PKK dan remaja di Desa Keloran.

Desa Keloran merupakan salah satu desa di Kecamatan Selogiri yang memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang besar. Namun, permasalahan terbesar yang menjadi penghalang kemajuan UMKM di Desa Keloran adalah kesulitan dalam segi pemasaran secara digital yang hanya menggunakan Whatsapp Marketing, dimana produk-produk yang dijualnya hanya dibagikan kepada rekan-rekan yang dikenalnya ataupun pada komunitas UMKM Wonogiri, hal ini membuat terbatasnya target pasar yang dituju sehingga mempersempit penjualan produknya.

Berawal untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka munculah program kerja “Digitalisasi Marketing melalui Upaya Pembuatan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran” yang berlangsung di Balai Desa Keloran, serta secara intensif dilakukan di Rumah Bu Tri, Bu Erna dan Bu Sri di Ngembong selama 26-29 Juli 2024 dengan melakukan pemanfaatan kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan ekonomi lokal di Desa Keloran.

Dimulai dengan sesi pengenalan digital marketing, pemaparan berbagai macam strategi digital marketing yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, pentingnya menentukan target pasar sebelum memulai suatu usaha, urgensi untuk melakukan riset terhadap perilaku konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan untuk dapat merancang strategi pemasaan yang sesuai dengan menciptakan karakteristik yang berbeda dengan para pesaingnya serta terdapat pelatihan dasar mengenai penggunaan salah satu alat digital marketing yaitu E-Commerce Shopee dan Social Media Instagram serta terdapat panduan singkat pembuatan konten dari Canva yang dapat ditampilkan di Shopee dan Instagram untuk dapat menaikkan nilai jual produk oleh PKK, KUB dan remaja di Desa Keloran.

Selama program berlangsung, Fiolita Nurmadewi tidak hanya memberikan panduan, tetapi juga memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada PKK, KUB dan remaja yang ingin atau sudah memiliki UMKM dalam proses pengimplementasian materi dari digitalisasi marketing.

“Produk yang akan dijual harus bermanfaat dan pastinya dapat memecahkan sebuah masalah atau keinginan yang dihadapi calon konsumen dan harus memberikan solusi yang tepat dan tertarget,” ujar Fiolita Nurmadewi.

Terdapat tiga sasaran UMKM yang diberikan pelatihan secara intensif untuk melakukan digitalisasi marketing yaitu pemilik UMKM Keripik Pisang Bu Tri dari Ngembong, UMKM Keripik Pisang dan Bawang Goreng Bu Erna dari Ngembong dan UMKM Sambal Kacang bu Sri dari Ngembong.

“UMKM di sini itu kurangnya dibagian pemasaran soalnya engga ada yang ngajarin, kalaupun dijual juga disekitaran sini atau melalui pemesanan via Whatsapp,” ujar bu Tri

Bu Tri selaku pemilik UMKM Kripik Pisang yang diberdayakan untuk dilakukan pembuatan social media Instagram dan E-Commerce Shopee (26/07)

Sehingga dengan adanya pelatihan pembuatan akun E-Commerce Shopee dan social media Instagram dari program kerja ini, ketiga pemilik usaha mengaku merasa sangat terbantu dalam memasarkan produk-produknya karena lebih efektif dalam memperluas jangkauan target pasar secara online dan lebih efisien serta memberikan dampak positif dalam jangka panjang, baik bagi UMKM di Desa Keloran maupun perkembangan ekonomi lokal secara keseluruhan. Keberhasilan program ini juga menjadi salah satu capaian bagi mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam hal digitalisasi marketing di Desa Keloran. (Fiolita Nurmadewi)

4P Marketing Mix Sebagai Solusi Perencanaan Bisnis UMKM di Kelurahan Jantiharjo

Acara edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis di Kelurahan Jantiharjo.

Jantiharjo (01/08) – Bertempat di Aula Kelurahan Jantiharjo telah dilaksanakan edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis oleh Agung Samodro mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang berasal dari jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

UMKM sebagai unit terkecil bisnis telah lama menjadi tumpuan hidup mayoritas masyarakat Kelurahan Jantiharjo. Oleh karena itu mahasiswa KKN menginisiasi adanya kegiatan edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis menggunakan pendekatan 4P (Product, Price, Place, dan Promotion) untuk para masyarakat umum dan pelaku UMKM guna membantu pelaku UMKM dalam merencanakan serta mengembangkan strategi bisnis yang lebih efektif dan juga diharapkan dapat mengoptimalisasikan profit bisnis.

Kegiatan ini dihadiri pemilik usaha kecil, pengrajin, dan pedagang lokal. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan Lurah Jantiharjo yaitu Bapak Suranto selaku Sekretaris Lurah Jantiharjo. Beliau menyampaikan pentingnya UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan finansial bagi pelakunya dan juga peran UMKM dalam penguatan perekonomian lokal. Beliau juga memberikan dukungan penuh dari pihak kelurahan untuk pelaku UMKM di wilayah kelurahan Jantiharjo.

Sambutan Sekretaris Lurah.

Pada Inti acara disampaikan pemaparan materi oleh mahasiswa KKN tentang definisi umum pemasaran, perencanaan pemasaran, tujuan perencanaan pemasaran serta perencanaan bisnis menggunakan pendekatan Marketing Mix (Bauran Pemasaran) yang di dalamnya terdapat 4 aspek yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Product (Produk) : Dalam sebuah perencanaan bisnis hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan produk apa yang akan dijual. Penentuan produk harus dilakukan dengan menganalisis kebutuhan konsumen serta memenuhi kebutuhan tersebut dengan memperhatikan kualitas, desain, dan fitur yang cocok bagi konsumen di pasar.
  2. Price (Harga) : Setelah menentukan produk dan menghitung biaya yang dikeluarkan maka langkah selanjutnya adalah menentukan harga jual. Penentuan harga jual tidak boleh melebihi biaya agar bisnis mendapat profit, namun juga tidak boleh terlampau tinggi karena mempertimbangkan kemampuan konsumen serta nilai yang akan diterima dari produk kita.
  3. Place (Tempat/Distribusi) : Selanjutnya merupakan pemilihan tempat atau saluran distribusi yang dapat diakses oleh konsumen. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan tempat atau saluran distribusi yang dapat menjangkau dan menarik lebih banyak konsumen secara optimal.
  4. Promotion (Promosi) : Terakhir adalah bagaimana pelaku UMKM dapat
    mempromosikan produk mereka dengan efektif sehingga produk dapat mencapai target konsumen. Hal yang dapat dilakukan adalah penggunaan media sosial dengan melakukan konten marketing seperti tulisan atau video serta mengikuti event pameran.
Pemaparan materi mengenai 4P.

Dalam acara dibagikan pula leaflet panduan dalam perencanaan bisnis sesuai materi yang telah disampaikan. Diharapkan dengan diberikannya leaflet panduan dalam perencanaan bisnis, peserta dapat lebih memahami materi yang disampaikan.

Penyerahan modul perencanaan bisnis.

Melalui Program ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kelurahan Jantiharjo dapat lebih memahami pentingnya perencanaan bisnis yang matang dan mampu menerapkan strategi dengan pendekatan 4P untuk meningkatkan daya saing di pasar, merencanakan bisnis yang lebih efektif, dan tentunya meningkatkan keuntungan usaha. (Agung Samodro)