BEM Undip Dolan ke FEB

Oleh: Dwi Novi dan Alam

Pada hari Jumat (21/08) telah dilaksanakan acara kunjungan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (BEM FEB) melalui platform Ms Teams. Acara ini dimulai pada pukul 13.05 WIB dan berakhir pada pukul 15.30 WIB. Acara yang bertajuk “BEM Undip dolan ke FEB” merupakan salah satu program kerja BEM Undip yaitu Roadshow BEM Undip 2020.

Pada kesempatan kali ini tak hanya dihadiri oleh pihak BEM Undip dan BEM FEB saja, namun juga perwakilan ormawa FEB serta mahasiswa FEB secara umum. Tujuan diadakannya acara ini yaitu sebagai wadah untuk diskusi dan silahturahmi. Acara ini dimulai dengan pemaparan program unggulan BEM FEB oleh Even Benanda selaku Ketua BEM FEB dan kemudian dilanjutkan penyampaian program unggulan BEM Undip oleh ketua BEM Undip, Razin Hilmy Baihaqi.

Setelah sesi pemaparan selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peseta yang hadir dalam ruang diskusi diberikan kesempatan untuk bertanya kepada BEM Undip dan BEM FEB. Dalam sesi ini, muncul pertanyaan dari salah satu mahasiswa mengenai kebijakan Kemendikbud terkait pemotongan UKT sebesar 2,4 juta. Perwakilan dari BEM Undip kemudian menjelaskan mengenai mekanisme pemotongan UKT sebagaimana kebijakan Kemendikbud tersebut dan juga memberikan lampiran SK Rektor yang terbaru mengenai hal ini.

Sebelum acara Forum Group Discussion (FGD) dimulai, panitia memberikan kenang-kenangan berupa sertifikat kepada BEM Undip dan BEM FEB kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Pembahasan Isu Terkini

Saat sesi FGD para peserta terbagi ke dalam dua belas ruang diskusi yang merupakan gabungan divisi yang ada di BEM Undip dan BEM FEB seperti diantaranya Bidang Kebijakan Publik (KP) dari BEM FEB dan Bidang Sosial Politik (Sospol) dari BEM Undip, Bidang Ekonomi dan Bisnis dan Bidang Ekonomi Kreatif dan lainnya. Sebelum sesi diskusi dimulai diawali dengan pemaparan tugas oleh masing-masing bidang baik dari BEM FEB maupun BEM Undip. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi diskusi.

Dalam sesi diskusi antara bidang KP dan Bidang Sospol misalnya, para peserta membahas tiga isu terkini yaitu berita tentang influencer yang diduga di endors pemerintah untuk mensosialisasikan tentang RUU Cipta Kerja/omnibuslaw, pendeklarasian Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai gerakan moral yang berjuang mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera, dan wacana penerapan pendidikan wajib militer dalam lingkungan mahasiswa. Para peserta juga ikut berpartisipasi aktif dengan menyampaikan pendapatnya.

Sementara pada sesi diskusi antara sekretaris BEM FEB dengan biro kesekretariatan BEM Undip dan bendahara BEM FEB dengan biro keuangan BEM Undip diawali dengan pertanyaan dari BEM FEB mengenai mekanisme pengajuan proposal pendanaan dan laporan pertanggungjawaban dana kepada rektorat yang sampai akhirnya dibahas tuntas sampai waktu untuk berdiskusi berakhir.

Cara Generasi Muda Melanjutkan Perjuangan Sebagai Makna Kemerdekaan

Oleh: Dhia Librani

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tanggal 17 Agustus menjadi puncak dari segala perjuangan yang dilakukan oleh seluruh bangsa Indonesia, dari golongan muda hingga golongan tua. Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa negara Indonesia telah menjadi sebuah negara yang Merdeka. Akhirnya Indonesia berhasil melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan yang dilakukan bangsa lain. Lalu, sebenarnya apa makna kemerdekaan itu sendiri? Kemerdekaan bukanlah akhir dari segala perjuangan yang telah dilakukan, melainkan menjadi sebuah awalan perjuangan Bangsa Indonesia. Karena setelah merdeka, tugas yang diemban justru akan semakin berat. Mempertahankan dan mengembangkan hasil yang diperoleh oleh para pejuang terdahulu tidaklah mudah. Karena seiring dengan berjalannya waktu dan teknologi yang semakin berkembang ini, tantangan yang dihadapai Bangsa Indonesia semakin berat. Contoh konkretnya adalah sekarang ini banyak negara – negara lain yang ingin memecah belah Bangsa Indonesia. Cara yang dilakukanpun bermacam – macam, mulai dari menyebarkan hoax berisi informasi yang sifatnya mengadu domba satu sama lain. Dengan lemahnya rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia akan semakin mudah pihak – pihak diluar sana yang memiliki kepentigan tersendiri untuk memecah belah Bangsa ini. Untuk itu diperlukan kesadaran dari masing – masing individu untuk dapat menjaga persatuan bangsa dan memajukan negara Indonesia agar mampu bersaing dengan negara lain di kancah Internasional.

Perjuangan untuk memajukan negara Indonesia di kancah Internasional sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya yaitu dari para generasi muda. Generasi muda ini yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para generasi muda ini. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas negara Indonesia. Kualitas dari sutau negara dapat dilihat dari beberapa aspek. Aspek yang pertama yaitu aspek Pendidikan. Hal yang harus diperjuangkan oleh generasi muda di bidang Pendidikan ini yaitu dengan rajin belajar dan meningkatkan prestasi di sekolah maupun di perguruan tinggi. Memperbanyak prestasi apalagi di tingkat internasional akan, meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Sistem Pendidikan di Indonesia untuk saat ini memang masih perlu untuk dikembangkan dan diperbaiki kedepannya agar sumber daya manusia yang dihasilkan selain berprestasi juga berkualitas. Berkualitas disini dapat diartikan dengan memiliki pemikiran yang inovatif, tingkat problem solving yang tinggi, mampu berkomunikasi dengan baik dan dapat menggunakan ilmunya bagi kepentingan Bangsa. Aspek kedua yaitu aspek Kesehatan. Untuk Kesehatan yang dapat dilakukan oleh generasi saat ini yaitu dengan menjaga pola hidup yang sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, rajin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan apabila sedang sakit segara berobat agar cepat mendapatkan penanganan. Pola hidup yang sehat akan menjaga kita dari segala bentuk penyakit. Jika banyak generasi muda yang memiliki tubuh yang fit dan kuat, terhindar dari penyakit mutu kesahatan Indonesia akan meningkat dan mungkin saja bisa meningkatkan angka harapan hidup penduduk Indonesia untuk kedepannya.

Aspek yang ketiga yaitu dari segi budaya. Indonesia merupakan negara yang luas dan berbentuk kepulauan. Karena berbentuk kepulauan Indonesia terbagi menjadi beberapa daerah dengan masing – masing budaya yang berbeda. Tak jarang, beberapa kebudayaan Indonesia tak luput dari pengaruh penjajahan di Indonesia. Kebudayaan yang beragam ini, dapat dimanfaatkan dengan memperkenalkannya kepada bangsa luar. Banyak hasil kebudayaan Indonesia yang sudah menarik perhatian bangsa luar dan beberapa juga sudah diakui dunia. Dengan cara tersebut, dunia akan lebih mengenal Indonesia. Dari ketigas aspek tersebut, selain dibutuhkan juga kontribusi dari Pemerintah. Jika generasi muda telah melakukan upaya untuk memajukan bangsa, tetapi Pemerintah Indonesia tidak memberikan dukungan, semua hal tersebut akan terbuang sia – sia.

Terlepas dari ketiga aspek yang telah dibahas, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi dasar perjuangan generasi muda. Memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Karena Indonesia terbagi menjadi beberapa wilayah, Indonesia memiliki beragam suku, agama, bahasa, warna kulit, dan banyak perbedaan lainnya. Dengan adanya perbedaan, Bangsa Indonesia dapat menjadikan hal tersebut untuk melengkapi kekurangan masing – masing. Dengan menghargai perbedaan yang ada, akan tercipta kehidupan berbangsa yang harmonis dan jauh dari segala konflik antar golongan yang mungkin dapat terjadi. Jika rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia kuat, mereka tidak akan mudah untuk diadu domba oleh bangsa lain. Cara harmonisasi yang paling sederhana dan dapat diterapkan di kehidupan sehari hari yaitu, tidak membeda- bedakan teman, menghargai agama lain saat beribadah, tidak menjelek – jelekkan budaya daerah lain. Semua itu sesuai dengan Semboyan Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang memiliki arti walaupun berbeda – beda tetapi tetap satu jua. Karena sejatinya meskipun warga Indonesia berbeda – beda baik suku bangsa, ras, agama, bahasa daerah dan sebagainya, namun mereka tetap satu sebagai BANGSA INDONESIA.

Salam Merdeka!!!

Perjuangan Generasi Muda Paska Kemerdekaan

Oleh: Luthfia Rizqi

sumber foto: beritabaik.id

Tujuh belas Agustus 1945 merupakan Hari Kemerdekaan Indonesia setelah Presiden Soekarno membacakan proklamasi. Pembacaan proklamasi tentunya sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia, pasalnya Indonesia telah dijajah selama lebih dari empat abad oleh beberapa negara Eropa dan Asia. Portugis menjadi negara pertama yang menjajah di Indonesia disusul dengan Spanyol dan keduanya bersaing untuk kepentingan masing-masing. Kemudian Belanda datang menjajah Indonesia untuk mengambil rempah dalam kurun waktu lebih dari tiga abad dan menyisakan penderitaan bagi penduduk. Selepas Belanda, Perancis, Inggris, dan Jepang juga tak luput dari keikutsertaan penjajahan Indonesia.

Kekayaan rempah yang dimiliki Indonesia menjadi daya tarik bagi negara Eropa untuk menguasainya. Rempah-rempah yang diincar oleh negara Eropa antara lain, merica atau lada, cengkeh, pala, kayu manis, jahe, kapulaga, kunyit. Rempah-rempah inilah yang begitu terkenal di Eropa namun sulit ditemukan di sana, sehingga harus mencari ke tempat asalnya yaitu Indonesia. Rempah tersebut digunakan dalam berbagai bumbu masakan, dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional, serta menjadi komoditas yang memiliki nilai jual tinggi pada masa itu.

Setelah dijajah berbagai negara, akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Kemerdekaan yang telah diraih dengan perjuangan dan pengorbanan hendaknya diteruskan oleh generasi muda. Tidak dengan berperang membawa senjata tetapi perang melawan kebodohan dan keterbelakangan. Menjadikan Indonesia sebagai negara yang makmur serta nyaman untuk ditinggali. Setiap Hari Kemerdekaan selalu dilaksanakan upacara di lapangan, karnaval budaya, perlombaan 17-an di setiap wilayah yang diikuti oleh generasi muda. Banyak cara untuk memaknai arti kemerdekaan itu sendiri, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Dilansir dari Citra Indonesia, generasi muda juga bisa memaknai kemerdekaan RI dengan cara berikut:

  • Pengabdian ke masyarakat. Terlibat dalam kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat merupakan salah satu cara yang kini banyak dilakukan oleh para pemuda. Sekarang ini banyak instansi menyediakan wadah untuk pengabdian masyarakat yang dapat diikuti oleh generasi muda. Contoh lain ialah Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menjadi kegiatan wajib universitas dalam menerjunkan mahasiswa ke masyarakat langsung. Terlebih lagi dengan kondisi pandemi, mengharuskan para mahasiswa melaksanakan kegiatan tersebut di kampung halaman secara mandiri. Positifnya, KKN di tempat asal menjadikan kegiatan tersebut lebih intensif dan mahasiswa menjadi lebih dekat dengan masyarakat tersebut.
  • Mendukung perkembangan produk dalam negeri
    Banyak dari anak muda Indonesia yang lebih merasa bangga saat menggunakan produk dari brand-brand ternama di dunia. Tanpa disadari, hal tersebut justru dapat mematikan pertumbuhan dari brand-brand lokal. Padahal jika ditelisik lebih dalam, banyak generasi muda yang mempunyai produk dan kualitasnya tidak kalah dengan produk luar.
  • Terlibat dalam memajukan sektor pendidikan
    Aset terbesar dari suatu negara bukanlah sumber daya alamnya, melainkan sumber daya manusia dari negara tersebut. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya, diperlukan perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam hal pendidikan. Maka dari itu, pembenahan fasilitas pendidikan harus menjadi prioritas utama yang harus dilakukan untuk perbaikan kualitas SDM di Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan kepedulian dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga generasi muda.
  • Saling menghormati dan berbagi
    Sikap saling menghormati memang sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia yang pada dasarnya terdiri dari berbagai suku, ras dan agama yang berbeda-beda. Jika perbedaan tersebut tidak disikapi dengan rasa saling menghormati, maka tidak akan terjadi kemerdekaan yang sepenuhnya.
  • Mengenalkan Budaya Indonesia
    Mengenalkan budaya Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengenakan kemeja batik, mempelajari budaya daerah asal dan mengenalkan budaya tersebut di daerah lain, mengenalkan tarian maupun kesenian Indonesia ke luar daerah bahkan luar negeri.

Keadaan pandemi yang terjadi sekarang mengakibatkan segala sesuatu menjadi terhambat dan dibatasi. Perekonomian menurun, pemecatan karyawan di berbagai sektor, serta kebebasan bergerak masyarakat pun terbatas sebab segala sesuatu dilakukan di rumah. Kementrian Ketenagakerjaan menyebut lebih dari 1,7 juta orang dirumahkan karena pandemi yang terjadi. Dengan kondisi seperti ini banyak orang yang ruang geraknya terbatas, berbagai kegiatan outdoor dihindari, kegiatan yang menyebabkan keramaian juga tidak diperbolehkan. Hal ini menjadikan masyarakat memutar otak bagaimana caranya mengadakan kegiatan yang sudah biasa dilakukan tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan. Meskipun tahun ini perayaan kemerdekaan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi tidak merubah arti kemerdekaan itu sendiri bagi masyarakat Indonesia.