Pilrek Undip: Pemaparan Program Kerja Oleh 4 Bakal Calon Rektor 2024-2029

(Undip 8/6) – Kamis, 8 Juni 2023 diadakan pemaparan program kerja bakal calon rektor Universitas Diponegoro periode 2024-2029 di Gedung Prof. Soedarto, S.H. Universitas Diponegoro. Empat bakal calon rektor menyampaikan beberapa program kerja yang telah dirancang. Penyampaian program kerja dilakukan secara berurutan sesuai nomor urut bakal calon rektor, dimulai dari Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc., dilanjut oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., kemudian oleh Prof. dr. Muhammad Thoar Arifin, Ph.D., PA, Sp.BS. (K).,  dan diakhiri oleh Prof. Budi Setiyono, S.sos., M.Pol.Admin., Ph.D..

Go Global Good Governance adalah program yang diusung oleh Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc.. Dalam paparannya beliau menyebutkan tentang perbaikan tata Kelola sumber daya manusia, quality of the backbone, dan akreditasi internasional agar Undip menjadi universitas kelas dunia. Pada akhir presentasi beliau juga menyebutkan bahwa “Kesuksesan Undip adalah sinergitas dan kolaborasi dari semua pihak.”

Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. memulai paparannya dengan sedikit candaan ringan. Tidak sedikit peserta yang ada di ruangan tertawa karena candaan bakal calon rektor nomor urut 2 ini. Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. juga memperkenal biografi dan Riwayat hidupnya terlebih dahulu. Beliau menyebutkan ada beberapa tantangan untuk Undip di periode yang akan datang seperti peringkat internasional, tata Kelola inovasi, sarana dan prasarana, serta sumber pendapatan baru. Atmosfir kampus dan strategi pengembangan kepimpinan mahasiswa juga menjadi program dari Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. karena beliau ingin melakukan pembinaan mahasiswa secara dialogis. “Saya sangat bersedia untuk berdialog dengan mahasiswa.” Ujarnya. Beliau juga ingin menerapkan one faculty one business untuk solusi dari sumber pendapatan baru.

Sementara Prof. dr. Muhammad Thoar Arifin, Ph.D., PA, Sp.BS. (K). memaparkan program tidak kalah menarik. Beliau menyebutkan ada yang harus diperlukan oleh kepemimpinan universitas seperti pengelolaan percepatan inovasi, mengadopsi tatanan baru untuk menuju universitas unggul, mampu menganalisis sejumlah besar digital inisiatif. Seiring perkembangan zaman para tenaga pendidik  harus sudah melek teknologi karena sekarang banyak mahasiswa yang melakukan kecurangan menggunakan AI.

Tidak mau kalah Prof. Budi Setiyono, S.sos., M.Pol.Admin., Ph.D. juga memaparkan programnya yang menarik. Incorporate University berkelas dunia adalah gagasan atau pemikiran yang diusung oleh beliau. Ada beberapa hal yang membuat Undip butuh program ini. Pertama, globalisasi. Kedua, pasar  kerja membutuhkan kompetensi. Ketiga, cepatnya perkembangan teknologi. Keempat, tuntutan industri. Beliau juga menyebutkan visi Undip menjadi universitas nasionalis religius berkelas dunia yang toleran dan transformatif melalui kreativitas dan inovasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, dan kewirausahaan.

Sorai bagi Tuhan dari Gedung Prof. Sudarto 

Kegiatan Malam Puji-Pujian Universitas Diponegoro oleh ersekutuan Mahasiswa Kristen Protestan Universitas Diponegoro (PMKP Undip) diselenggarakan di gedung Prof. Soedarto, pada Jumat malam (2/6/2023). Kegiatan tersebut merupakan puncak acara dari seluruh rangkaian kegiatan Porseni dari tanggal 7 s/d 27 Mei 2023. (Michelle/Edents)

(Undip 02/06) – Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan Universitas Diponegoro (PMKP Undip) telah melaksanakan kegiatan Malam Puji-Pujian (MPP) sebagai acara puncak dari rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Porseni merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyambut dan menyatukan mahasiswa baru kristen di seluruh fakultas ke dalam keluarga besar PMKP Undip. Kegiatan porseni terdiri dari perlombaan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni yang diikuti oleh 12 Persekutuan Mahasiswa Kristen Fakultas (PMKF) di Universitas Diponegoro. Cabang olahraga tersebut meliputi bulu tangkis, futsal, outbound, dan mobile legend. Kegiatan Porseni dimulai dari tanggal 7 Mei sampai 27 Mei 2023. 

MPP bertujuan sebagai puncak acara dari seluruh rangkaian kegiatan Porseni yang telah dilaksanakan dengan konsep pujian dan penyembahan melalui lagu-lagu rohani. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh PMKF yang ada di Undip maupun luar serta taruna-taruni akademi kepolisian Semarang. 

dokumentasi panitia.
dokumentasi panitia.

Rangkaian acara MPP sendiri dimulai tepat pukul 14:00 WIB diawali dengan lagu puji-pujian. Kemudian dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Ricky Moses Franklin. MPP kali ini membawa tema Reflects God’s Love yang diambil dari injil Matius 5:16. Dalam sesi penyampaian firman, Pendeta Ricky mengingatkan jemaat, “You are not everybody. Jangan jadi orang Kristen pada umumnya. Kamu adalah garam, kamu yang memengaruhi, bukan dipengaruhi.” Dan sebagai penutup, beliau juga menekankan bahwa kita harus praktik firman agar kemanapun dan dimanapun (kita berada, kita bisa) jadi berkat. Jangan jadi anak muda kristen yang biasa, tapi harus yang berdampak.

Setelah ibadah ditutup, acara dilanjutkan dengan penampilan dari berbagai fakultas yang dibuka oleh PMK FEB Undip x PMK FT Undip. Kemudian sambutan dari Pembina PMKP Undip Johannes Hutabarat, Ketua PMKP Ela Margaretha Simamora, perwakilan PMKF yaitu Ketua PMK FIB Lusita Amelia, Ketua Pelaksana Porseni dan MPP 2023 Rio Prasetyo Marpaung dan Novrial Surbakti, dan Alumni PMKP. Akhir acara MPP ditutup dengan pengumuman pemenang setiap cabang Porseni dan penampilan terbaik dari setiap fakultas. (MJ)

Club of Dome dan Perjalanannya Hingga Kini

Lukisan “An Intellectual Debate of the French Revolution” dan sebuah kutipan terpampang jelas di cover Pedoman Propaganda Club of Dome. Sumber: Pedoman Propaganda Club of Dome

(FEB 6/6) – Pertemuan di malam hari tanggal 17 Mei 2023 mengawali perjalanan Club of Dome (COD). Tanpa banyak yang mengetahui, di bawah kop BEM FEB Undip, inisiator COD mengundang ketua atau perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa) di FEB dalam rangka membahas “Dinamika Fakultas Ekonomi”. Bahasan ini pada akhirnya meluncurkan COD ke publik. Saat itu, belum tergambar ke mana COD akan berjalan. Belum niscaya pula respon ormawa-ormawa yang diundang. Satu hal yang pasti, inisiator menyatakan bahwa COD berniat memperbanyak pandangan, menyatukan pikiran, dan menguatkan kesatuan mahasiswa demi membawa perubahan bagi FEB yang lebih baik lagi.

Sesi penyaringan aspirasi kala konsolidasi pertama Club of Dome. Bertempat di Dome FEB Undip, tanggal 27 Mei 2023, pukul 15:00-18:00 WIB. (Elsa, Rasika, Teby/Edents)

23 Mei 2023, konsolidasi pertama digelar. Melalui press release dari Instagram @clubofdome, konsolidasi ini sebatas ditujukan untuk menyaring keresahan-keresahan peserta yang hadir. Tiga hari setelahnya, 27 Mei 2023, konsolidasi kedua dilangsungkan. Tidak berbeda dari yang pertama, konsolidasi kedua juga menitikberatkan pada penyaringan keresahan peserta konsol. Walau demikian, konsol kedua memberi sedikit perbedaan kondisi. Hal itu disebabkan sempat ada cekcok antar peserta yang hadir. Untung, kedua belah pihak mau menerima pendapat satu dengan lainnya, sehingga perdebatan tidak memakan lebih banyak waktu.

Situasi kala konsolidasi kedua Club of Dome. Bertempat di Dome FEB Undip, tanggal 27 Mei 2023, pukul 15:00-18:00 WIB. (Haykal dan Zhafira/Edents)

Salah satu peserta yang menyampaikan keresahan saat konsolidasi kedua COD adalah Harfa. Ia mengaku kalau koneksi internet di sekitar foodcourt FEB terbilang sulit. “Sinyalnya E. (Kalau, red) gak bawa uang kas (lalu pakai, red) QRIS, sinyal (bisa, red) terputus,” tutur Harfa. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, beberapa peserta konsol juga menyatakan kekecewaannya terhadap inisiator COD. Hal tersebut dilatarbelakangi akibat promosi COD yang masih dinilai kurang terdengar.

Setelah melewati dua konsolidasi, tiba saatnya COD membahas tindak nyata segala keresahan yang telah ditampung. Bertempat di Warung Overthinking pada 30 Mei 2023, mahasiswa FEB kembali berkumpul. Melalui konsolidasi ketiga ini, langkah-langkah mengawal isu dirancang. Namun, di saat bersamaan, mulai tampak respon yang diambil mahasiswa-mahasiswa FEB. Dari kurang lebih 4.000 orang, kurang lebih hanya 20 mahasiswa yang hadir. Begitu pun saat konsolidasi keempat pada 6 Juni 2023 yang hanya dihadiri 9 orang.Instagram @clubofdome telah menyatakan bahwa “Club of Dome adalah komunitas publik-organik bagi seluruh mahasiswa Ekonomika dan Bisnis Undip.” Namun dari fakta yang terjadi, kian sedikit peserta yang hadir dalam konsolidasi forum ini. Karenanya, muncul pertanyaan. Apakah Club of Dome memang layak diperhatikan atau mahasiswa FEB masih tutup mata akan urgensi perkara di FEB? (LD)

Tambakrejo: Satu dari Sekian Benteng Terakhir Pesisir Utara Semarang

Satu dari sekian rumah tak berhuni yang hancur akibat banjir rob di Tambakrejo. (Musa/Edents)

(Semarang 4/6) – Tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pers Mahasiswa Semarang yang berkumpul dalam Forum Komunikasi Persma Semarang melakukan liputan bersama di beberapa titik pesisir utara Semarang-Demak, pada pukul 09.00 WIB, Minggu (4/6/2023). Kurang lebih 10 LPM dari berbagai universitas dan fakultas di Kota Semarang dan Salatiga membersamai liputan tersebut. LPM Edents bersama LPM DinamikA dan LPM Misi mendapat daerah Tambakrejo sebagai titik liputan bersama.

Edentser berangkat bersama selepas briefing di sekretariat LPM Suprema Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung (Unissula) sekitar pukul 9 pagi. Sesampai di Tambakrejo, Edentser disambut bau asin khas daerah pesisir pada umumnya. Bertemu tokoh masyarakat menjadi tujuan pertama. Terdapat 2 RT paling ujung wilayah Tambakrejo, yakni RT 5 dan RT 6.

Laut Sumber Penghidupan

Laut menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat Kampung Nelayan Tambakrejo. Setiap harinya, para warga harus pergi ke laut untuk bertahan hidup. Mereka perlu berlomba-lomba menangkap ikan, sementara ikan di laut kian hari kian habis. Penghasilan yang diperoleh pun tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Penerimaan sekitar 150 ribu per hari tak cukup untuk kebutuhan ekonomi yang tinggi.

Dalam menghadapi keterbatasan penghasilan, masyarakat Kampung Nelayan Tambakrejo mengakali dengan berbagai cara, salah tiganya ialah wisata laut, pemancingan tengah laut, dan budidaya kerang hijau. Meski demikian, tetap ada warga yang beralih profesi. Contohnya ialah menjadi dosen, guru, bahkan membuka warung sendiri.

Prayitno, Ketua RT 5 RW 16 Tambakrejo saat kami wawancarai. (Hatfina/Edents)

Prayitno, Ketua RT 5 RW 16 Tambakrejo, mengungkapkan bahwa mayoritas warganya sekarang tidak lagi melaut akibat banjir rob. “Warga Tambakrejo mayoritas profesinya nelayan, sekarang sudah transisi. Tambak juga habis akibat abrasi,” ujarnya.

Fadillah, istri Ketua RT 6 RW 16 Tambakrejo, menjelaskan bahwa ia sudah bekerja selama 10 tahun menjadi petani kerang hijau. “Saya sudah 10 tahun kerja seperti ini. Setiap hari, rutin saya lakukan. Setelah kerangnya dipisah, saya jual ke pengepul di Tambaklorok”, ungkapnya.

Fadillah menambahkan, beberapa masyarakat mengembangkan budidaya kerang hijau di sepanjang wilayah pesisir RT 6 Tambakrejo. Luas tambak untuk budidaya itu mencapai lebih dari 100 hektare.

“Pada saat musim panen, produksi kerang minimal 5 ton per hari dengan harga jual Rp 5.000 per kilogram. Usaha sampingan ini, jika terus digeluti, akan mampu meningkatkan pendapatan warga di sini,” tuturnya.

Dani (45) salah satu warga RT 6 RW 16 Tambakrejo merupakan satu dari sekian warga yang masih mempertahankan profesinya sebagai nelayan. (Yasmien/Edents)

Dani (45), warga RT 6 RW 16 Tambakrejo, merupakan satu dari sekian warga yang masih mempertahankan profesinya sebagai nelayan. Edentser bertemu Dani yang sedang membersihkan alat tangkap udang di atas perahunya, selepas beliau pulang dari laut.

Laut Juga jadi Ancaman

Selain menjadi sumber penghasilan utama, laut juga menjadi ancaman utama bagi warga Tambakrejo. Banjir dan rob seringkali membuat warga khawatir terhadap tempat tinggalnya. Tidak hanya itu, tumpukan sampah yang dibawa air laut pun membuat warga kesulitan. “Waktu pasang itu sampah pada datang, tapi pas surut sampahnya ketinggalan. Kita juga sudah gak tahu gimana cara bersihinnya,” ujar bu Fadilah, pengusaha budidaya kerang hijau.

Selain menjadi sarang penyakit, tumpukan sampah juga menghambat pekerjaan para nelayan. Mesin kapal seringkali mati karena sampah. “Biasanya baru jalan beberapa meter sudah mati beberapa kali.” Keluh Bu Fadilah.

Fadillah istri Ketua RT 6 RW 16 Tambakrejo beserta keluarganya saat membersihkan kerang hijau yang baru diambil oleh penyelam dari tambak. (Qosim/Edents)

Beruntung, rob dan sampah tidak terlalu berpengaruh terhadap penghasilan pengusaha budidaya kerang hijau. Panen kerang hijau bisa mencapai 1 kwintal, bahkan saat panen raya bisa mencapai 4 kwintal. Kerang hijau setelah dipanen dan dipotong-potong akan dijual ke pengepul. Oleh pengepul, kerang dibeli dan dibawa ke pasar. Biasanya 1 kwintal kerang hijau bisa mencapai 500 ribu. Namun, nominal itu belum mencakup biaya pegawai, operasional, dan lain-lain. Sebagai pengusaha budidaya kerang, Bu Fadilah tetap mensyukuri apapun hasil yang ia dapat.

Tanggul Laut Proyek Pemkot

Banjir rob atau pasangnya air laut menuju ke daratan pesisir pantai sangatlah umum terjadi di Desa Tambakrejo. Sama seperti kota-kota pesisir lainnya, bencana ini ditengarai oleh   waktu ke waktu. 

Tentu, pemerintah tidak tinggal diam menyaksikan ancaman krisis iklim yang kian parah melanda pesisir pantai Utara Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Salah satu inisiasi pemerintah Kota adalah dibangunnya infrastruktur Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 26,95 km. Jalan tol ini tak hanya ditujukan untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai tanggul laut. Proyek infrastruktur ini menjadi jawaban pemerintah atas perkiraan kenaikan permukaan laut yang akan terus meningkat di masa yang akan datang.

Melansir dari TribunBanyumas.com, pemerintah Kota Semarang memulai pembangunan tanggul laut pada akhir tahun 2022. Tanggul laut ini akan dijadikan solusi untuk banjir rob yang terjadi. Panjang tanggul laut yang akan dibangun mencapai lebih dari 1,2 KM.

Dari kanan Pak Marzuki dan Pak Safi adalah kakak-beradik yang terdampak relokasi. Mereka tinggal di Tambakrejo sejak tahun 2000. (Hatfina/Edents)

Dalam menanggulangi banjir di wilayah Tambakrejo, beberapa proyek dilakukan pemkot Kota Semarang. Sebagai dampaknya, proyek-proyek itu membuat beberapa warga terkena dampak relokasi. Pak Marzuki dan Pak Safi adalah kakak-beradik yang terdampak relokasi. Mereka tinggal di Tambakrejo sejak tahun 2000. Pada tahun 2019, mereka harus terkena dampak relokasi. Tahun 2021, mereka diberikan hunian sementara oleh pemerintah. Marzuki menyebutkan bahwa secara kewarganegaraan, mereka sudah resmi memiliki tempat tinggal. Namun, untuk surat legalitas rumah masih belum jelas. Mereka berharap agar urusan surat rumah ini cepat selesai. 

Artikel ini merupakan hasil liputan bersama LPM se-Semarang Raya dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup

Menyongsong Hari Lingkungan, Persma Semarang Raya Lakukan Liputan Bersama

Mahasiswa dari berbagai LPM melakukan briefing sebelum dilaksanakan liputan bersama di sekretariat LPM Suprema FH Unissula, Minggu (4/6/2023). (Musa/Edents)

(Semarang 4/6) – Tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Demi merayakan momen tersebut, Pers Mahasiswa (persma) Semarang yang berkumpul dalam Forum Komunikasi Persma Semarang melakukan liputan bersama di beberapa titik pesisir Utara, Semarang-Demak, Minggu (4/6/2023) pukul 09.00 WIB.

Kurang lebih 10 LPM dari berbagai universitas dan fakultas di Kota Semarang dan sekitarnya terlibat dalam liputan tersebut. Melalui rekomendasi LPM Suprema, kawan-kawan persma Semarang sepakat membagi titik wilayah yang akan diliput. Dibentuk kelompok-kelompok kecil, berisi 2 sampai 3 LPM, untuk memberikan keberagaman angle peliputan dan memperbesar cakupan isu yang dibahas.

Sekretariat LPM Suprema tampak dari depan saat sedang dilakukannya briefing sebelum liputan bersama Minggu, (4/6/2023). Terlihat satu mahasiswa melihat selebaran yang tertempel di kaca jendela sekretariat. (Musa/Edents)

Liputan bersama memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia diramaikan oleh LPM Hayamwuruk, LPM Dinamika, LPM Dimensi, LPM Edents, LPM Scientiarum, LPM SUPREMA, LPM Invest, LPM Manunggal, LPM Missi, LKM-SA, serta LPM Gema Keadilan. Titik-titik lokasi yang tercakup dalam peliputan bersama ini meliputi Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Gayamsari, Kampung Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara, Perumahan Genuk Indah, Perumahan Gebang Anom, Desa Tambakroto, dan Desa Timbulsloko.

LPM se-kota Semarang saat foto bersama setelah diadakannya kumpul persma di kampus Universitas PGRI Semarang (Upgris), pada Kamis (1/6/2023). (Forkom)

Beberapa hari sebelumnya, pada Kamis (1/6/2023) pukul 15.00 WIB di kampus Universitas PGRI Semarang (Upgris), LPM se-Kota Semarang berkumpul dan beritikad menghidupkan kembali gerakan persma di Kota Semarang. Kegiatan liputan bersama memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada hakikatnya adalah salah satu bentuk penghidupan kembali gerakan persma di Kota Semarang yang beberapa tahun terakhir mati lesu. (AY dan MA)

Digitalisasi untuk Tumbuhkan Ekonomi Negeri

Topik presentasi Syakir yang bertajuk “Digitalisasi, Produktivitas, dan Pertumbuhan Ekonomi: Pendekatan Growth Diagnostics”, Selasa (30/05/2023). Kuliah Umum tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 4 Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip. (Michelle/Edents)

FEB (30/5) – Belum cukup mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), FEB Undip kembali berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bank Negara Indonesia untuk menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Digitalisasi”. Kuliah umum tersebut mengundang Pemimpin BNI Kantor Wilayah 05 Semarang I Gusti Nyoman Dharma Putra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra, dan Ketua Departemen IESP FEB Undip Akhmad Syakir Kurnia.

Helatan ini bertempat di Hall Lantai 4 Gedung Lab. Kewirausahaan. Dengan dimoderatori Dosen Departemen Manajemen FEB Undip Shoimatul Fitria, acara ini membahas 3 topik menarik yang saling berhubungan.

Syakir sedang memberikan pemaparan. (Michelle/Edents)

Sebagai pembicara pertama, Syakir memaparkan bahasan soal “Digitalisasi Produktivitas dan Pendekatan Ekonomi: Pendekatan Growth Statistics“. Syakir menyatakan bahwa pertumbuhan Indonesia berpotensi melambat karena masyarakatnya belum dapat menggunakan teknologi sebagai sarana meningkatkan produktivitas.

“Teknologi adalah cara. (Karenanya, red) perubahan teknologi ialah perubahan cara. Perubahan cara adalah niscaya… Namun, perubahan teknologi belum tentu jadi mesin perubah jika tidak mendorong produktivitas,” ungkap Syakir.

Menjawab tantangan yang ada dalam materi Syakir, Rahmat dan Dharma memaparkan bahasan “Peran Bank Indonesia dalam Mendukung Ekonomi Digital dan Inovasi Sistem Pembayaran di Jawa Tengah” serta “Bank sebagai Sahabat Entrepreneur dan Digital”. Melalui pemaparan itulah, Rahmat menegaskan, kurang-lebihnya sama dengan pernyataan Syakir, bahwa, “Digital itu hanya sebagai alat untuk mempercepat transaksi.”

Rahmat sedang memberikan pemaparan.

Untuk menutup pemaparan, Dharma menyatakan bahwa sebagai mahasiswa, mau tidak mau, suka tidak suka, wajib membantu pertumbuhan ekonomi, khususnya dengan digital. Tidak berbeda dari Dharma, Rahmat pun mengatakan kalau perubahan information and communication technology (ICT) mungkin membuat manusia tidak nyaman. Namun sebagai individu yang memiliki nilai, manusia senantiasa harus dapat memilah informasi yang diterima dengan benar. (LD, MJ)

Singgahi Undip, BPK Bahas Pengelolaan Keuangan dan Korupsi

FEB (29/5) – Melalui kerja sama dengan Universitas Diponegoro, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia menggelar helatan BPK Goes to Campus pada Senin, 29 Mei 2023. Acara yang digelar di Hall Lantai 4 Gedung Kewirausahaan FEB Undip ini mengusung tema “Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara dan Pemberantasan Korupsi”.

Agus Joko Pramono, Wakil Ketua BPK RI 2019 – sekarang, hadir mengisi acara. Dengan membawa materi berjudul “Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara dan Pemberantasan Tipikor: Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud dan Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Negara”, Agus menegaskan bahwa ada perbedaan antara kerugian negara dan kerugian keuangan negara. Perihal tugas BPK, organisasi ini lah yang nantinya mengaudit kedua kerugian itu.

BPK memiliki 3 strategi pemberantasan korupsi, yaitu preventif, detektif, dan represif. Ketiga strategi ini nantinya diturunkan ke dalam 4 peranan BPK, yaitu pencegahan, pendeteksian, investigasi, dan dukungan litigasi.

Untuk memperkuat teori yang disampaikan, Agus juga membahas soal kasus Asabri. Ia mengomentari bahwa masalah pencatatan keuangan di Indonesia sering berkutat pada, “Kapan kerugian negara itu diukur?”. Ia berpendapat bahwa kesalahan pencatatan tersebut dapat merugikan banyak pihak. “Seolah-olah punya aset besar tapi apel busuk,” ungkap Agus.

Selain Agus, hadir pula Dekan Pascasarjana Undip, R.B. Sularto, sebagai pembicara kedua. Sularto membawakan materi berjudul “Pemberantasan Korupsi di Indonesia”. Ia menegaskan bahwa penyebab kejahatan didasarkan pada routine activities theory yang mencakup faktor motivated offender, suitable target, dan the absence of capable guardian. (LD)

Sampaikan Keluhan Akademik, Audiensi Mahasiswa IUP Berlangsung Kondusif 

Dari kiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wakil Dekan I), Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. dan salah satu mahasiswa sebagai moderator saat kegiatan Audiensi Mahasiswa IUP FEB Undip di hall gedung C FEB Undip pada Selasa (30/05/2023) (Qosim/Edents)

FEB – Selasa, 30 Mei 2023 telah dilaksanakan “Audiensi Mahasiswa IUP FEB Undip 2023” di hall Gedung C Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro pada pukul 12.45 WIB. Acara yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa FEB Undip ini bertujuan agar aspirasi atau keresahan mahasiswa IUP FEB Undip dapat tersampaikan kepada pihak Dekanat FEB Undip. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wakil Dekan I), Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. juga turut hadir dan menjadi pembicara utama serta menjawab beberapa keresahan dan isu yang dirasakan oleh mahasiswa IUP FEB Undip.

Mahasiswa IUP mengeluhkan pelayanan International Office yang kurang optimal. Mereka mengeluhkan persiapan program luar negeri yang masih dibilang minim, terkait hal itu, Wakil Dekan I memberikan solusi yaitu nantinya akan dilakukan briefing terkait program ini pada semester 3 agar komunikasi antara kedua belah pihak tetap terjaga. Mahasiswa juga meminta agar lebih direspon saat mereka bertanya tentang kejelasan info yang dibagikan melalui brosur. Terlebih lagi, mahasiswa juga mengeluhkan tentang pemberian informasi yang terkadang diberikan secara mendadak.

Disamping itu semua, kurang optimalnya tenaga pendidik di kelas IUP juga tak luput menjadi keluhan bagi para mahasiswa IUP. Mulai dari kuantitas dosen yang masih terbilang sedikit, beberapa dosen yang kurang interaktif, sampai frekuensi penggunaan bahasa inggris di kelas yang masih kurang mengingat keunggulan kelas IUP dibandingkan kelas reguler adalah bahasa. Menanggapi hal tersebut, pak Firmansyah selaku wakil Dekan I FEB Undip mengatakan “Buat kuantitas dosen kita akan menambah beberapa dosen dari luar, saya gak mau kita dalam beberapa tahun kedepan kita kalah sama UI dan UGM, Undip harus jadi tujuan orang Indonesia.” Selain itu, Kepala program studi ekonomi Dr. Jaka Aminata, SE., MA. juga menambahkan bahwa terdapat peraturan jika mahasiswa tidak menggunakan bahasa inggris saat diskusi, maka akan dikenakan denda. (QZ)