Seminar Jurnalistik 2022 LPM Potlot: Key Concepts Of Digital Journalism

Reporter: Riska Aulia dan Maulida Fauzia

seminar-jurnalistik-2022-lpm-potlot-key-concepts-of-digital-journalism

FSM Undip (29/05) – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Potlot menyelenggarakan seminar jurnalistik dengan tema “Key Concepts of Digital Journalism” pada Minggu, 29 Mei 2022. Seminar ini menghadirkan pembicara Gina Fita Prilila. Ia merupakan salah satu alumni Universitas Diponegoro dan sekarang menjadi seorang jurnalis dan pembawa acara TvOne. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan oleh sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana Seminar Jurnalistik 2022, Hilmi Syahira, Ketua LPM Potlot, Atika Resti Rahmanda, dan Pembina LPM Potlot, Ibu Rismiyati B. Eng, M. Cs.

Digital Journalism: Perkembangan Masyarakat Menggunakan Teknologi

Menurut survey Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII), dari tahun ke tahun perkembangan teknologi di masyarakat meningkat cukup signifikan. Data terbaru pada Januari 2022 menunjukkan terdapat sebanyak 204,7 juta jiwa atau 73,7% dari total populasi Indonesia pada awal tahun 2022 yang telah memiliki akses terhadap teknologi. Selain itu, pada awal tahun 2022, sebanyak 191,4 juta orang Indonesia telah menggunakan media sosial. Menurut Kak Gita, alasan kebanyakan orang mau menggunakan media sosial ialah sebagai tools untuk mencari indormasi ataupun berbagai macam hal lainnya. “Setiap detiknya, kita bisa mendapatkan informasi ter-update,” jelas kak Gina.

Jenis Media Dan Kebijakan Redaksional

Sumber informasi dapat disajikan melalui media multiplatform yang mainstream, seperti dalam bentuk radio, koran, atau televisi, maupun media multiplatform non mainstream, seperti sosial media dan lain sebagainya. Menurut Kak Gina, walaupun televisi menjadi sumber rujukan utama, masyarakat tidak boleh mengelakan keberadaan dari media lain. “Tantangan bagi kita adalah,’ bagaimana cara mempertahankan eksistensi media mainstream di tengah arus teknologi internet dan lain sebagainya?’,” tanya kak Gina. “Kita mencoba beradaptasi dan mencoba untuk terus mendistribusikan misi jurnasilisme dengan mengambil suara-suara di media sosial yang dapat dijadikan salah satu cara untuk beradaptasi di era digital saat ini,” lanjut Kak Gina.

“Secara analoginya, seorang reporter (itu) seperti kehidupan pada rumah tangga,” ujar kak Gina. Paparan tersebut memiliki arti bahwa proses filtrasi yang terjadi pada media mainstream adalah berjenjang. Terdapat step atau langkah-langkah yang membutuhkan waktu cukup lama sebelum berita dapat disampaikan pada publik. “Kehadiran media mainstream ini adalah untuk clearing informasi dari proses validasi,” jelas kak Gina.

Tantangan Media Di Era Kiwari

Dalam pengambilan sebuah berita, salah satu yang harus diperhatikan adalah pengambilan sudut pandang. “Yang harus dikedepankan adalah independensi,” ujar Kak Gina. Independensi secara harfiah adalah tidak boleh ada keterlibatan pihak lain dalam proses produksi berita. “Tetapi sudut pandang berita itu soal subjektifitas pemikiran,” ujar Kak Gina. “Netralitas pemikiran juga terkait dengan subjektifitas pemikiran,” tambah Kak Gina.

Menurut Kak Gina, berbagai tantangan di era kini pada media baru harus diperhatikan. Kunci membangun suatu berita yang baik adalah relate atau sesuai dengan keadaan yang sebenarnya serta harus selalu mengikuti trend yang sedang berlangsung.

O-Academy LPM Opini: Mempersiapkan Karir melalui Pengembangan Diri

Reporter: Ghea dan Danny

FISIP Undip (21/5) – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Opini menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan pengembangan diri bertajuk “Pelatihan O-Academy: Dare to Plan Your Career to Improve Your Quality“ pada Sabtu, 21 Mei 2022. Pelatihan ini menghadirkan Utami Diah Kusumawati, dosen Universitas Multimedia Nusantara, dan Apri Rokhyadi, content creator. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indoesia Raya dan Mars Undip.


Pada sambutannya, Ketua Pelaksana O-Academy, Nadhilah Ishmah, berharap agar peserta dapat mempersiapkan diri terhadap dunia kerja dan pengembangan diri melalui pelatihan ini. “Dengan pelatihan ini, kami harapkan teman-teman dapat mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui peningkatan kemampuan diri, khsusunya bagi teman-teman jurnalis,” ucap Nadhilah. Selain itu, Pimpinan Umum LPM Opini, Anisa Azriana, berpesan agar pelatihan ini dapat menjadi wadah pengembangan diri bagi para peserta. “Besar harapan saya, pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai wadah pengembangan diri peserta,” terang Anisa.


Jurnalisme Data: Menjadikan Liputan Lebih Akurat


Jurnalisme data merupakan cabang ilmu jurnalistik yang berfokus untuk menghasilkan reportase dan peliputan berbasis data menggunakan komputer serta alat pembantu lainnya. Menurut Kak Utami, sapaan dari Utami Diah Kusumawati, perlu dipahami oleh setiap jurnalis agar menghasilkan produk jurnalistik yang lebih akurat dengan berbasis data. “Kita ga belajar hanya untuk mengambil talking news aja, ya. Tapi kalau kita punya datanya, jika ada narasumber yang ngomong, adik-adik bisa membuktikannya, ‘Apakah betul klaim yang disampaikan oleh narasumber?’,” ujar kak Utami. “Jadi, bukan hanya bicara kata-kata, tetapi juga menyuguhkan fakta yang berupa data kepada pembaca. Jadi, lebih bertanggung jawab sebagai jurnalis dan liputannya menjadi lebih akurat,” lanjut Kak Utami.

Jurnalisme data dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti contoh ilustrasi maupun grafik. Hal ini digunakan agar pembaca tidak merasa bosan dan letih ketika membaca liputan yang tersajikan. Selain itu, pembaca juga dapat lebih mudah memahami maksud yang hendak reporter atau penulis sampaikan. “Dengan didukung dengan grafik dan data, pembaca bisa langsung mengambil intisari (tulisan)-nya,” terang kak Utami.

Mempersiapkan Karier dan Membangun Personal Branding Bagi Mahasiswa

Tahapan mempersiapkan karier adalah tahapan yang krusial untuk bisa mendapatkan pekerjaan atau profesi impian. Kak Apri, sapaan dari Apri Rokhyadi, membagikan kiat-kiatnya untuk mempersiapkan karier kepada para peserta Pelatihan O-Academy. Menurutnya, ada empat kiat yang perlu dipahami dan diterapkan: Ask Yourself, Research, Take Action, dan Find Your Support System. Empat kiat ini akan memberikan mahasiswa pemahaman terkait passion dan skill yang mereka miliki, kualifikasi dari pekerjaan atau profesi yang diinginkan, juga kesadaran untuk melakukan pengembangan diri Kak Apri juga memberikan informasi mengenai jalur atau tahapan apa saja yang biasanya dilewati para calon pegawai di masa rekrutmen, salah satunya yaitu CV Screening. Kak Apri mendorong para mahasiswa untuk memperbanyak pengalaman dan mengasah soft maupun hard skills. “Yang dilihat dari CV itu bukan template atau seberapa bagus tampilannya, tapi konten,” tutur Kak Apri. Dalam Pelatihan O-Academy, Kak Apri menggarisbawahi tiga basic skills atau keterampilan dan kemampuan yang harus dimiliki di abad ke-21. Learning skills, literacy skills, serta life skills adalah tiga skills tersebut. Ketiga skills itu juga menjadi salah satu perhatian utama perusahaan-perusahaan ketika merekrut pegawai baru. “Intinya, kita perlu mempersiapkan diri (serta) mengetahui posisi yang kita lamar kualifikasinya itu seperti apa. Kemudian,
(selanjutnya) merefleksi diri apakah kita punya kualifikasi itu atau belum,” ujar Kak Apri.


Alumni Sekolah Bisnis Manajemen ITB ini turut berbagi informasi mengenai pembangunan citra diri melalui LinkedIn, sebuah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. Membangun citra diri melalui situs web tersebut yaitu dengan memilih kelebihan kita, tidak menonjolkan atau memperlihatkan kelemahan dengan berlebihan, serta mengomunikasikan competitive value yang kita miliki. IONS: Identify your brand, Optimize your profile, Network, dan Share adalah rumus membangun Personal Branding melalui Linkedin sehingga situs web itu dapat menjadi wadah kita untuk memberikan citra diri yang berkualitas dan membangun jejaring yang kuat.

Lima Buku Internasional Paling Rekomendasi Hanya untuk Kamu!

Reporter: Shafina Munifa Wijanarko

  1. The Paris Apartment

Rating goodreads: 3.75 / 5

Penulis : Lucy Foley

Penerbit: William Morrow

Tahun terbit: 2022

Jumlah halaman: 360

Alur cerita singkat:

Novel terlaris kelima versi New York Times ini memiliki genre misteri. Lucy Foley, sang penulis, mengisahkan Jess yang ingin memulai hidup baru di the city of love, Paris. Ia memutuskan tinggal di apartemen kakaknya, Ben. Jess merasa bahwa kehidupan baru akan menjadi sebuah awal baru untuknya. Pada suatu hari ia memutuskan mencari tahu lebih dalam terkait kehidupan Ben. Berawal dari momen itu, dunia Jess pun berubah di luar perkiraannya. 

Gambar: https://pin.it/jvU4m6T 

2. How to Do the Work: Recognize Your Patterns, Heal From Your Past And Create Yourself

Rating goodreads: 4.2 / 5 

Penulis: Dr. Nicole LePera

Penerbit: Harper Wave

Tahun terbit: 2021

Jl halaman: 320

Alur cerita singkat: 

Dalam How to Do the Work, Dr. Nicole LePera menjelaskan bagaimana komitmen pada hal-hal kecil dapat mematahkan berbagai pola hidup negatif. Metode psikologi holistik yang dipaparkan buku ini memanfaatkan kekuatan fisik, pernapasan, spiritual, dan psikologis untuk dapat mengubah hubungan kita dengan pikiran dan pengalaman masa lalu. Buku ini juga meyakinkan bahwa hal yang sering kita sebut healing merupakan proses yang dapat dijalani setiap hari melalui perubahan kebiasaan sederhana.

Gambar: https://pin.it/3S69KEU 

3. Wonder

Rating goodreads: 4.4 / 5

Penulis: R.J. Palacio

Penerbit: Alfred A. Knopf

Tahun terbit: 2012

Jl halaman: 315

Alur cerita singkat:

Novel yang ditulis oleh R.J Palacio ini mengisahkan August “Auggie” Pullman yang terlahir dengan kelainan wajah. Auggie tidak ingin apa-apa selain diterima seperti anak biasa ketika dia mulai menginjak kelas lima di Beecher Prep. Nahas, seluruh teman Auggie masih belum bisa mengabaikan wajahnya. Dalam novel ini, perspektif Auggie, kakak, dan teman-temannya menyatu, sehingga menjadi sebuah potret perjuangan penuh warna terkait empati, penerimaan, dan kasih sayang. 

Gambar: https://pin.it/1FobtSI 

4. It Ends with Us

Rating goodreads: 4.4 / 5, No. 1 paperback trade fiction ny times best selling. 

Penulis: Colleen Hoover

Penerbit: Atria Books

Tahun terbit: 2016

Jl halaman: 385

Alur cerita:

It Ends with Us merupakan novel bergenre romantis. Ceritanya berkisah tentang Lily, seorang gadis yang sangat tekun dalam usahanya. Ia berasal dari kota Maine, dan pindah ke Boston untuk memulai bisnis. Hari-hari Lily menjadi lebih indah sejak ia bertemu dengan Ryle, ahli bedah saraf. Seiring berjalannya waktu, Lily semakin kewalahan dengan sikap keras kepala dan keengganan Ryle dalam menjalin suatu hubungan. Belum selesai dengan konfliknya tersebut, cinta pertama Lily kembali. Ia adalah Atlas. Hubungan yang dibangun Lily dan Ryle pun pada akhirnya diuji. 

Gambar: https://pin.it/1g5ZBK5 


5. The Storyteller: Tales of Life and Music

Rating goodreads: 4.5 / 5

Penulis: Dave Grohl

Penerbit: Dey Street Books

Tahun terbit: 2021

Jl halaman: 376

Alur cerita:

Buku terlaris non-fiksi ke-5 versi New York Times ini menceritakan kisah masa kecil dan petualangan hidup David Grohl dari Springfield, Virginia. David dikisahkan sebagai seorang musisi muda berumur 18 tahun. Ia mengawali karir bermusiknya bersama Nirvana. Perjalanan dengan Nirvana membawanya hingga bertemu Paul McCartney dan AC/DC. Dalam buku ini, pembaca akan merasakan perjalanan hidup seorang David yang penuh makna dan ambisi.

Gambar: https://pin.it/6JDnJSu