KP BEM FEB Undip Ajak Mahasiswa Diskusi Soal Demokrasi

Dari kiri Arif Rahman, S.H., M.H.(Ketua Bawaslu Kota Semarang) sebagai pembicara 1, Romario (Kabid Sospol BEM Undip 2023) sebagai moderator, Dr. rer. pol. Alfa Farah, M.Sc. (Chair of Political Economy University of Munster) sebagai pembicara 2 di tengah acara Diskuy vol. 3 yang berlangsung Rabu (23/8/2023) di lantai 4 Hall Gedung C FEB Undip. (dokumentasi panitia)

FEB (23/8) – Isu politik yang kian santer terdengar selaras dengan semakin dekatnya helatan besar pesta demokrasi awal tahun 2024 mendatang. Mengundang pertanyaan bagaimana kondisi demokrasi terkhusus di Indonesia. Bidang Kebijakan Publik (KP) BEM FEB Undip melalui program kerja rutinnya berupa Diskusi Kuy atau disingkat Diskuy mengangkat tema dengan tajuk “Mahalnya Demokrasi di Indonesia” pada Rabu (23/8/2023) di lantai 4 hall gedung C FEB Undip. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari diskusi sebelumnya yakni Diskuy vol. 2 yang sebelumnya diselenggarakan pada Sabtu (19/8/2023) secara online di platform zoom. Adapun tema pada Diskuy vol. 2 adalah “Kupas Tuntas Kinerja Jokowi.”

Dokumentasi saat kegiatan Diskuy vol. 2 yang dilaksakana secara online melalui platform zoom pada Sabtu (19/8/2023) pulul 20.00 WIB. (dokumentasi panitia)

Diskuy 2 mengundang 2 pembicara yakni Faisal Basri (Ekonom Indonesia) dan M. Andri Perdana (Peneliti Celios). Diskusi yang dipimpin Mohammad Egi dosen Ekonomi Undip mengupas perihal isu inklusivitas, korupsi, inflasi, investasi, efisiensi APBN, dalam kerangka 2 aspek tantangan yang dihadapi presiden Jokowi diantaranya; sistem institusi, pertumbuhan ekonomi, dan APBN.

Tidak mau kalah, Diskuy 3 juga mengundang 2 pembicara yakni Arief Rahman, S.H., M.H.(Ketua Bawaslu Kota Semarang), Dr. rer. pol. Alfa Farah, M.Sc. (Chair of Political Economy University of Munster), dan Romario (Kabid Sospol BEM Undip 2023) sebagai moderator. Adapun bahasan yang ada dalam diskuy 3 seputas demokrasi dan implementasinya baik Indonesia dan negara lainnya.

Moderator ketika memimpin jalannya dikusi. (dokumentasi panitia)

Bahasan pembuka berupa bagaimana demokrasi yang sesungguhnya. Arif Rahman diberikan kesempatan lebih dulu untuk menjawab pertanyaan ini. Beliau menuturkan bahwa demokrasi sesungguhnya adalah demokrasi yang partisipatif “yang tidak hanya menggugurkan kewajiban saja. Tidak berhenti ketika berada di tempat pemungutan suara,” ujarnya. Partisipatif disini ada pada tahapan yang ada di pemilu. Kemudian dalam pandangan Alfa Farah disampaikan beberapa poin meliputi teori impossibility teorema, bahwa demokrasi tidak ideal menurut ekonomi, demokrasi akan gagal, pembuatan keputasan tidak stabil, koalisi akan break, voters itu ignorance, yakni rasional untuk tidak rasional.

Diskuy vol. 3 diikuti oleh mahasiswa umum dari berbagai fakultas di Undip. (dokumentasi panitia)

Sesuai dengan tema yang diangkat bahwa demokrasi di Indonesia mahal. Hal ini dikonfirmasi oleh Arif Rahman, beliau menjelaskan, “Sepakat, demokrasi Indonesia mahal. Dari biaya penyelenggaraan pemilu saja sudah mahal, belum lai biaya yang lainnya”

Saat sesi diskusi Shofa mahasiswa FH Undip bertanya berkenaan sistem apa yang ideal. Alfa secara gamblang menjawab, “Tidak tahu, public economy without romance. Manusia itu punya intereset group. Lalu pertanyaannya mewakili manusia yang mana?”

Shofa mahasiswa FH saat mengajukan pertanyaan kepada pembicara saat Diskuy vol. 3 berlangsung. (dokumentasi panitia)

Kegiatan masih berjalan dengan diwarnai oleh penanya dari mahasiswa lainnya. Kemudian diskuy 3 itu ditutup dengan pertanyaan optimiskah demokrasi di Indonesia bagi kedua pembicara. Arif Rahman menjawab terlebih dahulu, “Optimis, dalam artian siap menghadapi. Selaku pelaksana harus optimis, bagaiamana jadinya kalo tidak? Bawaslu sendiri memberikan target partisipasi sebesear 75%.” Menurut Alfa demokrasi di Indonesia memang mahal dan itu lebih baik ketimbang harus balik kembali kepada otoritarianisme. Beliau menambahkan soal keoptimisannya, “Saya optimis, meskipun belum terkonsolidasikan dengan baik.” (MM)

Sekilas Kisah Penutup ODM Undip 2023

Pintu masuk kegiatan ODM Undip 2023 yang bertempat di Stadion Universitas Diponegoro. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jika direka ulang, tepat pada 15 Agustus 2022, Rektor Universitas Diponegoro periode 2019 – 2024 Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH., M.Hum. memamerkan helatan penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Diponegoro yang ramah matahari. “Sorry, bro. Ngga dijemur,” canda beliau. Meski hanya sekadar gurauan, nampaknya ucapan tersebut tidak berlaku satu tahun setelahnya, yaitu pada acara penutupan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro tahun 2023.

Peserta Kepanasan, Konsumsi Terlambat Datang

Potret panitia pelaksana ODM Undip 2023 saat sedang memantau kreasi mozaik. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kegiatan ODM tahun ini memang memukau. Dipecahkannya sebuah rekor dunia untuk kreasi mozaik formasi 2D dengan peserta terbanyak tidak bisa dihiraukan. Sayang, setelah rekor terpecahkan, peserta malah harus menanggung balasan yang kurang memuaskan. Banyak peserta tidak berkesempatan mendapat tempat duduk layak, sehingga harus panas-panasan. Selain itu, kurang tepatnya perkiraan peserta yang hadir juga berujung pada kekurangan konsumsi ketika hari pelaksanaan.

Peserta yang tidak kebagian tempat duduk memutuskan menempati tribun stadion meski terik-panas matahari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Terkait ketidakcukupan kursi dan konsumsi, Yos Johan Utama mengaku malu. Beliau menyatakan terdapat kurang-lebih 2.000 mahasiswa yang, pada saat beliau menyampaikan sambutan, belum menerima konsumsi. Beliau pun meminta maaf kepada para partisipan tersebut dan mempersilahkan mereka kembali ke kediaman masing-masing bila sudah tidak nyaman. “Mas, Mba, yang berada di atas sana dan merasa tidak nyaman, silahkan keluar. Tidak apa apa. … Di hati saya, hanya ada satu nama Undip yang saya jaga di setiap langkah saya. Saya tidak ridho dengan apa yang terjadi hari ini,” terang beliau.

Ketidakselarasan Sampah Konsumsi dan Semangat ODM

Tumpukan sampah konsumsi di salah satu tempat sampah sekitar area dalam Stadion Undip. Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

Persoalan yang dihadapi panitia pelaksana soal konsumsi bukan hanya masalah keterbatasan. Penumpukan sampah juga terjadi di sekitar tempat pelaksanaan. Kurangnya himbauan bagi peserta untuk merapikan sampah konsumsi mereka serta tidak banyaknya titik-titik pemasangan trash bag maupun tempat sampah menjadi salah satu faktor pemrakarsa. Atas hal tersebut, lingkungan sekitar area menjadi tidak sedap dipandang.

(Kanan atas) Terlihat usaha beberapa panitia dan peserta untuk memisahkan sampah sesuai jenisnya dan melipat sampah agar memaksimalkan ruang pembuangan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penumpukan sampah cukup tidak selaras dengan semangat yang dibawa pada ODM tahun ini, yaitu “Bersinergi untuk Bumi Lestari”. Namun dibalik tumpukan sampah yang menggunung, tidak jarang ditemukan beberapa panitia dan peserta yang cukup peka terhadap masalah di depan mata mereka. Karenanya, terlihat beberapa panitia dan peserta bahu-membahu melipat bekas sampah konsumsi dan memisahkan antara sampah organik serta anorganik.

Antusiasme Kehadiran Bahlil-Najwa

Peserta berlarian mendekati panggung ketika Najwa Shihab akan menyampaikan pernyataan penutupnya. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Cuplikan viral di salah satu media sosial terkait bagi-bagi rezeki ala Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Indonesia 2021 – 2024, terjadi juga di helatan ODM Undip 2023. Meski terik matahari tak bisa dipungkiri, peserta kegiatan beramai-ramai mengerubungi Pak Menteri. Kecewa karena peserta yang tidak dapat dikondisikan dan kebenaran jawaban yang tidak dapat dipastikan, Bahlil kembali ke panggung serta meminta bantuan panitia dalam menyaring orang-orang terpilih. Hasilnya, dua mahasiswa baru di tingkat strata satu (S1) sukses dibiayai Bahlil, baik dari segi uang pendidikan maupun modal usaha.

Selain Bahlil, kehadiran Najwa Shihab juga menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu para peserta. Tidak tanggung, ketika Najwa berorasi dengan gaya bicaranya yang eksentrik, peserta ikut bersorak. Sama seperti Bahlil, Najwa mencoba blusukan ke tenda-tenda peserta, mengingat jauhnya jarak antara panggung utama dengan tenda. Sayang, antusiasme peserta terlalu besar. Karenanya, belum juga Najwa selesai mengelilingi ketiga sudut tenda peserta, panitia acara sudah meminta dirinya naik kembali ke panggung.

Kerubungan peserta kegiatan saat Najwa Shihab blusukan ke tenda-tenda peserta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebagai penutup materi, yang juga mendapat sorakan dari peserta kegiatan, Najwa menyampaikan, “Jika idealisme ialah kemewahan yang hanya dimiliki pemuda, akan diisi dengan apa periode kalian sebagai mahasiswa? Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan. Namun, merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan. Nikmati kehidupan kampus dengan terus mengasah. Jangan habiskan waktu dengan terus berkeluh-kesah,” seru Najwa di awal pernyataan penutupnya.

Bazar Sama Ramainya Dengan yang di Dalam

Terakhir, dari ODM tahun ini, hal menarik bukan hanya acara di dalam Stadion Undip tapi juga di luar stadion, tepatnya area food court. Para peserta yang jenuh menyebar ke berbagai stand. Sebagian besar stand yang hadir menjajakan makanan dan minuman. Meski demikian, tak jarang terdapat beberapa stand kecantikan, perawatan tubuh, dan promosi aplikasi. Stand-stand tersebut menambah kemeriahan food court karena membawa berbagai permainan untuk menghabisi kebosanan para peserta. (LD/TG)

Mozaik ODM Undip 2023 Raih Rekor Dunia

(Undip 20/08) – Kreasi mozaik sudah menjadi agenda umum yang biasa dilakukan ketika masa orientasi mahasiswa baru. Tentunya, setiap kreasi selalu memiliki keunikan tersendiri, begitu pun mozaik Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro tahun 2023. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan mozaik tahun ini juga memberikan torehan yang anti-mainstream, yaitu berhasil meraih rekor dunia dalam kategori formasi 2D dengan peserta terbanyak.

Lia Masmutiasari ketika memberikan sambutan. Sumber: Live Youtube Undip TV dan ODM Undip. (Luvita/Edents)

“The mosaics synergizing for a sustainable art in the Diponegoro Young Orientation event hold a remarkable value as a large scale environment to new students and community. I hope this event would give motivations and inspirations for all the colleague students,…I hope Indonesia, especially colleague students, can make more achievement in the world record, (Mozaik yang bersinergi untuk keberlanjutan dalam acara Orientasi Diponegoro Muda memiliki nilai luar biasa sebagai lingkungan berskala besar bagi mahasiswa baru dan sekitar. Saya berharap acara ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi untuk semua mahasiswa,… Saya berharap Indonesia, khususnya para mahasiswa, dapat membuat lebih banyak pencapaian rekor dunia),” ucap Lia Masmutiasari, Asia President of Record Holders Republic, ketika memberikan sambutannya.

Dalam kreasi mozaik tahun ini, ODM Undip menghadirkan 6 sketsa gambar berbeda. Perbedaan tersebut melahirkan sebuah kesinambungan makna, yaitu ODM tahun 2023 yang mengangkat isu persampahan. Selain itu, mozaik tersebut juga menyiratkan tujuan ODM 2023, yaitu sebagai sarana menunjukkan kesadaran mahasiswa Undip terkait permasalahan lingkungan dan pentingnya pengelolaan sampah untuk menjaga keseimbangan alam.

“Dengan tema ‘Bersinergi Demi Bumi Lestari’, bersinergi bukanlah sekadar kata-kata tetapi merupakan panggilan untuk bekerja bersama dalam upaya menjaga bumi lestari.” papar salah seorang panita yang menjelaskan filosofi mozaik ODM Undip 2023.

Potret sketsa kedua, Lawang Sewu, sebagai salah satu ikon Kota Semarang. Sumber: Live Youtube Undip TV dan ODM Undip. (Luvita/Edents)
Potret sketsa keenam, tulisan “Bersinergi Demi Bumi Lestari”, yang merupakan tema dari kreasi mozaik ODM Undip 2023. Sumber: Live Youtube Undip TV dan ODM Undip. (Luvita/Edents)

Sketsa pertama yang dibawakan dalam kreasi mozaik ODM Undip 2023 adalah lambang Universitas Diponegoro. Gambaran yang menunjukkan bahwa Undip ialah tempat bernaung bagi para Dipo Muda dalam menempuh jenjang perkuliahan. Selanjutnya, ditunjukan sketsa Lawang Sewu. Lawang Sewu dinilai sebagai ikon Kota Semarang yang menjadi ciri khas kota ATLAS itu.

Sketsa ketiga adalah logo ODM Undip. ODM menjadi wadah awal perkenalan mahasiswa baru dengan kampus Undip. Sketsa keempat ialah gambar Bumi yang diharapkan dapat terus lestari. Sketsa ini berkesinambungan dengan sketsa kelima yang menunjukkan ciri-ciri Bumi lestari, yaitu terjaganya alam sebagai paru-paru Bumi. Terakhir, sketsa keenam, menunjukkan tulisan “Bersinergi Demi Bumi Lestari” sebagai penegasan tema kreasi mozaik ODM tahun ini. (LD/TG)

ODM FESTIVAL FEB UNDIP 2023 Sukses Menyambut Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru berkumpul di depan panggung ODM yang terletak di depan gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis pada Minggu (19/08/2023). (Rasika/Edents)

(FEB UNDIP) – Rangkaian acara ODM FEB UNDIP 2023 resmi berakhir. Berawal dari PKKMB ODM FEB UNDIP yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 Agustus 2023, lalu dilanjutkan dengan PENDIKAR pada tanggal 16 dan 18 Agustus 2023, dan diakhiri ODM FESTIVAL pada tanggal 19 Agustus. Rangkaian ODM FEB UNDIP bertujuan agar mahasiswa baru dapat mengenal UNDIP dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan kehidupan yang ada di kampus, mereka juga diajarkan bagaimana cara mengisi Isian Rencana Studi (IRS).

ODM Festival menjadi rangkaian acara terakhir pada ODM FEB UNDIP 2023. ODM Festival ini diadakan untuk menyambut para mahasiswa baru sekaligus menutup rangkaian ODM FEB UNDIP 2023. Berbeda dengan hari sebelumnya, mahasiswa baru disajikan dengan kegiatan-kegiatan yang bisa membuat mereka bergembira  setelah rangkaian-rangkaian yang padat. Kegiatan yan dimaksud antara lain seperti mozaik, games yang seru, penampilan mahakarya dari mahasiswa FEB UNDIP. 

Mahasiswa baru juga dikenalkan dengan ormawa-ormawa di FEB UNDIP. Mereka aktif bertanya di tenda-tenda yang disediakan oleh panitia untuk diisi oleh para ormawa. Seluruh ormawa juga melakukan parade di atas panggung mahakarya agar semua mahasiswa baru dapat mengenal ormawa yang ada di FEB UNDIP. Brigata Economia Partizan (BEP) selaku kelompok suporter FEB UNDIP menutup hari dengan bernyanyi bersama para mahasiswa baru.

Mahasiswa baru memiliki antusias tinggi dalam acara ini. Banyak dari mereka memiliki kesan yang baik pada ODM FEST 2023. “Pada saat ODM FEST mereka sangat gembira, terlihat saat kita memberi QnA kesan pesan mereka sangat gembira dan sangat berkesan di hati mereka karena penyambutan yang luar biasa.” Ujar Alvito selaku ketua ODM FEB UNDIP 2023.

Penulis : Qosim 

Reporter : Rasika

Mahasiswa Baru Antusias Ikuti PENDIKAR FEB 2023

Foto bersama para mahasiswa baru dan observer, kabing, dan wakabing di ruang EB. 308 perkuliahan di Fakultas Ekonomika Bisnis pada (18/08/2023). (Teby/Edents)

(FEB UNDIP) – Mahasiswa baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis tahun 2023 mengikuti kegiatan PENDIKAR 2023 pada 16 dan 18 Agustus 2023. PENDIKAR atau yang bisa kita sebut pendidikan karakter merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru Universitas Diponegoro. PENDIKAR bertujuan agar mahasiswa baru FEB UNDIP dapat mewujudkan karakter baik yang sesuai dengan indikator UNDIP COMPLETE. Mahasiswa baru dituntut untuk menjadi mahasiswa yang komunikatif, professional, memiliki jiwa entrepreneur, memiliki kemampuan dalam memimpin, berpikir kritis, dan menjadi educator yg baik.

PENDIKAR FEB dilaksanakan di ruang kelas dengan pembagian kelompok yang terdiri dari mahasiswa baru yang berbeda jurusan. Acara PENDIKAR FEB 2023 diisi materi oleh para dosen FEB UNDIP. Tidak hanya duduk manis mendengarkan materi, mahasiswa baru juga mengikuti sesi diskusi dan games yang membuat teman-teman mahasiswa baru menjadi lebih aktif  dalam kegiatan ini.

Tahun ini mahasiswa baru memiliki antusias yang tinggi saat PENDIKAR FEB 2023. Terbukti saat sesi diskusi mereka saling bertukar pendapat dan mempresentasikan hasil diskusinya dengan percaya diri. Hal ini disebabkan karena tidak ada rasa canggung antar anggota kelompok ketika akan mengutarakan pendapatnya ketika berdiskusi. Teman-teman observer yang mendampingi para mahasiswa baru juga mengaku diskusi dan games pada saat acara dapat membuat kesan tersendiri untuk para peserta.

Mahasiswa baru yang sedang mengalami transisi dari siswa ke mahasiswa tentu harus mempunyai karakter yang dapat menjadi pedoman di dunia perkuliahan. Setelah dilaksanakannya PENDIKAR, mahasiswa baru diharapkan sudah mempunyai bekal untuk menjalani dunia perkuliahan.

Penulis : Qosim