Orasi Terbuka sebagai Uji Publik terhadap Calon Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa Undip 2021

Reporter: Dwi Novi

Undip (26/12) – Telah berlangsung acara Orasi Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM) yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Diponegoro (Undip) 2020. Acara yang sedianya dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB ini sempat diundur dan baru dimulai pukul 21.00 WIB. Acara ini bertujuan untuk melakukan uji kelayakan, kepatutan, dan uji publik terhadap Calon MWA UM Undip 2021. Dalam acara ini turut hadir Badan Pemilih (Banlih) dan mahasiswa undip dari berbagai fakultas.

Orasi terbuka dibagi menjadi dua segmen. Pertama, pemaparan orasi selama 10 menit dan kedua, orasi serta tanya jawab dengan audience yang hadir. Ayu Rizky Amelia dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Angkatan 2017 sebagai calon MWA UM Undip 2021 mengawali segmen dengan memaparkan kajiannya yang berjudul “Optimalisasi Pengawalan Aspirasi Mahasiswa dalam Pembentukan Kebijakan Universitas untuk Mendukung Terwujudnya Good University Governance”.

Di awal pemaparannya, ia menyampaikan mengenai status Undip yang sudah menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN BH) sejak tahun 2015 dan pada tahun 2016 MWA hadir sebagai pelengkap dari wewenang PTN BH tersebut. Kehadiran BK MWA dan Majelis Wali Amanat mencegah terjadi fraud atau kecurangan. Kini terhitung sudah 5 tahun MWA hadir di Undip. Ia juga mengatakan bahwa memasuki tahun 2021, banyak hal yang harus diperbaiki dari evaluasi-evaluasi di tahun sebelumnya.

Memasuki sesi tanya jawab, dibuka 3 termin dengan masing-masing 3 penanya pada setiap terminnya. Pada termin pertama, terdapat 3 pertanyaan yang diajukan kepada Ayu. Salah satunya dari Albert Jehoshua yang bertanya mengenai referensi perbandingan kebijakan PTN BH di luar negeri mengingat konsep PTN BH ini sudah dipakai di berbagai negara. Ia juga menanyakan mengenai arti governance menurut Ayu serta bagaimana Ayu bisa punya solusi dan ide tentang academic governance, business governance dan corporate governance yang merupakan 3 unsur utama konsep PTN BH.

Kemudian Ayu menjawab bahwa ia belum menemukan referensi kebijakan dari manapun. Dirinya menganggap bahwa mungkin ada yang bisa dijadikan sebagai acuan namun setiap organ akan memiliki ciri khasnya masing-masing. “Jadi untuk saat ini sepertinya Undip butuhnya adalah perbaikan dan penelitian serta pengembangan dari apa yang sudah dilakui sebelumnya, bukan tentang pengembangan dengan acuan dari luar,” ujarnya.

Mengenai good university corporate governance, ia mengatakan bahwa suatu lembaga itu harus sesuai dengan prinsip good governance. Menanggapi tentang 3 unsur utama PTN BH, ia menyebutkan bahwa di undip sendiri terdapat 10 prinsip yang tertuang di statutanya. Menurutnya lebih ke perbaikan koordinasinya terlebih dahulu. Di ranah mahasiswa perlu diketahui MWA ranahnya di sisi bagian mana dan aspirasi yang masuk sebaiknya di bagian mana. Di Undip, MWA UM berada di forum tertingginya atau forum keputusan yang isinya bukan lagi tentang pengusulan kebijakan tetapi pemeriksaan apakah kebijakan itu sesuai atau tidak. Jadi, usulannya adalah melalui program kerja yang telah ia tulis yaitu menghimpun hasil audiensi setiap fakultas yang kemudian akan dibawa oleh dekan untuk diusulkan kepada rektorat dan diputuskan bersama di organ Undip.

Pada termin kedua, ada pertanyaan dari Ulia Fatmawati. Ia bertanya mengenai bagaimana perannya ketika tahun depan diadakan pergantian anggota MWA dan bagaimana pendapatnya ketika diskusi dalam forum anggota MWA Undip agar nantinya anggota MWA Undip itu tidak disusupi dengan kepentingan politik, serta metode apa atau jalan keluar yang akan Ayu lakukan ketika nanti ada hasil diskusi dari Unsur Mahasiswa yang tidak disepakati di forum MWA.

Ayu menjawab bahwa perlu diperiksa lagi apakah ada 10 unsur dalam PTN BH karena 10 unsur tersebut merupakan unsur yang memiliki kepentingan dari kebijakan Undip itu sendiri. MWA merupakan forum untuk mengesahkan kebijakan maka wajar ketika ada kepentigan-kepentingan dari setiap unsur yang berusaha dimasukkan di dalam forum tersebut. Adalah hal yang wajar jika ada kepentingan yang dimasukkan dalam keputusan kebijakan tinggal dilihat kembali apakah kepentingan tersebut baik untuk bersama atau hanya untuk golongannya saja.

Mengenai pertanyaan kedua, ia menyebutkan bahwa dirinya masih memegang prinsip dari MWA UM sebelumnya yang mengatakan bahwa ketika kajian itu tidak kuat maka tidak bisa lolos ketika diujikan di forum MWA maka harus dilihat kembali apakah hasil diskusi mahasiswa tersebut punya landasan untuk disetujui dalam forum MWA tersebut.

Di termin terakhir, salah satu pertanyaan muncul dari Muhammad Abdullah Anas Al-masyhudi. Pertanyaan seputar bagaimana ketika nanti BK MWA dipegang oleh Ayu untuk pengawalan terkait rencana strategis (renstra) dan indikator kinerja umum PTN. Ia juga menanyakan mengenai bergaining position yang dimiliki Ayu ketika nantinya di dalam forum MWA.

Ayu menjawab bahwa dengan keberjalanan renstra di tahun selanjutnya itu lebih ke progrmanya mengejar partisipasi mahasiswa. Ia tertarik dengan program MWA UM Universitas Indonesia yang mengatakan apa saja indikator yang dinilai PTN BH kemudian dibuka masukan aspirasi dari mahasiswa terkait indikator tersebut dan tertarik untuk mengusulkan hal itu.

Lalu tentang bergaining position, ia mengaku telah bersilaturahmi dengan MWA UM sebelumnya dan juga membahas terkait hal ini. Menurutnya, kedua MWA UM tersebut mengatakan bahwa ketika kajiannya kuat, literasinya kuat, itu bisa diterima dan sejauh ini ia masih memang prinsip bagaimana caranya agar kajian tersebut bisa kuat dan diterima di forum MWA, tentunya dengan melakukan riset dan penelitian sebelum mengajukan kajian dan juga himpunan audiensi dari ranah fakultas maupun universitas yang diajukan melalui birokrasinya masing-masing.

Acara ditutup penyampaian closing statement dari Ayu. “Saya di sini berdiri bukan karena pengin hal-hal apa ya yang mungkin secara sederhananya menganggap aspirasi dari banyaknya mahasiswa Undip yang lebih dari ribuan mahasisawa ini bisa terwakilkan oleh satu unsur mahasiswa. Jadi, izinkan saya untuk berproses untuk sama-sama kita kawal kebijakan-kebijakan di Undip bukan hanya untuk kegiatan mahasiswanya, tetapi untuk perbaikan-perbaikan Undip di masa mendatang. Mungkin ini kata-kata yang klasik, tetapi memang benar adanya. Alangkah baiknya adalah ketika kita yang ada di ruang tersebut membawa nama baik Undip bukan Undip yang membuat nama kita baik. Mari kita kawal bersama aspirasi di Universitas Diponegoro melalui ranahnya masing-masing” ucapnya.

Mengenal Paslon Tunggal Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021 melalui Orasi Terbuka

Reporter: Fitri dan Indah

Undip (26/12) – Telah dilaksanakan Orasi Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) 2021 pada pukul 13.00 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara ini bertujuan untuk membuat seluruh mahasiswa Undip lebih kenal dan kritis terhadap pasangan yang mencalonkan diri menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021. Orasi ini bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa Undip dari berbagai fakultas.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip oleh seluruh peserta yang hadir, lalu terdapat sambutan oleh Muhammad Izzy selaku Ketua Panitia Orasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan waktu orasi. Waktu yang diberikan dalam orasi ini terbagi menjadi lima tahap, yaitu penyampaian visi dan misi GDO, sesi panelis yang mengkritisi dari apa yang disampaikan pasangan calon, sesi tanya jawab dari panelis, sesi tanya jawab dari para audience, serta closing statement dari pasangan calon.

Proses orasi dipimpin langsung oleh Beny Rifqi Yafi Hibatullah selaku moderator. Panelis dalam acara ini yaitu Razin Hilmy Baihaqi yang merupakan Ketua BEM Undip 2020 serta Paulus Reinhard Maruli Siagian dari Ketua BEM Fakultas Hukum 2020.

Penyampaian Visi, Misi, dan Program Unggulan Daus-Chory

Untuk visi dan misi disampaikan oleh pasangan calon dengan cukup singkat. Dimulai dari Thufail Addausi yang menyampaikan visi mereka. Terwujudnya BEM Undip 2021 sebagai Arunika Karya untuk Undip dan Indonesia, ujar Daus. Kemudian dilanjutkan oleh wakil pasangan, yakni Chory, untuk menyampaikan enam misi yang diusung oleh pasangan calon.

Chory memyampaikan, “Pertama yaitu memperkuat pergerakan melalui diskusi dan pengawalan isu, baik internal maupun eksternal kampus. Lalu, mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat dalam bentuk pengabdian demi menunjang kebermanfaatan. Ketiga, mewujudkan citra lembaga yang atraktif terhadap stakeholder melalui optimalisasi media yang intelektual dan faktual serta penguatan relasi kerja BEM Undip. Kemudian, membangun internal organisasi yang harmonis dan totalitas dengan penuh kebanggaan bagi pengurus BEM Undip. Selanjutnya, mengoptimalkan BEM Undip sebagai rumah aspirasi pelayanan serta pengembangan mahasiswa yang inovatif, konstruktif, dan progresif. Dan terakhir, mengoptimalkan iklim prestatif dalam pengembangan potensi mahasiswa baik tingkat nasional dan internasional.” Kemudian paslon ini juga menyampaikan program unggulan yang akan diusung oleh mereka ke depannya, yaitu Forum SDGs, SDGs On Air, dan Mas Mbak Universitas Diponegoro.

Panelis Nilai Sebagian Misi Hanyalah Naratif Bukan Langkah Konkrit

Setelah pemaparan GDO dari pasangan calon tersebut, dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh moderator. Tanya jawab kali ini terbagi menjadi dua, yakni tanya jawab dengan para panelis dan tanya jawab dengan audience. Pasangan calon hanya diberikan waktu dua menit untuk menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh panelis, sedangkan panelis mendapatkan waktu kurang lebih selama lima belas menit pada sesi pertama dan dua puluh menit pada sesi kedua. Panelis juga diberikan hak untuk menyanggah kembali jawaban yang disampaikan oleh calon ataupun dapat mengajukan pertanyaan baru kepada calon selama waktu belum berakhir.

Diawali oleh Hilmy sebagai panelis pertama, pertanyaannya terkait bagaimana tanggapan pasangan calon terhadap isu yang terjadi di Undip baik internal maupun eksternal, serta bagaimana penyelesaian isu yang disampaikan. Kemudian Hilmy juga menanggapi misi nomor dua, sebagaimana langkah konkrit menjadikan BEM sebagai rumah aspirasi dan manakah yang akan menjadi prioritas dalam penanganan isu. Pertanyaan ketiga, terkait apa yang akan dilakukan calon ketika advokasi gagal dilakukan. Kemudian pertanyaan datang dari Paulus, perihal cara menampung dan menyaring aspirasi mahasiswa Undip yang sedemikian banyaknya, serta fakultas mana yang perlu diutamakan berdasarkan kondisi saat ini. Terakhir, terkait formulasi apa yang akan dibuat agar adanya diskusi dalam misi keempat tersebut dapat menunjang aksi nyata dan bisa terealisasi secara efektif di Undip.

Beberapa kali para panelis baik Hilmy atau Paulus menekankan agar jawaban yang diberikan paslon singkat namun berupa langkah konkrit bukan secara general. Mereka meminta antara calon ketua dan wakil ketua dalam menjawab pertanyaan keduanya bergantian bukan salah satu yang dominan. Sesi pertama tanya jawab dengan panelis telah selesai dan dilanjutkan sesi kedua. Berbeda dengan sesi pertama yang lebih mengkritisi visi dan misi GDO paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021, pada sesi kedua ini pertanyaan lebih fokus ke sub-tema dari GDO berkaitan dengan kesejahteraan mahasiswa, kaderisasi, dan inklusi di lingkup Undip.

Kekecewaan Audience Saat Sesi Tanya Jawab Ditutup

Antusiasme terlihat dari banyaknya audience yang raise hand, guna mendapatkan kesempatan bertanya kepada calon tunggal tersebut. Dapat dirangkum, pertanyaan yang diajukan seputar alasan mengangkat Arunika Karya sebagai nama kabinet, padahal Arunika sendiri pernah diusung oleh KM ITB. Selain itu, aspek VUCA pada program unggulan paslon, apa strategi paslon agar gerakan mahasiswa Undip lebih aktif terlebih mengenai aksi. Kemudian, penyikapan terhadap UKT mahasiswa akhir dan transparasinya, analisis yang digunakan dalam membuat GDO, serta urgensi proker unggulan.

Beberapa audience menyatakan kekecewaannya ketika sesi tanya jawab ditutup oleh moderator, keluhannya antara lain waktu terlalu singkat yang diberikan kepada setiap audience, beberapa pertanyaan yang tidak dapat diakomodir, dan jawaban dari paslon yang dianggap kurang memuaskan. Mereka menyampaikan keluh kesah tersebut melalui room chat meeting, karena selama orasi berlangsung seluruh audience di-mute oleh panitia kecuali yang diizinkan moderator.

Di penghujung acara, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan closing statement selama tiga menit. “BEM Undip bukanlah sebuah badan yang dijalankan oleh satu dua orang atau seratus dua ratus orang saja, tetapi semua mahasiswa Undip. Dan saya juga menambahkan bahwa GDO hanyalah sebuah GDO, saya tak luput dari kesalahan dalam penyusunanya. Mohon maaf apabila kurang menjawab dan kurang memberikan penjelasan kepada seluruh mahasiswa,” pungkas Daus.

Sosialisasi Juknis Pemungutan Suara Berbasis Elektronik Pemira FEB Undip

Reporter: Fitri, Erva, dan Susan

FEB Undip (21/12) – Telah dilaksanakan Sosialisasi E-Vote Juknis yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip pada pukul 19.00 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan bagaimana teknis pelaksanaan dan tata cara pemungutan suara Pemira FEB Undip. Sebagaimana sosialisasi tersebut bersifat terbuka untuk umum.

Acara dibuka oleh Andreas Billyarta Harsanico selaku ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Pemira FEB Undip. Sosialisasi e-vote kali ini mengalami beberapa kendala tidak hanya mengenai waktu pelaksanaannya mengalami kemunduran namun juga hal lainnya terkait PERMA yang masih menjadi perdebatan, sehingga menyebabkan waktu tidak berjalan secara efisien. Setelah menemukan titik temu terkait permasalahan tersebut, sosialisasi akhirnya dapat dilanjutkan kembali yang mana dipimpin oleh Sela Laviarisa.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemira FEB Undip

Terkait teknis pelaksanaannya, pemungutan suara akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2020 mulai pukul 09.00-17.00 WIB di rumah masing-masing. Kemudian yang mendapatkan hak sebagai calon pemilih yakni mahasiswa FEB angkatan tahun 2017 sampai dengan angkatan 2020, namun apabila calon pemilih tidak terdaftar di DPT dapat melaporkan dengan mengisi dan melampirkan berkas sesuai ketentuan antara lain Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan bukti status aktif sebagai mahasiswa. Selanjutnya Panlih Pemira memilki hak untuk membuka dan menutup situs berdasarkan waktu yang telas disepakati. Tidak hanya itu, para calon pemilih dihimbau untuk menaati tahapan dan mekanisme pemungutan suara, dan jika terjadi ketidakjelasan dapat meminta keterangan langsung kepada Panlih. Serta calon pemilih dapat mengisi Google Form apabila terdapat pengaduan dengan melampirkan bukti berupa screenshoot hal yang diingin diadukan kepada Panlih.

Perubahan Mekanisme E-Vote

Electronic voting atau e-vote dapat diartikan sebagai salah satu metode pemungutan suara dan perhitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Terdapat perbedaan terkait pelaksanaan e-vote di petunjuk teknis yang sempat disosialisasikan sebelumnya. Pada petunjuk teknis sebelumnya, e-vote Pemira FEB Undip akan dilakukan melalui dengan registrasi di website sso.undip.ac.id dan vote dilakukan laman siap undip. Namun saat ini terjadi perubahan, dimana pemungutan suara melalui website di laman pemirafebundip.id. Kemudian calon pemilih akan melalui tahapan registrasi melalui Microsoft Forms dengan melengkapi data meliputi nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), angkatan, swafoto dan KTM. Setelah tahap registrasi selesai, pemilih akan mendapatkan notifikasi berupa username dan password secara otomatis. Selanjutnya pemilih menuju ke laman pemirafebundip.id, pada laman tersebut pemilih harus memasukkan username dan password untuk melakukan vote suara. Ketika ingin memilih, pemilih cukup dengan meng-klik tombol vote dibawah foto calon yang ingin dipilih dan langkah terakhir pemilih dapat mensubmitnya.

Perhitungan Suara Pemira FEB Undip 2020

Penghitungan suara akan dilakukan setelah pemungutan suara dilakukan dan akan dilakukan penghitungan suara via Ms. Teams setelah validasi data dilakukan. Penghitungan suara juga dimulai pada pukul 17.00 WIB sampai dengan selesai. Nantinya penghitungan suara akan dihadiri saksi dari masing masing calon. Toleransi keterlambatan saksi adalah 5 menit setelah penghitungan suara dimulai. Dalam hal penghitungan suara tak dihadiri satu atau lebih saksi calon, maka proses penghitungan suara tetap dijalankan dan hasilnya tetap dinyatakan sah. Pergantian saksi untuk masing-masing calon hanya diperkenankan melakukan dua kali pergantian. Penghitungan suara hanya dapat dilakukan pada saat situasi yang kondusif. Penghitungan suara juga dapat diberhentikan dan dilanjutkan kembali sesuai dengan kesepakatan panitia dan saksi yang telah terdaftar pada berita acara. Penghitungan suara dapat dilakukan kembali apabila keseluruhan saksi telah lengkap. Hasil pemira dapat dianggap sah apabila jumlah pemilih tidak kurang dari 25% dari total jumlah DPT. Peraih suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang PEMIRA FEB UNDIP 2020. Apabila perolehan suara sama besar akan dikembalikan ke forum sesuai dengan Peraturan Senat Mahasiswa FEB Universitas Diponegoro No.3 tahun 2020 Tentang Pemilihan Tingkat Fakultas Mahasiswa 2020.

Dua Paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Beradu Gagasan dalam Mimbar Bebas

Reporter: Aji dan Fitri

Paslon Nomor Urut Satu (Safriko-Fika)
Paslon Nomor Urut Dua (Sochib-Rio)

FEB Undip (19/12) – Telah dilaksanakannya acara Mimbar Bebas pada pukul 20.00-23.59 melalui platform Zoom serta live streaming pada platform Youtube. Acara ini bertujuan mengenalkan lebih jauh calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) FEB Undip. Mimbar bebas ini dihadiri oleh 100 peserta yang tergabung pada Zoom.

Mimbar bebas diawali dengan sambutan oleh ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Pemira yakni Andreas Billyarta Harsanico. Selanjutnya dilakukan pemaparan Grand Design Organisasi (GDO) oleh masing masih Pasangan Calon (Paslon) nomor urut satu Safriko Desna Putra dan Fikannisa Deaputri dan Paslon nomor urut dua Mochamad Sochib Maulana dan Muhammad Bilal Haryoseno.

Paslon nomor urut satu mengusung visi yakni terwujudnya BEM FEB Undip 2021 sebagai jentera penggerak dalam menggapai cita untuk FEB, Undip, dan Indonesia dengan misinya yakni Garda Cita, Guna Cita, Graha Cita, Ira Cita, dan Karya Cita. Selanjutnya untuk Paslon nomor urut dua mengusung visi yakni serentak BEM FEB Undip untuk mewujudkan rasi cita kebaikan dalam merespon perkembangan zaman untuk FEB Undip dan Indonesia serta dengan misinya yakni serentak sinergi, serentak karya dan prestasi, dan serentak pelayanan dan aspirasi.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip

Setelah pemaparan GDO dari masing-masing paslon, acara selanjutnya ialah sesi tanya jawab dengan para panelis, baik dari ketua BEM, Senat Mahasiswa, maupun ketua Himpunan tiap-tiap Program Studi. Pertanyaan pertama diajukan oleh Adli Mustaghfirin tentang apa yang akan diberikan oleh kedua kadidat jika terpilih menjadi ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip kepada mahasiswa, sehingga menjadi jaminan kepengurusan BEM 2021 lebih baik daripada BEM 2020, serta bentuk sinergisitas seperti apa yang akan diwujudkan antar ormawa. Berikutnya, pertanyaan dari Even Benanda perihal definisi organisasi itu sendiri, langkah konkrit terhadap fungsi BEM, cara memahami semua bidang di BEM dengan latar belakang yang berbeda-beda dari setiap setiap calon, birokrasi, rencana strategi fakultas, dan prioritas kedepannya. Selanjutnya ada Hizkia Efraldo, yang menanyakan langkah mereka untuk menyelaraskan budaya masing-masing di Himpunan Mahasiswa FEB, penjaringan aspirasi mahasiswa selama pandemi Covid-19 berlangsung, serta manakah yang lebih penting antara aspirasi mahasiswa dan tujuan BEM.

Selain dari tiga panelis sebelumnya, pertanyaan selanjutnya datang dari Haqi Nazali, tentang bagaimana mewujudkan kolaborasi dilingkup ormawa, pembaruan terkait riset ekonomi, serta cara membangkitkan antusiasme dari mahasiswa terhadap progam kerja (proker) yang mereka usung. Kemudian, Yusuf Sufyan menanyakan persoalan perbedaan struktur kepengurusan kepada calon nomor urut satu, adakah proker inovasi untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa FEB selama daring, penyesuaian rencana strategi kepada calon nomor urut dua, lalu kapan dies natalis FEB Undip. Panelis terakhir yaitu Ekky Fahriza Zendra, bertanya terkait strategi BEM dalam mengakomodir pelaksanaan International Exposure dan program Kampus Merdeka. Kemudian tidak hanya dari para panelis, terdapat pertanyaan tambahan dari beberapa audience . Diantaranya, seputar bagaimana mereka mengatasi kelesuan para ormawa dalam menggaet anggota baru, tempat-tempat yang dapat digunakan para mahasiswa FEB untuk diskusi maupun santai, selain itu juga menanggapi isi GDO dari kedua calon.

Debat Terbuka, Ajang Pertukaran Gagasan Kedua Paslon

Dalam pelaksanaan debat untuk kedua pasangan calon, masing-masing diberikan waktu satu menit untuk berdiskusi, tiga menit untuk menjawab pertanyaan, serta nantinya penanya diberikan kesempatan untuk menanggapi. Diawali dengan pertanyaan dari pasangan nomor urut satu perihal peranan BEM 2021 secara komperhensif, seberapa penting BEM FEB dalam mengawal isu-isu kampus dan siapa yang bertanggung jawab. Jika tadi pasangan calon nomor satu yang memberikan pertanyaan, sekarang pasangan nomor urut dua-lah yang akan menjadi penanya. Pertanyaan yang diajukan ialah tanggapan Paslon nomor dua berkenaan dengan solusi kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan optimalisasi lomba Pekan Karya Ilmiah (PKM) tahun ini, serta bagaimana pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Rangkaian acara satu per satu telah terlaksana, hingga akhirnya sampai dipenghujung acara yakni penyampaian closing statement dari kedua calon. “BEM bukan hanya milik satu dua orang saja, BEM bukan hanya milik sekelompok orang saja, tapi seluruh pihak di FEB Undip. Apapun hasilnya insyaallah Safriko-Fika tetap bisa memberikan aksi nyata ataupun berkontribusi,” ujar Safriko. Beralih ke calon nomor urut dua, Sochib juga memberikan closing statement, “Perlu diingat temen-temen semua, bahwa Pemira ini bukan tentang Sochib-Rio dan bukan tentang Safriko-Fika, tapi tentang fakultas kita tercinta Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro,” ucapnya.

2 Hari Jelang Pemira, Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi Adakan Mimbar Bebas

Reporter: Alam, Erva, dan Novi

FEB (19/12) – Menjelang pemilihan ketua himpunan yang baru, Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) telah melaksanakan Mimbar Bebas Suksesi 2020 sebagai salah satu sarana untuk mengenal para kandidat Calon Ketua KMA. Berbeda dengan tahun sebelumnya, mimbar bebas kali ini dilaksanakan secara daring melalui platfrom Zoom. Acara ini menjadi wadah untuk menyampaian visi dan misi serta program kerja yang akan diusung oleh kedua Calon Ketua Umum KMA, yaitu Sakaweda Senajati dan Yohanes Adji Prakosa. Suksesi 2020 yang bertemakan Choose The Right Leader, Empower The Future sekaligus menjadi closing dari kepengurusan KMA periode 2019/2020.

Mimbar Bebas Suksesi 2020 dihadiri oleh Agung Juliarto, selaku Kepala Program Studi Akuntansi, keempat panelis yaitu Avi Adimas (Wakil Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip), Even Benanda (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FEB Undip), Hizkia Efraldo Saragih (Ketua KMA periode 2019/2020), dan Ferrel Aristo Putro (Sekretaris Umum KMA) serta mahasiswa akuntansi dari angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020. Acara terbagi dalam beberapa segmen, yaitu pemaparan Grand Design Organization (GDO), tanya jawab panelis, tanya jawab dengan perwakilan masing-masing angkatan, sesi debat, pertanyaan undian, penilaian antar calon, dan ditutup dengan final statement dari masing-masing calon.

Sebelum pemaparan GDO, acara diawali dengan sambutan ketua suksesi 2020, Ketua KMA Periode 2018/2019 dan Kepala Program Studi Akuntansi. Dalam sambutannya, Agung Juliarto mengungkapkan kebanggaannya kepada mahasiswa akuntansi, khususnya KMA dan berharap bahwa ketua yang terpilih adalah yang terbaik dan mampu untuk saling berkolaborasi dengan baik.

Pemaparan GDO dimulai dengan calon Ketua KMA nomor urut satu, yaitu Sakaweda Senajati. Sena, sapaan akrabnya, mempunyai visi “Menjadikan HMDA sebagai organisasi yang bersinergi positif bagi mahasiswa atau mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.” Sedangkan calon Ketua KMA nomor urut dua, Yohanes Adji Prakosa, mempunyai visi “Menjadikan Akuntansi sebagai jurusan yang unggul dalam hal kekeluargaan, prestasi dan kompetensi, serta sinergitas yang baik antara angkatan-angkatan yang ada”.

Setelah memaparkan GDO, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab panelis. Salah satu pertanyaan panelis pertama, Avi, adalah terkait perubahan besar yang ingin dibawa oleh masing-masing kandidat. Sena menjawab ia ingin lebih meningkatkan rasa kekeluargaan dan mematahkan stigma-stigma negatif seperti adanya angkatan ganjil genap dan mahasiswa apatis dengan melakukan pendekatan-pendekatan. Sementara Adji menginginkan internal KMA yang akrab dan memiliki rasa kekeluargaan, sehingga mampu menularkan kepada masing-masing angkatan, ormawa, bahkan sampai lingkup FEB.

Memasuki segmen selanjutnya, tiap calon akan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perwakilan masing-masing angkatan. Terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh kedua calon. Salah satu pertanyaan diberikan oleh Muthahary Hayyurahman, perwakilan angkatan 2017. Ia memberikan pertanyaan mengenai bagaimana nantinya kedua kandidat membuat KMA merasa dimiliki oleh seluruh masyarakat akuntansi.

Adji mengatakan bahwa caranya yaitu dengan KMA merangkul dan melayani dengan baik seluruh masyarakat akuntansi. “Jika masyarakat Akuntansi sudah merasa terangkul dan terayomi oleh KMA, seluruh anggota masyarakat Akuntansi itu bisa memiliki rasa terhadap KMA itu sendiri dan juga dengan medengarkan aspirasi dan juga saran dan kritik dan mendengarkan apa yang sebenarnya yang dibutuhkan mereka itu bisa menjadi cara biar masyarakat Akuntansi dan juga mahasiswa Akuntansi itu bisa memiliki rasa di KMA,” ucapnya. Sementara itu, jawaban dari Sena ialah dengan cara memberikan pendekatkan diri KMA ke seluruh anggota Akuntansi, dengan cara merangkul dan memberikan pelayanan di mana mereka dapat memberikan suatu aspirasi dan kritik.

Pada segmen debat, terdapat dua topik pembahasan yaitu mengenai penurunan antusiasme anggota KMA terhadap proker yang ada dan mengenai apa yang akan mereka lakukan apabila salah satu keluarga akuntansi yang terlibat suatu masalah dengan pihak eksternal dan pihak eksternal tersebut meminta pertanggungjawaban kepada KMA. Kedua calon saling melempar tanggapan dan sanggahan pada sesi ini.

Pada segmen kelima, kedua kandidat diberi pertanyaan acak dari operator dan dibacakan oleh moderator. Pertanyaan- pertanyaan yang diberikan ini sebagian besar seputar kinerja KMA. Masing-masing kandidat diberi dua pertanyaan secara bergantian. Pertanyaannya diantaranya yaitu model kerja apa yang akan dibawa dalam kondisi perkuliahan yang sistemnya belum jelas ini, bagaimana tanggung jawab bila program kerja yang dirancang tidak terlaksakan dan cara meningkatkan kepercayaan dari masyarakat Akuntansi, apa yang dibutuhkan oleh KMA saat ini dan bagaimana cara mewujudkannya, serta pertanyaan yang terakhir yaitu mana yang akan didahulukan bila internal dan program kerja mengalami masalah bersamaan.

Pada segmen keenam, masing-masing calon mengungkapkan kelebihan dari lawannya yang tidak dia miliki. Sena menyampaikan bahwa Adji merupakan orang yang selalu ada 24 jam, mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar, sangat adaptif dan mau mendengar pendapat orang lain, serta tahu betul mengenai asas kekeluargaan dan proses jalannya. Sementara Adji mengatakan bahwa kelebihan Sena ialah tahu betul bagaimana melayani Akuntansi secara benar dan penuh, serta paham bagaimana arti pelayanan itu sendiri. Ia juga menyampaikan bahwa Sena adalah tipe pendengar yang baik, mau mengikutsertakan orang lain dalam keputusan-keputusan yang dia buat.

Acara ditutup dengan penyamapian final statement dari masing masing calon serta kesimpulan yang disampaikan oleh moderator. “Siapaun yang kalian percaya menjadi Ketua Umum KMA selanjutnya adalah pilihan yang terbaik bagi kalian,” ucap Sena. Ia berharap dalam pemilihan kali ini tidak berdasarkan ajakan orang lain, melainkan dari diri sendiri. “Jadi kalau memang visi misi ini kalian anggap adalah visi misi yang terbaik, pilihlah kandidat ini karena pilihan terbaik ada di diri kalian sendiri, jangan lupa lakukan demokrasi yang baik,” lanjutnya. Sementara kandidat kedua, Adji, juga berpesan untuk berpikir kritis dan skeptis demi masa depan Akuntansi.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Dua, Muhammad Najmi Maulana

Reporter: Rijal dan Sulis

Muhammad Najmi Maulana, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Dua

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan ?

Dibutuhkan himpunan yang aspiratif dan menjadi himpunan mahasiswa yang proaktif kepada mahasiswa untuk menunjang kebutuhan maupun aspirasi dari mahasiswa yang nantinya bisa kita tampung dengan baik karena di kondisi seperti ini banyak kebutuhan dari pihak birokrasi kampus belum disediakan dengan baik. Maka dari itu melewati himpunan sebagai Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen Undip kita bisa membantu teman-teman Manajemen, khususnya untuk bisa lebih aspiratif dan juga proaktif dalam melayani teman-teman Departemen Manajemen FEB Undip.

Jadi, aku pengen membuat himpunan yang lebih aspiratif dan proaktif untuk mahasiswa Departemen Undip. Ditambah lagi selama 2016-2020 ini kita di Manajemen 4 tahun udah punya jurusan IUP tapi setelah 4 tahun berjalan ini kebutuhan dari teman-teman mahasiswa IUP belum bisa terfasilitasi dengan baik oleh himpunan maupun pihak kampus juga. Maka dari itupun latar belakang aku untuk bisa membantu dan memfasilitasi dan memberikan sarana kepada teman-teman dari Manajemen IUP mengenai hak yang mereka harus dapatkan itu apa aja sih yang ternyata belum bisa difasilitasi oleh pihak kampus dengan baik dan juga belum difasilitasi dengan baik oleh pihak Himpunan Departemen Manajemen itu sendiri.

Apa visi dan misi yang Anda yang anda miliki?

Dengan visi mewujudkan himpunan mahasiswa yang aspiratif dan proaktif menuju mahasiswa manajemen yang progresif, jadi ini bermakna kita yang telah aku disebutkan di awal juga mengenai latar belakang kenapa ingin maju. Aku melihat di kondisi seperti ini himpunan mahasiswa atau lembaga legislatif yang ada di kampus itu memang sudah sifatnya mereka kan organisasi yang menaungi berbagai macam kebutuhan mahasiswa yang bisa mengadvokasi memikirkan mengenai kesejahteraan mahasiswa. Maka dari itu, di kondisi seperti ini pula banyak hal-hal yang bertansformasi dari sebelumnya kita yang contoh kita melaksanakan kuliah dari offline menjadi online, terus kita berkegiatan organisasi juga sebelumnya melakukan kegiatan secara offline menjadi online juga.

Apapun yang berkaitan dengan akademik khususnya maupun non akademik itu kan sebagai sarana dan juga wadah bagi teman-teman mahasiswa untuk mengembangkan dirinya. Maka dari itu, himpunan pun juga harus bisa memberikan wadah untuk pengembangan dari teman-teman mahasiswa Manajemen melalui aspirasi-aspirasi yang mereka sampaikan. Kemudian dari proaktif itu sendiri kita sebagai himpunan dan juga fungsioner yang ada nanti di MSA pun bisa proaktif. Ini bermakna kita itu dituntut harus inisiatif tapi bukan hanya sekadar inisiatif tanpa gerakan tanpa gebrakan, tapi kita juga inisiatif dan memberikan suatu implementasi yang nyata. Dan kemudian tanpa menyalahkan keadaan seperti ini, kitapun harus selalu bisa proaktif kepada teman-teman mahasiswa Manajemen.

Kita selaku himpunan dan bagaimana cara aku bisa mencapai visi yang aku ingin tersebut, aku punya 5 misi untuk mencapainya. Pertama, membuat iklim dan mutu kerja fungsionaris yang professional dan berasas kekeluargaan. Namanya organisasi kan kita harus bisa bekerja sama secara profesional. Kemudian tidak melulu mengenai profesionalisme yang harus dikedepankan, tapi kita jugapun harus membuat iklim kekeluargaan yang mana agar kinerja kita nantinya pun dan performa kerja kita nanti bisa lebih nge-flow karena terciptanya harmonisasi dari asas kekeluargaan itu.

Kedua, optimalisasi peran dan fungsi MSA yang sebagai instrumen mahasiswa manajemen yang aspiratif dan proaktif dalam pelayanan. Ketiga, menjalin kerjasama dan sinergis serta harmonis dengan internal organisasi di MSA antar kemahasiswaan yang ada di FEB dan luar FEB atau se-Undip dan juga alumni-alumni Manajemen dan juga civitas akademika Manajemen. Keempat, memfasilitasi pengembangan mahasiswa Manajemen dalam bidang akademik dan non akademik untuk berinovasi dengan program kerja yang tersedia.

Kelima, menciptakan media informasi yang berkualitas dan informatif dalam transformasi digital organisasi karena perkembangan jaman yang ada saat ini kita harus dituntut bisa mengoptimalkan media sosial atau dari elektronik media, sehingga penyampaian informasi lebih akurat dan lebih terukur dan juga kita sebagai mahasiswa juga sudah menggunakan media sosial dan elektronik. Dari misi tersebut kita bisa menyampaikan informasi yang informatif dan juga berkualitas sehingga salah satu outputnya bisa meningkatkan tingkat literasi dari teman-teman mahasiswa Manajemen itu sendiri.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Untuk menggaet teman-teman mahasiswa Manajemen memakai metode atau strategi circle to circle, bisa dibilang aku orangnya friendly jadi ke berbagai macam orang join-join aja. Jadi, salah satu metode yang aku pakai bisa dekat dan menciptakan harmonisasi yang baik ke teman-teman Manajemen. Strategi kedua dengan media sosial aku sendiri so far ketika orasi terus kampanye di Instagram dan lain-lain. Aku juga menyebarkan informasi tersebut dan memperkenalkan diriku melalui media sosial dari Instagram dan juga Line dan dari situ pun nanti disebar ke grup-grup angkatan maupun grup per circle yang ada. Ke arah pendekatan yang lebih mengayomi.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Ada empat highlight di sini yang akan jadi prokerku di tahun depan.

  • Manajemen sharing time, adalah suatu wadah atau platform untuk teman-teman Manajemen khususnya dari teman-teman Departemen Manajemen untuk bisa memberikan dan sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi dari teman-teman kepada kita selaku himpunan, dan juga apapun yang bisa kita bantu dan fasilitasi, dan juga jika berhubungan dengan pihak kampus, pihak birokrasi. Kita melalui wadah tersebut kita pun bisa menyampaikan kepada pihak-pihak yang terkait yang memiliki wewenang, yang sebenenarnya manajemen sharing time ini agenda yang sudah dilakukan secara rutin untuk sharing dengan teman-teman pengurus angkatan maupun dari komting masing-masing angkatan. Tapi aku melihat itu kalo cuma mewadahi aspirasi dari teman-teman pengurus angkatan maupun dari komting masing-masing angkatan itu kita kurang bisa menjaring aspirasi yang lebih luas. Maka dari itu, aku pengen manajemen sharing time ini atau MST ini scope dilebihluaskan lagi kita menjaring aspirasi dari teman-teman dari seluruh departemen manajemen untuk aspirasinya melalui MST.
  • IUP info. IUP info ini berisi tentang informasi- informasi yang berkaitan dengan kebutuhan dari teman-teman mahasiswa IUP, begitu mulai dari single degree, double degree, short course dll.
  • Bincang asik. Bincang asik ini jadi melihat kondisi sedang seperti ini mungkin kalo bincang asik ini arahnya bisa akan ke jadi podcast atau bisa melalui platform yang lain yakni nanti di dalam bincang asik ini terdapat segmen-segmen, terkait misal kita membicarakan mengenai informasi beasiswa kan memang setiap dari kemarin-kemarin setiap periode pun kita juga selalu memberikan informasi mengenai informasi beasiswa, lomba, terus informasi magang dan kerja dan lain-lain. Nah dengan itu kita nanti tidak hanya MSA dalam arti tidak hanya menyebarkan info informasi terkait itu, tetapi kita juga memberikan sebuah talkshow atau sharing session atau tips and trick mengenai hal-hal tersebut. Contoh misal sharing session atau tips and trick mengenai beasiswa, terus tips and trick fresh graduate dalam mendapat kerja, misal itu mengenai info kerja. Terus bisa juga info bincang-bincang asik mengenai perlombaan dan bagaimana sih pengalaman dari teman-teman atau kakak-kakak yang udah pernah ikut lomba itu gimana aja, cara-cara nya gimana aja. Terus bisa juga kita lanjut mengakomodir atau memberdayakan dari alumni-alumni kita. Alumni-alumni Manajemen yang sukses dalam karir maupun sukses dalam berwirausaha untuk bisa memberikan membagi pengalaman dalam kegiatan bincang yang asik ini gitu. Jadi pengembangannya bincang asik ini bisa macem-macem sih yang sesuai disebutkan tadi, mulai dari info beasiswa, info magang dan kerja, terus mengenai wirausaha dan lain-lain.
  • Komunitas lomba. Jadi, nanti kita membuat sesuatu platform khusus mengenai perlombaan-perlombaan yang bisa diikuti oleh teman-teman Manajamen, salah satunya business plan, business case, terus esai dan lain-lain. Kemudian di komunitas lomba ini yang juga diselenggarakan seperti pelatihan-pelatihan.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Kalau proker mungkin sudah aku sebutkan ya yang empat tadi. Kalau menurut aku, empat proker yang sudah aku sebutkan juga untuk merespons transformasi yang harus kita lakukan di kondisi yang seperti ini dan juga untuk tetap meng-keep dan menjaga iklim kompetitif dan prestatif dari teman-teman mahasiswa Manajemen. Kalau dari sisi personality mungkin yang bisa diunggulkan dari aku ini, kalau dibanding dengan Fakhri mungkin ya, hal ini juga sudah kita sebutkan berdua di live Instagram MSA waktu kampanye kemarin. Kalau aku sendiri itu merupakan orang yang lebih gampang berbaur, lebih friendly, orang yang santai, orang yang tidak grasak-grusuk. Dengan hal itu, aku bukan orang yang serius banget dalam arti bukan orang yang kaku gitu. Lalu dari situ aku juga orang yang mungkin bisa dibilang lebih peka dengan keadaan. Maka dari itu, dengan aku yang orangnya peka terhadap keadaan makanya aku membuat program kerja yang dirasa memang benar-benar dibutuhkan oleh teman-teman mahasiswa Manajemen ditambah lagi yang dibutuhkan juga dalam kondisi seperti ini.

Kenapa mahasiswa manajemen harus memilih Anda?

Pertama, seperti yang sudah aku sebutkan, aku orang yang peka dengan keadaan. Jadi, dengan keadaan seperti ini kita pun juga merasa hambatan-hambatan yang kita hadapi di kondisi seperti ini. Maka dari itu, dengan sifatku yang seperti itu, aku akan berusaha membuat MSA lebih menjadi organisasi atau himpunan yang peka dengan keadaan. Outputnya nanti adalah bisa memberikan pelayanan-pelayanan yang baik kepada para mahasiswa Manajemen di dalam kondisi seperti ini maupun di dalam kondisi apa pun, sehingga kita juga bisa memberikan kebiasaan yang esensial dan juga produktif untuk teman-teman (mahasiswa Manajemen). Lalu balik lagi, aku pun juga orang yang friendly dan easy going lah bisa dibilang. Bisa sama siapa saja, ngobrol ayo-ayo saja, santai saja. Maka dari itu, aku juga ingin membuat MSA ini sebagai himpunan yang benar-benar friendly ke teman-teman Manajemen semua. Kita bisa sama-sama saling merangkul. Kita tidak ada stigma-stigma mengenai eksklusif atau yang lain, mengenai MSA ataupun organisasi lain. Maka dari itu, dari pembawaanku yang seperti ini aku mau membuat MSA memberikan pelayanan yang baik juga kepada teman-teman mahasiswa Manajemen dengan ke-friendly-an kita.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Tentunya harapanku buat suksesi, kita semua bisa menyelesaikan pemilihan chairman MSA tahun ini dengan baik, yang mana di hari ini pun masih berlangsung masa kampanye bagi masing- masing calon. Nanti hari terakhir kampanye itu di hari Jumat dan pemilihan tanggal 21 Desember, harapanku semoga nanti di akhir pemilihan suara sampai terpilihnya hasil, dari pemungutan suara sampai selesai bisa terlaksana dengan baik semuanya. Dan yang terakhir, tentunya bisa mendapatkan chairman MSA 2021 yang amanah dan terbaik buat mahasiswa Departemen Manajemen.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan/atau pemira tahun ini?

Pesanku pada teman-teman Manajemen semuanya, pemilihan suara ini bukan hanya tentang hak kita melainkan juga tanggung jawab kita ke dalam demokrasi. Maka dari itu, gunakan hak suara kalian yang mana masing-masing orang memiliki satu hak suara. Gunakan hak suara kalian sebaik-baiknya, sehingga kita mahasiswa Departemen Manajemen ini bisa mendapatkan pemimpin di himpunan yang baik dan bisa memberikan suatu hal yang baik pula ke teman-teman Manajemen maupun Departemen Manajemen. Dengan aku sendiri, Muhammad Najmi Maulana sebagi calon chairman MSA 2021, aku mohon dukungannya kepada teman-teman semua untuk bisa menyelesaikan kontestasi ini dengan baik. Tentu harapannya di tahun depan nanti kita bisa sama-sama membawa MSA, Departemen Manajemen FEB Undip yang selalu lebih baik.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu, Fakhri Ilham Mahendra

Reporter: Yusak Yanto

Fakhri Ilham Mahendra, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Latar belakangnya mencalon menjadi ketua chairman MSA dari awal pengin bener-bener bisa membawa perubahan di lingkungan FEB minimal bisa kasih perubahan di Manajemen. Dari awal juga sudah aktif dalam berorganisasi sehingga bisa ngembangin MSA yang lebih baik lagi ketika sudah mempunyai pengalaman berorganisasi.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visinya bagaimana mewujudkan MSA sebagai himpunan yang aspiratif, interaktif, sinergis dan intelektualitas bagi seluruh elemen Manajemen untuk bisa bersinergi dalam menciptakan organisasi yang kolaboratif dan kontributif. Untuk misinya ada lima yaitu yang pertama mengoptimalisasikan tata kelola organisasi secara interaktif apresiatif dan sinergis. Kedua, dimana MSA bisa menciptakan iklim kinerja yang berprofesional dengan aspek kekeluargaan . Ketiga, meningkatkan media aspirasi untuk melayani masyarakat dan mahasiswa di lingkungan departemen manajemen secara solutif. Keempat, berkontribusi dalam pengembangan mahasiswa manajemen sesuai minat bakat akademik dan karakter melalui program kerja yang produktif dan prestatif. Kelima, memperkuat kolektifitas dengan meningkatkan kolaborasi dan solidaritas antar himpunan maupun seluruh mahasiswa Departemen Manajemen.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Untuk menggaet suara mahasiswa aku harus bisa memposisikan diri sebagai selayaknya mahasiswa Manajemen, sehingga mengetahui keresahan-keresahan apa yang dibutuhkan. Jadi, aku udah terjun ke angkatan 2020, 2019, 2018 dan 2017 untuk menanyakan keresahan apa yang dimiliki oleh mereka sehingga dari keresahan tersebut aku cari solusi dan memamsukan ke tujuanku di program kerja MSA di tahun 2021, jadi untuk mengangkat salah satu nilai aspiratif.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Untuk peruabahan yang akan dibawakan yang pertama di teknis strukturnya yaitu aku lebih ispiratif dan mengembangkan intelektualitas dari mahasiswa Manajemen. Kemudian akan menekankan Divisi Student Development akan diperbaharui menjadi Academic Division  dan diberi juga sub divisi dengan deadline yang jelas yaitu sub Divisi Research and Education dimana MSA bener-bener bisa menaungi pengembangan dalam bidang akademik mahasiswa Manajemen. Di sub divisi yang kedua yaitu kesma di perbaharui menjadi Student Walfare itu benar-benar menaungi mahasiswa Manajemen untuk memabantu mereka dalam kesejahteraan mahasiswa seperti banding UKT, penaungan PKM, kemudian juga akan ada perubahan di bidang PR (public relation) dan peraturan di MSA akan dipertegas salah satunya penggunaan SP dikeluarkan saat dibutuhkan. Itulah salah satunya nanti yang saya perbaharui.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Keunggulan yang saya miliki dari pandangan aku sendiri aku lebih matang dan lebih siap dalam hal teknis pelaksanaan atau persiapan MSA ini selama satu tahun ke depan karena apa yang aku bawa grand design yang kemarin. Di situ benar-benar menyiapkan teknis karena aku enggak mau bersifat idealis tetapi juga harus bersifat realistis.

Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?

Pertama, di sini saya sebagai calon chairman MSA dan sekaligus sebagai warga Manajemen, saya mengerti keresahan-keresahan dan apa-apa saja yang dibutuhkan oleh mahasiswa Manajemen yang belum terealisasi di tahun-tahun sebelumnya. Diikuti dengan tujuan awal saya untuk bisa mengabdi dan berkontribusi besar terhadap departemen maupun fakultas, melalui keresahan-keresahan yang ada, saya siap untuk mewujudkan perubahan dalam upaya pelayanan MSA kepada seluruh civitas Manajemen secara nyata. Dengan begitu, MSA ke depannya akan bersifat lebih aspiratif dan lebih terbuka kepada seluruh warga Manajemen baik mahasiswa maupun stakeholder lainnya terkait perkembangan dan isu-isu yang sedang terjadi di dalam lingkup departemen, sehingga dengan transparansi seperti ini MSA dapat memperkuat tali harmonisasi di lingkungan Departemen Manajemen.

Melalui upaya upaya tersebut, tujuan akhir saya yaitu MSA bisa berkontribusi penuh terhadap departemen untuk mewujudkan sumber daya mahasiswa yang unggul, serta diikuti hubungan yang harmonis dan kekeluargaan yang kuat antara fungsionaris MSA terhadap seluruh civitas Departemen Manajemen.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan keberlangsungan suksesi di tahun ini aku harap bisa berjalan lancar sampai perhitungan suara besok dan aku berharap juga kepada warga manajemen untuk bisa menggunakan hak pilihnya. Karena di tahun sebelumnya masih sangat belum maksimal yang ikut serta dalam suksesi dan juga minimal 75% dari 4 angkatan yang aktif sudah ikut serta untuk memilih di acara suksesi nanti.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dana tau pemira ini?

Yang ingin disampaikan ke warga manajemen, untuk seluruh civitas Manajemen angkatan 2020, 2019, 2018, 2017, mungkin untuk memilih dan gunakan hak pilih dan jangan memilih karena oh aku kenal  orang ini, oh pernah bantuin aku, itu bisa diminimalisir karena di sini aku pengin warga Manajemen benar-benar memilih atas gagasan apa yang dibahas calon-calon chairman MSA itu dan jangan termakan oleh kampanye yang lebih menarik/lebih ramai kemudian jangan sampai tidak memilih atau golput.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan IESP Nomor Urut Satu, Immanuel Hugo Setiawan

Reporter: Indah dan Putri

Immanuel Hugo Setiawan, Calon Ketua Himpunan IESP Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Latar belakangnya bisa aku ambil dari dua sisi. Yang pertama, bergerak dari apa yang aku alami selama menjadi mahasiswa IESP. Yang aku rasakan, HMD IESP bukan merupakan suatu organisasi yang begitu terpandang dan kurang membawa efek dan pamor yang besar untuk anak-anak IESP sendiri. Dibandingkan dengan hubungan himpunan mahasiswa lain dengan jurusannya sendiri di lingkungan FEB, HMD ini aku rasa himpunan yang paling jauh hubungan keeratannya dengan mahasiswa IESP . Dari itu, aku berusaha mikir apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ini. Keresahan garis besarnya,  HMD ini belum bisa menjadi mitra yang terbaik bagi anak IESP dan mahasiswa IESP tidak bangga punya HMD IESP.  Jadi, dari situ keresahanku bangkit dan aku  ingin mencoba untuk menjadi ketua agar aku dengan segala keresahan dan dibarengi dengan segala kemampuanku ini bisa mengubah HMD IESP menjadi lebih baik.

Yang kedua dari diriku sendiri. Karena selama sekolah aku sama sekali tidak tertarik berorganisasi dan hanya tertarik pada akademik, maka semenjak kuliah aku mengubah persepsi itu dengan mencoba aktif berorganisasi karena pada dasarnya aku menyukai ilmu sosial. Selama di HMD, aku merasa mempunyai perkembangan diri dan bermanfaat bagi orang lain karena dipilih untuk menjadi koordinator di berbagai proker HMD. Dari situlah, yang membuatku berani mencoba untuk menjadi ketua himpunan dimana aku bisa bermanfaat bagi banyak orang serta lebih mengembangkan diri sendiri.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi yaitu memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa IESP demi mewujudkan lingkungan perkuliahan yang suportif dan membangun.

Misi yaitu pertama, menghilangkan stigma eksklusivitas HMD dengan menjadi mitra terdekat mahasiswa IESP. Kedua, meningkatkan iklim diskusi dan prestasi. Ketiga, mewujudkan ketertarikan dan keikutsertaan mahasiswa IESP dalam proses kaderisasi. Keempat, menjadi penghubung terandalkan antara mahasiswa IESP dan pihak kampus. Kelima, menerapkan karakter professional berkekeluargaan dalam menjalankan kerja yang berkelanjutan. Keenam, membangun hubungan baik dengan ormawa lain dan masyarakat.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Yang aku lakukan yaitu aku berkampanye di Instagram dan OA Line. Jadi, di dua platform itu aku memperkenalkan siapa diriku, arti dari nama kabinet “Persaudaraan Ismaya” yang aku usung ini, dan “Apa Kata Mereka” yang menunjukkan  orang yang aku temui sepanjang perjalananku berorganisasi ini mengenalku sebagai pribadi yang bagaimana dan mengapa perjalanan tersebut sangat berarti bagi diriku sehingga membuatku cocok untuk menjadi ketua himpunan. Selain itu, aku juga sudah berbicara kepada mahasiswa IESP di tiap angkatan yang aku anggap vokal tentang bagaimana HMD IESP ini harus dijalankan agar bisa lebih baik lagi. Dari situ aku berusaha untuk mencari kepercayaan dari mereka dengan memasukkan saran-saran mereka dalam program-program kerja yang akan aku jalankan selama 1 tahun kepengurusan nanti jika aku terpilih.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

  • Eksklusivitas di sini itu stigma yang dimiliki cukup banyak orang. Jujur aku ngelihat banyak orang masih kurang responsif sama kegiatan di HMD dan banyak yang merasa kalau kegiatan kita masih bisa diperbaiki. Tapi mereka jarang yang mau ngomong secara langsung, misal melalui form aspirasi yang kita adain tiap 100 hari. Itu yang ngisi dikit banget dan kebanyakan juga lewat lobbying orang-orang tertentu. Bukannya aku enggak ingin lobbying itu terjadi, tapi hal ini nandain kalau yang peduli sama HMD itu hanya orang-orang yang deket sama pengurus HMD, mereka yang menganggap suaranya enggak kedengeran. Ini aku anggep sebagai stigma eksklusivitas. Sama coba deh liat sekre, yang harusnya semua mahasiswa IESP bisa pake. Nyatanya cuma anak HMD sama temen deketnya doang yang pakai. Ini harus diubah dan perubahan ini mewajibkan adanya keguyuban antar angkatan, antar circle pertemanan, yang aku harap aku bisa bangun sedikit demi sedikit. Eksklusivitas mungkin kata yang agak keras dan mungkin dalam opini orang lain aku akan salah gunain. Tapi itu nunjukin keseriusanku untuk ngubah HMD dari intinya, dan harapannya bisa punya multiplier effect yang bagus.
  • Akademik, isu normal yang sering dibawa. Budaya kajian di IESP masih kalah sama UI sama UGM, ini rahasia umum. Tapi kenapa? Banyak temen-temen bilang ke aku kalau budaya ini agak ditanemin dari maba. Pas pertama kali kita masuk, kita sering dengar kata-kata “IESP pilihan kedua, IESP itu lulusnya susah”. Justru kata-kata ini yang bakal ngebuat anak-anak IESP ngejalanin kuliahnya di IESP dengan semangat yang setengah-setengah. First impressions are important! Kita harus kasih wajah yang lebih bagus ke IESP dan aku yakin dari dosen-dosen pun pasti akan mendukung hal tersebut. Kita pingin mahasiswa IESP, baik mereka yang orientasinya akademis atau yang lebih santai, buat tertarik sama IESP dan ikut dalam diskusi dan bisa ngasih perspektif ekonomi ke isu-isu sosial yang ada, serta kita juga pingin supaya mahasiswa IESP bisa lebih berprestasi.
  • Kaderisasi. Kalau boleh jujur ini salah satu misi yang lebih berasal dari keresahanku individu sih. Tapi nyata, soalnya kita liat aja, tahun ini aku lawan kosong. Bukannya ada yang salah dari kaderisasi di dalam HMD. Dan di luar HMD, aku juga ingin proses kaderisasi tetap jalan. Bukan di tingkat dasar aja, kalau misalnya kita bisa ningkatin partisipasi di tingkat madya ya aku ingin  siap men-support.
  • Hubungan dengan pihak kampus, ini simple sih lebih ke hubungan baik dengan dosen aja dan ngasih info perkuliahan yang baik buat mahasiswa IESP. Tapi di sini aku juga ingin nekenin kalau aku juga ingin kita bantu dosen dengan apa yang mereka inginkan di IESP. Pak Syakir terutama sebagai dospem mesti punya banyak harapan, Bu Hasta pun juga sempet ngasih saran. Harapannya kegiatan yang kita lakuin bisa bantu pekerjaan mereka. Metode kerja internal pengurus, ada banyak yang ingin aku ubah. Kalau ngasih contoh mungkin dari badan pengendali internal fungsi pengawasannya ditingkatin.
  • Hubungan luar HMD penting pastinya. HMD itu engga nyerminin dirinya aja, tapi mahasiswa IESP secara keseluruhan. Aku ingin HMD punya hubungan yang baik dengan ormawa-ormawa di FEB, ormawa luar FEB, hingga masyarakat. Aku ingin segala kemitraan yang kita lakukan dapat ngasih benefit bagi baik internal kita maupun mahasiswa IESP, itu sih yang lebih utama. Misalnya ngadain kolab diskusi santai, kolab penelitian, dsb. Itu juga bakal buat HMD IESP lebih terpandang sih, dan pandanganku sih tertuju ke Kanopi HM IE-nya UGM sama UI yang cukup dihormati di universitasnya masing-masing.

Kenapa mahasiswa IESP harus memilih Anda?

Tahun kemarin sudah ada kotak kosong, terus tahun ini lawannya kotak kosong lagi. Kalau aku denger dari mahasiswa IESP lainnya, misal udah kotak kosong selama dua tahun berturut-turut termasuk tahun ini, berarti ada yang salah dengan kaderisasinya. Sudah pasti ada kesalahan dengan keadaan internalnya. Kalau mereka milih kotak kosong yang enggak ada visi misinya, HMD IESP akan dibawa ke arah mana ke depannya. Maka dari itu, diharapkan mahasiswa IESP memilih aku, karena aku sendiri sudah memberikan visi misi yang sudah tergambarkan secara jelas apa yang ingin aku usahakan ke depannya.

Tapi aku enggak maksa mahasiswa IESP untuk milih aku karena lawanku kotak kosong. Pada akhirnya kalau mereka kurang suka sama yang aku bawa, mereka bisa milih kotak kosong. Namun, aku yakin perasaan untuk ingin ngubah HMD sampai ke akarnya merupakan sentimen banyak mahasiswa IESP dan aku secara eksplisit pingin ngubah banyak hal juga. Menurutku itu selling point utamaku

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Aku berharap sebesar-besarnya seluruh mahasiswa IESP dari segala angkatan yang masih menjadi mahasiswa aktif IESP untuk ikut serta secara aktif ikut suksesi ini. Aku harap masih ada dan terus menjaga antusiasme dari mahasiswa IESP meski lagi pandemi dan juga lawannya kotak kosong lagi seperti tahun kemarin. Semoga ke depannya kandidat yang terpilih akan memberikan solusi dan penjelasan yang persuasif untuk mengubah keadaan HMD jadi lebih baik lagi.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa IESP sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan/atau himpunan dan/atau pemira ini?

Aku ingin banget temen-temen IESP semakin lebih respect terhadap HMD. Seperti yang aku bilang tadi kalau tahun ini lawannya kotak kosong lagi. Entah ke depannya temen-temen akan milih aku atau kotak kosong, aku berharap temen-temen mau menggunakan hak pilihnya secara bijaksana. Karena hak pilih ini akan menentukan ke depannya IESP menjadi lebih baik lagi. Lebih memahami visi misi yang ada dari segala kandidat di pemilihan yang ada. Meskipun kalian orang yang hanya fokus kuliah atau mempunyai fokus lain, namun kalian akan tetap memperoleh informasi perkuliahan dari himpunan sebagai jembatan informasi. Jadi, jika kalian ingin yang terbaik bisa dipikirkan lebih matang saat memilih.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua, Yohanes Adji Prakosa

Reporter: Alam, Susan, dan Nisa Alisva

Yohanes Adji Prakosa, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Latar belakang mencalonkan diri lebih ke karena banyak yang percaya ke aku. Jadi, proses seleksi dua besar ini berasal dari internal pengurus. Pada awalnya ada tujuh besar yang kemudian tujuh besar itu dipilih oleh pengurus. Nah, kebetulan banyak yang percaya sama aku dan itu yang menjadi latar belakang aku untuk maju ke dua besar.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visiku menjadikan Akuntansi sebagai jurusan yang unggul dalam hal kekeluargaan, prestasi dan kompetensi, serta sinergitas yang baik antara angkatan-angkatan yang ada. Nah, misiku untuk mewujudkan visi tersebut yaitu yang pertama mengayomi, melayani, dan menghimpun seluruh masyarakat Akuntansi. Kedua, bekerja sama dan berkoordinasi baik dengan departemen, dosen, alumni, dan pihak eksternal yang ada di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ketiga, berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan yang diadakan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis guna keberlangsungan dan kemajuan Akuntansi itu sendiri. Keempat, berinovasi dan mengembangkan seluruh bidang guna memajukan organisasi dan mahasiswa Akuntansi. Kelima, mewadahi dan mendukung secara penuh aspek akademik dan non-akademik agar tercipta iklim yang prestatif.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Yang pertama pasti dengan kampanye-kampanye. Kampanye tersebut ada class to class dari suksesi itu sendiri, angkatan, mimbar bebas, kemudian kampanye di OA Line. Jadi, aku itu punya OA Line namanya “Jiprakar2a” yang isinya itu postingan-postingan. Selain itu, aku merekrut motor-motor di tiap angkatan sebagai timsesku dan juga merekrut orang-orang yang jarang kelihatan tetapi memiliki banyak teman di Akuntansi itu sendiri.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Aku punya dua program kerja yaitu yang pertama sharing session dan pelatihan lomba. Di sini orang-orang yang pernah mengikuti lomba dalam bidang apapun, seperti business plan, business case, paper, atau lomba lain yang sering diadakan di universitas-universitas dan juga orang-orang yang pernah masuk top ten atau top five di segala macam lomba itu nantinya dapat menjadi narasumber. Tujuannya supaya masyarakat Akuntansi itu bisa terbekali sebelum mereka lomba atau di saat mereka takut lomba. Dari yang aku lihat mahasiswa Akuntansi itu pintar-pintar, tetapi mereka takut untuk memulai lomba karena mereka tidak tahu harus bagaimana. Dengan sharing session dan pelatihan lomba itu, mahasiswa Akuntansi bisa setidaknya sedikit terbekali untuk mengikuti lomba. Jadi, mahasiswa Akuntansi tidak perlu takut lagi untuk mengikuti lomba dan mahasiswa Akuntansi itu bisa lebih berani mengikuti lomba terlebih dahulu. Mengenai masalah menang atau kalah, itu urusan nanti.

Yang kedua itu ada podcast. Podcast ini bertujuan untuk menginformasikan atau memberikan informasi kepada mahasiswa Akuntansi dan alumni. Misalnya, ada mahasiswa yang ingin mengikuti exchange ke luar negeri, tetapi masih tidak tahu harus bagaimana karena belum mendapatkan gambaran umum. Melalui podcast ini, ia dapat memperoleh informasi secara lisan dengan cara yang lebih menarik.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Sebenarnya aku dan Sena itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan kita itu saling melengkapi. Kita berdua memiliki latar belakang yang berbeda, aku dari kaderisasi dan Sena dari pelayanan mahasiswa. Tanpa adanya kedua itu, menurut aku KMA tidak bisa menjangkau dan merangkul angkatan-angkatan serta mahasiswa Akuntansi. Jadi, kedua hal itu penting. Akan tetapi, kalau ditanya mengenai apa kelebihan aku yaitu karena background aku dari kaderisasi, maka aku tahu lebih banyak tentang kaderisasi.

Kenapa mahasiswa Akuntansi harus memilih Anda?

Mungkin hal yang paling utama adalah karena aku cinta terhadap Akuntansi. Aku ingin budaya yang ada di Akuntansi tetap bertahan sampai kapanpun. Budaya yang telah diberikan oleh kakak-kakak pendahulu kita tetap dipertahankan di Akuntansi dan jargon satu keluarga yang merupakan landasan bagi Akuntansi itu sendiri tetap digaungkan.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan untuk suksesi kali ini yaitu semoga suksesi bisa berjalan dengan lancar dan dengan semestinya. Semoga juga mahasiswa Akuntansi itu sendiri itu banyak yang ikut nyoblos dan menonton mimbar bebas.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Akuntansi sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Karena budaya kita sangat kental, maka untuk mahasiswa Akuntansi dapat lebih kritis dan lebih skeptis lagi dalam memilih pasangan calon ketua himpunan dan juga pasangan calon ketua BEM untuk kemajuan Akuntansi itu sendiri.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Satu, Sakaweda Senajati

Reporter: Erva dan Dwi Novi

Sakaweda Senajati, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Untuk saya sendiri, latar belakang mencalonkan ini karena yang pertama adalah saya terpilih menjadi calon kandidat Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi melalui asas kekeluargaan yang telah dilalui dan dilakukan oleh seluruh pengurus Himpunan Akuntasi itu sendiri. Kemudian, yang kedua karena saya terpilih sebagai kandidat, ya, saya akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin dengan cara mempersiapkan visi dan misi yang saya miliki.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Jadi, saya itu memiliki visi menjadikan HMDA sebagai organisasi yang bersinergi positif bagi mahasiswa atau mahasiswi akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Untuk misinya sendiri yaitu yang pertama menjadi wadah kegiatan, penyalur aspirasi, minat dan bakat dan tempat bertukar pikiran dengan asas kekeluargaan. Yang kedua mampu meningkatkan kualitas dan pribadi mahasiswa yang lebih unggul di bidang akademik atau non akademik, dan yang ketiga itu mampu berinovasi dan bersifat adaptif untuk kebermanfaatan mahasiswa mahasiswinya.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Untuk pertanyaan ini jujur saja saya hanya melakukan kampanye yang diadakan secara formal oleh panitia suksesi itu sendiri dan untuk selebihnya biarkanlah  masyarakat Akuntansi itu memahami apa isi dari visi dan misi saya.  Jika mereka sesuai, maka saya percaya diri bahwa mereka juga akan memilih saya. Jadi, untuk kampanye mungkin saya hanya melakukan formalitas apa yang telah dijadwalkan panitia suksesi itu sendiri.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Saya ingin memberikan wadah bagi mahasiswa mahasiswi Akuntansi yang memiliki kesamaan atau hobi di bidang softskills mereka. Jadi kita berikan wadah dan  kita berikan pelayanan bagaimana caranya mereka agar tetap menjadi satu di satu wadah tersebut dan berkembang bersama-sama agar mereka dapat menjalin hubungan, saling mengenal satu sama lain, dan akhirnya mereka bisa explore dengan softskill mereka sendiri. Seperti contohnya pada saat ini, tuh, banyak sekali industri kreatif yang membutuhkan orang-orang untuk berkembang bersama mereka.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Untuk pertanyaan ini mungkin saya tidak dapat memberikan jawaban pasti karena suatu  individu itu tidak dapat menilai dirinya sendiri sebenarnya, cuma mungkin kalau dari teman-teman saya, ya, saya dapat melihat beberapa keresahan-keresahan yang mungkin tidak dirasakan oleh pengurus-pengurus lainnya,  jadi mungkin seperti itu.

Kenapa mahasiswa Akuntansi harus memilih Anda?

Mungkin kenapa harus memilih saya karena di situ sudah tercantum dalam visi dan misi saya, saya akan membawa bagaimana caranya agar Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi ini dapat bersinergi positif dalam lingkup fakultas, kampus, maupun di luar kampus dan menyalurkan aspirasi, minat dan bakat mereka.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan  kali ini?

Harapan saya adalah semoga dalam keberlangsungan suksesi ini sukses, tidak ada suatu kendala apapun, terjalinnya demokrasi yang baik.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Akuntansi sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Mungkin yang ingin saya sampaikan adalah gunakan hak pilih kalian sebaik mungkin. Kalian pahami visi dan misi, jika di Akuntansi, pahami visi dan misi dari aku (Sena) dan juga Adji Prakosa, dan pilihlah yang terbaik bagi kalian karena sejatinya pilihan yang terbaik ada di diri kalian masing-masing.