FEB (29/11) Bertempat di Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, telah berlangsung Economic Voice Mini Concert (EVMC) pada pukul 17.00. Acara ini diselenggarakan oleh Economic Voice (EV) FEB Undip. Mini Concert merupakan acara tahunan yang rutin diadakan oleh EV. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Reminisce” yang dalam Bahasa Belanda berarti mengenang dan bernostalgia.
Tema Yang di Angkat Tema yang diangkat dalam mini concert tahun ini adalah “Reminisce” yang dalam Bahasa Belanda berarti mengenang dan bernostalgia. Berbeda dengan mini concert tahun lalu yang mengangkat tema tentang budaya Indonesia, mini concert tahun ini lebih berfokus mengajak penonton untuk bernostalgia bersama dengan lagu popular jaman dahulu maupun lagu-lagu daerah.
Jalannya Acara Penampilan dari EV dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama penonton langsung diajak bernostalgia dengan dua lagu daerah, yakni pitik tungku dan jamuran. Pembawaan yang totalitas dari EV membuat mereka langsung mendapat perhatian dari penonton yang hadir.
Lalu, pada sesi kedua yaitu menyanyikan dua lagu yang popular pada jamannya. Satu lagu luar negeri dan satu lagu dalam negeri yang berjudul From This Moment dan Maha Daya Cinta. Kedua musik itu sukses dipadukan dengan baik. Pada sesi terakhir, EV membawakan tiga buah lagu yaitu Karena Cinta, Over The Rainbow, dan Berharap Tak Berpisah. Pada sesi ini menjadi puncak kemeriahan acara dan penonton juga ikut bernyanyi bersama.
Selain EV, ada juga penampilan akustik dari Economusic yang membawakan beberapa lagu yang dikemas dengan baik pada saat tengah acara.
Apresiasi dan Harapan Mini Concert 2019 yang diadakan EV sukses membuat penonton larut dalam suasana nostalgia yang disuguhkan. Hal ini berkat konsep dan penampilan yang disuguhkan dengan totalitas oleh EV. Rini Nugraheni, selaku pembina EV, mengucapkan terima kasih kepada para panitia penyelenggara yang dapat menyelenggarakan acara ini dengan baik serta tak lupa pula kepada pendukung acara juga pengurus EV tahun 2019.
Beliau juga menyampaikan harapan yakni kepada kepengurusan selanjutnya agar dapat menghadirkan konser yang lebih baik lagi. Selain itu, Rini juga berharap bahwa acara Mini Concert ini dapat menjadikan suatu hiburan tersendiri bagi mahasiswa pada sela-sela perkuliahan dan menjelang menghadapi ujian.
FEB(14/11) – Bertempat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Ekonomika dan
Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah dilaksanakan acara Roadshow
Pemira Undip 2019. Acara ini dijadikan sebagai ajang untuk mengenalkan calon
ketua dan calon wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, yaitu dari
pasangan calon (Paslon) nomor satu atas nama Adhitya Kharisma dengan Fahmi
dengan nama kabinet “Undip Berkharisma” serta paslon nomor urut dua atas nama
Razin Hilmy Baihaqi dengan Rochmah Rizqiyanti dengan nama kabinet “Pemrakarsa
Mahakarya” serta Mahasiswa Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM) yaitu Ihsan
Fadli calon nomor satu, dan Tika
Rahmawati sebagai calon nomor dua. Acara ini difokuskan kepada para audiens agar dapat mengenal lebih jauh
para calon beserta gagasan serta visi dan misinya.
Acara
ini dihadiri oleh tiga panelis yaitu Handoko Dwi Wibisono dari Senat Mahasiswa
(SM) FEB Undip, Muhammad Syukron selaku Ketua BEM FEB Undip, serta Nanang
selaku Kepala Bidang (Kabid) Harmonisasi Kampus (Harkam) BEM Undip. Kegiatan
ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya serta mars Undip, kemudian
dilanjutkan pemaparan essay dari
masing-masing calon MWA. Untuk selanjutnya diadakan sesi tanya jawab oleh
panelis dan audiens kepada tiap
calon. Dalam sesi tanya jawab ini,
Ihsan membawa gagasannya agar kedepannya fasilitas laboratorium terpadu dapat
digunakan selain civitas Undip.
Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa MWA sendiri sebagai penghubung antara
mahasiswa dengan dosen. Ia juga mengungkapkan bahwa yang dibawa MWA sendiri
yaitu tentang tata kelola Undip.
Selanjutnya
kepada Tika, ia memaparkan program kerjanya yaitu muwacana yang di dalamnya yaitu press
release, menurutnya yang dibawa MWA yaitu sinkronisasi Biro Administrasi
Kemahasiswaan (BAK) antar senat terkait Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan
(RKAT), mengadvokasikan, serta akses informasi yang up to date. Ia juga menambahkan bahwa MWA sendiri memiliki sembilan
unsur dan 17 orang. Tika juga mengatakan bahwa yang dikerjakan MWA saat ini
yaitu tentang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta
Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU)
Acara
selanjutnya yaitu dengan pemaparan dari tiap paslon ketua BEM Undip. Fahmi
menyampaikan visi dari Undip Berkharisma yaitu untuk mengukir kejayaan undip, “Karisma
BEM Undip 2020 untuk Mengukir Kejayaan Undip dan Indonesia,” ungkap Fahmi
sebagai calon wakil Ketua BEM Undip nomor urut 1. Selanjutnya kepada calon
Ketua BEM nomor urut 2, Hilmy-Anti menyampaikan visi dari Pemrakarsa Mahakarya
yaitu menjadikan BEM Undip sebagai pelopor atas terbentuknya sebuah Mahakarya
bersama “BEM Undip 2020 sebagai Pemrakarsa Mahakarya untuk Kejayaan Undip dan
Indonesia,” terang Hilmy-Anti.
Acara
ini berlangsung secara lancar dan damai meski dimulai agak lambat yaitu sekitar
1 jam dari jadwal yang semestinya. Sangat disayangkan, dalam acara ini calon Ketua BEM Undip nomor urut 1, Adhitya Kharisma tidak
turut serta hadir dikarenakan kondisi kesehatan yang memburuk. Namun hal ini
tak menyurutkan semangat dari Fahmi sebagai calon wakil ketua BEM Undip
sekaligus partner Adhit untuk tetap
menyampaikan visi, misi serta gagasan yang dibawa oleh kabinet Undip
Berkharisma dengan penuh semangat.
Ferrel Aristo Putro, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Jujur mungkin pencalonan di KMA itu berbeda dari yang lain. Mungkin dari himpunan-himpunan sebelahnya. Kalau dari KMA itu memunculkan nama dua belas besar itu dicalonkan atas keputusan Angkatan 2016 selaku kabinet yang ada sekarang dan mungkin dari pertimbangan-pertimbangan alumni. Dari pengurus KMA yang angkatan tujuh belas itu dipilih 7 besar. Mungkin aku jadi salah satu bagian yg tujuh besar. Jujur ketika aku sudah dipercaya orang istilahnya orang udah sangat percaya aku, aku tidak akan sia-siakan itu. Makanya aku ketika ada proses lagi, wawancara, aku mempersiapkan yang harus aku persiapkan mungkin ketika nantinya untuk pencalonanku. Tapi semua keputusan pencalonan ini aku tidak bisa mengendalikan karena memang semuanya atas keputusan Angkatan 16 dan mungkin alumni.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Visi saya itu terwujudnya Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi sebagai organisasi yang berperan aktif dalam melayani dan juga bermanfaat bagi warga Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Mungkin kalau berbicara misinya, misi saya yang pertama itu menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan dalam melayani teman-teman atau warga akuntansi. Kedua, membangun sinergitas pada seluruh angkatan akuntansi, organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus, dan masyarakat umum. Ketiga, memfasilitasi dan meningkatkan semangat berprestasi dalam pengembangan minat bakat, keilmuan, dan karakter mahasiswa. Ke empat, menumbuhkan rasa cinta akan akuntansi pada penurus dan warga akuntansi. Kelima, menjadikan Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi sebagai sarana untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas guna menunjang karir di masa depan. Jadi mungkin dari kelima hal itu yang ingin aku lakukan untuk pelayanan kedepannya buat teman-teman akuntansi.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Jadi mungkin ini balik lagi ke timses ya. Aku mengajak teman-teman yang mungkin bisa awalnya mengerti aku dulu, aku tipikal orang yang bagaimana agar mereka mau bekerja sama aku. Aku jujur tidak mau merepotkan teman-teman timses karena disini bagi KMA sendiri kan timses hanya untuk memeriahkan saja. Karena ketika nantinya aku terlalu merepotkan, aku yang kurang enak. Yang ditakutkan teman-teman timses nanti ketika umpamanya ada kurang memuaskan, mereka jadinya malas kontribusi untuk akuntansi. Makanya, aku mencari teman-teman tujuh belas, khususnya yang sudah mengenal aku, sudah mengerti aku ikut bergabung dengan timsesku. Untuk teman-teman angkatan delapan belas dan sembilan belas, aku lebih terbuka sih. Aku tidak terlalu mengincar semua pihak. Aku jujur tidak berambisi menang jadi ketua himpunan karena posisiku disini ketika aku tidak menang aku menempati posisi sebagai sekretaris umum. Karena aku mikirnya aku tidak harus jadi ketua umum untuk melayani teman-teman akuntansi, toh aku menjadi sekretaris umum. Dan misalnya aku pun ketika tidak mencalonkan ini pun aku bisa melayani teman-teman akuntansi khusunya angkatanku sendiri, akuntansi 2017, jadi dari porsi yang lain. Cuma ya itu untuk mengomentari ini aku lebih terbuka kepada teman-teman akuntansi. Kalau memang aku ngasih ini terobosanku, ini ideku. Kalau mau jadi berada di pihakku, menjadi timses aku dengan senang hati. Tapi kalau memang lebih memilih ke sebelah ya tidak apa-apa karena kondisi di sini aku takutnya menggaet mana aja dan mereka mungkin kurang paham gagasanku. Aku mementingkan perasaan mereka juga jadi timses.
Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Inovasi yang aku lakukan untuk menjadi ketua himpunan mungkin berbeda dengan calon satunya, Aldo. Kalau Aldo, KMA ke depannya mungkin memiliki inovasi yang cukup banyak. Kalau aku karena memang program kerja yang sudah ada, tadi sih ada 51 program kerja yang sudah ada. Menurutku 51 itu sudah banyak banget karena sudah cukup banyak karena kalau aku tambahin lagi dan malah mungkin tidak tepat sasaran. Malah istilahnya tidak efisien dalam melayani teman-teman akuntansi tuh malah sama saja bohong. Pelayananku sama aja. KMA tidak bisa naik step. Sekarang inovasiku aku ingin mengoptimalisasi dan memaksimalkan apa yang sekarang sudah ada mungkin program unggulan yang salah satunya aku ingin adakan gerakan baru itu dash. Dash itu sudah berjalan dari tahun 2010 sampai sekarang sudah sepuluh tahun. Tahun ini masuk tahun ke-sepuluhnya, tahun depan masuk tahun ke-sebelas dalam penyelenggaraannya. Aku mau ada gerakan baru. Jadi salah satu rangkaian besar dari acara lomba yang dimiliki anak Akuntansi Undip. Jadi keinginanku ketika nanti ada Dash, Diponegoro Accounting Ceremony ini, rangkaian awalnya tuh ada seminar nasional namanya forum kajian akuntansi tapi yang special edition. Forum kajian akuntansi kan memang rutin diadakan setiap bulannya setiap dua minggu sekali tapi untuk membuka acara ini isu yang dibahas forum kajian akuntansi special edition ini isu-isu terkini dan menyangkut tema Diponegoro Accounting Ceremony tahun 2020. Dan mungkin nantinya akan ada lomba-lomba olimpiade akuntansi, terus lomba accounting paper competition lomba-lomba yang topiknya masih akuntansi dan ditutup adanya training, audit training. Karena aku lihat keinginan teman-teman tuh sebenarnya teman-teman akuntansi pasti punya keinginan besar masuk jadi auditor. Karena udah jadi template gitu teman-teman akuntansi ingin masuknya ke KAP big four. Aku tidak menampik harus kasih fasilitas yang berguna untuk teman-teman akuntansi. Tapi concern ku karena evaluasi dari tahun ini, diprioritaskan teman-teman akuntansi yang sudah mendapat mata kuliah audit karena training yang udah mengundang KAP big four EY tapi karena mungkin audience nya masih belum terpetakan dan masih banyak audience yang mahasiswa baru dan masih belum mengerti tentang audit itu yang menyebabkan mereka masih bingung buat belajar ini audit gimana sih karena mungkin harus siap dulu buat masuk kelas itu. Keinginanku nanti diprioritaskan teman-teman yang menerima mata kuliah audit dan nanti mungkin dibuka utuk teman-teman yang ikut lomba DASH ini yang tidak lolos ke tahap berikutnya, mereka dapat benefit juga buat dapet pelatihani ini. Jadi pelatihan ini diprioritaskan untuk teman-teman akuntansi undip dan temen-teman akuntansi lainnya.
Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?
Menurut aku, aku tipikal orang yang fleksibel. Himpunan itu berfokus pada pelayanan kan. Aku mengedepankan pemimpin yang bisa memimpin semua kalangan, semua angkatan. Karena ketika kita mendengarkan aspirasi dari setiap angkatan kebutuhan semua angkatan. Kan pasti kebutuhan tiap Angkatan beda-beda kan tidak bisa kita samaratakan. Itu mungkin aku yang akan menyesuaikan. Aku ingin lebih fleksibel melayani teman-teman angkatan karena andaikan aku punya visi misi, aku punya program malah tidak tepat sasaran. Mungkin teman-teman angkatan yang bisa merasakan cuma beberapa aja. Aku jujur sedih. Karena aku disini melayani semua teman-teman akuntansi kan. Mungkin kalau bisa seribu orang yang terlayani aku bakal mewujudkan hal itu. Mungkin dari awal aku akan mengedepankan apa yang menjadi keluh kesah mereka, yang menjadi kebutuhan mereka mungkin pelan-pelan aku akan mewujudkan itu. Dan juga aku tipikal orang kalau menjadi pemimpin selalu ingin turun ke bawah buat menyelesaikan masalah. Kalau misal anggotaku tidak suka dengan gaya kepemimpinanku, aku akan turun tangan dengan ajak ngobrol. Aku akan menyampaikan dari sudut pandangku dan kalau dia tidak suka aku mau dikritik. Aku tipe orang yang mau dikritik dan fleksibel.
Kenapa mahasiswa Akun harus memilih Anda?
Karena kembali lagi dengan tagline ku Salam Metal. Metal yang aku bawa itu melayani akuntansi dengan cinta dan sepenuh hati. Ketika aku di hadapkan dengan teman-teman akuntansi aku jujur mau melayani semua angkatan akuntansi. Mungkin angkatan enam belas yang sebagian besar sudah lulus tapi masih ada beberapa yang di sini. Aku ingin berikan pelayanan yang bisa aku berikan kepada mereka. Mereka membutuhkan KMA seperti mungkin berjalan nanti aku akan buka asistensi departemen. Asistensi departemen ini kan sekarang baru ada kelas reguler. Mungkin mata kuliah-mata kuliah untuk mahasiswa tingkat satu sama tingkat dua. Aku di sini mikir kalau buat teman-teman nanti akan dihadapkan ujian komprehensif. Aku disini belum lihat KMA belum menyasar ke arah situ. KMA belum mewadahi teman-teman di tingkat atas buat membantu teman-teman akuntansi mempersiapkan ujian komprehensif. Aku akan menjadi wadah menjadi fasilitator. Satu lagi buat asistensi departemen itu aku akan membuka kelas-kelas software. Sekarang di departemen akuntansi lagi gencar-gencar nya beli software kaya Accurate untuk pembukuan akuntansi, kaya Arbutus buat audit. Nah itu aku pengen temen-temen akuntansi tuh juga bisa belajar begitu. Istilah nya mengerti sedikit lah cara mengoperasikan karena ketika teman-teman akuntansi bisa melek software, melek cara mengoperasikannya, teman-teman bisa beroperasi ketika nantinya masuk dunia kerja. Walaupun nanti tidak dipakai di dunia kerja, tidak sama dengan yang dipakai sekarang tapi minimal teman-teman sudah mengerti cara mengoperasikan di komputer. Daripada sekarang kita kan kalau tidak manual di buku paling di excel, tidak ada fasilitas lain yang bisa digunakan. Mungkin aku ingin kasih itu, bekerjasama dengan departemen. Mungkin ketika nanti aku menjadi ketua himpunan itu aku belum ada kebijakan besar, inovasi besar lainnya yang aku akan tawarkan ke teman-teman, cuma aku lihatnya dari yang sudah ada tapi masih kurang maksimal nih pingin aku kembangin lagi pingin aku disesuaikan dengan yang ada. Nantinya harapan aku pelayanan yang aku berikan kepada teman-teman akuntansi itu dapat terukur dan tepat sasaran ke semua angkatan dan semua angkatan merasakannya. Mungkin kalau misalnya tidak merasakan pelayanan jadi cemburu terus menarik diri dan tidak berpartisipasi buat akuntansi, itu yang aku takutkan. Itu sih hal kecil yang bisa aku tawarkan.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Ya harapanku, aku sudah dua tahun jadi panitia suksesi juga sebelumnya. Harapanku kan kita ada budaya kekeluargaan tapi tidak menutup kemungkinan demokrasi tuh harus tetap jalan di sukesi ini. Jangan walaupun kita kekeluargaan suksesi anteng-anteng aja. Mungkin aku juga mau menawarkan gagasan ke teman-teman akuntansi. Aku lihat Aldo juga selalu kaya gitu, tidak ikut-ikut aja. Aku juga tidak ikut-ikut apa yang jadi pemikiran Aldo. Aku selalu menawarkan hal lain yang bisa aku kasih ke teman-teman akuntansi. Teman-teman akuntansi lebih liat gagasannya daripada rasa kekeluargaannya. Makannya aku dari awal pun buat timses aku tidak langsung narik, “kamu harus ikut aku nih”, mungkin “kamu udah kenal”. Aku terbuka, kalau kamu mau ikut aku monggo kalau tidak ya sudah. Karena prinsip aku ingin teman-teman akuntansi tidak terpecah belah juga. Misalnya aku nembak-nembak siapa yang masuk ke aku malah jatuhnya yang lain juga dapet timses yang kurang terima sama aku. Yang aku takutkan malah timbul perasaan yang menimbulkan perpecahan lah di situ. Dan juga suksesi ini pun walaupun nanti ada panas dalam demokrasinya tapi jangan sampai hilang rasa kekeluargaan, juga tetap memertahankan rasa kekeluargaan ketika nanti sudah selesai suksesi ini. Tapi di suksesi ini kita harus professional. Kalau memang mau pilih pemenang, ya sudah pilih dia. Setelah itu udah lepas. Karena nantinya aku sama Aldo yang akan memimpin KMA.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Akun sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?
Jujur dari tahun pertama aku selalu antusias buat ikut suksesi akuntansi atau pemira kampus, pemira Undip. Karena aku lihat politik kampus tuh aku ingin belajar. Aku tau dari kakak-kakak kelasku dari SMA cerita-cerita gitu ya aku sangat tertarik dengan politik kampus. Makanya dengan adanya suksesi ini aku harap teman-teman akuntansi jangan golput coba gunakan pilihan teman-teman. Kemudian buat teman-teman setelah suksesi ini aku sama Aldo bakal beriringan membangun KMA. Tapi kalau pemira FEB, pemira Undip aku harap teman-teman akuntansi jangan melihat dari identitas. Aku ingin teman-teman akuntansi melihat gagasannya apa yg ditawarkan. Mungkin yang ingin ditawarkan untuk akuntansi. Dan keinginanku juga ketika nantinya gagasan itu menarik dan punya andil besar untuk akuntansi, dapat berpeluang untuk mengajukan akuntansi ya pilih yang itu jangan identitas. Kalau kompeten ya pilih aja. Tapi jangan golput karena golput bukan pilihan bijak karena senetral-netral kita golput tuh bukan pilihan bijak. Karena kita harus memilih mana yang menurut kita paling banyak baiknya dan paling minim jeleknya, dan mungkin untuk kepentingan akuntansi khususnya kalau bisa.
Ekky Fahriza Zendra, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu
Apa latar belakang Anda
mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Sebenarnya banyak hal dalam proses perenungan juga, diskusi juga. Banyak
hal yang sudah diobrolin juga, ada keraguan juga. Sampai di titik di mana kayakoke yuk berusaha dulu. Jadi seperti sudah ada proses perenungan, proses obrolan dan diskusi
segala macam sampai banyak hal sudah niatan baiknya dibentuk, diwujudkan dalam
tindakan terus dimantapin
karena merasa bahwa sudah dua tahun di MSA, ingin membina MSA lebih baik lagi.
Dan untuk tahun ke tiga ini bentuk dimana oke
ingin mengabdi terus melayani. Jadi bahasanya yang tahun ke tiganya jadi
pemimpinnya buat MSA.
Apa visi dan misi yang Anda
miliki?
Kalau visi misinya, sebenarnya visinya aku tentang mewujudkan hubungan
integritas dengan mengedepankan sinergisitas tiap kepala departemen manajemen
demi kepentingan bersama. Maksudnya ini tentang bagaimana aku dan antar anggotaku membentuk
himpunan yang lebih berkualitas lagi, meningkatkan kualitas yang lebih baik
lagi dengan bersinergi melalui setiap elemen yang ada di manajemen atau departemen
manajemen itu sendiri. Seperti, dari menjaga hubungan baik kepada
departemen, memperbaiki yang kurang atau meningkatkan lagi kerekatan hubungan
dengan setiap angkatan yang ada di departemen manajemen, dan juga bahkan itu
memperbaiki hubungan atau meningkatkan lagi hubungan dengan entitas yang dijalani
disiplin yaitu Saitama.
Saitama itu dibentuk sebagai suporter dari manajemen jadi kurang tugasnya di
expose, kurang diberdayakan, mungkin tahun berikutnya bisa ditingkatkan.
Bagaimana langkah Anda untuk
menggaet suara mahasiswa agar memilih Anda?
Sebenarnya, cenderung idealnya
mungkin tidak begitu jauh, mempersiapkan tugas-tugasnya sebaik mungkin terus setelah itu ada multiclass, ada juga kita punya
OA dimana itu postingan tentang mengenalkan diri saya. Lalu ada isinya itu mengenalkan diri, ada
rekam jejak saya. Juga ada hal-hal semacam itu mungkin yang di luar itupun pengenalan informal
saja mungkin. Soalnya jujur angkatannya kan ada banyak dan tidak bisa kena
semua lini dan saya juga berarti butuh banget bantuan timses saya dan mengelola
sebaik mungkin.
Apa inovasi atau pembaharuan
yang Anda tawarkan sebgai calon ketua himpunan?
Sebenarnya saya lebih agak concern
tentang akademik dan mikat (minat bakat). Jadi bagaimana kita bisa menaungi mikat dari manajemen itu sendiri,
entah dibuat ada mikatnya atau itu nanti bisa dibicarakan lebih lanjut dengan periode
selanjutnya. Sama mungkin tentang kalau akademik itu tentang PKM dan iklim lombanya
bisa dengan pencerdasan database. Database misalnya untuk PKM, PKM itu dibuat
database dimana oh kita tahu nih orang-orang yang sudah tembus dari universitas
atau dikti mana. Kita dibuat database dan ini datanya bisa dipakai untuk
melakukan, untuk dibuat dilingkar. Dilingkar ini nanti bisa untuk ada
pendampingan. Ini juga sudah ada di BEM. Mungkin kedepannya agar tidak tumpang
tindih dengan BEM bisa dikomunikasikan lebih lanjut.
Apa keunggulan Anda
dibandingkkan dengan calon lain?
Mungkin sebenarnya kalau ketika kita kemarin mimbar, kita semakin kelihatan
kalau sebenarnya apa yang kita bawa itu sama-sama baik dan apa yang diusung itu
juga tidak terlalu jauh berbeda. Mungkin core value-nya yang saya
angkat itu kan ada empat, yaitu yang pertama sinergi, kedua friendly, ketiga ikhlas dan yang terakhir dedikasi. Jadi sinergi, dedikasi, friendly sama ikhlas. Jadi kalau misalnya menunjukkan, aku melakukan pendekatan yang lebih ke
arah orangnya dimana kita melakukan sinergisitas buat hubungaan ke semua orang,
ke setiap ormawa dan segala macam elemen yang ada di manajemen. Lalu kita melakukan pekerjaan dengan
dedikasi dan dilanjutkan dengan pendekatan secara friendly ke semua orang atau personal. Dan yang selanjutnya itu
kita melakukan dengan ikhlas dan itu juga didukung dengan budaya organisasi
yang ingin saya angkat yaitu ada hear,
melayani dan bermakna.
Jadi kita mendengar semua aspirasi dari masyarakat karena kita himpunan adalah
dari, oleh, untuk masyarakat manajemen itu sendiri. Jadi kita harus mendengar lalu melayani karena kita adalah pelayan
buat manajemen. Semua kegiatan kita itu harus bermakna untuk dilakukan oleh
pengurus sendiri dan bermakna untuk yang diakukan untuk masyarakat manajemen
itu sendiri.
Kenapa mahasiswa Manajemen
harus memilih Anda?
Sebenarnya aku tidak bisa kasih banyak janji, tidak bisa kasih jawaban atau
tidak bisa kasih apa-apa. Hanya kalau kalian sepaham sama aku, setuju sama aku,
dan kalian suka sama gagasan aku, suka cara pendekatan aku, mungkin kalian bisa
pilih nomor satu.
Apa harapan Anda untuk
keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Sebenarnya lebih ke arah ingin semuanya bisa dapat pemimpin yang pantas.
Apa yang ingin Anda
sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara
dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?
Pilihlah, gunakanlah hak suara kalian karena kalian yang memilih itu yang
benar-benar peduli. Jadi pedulilah, kritisilah karena ini adalah buat kalian
juga semua, buat satu tahun ke depan. Jadi jangan golput kalau bisa, tetap
memilih dan pilihlah sesuai hati nurani kalian nanti.
Thadaffa Yusuf Ardanel, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Dua
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua
himpunan?
Masalah latar belakang jujur aku di MSA ini sudah dua tahun dan keresahan-keresahan bertahun-tahun di MSA, yang pertama seperti tangapan Ekky, dimana eksklusif-an orang kalau memakai seragam MSA ini sangat-sangat beredar. Nah, aku disini satu tahun pertama mikir “kenapa sih kalau memakai seragam MSA aku diangap eksklusif? Padahal kita semua sama satu serata di sini”. Jadi intinya ingin merubah stigma orang terhadap ke eksklusif-an himpunan terhadap masyarakat manajemen biasa. Kedua aku orangnyaloyal. Kalau memang satu himpunan ya himpunan saja. Kalau dulu aku osis ya osis saja. Kalau memang punya PR yang berkelanjutan terus menerus kenapa tidak diselesaikan, kenapa malah aku tinggalkan. Oleh karena itu dedikasiku tinggi terhadap MSA menjadi salah satu faktor untuk menyelesaikan masalah-masalah yang turun temurun tidak pernah selesai
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Visi
saya mewujudkan MSA sebagai himpunan yang memiliki kontribusi, dedikasi,dan
intelektualitas guna terwujudnya sinergi dan manfaat bagi seluruh elemen Departemen
Manajemen dan misinya: 1. Pengembagan pola pikir fungsionaris MSA yang mengarah
kepada peningkatan kualitas program kerja yang signifikan. 2. Berperan aktif
dalam mempercepat hubungan berlandaskan keselerasan dan solidarisme internal himpunan
maupun seluruh civitas akademika Departemen Manajemen demi terciptannya budaya
yang dipertahankan. 3. Memfokuskan tujuan dan fungsi MSA sebagai wadah aspirasi
masyarakaat Manajemen untuk pedoman yang bersifat fundamental. 4. Menjadikan
MSA sebagai himpunan yang memiliki nilai inklusif terhadap mahasiswa manajemen
dan lembaga mahasiswa lain. 5. Maksimalisasi peran himpunan sebagai fasilitator
dalam pengembangan di bidang akademik maupun non-akademik serta meningkatkan semangat
pengkaryaan mahasiswa Departemen Manajemen.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa
agar memilih Anda?
Aku
ini orang yang lebih banyak tindakan daripada omongan. Aku lebih suka langsung
gerak sana sini daripada harus memikirkan terus menerus apa yang sekiranya
harus aku lakukan. Aku berusaha mendekatkan kepada semua orang nanya keluhanmu
apa, yang kamu inginkan apa dan aku jujur dari dulu sampai sekarang sudah deket
sama banyak orang. Sehingga sudah punya banyak pandangan untuk bisa mengapai
mereka bagaimana kedepannya, apa yang mereka harapkan untuk MSA kedepannya.
Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon
ketua himpunan?
Pengembalian
fungsi seutuhnya dari himpunan ialah menghimpun dan ranah akademik lebih
diutamakan daripada ranah non akademik. Hanya selama bertahun-tahun, MSA lebih
condong kepada penyaluran masalah non akademik sedangkan akademik kita kurang
teredukasi dengan baik. Nah inovasi yang aku lakukan adalah seringlah kita di
sini kumpul-kumpul bersama, seringalah kita di sini saling sharing entah kamu manajemen 18, manajemen 19 maupun manajemen 17
kita disatukan karena kita manajemen. Bukan aku sebagai EO (Event Organizer) dan kalian hanya sebagai pesertanya.
Tidak. Kita sama-sama satu manajemen dan fungsi MSA harus ditetapkan sampai
sekarang untuk menghimpun.
Apa
keunggulan Anda dibadingkan calon yang lain?
Satu,
selama dua tahun di MSA aku pernah mendapat dua kali gelar staff of the month.
Pertama aku sebagai vice management anniversary, aku berhasil mendatangkan
satu guest dan berhasil istilahnya
mem-bonding tiga angkatan. “Oh kita
punya acara seromonial untuk manajemen nih kita seneng-seneng pensi bareng” dan
aku sebagai vice-nya dan itu jadi
latar belakang aku mendapat staff of the month pada tahun pertama. Tahun
kedua aku sebagai project officer Management Event acara class
meeting sama outputnya apa untuk menyalurkan minat dan bakat dalam bidang
akademik, terutama atlet dan sedikit ke akademik, ada Management Icon dan lomba
kecerdasan. Nah disitu aku berhasil menjadi
staff of the month tahun itu karna output yang dirasakan sangat-sangat
kerasa di Manajemen 17, Manajemen 18 dan Manajemen 16 itu dapat berkompetisi secara
sehat sama-sama di acara tersebut.
Kenapa
mahasiswa manajemen harus memilih Anda?
Sebenarnya
yang perlu diketahui ialah manajemen itu tidak perlu banyak bicara, yang
penting memang harus langsung direct orang itu. Di mana memang kalau
kita punya gerakan kenapa kita harus memikirkan gagasan-gagasan yang harus kita
lakukan. Begitu saja sih.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali
ini?
Jelas,
mari kita percayakan secara sehat dan masyarakaat manajemen tahu sekiranya
pemimpin mana yang cocok untuk memimpin manajemen kedepannya.
Apa yang ingin Anda sampaikan pada mahasiswa manajemen
sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira
saat ini?
Yang jelas gunakan hati nurani. Jangan ada paksaan diantara kedua timses karena satu pilihan kalian itu merupakan satu kemajuan untuk manajemen kedepannya.
Suasana Mimbar Bebas Suksesi 2019 oleh KMA FEB Undip
FEB
(12/11) – Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas
Diponegoro (Undip), telah dilaksanakan acara Mimbar Bebas Suksesi 2019 oleh Keluarga
Mahasiswa Akuntansi (KMA). Acara ini menjadi wadah untuk menyampaian visi dan
misi serta program kerja yang akan diusung oleh kedua Calon Ketua KMA, yaitu
Hizkia Efraldo Saragih dan Ferrel Aristo Putro. Suksesi 2019 yang bertemakan Think
Smartly, Choose Wisely sekaligus menjadi closing dari Kepengurusan
KMA periode 2018/2019.
Mimbar Bebas Suksesi 2019
dihadiri oleh Fuad, selaku Ketua Departemen Akuntansi serta keempat panelis,
yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip, Ketua Senat Mahasiswa FEB
Undip, Ketua KMA periode 2018/2019, dan Sekretaris Umum KMA. Sebelum pemaparan Grand Design Organisasi (GDO), diawali
dengan sambutan ketua acara, Ketua KMA Periode 2018/2019 dan Ketua Departemen
Akuntansi.
Dalam sambutannya, Fuad mengungkapkan
kebanggaannya kepada mahasiswa Akuntansi, khususnya KMA dan berharap bahwa ketua
yang terpilih adalah yang terbaik dan mampu untuk saling berkolaborasi dengan
baik. “Ketika saya ditanya apa hal yang
paling membanggakan di Akuntansi maka saya akan menjawab mahasiswa dan organ
pendukungnya, yaitu KMA,” jelas Fuad.
Pemaparan GDO dimulai dengan calon
Ketua KMA nomor urut satu, yaitu Hizkia Efraldo. Aldo, sapaan akrabnya,
mempunyai visi “Mewujudkan KMA sebagai organisasi yang berintegritas, responsif,
dan inovatif dalam mengintegrasikan pelayanan dan pengabdian bagi seluruh
masyarakat akuntansi dan masyarakat umum”. Sedangkan calon Ketua KMA nomor urut
dua, Ferrel Aristo Putro, mempunyai visi “Terwujudnya HMDA sebagai organisasi
yang berperan aktif dalam melayani dan bermanfaat bagi warga Akuntansi FEB
Undip”.
Setelah memaparkan GDO, dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab panelis, tanya jawab perwakilan masing-masing angkatan,
pertanyaan undian, dan debat antar calon Ketua KMA. Menjawab pertanyaan panelis
pertama, yaitu Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip terkait apakah proker unggulan
di tahun mereka, Aldo menjawab ia akan membawa internship sebagai proker andalan yang baru untuk mengobati rasa
rindu para mahasiswa Akuntansi terhadap magang. Berbeda dengan Aldo, Ferrel
akan menjadikan Diponegoro Accounting’s
Harmony (DASH) sebagai proker unggulannya dengan mengedepankan rangkaian
yang lebih besar dari sebelumnya.
Saat ditanya mengenai pemimpin
seperti apakah yang baik menurut mereka berdua dan bagaimana cara yang
dilakukan ketika ada visi dan misi yang tidak terlaksana, Aldo mengatakan bahwa
pemimpin itu harus realistis dan idealis. Cara yang akan dilakukan oleh Aldo
ketika visi dan misi yang ia bawa tidak terlaksana adalah dengan melakukan
koordinasi terlebih dahulu dan menampung aspirasi. Sedangkan Ferrel menjawab
bahwa pemimpin yang baik adalah yang dapat menjaga kesatuan dan keutuhan
organisasi tersebut. Menguatkan internal dan memaksimalkan pelayanan yang ada
adalah cara yang akan dilakukan Ferrel.
Dalam penyampaiannya dalam mimbar
bebas, kedua calon Ketua KMA berkomitmen akan terus berupaya untuk menampung
semua aspirasi yang ada. Keduanya juga memiliki core value yang sama
yaitu integritas. Serangkaian acara Mimbar Bebas Suksesi 2019 ditutup dengan
kesimpulan dari pernyataan masing-masing calon Ketua KMA yang disampaikan oleh
Moderator, Herfin Angelina.
Yusuf Sufyan, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Tiga
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri sebagai ketua himpunan?
Latar belakangnya ungkin saya sebenarnya tidak berkemauan untuk mencalonkan diri sebagai ketua himpunan. Akan tetapi, banyak orang yang memercayakannya ke saya bahwa saya itu bisa, dan saya mampu. Nah, saya disini tidak ingin seolah-olah bahwa himpunan yang membutuhkan saya.
Tetapi seperti dua sisi, himpunan membutuhkan saya tetapi saya membutuhkan himpunan, karena apa? Karena dengan saya nanti menjadi ketua himpunan tentunya saya akan mendapatkan banyak sekali pengalaman, banyak sekali sesuatu yang bakal saya dapat ketika saya nanti tidak menjadi pemimpin. Intinya pemimpin itu nanti akan mendapatkan lebih banyak porsinya daripada staff biasa atau kadep biasanya.
Apa visi misi yang Anda miliki?
Visinya adalah terwujudnya Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam 2002 yang aspiratif dalam meningkatkan prestasi akademik dan juga pelayanan kemahasiswaan guna mewujudkan mahasiswa Ekonomi Islam itu sendiri yang memiliki intelektual dan juga berakhlaqul karimah. Itu visinya.
Kemudian misinya yang pertama adalah membangun solidaritas internal guna mewujudkan fondasi organisasi sehingga tercipta kinerja kepengurusan yang efektif dan efisien. Itu yang pertama. Kedua adalah aktif dan responsif memberikan pelayanan kemahasiswaan kepada seluruh mahasiswa Ekonomi Islam. Ketiga adalah mewadahi, memfasilitasi, dan mengapresiasi pengembangan minat dan bakat keilmuan dan juga kajian serta peningkatan prestasi. Keempat adalah optimalisasi media massa sebagai sarana media komunikasi dan dakwah dan juga penyampaian informasi secara akurat. Kelima adalah meningkatkan ukhuwah yang baik dengan pihak eksternal yaitu Mizan dan Kelompok Studi Ekonomi Islam.
Apa langkah yang Anda lakukan untuk menggaet suara mahasiswa agar memilih Anda?
Langkah pertama adalah tentunya dengan adanya publikasi yang menarik dan juga dapat membuat orang itu penasaran dengan apa yang akan saya usung selama satu tahun kedepan. Yang pertama dari publikasi dan yang kedua adalah dari konten yang akan hadirkan sendiri untuk himpunan yaitu dari segi proker unggulan yang benar-benar inovatif yang bener-bener dibutuhkan sama anak-anak Ekis itu sendiri dimana dari proker-proker unggulan dari inovasi-inovasi yang ada orang bisa tertarik dan orang itu melihat dari gagasannya bukan dari orangnya.
Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda bawa untuk satu tahun kedepan?
Inovasi dan juga pembaruan ini saya hadirkan terutama dibidang akademik dan juga pelayanan kemahasiswaan karena tujuan dari himpunan itu sendiri adalah untuk menghimpun masyarakat Ekonomi Islam dan juga meningkatkan prestasi akademik dan juga pelayanan kemahasiswaan sesuai dengan visiku tadi.
Nah, di akademik itu sendiri saya menghadirkan sesuatu yang baru contohnya itu modul Ekis yang belum ada di tahun sebelumnya. Kemudian ada juga pelatihan untuk mahasiswa Ekis yaitu sekolah mawapres, kemudian ada juga syariah beauty class, kemudian festival literasi. Jadi festival literasi ini tujuannya adalah untuk meningkatkan prestasi mahasiswa Ekis khususnya dibidang literasi. Literasi itu bisa membaca, menulis buat biografi dan lain-lain. Begitu.
Apa keunggulan Anda dibandingkkan dengan calon yang lain?
Mungkin saya disini mengungkapkan keunggulan itu kan tidak bisa melalui sifat gitu kan. Kalau sifat itukan nantinya terlalu subjektif, saya tidak bisa menilai sifatku secara subyektif. Jadi aku lebih menekankan menonjolkan keunggulan ini dari dari sesuatu yang dapat dilihat.
Keunggulan itu apa? Keunggulan itu saya selama satu tahun terakhir di HM saya sebagai sekretaris. Nah, sekretaris itukan masuk di BPH atau Badan Pengurus Harian. Jadi saya secara tidak langsung bisa mengetahui peran sosok ketua itu harusnya seperti apa. Karena saya melihat secara langsung ketua himpunan yang sekarang tuh orangnya seperti apa, mereka harus ngapain.
Kemudian apa yang harus, bagaimana cara mengambil keputusan oleh seorang ketua itu gimana. Karena saya berada di divisinya mereka dan juga deket juga sama ketua himpunan yang sekarang. Jadi saya banyak mendapatkan masukan dan juga arahan dari ketua himpunan yang sekarang dibandingkan calon lain, dimana calon lain itu berada di divisi PSDM dan saya di divisi BPH.
Ya sama menurutku saya memiliki apa namanyatingkat manajemen waktu yang lebih baik, karena apa? karena disini saya tidak cuma mengikuti himpunan saja, tetapi saya juga mengikuti kegiatan ormawa lain, yaitu LPM Edents itu sendiri dimana saya berusaha loyal di kedua organisasi tersebut. Di kedua organisasi tersebut, istilahnya saya mendapatkan penilaian yang baik tidak berat salah satu artiya 50 50.
Buktinya adalah di Edents saya juga pernah menjadi istilahnya staff terbaik of the month. Di HM juga pernah staff terbaik artinya saya bisa membagi antara kedua organisasi tersebut. Memanajemen kedua organisasi tersebut secara lumayan baik.
Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?
Ya kenapa mahasiswa Ekis harus memilih saya karena misiku sendiri itu adalah untuk meningkatkan prestasi akademik dan pelayanan kemahasiswaan yang dimana misiku itu saya hadirkan untuk memenuhi mereka kebutuhan anak-anak Ekis sendiri. Ketika mereka memilih saya, semoga diharapkan insya Allah kebutuhan mereka selama diperkuliahan itu bisa tertunjang dengan adanya pelayanan-pelayanan dibidang kemahasiswaan dan juga peningkatan prestasi akademik.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Ya harapan untuk keberlangsungan suksesi kali ini, semoga masyarakat Ekis seluruh angkatan, angkatan 19, 18, 17, 16, dan angkatan-angkatan sebelumnya mau menggunakan hak suaranya, mau menggunakan hak pilihnya disuksesi pemilihan kali ini.
Jadi tingkat partisipasinya itu diharapkan dapat meningkat dari tahun lalu dimana tahun lalu sebenarnya sudah bagus tetapi tahun ini dapat lebih bagus dan semoga ya nantinya siapapun yang terpilih baik paslon 1, 2, 3 mampu diterima oleh seluruh masyarakat Ekis dan masyarakat Ekis itu sendiri mau menumbuhkan bergotong royong supaya kepemimpinan HMEI tahun ini dapat berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Arjuna Reynaldi, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua
Apa latar belakang Anda
mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Pertama karena saya sudah mengikuti pelatihan kepemimpinan dasar. Jadi
secara pribadi, saya merasa harus untuk mencalonkan diri sebagai ketua himpunan
dan kedua, saya merasa saya sebagai anggota himpunan berkewajiban untuk
melanjutkan kepengurusan selanjutnya.
Apa visi dan misi yang Anda
miliki dalam mencanlonkan diri sebagai ketua himpunan?
Visi saya menjadikan Himpunan Ekonomi Islam sebagai fasilitator dalam
melayani berbagai kebutuhan masyarakat Ekonomi Islam baik di bidang akademik
maupun non-akademik. Saat kepengurusan tahun 2020 nanti, insha allah kita
berfokus pada tujuan awal yaitu memberikan pelayanan. Tujuan yang kedua adalah
pengembangan internal, khususnya dalam keanggotaan Himpunan Ekonomi Islam
(HMEI) itu sendiri.
Misi saya, pertama menjadikan HMEI sebagai wadah setiap aspirasi dan
kritik dari masyarakat Ekonomi Islam. Kedua, meningkatkan prestasi dari
masyarakat Ekonomi Islam. Ketiga, menjalin harmonisasi dengan organisasi lain
yang satu ruang lingkup dengan Ekonomi Islam seperti Kelompok Studi Ekonomi
Islam (KSEI) dan Mizan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip.
Bagaimana langkah Anda untuk mendapatkan suara dari mahasiswa agar
memilih Anda?
Yang saya lakukan yaitu
membangun kepercayaan dari orang-orang terhadap saya dengan cara melakukan
pendekatan secara internal kepada masyarakat Ekonomi Islam, pelan-pelan
berusaha berteman dengan mereka, lebih akrab dengan mereka, contohnya saya mencoba mendekati teman-teman angkatan 2019 .
Apa Inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua
Himpunan?
Inovasi saya yaitu penambahan
struktur organisasi yaitu bidang seni, ditahun sebelumnya belum terdapat wadah
yang menampung bidang seni, hanya menampung bidang prestasi olahraga. Khususnya
di program kerja saya, akan terdapat KIS Factor, yang merupakan pengembangan
minat dan bakat mahasiswa dalam bidang seni seperti band, dan lain lain.
Apa Keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?
Menurut saya, saya lebih bisa
merangkul dibanding calon yang lain.
Kenapa Mahasiswa Ekonomi Islam
harus memilih Anda?
Karena saya berharap dapat menerapkan apa yang sudah saya rancang dalam
program kerja yang sesuai dengan visi dan misi saya dan masyarakat Ekonomi
Islam dapat merasakannya.
Apa harapan Anda untuk
keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Harapannya semoga nanti calon kedepannya dapat amanah. Siapa pun
pemimpinnya dapat mendukung satu sama lain karena kita memiliki tujuan yang
sama yaitu Ekonomi Islam memberi perubahan.
Apa yang ingin Anda sampaikan
kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam
suksesi himpunan dana tau pemira ini?
Semoga menjadi pemilih yang baik dengan melihat visi dan misi dari
masing-masing calon dan harapannya semoga tidak golput.
Agam Maulana Ardi, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu
Agam Maulana Ardi atau biasa disapa Agam
adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro
jurusan Ekonomi Islam 2018. Agam sekarang sedang mencalonkan diri menjadi ketua
Himpunan Ekonomi Islam (HMEI) Nomor urut 1. Agam lahir di Jakarta, 20 April
2000. Selain menjadi calon ketua HMEI 2020. Agam sedang menjabat sebagai staff PSDM di HimpunanEkonomi Islam
tahun ini.
Apa
latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua Himpunan?
Faktor utama saya mencalonkan diri menjadi
ketua Himpunan Ekonomi Islam 2020 adalah dorongan dan kepercayaan yang teman-teman
saya berikan kepada saya, sehingga saya memutuskan untuk maju menjadi Calon
Ketua Himpunan Ekonomi Islam tahun ini.
Apa visi dan
misi yang Anda miliki?
Visi yang saya bawa adalah “Kembangkan
potensimu, bangun karaktermu, bersama kita bermutu” dan misi yang terintegrasi
menjadikan Himpunan Ekonomi Islam sebagai fungsi pelayanan bagi mahasiwa ekonomi islam dalam
meningkatkan prestasi akademik, mengembangkan potensi diri mahasiswa, serta
membangun pribadi mahasiswa berdasarkan cendikiawan muslim. Dengan
mengedepankan PATEN. Apa itu PATEN? Yakni kepanjangan dari Potensi Akhlak
Toleransi Etika Nilai. Saya yakin dengan menerapkan PATEN dalam kepemimpinan
mendatangan, akan membuat iklim Ekonomi Islam menjadi lebih baik lagi. Himpunan
menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan potensi seorang mahasiswa Ekonomi
Islam dengan memperhatikan akhlak, etika, dan nilai yang berlaku serta
toleransi terhadap perbedaan yang dihadapi.
Bagaimana
langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Menggaet suara ya dengan menjadi saya apa adanya, maksudnya disini adalah lebih
menonjolkan karakteristik, visi, misi, dan program kerja dari saya.Untuk
selanjutnya para pemilih bisa memilih mana yang pantas dan baik untuk
kepemimpinan HMEI 2020.
Apa inovasi
dan pembaharuan yang ada tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Inovasi yang saya berikan yakni bertema PATEN,
dengan mengedepankan PATEN maka akan terwujud mahasiswa Ekonomi Islam yang
prestatif dan menjunjung nilai-nilai islam tentunya. Membahas isu-isu keagamaan
yang tentu saja menjadi pembeda himpunan ini dengan himpunan yang lainnya.
Dengan program kerja unggulan seperti Islamic
study tour program, EKIS go to school,
bisnis talk, diskusi petang, dan
lain-lain. Dengan inovasi program yang saya dan tim buat, diharapkan ada
pembaharuan dari segi sumber daya manusia Ekonomi Islam itu sendiri.
Apa
keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?
Teman-teman saya banyak yang bilang, kalau
saya lebih berkharisma dan berwibawa dari pada calon-calon yang lain, bukan
punya maksud tertentu saya bilang seperti ini, namun ini ialah pandangan dari
teman-teman saya sendiri. Namun calon-calon lain juga punya keunggulan di bidangnya
sendiri.
Kenapa mahasiswa
Ekonomi Islam harus memilih Anda?
Memilih itu adalah suatu kewajiban bagi
mahasiswa Ekonomi Islam. Bukan hanya memilih saya saja namun juga memilih Yusuf
dan Arjun. Jangan sampai suara itu kosong alias golput. Pilihlah pemimpin yang
menurut teman-teman pantas dan sanggup mengemban tugas sebagai ketua Himpunan Mahasiswa
Ekonomi Islam selanjutnya, yang memberi perubahan yang lebih baik kedepannya.
Apa harapan Anda
untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Semangat teman-teman The Founder 2019 yang
sudah bekerja keras menyukseskan acara pemilihan ketua Himpunan Ekonomi Islam
tahun ini. Semoga suksesi himpunan tahun ini berjalan lancar dan mencapai
tujuan akhir yakni mendapatkan pimpinan yang fathonah dan amanah.
Apa yang
ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik
hak suara dalam suksesi dan atau pemira ini?
Gunakanlah hak suara kalian sepenuhnya, jangan
berlaku curang dalam pemilihan ini karena tentu saja akan berefek untuk mahasiswa Ekonomi Islam kedepannya.
Jadilah pemilih yang cerdas demi pemimpin yang amanah, yang ingin saya
sampaikan ialah pilih satu, dua, atau tiga itu tidak masalah, asalkan kalian
jangan golput.
M. Haqi Nazili, Calon Ketua HMD IESP Nomor Urut Satu
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri
menjadi ketua himpunan?
Pertama,
saya punya rasa tumbuh cinta terhadap jurusan, dengan rasa cinta terhadap
jurusan, saya juga peduli terhadap jurusan saya sendiri. Saya merasakan dengan
mencintai HMD IESP, saya harus berkontribusi sebaik-baiknya untuk jurusan saya
sendiri. Selain itu, hanya faktor-faktor pendukung. Pada saat saya sebelum
menjadi anggota HMD IESP, mungkin dulu saat saya juga masih menjadi mahasiswa
baru seperti kalian, saya juga diwadahi oleh teman-teman angkatan 2017. Dimulai
dari situ saya sudah mendapatkan seperti hak agar bisa diwadahi tentang HMD IESP.
Saya merasa memiliki kewajiban untuk melanjutkan HMD IESP, kemudian mampu
mewadahi mahasiswa baru setelahnya.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Menjadikan
HMD IESP sebagai mitra strategis untuk seluruh anggota IESP dan departemen IESP
untuk mencapai visi dan misi dari IESP tersebut. Intinya, saya ingin membantu Departemen
IESP dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, serta HMD IESP juga harus berperan
aktif dalam mewujudkan hal tersebut.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari
mahasiswa agar memilih Anda?
Disini
saya akan menjual program, saya akan menawarkan solusi-solusi dari saya untuk
mencapai tujuan dari IESP sendiri. Dikarenakan HMD IESP bergerak di bidang
akademik yang tentunya tujuan akhirnya pasti bertujuan untuk akademik mahasiswa
seluruh anggotanya. Misalnya, saya akan memberikan wadah bagi mahasiswa IESP
agar bisa berkembang bersama dan bisa berperan aktif. Menurut saya, percuma
saja jika saya sudah membuat suatu program yang menarik, tetapi para mahasiswa
tidak menggunakan program tersebut semaksimal mungkin. Program yang ingin saya
buat, seperti pelatihan-pelatihan tentang pembelajaran ekonomi, yang bisa
membantu para mahasiswa terutama mahasiswa baru yang belum mengerti benar apa
itu IESP sebenarnya.
Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda
tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Meningkatkan
iklim diskusi dengan adanya pelatihan dan diskusi santai, diadakannya suatu
pelitian yang semakin berkembang. Selain itu, saya akan melakukan kolaborasi
dengan salah satu organisasi untuk melakukan kajian bersama. Ada juga dengan
menggait alumni untuk diajarkan tentang analisis yang lebih baik.
Kenapa mahasiswa IESP harus memilih Anda?
Saya
sebenarnya ikhlas, saya akan berusaha dan bekerja semaksimal mungkin untuk
menggaet seluruh aspirasi yang dirasakan oleh semua mahasiswa akan bisa
terwujud apa yang diinginkan.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan
suksesi himpunan kali ini?
Harapan
saya semoga dengan adanya suksesi ini kita semua bisa merasakan demokrasi
dengan suara kita sendiri sebagai mahasiswa. Selain itu kita juga bisa memilih
ingin dipilih dan dibimbing oleh siapa dan mau dipimpin seperti apa. Semoga kedepannya akan banyak yang
menyalonkan diri menjadi ketua, serta memiliki visi dan misi yang lebih baik
lagi.
Apa yang ingin Anda sampaikan pada mahasiswa IESP
sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira
saat ini?
Saat ini
kita sudah diwadahi untuk memberikan hak suara dalam suksesi. Jadi, jika kita
sudah beri wadah, sebagai mahasiswa kita juga harus berperan aktif dalam
mewujudkan tujuan yang ada, sehingga kita juga bisa memanfaatkan apa yang ada
sebaik mungkin.