FEB (05/12) – Digelar secara daring melalui Zoom, telah dilaksanakan acara Roadshow Pemira Undip 2021. Acara ini dijadikan sebagai ajang untuk mengenalkan calon ketua dan calon wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, yaitu dari pasangan calon (Paslon) nomor satu atas nama Muhammad Fajar Sodik dan Salsabila dengan nama kabinet “Abirama Cipta” serta paslon nomor urut dua atas nama Ichwan Nugraha Budjang dan Fika Indah Febriyani dengan nama kabinet “Rasi Pembaharu” serta Mahasiswa Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM). Acara ini difokuskan kepada para audiens agar dapat mengenal lebih jauh para calon beserta gagasan serta visi dan misinya.
Acara ini dihadiri oleh dua panelis yaitu Safriko Desna Putra dan Rahmatullah Yudha, serta satu peran publik yaitu Muhammad Rivandi Tsani Almesa. Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Undip, kemudian dilanjutkan pemaparan Grand Design Organisasi dari masing-masing paslon Ketua-Wakabem BEM Undip, setelah itu pemaparan Arah Gerak MWA Undip oleh calon nomor 1 . Untuk selanjutnya diadakan sesi tanya jawab oleh panelis dan audiens kepada tiap calon.
Ada beberapa program unggulan yang dibawa oleh masing-masing paslon. Paslon satu membawa dua buah inovasi sistem berupa e-vote suara Undip yang hadir sebagai upaya penghimpunan aspirasi mahasiswa dan hotline Kesma BEM Undip sebagai layanan aduan mahasiswa Undip perihal banding UKT dan yang lainnya. Adapun paslon dua membawa tujuh buah program unggulan yaitu Ruang Aspirasi Dipo Career Training, Modernisasi Buku Panduan Kaderisasi, PSDKU Learning Center, Diponegoro Women’s Forum, Data Satu Pintu, dan Deforestation and Climate Change Panel Discussion.
Menurut panelis pertama yaitu Safriko, tidak terlalu ada kritisi untuk GDO kedua paslon karena tidak ada yang terlalu berbeda dari BEM di hari ini. Lalu menurut panelis kedua yaitu Yudha, ia menyoroti tentang salah satu program unggulan paslon dua yaitu Diponegoro Women’s Forum. Yudha sangat setuju dengan adanya program unggulan ini, karena menurutnya program ini akan selaras dengan Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Selanjutnya Alim memaparkan tentang Arah Gerak MWA Unsur Mahasiswa 2022. Pemaparan ini berisikan tentang latar belakang, visi dan misi, isu strategis, tentang BK MWA Undip UM, dan inovasi. Program unggulan yang dibawakan oleh Alim ini ada 3, antara lain: Lekas (Lembar Kisah Fakultas/Sekolah) yaitu kunjungan BK MWA Undip UM ke fakultas/sekolah dengan mengangkat topik tematik, Diskusi Terbuka, dan Kepoin Kampus yang merupakan proker yang menyajikan infografis/pamflet mengenai perkembangan kondisi kampus.
Setelah itu, diadakan sesi tanya-jawab dan mengkritisi untuk calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Diponegoro 2022 nomor urut 1 dan 2, serta calon MWA-UM Universitas Diponegoro 2022. Sesi ini diberi waktu satu jam oleh panitia dan dikhususkan untuk publik yang ingin bertanya atau mengkritisi para calon yang sedang mengikuti roadshow ini. Acara berlangsung lancar dan damai tanpa ada halangan. Namun sangat disayangkan dalam roadshow kali ini calon Wakil Ketua BEM nomor urut 1, Salsabila, tidak dapat turut serta dikarenakan kesehatannya yang sedang tidak baik.
Puncak Pemilihan Umum Raya Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro (Pemira FEB Undip) sudah di depan mata. Dari sekian
banyak mahasiswa FEB, 2 pasangan calon ketua serta wakil ketua badan eksekutif
mahasiswa (Kabem-Wakabem) fakultas maju demi mengabdikan diri pada kampus
kuning. Dengan berbagai latar belakang organisasi serta pengalaman, tiap-tiap
pasangan membawa warnanya masing-masing dalam perjalanan Pemira tahun ini.
Calon pasangan pertama, Noor Khaafidl Razzaaq dan Insyira Risma Medya,
membawa visi, “Mewujudkan BEM FEB Undip 2022 yang dapat menggapai tujuan nyata,
dengan harapan baru serta berperan aktif untuk mahasiswa FEB yang lebih
unggul,”. Pasangan ini memberikan nama kabinetnya “Gemintang Cipta” yang ber-tagline-kan,
“Satu tuju, gapai cita, menembus batas,”
Berbeda dengan calon pasangan Kabem-Wakabem pertama, calon
pasangan kedua, Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi Abdul Khakim menamai
kabinetnya “Gemar Cipta”. Visi yang mereka bawa adalah, “Semarak gemar BEM FEB
Undip sebagai katalisator dalam mewujudkan FEB Undip yang unggul untuk Undip
dan Indonesia”. Karena fokus pasangan ini adalah mencipta, tagline yang
mereka sematkan ialah, “Berani mulai, wujudkan karya nyata”.
Setelah seluruh rangkaian Pemira yang dilaksanakan, tentu masyarakat FEB
Undip mulai mengenal kedua calon pasangan Kabem-Wakabemnya.
Maka dari itu, dalam rangka menghadapi puncak pemilihan yang tidak lama lagi,
Lembaga Pers Mahasiswa Economic Students
(LPM Edents) mengadakan survei elektabilitas terhadap kedua pasangan. Survei
ini belum sepenuhnya mencerminkan keadaan hari-h pemilihan nanti namun dapat
menjadi gambaran bagi kedua pasangan calon untuk terus mempromosikan diri
mereka.
Dari 3.126 lebih mahasiswa FEB secara keseluruhan, survei elektabilitas Kabem-Wakabem Pemira 2021 berhasil mengumpulkan 94 responsi. 53 responden survei ialah perempuan, sedangkan sisanya laki-laki. Umur responden berkisar antara 17 – 22 tahun dan berasal dari keempat program studi di FEB, Akuntansi, Ekonomi Islam, Ilmu Ekonomi, dan Manajemen. Para responden merupakan mahasiswa dari keempat angkatan yang saat ini masih aktif mengikuti kegiatan belajar di FEB Undip, yaitu angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021.
Dari hasil survei elektabilitas Kabem-Wakabem
Pemira 2021 menunjukkan bahwa mahasiswa FEB Undip lebih mengetahui pasangan
calon nomor urut dua, yaitu Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi dibandingkan
dengan pasangan calon nomor urut satu, Noor Khaafidl dan Insyira Risma. Namun,
ada juga mahasiswa yang masih belum mengetahui siapa saja pasangan calon ketua serta wakil ketua
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB
Undip 2022. Mahasiswa FEB juga lebih menyukai pasangan calon Akbar dan Subkhi
dengan persentase 60,6% lebih unggul dari paslon nomor satu (39,4%).
Berdasarkan
survei, ternyata mahasiswa FEB Undip lebih banyak yang ingin memilih paslon
nomor urut dua (Akbar-Subkhi) jika dilakukan pemungutan suara, dengan
persentase 38,3 persen. Untuk paslon nomor urut satu, terdapat 28,7% untuk
memilih mereka jika dilakukan pemungutan suara. Sisanya, terdapat 33% memilih
untuk tidak menjawab pertanyaan survei tersebut. Dengan persentase 31,9%
mahasiswa memilih dengan alasan track record yang dimiliki paslon
Akbar-Subkhi. Selanjutnya, alasan pemilihan tersebut karena visi misi, Grand Design Organization (GDO),
persiapan, personality, kabinet, dan background yang dimiliki oleh paslon Akbar-Subkhi.
Dengan
survei yang telah dilakukan, simpulannya adalah untuk paslon nomor urut dua
(Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi) lebih unggul dibandingkan dengan nomor
urut satu (Noor Khaafidl dan Insyira Risma). Visi misi serta track record
ternyata sangat mempengaruhi terpilihnya paslon tersebut. Responden lebih
mengenal dekat paslon nomor urut dua, yang mana bisa menjadi peluang untuk
mereka menjadi unggul pada Pemira 2021.
Akbar-Subkhi, Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip Nomor Urut Dua
Apakah
latar belakang Anda mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM FEB
Undip 2022?
“Yang
pertama di dalam suatu keorganisasian tentu dibutuhkan suatu estafet kepemimpinan.
Selain keyakinan akan diri sendiri ada orang-orang di sekitar yang mendorong
dan memberikan kepercayaan kepada kami untuk berani memberi perubahan di BEM
FEB Undip tahun 2022. Lebih daripada itu kita ingin mendapatkan sesuatu yang
belum pernah kita dapatkan sebelumnya dengan cara melakukan sesuatu yang belum
pernah kita lakukan sebelumnya.”
Apa
visi dan misi yang Anda bawa dalam Pemira
kali ini?
Visi:Semarak gemarBEM FEB Undip sebagai
katalisator dalam mewujudkan FEB Undip yang unggul untuk Undip dan Indonesia.
Misi Cipta Tata: Membangun iklim kolaboratif intra organisasi guna mendorong sistem kerja yang optimal.
Cipta
Kolega: Menjalin komunikasi yang baik antar lembaga internal maupun
eksternal kampus dan para stakeholder
guna mewujudkan hubungan yang harmonis dan kolaboratif.
Cipta
Guna: Meningkatkan pelayanan, pengabdian masyarakat, dan pergerakan
mahasiswa yang aktif, responsif, dan strategis.
Cipta
Citra: Memanfaatkan perkembangan media dan teknologi sebagai
peningkatan kualitas publikasi informasi yang informatif, aktual, dan menarik.
Cipta Karya: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, serta menciptakan karya yang optimal
Bagaimana
langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar tertarik untuk memilih
Anda?
“Yang pertama ialah
memperkenalkan diri kami, tentang track record atau pencapaian kami
selama menjadi mahasiswa, lalu kami memperkenalkan gagasan yang kami bawa
secara komprehensif serta menerima dan menyerap aspirasi mahasiswa FEB sebagai
bentuk dorongan dan motivasi karena suara mahasiswa FEB menjadi salah satu
indikator yang mampu memperkuat gagasan kami.”
Apa
saja pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai pasangan calon Ketua-Wakil Ketua
BEM FEB Undip 2022?
“Pertama, di tahun 2021 kepengurusan
BEM FEB Undip Konstelasi Cita sudah berjalan cukup baik. Sehingga ke depan kami mencoba untuk
mengoptimalisasi segala kekurangan yang ada di BEM FEB Undip, salah satu contoh
adalah kami ingin mengoptimalisasi peran PMO sebagai fasilitator dalam mewadahi
para fungsionaris untuk memiliki hubungan yang erat, dekat, dan tanpa sekat.
Yang kedua, setelah kami melakukan survei, riset, dan perbincangan dengan
beberapa orang kami menemukan beberapa kesalahan, salah satunya adalah program
kerja, pelayanan, pergerakan, dan pengabdian yang dilakukan oleh BEM FEB Undip
kurang relevan terhadap minat mahasiswa FEB. Oleh karena itu, kami membuat biro baru
yaitu Biro Statistik yang berfokus menghimpun data, menganalisis data, dan
mempublikasikan data. Biro Statistik ini menjadi ikhtiar kami dalam membuat BEM
FEB Undip 2022 bergerak berbasis dengan data, sehingga membuat program kerja,
pelayanan, pengabdian, dan pergerakan lebih relevan terhadap minat mahasiswa
dengan adanya data sebagai landasan. Untuk lebih lengkapnya, teman-teman bisa
mengakses di GDO kami yang dapat diakses di link: bit.ly/GDOGemarCipta.”
Apa
keunggulan Anda jika dibandingkan paslon lawan?
“Untuk keunggulan, kami
rasa teman-teman mahasiswa FEB Undip yang bisa menilai, yang setidaknya harapan
kami ke depannya
kami bisa membersamai dan menjawab dari setiap kebutuhan dan keresahan
mahasiswa. Kemudian langkah yang kami lakukan untuk membersamai dan menjawab
kebutuhan dari mahasiswa FEB Undip sebagai bentuk akses kemudahan untuk
komunikasi kami membuat suatu proker yaitu survei kepuasan yang dilakukan oleh
Biro Statistik. Yang harapannya kami bergerak berbasis dengan data yang
dimiliki.”
Apakah
alasan yang mendasar, mahasiswa harus memilih Anda?
“Kami hadir untuk
mahasiswa FEB Undip dan kami ada untuk memastikan bahwa keresahan dan kebutuhan
mahasiswa dapat dijawab dan difasiltasi, serta kami percaya mahasiswa FEB Undip
akan memilih siapa yang layak untuk memimpin BEM FEB Undip 2022.”
Apa
harapan Anda untuk keberlangsungan pemira tahun ini?
“Pemira sudah berjalan,
dan kita semua tinggal menunggu hasil terbaik dari pilihan mahasiswa dan
pilihan mahahsiswa FEB Undip menjadi amanah dan tanggung jawab yang harus kita
jalankan secara bersama-sama.”
Apa
yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik hak
suara dalam suksesi himpunan dan pemira tahun ini?
“Gunakan hak suara kalian
dan jangan sampai golput karena satu suara sangat berarti untuk keberlangsungan
BEM FEB Undip dan FEB Undip ke depannya.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap kepengurusan BEM sebelumnya? Terutama saat online.
“Kami rasa kondisi
sekarang ini menuntut kita semua untuk dapat dengan cepat beradaptasi terhadap
keadaan dan kondisi yang dinamis, dan di setiap kondisi yang ada itu merupakan
tantangan sekaligus peluang untuk kita termasuk kepengurusan BEM FEB Undip
tahun 2021. Sehingga ini menjadi kesempatan untuk kami mencoba mengoptimalisasi
dari tiap tantangan dan juga peluang dari setiap ketidakpastian yang akan
terjadi.”
Apakah
Anda sudah memiliki persiapan untuk memperbaiki permasalahan yang ada di
kepengurusan BEM tahun sebelumnya?
Khafid-Risma, Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip Nomor Urut Satu
Apakah latar belakang Anda mencalonkan
diri dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Universitas Diponegoro 2022?
“Latar belakang saya yaitu
ada dua, pertama berdasarkan keresahan kami jadi kami berdua punya keresahan
salah satunya adalah mengenai eksistensi organisasi mahasiswa. Eksistensi
organisasi mahasiswa seperti “kenapa sih organisasi mahasiswa
sekarang-sekarang ini makin lama makin sepi peminatnya?” maka saya memberanikan
diri untuk mencalonkan diri sebagai calon ketua dan wakil ketua. Kedua karena
adanya dorongan dari lingkungan sekitar dari teman-teman dan yakin untuk mencalonkan
diri sebagai ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip 2022.” -Khafid-
“Izinkan saya
untuk menceritakan tentang diri saya terlebih dahulu, saya merupakan salah satu
bagian di Badan Eksekutif Mahasiswa pada periode 2 dan periode terakhir ini.
Tentu dalam perjalanan serta prosesnya yang mendapatkan berbagai inovasi pola
pikir yang terbentuk. Lalu ada juga evaluasi atas apa yang sudah saya jalani
serta kekhawatiran tentang bagaimana dan ke mana arah tujuan
organisasi ke depan yang bisa memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat
khususnya Fakultas Ekonomika dan Bisnis secara
lebih luas. Lalu akhirnya dengan berbagai pemikiran yang saya munculkan dari
perjalanan saya menjadi staf di Badan Eksekutif Mahasiswa, muncullah gagasan
dari berbagai kekhawatiran, dari inovasi, maupun evaluasi
yang saya jalani. Kemudian gagasan serta
pembaharuan tersebut saya satukan dengan rekan saya, yang menurut saya memiliki tujuan
bersama dalam cita dan tuju. Dengan gagasan tersebut akhirnya membulatkan tekad
saya untuk ingin melanjutkan niat dalam pengabdian serta pelayanan kepada
masyarakat FEB. Kami sadar
bahwasanya manusia memiliki kepintaran masing-masing, manusia memiliki
keahlian dan keistimewaannya masing-masing, tetapi kesadaran untuk memberikan
kepekaan perlu segera direalisasikan itu akhirnya kami, tentunya saya dan
pasangan saya Khafid membulatkan tekad untuk mencalonkan diri dalam Pemira pada tahun
ini. Lebih spesifiknya adalah pencalonan ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip
Tahun 2022.” -Risma-
Apa visi dan misi yang Anda bawa dalam
pemira kali ini?
“Untuk menentukan arah gerak BEM FEB Undip 2022, kami
memiliki visi mewujudkan BEM FEB Undip 2022 yang dapat menggapai tujuan yang
nyata dengan harapan baru, serta berperan aktif untuk mahasiswa FEB yang lebih
unggul. Di sini ada kata “menggapai
tujuan nyata”, sesuai dengan fungsi BEM untuk pergerakan, pelayanan, dan
pengabdian. Kami ingin ada pergerakan nyata, pelayanan yang nyata, dan ada
tujuan yang nyata dari BEM FEB Undip 2022. Lalu ada kata “dengan harapan baru”,
harapan baru sesuai dengan nilai organisasi yang kami usung yaitu growing, collaboration, apreciative,
practice, and adaptive. Kami juga ingin berperan aktif untuk mahasiswa FEB
yang lebih unggul. Lalu, kami mempunyai misi “gapai bersama dalam pelayanan dan
pengembangan”, dengan berdedikasi dalam memberikan pelayanan serta pengembangan
bagi seluruh mahasiswa FEB Undip, sesuai dengan capaian tujuan dan
kesejahteraan dari mahasiswa FEB Undip. Misi kedua kami adalah “gapai bersama dalam
pengabdian dan dedikasi”, yakni membangun dan menumbuhkan kepekaan sosial
hingga mewujudkan dedikasi dari mahasiswa FEB Undip terhadap lingkungan sosial
di sekitarnya.” -Khafid-
“Untuk misi selanjutnya, yaitu “gapai bersama dalam adaptif
dan praktis”, menerapkan berbagai sistemasi kegiatan yang dapat menjalankan dan
menyesuaikan keadaan di sekitar atau keadaan zaman yang ada. Dengan visi yang
kami punya, kami berharap dalam keberjalananannya kami bisa menjadi organisasi
yang adaptif dengan keadaan dan kondisi yang ada saat ini. Di mana kondisi staf saat ini bisa dikatakan fluktuatif
tetapi tidak menjadi permasalahan ketika kita bisa menjalani misi yang kami
punya. Tentu dengan keberjalanan dan adaptif tersebut, kita harus memikirkan
juga mengenai menggapainya dengan cara yang praktis. Praktis berarti kita
memikirkan cara apakah yang kita lakukan ini mencapai goals ataupun tidak mengurangi esensi yang kita tuju. Nilai adaptif
dan praktis memiliki keterkaitan untuk menggapai visi kami. Lalu selanjutnya,
“gapai bersama dalam kolaborasi dan prestasi”, dengan mengupayakan berbagai
visi yang kami punya, tentu kami sadar perlu adanya kolaborasi antar elemen
sumber daya mahasiswa di dalamnya, maupun sumber daya eksternal yang membantu. Dengan adanya kolaborasi yang
kami ciptakan, kami berharap bisa memberikan impact juga perihal prestasi yang bisa ditimbulkan dalam mahasiswa
FEB Undip. Kolaborasi memiliki banyak arti, bisa kolaborasi dalam menggapai
karya, berkolaborasi untuk menyatukan ide, maupun sejajarnya. Akan tetapi,
dengan misi yang kami punya yaitu gapai bersama dalam kolaborasi dan prestasi,
diharapkan bisa menjadi salah satu misi untuk bisa mencapai visi kami.
Selanjutnya adalah “gapai bersama dalam kebijakan dan advokasi”, tentu dalam
menjalankan organisasi kita harus siap, siaga, aktif, dan kritis. Akan ada
banyak hal yang kita kritisi, dan akan ada banyak hal yang perlu kita beri kebijakan serta ada
juga yang harus kita advokasikan demi kesejahteraan mahasiswa FEB Undip.
Sebagai penyalur, penggerak, pengabdian, dan pelayanan bagi mahasiswa FEB.
Terakhir, “gapai bersama dalam komunikasi dan sinergi”, dalam menjalankan
berbagai kegiatan ataupun berbagai tujuan yang ingin kita tuju, tentu kita
harus sadar bahwa komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat penting, baik
komunikasi intra maupun antar elemen di FEB di dalam maupun di luar organisasi,
di dalam fakultas maupun di luar fakultas. Komunikasi merupakan kunci untuk
bisa menciptakan sinergi. Sinergi dan komunikasi tersebut bisa dilakukan dalam
hal secara langsung maupun tidak langsung, seperti saat ini kita berkomunikasi
yang bergantung dengan teknologi. Hubungan komunikasi yang diharapkan mampu
menciptakan suatu sinergi diharapkan bisa menimbulkan harmonisasi dan bisa
dijalankan dengan baik untuk mencapai tujuan kami serta mencapai visi dan misi
yang kami punya.” -Risma-
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet
suara dari mahasiswa agar tertarik untuk memilih Anda?
“Sebelumnya ijinkan saya untuk menjelaskan nilai organisasi
yang kami angkat yaitu Glorasiratif (growing,
collaboration, apreeciative, practice, and adaptive). Dalam menggaet suara ataupun
mahasiswa yang ada di FEB yaitu dengan kami beri pemahaman bahwasanya kami
dalam menjalankan organisasi ke depan yang harapannya estafet kepemimpinan dapat kami jalankan. Dengan
zaman yang selalu berkembang kami melakukan analisis tentang kebutuhan dan
keperluan teman-teman mahasiswa baik akademis, non akademis, prestatif, maupun karir. Lalu, dalam pendekatan kami kepada
mahasiswa untuk menggaet suara yaitu
memberikan penjelasan apa yang kami bawa lalu tetap adanya komunikasi 2 arah
dari kami ataupun feedback dari teman-teman mahasiswa. Lalu timbullah satu suara dalam tuju untuk menyelaraskan niat kami ke depan.” -Risma-
Apa saja pembaharuan yang Anda tawarkan
sebagai pasangan calon Ketua dan Wakul Ketua BEM FEB Universitas Diponegoro
2022?
“Ada beberapa pembaharuan yang kami tawarkan baik untuk
fungsionaris maupun untuk ke masyarakat FEB Undip. Penawaran ini juga
berdasarkan kesan kami yang ada. Kemudian tentang kampus merdeka pula seperti
yang kita tahu kampus merdeka menjadi benefit
tersendiri bagi mahasiswa, namun juga bisa menjadi ancaman bagi organisasi mahasiswa.
Oleh karena itu, kami ingin menyeimbangkan
antara kampus merdeka dan organisasi mahasiswa melalui benefit yang kami tawarkan untuk fungsionaris dari BEM FEB Undip
2022. Fungsionaris kami tawarkan benefit
meliputi pengalaman dari beberapa stakeholder
yang akan kami ajak kerjasama. Kami ingin mengajak kerjasama dari beberapa
perusahaan untuk memberi pelatihan ataupun memberi materi bagi fungsionaris
yang kami punya. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan kesan bahwa organisasi
mahasiswa itu tidak kalah dengan kampus merdeka yang memberi pengalaman ataupun
memberi benefit untuk mereka itu.
Selain itu, kami sebagai penyeimbang tentunya kami juga ingin mahasiswa FEB
mengikuti kampus merdeka karena kampus merdeka mempunyai keuntungan yang sangat besar bagi mahasiswa. Oleh
karena itu, apa yang bisa kami lakukan
yakni memberi pelatihan berikut coaching
untuk mahasiswa FEB yang ingin mengikuti kampus merdeka. Pelatihan tersebut
juga yang kami tawarkan untuk mahasiswa FEB bisa lolos untuk mengikuti kampus merdeka.” -Khafid-
Apa keunggulan Anda jika dibandingkan dengan
pasangan calon lawan Anda?
“Kami semua baik paslon 1 dan 2 meyakini memiliki
keunggulannya masing-masing. Kami sendiri paslon nomor 1 memiliki kesadaran bahwa dalam menjalankan organisasi
dalam melakukan pelayanan dan pengabdian, kami sadar betul harus adanya
kepekaan tentang keadaan yang ada di masyarakat FEB. Apa yang sebenarnya mereka butuhkan? Apa yang
sebenarnya mereka ingin penuhi? Apa cita dan tujuan yang ingin mereka capai? Kepekaan
tersebut membuat salah satu kelebihan ataupun keunggulan kami untuk
menyesuaikan, dan tentu dalam penyesuaian itu banyak yang harus kami rangkul,
dari berbagai organisasi yang ada di dalamnya. Dalam menjalankan BEM
harapan yang kami tuju ada beberapa uluran tangan dari teman-teman himpunan ataupun
teman-teman UKM untuk bisa menyelaraskan satu tuju. Kami ingin menjadi organisasi
yang kolaborasi dengan antar internal dari BEM itu sendiri, dengan berbagai
ormawa di FEB yang memiliki peran masing-masing, dan dengan mahasiswa yang
harapannya bisa merasakan secara langsung visi yang kami tuju yaitu menggapai
suatu cita dengan harapan yang kami punya. Adanya saling feedback,
saling keterkaitan, dan peran dan beneficial
yang kami bisa saling berikan. Selain menjadi penggerak kami ingin tentu
menjadi wadah bagi mereka untuk bisa menyalurkan apa
yang mereka tuju.” -Risma-
Apakah alasan mendasar, mahasiswa harus
memilih Anda?
“Kami juga ingin menjadi penyeimbang dari kampus merdeka,
selain kami memberi benefit bagi fungsionaris kami juga ingin mahasiswa
FEB mengikuti kampus merdeka yang juga banyak benefit–nya untuk mereka. Lalu, kenapa harus
memilih kami? Karena kami sendiri mempunyai beberapa pembaharuan yang mana
meliputi isu-isu internal yang akan kami bawa untuk mahasiswa FEB, yakni
meliputi pembangunan, meliputi mahasiswa IUP, kami ingin menampung keresahan mahasiswa
IUP, apa yang dibutuhkan mahasiswa IUP, kami juga ingin mengawal BSO. Seperti yang kita tau bahwa BSO yang
ada di FEB belum terkawal dengan maksimal. Makanya kami ingin mengawal mereka dengan maksimal. Selain itu,
kami juga ingin mengoptimalkan database dari bidang seni, olahraga, maupun bidang prestasi. Kami ingin mengoptimalkan teman-teman
yang kiranya dapat berprestasi dalam bidang tersebut. Pengoptimalan itu
meliputi pelatihan dan untuk teman-teman yang kiranya selama ini belum
terwadahi bakat seni, bakat olahraga, maupun prestasinya akan kami wadahi
berdasarkan database yang telah kami himpun.” -Khafid-
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan Pemira tahun ini?
“Saya menyadari bahwa setiap pasangan calon memiliki niat
serta gagasan baik untuk FEB. Tentunya bagi teman-teman mahasiswa saya harap
juga ikut serta dalam pemungutan suara ataupun menggunakan hak suaranya dalam
pemira tahun ini, dan siapapun pemegang estafet kepemimpinan ke depan saya harap bisa membulatkan tekadnya ataupun
meluruskan niat serta gagasan baiknya bagi FEB. Harapan saya untuk teman-teman
yang memang saat ini menjalankan pemira baik dari pasangan calon, teman-teman
mahasiswa, teman-teman yang telah menyukseskan acara keberjalanan pemira ini,
ataupun teman-teman yang memiliki keterlibatan tidak melunturkan niatnya untuk
bisa selalu berkontribusi dan memberikan pelayanan bagi teman-teman sekitar.
Itu harapan saya untuk kita semua sama-sama maju bagi FEB kita tercinta.” -Risma-
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada
mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan
pemira tahun ini?
“Untuk mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik suara
dalam Suksesi himpunan dan Pemira tahun ini. Seperti yang kita tahu bahwa mahasiswa adalah insan
intelektual dan mahasiswa adalah representatif
ataupun contoh bagi masyarakat sekitar. Seperti yang kita ketahui pula
bahwasannya universitas ataupun kampus adalah miniature negara dan kita
adalah masyarakat di dalamnya, sudah saatnya dan sudah
tentunya kita memiliki hak suara dalam pemira ini siapapun pemimpinnya pasti ia memiliki niat baik. Namun
teman-teman sekalian jangan lupa dan jangan sampai melupakan hak pilihnya
karena itu yang akan menentukan bagaimana teman-teman ke depannya.” -Khafid-
Adakah kersahan yang dirasakan terhadap
kepengurusan BEM sebelumnya? Terutama saat online.
“Seperti yang kita tahu kepengurusan BEM FEB 2021 merupakan
kepengurusan BEM yang stabil dan bagus tentunya. Namun, ada beberapa keresahan
yang kami rasakan terutama saat online
yaitu tentang harmonisasi kolaborasi. Harmonisasi yang dibangun BEM FEB 2021
sudah bagus namun yang kami harapkan adalah harmonisasi kolaborasi dan
menghasilkan output yang jelas, di mana itu ada dalam proker inovasi kami yaitu FEB EXPO yang
nantinya akan mengajak kerja sama dari masing-masing ormawa yang ada di FEB
untuk menghasilkan kolaborasi dan tentunya output
yakni pengkaryaan dari ormawa-ormawa yang ada di FEB. Lalu kami juga ingin
mengawal isu internal karena yang kita tau pula bahwasanya bahwa BEM FEB
2021 kurang mengawal ataupun tidak masive dalam mengawal isu internal
yakni ada pembangunan, IUP, dan BSO. Bahwa kami ingin mengawal pembangunan yang
ada di FEB, temen-temen IUP, dan BSO yang belum terkawal secara massive
di FEB.” -Khafid-
Apakah Anda sudah memliki persiapan untuk memperbaiki permasalahan yang ada di kepengurusan ini?
“Tentu kami sudah memiliki persiapan, karena dengan tujuan yang kami luncurkan terdapat berbagai analisis maupun ide dalam keberjalanan ke depan sebagai penggerak serta memberikan pelayanan bagi teman-teman mahasiswa. Dan itu juga merupakan salah satu hasil evaluasi yang sudah berjalan maupun inovasi yang mungkin ingin kami harus jalankan. Dan persiapan tentu tidak hanya dipenuhi dengan teknis saja namun juga persiapan dalam personal kami masing-masing untuk bisa leading of organization dan tetap memberikan manfaat dan pelayanan bagi teman-teman mahasiswa FEB.” -Risma-
Catra Darmesta, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu
Apa latar belakang anda mencalonkan diri menjadi ketua
himpunan?
“Berangkat dari keresahan selama 2 tahun
menjadi mahasiswa Manajemen dan anggota MSA. Pelayanan kemahasiswaan, pelayanan
akademik, sarana pengembangan minat-bakat dirasa masih minim dan kurang
diperhatikan. Ingin coba jadi chairman
supaya bisa mewujudkan apa yang jadi keresahan di atas. Walaupun tujuan MSA concern pada bidang keakademikan, banyak
mahasiswa yang minta ke arah bagaimana mempersiapkan ke jenjang karir. Ingin mencoba
difasilitasi semua dengan program yang dibawa salah satunya dengan skill training, contohnya sertifikasi. Kalau
bisa, MSA hadir membantu teman-teman manajemen, sehingga teman-teman manajemen
lebih siap lagi menghadapi dunia kerja nantinya.”
Apa visi dan misi yang anda miliki?
“Visinya menjadikan MSA lebih
inklusif dan komprehensif supaya tercipta keharmonisan (saling sinergi) di
lingkungan Manajemen, sehingga bisa
bersama-sama menjadikan Manajemen
jaya kembali.”
“Untuk misi, intinya saya mencoba untuk membangun internal MSA. Mencoba untuk membentuk chemistry/bonding di internal MSA. Setelah itu baru melayani temen-temen di Manajemen. Pelayanan utama terkait keakademikan dan kemahasiswaan. Selain itu juga fokus tentang minat dan bakat, akademik maupun non-akademik, terutama pengembangan softskill, contohnya komunikasi. Pengembangan untuk persiapan ke dunia kerja setelah lulus nantinya juga. Saya ingin menjadikan MSA ini nggak cuma sekadar melayani, formalitas untuk menjalankan peran dari himpunan. Saya ingin menjadikan MSA ini bener-bener ada untuk aspirasi, komunikasi, dan pengembangan bagi masyarakat Manajemen.”
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
“Dengan cara rangkaian Pemira yang sudah difasilitasi dan
dirancang panitia suksesi, terutama saat mimbar bebas. Kalau saya boleh saran buat temen-temen Manajemen, sebisa mungkin, kalau
kita mau pilih, jangan sekadar tahu aja tapi coba juga pahami tentang
calon-calonnya ini seperti apa dan program-program serta gagasan-gagasan yang
mereka bawa itu seperti apa.”
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua
himpunan?
“Ada cukup banyak dan nggak berbeda dari tahun
sebelumnya terkait program kerja (proker). Ada yang coba dikembangkan dan diinovasikan untuk
memaksimalkan lagi. Program baru contohnya Creative Marketing. Creative Marketing
merupakan proker yang mendorong fungsionaris MSA lebih inovatif dan kreatif melalui penciptaan
konten-konten sosmed MSA. Harapannya sosmed MSA lebih hidup lagi dan lebih
dekat ke mahasiswa-mahasiswa Manajemen. Ada juga terkait skill
training. Udah ada tapi belum di-fix-kan,
berupa sertifikasi Manajemen SDM. Ke depannya, saya ingin kita nggak cuma terbatas sama Sertifikasi Kompetensi Manajemen atau satu konsentrasi/bidang
saja. Saya berharapnya skill training itu nggak cuma terkait salah satu konsentrasi di Manajemen tapi juga tentang
pelatihan dan skill temen-temen
terkait hal-hal lain, misalnya bahasa Inggris, marketing, keuangan, atau content creative.”
“Untuk program pengembangan itu
ada Manajemen sharing time. Merupakan salah satu wadah
dan sarana yang sangat penting sebagai bentuk pelayanan. Asalnya hanya
perwakilan dari tiap-tiap angkatan tapi di tahun depan ingin seluruh temen-temen Manajemen bisa ikut berpartisipasi
sehingga bisa lebih maksimal dalam penyampaian aspirasi dan pertukaran
informasi. Ada juga IUP info yang ingin dikembangkan. Asalnya ada kendala
terkait koordinasi informasi. Inginnya kendala itu di tahun depan nggak ada sehingga infonya
lebih maksimal tersampaikan, baik bagi mahasiswa IUP maupun mahasiswa Manajemen secara keseluruhan.”
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
“Kalau terkait keunggulan, aku
lebih prefer lebih ditanyakan kepada voters
karena mereka yang lebih bisa menilai masing-masing calon untuk unggulnya yang mana. Saya meyakini bahwa program dan
gagasan yang dibawa serta pengalaman dua tahun sebagai mahasiswa Manajemen sekaligus dua periode anggota MSA, bukan cari jabatan atau pamor. Saya berharap di periode mendatang,
MSA bisa lebih baik, lebih mengayomi, serta lebih menghimpun lagi, tanpa
terkecuali.”
Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?
“Silahkan. Terserah kalian mau memilih
siapa. Pesan saya cuma satu. Kalau kita mau memilih sesuatu, nggak cuma terkait calon chairman, tentunya pasti ngga sekedar tahu tapi juga harus paham
terkait apa yang menjadi pilihan kita dan alternatif-alternatif pilihan yang
ada. Pada saat hari pemilihan,
jangan cuma memilih berdasarkan tahu tapi juga paham. Kalian paham terkait
pilihan kalian dan paham terkait alternatif pilihan yang ada. Karena saya punya
program dan inovasi yang cukup berbeda dari calon lain dan saya dengan tulus
ingin melayani.”
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan
kali ini?
“Saya berharap bahwa rangkaian suksesi sampai akhir nanti berjalan
dengan lancar, ngga ada kendala
sedikitpun, kecuali ada hal-hal yang buruk seperti kecurangan dan
ketidakadilan, baik dari panitia, masing-masing calon, maupun timses.”
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan
pemilik hak suara dalam Suksesi himpunan dan Pemira ini?
“Buat temen-temen voters dari masing-masing himpunan, terutama mahasiswa Manajemen, jangan lupa gunakan hak
pilih kalian. Diusahakan jangan golput karena satu suara kalian akan sangat
berharga untuk lingkungan kampus ke depannya. Kalau misal kita ga milih atau
asal-asalan, saya khawatir kalau kita
semua merasa bahwa pemimpin yang terpilih tidak sesuai dengan yang diharapkan.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama
perkuliahan online yang ingin Anda perbaiki?
“Cukup banyak. Belakang coba
intropeksi dan mulai menyadari bahwa keresahan tersebut sepertinya berasal dari
diri masing-masing, yaitu kejenuhan atau break
out (quarter life crisis). Kita
udah terlalu lama merasakan online-online
gini. Kita udah jarang bersosialisasi dengan teman-teman kita. Kita udah jarang
komunikasi secara langsung, bertatap muka. Jadi, meskipun online, saya
melihatnya sebagai mempersempit ruang gerak kita. Kita ga bisa seleluasa seperti saat offline.
Hal itu tentu berpengaruh pada mental kita. Dari pribadi, ingin coba untuk
menyadarkan temen-temen Manajemen (menjadi sebuah wadah)
untuk berkeluh-kesah dan cerita tentang apa yang dirasakan dan apa yang menjadi
keresahan, sehingga walau interaksinya online,
tetap bisa mengerti satu sama lain.”
Kesan-pesan suksesi MSA apa?
“Sangat memusingkan dan ribet.
Saya kapok untuk mencalonkan diri lagi menjadi calon-calon ketua di ranah
kampus. (Hal itu) karena timeline-nya sangat padat, terkesan
diringkas. Jaraknya mepet-mepet, sehingga kita sebagai calon merasa “abis selesai ditonjok, ditonjok lagi”.
Cuma cukup seru dan menarik karena aku juga belajar tentang bagaimana bisa
berpolitik melalui rangkaian Pemira yang ada. Pesannya tahun depan rangkaian Suksesi lebih dipertimbangkan lagi
terkait timeline-nya supaya tidak membebankan
calon-calon yang ada. Kemudian juga panitianya semoga bisa lebih siap lagi.
Jangan sampai cuma ngikutin apa yang udah ada sebelumnya.”
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua
himpunan?
“Awalnya saya tidak ada kepikiran sama sekali untuk
mencalonkan diri. Awalnya, saya disarankan oleh Chairman MSA, Kak Najmi untuk mengikuti dasar dan sebenernya dari
situ aya mulai bertemu dengan beberapa orang yang notabenenya ada di FEB dan juga di luar FEB dan aku mengikuti LKMM-D di
FEB. Saya bertemu orang-orang hebat yang memberikan pandangan baru tentang
sebenarnya kondisi di luar kampus, Manajemen, serta FEB seperti apa dari
situ sebenernya saya mulai terpantik bahwa kalau sebenarnya
banyak keresahan dan permasalahan yang belum terselesaikan khususnya di
Manajemen sendiri. Dan saya mulai memunculkan mindset kalau bukan saya, siapa lagi yang mencalonkan diri untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu. Beberapa permasalahannya itu
seperti Masalah IUP Info. Di mana dari mahasiswa manajemen IUP
sendiri mereka tidak dapat fasilitas yang seharusnya mereka dapatkan. Salah
satu contohnya dari kinerja International
Office itu pun masih banyak yang dapat dikembangkan dari segi informasi
yang didapat agar bisa lebih cepat dan berkualitas. Dari saya pribadi ingin mengembangkan tempat belajar serta
tempat pengembangan diri bagi Manajemen yang lebih baik lagi. Apabila
kita liat sekarang program kerja dari MSA itu sudah sangat baik. Namun, tetap
bisa kita kembangkan. Di mana kita bisa membuat suatu community di antara manajemen dan
masing-masing angkatan.”
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
“Visi yang diusung ialah membuat Himpunan Mahasiswa yang berkontribusi positif yang melayani dan menghimpun mahasiswa
Manajemen FEB Undip di dalam komunitas yang kolaboratif. Sebenarnya aku mau
himpunan mahasiswa sesuai dengan tujuannya yaitu melayani dan menghimpun. Itu
merupakan salah dua dari lima tujuan dari himpunan mahasiswa di FEB
Undip terutama Manajemen dan juga saya mau, bahwa MSA sendiri bisa
berkontribusi positif bagi mahasiswa Manajemen itu sendiri. Dan untuk di sisi komunitas kolaboratifnya saya menginginkan di mana kita semua bisa saling bekerja sama dalam program kerja, ide, konsep.
Menurut saya mengapa MSA mengedepankan hal tersebut karena, kolaboratif dari sisi ini bisa mengoptimalkan dari segi output-nya. Jadi misalkan dengan kita bekerja
sama dengan orang lain, kita melakukan pengembangan ke arah yang positif dan
berkontribusi ditambah dengan kerja sama. Maka dari segi output dan dampaknya maka akan semakin massive dan besar dan kita bisa membawa dampak yang bermakna.
Untuk mencapai visi tersebut, saya ada 6 misi:
Membangun lingkungan kerja yang mendukung demi tercapainya rasa memiliki.
Memfasilitasi pengembangan diri fungsionaris MSA dan mahasiswa Manajemen secara inspiratif. Dari pengembangan diri sudah sesuai dengan rencana strategi Undip selama 5 tahun ke depan dan juga bagaimana kita meningkatkan sarana pengembangan diri terutama di MSA dan juga di manajemen itu sendiri. Ada beberapa cara yaitu dengan kaderisasi atau LKMM-PD dan tentunya di FEB terbebas dari senioritas.
Memberikan dampak positif terhadap pengembangan akademik dan keilmuan, minat dan bakat, serta kesejahteraan mahasiswa manajemen dengan program kerja yang inovatif dalam pelayanan. Contohnya dengan PKM, pelatihan karya tulis ilmiah, dan juga lomba debat. Bagaimana kita bisa memfasilitasi dan memberikan pelayanan serta bisa meningkatkan kesejahteraan mahasiswa itu sendiri.
Memperkuat hubungan kerjasama dengan seluruh stake–holder MSA. Untuk stake-holder dari MSA itu cukup banyak ada dari alumni, civitas akademika, antar ormawa dan UKM, dan pihak lainnya yang berkaitan. Bagaimana kita bisa meningkatkan kerja sama dengan mereka. Sebenernya tujuan akhirnya yaitu bisa saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Mempererat hubungan dengan alumni MSA dan alumni prodi manajemen FEB Universitas Diponegoro secara berkelanjutan. Merupakan sesuatu hal yang penting bila kita lihat sekarang alumni Manajemen banyak banget yang berkualitas dan hebat. Mengapa kita tidak melakukan kerja sama dengan mereka melalui suatu event atau program kerja dimana kita bisa membuat hubungan yang baik dan tentunya menguntungkan kedua belah pihak.
Mengoptimalkan peran media sosial sebagai saran publikasi
informasi yang edukatif.”
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa
agar memilih Anda?
“Yang pertama saya menyusun timses terlebih dahulu. Setelah itu, manajemen
ini kan fokus pada 4 angkatan yaitu angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021.
Apabila kita analisa, sebenarnya dari satu tahun terakhir atau pengalaman tahun
lalu beberapa mahasiswa yang paling aktif dalam memilih itu mahasiswa angkatan
pertama dan angkatan kedua. Jadi untuk taun ini, mayoritas fokus saya di kedua
angkatan tersebut. Bagaimana bisa menggaet massa dari mereka. Salah satu cara
saya melalui peer to peer, personal
dan juga kampanye online. Untuk peer to peer jadi saya mengonsepkan PIC
untuk perangkatannya 2-3 orang untuk menggaet orang-orang dan persuasi di mana
mereka dapat memilih dan masuk ke dalam timses. Cara kedua, melalu kampanye online ada beberapa sarana yang sudah
saya gunakan mostly Instagram.
Melalui Instagramstory, poster-poster ajakan, selain itu juga
dapat melalui feeds dengan tujuan untuk menjelaskan beberapa hal yang tidak ada dalam Grand Design.”
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua
himpunan?
“Mungkin dari program kerja, ada beberapa program kerja yang saya unggulkan. Satu dari segi perubahan ada MSA career day. Jadi, untuk MSA career day suatu event program
kerja rangkaian acara di mana nanti isinya merupakan acara-acara
yang nanti akan berguna bagi setiap angkatan Manajemen untuk berbagi informasi kesempatan buat lanjut ke jenjang berikutnya. Nanti acara tersebut akan diisi pula dengan workshop
yang akan menyediakan sarana pelatihan bagi mahasiswa Manajemen agar
melatih persiapan mereka pada saat melakukan rangkaian acara dalam penerimaan
suatu perusahaan melalui persiapan wawancara, CV, FGD, lalu bagaimana mereka dapat make the most are of experience yang nantinya bakal bisa digunakan
untuk wawancara nanti.”
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
“Kalau boleh jujur, sebenernya tidak ada. Saya dan Prasta cukup setara. Sebenarnya, saya dan Prasta sama- sama berjuang dari awal.
Kita sama-sama menjadi staf MSA di tahun kita pertama masuk dan di tahun kedua.
Kita juga sudah dua tahun sama-sama di MSA. Sebenarnya kita sama- sama memiliki
keresahan yang sama. Dan dari segi visi dan misi kita ada yang berbeda tapi menurutku
overall dari segi keresahan, apa yang
ingin kita ubah, serta inovasi itu cukup sama. Saya juga nggak bisa bilang memiliki kelebihan yang lebih dari dia. Karna,
dia juga merupakan orang yang sangat kompeten dalam bidangnya dan Prasta sangat insightfull,dia
punya keresahan dan isu yang dia tau dan dia pengen ubah. Dan jujur saya sangat respect dengan dia.”
Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?
“Dari saya pribadi, sebenarnya pasti orang-orang
punya banyak alasan dalam memilih. Mereka pasti ingin memilih yang terbaik bagi
Manajemen dan dari apa yang ingin saya bawa, dari apa yang sudah saya desainkan terutama di grand design.
Saya sudah menunjukkan inovasi dan pembawaan dampak yang efektif dari
perencanaan yang sudah saya buat dan saya pun mempunyai keresahan yang sama seperti anak-anak Manajemen lainnya, bagaimana kita bisa membuat wadah
pengembangan diri yang semakin maksimal untuk anak-anak Manajemen. Di mana kita bisa meningkatkan kualitas SDM
buat mereka. Saya ingin Manajemen semakin baik lagi menjadi salah
satu jurusan terbaik nantinya terutama di Indonesia dan juga bagaimana kita
bisa bekerja sama balik lagi, saya juga ingin mengedepankan kolaborasi di mana nantinya aya dan mahasiswa Manajemen lainnya bekerja sama menuju sinergitas dan bagaimana kita bisa sama-sama membentuk komunitas
yang baik untuk seluruh warga Manajemen yang mana nantinya menjadi
wadah pengembangan yang efektif bagi pengembangan kualitas.”
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi
himpunan kali ini?
“Semoga nantinya untuk suksesi
tersendiri bisa berjalan dengan baik, tidak ada masalah dan bisa terus
menciptakan acara-acara yang semakin baik ke depannya. Untuk panitia, semangat terus teman-teman nanti tanggal 4 Desember
bakal ada pemilihan semoga mereka bisa menjaga fokus dan kerja samanya. Dan
juga untuk saudara Mas Prasta harapan yang terbaik tentunya, kita menang atau
kalah urusan belakang. Yang penting kita ke depannya sama-sama bersinergi dan bekerja sama untuk MSA dan Manajemen yang lebih baik.”
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan
ini?
“Untuk para warga Manajemen yang nantinya akan memilih, pesan dari saya gunakan hak suara kalian.
Kalian semua itu mempunyai hak untuk memilih, jadi jangan sampai kalian tidak memilih. Karena nantinya akan
menentukan bagaimana MSA dan Manajemen ke depannya jadi pastikan kalian memilih dengan baik dan bijak. Jangan sampai
tidak memilih dan juga bagi para warga Manajemen jangan lupa nanti tanggal 4
Desember ada pemilihan yang tentunya akan dilaksanakan secara online.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama
perkuliahan secara online yang ingin Anda perbaiki?
“Kalau boleh aku bilang cukup banyak. Cuma untuk tahun ini aku ingin
berfokus pada pengembangan diri terutama pengembangan kualitas dari
fungsionaris. Dari saya pribadi, sebenarnya fungsionaris MSA
itu dari segi kualitas sudah cukup baik. Namun, banyak sekali yang masih bisa
mereka dapatkan dan kembangkan. Bagaimana caranya nanti, dari himpunan sendiri
bisa memberikan semacam benefit bagi
mereka. Contohnya dengan misi saya yaitu untuk meningkatkan kembali rasa
memiliki fungsionaris MSA dan itu sangat amat penting. Karena, nantinya
internal divisi yang akan bergerak dan
mereka akan bergerak memunculkan program kerja yang inovatif gimana kita bisa
membangun semangat mereka, rasa bertanggung jawab mereka dari softskill dan hardskill,gimana kita bisa memberikan fasilitas,
mewadahi kebutuhan mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan, itu juga
berhubungan dengan kepuasan mereka dalam bekerja. Gimana kita bisa membuat
lingkungan kerja yang baik untuk mereka berkembang. Jika kita sudah membuat
lingkungan internal yang baik maka secara eksternal juga bisa berdampak.
Contohnya dengan ruang diskusi yang terbuka. Misal, mereka mengalami suatu
masalah atau kersahan kita sebagai fungsionaris MSA yang lebih senior bisa memberikan saran dan wejangan kepada
mereka. Di mana kita juga bisa memberikan benefit misalkan pelatihan-pelatihan
internal diri itu juga masuknya pengembangan diri. Dari pelatihan diri
tersebut, melalui sertifikasi atau workshop
atau training.”
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri
menjadi ketua himpunan?
“Hal yang melatarbalakangi saya mencalonkan diri ada dua, yaitu keresahan dan kepedulian. Keresahan di sini ialah banyak hal di dalam himpunan yang membuat saya resah, baik dari sudut pandang staf himpunan maupun mahasiswa Ilmu Ekonomi itu sendiri. Sebagai staf, saya rasa peran dan fungsi himpunan harusnya dapat lebih ditingkatkan maupun dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Kedua, sebagai mahasiswa Ilmu Ekonomi, saya rasa himpunan belum sepenuhnya maksimal dalam mengayomi, menghimpun, ataupun memfasilitasi mahasiswa Ilmu Ekonomi itu sendiri. Saya melihat masih ada kekurangan di dalam himpunan dalam menjembatani antara hal yang dibutuhkan mahasiswa dengan birokrasi yang lebih tinggi.”
“Dari berbagai keresahan saya tersebut, saya ingin adanya perubahan maupun pergerakan. Ini ada kaitannya dengan alasan kedua saya, yaitu kepedulian. Karena di sini saya merasa sebagai bagian dari himpunan maupun mahasiswa Ilmu Ekonomi, tidak ada keberlanjutan (kepemimpinan) jika tidak ada yang nyalon. Rasa kepedulian dan orientasi saya terhadap himpunan membuat saya tergerak untuk menyalonkan diri. Hal ini juga menjadikan saya lebih termotivasi untuk bergerak bersama kawan-kawan membuat himpunan lebih baik.”
“Satu hal yang membuat saya lebih bersemangat adalah antusiasme adik tingkat (angkatan 2021) terhadap himpunan yang tinggi. Hal ini membuat saya berpikir, saya harus menjaga rasa kepedulian dan semangat anak 21 agar tidak terjadi kekosongan keberlanjutan (kepemimpinan). Hal ini tentu membuat kesempatan regenerasi (himpunan) menjadi lebih baik.”
Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa
agar memilih Anda?
“Saya memiliki visi untuk menjadikan HMPS IE sebagai organisasi kemahasiswaan yang lebih responsif, progresif, dan kontributif berdasarkan pada kerja sama dan solidaritas yang tinggi. Selain itu, saya memiliki berbagai misi untuk himpunan selama satu periode ke depan. Pertama, membangun internal HMPS IE yang solid dan aktif. Kedua, mewadahi aspirasi mahasiswa Ilmu Ekonomi dengan tanggap dan responsif. Ketiga, mendukung dan menjembatani pengembangan potensi Mahasiswa Ilmu Ekonomi dalam bidang akademik maupun non-akademik. Keempat, menjalin hubungan dan kerjasama dinamis dengan pihak internal maupun eksternal HMPS IE. Terakhir adalah menciptakan pengelolaan program kerja yang optimal dan terorganisir. “
“Jika ditanya bagaimana cara menggaet suara dari pemilih, saya memiliki dua cara. Pertama, memperkenalkan diri siapa diri saya ke hadapan mahasiswa Ilmu Ekonomi. Di kesempatan tersebut, kita memberikan value dan menjual semangat dan optimisme saya kalua saya benar-benar ingin maksimal di himpunan. Nah, caranya bagaimana untuk dapat mencapai tujuan tersebut? Saya melakukan sowan baik ke angkatan atas maupun bawah, memperkenalkan diri kepada mereka selama beberapa kali. Hal ini sangat penting dilakukan agar memperluas basis masa dari berbagai angkatan. Selain itu, kita perlu melakukan pendekatan secara personal kepada pemilih. Semua hal tersebut saya yakinkan kembali melalui orasi yang diselenggaran oleh panitia.”
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua
himpunan?
“Pembaharuan yang saya tawarkan ada
beberapa hal. Pertama, saya melakukan pembaharuan pada struktur organisasi
Himpunan Ilmu Ekonomi itu sendiri, yaitu dengan adanya pengendali internal guna
adanya fokus pengawasan, penjamin mutu organisasi, dan sebagai pengendali
komitmen anggota himpunan. Pembaharuan lainnya adalah saya hendak
mengefektifkan berbagai program kerja yang ada. Terdapat kegiatan bersama
seluruh mahasiswa IE (Ilmu Ekonomi) dan lebih melibatkan mahasiswa IE dalam
forum internal. Harapannya agar terdapat koordinasi dan silaturahmi yang kental
antar mahasiswa IE dengan himpunannya sendiri.”
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
“Keunggulan saya adalah lebih
memperlihatkan bahwa himpunan ini adalah himpunan akademik di mana jati diri
kita adalah mengenai permasalahan ekonomi. Peran himpunan mengenai keakademikan
akan lebih ditingkatkan dengan menghimpun teman-teman mahasiswa IE mengenai
kajian, diskusi, dan penelitian. Menjadikan ekonomi sebagai branding
dari himpunan. Bahwa kita mampu menjadi mahasiswa IE yang kritis, aware,
dan dapat berkontribusi melalui kajian dan penelitian. “
“Selain itu, keunggulan dari diri pribadi
saya adalah ingin menjadi role model dan rekan dari setiap mahasiswa
ilmu ekonomi yang dapat membuat orang lain nyaman dan terbantu. Optimisme dan
juga rasa pedulian saya terhadap ilmu ekonomi semoga dapat semakin menyebar ke
seluruh mahasiswa ilmu ekonomi. Harapannya, kita dapat saling berkerja sama
untuk memajukan (himpunan) Ilmu Ekonomi.”
Kenapa mahasiswa Ilmu Ekonomi harus memilih anda?
“Dengan memilih saya, mahasiswa Ilmu Ekonomi telah menunjukkan kepedulian dan
juga support-nya akan keberlanjutan jurusan. Memilih kotak kosong
bukanlah pilihan. Dengan memilih saya, kita, Ilmu Ekonomi, bisa memulai apa
yang sekarang belum tercapai.”
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi
himpunan kali ini?
“Harapan saya untuk suksesi ke depannya, semoga dapat lebih siap.
Koordinasi dengan cakahim dan panlih pemira bisa lebih komunikatif. Suksesi
tahun ini sudah jauh lebih baik dibanding tahun kemarin. Semoga bisa
ditingkatkan lagi ke depannya.”
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ilmu Ekonomi sebagai peserta dan pemilik hak suara
dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
Untuk seluruh mahasiswa IE, kita adalah
keluarga. Oleh sebab itu, kita sudah seharusnya saling support dan
menguatkan. Semoga seluruh mahasiswa IE dapat menjadi satu keluarga yang saling
ada dan harmonis. Mari tunjukkan rasa demokratis kita dengan berpartisipasi
dalam menggunakan hak pilih kita. Berpartisipasi dalam pemira merupakan pilihan
baik karena golput bukanlah pilihan.
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap
himpunan selama perkuliahan online
yang ingin Anda perbaiki?
“Pastinya ada, keresahan yang paling
kerasa di masa (kuliah) online ini adalah interaksi, komunikasi, dan
koordinasinya terbatas. Output yang
diinginkan juga belum maksimal. Pondasi rasa nyaman satu sama lain masih ada
sekat. Itu sebabnya, komitmen dan tanggung jawab tiap individu semakin rendah sebagai
konsekuensi dari kondisi online ini tidak berat sehingga mudah
disepelekan.”
Iman Maula, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua
Apa latar belakang Anda
mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
“Latar belakang saya mencalonkan adalah berdasarkan keinginan
diri sendiri untuk menginisiasi bakat dan potensi mahasiswa Ekonomi Islam agar
lebih maksimal dan bisa dikembangkan. Latar belakang lain adalah dari dukungan
teman-teman yang merasa bahwa saya layak menjadi pemimpin HMEI di kepengurusan tahun
selanjutnya berdasarkan rekam jejak yang terlihat selama masa kepengurusan yang
pertama.”
Apa visi dan misi yang Anda
miliki?
“Visi yang saya usung untuk kepengurusan ke depannya apabila saya diberi kesempatan untuk memimpin HMEI
adalah mewujudkan HMEI 2022 sebagai organisasi yang berkontribusi aktif dalam
memaksimalkan potensi, bakat, dan prestasi mahasiswa Ekonomi Islam. Sedangkan
misi yang saya miliki adalah menjadikan HMEI sebagai organisasi yang senantiasa
memelihara nilai-nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits; membangun
kader Internal HMEI yang memiliki kapabilitas dan fleksibilitas kerja yang
tinggi; merancang perencanaan arah kerja yang inovatif berdasarkan adaptasi
terhadap segala kondisi; memfasilitasi dan mendorong pengembangan minat serta
bakat mahasiswa Ekonomi Islam; menciptakan media komunikasi yang efektif dan
efisien dalam rangka penyampaian informasi dan penjaringan aspirasi; bersinergi
dan berkoordinasi dengan pihak prodi, dekanat, serta organisasi mahasiswa lain
demi terwujudnya pelayanan terhadap mahasiswa Ekonomi Islam yang maksimal; membuat,
mengelola, dan mengembangkan kegiatan perencanaan keuangan yang inovatif serta
berkelanjutan; dan memfasilitasi kegiatan pengembangan kapasitas keilmuan
mahasiswa Ekonomi Islam.”
Bagaimana langkah Anda
untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
“Cara menggaet suara yang saya lakukan yaitu dengan memaksimalkan
peran tim sukses atau timses yang dimiliki. Timses tersebutlah yang akan
melakukan sosialisasi melalui pembangunan media kampanye yang efektif sehingga
bisa menjangkau seluruh mahasiswa Ekonomi Islam.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama
perkuliahan online yang ingin Anda
perbaiki?
“Mungkin bisa saya bagi ke dalam tiga poin. Pertama, budaya
dan semangat prestatif di lingkungan Ekonomi Islam tahun ini yang menurun. Oleh
karenanya, dibutuhkan inovasi yang baru dan usaha memaksimalkan program kerja
di HMEI yang bisa membangun budaya prestatif di lingkungan Ekonomi Islam.
Selanjutnya, terkadang anggota himpunan kurang memahami tujuan dan esensi
program kerja yang sedang dijalani. Masalah terakhir yaitu disebabkan dengan
kondisi online yang menyebabkan susahnya membangun rasa nyaman kepada
setiap pengurus. Ketiga hal tersebutlah yang sering kali dirasakan dan bisa
diperbaiki ke depannya.”
Apa pembaharuan yang Anda
tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
“Saya akan lebih berfokus kepada program kerja yang sifatnya
berkala tetapi dampaknya maksimal dalam menjawab seluruh kebutuhan dan masalah
yang banyak terjadi di Ekonomi Islam serta kerap dihadapi oleh mahasiswa Ekonomi
Islam. Sehingga dengan adanya program kerja tersebut akan memberikan dampak
yang lebih efektif bagi seluruh warga Ekonomi Islam.”
Apa keunggulan Anda
dibandingkan calon lain?
“Saya kurang ahli membandingkan diri sendiri dengan orang
lain. Namun, melihat rekam jejak yang dimiliki, saya yakin bahwa saya memang
layak untuk menjadi ketua HMEI ke depannya dan membawa
banyak pembaharuan dalam memudahkan rangkaian kegiatan HMEI.”
Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?
“Saya banyak merasa bahwa program kerja yang saya usung lebih mengutamakan
dalam menjawab kebutuhan dan permasalahan mahasiswa Ekonomi Islam. Sehingga
dapat memaksimalkan pelayanan HMEI kepada seluruh mahasiswa Ekonomi Islam.
Selain itu, dengan program kerja tersebut dapat membawa banyak dampak positif
terhadap seluruh mahasiswa Ekonomi Islam.”
Apa harapan Anda untuk
keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
“Saya berharap Suksesi Himpunan dapat menjadi wadah bagi kedua
calon untuk memecahkan masalah dan menjawab kebutuhan mahasiswa Ekonomi Islam melalui
gagasan-gagasan baru yang diusung oleh masing-masing calon. Selain itu, harapan
lain terhadap Suksesi ini adalah bisa menjadi ajang bagi seluruh warga Ekonomi
Islam untuk menemukan pemimpin yang tepat bagi kepengurusan ke depannya.”
Apa yang ingin Anda
sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara
dalam Suksesi Himpunan ini?
“Saya ingin menyampaikan mari kita gunakan hak pilih kita pada
tanggal 4 Desember nanti untuk mewujudkan Ekonomi Islam yang lebih baik ke depannya. Selain itu, jangan lupa untuk memilih pemimpin yang
sesuai dengan hati nurani masing-masing.”
M. Naufal Majid, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua
himpunan?
“Tentunya dilatar belakangi karena adanya
kegelisahan dan beberapa permasalah dari segi internal yang kualitasnya masih
kurang. Hanya orang-orang tertentu yang mendapat upgrade dari softskill maupun
hardskill, seperti yang mendapatkan
posisi di himpunan, serta lebih ke arah peng–upload-an yang kurang merata dari segi internal dalam sumber daya manusianya di beberapa internal HMEI. Terdapat beberapa orang yang tidak
mendapat nilai dari keorganisasian itu sendiri, seperti hanya menyelesaikan
beberapa kepanitian saja, maka dari itu saya ingin berkontribusi atau punya
kewenangan yang cukup agar bisa meminimalisir dari permasalahan seperti
partisipasi yang kurang dari prokernya serta permasalahan yang ada di internal
terkait sumber daya manusianya dalam HMEI.”
Apa visi dan misi yang Anda miliki ?
“Untuk visi yang saya bawa dan tawarkan
untuk teman-teman Ekonomi Islam yaitu mewujudkan
Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam yang produktif, aktif, prestatif, dan
inovatif. Tentunya seperti nama kabinet yang saya bawa yakni prospektif yang
berarti mencapai tujuan dari visi misi
tersebut dan tentu tujuannya ini yaitu mewujudkan HMEI itu produktif, aktif, prestatif dan
inovatif dari segi organisasi maupun dari segi
mahasiswanya.”
“Untuk mencapai visi tersebut saya
mempunyai/menginisiasi/menawarkan tujuh misi yang saya bawa yang pertama
melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, poin pertama ini menjadi dasar atau pedoman sebagai mahasiswa karena
mahasiswa sendiri itu mempunyai tiga hal
yang harus jadi acuan yaitu pendidikan,
pengabdian, dan penelitian. Yang kedua meningkatkan
ketakwaan dan kebermanfaatan karena jika suatu mahasiswa hanya diberikan
softskill atau hardskill saja dan tidak diberikan wadah siraman rohani sama saja kosong. Yang ketiga pengembangan kualitas SDM mahasiswa Ekonomi Islam. Yang keempat meningkatkan sinergi dan eksistensi HMEI. Yang kelima
peningkatan semangat dan iklim prestasi Ekonomi Islam. Yang keenam peningkatan
sinergi dengan ormawa lain birokrasi
warga Ekonomi Islam. Yang terakhir pelaksanaan program kerja serta
mengakomodasi gagasan dan inovasi.”
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa
agar memilih Anda?
“Saya menggerakkan teman-teman dari tim media di dalam
tim sukses saya terutama dalam Instagram
yang menjadi hal paling menarik dari segi caption
agar tidak bosan. Tak lain saya juga menawarkan visi misi dan bebeapa program
kerja yang menjadi suatu alasan teman-teman untuk tertarik dengan proker yang
ditawarkan seperti Interseru yang menginisiasi dari internship yang ada di BEM FEB. Selain itu ada ngaji bersama HMEI yang dapat menarik
seligus bermanfaat. Serta saya menawarkan teman-teman peduli untuk bersama yang
menjadi wadah atau menghimpun bantuan pada yang terkena musibah sebagai cara
pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi di beberapa desa terpencil.”
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua
himpunan?
“Hal yang baru atau pembaharuan menurut
saya itu berawal dari hal lama yang menjadi suatu masalah.yaitu kualitas SDM
itu tersendiri serta tentunya hal yang baru ditawarkan itu ada interseru, ngaji
bersama HMEI, peduli untuk bersama, serta I-Course, about karir, pelatihan
excell dan talkshow
cerdas finansial. Itu menjadi suatu gagasan
baru untuk pembaharuan di HMEI sendiri, namun pembaharuan tersebut saya lebih menekankan pada kualitas
sumber daya manusianya.”
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
“Tentunya track record di berbagai kepanitian maupun di dalam organisasi saya dari departemen
PSDM dan divisi kaderisasi yang menjadi hal sangat strategis dan menarik, karena
PSDM lebih paham mengenai internal itu yang menjadi pembeda dibandingkan calon
lain dengan lebih memahami segi internal.”
Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus
memilih Anda?
“Tiga hal yang harus teman-teman Ekonomi
Islam tahu yaitu track record saya,
visi misi yang saya tawarkan, dan program
kerja inovasi yang saya tawarkan.”
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi
himpunan kali ini?
“Harapannya untuk tahun ini siapapun yang
terpilih paslon satu atau dua mempunyai
visi yang sama dengan mewujudkan HMEI ke arah yang lebih baik walaupun memiliki cara yang berbeda-beda.
Untuk Suksesi di tahun ini siapupun yang
terpilih harus menjalankan grand design
atau visi misi dan program kerja sesuai yang
mereka pimpin dan yang ditawarkan.”
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?
“Teman-teman warga Ekonomi Islam jangan
lupa untuk gunakan hak suaranya di tanggal 4 Desember 2021 untuk menentukan
masa depan Ekonom Islam atau HMEI untuk maju atau berbeda dari tahun-tahun
sebelumnya. Serta tentunya siapapun yang teman-teman pilih atau vote harap menghargai atau bertoleransi
dengan teman-teman yang berbeda pilihan.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama perkuliahan online yang ingin Anda perbaiki?
“Kegelisahan yang seperti dijelasan dari
latar belakang yaitu terlepas dari sumber manusianya serta perkuliahan online sendiri ini lebih pada
koordinasinya yang kurang seperti staf mudanya sungkan untuk bertanya dan
berkonsultasi dengan beberapa kating maupun kahim.”
Laudza Indra, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri
menjadi ketua himpunan?
“Latar belakang
saya mencalonkan diri jadi calon ketua KMA sendiri untuk bisa lebih melayani ke
warga Akuntansi
dan mungkin ada beberapa inovasi untuk KMA ke depannya yang
ingin saya bawa juga dan inovasi itu kembali lagi bertujuan untuk melayani
warga Akuntansi.”
Bagaimana langkah Anda menggaet suara
dari warga Akundip?
“Untuk hal ini
mungkin bisa lewat kampanye-kampanye yang sudah disediakan oleh panitia suksesi KMA ya, mungkin itu
salah satu cara untuk menggait suara dari Akundip.”
Inovasi seperti apa yang akan Anda bawa
sebagai calon ketua KMA?
“Mungkin ada
beberapa inovasi seperti mengadakan pertemuan atau bincang-bincang dua arah
antara mahasiswa, dan jajaran dosen Akuntansi. Dan KMA menjadi salah satu organisasi yang mewadahi hal tersebut.”
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon
lain?
“Keunggulan dari
formatur nomor satu
mungkin inovasi yang akan saya bawa untuk KMA ke depannya itu
bertujuan untuk melayani warga Akuntansi.”
Kenapa warga Akundip harus memilih Anda?
“Kenapa warga Akundip harus memilih
saya karena saya sudah memiliki pengalaman organisasi semenjak SMA dan saya
akan selalu amanah serta mengedepankan kepentingan Akuntansi Undip.”
Apa saja harapan Anda untuk
keberlangsungan Suksesi tahun ini, dan apa yang Anda bisa sampaikan untuk
seluruh warga Akundip sebagai pemilik hak suara ?
“Harapan untuk Suksesi tahun ini
semoga lancar dan sukses sampai hari pemilihan besok dan untuk warga Akundip saya
mengingatkan untuk gunakan suara kalian di hari pemilihan besok, karena satu
suara dari kalian akan sangat berpengaruh untuk Akuntansi dan FEB ke depannya.”