UMKM Go Digital: Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS untuk Mendukung Kemudahan dan Keamanan dalam Pembayaran bagi UMKM Desa Sidorejo

         Penyerahan Poster Edukasi QRIS

Sidorejo, Pekalongan (30/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Adiska Afifah yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Ekonomi Islam untuk menjalankan program kerja yang mendukung digitalisasi UMKM di Desa Sidorejo. Program ini terinspirasi dari fenomena era digital yang  telah datang dan mewarnai kehidupan sehari-hari, termasuk di Desa Sidorejo yang berlokasi di perbatasan kota Pekalongan. Meskipun sebagian penduduknya belum sepenuhnya melek teknologi, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Desa Sidorejo memiliki banyak UMKM yang didominasi oleh bidang konveksi sebagai usaha yang sudah turun temurun. Di samping itu, banyak pula ditemui UMKM baru di sektor makanan dan minuman sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Bagi banyak pelaku usaha ini, UMKM adalah sumber pendapatan utama dan masih berada pada tahap awal pengembangan bisnis. Hal ini membuat para pelaku usaha masih awam terhadap dunia bisnis, terutama pada upaya digitalisasi bisnis. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang tepat agar UMKM tersebut dapat berkembang dengan pesat, salah satunya dengan edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS. 

Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS usaha Es Durian Tilompo milik Pak Rohib

Edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS dilakukan oleh Adiska dan tim di beberapa UMKM Desa Sidorejo secara langsung melalui pendekatan door to door. Kegiatan ini dimulai dengan edukasi mengenai digitalisasi alat pembayaran dengan penyerahan poster informasi QRIS sekaligus melakukan pengumpulan data UMKM dalam rangka asistensi pembuatan QRIS. QRIS tersebut dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih aman, terhindar dari penipuan uang palsu, dan memudahkan pencatatan transaksi bagi pelaku usaha. 

Program ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi UMKM di Desa Sidorejo untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. Penerapan QRIS ini dapat mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan era digital, seperti meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, peningkatan keamanan pembayaran, dan memperluas jangkauan pasar melalui kemudahan akses pembayaran yang beragam. Keberagaman akses pembayaran ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan karena mayoritas konsumen UMKM kini adalah anak muda yang melek teknologi. Pengambilan langkah ini ditujukan agar UMKM di Desa Sidorejo tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga berpotensi untuk berkembang pesat dan menjadi pemain penting dalam perekonomian digital di masa depan. (Adiska Afifah Zahro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *