BEM se-Undip Gelar Aksi Terkait Dugaan Perundungan Mahasiswa PPDS di Depan Mahasiswa Baru

Ketua BEM se-Undip menggelar aksi

Undip (18/08) – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Undip menggelar aksi di depan mahasiswa baru atas meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip, Aulia Risma. Dokter yang sedang menjalani tugas belajar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi tersebut diduga menjadi korban perundungan.

Dalam aksi tersebut, ke-12 Ketua BEM menutup matanya dengan kain hitam dan menggenggam tulisan “Usut Tuntas” beserta foto mendiang.

Farid Darmawan selaku Ketua BEM Undip dalam orasinya menyampaikan, “Saya berpesan untuk seluruh elemen yang ada baik itu dari kampus maupun dari pihak pemerintah. Saya mohon untuk bisa mengusut tuntas kasus yang dirasakan kawan sejawat kita.”

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E.,M.Si. juga menyampaikan duka yang mendalam kepada almarhumah dalam sambutannya. Beliau menjelaskan bahwa hasil investigasi internal di Fakultas kedokteran menyatakan perundungan itu tidak benar terjadi, “Kita sangat serius mengatasi hal ini dan alhamdulillah dari pengakuan keluarga dan lain-lain sebagainya sudah mulai mereda bahwa itu betul-betul bukan  perundungan.”

Suharnomo pun meminta agar teman-teman mahasiswa baru tetap tenang karena di wilayah Undip tidak ada perundungan dan Undip menentang keras adanya bullying, “Tidak ada bullying di PPDS, kalaupun ada mungkin tahun-tahun sebelumnya. Kami pastikan 1 Januari 2024 dan seterusnya tidak ada lagi.” (TG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *