Bukan rahasia umum lagi, jika sebagian besar orang dihadapkan sejuta ketakutan saat ingin memulai berbisnis. Mulai dari persoalan pasar, target konsumen, permodalan, hingga diversifikasi produk yang kerap kali dianggap sebagai kunci utama sebuah kesuksesan dalam berbisnis. Padahal ketika kita merujuk pada riset, sebanyak lima puluh ribu brand baru lahir setiap tahunnya di Indonesia. Fenomena ini juga dapat diartikan bahwa terdapat tujuh brand baru muncul setiap jamnya.
Mindset Wirausahawan yang Harus Diubah
Bagaimana cara menemukan value produk saya? Pertanyaan ini sering muncul pada orang-orang yang ingin memulai bisnis. Terkadang mereka terlalu fokus pada permasalahan diversifikasi produk atau bagaimana caranya produk mereka berbeda dengan kompetitor bisnis lainnya. Mencari pembeda untuk suatu produk bukan menjadi permasalahan, namun yang menjadi bencana, sering kali jalan keluar yang mereka tempuh dengan cara mengotak-atik produknya. “Seakan-akan produk ini adalah mahakarya yang keren banget, ini sebuah sesuatu yang membuat customer beli karna produk ini. Kita mati-matian berfikir gimana caranya produk ini menjadi sesuatu yang berbeda, dan faktanya di luar sana jauh banyak produk-produk yang sejenis,” ungkap Doddy Zulkifly, CEO Neyma Brand Identity.
Doddy menganalogikannya dengan sebuah produk inovasi dari coklat. “Coklat rasa rendang” mungkin produk ini terdengar sangat inovatif, namun yang menjadi pertanyaaan, apakah konsumen akan membeli produk tersebut? Dari sini lah kita dapat tahu jawaban dari persoalan tersebut. Pada Pelatihan Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Pegadaian Syariah dan Prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) pada Sabtu (25/03), dimana Doddy sebagai pembicara lebih menekankan pada bahasan “Membangun Brand Image Produk melalui Platform Digital”.
Membangun Brand Image Bukan Persoalan Mudah
Tidak hanya itu, Doddy juga memberikan contoh penerapan membangun brand image dengan menganalisa bisnis customer-nya yaitu brand Bunga Chicken yang omsetnya terus menurun bahkan merugi dibandingkan dengan brand fried chicken lainnya. Dengan pengalaman yang dimiliki ia mendapatkan beberapa hipotesis. Hipotesis yang pertama produk tersebut mungkin kurang enak, namun setelah di lakukan survei buta dengan uji sampel makanan tanpa melekatkan brand-nya terhadap beberapa orang, ternyata produk yang enak adalah produk dari Bunga Chicken. Kemudian dia melakukan uji terhadap hipotesis yang kedua yaitu target pasar, ia bertanya kepada owner-nya bagaimana ide usaha tersebut bermula.
“Saya membuat bisnis ini sebagai pemecahan masalah dari ibu-ibu komplek yang malas untuk memasak karena suaminya kerja dan anak-anaknya sekolah,” ungkap pemilik Bunga Chicken. Setelah di analisis Doddy mendapat hipotesis bahwa toko/outlet Bunga Chicken tidak efektif karena yang di butuhkan customer adalah makanannya bukan tempatnya. Jadi Doddy mencoba untuk mengubah posisi kasir yang tadinya ada di belakang, sekarang di pindah ke depan sehingga dekat dengan parkir dan terlihat dari jalan. Alhasil, setelah di terapkan di satu outlet tersebut ternyata hasilnya penjualan meningkat 20 hingga 30 persen. Seiring berjalannya waktu, strategi tersebut di terapkan di outlet lainnya dan hasilnya tujuh outlet Bunga Chicken sangat profitable.
Setelah melalui beberapa tahap analisis, ternyata permasalahannya adalah di tata letak dan desain dari outlet nya kaena costomer lebih suka yang drive thru. Sebelum seminar berakhir, Doddy Zulkifly menegaskan bahwa “Menciptakan sebuah brand dari memecahkan masalah yang ada di pasar memang bagus namun perlu juga mengetahui cara pemasaran dan cara branding yang tepat”.
(Undip, 14/3) Dalam memperingati Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang ke-69, Fakultas Ekonomika dan Bisnis menyelenggarakan kegiatan Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah yang diselenggarakan secara luring pada (14/3) di Hall Gedung Kewirausahaan FEB kampus Undip Tembalang dan secara daring melalui platform Zoom Meetings. Kegiatan ini mengambil tema Strategi Penguatan UMKM dan Koperasi di Masa Pandemi Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Jawa Tengah, dengan pembicara Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Akademik Anis Chariri. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan oleh Yos Johan Utama selaku Rektor Undip.
Solusi pemulihan ekonomi pasca Covid-19 menjadi intisari gagasan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen. Bermula dengan adanya Covid-19 yang memporak-porandakan perekonomian, yang mana ekonomi ini merupakan salah satu sektor yang paling terdampak ketika kita mengalami pandemi. Ini juga perlu diketahui bahwa ternyata UMKM menjadi salah satu penopang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
Siapa sangka, fenomena ini sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa yang saat itu melakukan pembelajaran secara daring, yang banyak tinggal di daerah-daerah, kota-kota, dan pelosok-pelosok itulah yang akhiranya dapat mendorong daya bangkit ekonomi di daerah pedesaan. Pada mahasiswa yang khususnya memiliki kejuruan di bidang ekonomi, tentu akan memiliki pandangan yang berbeda sehingga muncul pelatihan-pelatihan yang diinisiasi oleh mahasiswa. “Saya yakin di situ juga banyak mahasiswa Undip jurusan ekonomi melatih masyarakat bagaimana mengelola usaha itu dan nantinya akan memiliki pangsa pasar sendiri,” ucap Taj Yasin. Ketika hanya masyarakat saja yang memasarkan dan memproduksi, tidak ada value atau imbas yang besar kepada para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal itu karena terkait ekonomi UMKM, masyarakat rata-rata produksinya masih sama.
Dengan adanya sentuhan dari para pelaku ekonomi muda yang dari universitas khususnya Undip di Fakultas Ekonomi akan dicantumkan adanya cerita yang membuat khas sendiri pada masing-masing produk. Atas dasar itulah, pemerintah mengeluarkan berbagai program supaya UMKM ini tetap bertahan dan maju untuk lebih berkembang melalui kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah dan juga civitas, khususnya Undip, turut membantu untuk memberikan hibah bagi usaha pemula demi pengembangan pertumbuhan produk-produk yang ada di masyarakat.
Tidak hanya itu, adanya tambahan dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM. Pemerintah juga menyiapkan untuk UMKM dapat bersaing di pasar domestik sampai internasional. Kalau sudah naik ke tingkat internasional, sumber daya manusia ini lah yang sangat penting, salah satunya terkait komunikasi. Sehingga apabila adanya pesanan yang berasal dari luar negeri, masyarakat tidak kebingungan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Hal itulah yang seharusnya kita tingkatkan bahwa pembekalan bahasa pada mahasiswa itu penting untuk pemasaran.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk memandang COVID-19 ini bukan hanya menjadi musibah, tapi juga menjadi hikmah bagi kita semua untuk mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih maju dan berkembang. Pemerintah merangkul dengan menciptakan kebijakan pelatihan-pelatihan secara daring untuk masyarakat. Pak Yasin juga mengharapkan mahasiswa ekonomi jangan dibiasakan menjadi pegawai saja, tapi juga bagaimana membuka peluang usaha.
(Minggu, 6/3/22) Peningkatan kebutuhan dalam mengolah, menginterpretasi, serta memahami data menjadi salah satu dorongan diselenggarakannya pelatihan aplikasi statistik rutin oleh Diponegoro Economics Student Community (DESC), bernama ECOTRAIN. Pelatihan ini dilaksanakan pada Minggu, 3 Maret 2022 melalui platform Zoom meeting. ECOTRAIN 2022 memiliki tujuan meningkatkan kemampuan analisis statistikal melalui aplikasi SPSS. Harapannya, ilmu yang didapat berguna dalam penerapan kebutuhan sehari-hari, khususnya pada dunia akademik dan riset. ECOTRAIN mengundang Hastarini Dwi Atmanti (Dosen FEB Undip) sebagai pembicara.
Upaya Menafsirkan Data
Perkembangan teknologi menghasilkan lebih banyak data yang dapat digunakan dalam memahami lingkungan masyarakat, khususnya bagi akademisi dan peneliti. Dengan data, seorang akademisi atau peneliti dapat membuat teori terhadap suatu perkara, bahkan dapat memprediksi. Namun, hal-hal itu tidak akan tercapai apabila akademisi maupun peneliti tidak mengetahui bagaimana cara menafsirkan data yang begitu banyak menjadi sebuah informasi singkat, padat, serta jelas, apabila tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan aplikasi-aplikasi statistik, salah satunya SPSS. Regresi adalah materi utama dalam ECOTRAIN 2022. Penerapan regresi sangat berguna dalam penyusunan karya tulis ilmiah maupun skripsi. Regresi yang dijelaskan oleh Hasta pada ECOTRAIN ini lebih berfokus pada regresi linier.
Learning by Doing
Ketika menjelaskan materi, Hastarini menerapkan konsep belajar interaktif yang juga memfokuskan pada praktik. Peserta diminta membuka aplikasi SPSS Statistic kemudian mencoba menganalisis data-data yang telah disiapkan sambil mendengar penjelasan beliau. Walaupun kerap kali berganti layar, ilmu yang beliau coba sampaikan pada para peserta dapat diterima dengan baik. Buktinya, selama acara berlangsung, peserta cukup mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kejutan dari pembicara.
Data itu Penting
Selama pemaparan, Hastarini kerap kali menekankan bahwa kepastian terkait data perlu digarisbawahi. Jangan sampai ada data yang kosong maupun keliru. Kekosongan serta kekeliruan data dapat mengarahkan penelitian pada hasil akhir yang tidak tepat. Selain itu, akademisi maupun peneliti tidak boleh seenaknya memilih pendekatan. Hal tersebut mungkin saja menjadikan penelitian tidak mencerminkan keadaan sebenarnya di lapangan. Oleh karena itu, sesuainya penggunaan pendekatan ketika mengolah data juga tak kalah penting. Data adalah hal yang vital. Apalagi ketika bahasannya untuk memprediksi masa depan. Tanpa data, seorang manusia tidak akan mengetahui keadaan sekitarnya. Tanpa data pula, tidak akan ada novelty dalam kehidupan. Data perlu diolah sebaik mungkin agar dapat diinterpretasi dan dipahami, baik oleh penggunanya maupun bagi masyarakat luas.
“It is a capital mistake to theorize before one has data. Insensibly one begins to twist facts to suit theories, instead of theories to suit facts.” (Merupakan kesalahan besar ketika berteori sebelum memiliki data. Tanpa disadari, seseorang mungkin akan memutarbalikkan fakta agar sesuai dengan teori, bukannya teori yang menyesuaikan fakta). – Sir Arthur Conan Doyle, Sherlock Holmes.
Tahun ini merupakan tahun ke-62 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) memperingati Dies Natalis FEB Undip. Istilah Dies Natalis sendiri merujuk pada suatu peringatan atas hari lahir yang di dalam sejumlah besar budaya dianggap sebagai peristiwa penting yang menandai awal perjalanan kehidupan. Peristiwa ini biasanya lebih dikenal dikalangan organisasi atau perguruan tinggi. Sederhananya, Dies Natalis juga dapat diartikan sebagai hari ulang tahun sebuah instansi atau lembaga pendidikan.
Berlokasi di Gedung Hall Kewirausahaan FEB Undip, Dies Natalis tersebut resmi dibuka pada Rabu (2/3) pukul 09.00 WIB. Selain diselenggarakan secara offline, peserta juga dapat bergabung secara daring. Sebagaimana acara ini juga dapat diikuti melalui platform Zoom Meeting dan live streaming pada kanal YouTube FEB Undip.
Manifestasi Spirit Al-Qur’an Dalam Membangun Karakter Insan Akademik
Menariknya, Dies Natalis tahun ini dibuka dengan acara Khotmil Qur’an oleh Ust.Abdul Mustaqim, Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Kalijaga Yogyakarta. Sebagaimana “Manifestasi Spirit Al-Qur’an Dalam Membangun Karakter Insan Akademik” menjadi tajuk acara ini.
Lewat tema ini, kita seakan diingatkan kembali kepada tiga aspek penting dalam kehidupan. Diantaranya ialah penguatan aspek keimanan, keindahan, dan pengetahuan. Sebab, dengan iman hidup akan terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan seni hidup menjadi lebih indah. Ketiga hal tersebut merupakan poin penting dalam membentuk karakter insan akademik. Tafsir mengenai definisi insan atau manusia dan falsafah iqra’ juga menjadi inti pembicaraan, serta bagaimana cara membentuk karakter insan akademik juga turut menjadi bagian dari kajian.
Rangkaian Acara Dies Natalis Mendatang
Tidak hanya Khotmil Qur’an, ternyata masih banyak lagi kegiatan lain di hari mendatang untuk memeriahkan Dies Natalis FEB Undip kali ini.
“Alhamdullilah nanti rangkaiannya juga banyak kegiatan, selain tadi ada beberapa Seminar Keluarga, Khotmil Qur’an, kemudian juga ada Three Minute Thesis Competition untuk lomba disertasi, thesis, dan skripsi terbaik. Kemudian juga ada lomba happy-happy, seperti Lomba Mancing Together, ada Lomba Karaoke, dan ada olahraga, namun juga tetap jaga prokes, dan kegiatan lain-lain,” ujar Suharnomo selaku Dekan FEB Undip.
Seakan tidak mau tertinggal, para alumni FEB Undip juga akan menyelenggarakan Charity Golf Tournament. Kegiatan ini sebagai bentuk penyambutan rangkaian Dies Natalis sekaligus menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi di antara para alumni. Hal ini disampaikan langsung oleh Suharnomo pada sambutan pembukaan Dies Natalis FEB Undip. “Nanti di tanggal dua puluh Maret kita akan juga ada golf, Charity Golf Tournament di Jakarta,” pungkasnya.
FEB (05/12) – Digelar secara daring melalui Zoom, telah dilaksanakan acara Roadshow Pemira Undip 2021. Acara ini dijadikan sebagai ajang untuk mengenalkan calon ketua dan calon wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, yaitu dari pasangan calon (Paslon) nomor satu atas nama Muhammad Fajar Sodik dan Salsabila dengan nama kabinet “Abirama Cipta” serta paslon nomor urut dua atas nama Ichwan Nugraha Budjang dan Fika Indah Febriyani dengan nama kabinet “Rasi Pembaharu” serta Mahasiswa Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM). Acara ini difokuskan kepada para audiens agar dapat mengenal lebih jauh para calon beserta gagasan serta visi dan misinya.
Acara ini dihadiri oleh dua panelis yaitu Safriko Desna Putra dan Rahmatullah Yudha, serta satu peran publik yaitu Muhammad Rivandi Tsani Almesa. Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Undip, kemudian dilanjutkan pemaparan Grand Design Organisasi dari masing-masing paslon Ketua-Wakabem BEM Undip, setelah itu pemaparan Arah Gerak MWA Undip oleh calon nomor 1 . Untuk selanjutnya diadakan sesi tanya jawab oleh panelis dan audiens kepada tiap calon.
Ada beberapa program unggulan yang dibawa oleh masing-masing paslon. Paslon satu membawa dua buah inovasi sistem berupa e-vote suara Undip yang hadir sebagai upaya penghimpunan aspirasi mahasiswa dan hotline Kesma BEM Undip sebagai layanan aduan mahasiswa Undip perihal banding UKT dan yang lainnya. Adapun paslon dua membawa tujuh buah program unggulan yaitu Ruang Aspirasi Dipo Career Training, Modernisasi Buku Panduan Kaderisasi, PSDKU Learning Center, Diponegoro Women’s Forum, Data Satu Pintu, dan Deforestation and Climate Change Panel Discussion.
Menurut panelis pertama yaitu Safriko, tidak terlalu ada kritisi untuk GDO kedua paslon karena tidak ada yang terlalu berbeda dari BEM di hari ini. Lalu menurut panelis kedua yaitu Yudha, ia menyoroti tentang salah satu program unggulan paslon dua yaitu Diponegoro Women’s Forum. Yudha sangat setuju dengan adanya program unggulan ini, karena menurutnya program ini akan selaras dengan Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Selanjutnya Alim memaparkan tentang Arah Gerak MWA Unsur Mahasiswa 2022. Pemaparan ini berisikan tentang latar belakang, visi dan misi, isu strategis, tentang BK MWA Undip UM, dan inovasi. Program unggulan yang dibawakan oleh Alim ini ada 3, antara lain: Lekas (Lembar Kisah Fakultas/Sekolah) yaitu kunjungan BK MWA Undip UM ke fakultas/sekolah dengan mengangkat topik tematik, Diskusi Terbuka, dan Kepoin Kampus yang merupakan proker yang menyajikan infografis/pamflet mengenai perkembangan kondisi kampus.
Setelah itu, diadakan sesi tanya-jawab dan mengkritisi untuk calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Diponegoro 2022 nomor urut 1 dan 2, serta calon MWA-UM Universitas Diponegoro 2022. Sesi ini diberi waktu satu jam oleh panitia dan dikhususkan untuk publik yang ingin bertanya atau mengkritisi para calon yang sedang mengikuti roadshow ini. Acara berlangsung lancar dan damai tanpa ada halangan. Namun sangat disayangkan dalam roadshow kali ini calon Wakil Ketua BEM nomor urut 1, Salsabila, tidak dapat turut serta dikarenakan kesehatannya yang sedang tidak baik.
Puncak Pemilihan Umum Raya Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro (Pemira FEB Undip) sudah di depan mata. Dari sekian
banyak mahasiswa FEB, 2 pasangan calon ketua serta wakil ketua badan eksekutif
mahasiswa (Kabem-Wakabem) fakultas maju demi mengabdikan diri pada kampus
kuning. Dengan berbagai latar belakang organisasi serta pengalaman, tiap-tiap
pasangan membawa warnanya masing-masing dalam perjalanan Pemira tahun ini.
Calon pasangan pertama, Noor Khaafidl Razzaaq dan Insyira Risma Medya,
membawa visi, “Mewujudkan BEM FEB Undip 2022 yang dapat menggapai tujuan nyata,
dengan harapan baru serta berperan aktif untuk mahasiswa FEB yang lebih
unggul,”. Pasangan ini memberikan nama kabinetnya “Gemintang Cipta” yang ber-tagline-kan,
“Satu tuju, gapai cita, menembus batas,”
Berbeda dengan calon pasangan Kabem-Wakabem pertama, calon
pasangan kedua, Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi Abdul Khakim menamai
kabinetnya “Gemar Cipta”. Visi yang mereka bawa adalah, “Semarak gemar BEM FEB
Undip sebagai katalisator dalam mewujudkan FEB Undip yang unggul untuk Undip
dan Indonesia”. Karena fokus pasangan ini adalah mencipta, tagline yang
mereka sematkan ialah, “Berani mulai, wujudkan karya nyata”.
Setelah seluruh rangkaian Pemira yang dilaksanakan, tentu masyarakat FEB
Undip mulai mengenal kedua calon pasangan Kabem-Wakabemnya.
Maka dari itu, dalam rangka menghadapi puncak pemilihan yang tidak lama lagi,
Lembaga Pers Mahasiswa Economic Students
(LPM Edents) mengadakan survei elektabilitas terhadap kedua pasangan. Survei
ini belum sepenuhnya mencerminkan keadaan hari-h pemilihan nanti namun dapat
menjadi gambaran bagi kedua pasangan calon untuk terus mempromosikan diri
mereka.
Dari 3.126 lebih mahasiswa FEB secara keseluruhan, survei elektabilitas Kabem-Wakabem Pemira 2021 berhasil mengumpulkan 94 responsi. 53 responden survei ialah perempuan, sedangkan sisanya laki-laki. Umur responden berkisar antara 17 – 22 tahun dan berasal dari keempat program studi di FEB, Akuntansi, Ekonomi Islam, Ilmu Ekonomi, dan Manajemen. Para responden merupakan mahasiswa dari keempat angkatan yang saat ini masih aktif mengikuti kegiatan belajar di FEB Undip, yaitu angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021.
Dari hasil survei elektabilitas Kabem-Wakabem
Pemira 2021 menunjukkan bahwa mahasiswa FEB Undip lebih mengetahui pasangan
calon nomor urut dua, yaitu Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi dibandingkan
dengan pasangan calon nomor urut satu, Noor Khaafidl dan Insyira Risma. Namun,
ada juga mahasiswa yang masih belum mengetahui siapa saja pasangan calon ketua serta wakil ketua
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB
Undip 2022. Mahasiswa FEB juga lebih menyukai pasangan calon Akbar dan Subkhi
dengan persentase 60,6% lebih unggul dari paslon nomor satu (39,4%).
Berdasarkan
survei, ternyata mahasiswa FEB Undip lebih banyak yang ingin memilih paslon
nomor urut dua (Akbar-Subkhi) jika dilakukan pemungutan suara, dengan
persentase 38,3 persen. Untuk paslon nomor urut satu, terdapat 28,7% untuk
memilih mereka jika dilakukan pemungutan suara. Sisanya, terdapat 33% memilih
untuk tidak menjawab pertanyaan survei tersebut. Dengan persentase 31,9%
mahasiswa memilih dengan alasan track record yang dimiliki paslon
Akbar-Subkhi. Selanjutnya, alasan pemilihan tersebut karena visi misi, Grand Design Organization (GDO),
persiapan, personality, kabinet, dan background yang dimiliki oleh paslon Akbar-Subkhi.
Dengan
survei yang telah dilakukan, simpulannya adalah untuk paslon nomor urut dua
(Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi) lebih unggul dibandingkan dengan nomor
urut satu (Noor Khaafidl dan Insyira Risma). Visi misi serta track record
ternyata sangat mempengaruhi terpilihnya paslon tersebut. Responden lebih
mengenal dekat paslon nomor urut dua, yang mana bisa menjadi peluang untuk
mereka menjadi unggul pada Pemira 2021.
Akbar-Subkhi, Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip Nomor Urut Dua
Apakah
latar belakang Anda mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM FEB
Undip 2022?
“Yang
pertama di dalam suatu keorganisasian tentu dibutuhkan suatu estafet kepemimpinan.
Selain keyakinan akan diri sendiri ada orang-orang di sekitar yang mendorong
dan memberikan kepercayaan kepada kami untuk berani memberi perubahan di BEM
FEB Undip tahun 2022. Lebih daripada itu kita ingin mendapatkan sesuatu yang
belum pernah kita dapatkan sebelumnya dengan cara melakukan sesuatu yang belum
pernah kita lakukan sebelumnya.”
Apa
visi dan misi yang Anda bawa dalam Pemira
kali ini?
Visi:Semarak gemarBEM FEB Undip sebagai
katalisator dalam mewujudkan FEB Undip yang unggul untuk Undip dan Indonesia.
Misi Cipta Tata: Membangun iklim kolaboratif intra organisasi guna mendorong sistem kerja yang optimal.
Cipta
Kolega: Menjalin komunikasi yang baik antar lembaga internal maupun
eksternal kampus dan para stakeholder
guna mewujudkan hubungan yang harmonis dan kolaboratif.
Cipta
Guna: Meningkatkan pelayanan, pengabdian masyarakat, dan pergerakan
mahasiswa yang aktif, responsif, dan strategis.
Cipta
Citra: Memanfaatkan perkembangan media dan teknologi sebagai
peningkatan kualitas publikasi informasi yang informatif, aktual, dan menarik.
Cipta Karya: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, serta menciptakan karya yang optimal
Bagaimana
langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar tertarik untuk memilih
Anda?
“Yang pertama ialah
memperkenalkan diri kami, tentang track record atau pencapaian kami
selama menjadi mahasiswa, lalu kami memperkenalkan gagasan yang kami bawa
secara komprehensif serta menerima dan menyerap aspirasi mahasiswa FEB sebagai
bentuk dorongan dan motivasi karena suara mahasiswa FEB menjadi salah satu
indikator yang mampu memperkuat gagasan kami.”
Apa
saja pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai pasangan calon Ketua-Wakil Ketua
BEM FEB Undip 2022?
“Pertama, di tahun 2021 kepengurusan
BEM FEB Undip Konstelasi Cita sudah berjalan cukup baik. Sehingga ke depan kami mencoba untuk
mengoptimalisasi segala kekurangan yang ada di BEM FEB Undip, salah satu contoh
adalah kami ingin mengoptimalisasi peran PMO sebagai fasilitator dalam mewadahi
para fungsionaris untuk memiliki hubungan yang erat, dekat, dan tanpa sekat.
Yang kedua, setelah kami melakukan survei, riset, dan perbincangan dengan
beberapa orang kami menemukan beberapa kesalahan, salah satunya adalah program
kerja, pelayanan, pergerakan, dan pengabdian yang dilakukan oleh BEM FEB Undip
kurang relevan terhadap minat mahasiswa FEB. Oleh karena itu, kami membuat biro baru
yaitu Biro Statistik yang berfokus menghimpun data, menganalisis data, dan
mempublikasikan data. Biro Statistik ini menjadi ikhtiar kami dalam membuat BEM
FEB Undip 2022 bergerak berbasis dengan data, sehingga membuat program kerja,
pelayanan, pengabdian, dan pergerakan lebih relevan terhadap minat mahasiswa
dengan adanya data sebagai landasan. Untuk lebih lengkapnya, teman-teman bisa
mengakses di GDO kami yang dapat diakses di link: bit.ly/GDOGemarCipta.”
Apa
keunggulan Anda jika dibandingkan paslon lawan?
“Untuk keunggulan, kami
rasa teman-teman mahasiswa FEB Undip yang bisa menilai, yang setidaknya harapan
kami ke depannya
kami bisa membersamai dan menjawab dari setiap kebutuhan dan keresahan
mahasiswa. Kemudian langkah yang kami lakukan untuk membersamai dan menjawab
kebutuhan dari mahasiswa FEB Undip sebagai bentuk akses kemudahan untuk
komunikasi kami membuat suatu proker yaitu survei kepuasan yang dilakukan oleh
Biro Statistik. Yang harapannya kami bergerak berbasis dengan data yang
dimiliki.”
Apakah
alasan yang mendasar, mahasiswa harus memilih Anda?
“Kami hadir untuk
mahasiswa FEB Undip dan kami ada untuk memastikan bahwa keresahan dan kebutuhan
mahasiswa dapat dijawab dan difasiltasi, serta kami percaya mahasiswa FEB Undip
akan memilih siapa yang layak untuk memimpin BEM FEB Undip 2022.”
Apa
harapan Anda untuk keberlangsungan pemira tahun ini?
“Pemira sudah berjalan,
dan kita semua tinggal menunggu hasil terbaik dari pilihan mahasiswa dan
pilihan mahahsiswa FEB Undip menjadi amanah dan tanggung jawab yang harus kita
jalankan secara bersama-sama.”
Apa
yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik hak
suara dalam suksesi himpunan dan pemira tahun ini?
“Gunakan hak suara kalian
dan jangan sampai golput karena satu suara sangat berarti untuk keberlangsungan
BEM FEB Undip dan FEB Undip ke depannya.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap kepengurusan BEM sebelumnya? Terutama saat online.
“Kami rasa kondisi
sekarang ini menuntut kita semua untuk dapat dengan cepat beradaptasi terhadap
keadaan dan kondisi yang dinamis, dan di setiap kondisi yang ada itu merupakan
tantangan sekaligus peluang untuk kita termasuk kepengurusan BEM FEB Undip
tahun 2021. Sehingga ini menjadi kesempatan untuk kami mencoba mengoptimalisasi
dari tiap tantangan dan juga peluang dari setiap ketidakpastian yang akan
terjadi.”
Apakah
Anda sudah memiliki persiapan untuk memperbaiki permasalahan yang ada di
kepengurusan BEM tahun sebelumnya?
Khafid-Risma, Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip Nomor Urut Satu
Apakah latar belakang Anda mencalonkan
diri dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Universitas Diponegoro 2022?
“Latar belakang saya yaitu
ada dua, pertama berdasarkan keresahan kami jadi kami berdua punya keresahan
salah satunya adalah mengenai eksistensi organisasi mahasiswa. Eksistensi
organisasi mahasiswa seperti “kenapa sih organisasi mahasiswa
sekarang-sekarang ini makin lama makin sepi peminatnya?” maka saya memberanikan
diri untuk mencalonkan diri sebagai calon ketua dan wakil ketua. Kedua karena
adanya dorongan dari lingkungan sekitar dari teman-teman dan yakin untuk mencalonkan
diri sebagai ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip 2022.” -Khafid-
“Izinkan saya
untuk menceritakan tentang diri saya terlebih dahulu, saya merupakan salah satu
bagian di Badan Eksekutif Mahasiswa pada periode 2 dan periode terakhir ini.
Tentu dalam perjalanan serta prosesnya yang mendapatkan berbagai inovasi pola
pikir yang terbentuk. Lalu ada juga evaluasi atas apa yang sudah saya jalani
serta kekhawatiran tentang bagaimana dan ke mana arah tujuan
organisasi ke depan yang bisa memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat
khususnya Fakultas Ekonomika dan Bisnis secara
lebih luas. Lalu akhirnya dengan berbagai pemikiran yang saya munculkan dari
perjalanan saya menjadi staf di Badan Eksekutif Mahasiswa, muncullah gagasan
dari berbagai kekhawatiran, dari inovasi, maupun evaluasi
yang saya jalani. Kemudian gagasan serta
pembaharuan tersebut saya satukan dengan rekan saya, yang menurut saya memiliki tujuan
bersama dalam cita dan tuju. Dengan gagasan tersebut akhirnya membulatkan tekad
saya untuk ingin melanjutkan niat dalam pengabdian serta pelayanan kepada
masyarakat FEB. Kami sadar
bahwasanya manusia memiliki kepintaran masing-masing, manusia memiliki
keahlian dan keistimewaannya masing-masing, tetapi kesadaran untuk memberikan
kepekaan perlu segera direalisasikan itu akhirnya kami, tentunya saya dan
pasangan saya Khafid membulatkan tekad untuk mencalonkan diri dalam Pemira pada tahun
ini. Lebih spesifiknya adalah pencalonan ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip
Tahun 2022.” -Risma-
Apa visi dan misi yang Anda bawa dalam
pemira kali ini?
“Untuk menentukan arah gerak BEM FEB Undip 2022, kami
memiliki visi mewujudkan BEM FEB Undip 2022 yang dapat menggapai tujuan yang
nyata dengan harapan baru, serta berperan aktif untuk mahasiswa FEB yang lebih
unggul. Di sini ada kata “menggapai
tujuan nyata”, sesuai dengan fungsi BEM untuk pergerakan, pelayanan, dan
pengabdian. Kami ingin ada pergerakan nyata, pelayanan yang nyata, dan ada
tujuan yang nyata dari BEM FEB Undip 2022. Lalu ada kata “dengan harapan baru”,
harapan baru sesuai dengan nilai organisasi yang kami usung yaitu growing, collaboration, apreciative,
practice, and adaptive. Kami juga ingin berperan aktif untuk mahasiswa FEB
yang lebih unggul. Lalu, kami mempunyai misi “gapai bersama dalam pelayanan dan
pengembangan”, dengan berdedikasi dalam memberikan pelayanan serta pengembangan
bagi seluruh mahasiswa FEB Undip, sesuai dengan capaian tujuan dan
kesejahteraan dari mahasiswa FEB Undip. Misi kedua kami adalah “gapai bersama dalam
pengabdian dan dedikasi”, yakni membangun dan menumbuhkan kepekaan sosial
hingga mewujudkan dedikasi dari mahasiswa FEB Undip terhadap lingkungan sosial
di sekitarnya.” -Khafid-
“Untuk misi selanjutnya, yaitu “gapai bersama dalam adaptif
dan praktis”, menerapkan berbagai sistemasi kegiatan yang dapat menjalankan dan
menyesuaikan keadaan di sekitar atau keadaan zaman yang ada. Dengan visi yang
kami punya, kami berharap dalam keberjalananannya kami bisa menjadi organisasi
yang adaptif dengan keadaan dan kondisi yang ada saat ini. Di mana kondisi staf saat ini bisa dikatakan fluktuatif
tetapi tidak menjadi permasalahan ketika kita bisa menjalani misi yang kami
punya. Tentu dengan keberjalanan dan adaptif tersebut, kita harus memikirkan
juga mengenai menggapainya dengan cara yang praktis. Praktis berarti kita
memikirkan cara apakah yang kita lakukan ini mencapai goals ataupun tidak mengurangi esensi yang kita tuju. Nilai adaptif
dan praktis memiliki keterkaitan untuk menggapai visi kami. Lalu selanjutnya,
“gapai bersama dalam kolaborasi dan prestasi”, dengan mengupayakan berbagai
visi yang kami punya, tentu kami sadar perlu adanya kolaborasi antar elemen
sumber daya mahasiswa di dalamnya, maupun sumber daya eksternal yang membantu. Dengan adanya kolaborasi yang
kami ciptakan, kami berharap bisa memberikan impact juga perihal prestasi yang bisa ditimbulkan dalam mahasiswa
FEB Undip. Kolaborasi memiliki banyak arti, bisa kolaborasi dalam menggapai
karya, berkolaborasi untuk menyatukan ide, maupun sejajarnya. Akan tetapi,
dengan misi yang kami punya yaitu gapai bersama dalam kolaborasi dan prestasi,
diharapkan bisa menjadi salah satu misi untuk bisa mencapai visi kami.
Selanjutnya adalah “gapai bersama dalam kebijakan dan advokasi”, tentu dalam
menjalankan organisasi kita harus siap, siaga, aktif, dan kritis. Akan ada
banyak hal yang kita kritisi, dan akan ada banyak hal yang perlu kita beri kebijakan serta ada
juga yang harus kita advokasikan demi kesejahteraan mahasiswa FEB Undip.
Sebagai penyalur, penggerak, pengabdian, dan pelayanan bagi mahasiswa FEB.
Terakhir, “gapai bersama dalam komunikasi dan sinergi”, dalam menjalankan
berbagai kegiatan ataupun berbagai tujuan yang ingin kita tuju, tentu kita
harus sadar bahwa komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat penting, baik
komunikasi intra maupun antar elemen di FEB di dalam maupun di luar organisasi,
di dalam fakultas maupun di luar fakultas. Komunikasi merupakan kunci untuk
bisa menciptakan sinergi. Sinergi dan komunikasi tersebut bisa dilakukan dalam
hal secara langsung maupun tidak langsung, seperti saat ini kita berkomunikasi
yang bergantung dengan teknologi. Hubungan komunikasi yang diharapkan mampu
menciptakan suatu sinergi diharapkan bisa menimbulkan harmonisasi dan bisa
dijalankan dengan baik untuk mencapai tujuan kami serta mencapai visi dan misi
yang kami punya.” -Risma-
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet
suara dari mahasiswa agar tertarik untuk memilih Anda?
“Sebelumnya ijinkan saya untuk menjelaskan nilai organisasi
yang kami angkat yaitu Glorasiratif (growing,
collaboration, apreeciative, practice, and adaptive). Dalam menggaet suara ataupun
mahasiswa yang ada di FEB yaitu dengan kami beri pemahaman bahwasanya kami
dalam menjalankan organisasi ke depan yang harapannya estafet kepemimpinan dapat kami jalankan. Dengan
zaman yang selalu berkembang kami melakukan analisis tentang kebutuhan dan
keperluan teman-teman mahasiswa baik akademis, non akademis, prestatif, maupun karir. Lalu, dalam pendekatan kami kepada
mahasiswa untuk menggaet suara yaitu
memberikan penjelasan apa yang kami bawa lalu tetap adanya komunikasi 2 arah
dari kami ataupun feedback dari teman-teman mahasiswa. Lalu timbullah satu suara dalam tuju untuk menyelaraskan niat kami ke depan.” -Risma-
Apa saja pembaharuan yang Anda tawarkan
sebagai pasangan calon Ketua dan Wakul Ketua BEM FEB Universitas Diponegoro
2022?
“Ada beberapa pembaharuan yang kami tawarkan baik untuk
fungsionaris maupun untuk ke masyarakat FEB Undip. Penawaran ini juga
berdasarkan kesan kami yang ada. Kemudian tentang kampus merdeka pula seperti
yang kita tahu kampus merdeka menjadi benefit
tersendiri bagi mahasiswa, namun juga bisa menjadi ancaman bagi organisasi mahasiswa.
Oleh karena itu, kami ingin menyeimbangkan
antara kampus merdeka dan organisasi mahasiswa melalui benefit yang kami tawarkan untuk fungsionaris dari BEM FEB Undip
2022. Fungsionaris kami tawarkan benefit
meliputi pengalaman dari beberapa stakeholder
yang akan kami ajak kerjasama. Kami ingin mengajak kerjasama dari beberapa
perusahaan untuk memberi pelatihan ataupun memberi materi bagi fungsionaris
yang kami punya. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan kesan bahwa organisasi
mahasiswa itu tidak kalah dengan kampus merdeka yang memberi pengalaman ataupun
memberi benefit untuk mereka itu.
Selain itu, kami sebagai penyeimbang tentunya kami juga ingin mahasiswa FEB
mengikuti kampus merdeka karena kampus merdeka mempunyai keuntungan yang sangat besar bagi mahasiswa. Oleh
karena itu, apa yang bisa kami lakukan
yakni memberi pelatihan berikut coaching
untuk mahasiswa FEB yang ingin mengikuti kampus merdeka. Pelatihan tersebut
juga yang kami tawarkan untuk mahasiswa FEB bisa lolos untuk mengikuti kampus merdeka.” -Khafid-
Apa keunggulan Anda jika dibandingkan dengan
pasangan calon lawan Anda?
“Kami semua baik paslon 1 dan 2 meyakini memiliki
keunggulannya masing-masing. Kami sendiri paslon nomor 1 memiliki kesadaran bahwa dalam menjalankan organisasi
dalam melakukan pelayanan dan pengabdian, kami sadar betul harus adanya
kepekaan tentang keadaan yang ada di masyarakat FEB. Apa yang sebenarnya mereka butuhkan? Apa yang
sebenarnya mereka ingin penuhi? Apa cita dan tujuan yang ingin mereka capai? Kepekaan
tersebut membuat salah satu kelebihan ataupun keunggulan kami untuk
menyesuaikan, dan tentu dalam penyesuaian itu banyak yang harus kami rangkul,
dari berbagai organisasi yang ada di dalamnya. Dalam menjalankan BEM
harapan yang kami tuju ada beberapa uluran tangan dari teman-teman himpunan ataupun
teman-teman UKM untuk bisa menyelaraskan satu tuju. Kami ingin menjadi organisasi
yang kolaborasi dengan antar internal dari BEM itu sendiri, dengan berbagai
ormawa di FEB yang memiliki peran masing-masing, dan dengan mahasiswa yang
harapannya bisa merasakan secara langsung visi yang kami tuju yaitu menggapai
suatu cita dengan harapan yang kami punya. Adanya saling feedback,
saling keterkaitan, dan peran dan beneficial
yang kami bisa saling berikan. Selain menjadi penggerak kami ingin tentu
menjadi wadah bagi mereka untuk bisa menyalurkan apa
yang mereka tuju.” -Risma-
Apakah alasan mendasar, mahasiswa harus
memilih Anda?
“Kami juga ingin menjadi penyeimbang dari kampus merdeka,
selain kami memberi benefit bagi fungsionaris kami juga ingin mahasiswa
FEB mengikuti kampus merdeka yang juga banyak benefit–nya untuk mereka. Lalu, kenapa harus
memilih kami? Karena kami sendiri mempunyai beberapa pembaharuan yang mana
meliputi isu-isu internal yang akan kami bawa untuk mahasiswa FEB, yakni
meliputi pembangunan, meliputi mahasiswa IUP, kami ingin menampung keresahan mahasiswa
IUP, apa yang dibutuhkan mahasiswa IUP, kami juga ingin mengawal BSO. Seperti yang kita tau bahwa BSO yang
ada di FEB belum terkawal dengan maksimal. Makanya kami ingin mengawal mereka dengan maksimal. Selain itu,
kami juga ingin mengoptimalkan database dari bidang seni, olahraga, maupun bidang prestasi. Kami ingin mengoptimalkan teman-teman
yang kiranya dapat berprestasi dalam bidang tersebut. Pengoptimalan itu
meliputi pelatihan dan untuk teman-teman yang kiranya selama ini belum
terwadahi bakat seni, bakat olahraga, maupun prestasinya akan kami wadahi
berdasarkan database yang telah kami himpun.” -Khafid-
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan Pemira tahun ini?
“Saya menyadari bahwa setiap pasangan calon memiliki niat
serta gagasan baik untuk FEB. Tentunya bagi teman-teman mahasiswa saya harap
juga ikut serta dalam pemungutan suara ataupun menggunakan hak suaranya dalam
pemira tahun ini, dan siapapun pemegang estafet kepemimpinan ke depan saya harap bisa membulatkan tekadnya ataupun
meluruskan niat serta gagasan baiknya bagi FEB. Harapan saya untuk teman-teman
yang memang saat ini menjalankan pemira baik dari pasangan calon, teman-teman
mahasiswa, teman-teman yang telah menyukseskan acara keberjalanan pemira ini,
ataupun teman-teman yang memiliki keterlibatan tidak melunturkan niatnya untuk
bisa selalu berkontribusi dan memberikan pelayanan bagi teman-teman sekitar.
Itu harapan saya untuk kita semua sama-sama maju bagi FEB kita tercinta.” -Risma-
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada
mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan
pemira tahun ini?
“Untuk mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik suara
dalam Suksesi himpunan dan Pemira tahun ini. Seperti yang kita tahu bahwa mahasiswa adalah insan
intelektual dan mahasiswa adalah representatif
ataupun contoh bagi masyarakat sekitar. Seperti yang kita ketahui pula
bahwasannya universitas ataupun kampus adalah miniature negara dan kita
adalah masyarakat di dalamnya, sudah saatnya dan sudah
tentunya kita memiliki hak suara dalam pemira ini siapapun pemimpinnya pasti ia memiliki niat baik. Namun
teman-teman sekalian jangan lupa dan jangan sampai melupakan hak pilihnya
karena itu yang akan menentukan bagaimana teman-teman ke depannya.” -Khafid-
Adakah kersahan yang dirasakan terhadap
kepengurusan BEM sebelumnya? Terutama saat online.
“Seperti yang kita tahu kepengurusan BEM FEB 2021 merupakan
kepengurusan BEM yang stabil dan bagus tentunya. Namun, ada beberapa keresahan
yang kami rasakan terutama saat online
yaitu tentang harmonisasi kolaborasi. Harmonisasi yang dibangun BEM FEB 2021
sudah bagus namun yang kami harapkan adalah harmonisasi kolaborasi dan
menghasilkan output yang jelas, di mana itu ada dalam proker inovasi kami yaitu FEB EXPO yang
nantinya akan mengajak kerja sama dari masing-masing ormawa yang ada di FEB
untuk menghasilkan kolaborasi dan tentunya output
yakni pengkaryaan dari ormawa-ormawa yang ada di FEB. Lalu kami juga ingin
mengawal isu internal karena yang kita tau pula bahwasanya bahwa BEM FEB
2021 kurang mengawal ataupun tidak masive dalam mengawal isu internal
yakni ada pembangunan, IUP, dan BSO. Bahwa kami ingin mengawal pembangunan yang
ada di FEB, temen-temen IUP, dan BSO yang belum terkawal secara massive
di FEB.” -Khafid-
Apakah Anda sudah memliki persiapan untuk memperbaiki permasalahan yang ada di kepengurusan ini?
“Tentu kami sudah memiliki persiapan, karena dengan tujuan yang kami luncurkan terdapat berbagai analisis maupun ide dalam keberjalanan ke depan sebagai penggerak serta memberikan pelayanan bagi teman-teman mahasiswa. Dan itu juga merupakan salah satu hasil evaluasi yang sudah berjalan maupun inovasi yang mungkin ingin kami harus jalankan. Dan persiapan tentu tidak hanya dipenuhi dengan teknis saja namun juga persiapan dalam personal kami masing-masing untuk bisa leading of organization dan tetap memberikan manfaat dan pelayanan bagi teman-teman mahasiswa FEB.” -Risma-
Catra Darmesta, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu
Apa latar belakang anda mencalonkan diri menjadi ketua
himpunan?
“Berangkat dari keresahan selama 2 tahun
menjadi mahasiswa Manajemen dan anggota MSA. Pelayanan kemahasiswaan, pelayanan
akademik, sarana pengembangan minat-bakat dirasa masih minim dan kurang
diperhatikan. Ingin coba jadi chairman
supaya bisa mewujudkan apa yang jadi keresahan di atas. Walaupun tujuan MSA concern pada bidang keakademikan, banyak
mahasiswa yang minta ke arah bagaimana mempersiapkan ke jenjang karir. Ingin mencoba
difasilitasi semua dengan program yang dibawa salah satunya dengan skill training, contohnya sertifikasi. Kalau
bisa, MSA hadir membantu teman-teman manajemen, sehingga teman-teman manajemen
lebih siap lagi menghadapi dunia kerja nantinya.”
Apa visi dan misi yang anda miliki?
“Visinya menjadikan MSA lebih
inklusif dan komprehensif supaya tercipta keharmonisan (saling sinergi) di
lingkungan Manajemen, sehingga bisa
bersama-sama menjadikan Manajemen
jaya kembali.”
“Untuk misi, intinya saya mencoba untuk membangun internal MSA. Mencoba untuk membentuk chemistry/bonding di internal MSA. Setelah itu baru melayani temen-temen di Manajemen. Pelayanan utama terkait keakademikan dan kemahasiswaan. Selain itu juga fokus tentang minat dan bakat, akademik maupun non-akademik, terutama pengembangan softskill, contohnya komunikasi. Pengembangan untuk persiapan ke dunia kerja setelah lulus nantinya juga. Saya ingin menjadikan MSA ini nggak cuma sekadar melayani, formalitas untuk menjalankan peran dari himpunan. Saya ingin menjadikan MSA ini bener-bener ada untuk aspirasi, komunikasi, dan pengembangan bagi masyarakat Manajemen.”
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
“Dengan cara rangkaian Pemira yang sudah difasilitasi dan
dirancang panitia suksesi, terutama saat mimbar bebas. Kalau saya boleh saran buat temen-temen Manajemen, sebisa mungkin, kalau
kita mau pilih, jangan sekadar tahu aja tapi coba juga pahami tentang
calon-calonnya ini seperti apa dan program-program serta gagasan-gagasan yang
mereka bawa itu seperti apa.”
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua
himpunan?
“Ada cukup banyak dan nggak berbeda dari tahun
sebelumnya terkait program kerja (proker). Ada yang coba dikembangkan dan diinovasikan untuk
memaksimalkan lagi. Program baru contohnya Creative Marketing. Creative Marketing
merupakan proker yang mendorong fungsionaris MSA lebih inovatif dan kreatif melalui penciptaan
konten-konten sosmed MSA. Harapannya sosmed MSA lebih hidup lagi dan lebih
dekat ke mahasiswa-mahasiswa Manajemen. Ada juga terkait skill
training. Udah ada tapi belum di-fix-kan,
berupa sertifikasi Manajemen SDM. Ke depannya, saya ingin kita nggak cuma terbatas sama Sertifikasi Kompetensi Manajemen atau satu konsentrasi/bidang
saja. Saya berharapnya skill training itu nggak cuma terkait salah satu konsentrasi di Manajemen tapi juga tentang
pelatihan dan skill temen-temen
terkait hal-hal lain, misalnya bahasa Inggris, marketing, keuangan, atau content creative.”
“Untuk program pengembangan itu
ada Manajemen sharing time. Merupakan salah satu wadah
dan sarana yang sangat penting sebagai bentuk pelayanan. Asalnya hanya
perwakilan dari tiap-tiap angkatan tapi di tahun depan ingin seluruh temen-temen Manajemen bisa ikut berpartisipasi
sehingga bisa lebih maksimal dalam penyampaian aspirasi dan pertukaran
informasi. Ada juga IUP info yang ingin dikembangkan. Asalnya ada kendala
terkait koordinasi informasi. Inginnya kendala itu di tahun depan nggak ada sehingga infonya
lebih maksimal tersampaikan, baik bagi mahasiswa IUP maupun mahasiswa Manajemen secara keseluruhan.”
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
“Kalau terkait keunggulan, aku
lebih prefer lebih ditanyakan kepada voters
karena mereka yang lebih bisa menilai masing-masing calon untuk unggulnya yang mana. Saya meyakini bahwa program dan
gagasan yang dibawa serta pengalaman dua tahun sebagai mahasiswa Manajemen sekaligus dua periode anggota MSA, bukan cari jabatan atau pamor. Saya berharap di periode mendatang,
MSA bisa lebih baik, lebih mengayomi, serta lebih menghimpun lagi, tanpa
terkecuali.”
Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?
“Silahkan. Terserah kalian mau memilih
siapa. Pesan saya cuma satu. Kalau kita mau memilih sesuatu, nggak cuma terkait calon chairman, tentunya pasti ngga sekedar tahu tapi juga harus paham
terkait apa yang menjadi pilihan kita dan alternatif-alternatif pilihan yang
ada. Pada saat hari pemilihan,
jangan cuma memilih berdasarkan tahu tapi juga paham. Kalian paham terkait
pilihan kalian dan paham terkait alternatif pilihan yang ada. Karena saya punya
program dan inovasi yang cukup berbeda dari calon lain dan saya dengan tulus
ingin melayani.”
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan
kali ini?
“Saya berharap bahwa rangkaian suksesi sampai akhir nanti berjalan
dengan lancar, ngga ada kendala
sedikitpun, kecuali ada hal-hal yang buruk seperti kecurangan dan
ketidakadilan, baik dari panitia, masing-masing calon, maupun timses.”
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan
pemilik hak suara dalam Suksesi himpunan dan Pemira ini?
“Buat temen-temen voters dari masing-masing himpunan, terutama mahasiswa Manajemen, jangan lupa gunakan hak
pilih kalian. Diusahakan jangan golput karena satu suara kalian akan sangat
berharga untuk lingkungan kampus ke depannya. Kalau misal kita ga milih atau
asal-asalan, saya khawatir kalau kita
semua merasa bahwa pemimpin yang terpilih tidak sesuai dengan yang diharapkan.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama
perkuliahan online yang ingin Anda perbaiki?
“Cukup banyak. Belakang coba
intropeksi dan mulai menyadari bahwa keresahan tersebut sepertinya berasal dari
diri masing-masing, yaitu kejenuhan atau break
out (quarter life crisis). Kita
udah terlalu lama merasakan online-online
gini. Kita udah jarang bersosialisasi dengan teman-teman kita. Kita udah jarang
komunikasi secara langsung, bertatap muka. Jadi, meskipun online, saya
melihatnya sebagai mempersempit ruang gerak kita. Kita ga bisa seleluasa seperti saat offline.
Hal itu tentu berpengaruh pada mental kita. Dari pribadi, ingin coba untuk
menyadarkan temen-temen Manajemen (menjadi sebuah wadah)
untuk berkeluh-kesah dan cerita tentang apa yang dirasakan dan apa yang menjadi
keresahan, sehingga walau interaksinya online,
tetap bisa mengerti satu sama lain.”
Kesan-pesan suksesi MSA apa?
“Sangat memusingkan dan ribet.
Saya kapok untuk mencalonkan diri lagi menjadi calon-calon ketua di ranah
kampus. (Hal itu) karena timeline-nya sangat padat, terkesan
diringkas. Jaraknya mepet-mepet, sehingga kita sebagai calon merasa “abis selesai ditonjok, ditonjok lagi”.
Cuma cukup seru dan menarik karena aku juga belajar tentang bagaimana bisa
berpolitik melalui rangkaian Pemira yang ada. Pesannya tahun depan rangkaian Suksesi lebih dipertimbangkan lagi
terkait timeline-nya supaya tidak membebankan
calon-calon yang ada. Kemudian juga panitianya semoga bisa lebih siap lagi.
Jangan sampai cuma ngikutin apa yang udah ada sebelumnya.”
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua
himpunan?
“Awalnya saya tidak ada kepikiran sama sekali untuk
mencalonkan diri. Awalnya, saya disarankan oleh Chairman MSA, Kak Najmi untuk mengikuti dasar dan sebenernya dari
situ aya mulai bertemu dengan beberapa orang yang notabenenya ada di FEB dan juga di luar FEB dan aku mengikuti LKMM-D di
FEB. Saya bertemu orang-orang hebat yang memberikan pandangan baru tentang
sebenarnya kondisi di luar kampus, Manajemen, serta FEB seperti apa dari
situ sebenernya saya mulai terpantik bahwa kalau sebenarnya
banyak keresahan dan permasalahan yang belum terselesaikan khususnya di
Manajemen sendiri. Dan saya mulai memunculkan mindset kalau bukan saya, siapa lagi yang mencalonkan diri untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu. Beberapa permasalahannya itu
seperti Masalah IUP Info. Di mana dari mahasiswa manajemen IUP
sendiri mereka tidak dapat fasilitas yang seharusnya mereka dapatkan. Salah
satu contohnya dari kinerja International
Office itu pun masih banyak yang dapat dikembangkan dari segi informasi
yang didapat agar bisa lebih cepat dan berkualitas. Dari saya pribadi ingin mengembangkan tempat belajar serta
tempat pengembangan diri bagi Manajemen yang lebih baik lagi. Apabila
kita liat sekarang program kerja dari MSA itu sudah sangat baik. Namun, tetap
bisa kita kembangkan. Di mana kita bisa membuat suatu community di antara manajemen dan
masing-masing angkatan.”
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
“Visi yang diusung ialah membuat Himpunan Mahasiswa yang berkontribusi positif yang melayani dan menghimpun mahasiswa
Manajemen FEB Undip di dalam komunitas yang kolaboratif. Sebenarnya aku mau
himpunan mahasiswa sesuai dengan tujuannya yaitu melayani dan menghimpun. Itu
merupakan salah dua dari lima tujuan dari himpunan mahasiswa di FEB
Undip terutama Manajemen dan juga saya mau, bahwa MSA sendiri bisa
berkontribusi positif bagi mahasiswa Manajemen itu sendiri. Dan untuk di sisi komunitas kolaboratifnya saya menginginkan di mana kita semua bisa saling bekerja sama dalam program kerja, ide, konsep.
Menurut saya mengapa MSA mengedepankan hal tersebut karena, kolaboratif dari sisi ini bisa mengoptimalkan dari segi output-nya. Jadi misalkan dengan kita bekerja
sama dengan orang lain, kita melakukan pengembangan ke arah yang positif dan
berkontribusi ditambah dengan kerja sama. Maka dari segi output dan dampaknya maka akan semakin massive dan besar dan kita bisa membawa dampak yang bermakna.
Untuk mencapai visi tersebut, saya ada 6 misi:
Membangun lingkungan kerja yang mendukung demi tercapainya rasa memiliki.
Memfasilitasi pengembangan diri fungsionaris MSA dan mahasiswa Manajemen secara inspiratif. Dari pengembangan diri sudah sesuai dengan rencana strategi Undip selama 5 tahun ke depan dan juga bagaimana kita meningkatkan sarana pengembangan diri terutama di MSA dan juga di manajemen itu sendiri. Ada beberapa cara yaitu dengan kaderisasi atau LKMM-PD dan tentunya di FEB terbebas dari senioritas.
Memberikan dampak positif terhadap pengembangan akademik dan keilmuan, minat dan bakat, serta kesejahteraan mahasiswa manajemen dengan program kerja yang inovatif dalam pelayanan. Contohnya dengan PKM, pelatihan karya tulis ilmiah, dan juga lomba debat. Bagaimana kita bisa memfasilitasi dan memberikan pelayanan serta bisa meningkatkan kesejahteraan mahasiswa itu sendiri.
Memperkuat hubungan kerjasama dengan seluruh stake–holder MSA. Untuk stake-holder dari MSA itu cukup banyak ada dari alumni, civitas akademika, antar ormawa dan UKM, dan pihak lainnya yang berkaitan. Bagaimana kita bisa meningkatkan kerja sama dengan mereka. Sebenernya tujuan akhirnya yaitu bisa saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Mempererat hubungan dengan alumni MSA dan alumni prodi manajemen FEB Universitas Diponegoro secara berkelanjutan. Merupakan sesuatu hal yang penting bila kita lihat sekarang alumni Manajemen banyak banget yang berkualitas dan hebat. Mengapa kita tidak melakukan kerja sama dengan mereka melalui suatu event atau program kerja dimana kita bisa membuat hubungan yang baik dan tentunya menguntungkan kedua belah pihak.
Mengoptimalkan peran media sosial sebagai saran publikasi
informasi yang edukatif.”
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa
agar memilih Anda?
“Yang pertama saya menyusun timses terlebih dahulu. Setelah itu, manajemen
ini kan fokus pada 4 angkatan yaitu angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021.
Apabila kita analisa, sebenarnya dari satu tahun terakhir atau pengalaman tahun
lalu beberapa mahasiswa yang paling aktif dalam memilih itu mahasiswa angkatan
pertama dan angkatan kedua. Jadi untuk taun ini, mayoritas fokus saya di kedua
angkatan tersebut. Bagaimana bisa menggaet massa dari mereka. Salah satu cara
saya melalui peer to peer, personal
dan juga kampanye online. Untuk peer to peer jadi saya mengonsepkan PIC
untuk perangkatannya 2-3 orang untuk menggaet orang-orang dan persuasi di mana
mereka dapat memilih dan masuk ke dalam timses. Cara kedua, melalu kampanye online ada beberapa sarana yang sudah
saya gunakan mostly Instagram.
Melalui Instagramstory, poster-poster ajakan, selain itu juga
dapat melalui feeds dengan tujuan untuk menjelaskan beberapa hal yang tidak ada dalam Grand Design.”
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua
himpunan?
“Mungkin dari program kerja, ada beberapa program kerja yang saya unggulkan. Satu dari segi perubahan ada MSA career day. Jadi, untuk MSA career day suatu event program
kerja rangkaian acara di mana nanti isinya merupakan acara-acara
yang nanti akan berguna bagi setiap angkatan Manajemen untuk berbagi informasi kesempatan buat lanjut ke jenjang berikutnya. Nanti acara tersebut akan diisi pula dengan workshop
yang akan menyediakan sarana pelatihan bagi mahasiswa Manajemen agar
melatih persiapan mereka pada saat melakukan rangkaian acara dalam penerimaan
suatu perusahaan melalui persiapan wawancara, CV, FGD, lalu bagaimana mereka dapat make the most are of experience yang nantinya bakal bisa digunakan
untuk wawancara nanti.”
Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?
“Kalau boleh jujur, sebenernya tidak ada. Saya dan Prasta cukup setara. Sebenarnya, saya dan Prasta sama- sama berjuang dari awal.
Kita sama-sama menjadi staf MSA di tahun kita pertama masuk dan di tahun kedua.
Kita juga sudah dua tahun sama-sama di MSA. Sebenarnya kita sama- sama memiliki
keresahan yang sama. Dan dari segi visi dan misi kita ada yang berbeda tapi menurutku
overall dari segi keresahan, apa yang
ingin kita ubah, serta inovasi itu cukup sama. Saya juga nggak bisa bilang memiliki kelebihan yang lebih dari dia. Karna,
dia juga merupakan orang yang sangat kompeten dalam bidangnya dan Prasta sangat insightfull,dia
punya keresahan dan isu yang dia tau dan dia pengen ubah. Dan jujur saya sangat respect dengan dia.”
Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?
“Dari saya pribadi, sebenarnya pasti orang-orang
punya banyak alasan dalam memilih. Mereka pasti ingin memilih yang terbaik bagi
Manajemen dan dari apa yang ingin saya bawa, dari apa yang sudah saya desainkan terutama di grand design.
Saya sudah menunjukkan inovasi dan pembawaan dampak yang efektif dari
perencanaan yang sudah saya buat dan saya pun mempunyai keresahan yang sama seperti anak-anak Manajemen lainnya, bagaimana kita bisa membuat wadah
pengembangan diri yang semakin maksimal untuk anak-anak Manajemen. Di mana kita bisa meningkatkan kualitas SDM
buat mereka. Saya ingin Manajemen semakin baik lagi menjadi salah
satu jurusan terbaik nantinya terutama di Indonesia dan juga bagaimana kita
bisa bekerja sama balik lagi, saya juga ingin mengedepankan kolaborasi di mana nantinya aya dan mahasiswa Manajemen lainnya bekerja sama menuju sinergitas dan bagaimana kita bisa sama-sama membentuk komunitas
yang baik untuk seluruh warga Manajemen yang mana nantinya menjadi
wadah pengembangan yang efektif bagi pengembangan kualitas.”
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi
himpunan kali ini?
“Semoga nantinya untuk suksesi
tersendiri bisa berjalan dengan baik, tidak ada masalah dan bisa terus
menciptakan acara-acara yang semakin baik ke depannya. Untuk panitia, semangat terus teman-teman nanti tanggal 4 Desember
bakal ada pemilihan semoga mereka bisa menjaga fokus dan kerja samanya. Dan
juga untuk saudara Mas Prasta harapan yang terbaik tentunya, kita menang atau
kalah urusan belakang. Yang penting kita ke depannya sama-sama bersinergi dan bekerja sama untuk MSA dan Manajemen yang lebih baik.”
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan
ini?
“Untuk para warga Manajemen yang nantinya akan memilih, pesan dari saya gunakan hak suara kalian.
Kalian semua itu mempunyai hak untuk memilih, jadi jangan sampai kalian tidak memilih. Karena nantinya akan
menentukan bagaimana MSA dan Manajemen ke depannya jadi pastikan kalian memilih dengan baik dan bijak. Jangan sampai
tidak memilih dan juga bagi para warga Manajemen jangan lupa nanti tanggal 4
Desember ada pemilihan yang tentunya akan dilaksanakan secara online.”
Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama
perkuliahan secara online yang ingin Anda perbaiki?
“Kalau boleh aku bilang cukup banyak. Cuma untuk tahun ini aku ingin
berfokus pada pengembangan diri terutama pengembangan kualitas dari
fungsionaris. Dari saya pribadi, sebenarnya fungsionaris MSA
itu dari segi kualitas sudah cukup baik. Namun, banyak sekali yang masih bisa
mereka dapatkan dan kembangkan. Bagaimana caranya nanti, dari himpunan sendiri
bisa memberikan semacam benefit bagi
mereka. Contohnya dengan misi saya yaitu untuk meningkatkan kembali rasa
memiliki fungsionaris MSA dan itu sangat amat penting. Karena, nantinya
internal divisi yang akan bergerak dan
mereka akan bergerak memunculkan program kerja yang inovatif gimana kita bisa
membangun semangat mereka, rasa bertanggung jawab mereka dari softskill dan hardskill,gimana kita bisa memberikan fasilitas,
mewadahi kebutuhan mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan, itu juga
berhubungan dengan kepuasan mereka dalam bekerja. Gimana kita bisa membuat
lingkungan kerja yang baik untuk mereka berkembang. Jika kita sudah membuat
lingkungan internal yang baik maka secara eksternal juga bisa berdampak.
Contohnya dengan ruang diskusi yang terbuka. Misal, mereka mengalami suatu
masalah atau kersahan kita sebagai fungsionaris MSA yang lebih senior bisa memberikan saran dan wejangan kepada
mereka. Di mana kita juga bisa memberikan benefit misalkan pelatihan-pelatihan
internal diri itu juga masuknya pengembangan diri. Dari pelatihan diri
tersebut, melalui sertifikasi atau workshop
atau training.”