Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu, Catra Darmesta Hendraprasta

Reporter: Vaneza Tadzkia dan Luvita Dyaningsih

Apa latar belakang anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

 “Berangkat dari keresahan selama 2 tahun menjadi mahasiswa Manajemen dan anggota MSA. Pelayanan kemahasiswaan, pelayanan akademik, sarana pengembangan minat-bakat dirasa masih minim dan kurang diperhatikan. Ingin coba jadi chairman supaya bisa mewujudkan apa yang jadi keresahan di atas. Walaupun tujuan MSA concern pada bidang keakademikan, banyak mahasiswa yang minta ke arah bagaimana mempersiapkan ke jenjang karir. Ingin mencoba difasilitasi semua dengan program yang dibawa salah satunya dengan skill training, contohnya sertifikasi. Kalau bisa, MSA hadir membantu teman-teman manajemen, sehingga teman-teman manajemen lebih siap lagi menghadapi dunia kerja nantinya.”

Apa visi dan misi yang anda miliki?

“Visinya menjadikan MSA lebih inklusif dan komprehensif supaya tercipta keharmonisan (saling sinergi) di lingkungan Manajemen, sehingga bisa bersama-sama menjadikan Manajemen jaya kembali.”

“Untuk misi, intinya saya mencoba untuk membangun internal MSA. Mencoba untuk membentuk chemistry/bonding di internal MSA. Setelah itu baru melayani temen-temen di Manajemen. Pelayanan utama terkait keakademikan dan kemahasiswaan. Selain itu juga fokus tentang minat dan bakat, akademik maupun non-akademik, terutama pengembangan softskill, contohnya komunikasi. Pengembangan untuk persiapan ke dunia kerja setelah lulus nantinya juga. Saya ingin menjadikan MSA ini nggak cuma sekadar melayani, formalitas untuk menjalankan peran dari himpunan. Saya ingin menjadikan MSA ini bener-bener ada untuk aspirasi, komunikasi, dan pengembangan bagi masyarakat Manajemen.”

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

“Dengan cara rangkaian Pemira yang sudah difasilitasi dan dirancang panitia suksesi, terutama saat mimbar bebas. Kalau saya boleh saran buat temen-temen Manajemen, sebisa mungkin, kalau kita mau pilih, jangan sekadar tahu aja tapi coba juga pahami tentang calon-calonnya ini seperti apa dan program-program serta gagasan-gagasan yang mereka bawa itu seperti apa.”

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

“Ada cukup banyak dan nggak berbeda dari tahun sebelumnya terkait program kerja (proker). Ada yang coba dikembangkan dan diinovasikan untuk memaksimalkan lagi. Program baru contohnya Creative Marketing. Creative Marketing merupakan proker yang mendorong fungsionaris MSA lebih inovatif dan kreatif melalui penciptaan konten-konten sosmed MSA. Harapannya sosmed MSA lebih hidup lagi dan lebih dekat ke mahasiswa-mahasiswa Manajemen. Ada juga terkait skill training. Udah ada tapi belum di-fix-kan, berupa sertifikasi Manajemen SDM. Ke depannya, saya ingin kita nggak cuma terbatas sama Sertifikasi Kompetensi Manajemen atau satu konsentrasi/bidang saja. Saya berharapnya skill training itu nggak cuma terkait salah satu konsentrasi di Manajemen tapi juga tentang pelatihan dan skill temen-temen terkait hal-hal lain, misalnya bahasa Inggris, marketing, keuangan, atau content creative.”

“Untuk program pengembangan itu ada Manajemen sharing time. Merupakan salah satu wadah dan sarana yang sangat penting sebagai bentuk pelayanan. Asalnya hanya perwakilan dari tiap-tiap angkatan tapi di tahun depan ingin seluruh temen-temen Manajemen bisa ikut berpartisipasi sehingga bisa lebih maksimal dalam penyampaian aspirasi dan pertukaran informasi. Ada juga IUP info yang ingin dikembangkan. Asalnya ada kendala terkait koordinasi informasi. Inginnya kendala itu di tahun depan nggak ada sehingga infonya lebih maksimal tersampaikan, baik bagi mahasiswa IUP maupun mahasiswa Manajemen secara keseluruhan.”

Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?

“Kalau terkait keunggulan, aku lebih prefer lebih ditanyakan kepada voters karena mereka yang lebih bisa menilai masing-masing calon untuk unggulnya yang mana. Saya meyakini bahwa program dan gagasan yang dibawa serta pengalaman dua tahun sebagai mahasiswa Manajemen sekaligus dua periode anggota MSA, bukan cari jabatan atau pamor. Saya berharap di periode mendatang, MSA bisa lebih baik, lebih mengayomi, serta lebih menghimpun lagi, tanpa terkecuali.”

Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?

“Silahkan. Terserah kalian mau memilih siapa. Pesan saya cuma satu. Kalau kita mau memilih sesuatu, nggak cuma terkait calon chairman, tentunya pasti ngga sekedar tahu tapi juga harus paham terkait apa yang menjadi pilihan kita dan alternatif-alternatif pilihan yang ada. Pada saat hari pemilihan, jangan cuma memilih berdasarkan tahu tapi juga paham. Kalian paham terkait pilihan kalian dan paham terkait alternatif pilihan yang ada. Karena saya punya program dan inovasi yang cukup berbeda dari calon lain dan saya dengan tulus ingin melayani.”

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

“Saya berharap bahwa rangkaian suksesi sampai akhir nanti berjalan dengan lancar, ngga ada kendala sedikitpun, kecuali ada hal-hal yang buruk seperti kecurangan dan ketidakadilan, baik dari panitia, masing-masing calon, maupun timses.”

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam Suksesi himpunan dan Pemira ini?

“Buat temen-temen voters dari masing-masing himpunan, terutama mahasiswa Manajemen, jangan lupa gunakan hak pilih kalian. Diusahakan jangan golput karena satu suara kalian akan sangat berharga untuk lingkungan kampus ke depannya. Kalau misal kita ga milih atau asal-asalan, saya khawatir kalau kita semua merasa bahwa pemimpin yang terpilih tidak sesuai dengan yang diharapkan.”

Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama perkuliahan online yang ingin Anda perbaiki?

“Cukup banyak. Belakang coba intropeksi dan mulai menyadari bahwa keresahan tersebut sepertinya berasal dari diri masing-masing, yaitu kejenuhan atau break out (quarter life crisis). Kita udah terlalu lama merasakan online-online gini. Kita udah jarang bersosialisasi dengan teman-teman kita. Kita udah jarang komunikasi secara langsung, bertatap muka. Jadi, meskipun online, saya melihatnya sebagai mempersempit ruang gerak kita. Kita ga bisa seleluasa seperti saat offline. Hal itu tentu berpengaruh pada mental kita. Dari pribadi, ingin coba untuk menyadarkan temen-temen Manajemen (menjadi sebuah wadah) untuk berkeluh-kesah dan cerita tentang apa yang dirasakan dan apa yang menjadi keresahan, sehingga walau interaksinya online, tetap bisa mengerti satu sama lain.”

Kesan-pesan suksesi MSA apa?

“Sangat memusingkan dan ribet. Saya kapok untuk mencalonkan diri lagi menjadi calon-calon ketua di ranah kampus. (Hal itu) karena timeline-nya sangat padat, terkesan diringkas. Jaraknya mepet-mepet, sehingga kita sebagai calon merasa “abis selesai ditonjok, ditonjok lagi”. Cuma cukup seru dan menarik karena aku juga belajar tentang bagaimana bisa berpolitik melalui rangkaian Pemira yang ada. Pesannya tahun depan rangkaian Suksesi lebih dipertimbangkan lagi terkait timeline-nya supaya tidak membebankan calon-calon yang ada. Kemudian juga panitianya semoga bisa lebih siap lagi. Jangan sampai cuma ngikutin apa yang udah ada sebelumnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *