Reporter: Musa Aminullah dan Indah Sulistyo

Khafid-Risma, Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip Nomor Urut Satu
Apakah latar belakang Anda mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Universitas Diponegoro 2022?
“Latar belakang saya yaitu ada dua, pertama berdasarkan keresahan kami jadi kami berdua punya keresahan salah satunya adalah mengenai eksistensi organisasi mahasiswa. Eksistensi organisasi mahasiswa seperti “kenapa sih organisasi mahasiswa sekarang-sekarang ini makin lama makin sepi peminatnya?” maka saya memberanikan diri untuk mencalonkan diri sebagai calon ketua dan wakil ketua. Kedua karena adanya dorongan dari lingkungan sekitar dari teman-teman dan yakin untuk mencalonkan diri sebagai ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip 2022.” -Khafid-
“Izinkan saya untuk menceritakan tentang diri saya terlebih dahulu, saya merupakan salah satu bagian di Badan Eksekutif Mahasiswa pada periode 2 dan periode terakhir ini. Tentu dalam perjalanan serta prosesnya yang mendapatkan berbagai inovasi pola pikir yang terbentuk. Lalu ada juga evaluasi atas apa yang sudah saya jalani serta kekhawatiran tentang bagaimana dan ke mana arah tujuan organisasi ke depan yang bisa memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat khususnya Fakultas Ekonomika dan Bisnis secara lebih luas. Lalu akhirnya dengan berbagai pemikiran yang saya munculkan dari perjalanan saya menjadi staf di Badan Eksekutif Mahasiswa, muncullah gagasan dari berbagai kekhawatiran, dari inovasi, maupun evaluasi yang saya jalani. Kemudian gagasan serta pembaharuan tersebut saya satukan dengan rekan saya, yang menurut saya memiliki tujuan bersama dalam cita dan tuju. Dengan gagasan tersebut akhirnya membulatkan tekad saya untuk ingin melanjutkan niat dalam pengabdian serta pelayanan kepada masyarakat FEB. Kami sadar bahwasanya manusia memiliki kepintaran masing-masing, manusia memiliki keahlian dan keistimewaannya masing-masing, tetapi kesadaran untuk memberikan kepekaan perlu segera direalisasikan itu akhirnya kami, tentunya saya dan pasangan saya Khafid membulatkan tekad untuk mencalonkan diri dalam Pemira pada tahun ini. Lebih spesifiknya adalah pencalonan ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip Tahun 2022.” -Risma-
Apa visi dan misi yang Anda bawa dalam pemira kali ini?
“Untuk menentukan arah gerak BEM FEB Undip 2022, kami memiliki visi mewujudkan BEM FEB Undip 2022 yang dapat menggapai tujuan yang nyata dengan harapan baru, serta berperan aktif untuk mahasiswa FEB yang lebih unggul. Di sini ada kata “menggapai tujuan nyata”, sesuai dengan fungsi BEM untuk pergerakan, pelayanan, dan pengabdian. Kami ingin ada pergerakan nyata, pelayanan yang nyata, dan ada tujuan yang nyata dari BEM FEB Undip 2022. Lalu ada kata “dengan harapan baru”, harapan baru sesuai dengan nilai organisasi yang kami usung yaitu growing, collaboration, apreciative, practice, and adaptive. Kami juga ingin berperan aktif untuk mahasiswa FEB yang lebih unggul. Lalu, kami mempunyai misi “gapai bersama dalam pelayanan dan pengembangan”, dengan berdedikasi dalam memberikan pelayanan serta pengembangan bagi seluruh mahasiswa FEB Undip, sesuai dengan capaian tujuan dan kesejahteraan dari mahasiswa FEB Undip. Misi kedua kami adalah “gapai bersama dalam pengabdian dan dedikasi”, yakni membangun dan menumbuhkan kepekaan sosial hingga mewujudkan dedikasi dari mahasiswa FEB Undip terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.” -Khafid-
“Untuk misi selanjutnya, yaitu “gapai bersama dalam adaptif dan praktis”, menerapkan berbagai sistemasi kegiatan yang dapat menjalankan dan menyesuaikan keadaan di sekitar atau keadaan zaman yang ada. Dengan visi yang kami punya, kami berharap dalam keberjalananannya kami bisa menjadi organisasi yang adaptif dengan keadaan dan kondisi yang ada saat ini. Di mana kondisi staf saat ini bisa dikatakan fluktuatif tetapi tidak menjadi permasalahan ketika kita bisa menjalani misi yang kami punya. Tentu dengan keberjalanan dan adaptif tersebut, kita harus memikirkan juga mengenai menggapainya dengan cara yang praktis. Praktis berarti kita memikirkan cara apakah yang kita lakukan ini mencapai goals ataupun tidak mengurangi esensi yang kita tuju. Nilai adaptif dan praktis memiliki keterkaitan untuk menggapai visi kami. Lalu selanjutnya, “gapai bersama dalam kolaborasi dan prestasi”, dengan mengupayakan berbagai visi yang kami punya, tentu kami sadar perlu adanya kolaborasi antar elemen sumber daya mahasiswa di dalamnya, maupun sumber daya eksternal yang membantu. Dengan adanya kolaborasi yang kami ciptakan, kami berharap bisa memberikan impact juga perihal prestasi yang bisa ditimbulkan dalam mahasiswa FEB Undip. Kolaborasi memiliki banyak arti, bisa kolaborasi dalam menggapai karya, berkolaborasi untuk menyatukan ide, maupun sejajarnya. Akan tetapi, dengan misi yang kami punya yaitu gapai bersama dalam kolaborasi dan prestasi, diharapkan bisa menjadi salah satu misi untuk bisa mencapai visi kami. Selanjutnya adalah “gapai bersama dalam kebijakan dan advokasi”, tentu dalam menjalankan organisasi kita harus siap, siaga, aktif, dan kritis. Akan ada banyak hal yang kita kritisi, dan akan ada banyak hal yang perlu kita beri kebijakan serta ada juga yang harus kita advokasikan demi kesejahteraan mahasiswa FEB Undip. Sebagai penyalur, penggerak, pengabdian, dan pelayanan bagi mahasiswa FEB. Terakhir, “gapai bersama dalam komunikasi dan sinergi”, dalam menjalankan berbagai kegiatan ataupun berbagai tujuan yang ingin kita tuju, tentu kita harus sadar bahwa komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat penting, baik komunikasi intra maupun antar elemen di FEB di dalam maupun di luar organisasi, di dalam fakultas maupun di luar fakultas. Komunikasi merupakan kunci untuk bisa menciptakan sinergi. Sinergi dan komunikasi tersebut bisa dilakukan dalam hal secara langsung maupun tidak langsung, seperti saat ini kita berkomunikasi yang bergantung dengan teknologi. Hubungan komunikasi yang diharapkan mampu menciptakan suatu sinergi diharapkan bisa menimbulkan harmonisasi dan bisa dijalankan dengan baik untuk mencapai tujuan kami serta mencapai visi dan misi yang kami punya.” -Risma-
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar tertarik untuk memilih Anda?
“Sebelumnya ijinkan saya untuk menjelaskan nilai organisasi yang kami angkat yaitu Glorasiratif (growing, collaboration, apreeciative, practice, and adaptive). Dalam menggaet suara ataupun mahasiswa yang ada di FEB yaitu dengan kami beri pemahaman bahwasanya kami dalam menjalankan organisasi ke depan yang harapannya estafet kepemimpinan dapat kami jalankan. Dengan zaman yang selalu berkembang kami melakukan analisis tentang kebutuhan dan keperluan teman-teman mahasiswa baik akademis, non akademis, prestatif, maupun karir. Lalu, dalam pendekatan kami kepada mahasiswa untuk menggaet suara yaitu memberikan penjelasan apa yang kami bawa lalu tetap adanya komunikasi 2 arah dari kami ataupun feedback dari teman-teman mahasiswa. Lalu timbullah satu suara dalam tuju untuk menyelaraskan niat kami ke depan.” -Risma-
Apa saja pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai pasangan calon Ketua dan Wakul Ketua BEM FEB Universitas Diponegoro 2022?
“Ada beberapa pembaharuan yang kami tawarkan baik untuk fungsionaris maupun untuk ke masyarakat FEB Undip. Penawaran ini juga berdasarkan kesan kami yang ada. Kemudian tentang kampus merdeka pula seperti yang kita tahu kampus merdeka menjadi benefit tersendiri bagi mahasiswa, namun juga bisa menjadi ancaman bagi organisasi mahasiswa. Oleh karena itu, kami ingin menyeimbangkan antara kampus merdeka dan organisasi mahasiswa melalui benefit yang kami tawarkan untuk fungsionaris dari BEM FEB Undip 2022. Fungsionaris kami tawarkan benefit meliputi pengalaman dari beberapa stakeholder yang akan kami ajak kerjasama. Kami ingin mengajak kerjasama dari beberapa perusahaan untuk memberi pelatihan ataupun memberi materi bagi fungsionaris yang kami punya. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan kesan bahwa organisasi mahasiswa itu tidak kalah dengan kampus merdeka yang memberi pengalaman ataupun memberi benefit untuk mereka itu. Selain itu, kami sebagai penyeimbang tentunya kami juga ingin mahasiswa FEB mengikuti kampus merdeka karena kampus merdeka mempunyai keuntungan yang sangat besar bagi mahasiswa. Oleh karena itu, apa yang bisa kami lakukan yakni memberi pelatihan berikut coaching untuk mahasiswa FEB yang ingin mengikuti kampus merdeka. Pelatihan tersebut juga yang kami tawarkan untuk mahasiswa FEB bisa lolos untuk mengikuti kampus merdeka.” -Khafid-
Apa keunggulan Anda jika dibandingkan dengan pasangan calon lawan Anda?
“Kami semua baik paslon 1 dan 2 meyakini memiliki keunggulannya masing-masing. Kami sendiri paslon nomor 1 memiliki kesadaran bahwa dalam menjalankan organisasi dalam melakukan pelayanan dan pengabdian, kami sadar betul harus adanya kepekaan tentang keadaan yang ada di masyarakat FEB. Apa yang sebenarnya mereka butuhkan? Apa yang sebenarnya mereka ingin penuhi? Apa cita dan tujuan yang ingin mereka capai? Kepekaan tersebut membuat salah satu kelebihan ataupun keunggulan kami untuk menyesuaikan, dan tentu dalam penyesuaian itu banyak yang harus kami rangkul, dari berbagai organisasi yang ada di dalamnya. Dalam menjalankan BEM harapan yang kami tuju ada beberapa uluran tangan dari teman-teman himpunan ataupun teman-teman UKM untuk bisa menyelaraskan satu tuju. Kami ingin menjadi organisasi yang kolaborasi dengan antar internal dari BEM itu sendiri, dengan berbagai ormawa di FEB yang memiliki peran masing-masing, dan dengan mahasiswa yang harapannya bisa merasakan secara langsung visi yang kami tuju yaitu menggapai suatu cita dengan harapan yang kami punya. Adanya saling feedback, saling keterkaitan, dan peran dan beneficial yang kami bisa saling berikan. Selain menjadi penggerak kami ingin tentu menjadi wadah bagi mereka untuk bisa menyalurkan apa yang mereka tuju.” -Risma-
Apakah alasan mendasar, mahasiswa harus memilih Anda?
“Kami juga ingin menjadi penyeimbang dari kampus merdeka, selain kami memberi benefit bagi fungsionaris kami juga ingin mahasiswa FEB mengikuti kampus merdeka yang juga banyak benefit–nya untuk mereka. Lalu, kenapa harus memilih kami? Karena kami sendiri mempunyai beberapa pembaharuan yang mana meliputi isu-isu internal yang akan kami bawa untuk mahasiswa FEB, yakni meliputi pembangunan, meliputi mahasiswa IUP, kami ingin menampung keresahan mahasiswa IUP, apa yang dibutuhkan mahasiswa IUP, kami juga ingin mengawal BSO. Seperti yang kita tau bahwa BSO yang ada di FEB belum terkawal dengan maksimal. Makanya kami ingin mengawal mereka dengan maksimal. Selain itu, kami juga ingin mengoptimalkan database dari bidang seni, olahraga, maupun bidang prestasi. Kami ingin mengoptimalkan teman-teman yang kiranya dapat berprestasi dalam bidang tersebut. Pengoptimalan itu meliputi pelatihan dan untuk teman-teman yang kiranya selama ini belum terwadahi bakat seni, bakat olahraga, maupun prestasinya akan kami wadahi berdasarkan database yang telah kami himpun.” -Khafid-
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan Pemira tahun ini?
“Saya menyadari bahwa setiap pasangan calon memiliki niat serta gagasan baik untuk FEB. Tentunya bagi teman-teman mahasiswa saya harap juga ikut serta dalam pemungutan suara ataupun menggunakan hak suaranya dalam pemira tahun ini, dan siapapun pemegang estafet kepemimpinan ke depan saya harap bisa membulatkan tekadnya ataupun meluruskan niat serta gagasan baiknya bagi FEB. Harapan saya untuk teman-teman yang memang saat ini menjalankan pemira baik dari pasangan calon, teman-teman mahasiswa, teman-teman yang telah menyukseskan acara keberjalanan pemira ini, ataupun teman-teman yang memiliki keterlibatan tidak melunturkan niatnya untuk bisa selalu berkontribusi dan memberikan pelayanan bagi teman-teman sekitar. Itu harapan saya untuk kita semua sama-sama maju bagi FEB kita tercinta.” -Risma-
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira tahun ini?
“Untuk mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik suara dalam Suksesi himpunan dan Pemira tahun ini. Seperti yang kita tahu bahwa mahasiswa adalah insan intelektual dan mahasiswa adalah representatif ataupun contoh bagi masyarakat sekitar. Seperti yang kita ketahui pula bahwasannya universitas ataupun kampus adalah miniature negara dan kita adalah masyarakat di dalamnya, sudah saatnya dan sudah tentunya kita memiliki hak suara dalam pemira ini siapapun pemimpinnya pasti ia memiliki niat baik. Namun teman-teman sekalian jangan lupa dan jangan sampai melupakan hak pilihnya karena itu yang akan menentukan bagaimana teman-teman ke depannya.” -Khafid-
Adakah kersahan yang dirasakan terhadap kepengurusan BEM sebelumnya? Terutama saat online.
“Seperti yang kita tahu kepengurusan BEM FEB 2021 merupakan kepengurusan BEM yang stabil dan bagus tentunya. Namun, ada beberapa keresahan yang kami rasakan terutama saat online yaitu tentang harmonisasi kolaborasi. Harmonisasi yang dibangun BEM FEB 2021 sudah bagus namun yang kami harapkan adalah harmonisasi kolaborasi dan menghasilkan output yang jelas, di mana itu ada dalam proker inovasi kami yaitu FEB EXPO yang nantinya akan mengajak kerja sama dari masing-masing ormawa yang ada di FEB untuk menghasilkan kolaborasi dan tentunya output yakni pengkaryaan dari ormawa-ormawa yang ada di FEB. Lalu kami juga ingin mengawal isu internal karena yang kita tau pula bahwasanya bahwa BEM FEB 2021 kurang mengawal ataupun tidak masive dalam mengawal isu internal yakni ada pembangunan, IUP, dan BSO. Bahwa kami ingin mengawal pembangunan yang ada di FEB, temen-temen IUP, dan BSO yang belum terkawal secara massive di FEB.” -Khafid-
Apakah Anda sudah memliki persiapan untuk memperbaiki permasalahan yang ada di kepengurusan ini?
“Tentu kami sudah memiliki persiapan, karena dengan tujuan yang kami luncurkan terdapat berbagai analisis maupun ide dalam keberjalanan ke depan sebagai penggerak serta memberikan pelayanan bagi teman-teman mahasiswa. Dan itu juga merupakan salah satu hasil evaluasi yang sudah berjalan maupun inovasi yang mungkin ingin kami harus jalankan. Dan persiapan tentu tidak hanya dipenuhi dengan teknis saja namun juga persiapan dalam personal kami masing-masing untuk bisa leading of organization dan tetap memberikan manfaat dan pelayanan bagi teman-teman mahasiswa FEB.” -Risma-

