Mahasiswa KKN UNDIP Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Program Jragung Cerdas Finansial dalam Rangka Mendukung SDGs 4 Pendidikan Berkualitas

Jragung (14/7) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPTEK Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU) 25 Kelompok 1 melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan bertajuk “Jragung Cerdas Financial: Penguatan Literasi Keuangan Anak melalui Edukasi Pengelolaan Uang Saku dan Permainan Interaktif.” Program kerja ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026 di SD Negeri 3 Jragung dengan sasaran 58 siswa kelas 5 dan 6.

Program Jragung Cerdas Financial diangkat sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Selain itu, program ini juga menjawab permasalahan rendahnya literasi keuangan anak, khususnya dalam memahami cara mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta menyusun skala prioritas sebagai bekal keterampilan hidup (life skills) di masa depan.

Kegiatan sosialisasi dimulai pada pukul 07.45 WIB dan dilaksanakan secara paralel di dua kelas. Materi untuk siswa kelas 6 disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi, Muhammad Gibran Bhistarasena Arighi, sedangkan materi di kelas 5 disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi, Cantika Eka Nur Azizah. Penyampaian materi didukung dengan media presentasi PowerPoint yang dirancang oleh mahasiswa bidang Informasi dan Hubungan Masyarakat, Faradila Usman Harun, sehingga materi dapat disampaikan secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta.

Sosialisasi diawali dengan pertanyaan pemantik, “Apabila mendapat uang Rp500.000, akan digunakan untuk apa? Bagaimana jika uang tersebut harus digunakan sebagai uang saku selama satu bulan dan tidak akan mendapat tambahan lagi?” Melalui pertanyaan tersebut, siswa diajak berpikir kritis mengenai cara menggunakan uang. Mayoritas peserta menjawab bahwa mereka akan menggunakan uang tersebut untuk membeli top up permainan daring dan jajan. Namun, ketika diberikan kondisi bahwa uang tersebut harus mencukupi kebutuhan selama satu bulan, sebagian besar siswa mulai mengubah jawabannya dan mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting. Kondisi ini menjadi pengantar untuk menjelaskan pentingnya mengelola keuangan sejak dini.

Sebagai bentuk motivasi, mahasiswa KKN memperkenalkan sosok investor dunia, Warren Buffett, yang telah membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini. Peserta diajak mengenal perjalanan hidup Warren Buffett, mulai dari berjualan pada usia enam tahun, membeli saham pertama pada usia sebelas tahun menggunakan hasil tabungannya, hingga mendalami ilmu investasi di bangku perkuliahan dan menjadi salah satu investor paling sukses di dunia. Kisah tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan menabung, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar merupakan fondasi penting dalam mencapai kesuksesan finansial.

Materi inti kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai fungsi uang, pengertian menabung, serta langkah-langkah sederhana dalam membangun kebiasaan menabung. Siswa juga dikenalkan pada konsep dasar investasi sebagai salah satu cara mengembangkan nilai uang di masa depan. Beberapa instrumen investasi, seperti emas, obligasi, dan saham, diperkenalkan menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selain potensi keuntungan, mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko sehingga diperlukan pengetahuan yang memadai sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Sebagai upaya meminimalkan risiko dalam pengelolaan keuangan, peserta selanjutnya diperkenalkan pada konsep skala prioritas dan budgeting. Siswa diajak membedakan antara kebutuhan dan keinginan, kemudian menyusun urutan prioritas dalam menggunakan uang. Melalui simulasi budgeting sederhana, peserta belajar menyisihkan sebagian uang untuk ditabung terlebih dahulu sebelum menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif interaktif sebagai evaluasi pemahaman peserta. Permainan berupa simulator studi kasus berbasis laptop yang dikembangkan oleh mahasiswa Informatika, Alvin Harist Prasetyo, mengajak siswa menyusun urutan pengeluaran berdasarkan skala prioritas dalam berbagai kondisi yang disimulasikan. Sebanyak 9 siswa berpartisipasi secara langsung dalam permainan tersebut dan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Selain menjawab pertanyaan dari peserta, mahasiswa KKN juga memberikan beberapa studi kasus kepada siswa untuk menguji pemahaman mereka mengenai skala prioritas dalam mengelola uang. Sebagai bentuk apresiasi, hadiah diberikan kepada siswa yang aktif bertanya, menjawab pertanyaan, maupun berpartisipasi dalam permainan edukatif.

Melalui program “Jragung Cerdas Financial”, mahasiswa KKNT IPTEK Desa Binaan Universitas Diponegoro berharap literasi keuangan dapat ditanamkan sejak usia dini sehingga anak-anak memiliki kebiasaan mengelola uang secara bijak, membangun budaya menabung, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bertanggung jawab di masa mendatang. Program ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terwujudnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan hidup yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Penulis: Cantika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *