Dorong Produksi Sehat, Inovasi Produk dan Kemasan Kreatif, Tim KKN-T IDBU 46 Undip Gelar Seminar UMKM di Rowosari

Semarang — Tim KKN Tematik IDBU 46 Universitas Diponegoro menyelenggarakan seminar bertajuk Pelatihan UMKM 1 “Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Produksi Sehat, Inovasi Produk, dan Kemasan Kreatif” pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Balai Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 25 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di wilayah Rowosari. Seminar tersebut merupakan salah satu program kerja sektor Ekonomi Kreatif KKN Tematik  IDBU Tim 46, yang berada di bawah bimbingan Dr. Dinie Ratri Desiningrum, S.Psi., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, serta Dr. Drs. Fuad Mas’ud, MIR., selaku Dosen Pembimbing Sektor Ekonomi Kreatif.

Program ini disusun berdasarkan hasil pemetaan potensi dan kebutuhan pelaku usaha di Kelurahan Rowosari, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMK agar mampu menghadapi persaingan usaha melalui penerapan produksi pangan yang sehat, pengembangan inovasi produk, serta pengemasan kreatif yang dapat mendongkrak nilai jual produk. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), lewat peningkatan kapasitas pelaku UMKM untuk mendorong usaha yang lebih produktif, berdaya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kegiatan ini berlangsung selama dua jam, diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test, dilanjutkan dengan pembukaan dan doa. Acara kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan dari Lurah Rowosari, Eko Pudjo Harijadi, S.IP., serta sambutan Dr. Drs. Fuad Mas’ud, MIR. selaku Dosen Pembimbing Sektor Ekonomi Kreatif.

Materi pertama disampaikan oleh Dwi Astiningsih, S.Kom., seorang gluten free enthusiast. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan pelaku UMKM untuk tidak sekedar menjual makanan, melainkan menjual nilai tambah. Ia juga menjelaskan pentingnya label kemasan yang lengkap dan informatif guna membangun kepercayaan konsumen. Sebagai contoh penerapan, ia menampilkan kemasan produk kue kering dari Mandala Bites yang mencantumkan deskripsi tambahan bebas gluten dan bebas gula tambahan, sebagai bentuk inovasi produk sehat yang tetap kompetitif di pasaran. Ia juga mengajak peserta memahami pentingnya kualitas produk dan branding sebagai faktor utama peningkatan daya saing UMKM. Materi ini sejalan dengan semangat SDG 12 (Responsible Consumption and Production), yakni mendorong praktik produksi pangan yang sehat, higienis, aman, dan bertanggung jawab demi menghasilkan produk yang berkualitas dan berkelanjutan. Sesi ini disambut antusias oleh peserta melalui sesi tanya jawab yang aktif.

Sesi dilanjutkan dengan materi kedua oleh Muhammad Ulin Nuha, pemilik usaha Abon Kipis (Abon Kulit Pisang) yang didanai melalui Program Mahasiswa Kewirausahaan (PMW). Materi berfokus pada inovasi produk berbasis potensi lokal yang memiliki keunikan dan nilai tambah, mencakup aspek bahan, rasa, bentuk, hingga target pasar. Dalam pemaparannya, ia turut menekankan pentingnya desain kemasan yang menarik, fungsional, dan representatif. Ia turut membagikan tips membangun identitas produk (branding) melalui desain kemasan dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi untuk memperluas jangkauan pasar. Sesi ini juga ditutup dengan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Pemaparan ini mencerminkan dukungan terhadap SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), melalui penguatan inovasi produk, pengembangan branding, dan pengemasan kreatif sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk UMKM.

Suasana seminar berlangsung interaktif sepanjang kedua sesi. Para peserta begitu responsif saat menanggapi pemaparan materi, mulai dari tantangan menjaga kualitas produk, inovasi pasar, hingga desain kemasan yang ekonomis. Antusiasme tersebut semakin terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab bersama kedua narasumber.

Melalui seminar ini, Tim KKN Tematik IDBU 46 Universitas Diponegoro berharap para pelaku UMKM kuliner di Kelurahan Rowosari dapat menerapkan praktik produksi pangan yang lebih sehat, mengembangkan produk yang inovatif, serta meningkatkan daya tarik produk melalui kemasan dan branding yang lebih baik. Dengan begitu, UMKM lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas peluang pemasaran, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Universitas Diponegoro dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, narasumber, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Dokumentasi :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *