FEB (17/3) – Mendukung inisiasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro menyelenggarakan sebuah Talkshow bertajuk #UangKitaTalk Universitas Diponegoro. Acara berlangsung dari pukul 14:00 – 16:00 WIB yang bertempat di Aula Auditorium Utama Lantai 4 Gedung Kewirausahaan FEB Undip. Semarak acara juga dihiasi oleh bagi-bagi doorprize di beberapa stand, seperti dari Bea Cukai Jawa Tengah DIY, LPDP RI, Kemenkeu Learning Center (KLC), dan lain sebagainya.
Acara ini memperkenalkan Komunitas Uang Kita (Komunita), yaitu sebuah platform yang menyasar generasi muda sebagai penggerak utama Indonesia Maju 2024 untuk menambah pengetahuan, mengembangkan diri, memperluas jaringan dan memahami pengelolaan #UangKita atau APBN.
Dengan menghadirkan beberapa pembicara hebat dalam lingkup APBN, Talkshow ini bertujuan untuk mengedukasi civitas akademika tentang tugas beberapa unsur Kementerian Keuangan, mengingat peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu ditambah dengan tersebarluasnya berbagai macam informasi di media yang berimbas pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap integritas instansi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si dalam sambutan beliau di awal acara. Beliau menekankan realita saat ini dimana orang-orang lebih cepat percaya pada yang viral. “Kami terbiasa mengundang karena saya sangat percaya kampus ini adalah tempat yang ideal untuk tesa dan antitesa, untuk sebuah pemahaman pemikiran yang sangat bebas, untuk orang berpikir untuk mencerdaskan. Jadi hoax pasti tidak diterima di kampus.” tambah beliau. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Kanwil DJPb Jateng Muhdi, S.E., S.Ip., MIS, Ph.D yang ditutup dengan slogan “Tingkatkan Sinergi, Junjung Kolaborasi”.
Ahmad Heryawan, S.E., M.Si, selaku pembicara pertama pada Talkshow ini yang juga merupakan Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb Jateng memaparkan tentang #UangKita atau APBN di Provinsi Jawa Tengah. Dimulai dari profil kesejahteraan, kinerja APBN, hingga penyaluran dana alokasi fisik dan non fisik. Dimana terdapat pagu 103.743,51 Miliar dengan realisasi 17,41% atau 18.063,42 Miliar di sisi pendapatan, dan pagu 103.114,92 Miliar dengan realisasi 12,64% atau 13.036,03 Miliar di sisi pengeluaran sampai dengan 28 Februari 2023. Tak luput juga dirincikan mengenai realisasi belanja Kementerian Lembaga, salah satunya Kementerian PUPR pada pembangunan jalan tol Semarang-Demak.
Tak hanya dari sisi APBN Provinsi, Talkshow #UangKita juga menghadirkan pembicara kedua yaitu Siti Siwi Wulandari, S.Pd., selaku perwakilan Mata Garuda Jateng dan merupakan awardee beasiswa LPDP yang membagikan informasi mengenai salah satu belanja APBN untuk fungsi pendidikan yaitu program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Tak hanya memaparkan keunggulan, kinerja, dan komponen dari beasiswa ini, beliau juga menjelaskan tahapan seleksi dan berbagi tips dan trik untuk lolos beasiswa LPDP, seperti keaslian dan keabsahan dokumen, teliti membaca booklet, memperbanyak latihan soal untuk TBS, upgrade kemampuan berbahasa Inggris, rajin update informasi, dan masih banyak lagi.
Isti, salah satu peserta Talkshow dari program studi Manajemen mengungkapkan, “Sejujurnya aku sudah tau LPDP itu apa, tapi nggak tau sejauh itu seperti yang dipaparkan mbak (pembicara) nya ya. Jadi, informasi yang aku dapat tentang LPDP ini banyak banget di kegiatan hari ini.” Pemaparan mengenai beasiswa juga dinilai sangat informatif dan mudah dipahami bagi mereka yang tertarik dengan beasiswa ini. “Sejujurnya 10 sih, beneran kayak wow, aku baru tau sistemnya begini, pembagiannya begini, bener-bener baru tau, mungkin karena kurang explore kali ya, tapi ini beneran ngebantu banget buat nambah informasi aku sih.” tambah Isti. (Sukma/Edents)











