“Let’s Talk about Paper!” bersama KMA Undip

Oleh: Luvita Dyaningsih dan Michelle Jenifer (Undip 27/3)

Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) memang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan minat mahasiswa-mahasiswa akuntansi terhadap berbagai macam lomba, salah satunya adalah lomba paper atau karya tulis ilmiah. Melalui divisi pendidikan dan pelatihannya, KMA telah menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sharing Session with Edution dengan tema “Let’s Talk about Paper!”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 27 Maret 2021 menggunakan platform Zoom Meeting dan berlangsung sejak pukul 15.45 WIB hingga 17.45 WIB dengan dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta. Sharing Session kali ini menghadirkan pembicara Wilhelmus Surya Wicaksana Anggri, atau kerap dipanggil Surya, dari Akuntansi 17 sebagai pembicara. Surya merupakan salah seorang mahasiswa akuntansi yang berprestatif di bidang paper, beberapa dari banyaknya prestasi yang pernah ia raih adalah menjadi top 10 dalam ajang bergengsi IAI APA Award tahun 2020 dan mendapatkan gold medal pada ajang Inova Croatia 2020.

Sharing Session with Edution dimulai dengan pembukaan dan pemaparan rangkaian acara oleh MC, Grahito Wisnugraha. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua KMA 2021, Yohanes Adji Prakosa, dan pengenalan program Anchor (Akundip Race Warrior) serta Edution (Education about Competition) oleh para person in charge (PIC) dari program-program tersebut, yaitu Alicia Rosa, atau disapa Oca, dan Faiz Rahmansyah, atau disapa Faiz. Sesi selanjutnya dari kegiatan ini adalah sharing session. Surya diwawancarai oleh Oca, selaku moderator, mengenai beberapa hal yang dirasa perlu diperhatikan dan disiapkan saat menghadapi serta melaksanakan lomba paper. Hal-hal yang dibahas contohnya adalah mekanisme lomba paper, kendala-kendala yang dihadapi saat mengikuti lomba, hingga cara mencari rekan tim yang cocok.

Kemudian, dilangsungkan sesi bedah paper yang dimoderatori oleh Faiz. Surya memaparkan bahwa dalam pembuatan paper, hal-hal yang kecil sekalipun dapat dianggap krusial. Mulai dari perancangan abstraksi, pencarian ide dan data, pembuatan paper serta power point, hingga pemilihan judul, semua harus dilakukan secara maksimal agar mencapai hasil yang maksimal pula. Surya berpendapat ide yang akan dituangkan sebaiknya aktual dan bermanfaat bagi masyarakat. Ide tersebut harus didukung oleh data-data terpercaya yang dapat dipertanggungjawabkan. Surya menjelaskan kombinasi tim yang tepat akan menentukan saat mengikuti lomba paper. Rekan tim yang sebaiknya dipilih merupakan mereka yang mau berkontribusi, berkomitmen, dan kooperatif. Lalu perlu juga membuat rentang manajemen waktu pengerjaan paper untuk memudahkan tercapainya target penulisan.

Dalam penulisan juga perlu memperhatikan guideline yang ditentukan panitia. Dimulai dari pemilihan judul yang harus bisa memantik rasa penasaran pembaca dan abstrak yang menjelaskan keseluruhan isi paper secara singkat hingga ide-ide yang out of the box namun tetap bisa diimplementasikan di masyarakat. Dalam proses penulisan ini, Surya kembali mengingatkan agar tim penulis tidak kekurangan data dan memperbanyak literasi untuk memperkaya diksi yang diperlukan. Data yang digunakan harus relevan, akurat, timely, dan up to date. Dalam tahap presentasi paper, manfaatkan waktu untuk menjabarkan permasalahan dan solusinya, didukung dengan poin-poin kuat dalam paper. Surya memberi tips lain seperti desain yang sesuai dengan isi presentasi, penambahan backsound untuk mengangkat suasana presentasi, dan mempersiapkan jawaban prediksi dari pertanyaan juri.

Di akhir, Surya berpesan untuk jangan takut mencoba. Setiap hal dimulai dengan ketidaknyamanan, maka carilah orang-orang yang dapat membantu. Berani berproses dan jangan takut menghadapi resiko. “Ajang kuliah ini bukan ajang kompetisi, loh, di situ (kuliah) itu ajang kolaboratif, ajang cari network, karena kita ngga ada yang tau ke depannya itu orang bakal jadi apa. Jangan sampai ngeremehin orang juga, siapa pun mereka itu. Kita ngga ada yang tau ke depannya gimana. Jadi, kolaborasi tuh paling penting. Terus, do something to proof that you’re worthy, gitu,” tutur Surya.

Sosialisasi Akbar sebagai Ajang Perkenalan dengan LKMM-D FEB UNDIP

Reporter: Luvita Dyaningsih dan Michelle Jenifer

(Undip 23/3) – Dilangsungkannya Sosialisasi Akbar Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-D) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) bertujuan untuk mengenalkan LKMM-D FEB Undip 2021 kepada seluruh mahasiswa, khususnya angkatan tahun 2019 dan 2020. Acara yang dilaksanakan oleh panitia LKMM-D FEB Undip 2021 melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh 119 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Diponegoro. Sosialisasi dibuka dengan sambutan dan perkenalan dari Muhammad Alfi, atau yang sering disapa Alfi, selaku ketua pelaksana LKMM-D FEB Undip 2021. Dilanjutkan dengan perkenalan dari Imannuel Hugo Setiawan, atau kerap disapa Gogo, selaku wakil ketua pelaksana LKMM-D FEB Undip 2021 dan M. Subkhi Al Khakim, atau disapa Khakim, selaku koordinator acara LKMMD-FEB Undip 2021. Setelah sesi perkenalan selesai, acara pun disambung dengan sesi pemaparan materi.

Alfi, Gogo, dan Khakim memaparkan bahwa LKMM-D FEB ini dapat dikatakan sebagai salah satu ajang aktualisasi diri. LKMM-D FEB merupakan salah satu kegiatan dalam alur kaderisasi yang bertujuan untuk menjadi wadah mahasiswa agar lebih memahami peran dan tugasnya. LKMM-D FEB 2021 mengambil tema “Kolaborasi Karsa Nyata Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Melalui tema ini, diharapkan LKMM-D FEB Undip 2021 dapat mencetak generasi yang mampu berkolaborasi menyatukan semua sumber daya yang ada untuk mewujudkan Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa. Dengan tema tersebut, LKMM-D FEB membawa ciri khas tersendiri, yaitu menunjukkan marwah sebagai mahasiswa ekonomi dengan kepekaan terhadap lingkungan sosial dan politik.

Alfi memaparkan bahwa LKMM-D FEB memiliki fungsi sebagai investasi pembangunan diri untuk masa depan dan sebagai wadah untuk belajar. Gogo menuturkan bahwa LKMM-D FEB merupakan tempat untuk mencoba bertukar pendapat, berkreasi, dan berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki tujuan yang sama. Khakim menambahkan manfaat mengikuti kegiatan ini yaitu meningkatkan critical thinking dari tiap individu. Dengan critical thinking tersebut, inovasi dan kreativitas, pemahaman terhadap peran sebagai mahasiswa, serta kritis dalam menghadapi isu-isu ekonomi, sosial, dan politik diharapkan dapat bertambah. Target output dari LKMM-D FEB ini adalah mengembangkan nilai yang ditujukan dalam rangkaian acara, yaitu kolaboratif, kreatif, kritis, aktif, serta adaptif, kontribusi nyata untuk Indonesia, dan aktif mengembangkan diri di masyarakat.

Sesi pemaparan materi kemudian dilanjut dengan sesi tanya jawab. Peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi dapat dikatakan sangat antusias dalam sesi ini. Dipaparkan informasi-informasi tambahan mengenai kegiatan LKMM-D seperti pelaksanaannya yang dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, penjelasan garis besar rangkaian-rangkaian kegiatan setelah open recruitment, waktu pelaksanaan yang diperkirakan maksimal berakhir pada bulan Juni, dan lain sebagainya. Panitia juga kembali mengingatkan bahwa mengenai persyaratan dapat diakses melalui dan registrasi online dapat dilakukan pada pranala . Acara akhirnya ditutup dengan pesan dari Alfi agar peserta yang hadir dapat mendaftarkan diri dalam kegiatan LKMM-D yang dinilai sangat penting tersebut.

“Jangan lupa (bagi teman-teman untuk) ikut (dalam kegiatan) LKMM-D, terlepas (ikut) di FEB atau di fakultas mana pun, (karena) LKMM-D ini merupakan sebuah rangkaian yang sangat penting bagi teman-teman yang ingin punya investasi jangka panjang (dalam hal kepemimpinan). Jika (teman-teman) ingin ikut (kegiatan LKMM-D) di FEB silahkan, kami sangat terbuka. (Tetapi) jika (teman-teman) ingin ikut (kegiatan LKMM-D) di fakultas lain itu pun juga ga masalah,” tutur Alfi.

Gelar Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah, FEB Undip Hadirkan Pembicara dari Saxion University of Applied Sciences

Reporter: Novi dan Musa

(FEB Undip 15/3)­ – Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-61 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) ini mengusung tema “Business Models and Business Model Innovation in Relation to Digization, Suistainability and Covid-19” dengan menghadirkan pembicara, yaitu Dr. Ir. Timber Haaker dari Saxion University of Applied Sciences. Mengingat masih dalam kondisi  pandemi, acara dilaksanakan melalui platform Zoom Online Meeting dan sebagian hadirin berada di tempat acara berlangsung.

Acara ini turut dihadiri oleh segenap civitas akademika FEB Undip, mulai dari Dekan FEB, Kepala Departemen di FEB Undip, Pimpinan  Lembaga Kemahasiswaan, para staf, dan alumni. Selain itu, mitra bank, Persatuan Dharmawanita, serta mahasiswa juga turut hadir dalam acara tersebut. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan Mars Undip, dan dilanjutkan dengan pembukaan Rapat Senat Terbuka oleh Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com, Akt, Ph.D., Akt. selaku Ketua Senat. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Undip Saiful Bahri, dan terakhir ada sambutan dari Rektor Undip yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc.

Orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Ir. Timber Haaker, Professor of Business Models Saxion University of Applied Sciences. Beliau membawakan tema materi tentang model bisnis dan inovasi  model bisnis yang berkaitan dengan digitalisasi, keberlanjutan, dan Covid-19. Pemaparan materi diawali dengan pembahasan mengenai pandangannya terhadap model bisnis. Menurutnya, teknologi saja tidak cukup melainkan juga diperlukan model bisnis yang layak. Kemudian beliau juga membahas mengenai bagaimana mendeskripsikan sebuah model bisnis. Terdapat 4 pertanyaan kunci dalam mendeskripsikan sebuah model bisnis, yaitu what do you offer to the customer (apa yang Anda tawarkan kepada pelanggan), how is the value proposition created (bagaimana proposisi nilai dibuat), how is revenue created (bagaimana pendapatan dihasilkan)dan who is your target customer segment (siapa yang menjadi target pelanggan Anda).

Pembahasan berlanjut mengenai inovasi model bisnis saat pandemi Covid-19. Terdapat 4 cara yang bisa dilakukan, yaitu pertama, dengan mengubah penawaran. Sebagai contoh, tempat GYM menyediakan pembelajaran secara digital. Kedua, mencari saluran lain atau kelompok sasaran lain. Ketiga, menggunakan aset dengan cara yang berbeda. Keempat, mengubah model pendapatan.

Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir hingga saat ini juga turut berdampak pada model bisnis dan praktik bisnis. Sebuah survei online internasional dengan total 453 responden di 37 negara dengan kelompok partisipan terbesar datang dari The Netherlands (42%), Romania (22%), Vietnam (6%), dan India (5%) menunjukkan hasil bahwa krisis Covid-19 membuat organsisasi lebih menyadari tentang pentingnya nilai social relative terhadap nilai ekonomi. Itulah yang menjadi catatan penting untuk kita semua dalam model bisnis dan praktik bisnis sekarang ini. Acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semua materi yang dibawakan oleh pemateri sangat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan juga. Acara ini berakhir sekitar pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pembacaan doa oleh Marwini, S.H.I., M.A., M.S.I, dosen Ekonomi Islam FEB Undip.

Siapkan Dirimu untuk Menghadapi PILMAPRES 2021

Reporter: Luvita dan Helen

(Undip 12/3) – Kembali digelarnya ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) 2021 di tingkat fakultas, universitas, dan nasional mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (BEM FEB) Bidang Akademik dan Keilmuan untuk menyelenggarakan sosialisasi Kupas Tuntas Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FEB pada 12 Maret 2021. Dengan menggunakan platform Ms. Teams, kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 19 peserta ini membahas perihal ketentuan-ketentuan apa saja yang ada dalam PILMAPRES dan hal-hal yang perlu disiapkan oleh para peserta. 

Kegiatan ini dimulai pada pukul 20.05 WIB dan selesai pada pukul 21.40 WIB. Walaupun sempat terkendala, kegiatan tetap dapat berjalan lancar. Sebagai awal rangkaian acara, pembukaan dilaksanakan oleh Morales Purba yang kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Maal Naylah, S.E., M.Si.. Setelah pemaparan materi, rangkaian acara pun disambung dengan sesi tanya jawab dan diakhiri penutupan.

Kendati penyelenggaraan kegiatan dilakukan pada malam hari, para peserta dapat dikatakan cukup antusias. Bahasan mengenai gagasan tertulis yang akan diajukan, syarat-syarat yang harus ditepati, dan ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar, menjadi topik utama yang dikaji lebih dalam oleh Maal. Selain itu, Maal juga menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Indonesia dan Inggris, pengalaman-pengalaman yang dimiliki, baik keorganisasian, perlombaan, hingga prestasi unggulan, serta wawasan mengenai kebangsaan, semuanya akan dijadikan indikator-indikator dalam hal pemberian nilai yang akhirnya akan menentukan ranking dan lanjut-tidaknya peserta ke tingkat berikutnya, yaitu dari tingkat fakultas ke universitas ataupun tingkat universitas ke nasional. 

Sekalipun tantangan yang akan dihadapi tidak mudah, Maal berpesan bahwa tidak perlu takut atau ragu untuk mengikuti ajang PILMAPRES ini. Percaya diri dan peka terhadap sekitar seharusnya menjadi senjata utama dari tiap-tiap peserta. “Pokoknya, semangat ikut aja dulu, ikut, gitu. Kita jangan sudah worry duluan, jangan. Harus percaya diri. Nanti teman-temannya seperti apa kan kita juga tidak tahu, ya, keberuntungan itu akan (datang) ke siapa (atau) ke mana, gitu. Kadang-kadang, justru misalnya, ketika idenya itu ngga mainstream, terus kemudian punya gaya sendiri, ciri khas sendiri, ya, bisa jadi itu malah menarik, gitu. Jadi, silahkan mengaktualisasikan dirinya (masing-masing),” tutup Maal.

Mengupas Tuntas Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa

Reporter: Fitri Widya dan Michelle

(Undip 9/3) – Sosialisasi Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) 2021 yang diselenggarakan oleh Koordinator PHP2D Universitas Diponegoro (Undip) 2021 bertujuan untuk mengenal program PHP2D beserta alur pelaksanaannya di tahun 2021 ini. Acara dihadiri oleh koordinator PHP2D Undip serta mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari berbagai fakultas di Undip.

Acara dimulai pukul 15.00 WIB dengan sambutan dari Nuryanto selaku koordinator PHP2D Undip. Dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai filosofi program PHP2D 2021 oleh Fahmi Arifin. Diawal pemaparannya, Fahmi menjelaskan bahwa PHP2D merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui BEM maupun UKM. Sebagaimana program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli dan kontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Selain itu, ia juga menjelaskan tiga filosofi PHP2D 2021 yaitu menolong dirinya sendiri, masyarakat adalah sumber daya yang besar, dan program yang mencakup perubahan sikap. PHP2D tahun ini mengusung tema “Terwujudnya Mahasiswa yang Mampu Berpikir Kritis, Kreatif, Komunikatif, dan Kolaboratif serta Memiliki Kemampuan Kepemimpinan dalam Pengembangan Masyarakat Desa di Era Industri 4.0 sebagai Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.”

Suasana Sosialisasi PHP2D 2021

Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change Melalui PHP2D

Tidak hanya itu, ternyata program ini juga membawa misi yang tidak kalah menarik. Misinya yaitu menerapkan karakter positif, empatik, peduli, ulet, kreatif, bertanggung jawab melalui ormawa, menemukan atau membangun potensi desa untuk pemberdayaan, membangun kerjasama baik dengan pihak eksternal, membangun kemandirian, dan mengembangkan kegiatan kemahasiswaan di desa. Diharapkan program ini dapat berdampak di masyarakat melalui kelembagaan, kemitraan, ekonomi, dan pembangunan. Serta bagi mahasiswa dapat menjadi agent of change bagi sekitarnya. Untuk mengikuti program ini, pengusul harus merupakan mahasiswa aktif program sarjana dari berbagai jurusan yang tergabung dalam Ormawa, UKM, maupun BEM yang telah disetujui universitas. Satu tim pengusul berisi minimal sepuluh orang dari organisasi mahasiswa.

Berbeda dengan topik pembahasan yang disampaikan oleh pembicara pertama mengenai filosofi PHP2D, Sri Winarni sebagai pembicara kedua lebih fokus  terkait persoalan proposal. Mulai dari bagaimana sistematika pembuatannya sampai pengajuan proposal tersebut telah dikupas secara tuntas. Setelah pemaparan dari kedua pembicara selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh Arfa Bahrul Ulum selaku moderator sosialisasi PHP2D. Antusiasme peserta begitu terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya lewat fitur raise hand, namun dikarenakan keterbatasan waktu, hanya beberapa peserta tercepat yang diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pembicara.

Tips Lolos Seleksi Proposal

Di penghujung acara, terdapat sharing session oleh Aditya Al Ansori dan Noviyani Saputri. Keduanya merupakan ketua tim pemenang PHP2D tahun 2020. Sharing session diawali dengan pemaparan Aditya terkait tahapan persiapan PHP2P pada tahun lalu, mulai dari analisis masalah, penentuan ide, penyusunan proposal, sampai dengan persoalan teamwork. Aditya juga memberikan tips-tips dalam penyusunan proposal agar lolos seleksi, diantaranya ada satu komponen yang paling krusial yakni berhubungan dengan seleksi administrasi. “Tahun lalu juga sama, waktunya kurang lebih satu bulan untuk menyiapkan berkas-berkas dan lampiran. Ini yang paling penting, karena tahapan seleksi yang paling penting adalah seleksi administrasi. Kalau misal ada satu saja yang kurang administrasinya, walaupun ide kalian sebagus apapun, proposal kalian tidak akan masuk seleksi itu,” ujar Aditya. Tidak jauh berbeda, Noviyani juga menyampaikan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam PHP2D. Diantaranya tentang bagaimana pemilihan desa, pembinaan seperti apa yang ingin dilakukan, timeline, serta pemilihan judul proposal.

NUDC dan KDMI 2021 sebagai Wadah Kompetisi Debat Mahasiswa

Reporter: Deva dan Fellencia

Undip (6/3) – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) mengadakan Sosialisasi National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2021 dengan tujuan memberikan pandangan maupun arahan tentang NUDC dan KDMI bagi para peserta sosialisasi agar semakin yakin untuk mengikuti kompetisi ini. Acara dibuka oleh Susantyo Nugroho Widyo Pramono melalui platform Microsoft Teams pada pukul 10.00 WIB. Sosialisasi diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Arido Laksono, S.S, M.Hum selaku Person in Charge of Interfact, pembicara kedua ialah Mutiata Noverita Arumdafta selaku 6th Best Speaker of NUDC dan pembicara terakhir ialah Lusiana Gusprima selaku Runner-up KDMI 2020 6th Best Speaker of KDMI. Menurut pemaparan yang disampaikan Arido Laksono, NUDC dan KDMI menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat penilaian, dan meyakinkan publik.

Suasana Sosialisasi NUDC dan KDMI 2021

Menyelesaikan Persoalan Melalui Debat NUDC Tahun 2020

NUDC tahun 2020 mempertemukan 112 tim terbaik se-Indonesia. NUDC menggunakan sistem atau format debat British Parlementary dan N1 Policy. NUDC menghadapkan mahasiswa untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialami suatu masyarakat atau bangsa dengan posisi mereka masing-masing dan berusaha untuk meyakinkan publik bahwa pendapat mereka benar dan tepat. Terdapat beberapa alur seleksi yang harus dilalui untuk bisa menjadi perwakilan atau mengikuti debat di NUDC. Pada seleksi awal akan dilakukan seleksi universitas melalui interfaculty yang berarti melibatkan dua atau lebih fakultas. Selanjutnya, akan dipilih tiga orang sebagai juara dan 10th Best Speakers. Ketiga orang yang terpilih akan mewakili universitas yang terdiri dari dua orang debater dan satu NI adjudicator.

Setelah melalui proses seleksi universitas, langkah selanjutnya adalah seleksi wilayah dan dilanjut dengan seleksi nasional bagi peserta yang lolos. Di seleksi nasional inilah NUDC diadakan, di mana pada seleksi ini diikuti oleh tim-tim terbaik dari tiap wilayah dengan jumlah kurang lebih 100 tim, yang terdiri atas 200 debaters dan 100 N1 adjudicators. Seluruh tim akan melalui lima babak pre-eliminaries dan empat babak eliminaries.

Alur Seleksi KDMI Tahun 2020

Dalam pelaksanaannya, KDMI menggunakan sistem Asian Parlementary dan diikuti oleh 30 tim. Tim merupakan seluruh mahasiswa Indonesia program Sarjana dan Diploma yang terdaftar di pangkalan data perguruan tinggi dan telah berhasil lolos dalam seleksi wilayah, di mana satu tim terdiri atas tiga orang pendebat dan satu orang juri N1. Alur seleksi Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dilakukan dengan 3 alur seleksi. Pertama, seleksi tingkat universitas di mana universitas akan memilih 3 peserta terbaik untuk menjadi menjadi delegasi tingkat wilayah. Kedua, seleksi tingkat wilayah atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  (LLDIKTI), yang mana setiap perwakilan dari universitas dalam suatu wilayah akan bersaing untuk menjadi delegasi tingkat nasional. Ketiga, seleksi tingkat nasional, pada alur seleksi ini para perwakilan wilayah akan bersaing dengan perwakilan wilayah lain untuk menjadi juara di Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI).

Alasan Kenapa Harus Bergabung Menjadi Debater.

Critically, dengan berdebat akan melatih untuk berpikir kritis agar bisa memecahkan persoalan-persoalan yang diberikan. Confidence, dengan berdebat juga memunculkan rasa percaya diri karena kita dilatih untuk bisa menyakinkan publik atas gagasan yang kita berikan. Cooperation, di mana debat dilakukan oleh tim yang terdiri lebih dari satu orang sehingga dituntut untuk bisa saling bekerjasama dalam memenangkan sebuah kompetisi ataupun membangun suatu gagasan. Community, setiap bidang pasti memiliki komunitas masing-masing begitu juga dengan debat. Adanya komunitas yang dibangun dalam suatu bidang akan membuat orang di dalam komunitas tersebut bisa lebih berkembang lagi serta bisa menambah relasi. Champion, debat sebagai salah satu kompetisi maka salah satu hal yang akan didapatkan jika bergabung  menjadi debater yaitu menjadi juara atau mendapatkan penghargaan yang membanggakan.

Dies Natalis FEB Undip Ke-61 Dibuka dengan Khotmil Qur’an

Reporter: Fadila dan Danny

FEB Undip (1/3) – Dalam rangka membuka rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) ke-61, FEB Undip menggelar acara Khotmil Quran pada Senin (1/3) pukul 09.00 WIB. Acara ini mengangkat tema “Semangat Al-Qur’an dalam Mengingkatkan Produktifitas di Era Pandemi”  yang dipaparkan oleh Prof. Dr. H. Musahadi M.Ag. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. Acara ini diselenggarakan secara luring dan daring melalui platform Zoom dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube FEB Undip. Acara ini  dihadiri oleh berbagai stakeholder FEB Undip, diantaranya Dekan FEB Undip, Kepala Departemen di FEB Undip, hingga alumni yang dapat berjalan dengan lancar dan hikmat.

Tepat pada pukul 09.35 WIB, acara Khotmil Quran dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Najihudin. Kemudian, acara berikutnya yaitu sambutan oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. selaku Dekan FEB Undip. Dalam sambutannya, Suharnomo menjelaskan bahwa acara Dies Natalis FEB Undip yang ke-61 diselenggarakan dalam suasana keprihatinan akibat pandemi Covid-19. Beliau juga membeberkan beberapa rangkaian acara Dies Natalis tahun ini, diantaranya tilik kubur, anjangsana ke alumni FEB Undip, dan berbagai rangkaian guna meningkatkan mutu fakultas. Puncaknya, pada Minggu (14/3), FEB Undip akan melakukan Rapat Senat Tahunan dan International Seminar yang dihadiri oleh pembicara dari National University of Singapore (NUS). Sebelum beranjak ke sesi berikutnya, MC mempersilahkan Dekan FEB Undip beserta jajaran serta pembicara untuk melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu.

Sambutan oleh Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S,E., M.Si.

Selanjutnya, puncak acara Khotmil Quran pagi hari ini ditandai dengan pemaparan materi dari Prof. Dr. H. Musahadi M.Ag selaku Guru Besar FEBI UIN Walisongo, Semarang. Musahadi menerangkan bahwa jika kita ingin mengambil semangat dari Al–Qur’an dalam berbagai kehidupan, terbuka ruang perbedaan dari masing-masing individu. Untuk menyikapi hal tersebut, kita disarankan untuk kembali ke ilmu pengetahuan dengan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.  Selain itu, beliau menyoroti banyaknya tafsir Al-Qur’an yang hanya menggunakan pendekatan secara sekilas. Untuk menghadirkan penafsiran yang dapat menghadirkan kemasalahatan bagi masyarakat luas, beliau menegaskan, tidak ada cara lain selain menggunakan cara ilmiah. Acara ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Musahadi sendiri.

Orasi Terbuka sebagai Uji Publik terhadap Calon Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa Undip 2021

Reporter: Dwi Novi

Undip (26/12) – Telah berlangsung acara Orasi Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM) yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Diponegoro (Undip) 2020. Acara yang sedianya dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB ini sempat diundur dan baru dimulai pukul 21.00 WIB. Acara ini bertujuan untuk melakukan uji kelayakan, kepatutan, dan uji publik terhadap Calon MWA UM Undip 2021. Dalam acara ini turut hadir Badan Pemilih (Banlih) dan mahasiswa undip dari berbagai fakultas.

Orasi terbuka dibagi menjadi dua segmen. Pertama, pemaparan orasi selama 10 menit dan kedua, orasi serta tanya jawab dengan audience yang hadir. Ayu Rizky Amelia dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Angkatan 2017 sebagai calon MWA UM Undip 2021 mengawali segmen dengan memaparkan kajiannya yang berjudul “Optimalisasi Pengawalan Aspirasi Mahasiswa dalam Pembentukan Kebijakan Universitas untuk Mendukung Terwujudnya Good University Governance”.

Di awal pemaparannya, ia menyampaikan mengenai status Undip yang sudah menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN BH) sejak tahun 2015 dan pada tahun 2016 MWA hadir sebagai pelengkap dari wewenang PTN BH tersebut. Kehadiran BK MWA dan Majelis Wali Amanat mencegah terjadi fraud atau kecurangan. Kini terhitung sudah 5 tahun MWA hadir di Undip. Ia juga mengatakan bahwa memasuki tahun 2021, banyak hal yang harus diperbaiki dari evaluasi-evaluasi di tahun sebelumnya.

Memasuki sesi tanya jawab, dibuka 3 termin dengan masing-masing 3 penanya pada setiap terminnya. Pada termin pertama, terdapat 3 pertanyaan yang diajukan kepada Ayu. Salah satunya dari Albert Jehoshua yang bertanya mengenai referensi perbandingan kebijakan PTN BH di luar negeri mengingat konsep PTN BH ini sudah dipakai di berbagai negara. Ia juga menanyakan mengenai arti governance menurut Ayu serta bagaimana Ayu bisa punya solusi dan ide tentang academic governance, business governance dan corporate governance yang merupakan 3 unsur utama konsep PTN BH.

Kemudian Ayu menjawab bahwa ia belum menemukan referensi kebijakan dari manapun. Dirinya menganggap bahwa mungkin ada yang bisa dijadikan sebagai acuan namun setiap organ akan memiliki ciri khasnya masing-masing. “Jadi untuk saat ini sepertinya Undip butuhnya adalah perbaikan dan penelitian serta pengembangan dari apa yang sudah dilakui sebelumnya, bukan tentang pengembangan dengan acuan dari luar,” ujarnya.

Mengenai good university corporate governance, ia mengatakan bahwa suatu lembaga itu harus sesuai dengan prinsip good governance. Menanggapi tentang 3 unsur utama PTN BH, ia menyebutkan bahwa di undip sendiri terdapat 10 prinsip yang tertuang di statutanya. Menurutnya lebih ke perbaikan koordinasinya terlebih dahulu. Di ranah mahasiswa perlu diketahui MWA ranahnya di sisi bagian mana dan aspirasi yang masuk sebaiknya di bagian mana. Di Undip, MWA UM berada di forum tertingginya atau forum keputusan yang isinya bukan lagi tentang pengusulan kebijakan tetapi pemeriksaan apakah kebijakan itu sesuai atau tidak. Jadi, usulannya adalah melalui program kerja yang telah ia tulis yaitu menghimpun hasil audiensi setiap fakultas yang kemudian akan dibawa oleh dekan untuk diusulkan kepada rektorat dan diputuskan bersama di organ Undip.

Pada termin kedua, ada pertanyaan dari Ulia Fatmawati. Ia bertanya mengenai bagaimana perannya ketika tahun depan diadakan pergantian anggota MWA dan bagaimana pendapatnya ketika diskusi dalam forum anggota MWA Undip agar nantinya anggota MWA Undip itu tidak disusupi dengan kepentingan politik, serta metode apa atau jalan keluar yang akan Ayu lakukan ketika nanti ada hasil diskusi dari Unsur Mahasiswa yang tidak disepakati di forum MWA.

Ayu menjawab bahwa perlu diperiksa lagi apakah ada 10 unsur dalam PTN BH karena 10 unsur tersebut merupakan unsur yang memiliki kepentingan dari kebijakan Undip itu sendiri. MWA merupakan forum untuk mengesahkan kebijakan maka wajar ketika ada kepentigan-kepentingan dari setiap unsur yang berusaha dimasukkan di dalam forum tersebut. Adalah hal yang wajar jika ada kepentingan yang dimasukkan dalam keputusan kebijakan tinggal dilihat kembali apakah kepentingan tersebut baik untuk bersama atau hanya untuk golongannya saja.

Mengenai pertanyaan kedua, ia menyebutkan bahwa dirinya masih memegang prinsip dari MWA UM sebelumnya yang mengatakan bahwa ketika kajian itu tidak kuat maka tidak bisa lolos ketika diujikan di forum MWA maka harus dilihat kembali apakah hasil diskusi mahasiswa tersebut punya landasan untuk disetujui dalam forum MWA tersebut.

Di termin terakhir, salah satu pertanyaan muncul dari Muhammad Abdullah Anas Al-masyhudi. Pertanyaan seputar bagaimana ketika nanti BK MWA dipegang oleh Ayu untuk pengawalan terkait rencana strategis (renstra) dan indikator kinerja umum PTN. Ia juga menanyakan mengenai bergaining position yang dimiliki Ayu ketika nantinya di dalam forum MWA.

Ayu menjawab bahwa dengan keberjalanan renstra di tahun selanjutnya itu lebih ke progrmanya mengejar partisipasi mahasiswa. Ia tertarik dengan program MWA UM Universitas Indonesia yang mengatakan apa saja indikator yang dinilai PTN BH kemudian dibuka masukan aspirasi dari mahasiswa terkait indikator tersebut dan tertarik untuk mengusulkan hal itu.

Lalu tentang bergaining position, ia mengaku telah bersilaturahmi dengan MWA UM sebelumnya dan juga membahas terkait hal ini. Menurutnya, kedua MWA UM tersebut mengatakan bahwa ketika kajiannya kuat, literasinya kuat, itu bisa diterima dan sejauh ini ia masih memang prinsip bagaimana caranya agar kajian tersebut bisa kuat dan diterima di forum MWA, tentunya dengan melakukan riset dan penelitian sebelum mengajukan kajian dan juga himpunan audiensi dari ranah fakultas maupun universitas yang diajukan melalui birokrasinya masing-masing.

Acara ditutup penyampaian closing statement dari Ayu. “Saya di sini berdiri bukan karena pengin hal-hal apa ya yang mungkin secara sederhananya menganggap aspirasi dari banyaknya mahasiswa Undip yang lebih dari ribuan mahasisawa ini bisa terwakilkan oleh satu unsur mahasiswa. Jadi, izinkan saya untuk berproses untuk sama-sama kita kawal kebijakan-kebijakan di Undip bukan hanya untuk kegiatan mahasiswanya, tetapi untuk perbaikan-perbaikan Undip di masa mendatang. Mungkin ini kata-kata yang klasik, tetapi memang benar adanya. Alangkah baiknya adalah ketika kita yang ada di ruang tersebut membawa nama baik Undip bukan Undip yang membuat nama kita baik. Mari kita kawal bersama aspirasi di Universitas Diponegoro melalui ranahnya masing-masing” ucapnya.

Mengenal Paslon Tunggal Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021 melalui Orasi Terbuka

Reporter: Fitri dan Indah

Undip (26/12) – Telah dilaksanakan Orasi Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) 2021 pada pukul 13.00 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara ini bertujuan untuk membuat seluruh mahasiswa Undip lebih kenal dan kritis terhadap pasangan yang mencalonkan diri menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021. Orasi ini bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa Undip dari berbagai fakultas.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip oleh seluruh peserta yang hadir, lalu terdapat sambutan oleh Muhammad Izzy selaku Ketua Panitia Orasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan waktu orasi. Waktu yang diberikan dalam orasi ini terbagi menjadi lima tahap, yaitu penyampaian visi dan misi GDO, sesi panelis yang mengkritisi dari apa yang disampaikan pasangan calon, sesi tanya jawab dari panelis, sesi tanya jawab dari para audience, serta closing statement dari pasangan calon.

Proses orasi dipimpin langsung oleh Beny Rifqi Yafi Hibatullah selaku moderator. Panelis dalam acara ini yaitu Razin Hilmy Baihaqi yang merupakan Ketua BEM Undip 2020 serta Paulus Reinhard Maruli Siagian dari Ketua BEM Fakultas Hukum 2020.

Penyampaian Visi, Misi, dan Program Unggulan Daus-Chory

Untuk visi dan misi disampaikan oleh pasangan calon dengan cukup singkat. Dimulai dari Thufail Addausi yang menyampaikan visi mereka. Terwujudnya BEM Undip 2021 sebagai Arunika Karya untuk Undip dan Indonesia, ujar Daus. Kemudian dilanjutkan oleh wakil pasangan, yakni Chory, untuk menyampaikan enam misi yang diusung oleh pasangan calon.

Chory memyampaikan, “Pertama yaitu memperkuat pergerakan melalui diskusi dan pengawalan isu, baik internal maupun eksternal kampus. Lalu, mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat dalam bentuk pengabdian demi menunjang kebermanfaatan. Ketiga, mewujudkan citra lembaga yang atraktif terhadap stakeholder melalui optimalisasi media yang intelektual dan faktual serta penguatan relasi kerja BEM Undip. Kemudian, membangun internal organisasi yang harmonis dan totalitas dengan penuh kebanggaan bagi pengurus BEM Undip. Selanjutnya, mengoptimalkan BEM Undip sebagai rumah aspirasi pelayanan serta pengembangan mahasiswa yang inovatif, konstruktif, dan progresif. Dan terakhir, mengoptimalkan iklim prestatif dalam pengembangan potensi mahasiswa baik tingkat nasional dan internasional.” Kemudian paslon ini juga menyampaikan program unggulan yang akan diusung oleh mereka ke depannya, yaitu Forum SDGs, SDGs On Air, dan Mas Mbak Universitas Diponegoro.

Panelis Nilai Sebagian Misi Hanyalah Naratif Bukan Langkah Konkrit

Setelah pemaparan GDO dari pasangan calon tersebut, dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh moderator. Tanya jawab kali ini terbagi menjadi dua, yakni tanya jawab dengan para panelis dan tanya jawab dengan audience. Pasangan calon hanya diberikan waktu dua menit untuk menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh panelis, sedangkan panelis mendapatkan waktu kurang lebih selama lima belas menit pada sesi pertama dan dua puluh menit pada sesi kedua. Panelis juga diberikan hak untuk menyanggah kembali jawaban yang disampaikan oleh calon ataupun dapat mengajukan pertanyaan baru kepada calon selama waktu belum berakhir.

Diawali oleh Hilmy sebagai panelis pertama, pertanyaannya terkait bagaimana tanggapan pasangan calon terhadap isu yang terjadi di Undip baik internal maupun eksternal, serta bagaimana penyelesaian isu yang disampaikan. Kemudian Hilmy juga menanggapi misi nomor dua, sebagaimana langkah konkrit menjadikan BEM sebagai rumah aspirasi dan manakah yang akan menjadi prioritas dalam penanganan isu. Pertanyaan ketiga, terkait apa yang akan dilakukan calon ketika advokasi gagal dilakukan. Kemudian pertanyaan datang dari Paulus, perihal cara menampung dan menyaring aspirasi mahasiswa Undip yang sedemikian banyaknya, serta fakultas mana yang perlu diutamakan berdasarkan kondisi saat ini. Terakhir, terkait formulasi apa yang akan dibuat agar adanya diskusi dalam misi keempat tersebut dapat menunjang aksi nyata dan bisa terealisasi secara efektif di Undip.

Beberapa kali para panelis baik Hilmy atau Paulus menekankan agar jawaban yang diberikan paslon singkat namun berupa langkah konkrit bukan secara general. Mereka meminta antara calon ketua dan wakil ketua dalam menjawab pertanyaan keduanya bergantian bukan salah satu yang dominan. Sesi pertama tanya jawab dengan panelis telah selesai dan dilanjutkan sesi kedua. Berbeda dengan sesi pertama yang lebih mengkritisi visi dan misi GDO paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021, pada sesi kedua ini pertanyaan lebih fokus ke sub-tema dari GDO berkaitan dengan kesejahteraan mahasiswa, kaderisasi, dan inklusi di lingkup Undip.

Kekecewaan Audience Saat Sesi Tanya Jawab Ditutup

Antusiasme terlihat dari banyaknya audience yang raise hand, guna mendapatkan kesempatan bertanya kepada calon tunggal tersebut. Dapat dirangkum, pertanyaan yang diajukan seputar alasan mengangkat Arunika Karya sebagai nama kabinet, padahal Arunika sendiri pernah diusung oleh KM ITB. Selain itu, aspek VUCA pada program unggulan paslon, apa strategi paslon agar gerakan mahasiswa Undip lebih aktif terlebih mengenai aksi. Kemudian, penyikapan terhadap UKT mahasiswa akhir dan transparasinya, analisis yang digunakan dalam membuat GDO, serta urgensi proker unggulan.

Beberapa audience menyatakan kekecewaannya ketika sesi tanya jawab ditutup oleh moderator, keluhannya antara lain waktu terlalu singkat yang diberikan kepada setiap audience, beberapa pertanyaan yang tidak dapat diakomodir, dan jawaban dari paslon yang dianggap kurang memuaskan. Mereka menyampaikan keluh kesah tersebut melalui room chat meeting, karena selama orasi berlangsung seluruh audience di-mute oleh panitia kecuali yang diizinkan moderator.

Di penghujung acara, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan closing statement selama tiga menit. “BEM Undip bukanlah sebuah badan yang dijalankan oleh satu dua orang atau seratus dua ratus orang saja, tetapi semua mahasiswa Undip. Dan saya juga menambahkan bahwa GDO hanyalah sebuah GDO, saya tak luput dari kesalahan dalam penyusunanya. Mohon maaf apabila kurang menjawab dan kurang memberikan penjelasan kepada seluruh mahasiswa,” pungkas Daus.

Sosialisasi Juknis Pemungutan Suara Berbasis Elektronik Pemira FEB Undip

Reporter: Fitri, Erva, dan Susan

FEB Undip (21/12) – Telah dilaksanakan Sosialisasi E-Vote Juknis yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip pada pukul 19.00 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan bagaimana teknis pelaksanaan dan tata cara pemungutan suara Pemira FEB Undip. Sebagaimana sosialisasi tersebut bersifat terbuka untuk umum.

Acara dibuka oleh Andreas Billyarta Harsanico selaku ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Pemira FEB Undip. Sosialisasi e-vote kali ini mengalami beberapa kendala tidak hanya mengenai waktu pelaksanaannya mengalami kemunduran namun juga hal lainnya terkait PERMA yang masih menjadi perdebatan, sehingga menyebabkan waktu tidak berjalan secara efisien. Setelah menemukan titik temu terkait permasalahan tersebut, sosialisasi akhirnya dapat dilanjutkan kembali yang mana dipimpin oleh Sela Laviarisa.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemira FEB Undip

Terkait teknis pelaksanaannya, pemungutan suara akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2020 mulai pukul 09.00-17.00 WIB di rumah masing-masing. Kemudian yang mendapatkan hak sebagai calon pemilih yakni mahasiswa FEB angkatan tahun 2017 sampai dengan angkatan 2020, namun apabila calon pemilih tidak terdaftar di DPT dapat melaporkan dengan mengisi dan melampirkan berkas sesuai ketentuan antara lain Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan bukti status aktif sebagai mahasiswa. Selanjutnya Panlih Pemira memilki hak untuk membuka dan menutup situs berdasarkan waktu yang telas disepakati. Tidak hanya itu, para calon pemilih dihimbau untuk menaati tahapan dan mekanisme pemungutan suara, dan jika terjadi ketidakjelasan dapat meminta keterangan langsung kepada Panlih. Serta calon pemilih dapat mengisi Google Form apabila terdapat pengaduan dengan melampirkan bukti berupa screenshoot hal yang diingin diadukan kepada Panlih.

Perubahan Mekanisme E-Vote

Electronic voting atau e-vote dapat diartikan sebagai salah satu metode pemungutan suara dan perhitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Terdapat perbedaan terkait pelaksanaan e-vote di petunjuk teknis yang sempat disosialisasikan sebelumnya. Pada petunjuk teknis sebelumnya, e-vote Pemira FEB Undip akan dilakukan melalui dengan registrasi di website sso.undip.ac.id dan vote dilakukan laman siap undip. Namun saat ini terjadi perubahan, dimana pemungutan suara melalui website di laman pemirafebundip.id. Kemudian calon pemilih akan melalui tahapan registrasi melalui Microsoft Forms dengan melengkapi data meliputi nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), angkatan, swafoto dan KTM. Setelah tahap registrasi selesai, pemilih akan mendapatkan notifikasi berupa username dan password secara otomatis. Selanjutnya pemilih menuju ke laman pemirafebundip.id, pada laman tersebut pemilih harus memasukkan username dan password untuk melakukan vote suara. Ketika ingin memilih, pemilih cukup dengan meng-klik tombol vote dibawah foto calon yang ingin dipilih dan langkah terakhir pemilih dapat mensubmitnya.

Perhitungan Suara Pemira FEB Undip 2020

Penghitungan suara akan dilakukan setelah pemungutan suara dilakukan dan akan dilakukan penghitungan suara via Ms. Teams setelah validasi data dilakukan. Penghitungan suara juga dimulai pada pukul 17.00 WIB sampai dengan selesai. Nantinya penghitungan suara akan dihadiri saksi dari masing masing calon. Toleransi keterlambatan saksi adalah 5 menit setelah penghitungan suara dimulai. Dalam hal penghitungan suara tak dihadiri satu atau lebih saksi calon, maka proses penghitungan suara tetap dijalankan dan hasilnya tetap dinyatakan sah. Pergantian saksi untuk masing-masing calon hanya diperkenankan melakukan dua kali pergantian. Penghitungan suara hanya dapat dilakukan pada saat situasi yang kondusif. Penghitungan suara juga dapat diberhentikan dan dilanjutkan kembali sesuai dengan kesepakatan panitia dan saksi yang telah terdaftar pada berita acara. Penghitungan suara dapat dilakukan kembali apabila keseluruhan saksi telah lengkap. Hasil pemira dapat dianggap sah apabila jumlah pemilih tidak kurang dari 25% dari total jumlah DPT. Peraih suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang PEMIRA FEB UNDIP 2020. Apabila perolehan suara sama besar akan dikembalikan ke forum sesuai dengan Peraturan Senat Mahasiswa FEB Universitas Diponegoro No.3 tahun 2020 Tentang Pemilihan Tingkat Fakultas Mahasiswa 2020.