Paslon Nomor Urut Satu (Safriko-Fika)Paslon Nomor Urut Dua (Sochib-Rio)
FEB Undip (19/12) – Telah dilaksanakannya acara Mimbar Bebas pada pukul 20.00-23.59 melalui platform Zoom serta live streaming pada platform Youtube. Acara ini bertujuan mengenalkan lebih jauh calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) FEB Undip. Mimbar bebas ini dihadiri oleh 100 peserta yang tergabung pada Zoom.
Mimbar bebas diawali dengan sambutan oleh ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Pemira yakni Andreas Billyarta Harsanico. Selanjutnya dilakukan pemaparan Grand Design Organisasi (GDO) oleh masing masih Pasangan Calon (Paslon) nomor urut satu Safriko Desna Putra dan Fikannisa Deaputri dan Paslon nomor urut dua Mochamad Sochib Maulana dan Muhammad Bilal Haryoseno.
Paslon nomor urut satu mengusung visi yakni terwujudnya BEM FEB Undip 2021 sebagai jentera penggerak dalam menggapai cita untuk FEB, Undip, dan Indonesia dengan misinya yakni Garda Cita, Guna Cita, Graha Cita, Ira Cita, dan Karya Cita. Selanjutnya untuk Paslon nomor urut dua mengusung visi yakni serentak BEM FEB Undip untuk mewujudkan rasi cita kebaikan dalam merespon perkembangan zaman untuk FEB Undip dan Indonesia serta dengan misinya yakni serentak sinergi, serentak karya dan prestasi, dan serentak pelayanan dan aspirasi.
Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip
Setelah pemaparan GDO dari masing-masing paslon, acara selanjutnya ialah sesi tanya jawab dengan para panelis, baik dari ketua BEM, Senat Mahasiswa, maupun ketua Himpunan tiap-tiap Program Studi. Pertanyaan pertama diajukan oleh Adli Mustaghfirin tentang apa yang akan diberikan oleh kedua kadidat jika terpilih menjadi ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip kepada mahasiswa, sehingga menjadi jaminan kepengurusan BEM 2021 lebih baik daripada BEM 2020, serta bentuk sinergisitas seperti apa yang akan diwujudkan antar ormawa. Berikutnya, pertanyaan dari Even Benanda perihal definisi organisasi itu sendiri, langkah konkrit terhadap fungsi BEM, cara memahami semua bidang di BEM dengan latar belakang yang berbeda-beda dari setiap setiap calon, birokrasi, rencana strategi fakultas, dan prioritas kedepannya. Selanjutnya ada Hizkia Efraldo, yang menanyakan langkah mereka untuk menyelaraskan budaya masing-masing di Himpunan Mahasiswa FEB, penjaringan aspirasi mahasiswa selama pandemi Covid-19 berlangsung, serta manakah yang lebih penting antara aspirasi mahasiswa dan tujuan BEM.
Selain dari tiga panelis sebelumnya, pertanyaan selanjutnya datang dari Haqi Nazali, tentang bagaimana mewujudkan kolaborasi dilingkup ormawa, pembaruan terkait riset ekonomi, serta cara membangkitkan antusiasme dari mahasiswa terhadap progam kerja (proker) yang mereka usung. Kemudian, Yusuf Sufyan menanyakan persoalan perbedaan struktur kepengurusan kepada calon nomor urut satu, adakah proker inovasi untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa FEB selama daring, penyesuaian rencana strategi kepada calon nomor urut dua, lalu kapan dies natalis FEB Undip. Panelis terakhir yaitu Ekky Fahriza Zendra, bertanya terkait strategi BEM dalam mengakomodir pelaksanaan International Exposure dan program Kampus Merdeka. Kemudian tidak hanya dari para panelis, terdapat pertanyaan tambahan dari beberapa audience . Diantaranya, seputar bagaimana mereka mengatasi kelesuan para ormawa dalam menggaet anggota baru, tempat-tempat yang dapat digunakan para mahasiswa FEB untuk diskusi maupun santai, selain itu juga menanggapi isi GDO dari kedua calon.
Debat Terbuka, Ajang Pertukaran Gagasan Kedua Paslon
Dalam pelaksanaan debat untuk kedua pasangan calon, masing-masing diberikan waktu satu menit untuk berdiskusi, tiga menit untuk menjawab pertanyaan, serta nantinya penanya diberikan kesempatan untuk menanggapi. Diawali dengan pertanyaan dari pasangan nomor urut satu perihal peranan BEM 2021 secara komperhensif, seberapa penting BEM FEB dalam mengawal isu-isu kampus dan siapa yang bertanggung jawab. Jika tadi pasangan calon nomor satu yang memberikan pertanyaan, sekarang pasangan nomor urut dua-lah yang akan menjadi penanya. Pertanyaan yang diajukan ialah tanggapan Paslon nomor dua berkenaan dengan solusi kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan optimalisasi lomba Pekan Karya Ilmiah (PKM) tahun ini, serta bagaimana pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Rangkaian acara satu per satu telah terlaksana, hingga akhirnya sampai dipenghujung acara yakni penyampaian closing statement dari kedua calon. “BEM bukan hanya milik satu dua orang saja, BEM bukan hanya milik sekelompok orang saja, tapi seluruh pihak di FEB Undip. Apapun hasilnya insyaallah Safriko-Fika tetap bisa memberikan aksi nyata ataupun berkontribusi,” ujar Safriko. Beralih ke calon nomor urut dua, Sochib juga memberikan closing statement, “Perlu diingat temen-temen semua, bahwa Pemira ini bukan tentang Sochib-Rio dan bukan tentang Safriko-Fika, tapi tentang fakultas kita tercinta Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro,” ucapnya.
FEB (19/12) – Menjelang pemilihan ketua himpunan yang baru, Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) telah melaksanakan Mimbar Bebas Suksesi 2020 sebagai salah satu sarana untuk mengenal para kandidat Calon Ketua KMA. Berbeda dengan tahun sebelumnya, mimbar bebas kali ini dilaksanakan secara daring melalui platfrom Zoom. Acara ini menjadi wadah untuk menyampaian visi dan misi serta program kerja yang akan diusung oleh kedua Calon Ketua Umum KMA, yaitu Sakaweda Senajati dan Yohanes Adji Prakosa. Suksesi 2020 yang bertemakan Choose The Right Leader, Empower The Future sekaligus menjadi closing dari kepengurusan KMA periode 2019/2020.
Mimbar Bebas Suksesi 2020 dihadiri oleh Agung Juliarto, selaku Kepala Program Studi Akuntansi, keempat panelis yaitu Avi Adimas (Wakil Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip), Even Benanda (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FEB Undip), Hizkia Efraldo Saragih (Ketua KMA periode 2019/2020), dan Ferrel Aristo Putro (Sekretaris Umum KMA) serta mahasiswa akuntansi dari angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020. Acara terbagi dalam beberapa segmen, yaitu pemaparan Grand Design Organization (GDO), tanya jawab panelis, tanya jawab dengan perwakilan masing-masing angkatan, sesi debat, pertanyaan undian, penilaian antar calon, dan ditutup dengan final statement dari masing-masing calon.
Sebelum pemaparan GDO, acara diawali dengan sambutan ketua suksesi 2020, Ketua KMA Periode 2018/2019 dan Kepala Program Studi Akuntansi. Dalam sambutannya, Agung Juliarto mengungkapkan kebanggaannya kepada mahasiswa akuntansi, khususnya KMA dan berharap bahwa ketua yang terpilih adalah yang terbaik dan mampu untuk saling berkolaborasi dengan baik.
Pemaparan GDO dimulai dengan calon Ketua KMA nomor urut satu, yaitu Sakaweda Senajati. Sena, sapaan akrabnya, mempunyai visi “Menjadikan HMDA sebagai organisasi yang bersinergi positif bagi mahasiswa atau mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.” Sedangkan calon Ketua KMA nomor urut dua, Yohanes Adji Prakosa, mempunyai visi “Menjadikan Akuntansi sebagai jurusan yang unggul dalam hal kekeluargaan, prestasi dan kompetensi, serta sinergitas yang baik antara angkatan-angkatan yang ada”.
Setelah memaparkan GDO, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab panelis. Salah satu pertanyaan panelis pertama, Avi, adalah terkait perubahan besar yang ingin dibawa oleh masing-masing kandidat. Sena menjawab ia ingin lebih meningkatkan rasa kekeluargaan dan mematahkan stigma-stigma negatif seperti adanya angkatan ganjil genap dan mahasiswa apatis dengan melakukan pendekatan-pendekatan. Sementara Adji menginginkan internal KMA yang akrab dan memiliki rasa kekeluargaan, sehingga mampu menularkan kepada masing-masing angkatan, ormawa, bahkan sampai lingkup FEB.
Memasuki segmen selanjutnya, tiap calon akan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perwakilan masing-masing angkatan. Terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh kedua calon. Salah satu pertanyaan diberikan oleh Muthahary Hayyurahman, perwakilan angkatan 2017. Ia memberikan pertanyaan mengenai bagaimana nantinya kedua kandidat membuat KMA merasa dimiliki oleh seluruh masyarakat akuntansi.
Adji mengatakan bahwa caranya yaitu dengan KMA merangkul dan melayani dengan baik seluruh masyarakat akuntansi. “Jika masyarakat Akuntansi sudah merasa terangkul dan terayomi oleh KMA, seluruh anggota masyarakat Akuntansi itu bisa memiliki rasa terhadap KMA itu sendiri dan juga dengan medengarkan aspirasi dan juga saran dan kritik dan mendengarkan apa yang sebenarnya yang dibutuhkan mereka itu bisa menjadi cara biar masyarakat Akuntansi dan juga mahasiswa Akuntansi itu bisa memiliki rasa di KMA,” ucapnya. Sementara itu, jawaban dari Sena ialah dengan cara memberikan pendekatkan diri KMA ke seluruh anggota Akuntansi, dengan cara merangkul dan memberikan pelayanan di mana mereka dapat memberikan suatu aspirasi dan kritik.
Pada segmen debat, terdapat dua topik pembahasan yaitu mengenai penurunan antusiasme anggota KMA terhadap proker yang ada dan mengenai apa yang akan mereka lakukan apabila salah satu keluarga akuntansi yang terlibat suatu masalah dengan pihak eksternal dan pihak eksternal tersebut meminta pertanggungjawaban kepada KMA. Kedua calon saling melempar tanggapan dan sanggahan pada sesi ini.
Pada segmen kelima, kedua kandidat diberi pertanyaan acak dari operator dan dibacakan oleh moderator. Pertanyaan- pertanyaan yang diberikan ini sebagian besar seputar kinerja KMA. Masing-masing kandidat diberi dua pertanyaan secara bergantian. Pertanyaannya diantaranya yaitu model kerja apa yang akan dibawa dalam kondisi perkuliahan yang sistemnya belum jelas ini, bagaimana tanggung jawab bila program kerja yang dirancang tidak terlaksakan dan cara meningkatkan kepercayaan dari masyarakat Akuntansi, apa yang dibutuhkan oleh KMA saat ini dan bagaimana cara mewujudkannya, serta pertanyaan yang terakhir yaitu mana yang akan didahulukan bila internal dan program kerja mengalami masalah bersamaan.
Pada segmen keenam, masing-masing calon mengungkapkan kelebihan dari lawannya yang tidak dia miliki. Sena menyampaikan bahwa Adji merupakan orang yang selalu ada 24 jam, mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar, sangat adaptif dan mau mendengar pendapat orang lain, serta tahu betul mengenai asas kekeluargaan dan proses jalannya. Sementara Adji mengatakan bahwa kelebihan Sena ialah tahu betul bagaimana melayani Akuntansi secara benar dan penuh, serta paham bagaimana arti pelayanan itu sendiri. Ia juga menyampaikan bahwa Sena adalah tipe pendengar yang baik, mau mengikutsertakan orang lain dalam keputusan-keputusan yang dia buat.
Acara ditutup dengan penyamapian final statement dari masing masing calon serta kesimpulan yang disampaikan oleh moderator. “Siapaun yang kalian percaya menjadi Ketua Umum KMA selanjutnya adalah pilihan yang terbaik bagi kalian,” ucap Sena. Ia berharap dalam pemilihan kali ini tidak berdasarkan ajakan orang lain, melainkan dari diri sendiri. “Jadi kalau memang visi misi ini kalian anggap adalah visi misi yang terbaik, pilihlah kandidat ini karena pilihan terbaik ada di diri kalian sendiri, jangan lupa lakukan demokrasi yang baik,” lanjutnya. Sementara kandidat kedua, Adji, juga berpesan untuk berpikir kritis dan skeptis demi masa depan Akuntansi.
Muhammad Najmi Maulana, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Dua
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan ?
Dibutuhkan himpunan yang aspiratif dan menjadi himpunan mahasiswa yang proaktif kepada mahasiswa untuk menunjang kebutuhan maupun aspirasi dari mahasiswa yang nantinya bisa kita tampung dengan baik karena di kondisi seperti ini banyak kebutuhan dari pihak birokrasi kampus belum disediakan dengan baik. Maka dari itu melewati himpunan sebagai Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen Undip kita bisa membantu teman-teman Manajemen, khususnya untuk bisa lebih aspiratif dan juga proaktif dalam melayani teman-teman Departemen Manajemen FEB Undip.
Jadi, aku pengen membuat himpunan yang lebih aspiratif dan proaktif untuk mahasiswa Departemen Undip. Ditambah lagi selama 2016-2020 ini kita di Manajemen 4 tahun udah punya jurusan IUP tapi setelah 4 tahun berjalan ini kebutuhan dari teman-teman mahasiswa IUP belum bisa terfasilitasi dengan baik oleh himpunan maupun pihak kampus juga. Maka dari itupun latar belakang aku untuk bisa membantu dan memfasilitasi dan memberikan sarana kepada teman-teman dari Manajemen IUP mengenai hak yang mereka harus dapatkan itu apa aja sih yang ternyata belum bisa difasilitasi oleh pihak kampus dengan baik dan juga belum difasilitasi dengan baik oleh pihak Himpunan Departemen Manajemen itu sendiri.
Apa visi dan misi yang Anda yang anda miliki?
Dengan visi mewujudkan himpunan mahasiswa yang aspiratif dan proaktif menuju mahasiswa manajemen yang progresif, jadi ini bermakna kita yang telah aku disebutkan di awal juga mengenai latar belakang kenapa ingin maju. Aku melihat di kondisi seperti ini himpunan mahasiswa atau lembaga legislatif yang ada di kampus itu memang sudah sifatnya mereka kan organisasi yang menaungi berbagai macam kebutuhan mahasiswa yang bisa mengadvokasi memikirkan mengenai kesejahteraan mahasiswa. Maka dari itu, di kondisi seperti ini pula banyak hal-hal yang bertansformasi dari sebelumnya kita yang contoh kita melaksanakan kuliah dari offline menjadi online, terus kita berkegiatan organisasi juga sebelumnya melakukan kegiatan secara offline menjadi online juga.
Apapun yang berkaitan dengan akademik khususnya maupun non akademik itu kan sebagai sarana dan juga wadah bagi teman-teman mahasiswa untuk mengembangkan dirinya. Maka dari itu, himpunan pun juga harus bisa memberikan wadah untuk pengembangan dari teman-teman mahasiswa Manajemen melalui aspirasi-aspirasi yang mereka sampaikan. Kemudian dari proaktif itu sendiri kita sebagai himpunan dan juga fungsioner yang ada nanti di MSA pun bisa proaktif. Ini bermakna kita itu dituntut harus inisiatif tapi bukan hanya sekadar inisiatif tanpa gerakan tanpa gebrakan, tapi kita juga inisiatif dan memberikan suatu implementasi yang nyata. Dan kemudian tanpa menyalahkan keadaan seperti ini, kitapun harus selalu bisa proaktif kepada teman-teman mahasiswa Manajemen.
Kita selaku himpunan dan bagaimana cara aku bisa mencapai visi yang aku ingin tersebut, aku punya 5 misi untuk mencapainya. Pertama, membuat iklim dan mutu kerja fungsionaris yang professional dan berasas kekeluargaan. Namanya organisasi kan kita harus bisa bekerja sama secara profesional. Kemudian tidak melulu mengenai profesionalisme yang harus dikedepankan, tapi kita jugapun harus membuat iklim kekeluargaan yang mana agar kinerja kita nantinya pun dan performa kerja kita nanti bisa lebih nge-flow karena terciptanya harmonisasi dari asas kekeluargaan itu.
Kedua, optimalisasi peran dan fungsi MSA yang sebagai instrumen mahasiswa manajemen yang aspiratif dan proaktif dalam pelayanan. Ketiga, menjalin kerjasama dan sinergis serta harmonis dengan internal organisasi di MSA antar kemahasiswaan yang ada di FEB dan luar FEB atau se-Undip dan juga alumni-alumni Manajemen dan juga civitas akademika Manajemen. Keempat, memfasilitasi pengembangan mahasiswa Manajemen dalam bidang akademik dan non akademik untuk berinovasi dengan program kerja yang tersedia.
Kelima, menciptakan media informasi yang berkualitas dan informatif dalam transformasi digital organisasi karena perkembangan jaman yang ada saat ini kita harus dituntut bisa mengoptimalkan media sosial atau dari elektronik media, sehingga penyampaian informasi lebih akurat dan lebih terukur dan juga kita sebagai mahasiswa juga sudah menggunakan media sosial dan elektronik. Dari misi tersebut kita bisa menyampaikan informasi yang informatif dan juga berkualitas sehingga salah satu outputnya bisa meningkatkan tingkat literasi dari teman-teman mahasiswa Manajemen itu sendiri.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Untuk menggaet teman-teman mahasiswa Manajemen memakai metode atau strategi circle to circle, bisa dibilang aku orangnya friendly jadi ke berbagai macam orang join-join aja. Jadi, salah satu metode yang aku pakai bisa dekat dan menciptakan harmonisasi yang baik ke teman-teman Manajemen. Strategi kedua dengan media sosial aku sendiri so far ketika orasi terus kampanye di Instagram dan lain-lain. Aku juga menyebarkan informasi tersebut dan memperkenalkan diriku melalui media sosial dari Instagram dan juga Line dan dari situ pun nanti disebar ke grup-grup angkatan maupun grup per circle yang ada. Ke arah pendekatan yang lebih mengayomi.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Ada empat highlight di sini yang akan jadi prokerku di tahun depan.
Manajemen sharing time, adalah suatu wadah atau platform untuk teman-teman Manajemen khususnya dari teman-teman Departemen Manajemen untuk bisa memberikan dan sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi dari teman-teman kepada kita selaku himpunan, dan juga apapun yang bisa kita bantu dan fasilitasi, dan juga jika berhubungan dengan pihak kampus, pihak birokrasi. Kita melalui wadah tersebut kita pun bisa menyampaikan kepada pihak-pihak yang terkait yang memiliki wewenang, yang sebenenarnya manajemen sharing time ini agenda yang sudah dilakukan secara rutin untuk sharing dengan teman-teman pengurus angkatan maupun dari komting masing-masing angkatan. Tapi aku melihat itu kalo cuma mewadahi aspirasi dari teman-teman pengurus angkatan maupun dari komting masing-masing angkatan itu kita kurang bisa menjaring aspirasi yang lebih luas. Maka dari itu, aku pengen manajemen sharing time ini atau MST ini scope dilebihluaskan lagi kita menjaring aspirasi dari teman-teman dari seluruh departemen manajemen untuk aspirasinya melalui MST.
IUP info. IUP info ini berisi tentang informasi- informasi yang berkaitan dengan kebutuhan dari teman-teman mahasiswa IUP, begitu mulai dari single degree, double degree, short course dll.
Bincang asik. Bincang asik ini jadi melihat kondisi sedang seperti ini mungkin kalo bincang asik ini arahnya bisa akan ke jadi podcast atau bisa melalui platform yang lain yakni nanti di dalam bincang asik ini terdapat segmen-segmen, terkait misal kita membicarakan mengenai informasi beasiswa kan memang setiap dari kemarin-kemarin setiap periode pun kita juga selalu memberikan informasi mengenai informasi beasiswa, lomba, terus informasi magang dan kerja dan lain-lain. Nah dengan itu kita nanti tidak hanya MSA dalam arti tidak hanya menyebarkan info informasi terkait itu, tetapi kita juga memberikan sebuah talkshow atau sharing session atau tips and trick mengenai hal-hal tersebut. Contoh misal sharing session atau tips and trick mengenai beasiswa, terus tips and trickfresh graduate dalam mendapat kerja, misal itu mengenai info kerja. Terus bisa juga info bincang-bincang asik mengenai perlombaan dan bagaimana sih pengalaman dari teman-teman atau kakak-kakak yang udah pernah ikut lomba itu gimana aja, cara-cara nya gimana aja. Terus bisa juga kita lanjut mengakomodir atau memberdayakan dari alumni-alumni kita. Alumni-alumni Manajemen yang sukses dalam karir maupun sukses dalam berwirausaha untuk bisa memberikan membagi pengalaman dalam kegiatan bincang yang asik ini gitu. Jadi pengembangannya bincang asik ini bisa macem-macem sih yang sesuai disebutkan tadi, mulai dari info beasiswa, info magang dan kerja, terus mengenai wirausaha dan lain-lain.
Komunitas lomba. Jadi, nanti kita membuat sesuatu platform khusus mengenai perlombaan-perlombaan yang bisa diikuti oleh teman-teman Manajamen, salah satunya business plan, business case, terus esai dan lain-lain. Kemudian di komunitas lomba ini yang juga diselenggarakan seperti pelatihan-pelatihan.
Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?
Kalau proker mungkin sudah aku sebutkan ya yang empat tadi. Kalau menurut aku, empat proker yang sudah aku sebutkan juga untuk merespons transformasi yang harus kita lakukan di kondisi yang seperti ini dan juga untuk tetap meng-keep dan menjaga iklim kompetitif dan prestatif dari teman-teman mahasiswa Manajemen. Kalau dari sisi personality mungkin yang bisa diunggulkan dari aku ini, kalau dibanding dengan Fakhri mungkin ya, hal ini juga sudah kita sebutkan berdua di live Instagram MSA waktu kampanye kemarin. Kalau aku sendiri itu merupakan orang yang lebih gampang berbaur, lebih friendly, orang yang santai, orang yang tidak grasak-grusuk. Dengan hal itu, aku bukan orang yang serius banget dalam arti bukan orang yang kaku gitu. Lalu dari situ aku juga orang yang mungkin bisa dibilang lebih peka dengan keadaan. Maka dari itu, dengan aku yang orangnya peka terhadap keadaan makanya aku membuat program kerja yang dirasa memang benar-benar dibutuhkan oleh teman-teman mahasiswa Manajemen ditambah lagi yang dibutuhkan juga dalam kondisi seperti ini.
Kenapa mahasiswa manajemen harus memilih Anda?
Pertama, seperti yang sudah aku sebutkan, aku orang yang peka dengan keadaan. Jadi, dengan keadaan seperti ini kita pun juga merasa hambatan-hambatan yang kita hadapi di kondisi seperti ini. Maka dari itu, dengan sifatku yang seperti itu, aku akan berusaha membuat MSA lebih menjadi organisasi atau himpunan yang peka dengan keadaan. Outputnya nanti adalah bisa memberikan pelayanan-pelayanan yang baik kepada para mahasiswa Manajemen di dalam kondisi seperti ini maupun di dalam kondisi apa pun, sehingga kita juga bisa memberikan kebiasaan yang esensial dan juga produktif untuk teman-teman (mahasiswa Manajemen). Lalu balik lagi, aku pun juga orang yang friendly dan easy going lah bisa dibilang. Bisa sama siapa saja, ngobrol ayo-ayo saja, santai saja. Maka dari itu, aku juga ingin membuat MSA ini sebagai himpunan yang benar-benar friendly ke teman-teman Manajemen semua. Kita bisa sama-sama saling merangkul. Kita tidak ada stigma-stigma mengenai eksklusif atau yang lain, mengenai MSA ataupun organisasi lain. Maka dari itu, dari pembawaanku yang seperti ini aku mau membuat MSA memberikan pelayanan yang baik juga kepada teman-teman mahasiswa Manajemen dengan ke-friendly-an kita.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Tentunya harapanku buat suksesi, kita semua bisa menyelesaikan pemilihan chairman MSA tahun ini dengan baik, yang mana di hari ini pun masih berlangsung masa kampanye bagi masing- masing calon. Nanti hari terakhir kampanye itu di hari Jumat dan pemilihan tanggal 21 Desember, harapanku semoga nanti di akhir pemilihan suara sampai terpilihnya hasil, dari pemungutan suara sampai selesai bisa terlaksana dengan baik semuanya. Dan yang terakhir, tentunya bisa mendapatkan chairman MSA 2021 yang amanah dan terbaik buat mahasiswa Departemen Manajemen.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan/atau pemira tahun ini?
Pesanku pada teman-teman Manajemen semuanya, pemilihan suara ini bukan hanya tentang hak kita melainkan juga tanggung jawab kita ke dalam demokrasi. Maka dari itu, gunakan hak suara kalian yang mana masing-masing orang memiliki satu hak suara. Gunakan hak suara kalian sebaik-baiknya, sehingga kita mahasiswa Departemen Manajemen ini bisa mendapatkan pemimpin di himpunan yang baik dan bisa memberikan suatu hal yang baik pula ke teman-teman Manajemen maupun Departemen Manajemen. Dengan aku sendiri, Muhammad Najmi Maulana sebagi calon chairman MSA 2021, aku mohon dukungannya kepada teman-teman semua untuk bisa menyelesaikan kontestasi ini dengan baik. Tentu harapannya di tahun depan nanti kita bisa sama-sama membawa MSA, Departemen Manajemen FEB Undip yang selalu lebih baik.
Fakhri Ilham Mahendra, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Latar
belakangnya mencalon menjadi ketua chairman MSA dari awal pengin bener-bener
bisa membawa perubahan di lingkungan FEB minimal bisa kasih perubahan di Manajemen.
Dari awal juga sudah aktif dalam berorganisasi sehingga bisa ngembangin MSA
yang lebih baik lagi ketika sudah mempunyai pengalaman berorganisasi.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Visinya
bagaimana mewujudkan MSA sebagai himpunan yang aspiratif, interaktif, sinergis
dan intelektualitas bagi seluruh elemen Manajemen untuk bisa bersinergi dalam
menciptakan organisasi yang kolaboratif dan kontributif. Untuk misinya ada lima
yaitu yang pertama mengoptimalisasikan tata kelola organisasi secara interaktif
apresiatif dan sinergis. Kedua, dimana MSA bisa menciptakan iklim kinerja yang
berprofesional dengan aspek kekeluargaan . Ketiga, meningkatkan media aspirasi
untuk melayani masyarakat dan mahasiswa di lingkungan departemen manajemen secara
solutif. Keempat, berkontribusi dalam pengembangan mahasiswa manajemen sesuai
minat bakat akademik dan karakter melalui program kerja yang produktif dan
prestatif. Kelima, memperkuat kolektifitas dengan meningkatkan kolaborasi dan
solidaritas antar himpunan maupun seluruh mahasiswa Departemen Manajemen.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Untuk menggaet suara mahasiswa aku harus bisa memposisikan diri sebagai selayaknya mahasiswa Manajemen, sehingga mengetahui keresahan-keresahan apa yang dibutuhkan. Jadi, aku udah terjun ke angkatan 2020, 2019, 2018 dan 2017 untuk menanyakan keresahan apa yang dimiliki oleh mereka sehingga dari keresahan tersebut aku cari solusi dan memamsukan ke tujuanku di program kerja MSA di tahun 2021, jadi untuk mengangkat salah satu nilai aspiratif.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan
sebagai calon ketua himpunan?
Untuk
peruabahan yang akan dibawakan yang pertama di teknis strukturnya yaitu aku
lebih ispiratif dan mengembangkan intelektualitas dari mahasiswa Manajemen. Kemudian
akan menekankan Divisi Student Development akan diperbaharui menjadi Academic
Division dan diberi juga sub divisi
dengan deadline yang jelas yaitu sub Divisi Research and Education dimana MSA
bener-bener bisa menaungi pengembangan dalam bidang akademik mahasiswa Manajemen.
Di sub divisi yang kedua yaitu kesma di perbaharui menjadi Student Walfare itu
benar-benar menaungi mahasiswa Manajemen untuk memabantu mereka dalam
kesejahteraan mahasiswa seperti banding UKT, penaungan PKM, kemudian juga akan
ada perubahan di bidang PR (public
relation) dan peraturan di MSA akan dipertegas salah satunya penggunaan SP
dikeluarkan saat dibutuhkan. Itulah salah satunya nanti yang saya perbaharui.
Apa keunggulan Anda dibandingkan
dengan calon lain?
Keunggulan
yang saya miliki dari pandangan aku sendiri aku lebih matang dan lebih siap
dalam hal teknis pelaksanaan atau persiapan MSA ini selama satu tahun ke depan
karena apa yang aku bawa grand design
yang kemarin. Di situ benar-benar menyiapkan teknis karena aku enggak mau
bersifat idealis tetapi juga harus bersifat realistis.
Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?
Pertama, di sini saya sebagai calon chairman MSA dan sekaligus sebagai warga Manajemen, saya mengerti keresahan-keresahan dan apa-apa saja yang dibutuhkan oleh mahasiswa Manajemen yang belum terealisasi di tahun-tahun sebelumnya. Diikuti dengan tujuan awal saya untuk bisa mengabdi dan berkontribusi besar terhadap departemen maupun fakultas, melalui keresahan-keresahan yang ada, saya siap untuk mewujudkan perubahan dalam upaya pelayanan MSA kepada seluruh civitas Manajemen secara nyata. Dengan begitu, MSA ke depannya akan bersifat lebih aspiratif dan lebih terbuka kepada seluruh warga Manajemen baik mahasiswa maupun stakeholder lainnya terkait perkembangan dan isu-isu yang sedang terjadi di dalam lingkup departemen, sehingga dengan transparansi seperti ini MSA dapat memperkuat tali harmonisasi di lingkungan Departemen Manajemen.
Melalui
upaya upaya tersebut, tujuan akhir saya yaitu MSA bisa berkontribusi penuh
terhadap departemen untuk mewujudkan sumber daya mahasiswa yang unggul, serta
diikuti hubungan yang harmonis dan kekeluargaan yang kuat antara fungsionaris
MSA terhadap seluruh civitas Departemen Manajemen.
Apa harapan Anda untuk
keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Harapan
keberlangsungan suksesi di tahun ini aku harap bisa berjalan lancar sampai
perhitungan suara besok dan aku berharap juga kepada warga manajemen untuk bisa
menggunakan hak pilihnya. Karena di tahun sebelumnya masih sangat belum
maksimal yang ikut serta dalam suksesi dan juga minimal 75% dari 4 angkatan
yang aktif sudah ikut serta untuk memilih di acara suksesi nanti.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dana tau pemira ini?
Yang ingin disampaikan ke warga manajemen, untuk seluruh civitas Manajemen angkatan 2020, 2019, 2018, 2017, mungkin untuk memilih dan gunakan hak pilih dan jangan memilih karena oh aku kenal orang ini, oh pernah bantuin aku, itu bisa diminimalisir karena di sini aku pengin warga Manajemen benar-benar memilih atas gagasan apa yang dibahas calon-calon chairman MSA itu dan jangan termakan oleh kampanye yang lebih menarik/lebih ramai kemudian jangan sampai tidak memilih atau golput.
Immanuel Hugo Setiawan, Calon Ketua Himpunan IESP Nomor Urut Satu
Apa latar belakang Anda mencalonkan
diri menjadi ketua himpunan?
Latar belakangnya bisa aku ambil dari dua sisi. Yang pertama, bergerak dari apa yang aku alami selama menjadi mahasiswa IESP. Yang aku rasakan, HMD IESP bukan merupakan suatu organisasi yang begitu terpandang dan kurang membawa efek dan pamor yang besar untuk anak-anak IESP sendiri. Dibandingkan dengan hubungan himpunan mahasiswa lain dengan jurusannya sendiri di lingkungan FEB, HMD ini aku rasa himpunan yang paling jauh hubungan keeratannya dengan mahasiswa IESP . Dari itu, aku berusaha mikir apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ini. Keresahan garis besarnya, HMD ini belum bisa menjadi mitra yang terbaik bagi anak IESP dan mahasiswa IESP tidak bangga punya HMD IESP. Jadi, dari situ keresahanku bangkit dan aku ingin mencoba untuk menjadi ketua agar aku dengan segala keresahan dan dibarengi dengan segala kemampuanku ini bisa mengubah HMD IESP menjadi lebih baik.
Yang kedua dari diriku sendiri. Karena selama sekolah aku sama sekali tidak tertarik berorganisasi dan hanya tertarik pada akademik, maka semenjak kuliah aku mengubah persepsi itu dengan mencoba aktif berorganisasi karena pada dasarnya aku menyukai ilmu sosial. Selama di HMD, aku merasa mempunyai perkembangan diri dan bermanfaat bagi orang lain karena dipilih untuk menjadi koordinator di berbagai proker HMD. Dari situlah, yang membuatku berani mencoba untuk menjadi ketua himpunan dimana aku bisa bermanfaat bagi banyak orang serta lebih mengembangkan diri sendiri.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Visi
yaitu memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa IESP demi mewujudkan lingkungan
perkuliahan yang suportif dan membangun.
Misi yaitu pertama, menghilangkan stigma eksklusivitas HMD dengan menjadi mitra terdekat mahasiswa IESP. Kedua, meningkatkan iklim diskusi dan prestasi. Ketiga, mewujudkan ketertarikan dan keikutsertaan mahasiswa IESP dalam proses kaderisasi. Keempat, menjadi penghubung terandalkan antara mahasiswa IESP dan pihak kampus. Kelima, menerapkan karakter professional berkekeluargaan dalam menjalankan kerja yang berkelanjutan. Keenam, membangun hubungan baik dengan ormawa lain dan masyarakat.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Yang aku lakukan yaitu aku berkampanye di Instagram dan OA Line. Jadi, di dua platform itu aku memperkenalkan siapa diriku, arti dari nama kabinet “Persaudaraan Ismaya” yang aku usung ini, dan “Apa Kata Mereka” yang menunjukkan orang yang aku temui sepanjang perjalananku berorganisasi ini mengenalku sebagai pribadi yang bagaimana dan mengapa perjalanan tersebut sangat berarti bagi diriku sehingga membuatku cocok untuk menjadi ketua himpunan. Selain itu, aku juga sudah berbicara kepada mahasiswa IESP di tiap angkatan yang aku anggap vokal tentang bagaimana HMD IESP ini harus dijalankan agar bisa lebih baik lagi. Dari situ aku berusaha untuk mencari kepercayaan dari mereka dengan memasukkan saran-saran mereka dalam program-program kerja yang akan aku jalankan selama 1 tahun kepengurusan nanti jika aku terpilih.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Eksklusivitas di sini itu stigma yang dimiliki cukup banyak orang. Jujur aku ngelihat banyak orang masih kurang responsif sama kegiatan di HMD dan banyak yang merasa kalau kegiatan kita masih bisa diperbaiki. Tapi mereka jarang yang mau ngomong secara langsung, misal melalui form aspirasi yang kita adain tiap 100 hari. Itu yang ngisi dikit banget dan kebanyakan juga lewat lobbying orang-orang tertentu. Bukannya aku enggak ingin lobbying itu terjadi, tapi hal ini nandain kalau yang peduli sama HMD itu hanya orang-orang yang deket sama pengurus HMD, mereka yang menganggap suaranya enggak kedengeran. Ini aku anggep sebagai stigma eksklusivitas. Sama coba deh liat sekre, yang harusnya semua mahasiswa IESP bisa pake. Nyatanya cuma anak HMD sama temen deketnya doang yang pakai. Ini harus diubah dan perubahan ini mewajibkan adanya keguyuban antar angkatan, antar circle pertemanan, yang aku harap aku bisa bangun sedikit demi sedikit. Eksklusivitas mungkin kata yang agak keras dan mungkin dalam opini orang lain aku akan salah gunain. Tapi itu nunjukin keseriusanku untuk ngubah HMD dari intinya, dan harapannya bisa punya multiplier effect yang bagus.
Akademik, isu normal yang sering dibawa. Budaya kajian di IESP masih kalah sama UI sama UGM, ini rahasia umum. Tapi kenapa? Banyak temen-temen bilang ke aku kalau budaya ini agak ditanemin dari maba. Pas pertama kali kita masuk, kita sering dengar kata-kata “IESP pilihan kedua, IESP itu lulusnya susah”. Justru kata-kata ini yang bakal ngebuat anak-anak IESP ngejalanin kuliahnya di IESP dengan semangat yang setengah-setengah. First impressions are important! Kita harus kasih wajah yang lebih bagus ke IESP dan aku yakin dari dosen-dosen pun pasti akan mendukung hal tersebut. Kita pingin mahasiswa IESP, baik mereka yang orientasinya akademis atau yang lebih santai, buat tertarik sama IESP dan ikut dalam diskusi dan bisa ngasih perspektif ekonomi ke isu-isu sosial yang ada, serta kita juga pingin supaya mahasiswa IESP bisa lebih berprestasi.
Kaderisasi.
Kalau boleh jujur ini salah satu misi yang lebih berasal dari keresahanku
individu sih. Tapi nyata, soalnya kita liat aja, tahun ini aku lawan kosong.
Bukannya ada yang salah dari kaderisasi di dalam HMD. Dan di luar HMD, aku juga
ingin proses kaderisasi tetap jalan. Bukan di tingkat dasar aja, kalau misalnya
kita bisa ningkatin partisipasi di tingkat madya ya aku ingin siap men-support.
Hubungan
dengan pihak kampus, ini simple sih
lebih ke hubungan baik dengan dosen aja dan ngasih info perkuliahan yang baik
buat mahasiswa IESP. Tapi di sini aku juga ingin nekenin kalau aku juga ingin kita
bantu dosen dengan apa yang mereka inginkan di IESP. Pak Syakir terutama sebagai
dospem mesti punya banyak harapan, Bu Hasta pun juga sempet ngasih saran.
Harapannya kegiatan yang kita lakuin bisa bantu pekerjaan mereka. Metode kerja
internal pengurus, ada banyak yang ingin aku ubah. Kalau ngasih contoh mungkin
dari badan pengendali internal fungsi pengawasannya ditingkatin.
Hubungan luar HMD penting pastinya. HMD itu engga nyerminin dirinya aja, tapi mahasiswa IESP secara keseluruhan. Aku ingin HMD punya hubungan yang baik dengan ormawa-ormawa di FEB, ormawa luar FEB, hingga masyarakat. Aku ingin segala kemitraan yang kita lakukan dapat ngasih benefit bagi baik internal kita maupun mahasiswa IESP, itu sih yang lebih utama. Misalnya ngadain kolab diskusi santai, kolab penelitian, dsb. Itu juga bakal buat HMD IESP lebih terpandang sih, dan pandanganku sih tertuju ke Kanopi HM IE-nya UGM sama UI yang cukup dihormati di universitasnya masing-masing.
Kenapa mahasiswa IESP harus memilih
Anda?
Tahun kemarin sudah ada kotak kosong, terus tahun ini lawannya kotak kosong lagi. Kalau aku denger dari mahasiswa IESP lainnya, misal udah kotak kosong selama dua tahun berturut-turut termasuk tahun ini, berarti ada yang salah dengan kaderisasinya. Sudah pasti ada kesalahan dengan keadaan internalnya. Kalau mereka milih kotak kosong yang enggak ada visi misinya, HMD IESP akan dibawa ke arah mana ke depannya. Maka dari itu, diharapkan mahasiswa IESP memilih aku, karena aku sendiri sudah memberikan visi misi yang sudah tergambarkan secara jelas apa yang ingin aku usahakan ke depannya.
Tapi aku enggak maksa mahasiswa IESP untuk milih aku karena lawanku kotak kosong. Pada akhirnya kalau mereka kurang suka sama yang aku bawa, mereka bisa milih kotak kosong. Namun, aku yakin perasaan untuk ingin ngubah HMD sampai ke akarnya merupakan sentimen banyak mahasiswa IESP dan aku secara eksplisit pingin ngubah banyak hal juga. Menurutku itu selling point utamaku
Apa harapan Anda untuk
keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Aku
berharap sebesar-besarnya seluruh mahasiswa IESP dari segala angkatan yang
masih menjadi mahasiswa aktif IESP untuk ikut serta secara aktif ikut suksesi
ini. Aku harap masih ada dan terus menjaga antusiasme dari mahasiswa IESP meski
lagi pandemi dan juga lawannya kotak kosong lagi seperti tahun kemarin. Semoga
ke depannya kandidat yang terpilih akan memberikan solusi dan penjelasan yang
persuasif untuk mengubah keadaan HMD jadi lebih baik lagi.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa IESP sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan/atau himpunan dan/atau pemira ini?
Aku ingin banget temen-temen IESP semakin lebih respect terhadap HMD. Seperti yang aku bilang tadi kalau tahun ini lawannya kotak kosong lagi. Entah ke depannya temen-temen akan milih aku atau kotak kosong, aku berharap temen-temen mau menggunakan hak pilihnya secara bijaksana. Karena hak pilih ini akan menentukan ke depannya IESP menjadi lebih baik lagi. Lebih memahami visi misi yang ada dari segala kandidat di pemilihan yang ada. Meskipun kalian orang yang hanya fokus kuliah atau mempunyai fokus lain, namun kalian akan tetap memperoleh informasi perkuliahan dari himpunan sebagai jembatan informasi. Jadi, jika kalian ingin yang terbaik bisa dipikirkan lebih matang saat memilih.
Yohanes Adji Prakosa, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua
Apa latar belakang Anda mencalonkan
diri menjadi ketua himpunan?
Latar belakang mencalonkan diri lebih
ke karena banyak yang percaya ke aku. Jadi, proses seleksi dua besar ini
berasal dari internal pengurus. Pada awalnya ada tujuh besar yang kemudian tujuh
besar itu dipilih oleh pengurus. Nah, kebetulan banyak yang percaya sama aku
dan itu yang menjadi latar belakang aku untuk maju ke dua besar.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Visiku menjadikan Akuntansi sebagai
jurusan yang unggul dalam hal kekeluargaan, prestasi dan kompetensi, serta
sinergitas yang baik antara angkatan-angkatan yang ada. Nah, misiku untuk
mewujudkan visi tersebut yaitu yang pertama mengayomi, melayani, dan menghimpun
seluruh masyarakat Akuntansi. Kedua, bekerja sama dan berkoordinasi baik dengan
departemen, dosen, alumni, dan pihak eksternal yang ada di lingkungan Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ketiga, berpartisipasi aktif dalam
seluruh kegiatan yang diadakan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis guna
keberlangsungan dan kemajuan Akuntansi itu sendiri. Keempat, berinovasi dan
mengembangkan seluruh bidang guna memajukan organisasi dan mahasiswa Akuntansi.
Kelima, mewadahi dan mendukung secara penuh aspek akademik dan non-akademik
agar tercipta iklim yang prestatif.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Yang pertama pasti dengan kampanye-kampanye. Kampanye tersebut ada class to class dari suksesi itu sendiri, angkatan, mimbar bebas, kemudian kampanye di OA Line. Jadi, aku itu punya OA Line namanya “Jiprakar2a” yang isinya itu postingan-postingan. Selain itu, aku merekrut motor-motor di tiap angkatan sebagai timsesku dan juga merekrut orang-orang yang jarang kelihatan tetapi memiliki banyak teman di Akuntansi itu sendiri.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan
sebagai calon ketua himpunan?
Aku punya dua program kerja yaitu yang
pertama sharing session dan pelatihan lomba. Di sini orang-orang yang
pernah mengikuti lomba dalam bidang apapun, seperti business plan, business
case, paper, atau lomba lain yang sering diadakan di
universitas-universitas dan juga orang-orang yang pernah masuk top ten
atau top five di segala macam lomba itu nantinya dapat menjadi narasumber.
Tujuannya supaya masyarakat Akuntansi itu bisa terbekali sebelum mereka lomba
atau di saat mereka takut lomba. Dari yang aku lihat mahasiswa Akuntansi itu
pintar-pintar, tetapi mereka takut untuk memulai lomba karena mereka tidak tahu
harus bagaimana. Dengan sharing session dan pelatihan lomba itu,
mahasiswa Akuntansi bisa setidaknya sedikit terbekali untuk mengikuti lomba.
Jadi, mahasiswa Akuntansi tidak perlu takut lagi untuk mengikuti lomba dan mahasiswa
Akuntansi itu bisa lebih berani mengikuti lomba terlebih dahulu. Mengenai
masalah menang atau kalah, itu urusan nanti.
Yang kedua itu ada podcast.Podcast
ini bertujuan untuk menginformasikan atau memberikan informasi kepada mahasiswa
Akuntansi dan alumni. Misalnya, ada mahasiswa yang ingin mengikuti exchange
ke luar negeri, tetapi masih tidak tahu harus bagaimana karena belum
mendapatkan gambaran umum. Melalui podcast ini, ia dapat memperoleh
informasi secara lisan dengan cara yang lebih menarik.
Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan
calon lain?
Sebenarnya aku dan Sena itu punya
kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan kita itu
saling melengkapi. Kita berdua memiliki latar belakang yang berbeda, aku dari
kaderisasi dan Sena dari pelayanan mahasiswa. Tanpa adanya kedua itu, menurut
aku KMA tidak bisa menjangkau dan merangkul angkatan-angkatan serta mahasiswa Akuntansi.
Jadi, kedua hal itu penting. Akan tetapi, kalau ditanya mengenai apa kelebihan
aku yaitu karena background aku dari kaderisasi, maka aku tahu lebih
banyak tentang kaderisasi.
Kenapa mahasiswa Akuntansi harus
memilih Anda?
Mungkin hal yang paling utama adalah karena aku cinta terhadap Akuntansi. Aku ingin budaya yang ada di Akuntansi tetap bertahan sampai kapanpun. Budaya yang telah diberikan oleh kakak-kakak pendahulu kita tetap dipertahankan di Akuntansi dan jargon satu keluarga yang merupakan landasan bagi Akuntansi itu sendiri tetap digaungkan.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan
suksesi himpunan kali ini?
Harapan untuk suksesi kali ini yaitu
semoga suksesi bisa berjalan dengan lancar dan dengan semestinya. Semoga juga
mahasiswa Akuntansi itu sendiri itu banyak yang ikut nyoblos dan menonton
mimbar bebas.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Akuntansi sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?
Karena budaya kita sangat kental, maka untuk mahasiswa Akuntansi dapat lebih kritis dan lebih skeptis lagi dalam memilih pasangan calon ketua himpunan dan juga pasangan calon ketua BEM untuk kemajuan Akuntansi itu sendiri.
Sakaweda Senajati, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Satu
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?
Untuk saya sendiri, latar belakang mencalonkan ini
karena yang pertama adalah saya terpilih menjadi calon kandidat Ketua Umum
Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi melalui asas kekeluargaan yang telah
dilalui dan dilakukan oleh seluruh pengurus Himpunan
Akuntasi itu sendiri. Kemudian, yang kedua karena saya terpilih sebagai
kandidat, ya,
saya akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin dengan cara mempersiapkan visi dan
misi yang saya miliki.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Jadi, saya itu memiliki visi menjadikan HMDA sebagai
organisasi yang bersinergi positif bagi mahasiswa atau mahasiswi akuntansi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya.
Untuk misinya sendiri yaitu yang pertama menjadi
wadah kegiatan, penyalur aspirasi, minat dan bakat dan tempat bertukar pikiran
dengan asas kekeluargaan. Yang kedua mampu meningkatkan kualitas dan pribadi
mahasiswa yang lebih unggul di bidang
akademik atau non akademik, dan yang ketiga itu mampu berinovasi dan bersifat
adaptif untuk kebermanfaatan mahasiswa mahasiswinya.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Untuk pertanyaan ini jujur saja saya hanya melakukan
kampanye yang diadakan secara formal oleh panitia suksesi itu sendiri dan untuk
selebihnya biarkanlah masyarakat Akuntansi itu memahami apa isi dari visi dan misi
saya. Jika mereka sesuai, maka saya
percaya diri bahwa mereka juga akan memilih saya. Jadi, untuk kampanye mungkin saya hanya melakukan formalitas apa
yang telah dijadwalkan panitia suksesi itu sendiri.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Saya ingin memberikan wadah bagi mahasiswa mahasiswi Akuntansi yang memiliki kesamaan atau hobi di bidang softskills mereka. Jadi kita berikan wadah dan kita berikan pelayanan bagaimana caranya mereka agar tetap menjadi satu di satu wadah tersebut dan berkembang bersama-sama agar mereka dapat menjalin hubungan, saling mengenal satu sama lain, dan akhirnya mereka bisa explore dengan softskill mereka sendiri. Seperti contohnya pada saat ini, tuh, banyak sekali industri kreatif yang membutuhkan orang-orang untuk berkembang bersama mereka.
Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?
Untuk pertanyaan ini mungkin saya tidak dapat
memberikan jawaban pasti karena suatu
individu itu tidak dapat menilai dirinya sendiri sebenarnya, cuma mungkin kalau dari teman-teman saya, ya,
saya dapat melihat beberapa keresahan-keresahan yang mungkin tidak dirasakan
oleh pengurus-pengurus lainnya, jadi
mungkin seperti itu.
Kenapa mahasiswa Akuntansi harus memilih Anda?
Mungkin kenapa harus memilih saya karena di situ sudah tercantum dalam visi dan misi
saya, saya akan membawa bagaimana caranya agar Himpunan Mahasiswa Departemen
Akuntansi ini dapat bersinergi positif dalam lingkup fakultas, kampus, maupun di luar kampus dan menyalurkan aspirasi,
minat dan bakat mereka.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Harapan saya adalah semoga dalam keberlangsungan
suksesi ini sukses, tidak ada suatu kendala apapun, terjalinnya demokrasi yang
baik.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Akuntansi sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?
Mungkin yang ingin saya sampaikan adalah gunakan hak pilih kalian sebaik mungkin. Kalian pahami visi dan misi, jika di Akuntansi, pahami visi dan misi dari aku (Sena) dan juga Adji Prakosa, dan pilihlah yang terbaik bagi kalian karena sejatinya pilihan yang terbaik ada di diri kalian masing-masing.
Alma Musa Rasyidi, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Tiga
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi
ketua himpunan?
Latar belakang
saya mencalonkan menjadi ketua himpunan karena
saya ingin mewujudkan mimpi saya bersama Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam
(HMEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro agar dapat mengatasi
keresahan dan juga dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Visi
yang saya usung adalah semangat HMEI FEB Undip 2021 sebagai ruang karya dan
pelayanan yang bersinergi, dan berakhlaqul karimah untuk kejayaan ekonomi
Islam.
Untuk misinya, yang
pertama yaitu menciptakan internal HMEI yang bersahabat dan kompeten dengan
menjunjung tinggi nilai islam. Yang kedua yaitu mengharmoniskan hubungan antara
mahasiswa, alumni dan seluruh lembaga kemahasiswaan FEB Undip. Yang ketiga
yaitu menjadikan HMEI sebagai sarana edukasi, advokasi, dan penjaring aspirasi
mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip. Kemudian yang
terakhir yaitu memberikan ruang berkarya untuk pengembangan potensi mahasiswa
Ekonomi Islam baik akademik maupun non akademik.
Bagaimana langkah Anda
untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Strategi yang dilakukan tentunya membawa visi dan misi sesuai dengan kebutuhan dan keresahan mahasiswa Ekonomi Islam seluruh lini gitu, sehingga secara tidak langsung sudah sesuai dengan keinginan mahasiswa Ekonomi Islam itu sendiri. Selain itu, saya telah melakukan kampanye The Founder dengan mempresentasikan Grand Desaign Organisation (GDO) yang saya buat di depan seluruh mahasiswa Ekonomi Islam melalui platform MS Teams. Selain itu juga, saya melakukan kampanye tertulis melalui platform Instagram dan official account Line tentunya dengan konten yang menarik.
Apa pembaharuan yang
Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Saya
akan membawa iklim yang flexible
dalam Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI). Saya akan memadukan sifat
kekeluargaan dan juga profesionalitas, yang nantinya di harapkan pengurus HMEI
2021 akan memiliki jiwa profesionalitas ketika sedang melaksanakan suatu
program kerja. Lalu di luar itu nanti diharapkan juga pengurus HMEI
dapat menjadi rumah kedua bagi para pengurusnya. Selain itu, saya juga memiliki nilai-nilai yaitu akhlaqul karimah,
tanggap, aktif, dan juga sinergis.
Dalam
skema proker juga terdapat pembaharuan seperti ICEPRO yang jika saya terpilih menjadi Kahim (Ketua Himpunan) akan diinovasikan dengan acara
berupa lomba. Selain itu, juga terdapat proker baru yang inovasi sesuai dengan
kebutuhan masyarakat Ekonomi Islam seperti ada Self Improvement Leadership atau SLIP itu simple-nya pelatihan kepemimpinan di atas pra dasar jadi setara dengan EFL terus juga ada Teman Cerita. Teman Cerita ini nantinya berisi seminar tentang
cara mengatasi stress gitu di tengah
pandemi, kayak coping stress gitu. Terus juga
ada Bincang Lima Menit (BiLiMit) tentang podcast
berbagi pengalaman dengan seseorang yang telah melakukan usaha bisnis dari
mahasiswa Ekonomi Islam
dan juga untuk mahasiswa Ekonomi Islam tentunya. Lalu ada SCAD (Syarih Carrier Alumnie Discussion), jadi konsepnya seminar dari alumni Ekonomi Islam,
isinya bagaimana sih dunia kerja untuk ke depanya gitu. Jadi, mahasiswa Ekonomi
Islam dapat bercermin dari para alumni. Selain itu juga ada Ekis Turnamen karena pandemi kayak gini dan e-sport
juga lagi berkembang begitu pesat sudah sepatutnya diberi fasilitas untuk
berkembang bagi mereka yang memiliki potensi di bidangnya seperti itu.
Apa keunggulan Anda dibandingkan
dengan calon lain?
Berbicara
keunggulan dibanding dengan calon lain, keunggulan yang saya miliki adalah management yang baik dengan sifat saya yang terstruktur membuat saya terbiasa dengan segala urusan yang tertata atau ter-manage dengan baik. Saya terbiasa
membuat jadwal keseharian mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Lalu selain itu,
juga pada kepengurusan tahun ini saya
berada pada dua organisasi yaitu HMEI dan EECC. Hal tersebut menjadi bukti
nyata bahwa saya dapat me-manage waktu dengan baik.
Di
EECC sendiri saya sering diamanahi untuk menjadi ketua
pelaksana ataupun koordinator pada event
yang diselenggarakan oleh EECC. Sedangkan di HMEI, saya lebih sering menjadi master of ceremony (MC) dalam suatu acara. Total pada satu tahun
kepengurusan ini, saya telah diamanahi untuk menjadi MC dan
juga moderator sebanyak sepuluh kali. Di samping
kesibukan berorganisasi, saya juga mengikuti pelatihan dasar LKMMD di Fakultas
Psikologi dengan kurun waktu kurang lebih tujuh bulan dan alhamdulillah-nya mendapatkan predikat atau penghargaan peserta
terbaik ke empat di LKMMD Fakultas Psikologi.
Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?
Selain karena visi, misi dan pengalaman, mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih saya karena saya memiliki sifat yang humble, friendly, respectful, dan pendengar yang baik. Tetapi, yang terpenting dari itu semua Saya membawa hati yang tulus untuk kepentingan Ekonomi Islam.
Apa harapan Anda untuk
keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Harapannya
semoga dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan target-targetnya
dan tidak ada terjadi hal yang tidak diinginkan dan dapat lebih baik kedepannya
seperti itu.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?
Pesannya, “Pilihlah pemimpin yang memiliki kapabilitas, tanggung jawab, dan hati yang tulus untuk membawa kemajuan Ekonomi Islam menuju kejayaan.”
Yusuf Rausyan Fikri, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua
Apa
latar belakang Anda mencalonkan diri sebagai ketua himpunan?
Layaknya
seorang pewaris, kami staff muda pengurus HMEI mendapatkan amanah untuk terus
melanjutkan estafet kebaikan ini, dimana kami staff muda akan menempati
jabatan-jabatan strategis di HMEI ini. Saya
dipercaya oleh beberapa teman-teman saya, baik teman internal HMEI maupun
eksternal, untuk memberanikan diri maju mencalonkan diri sebagai Calon Ketua HMEI
2021. Sehingga, dorongan dari orang-orang sekitar membuat saya yakin dan
bersemangat untuk membawa HMEI 2021 yang lebih maju.
Apa visi dan misi yang anda miliki?
Visi yaitu menjadikan HMEI sebagai lembaga yang interaktif kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Ekonomi Islam untuk berkolaborasi dalam menciptakan karya. Misi yaitu pertama, menjadikan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Kedua, membangun keharmonisan pengurus internal HMEI yang berlandaskan ukhuwah islamiyah dan bernafaskan profesionalisme. Ketiga, bersinergi dengan himpunan jurusan lain dan lembaga kemahasiswaan lain yang ada dalam lingkup FEB Undip. Keempat, menguatkan media aspirasi untuk melayani mahasiswa ekonomi islam secara solutif. Kelima, memfasilitasi pengembangan minat dan bakat maupun akademik mahasiswa ekonomi islam untuk bisa berprestasi di kancah universitas, nasional, maupun internasional.
Bagaimana
langkah Anda untuk menggaet suara mahasiswa agar memilih Anda?
Menawarkan
program kerja yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Ekonomi Islam mulai dari
angkatan lama sampai angkatan 2020 bahkan dengan alumni. Untuk Ekis 2020, kita
akan membuat program kerja Ekis bookstore
untuk memudahkan mahasiswa dalam membeli buku mata kuliah, lalu ada LEAP
sebagai sarana kaderisasi, dan pelatihan PKM. Untuk angkatan 2019, kami
menawarkan program kelas Tahsin untuk memudahkan mahasiswa dalam hafalan. Untuk
Ekis 2018, kami ada program kerja metodologi penulisan untuk menunjang
persiapan skripsi. Kemudian untuk 2017, kami akan menawarkan program serap
aspirasi. Dan untuk alumni, kami akan mengadakan awarding untuk alumni yang telah berjasa bagi Ekonomi Islam.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Inovasi yang akan di bawa ke depannya adalah mengevaluasi terlebih dahulu program kerja HMEI 2020 sehingga proker-proker yang ada dapat berjalan maksimal dengan menggunakan metode daring. Untuk proker inovasi, saya sedang merencanakan pelatihan e-sport, karena saya melihat bahwa e-sport sangat diminati dan banyak perlombaannya sehingga saya rasa perlu untuk mewadahi agar atlet-atlet e-sport Ekonomi Islam dapat meraih prestasi. Selanjutnya ada kelas tahsin yang akan berkolaborasi dengan Mizan. Kelas tahsin ini berfungsi untuk memudahkan mahasiswa Ekonomi Islam dalam mempersiapkan hafalan, sehingga hafalan tidak lagi menjadi masalah yang cukup besar.
Apa
keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain sehingga Anda layak untuk
dipilih?
Saya
termasuk pribadi yang humble sehingga
dapat bergaul dengan berbagai indivdu yang memiliki tipikal yang berbeda-beda,
mulai dari individu yang akademis, agamis, maupun anak-anak yang dianggap
nakal. Saya pun orang yang bertanggung jawab terhadap suatu amanah sehingga akan
saya kerjakan semaksimal mungkin. Saya pun individu yang aktif dan memiliki
banyak relasi dengan teman satu fakultas maupun luar fakultas.
Dalam
bidang kepemimpinan, saya memiliki pengalaman yang cukup banyak, diantaranya
saya adalah ketua panitia dalam acara kaderisasi pra dasar atau LEAP, saya pun
menjadi komting angkatan dalam acara LKMMD FPP 2020, yang mana saya memiliki
tujuan untuk bisa mengakrabkan satu angkatan dan mengawal teman-teman agar
dapat lulus bersama.
Apa
harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Semoga acara The
Founder tahun ini dapat berjalan lancar tanpa ada kendala apapun yang terjadi,
sehingga seluruh mahasiswa Ekonomi Islam dapat berpartisipasi secara aktif
dalam pesta demokrasi kampus dan memilih pilihannya demi Ekonomi Islam yang
lebih maju di sebaga bidang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai pemilik hak suara dalam suksesi himpunan kali ini?
Semoga temen-temen Ekonomi Islam sebagai pemilih pada acara The Founder nanti dapat memilih orang yang tepat sebagai ketua HMEI, yang dapat membuat HMEI lebih baik ke depannya. Jangan saling sentimen antar pendukung, tetap jaga keharmonisan Ekonomi Islam karena kita adalah keluarga dalam pertalian Islam. Oleh karena itu, tetaplah menjadi pemilih yang baik, sebab pemilih yang fathonah akan menghasilkan pemimpin yang amanah. Siapapun yang terpilih nanti, ayo kita sama-sama dukung demi kemajuan ekonomi Islam ke depannya nanti.
M. Rizky Ramadhan, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu
Apa latar belakang Anda mencalonkan
diri menjadi ketua himpunan?
Di
awal saya memang memiliki keinginan untuk menjadi seorang ketua himpunan karena
melalui kesempatan inilah saya bisa melatih kemampuan kepemimpinan saya.
Kemudian, di tengah-tengah saya sebagai staf HMEI, beberapa teman saya
menyatakan dukungannya apabila saya mencalonkan diri Ketua Himpunan Mahasiswa
Ekonomi Islam (HMEI). Selain itu, juga ini sebagai bentuk pengabdian saya
kepada jurusan. Karena alasan itulah yang melatarbelakangi saya mencalonkan
diri menjadi ketua himpunan.
Apa visi dan misi yang Anda miliki?
Visi yang saya usung ialah menjadikan HMEI 2021 sebagai organisasi yang aspresif yakni aspiratif, prestatif, dan informatif. Sedangkan terkait misi, pertama yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa Ekonomi Islam. Kedua, memfasilitasi pengembangan minat dan bakat mahasiswa Ekonomi Islam. Ketiga, melayani pemenuhan kebutuhan akademik maupun non akademik mahasiswa Ekonomi Islam. Selanjutnya, misi keempat adalah menjalin hubungan yang baik dengan seluruh ormawa di FEB Undip.
Bagaimana langkah Anda untuk
menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Cara
saya menggaet suara dari mahasiswa ialah saya dan timses membuat kampanye
kreatif baik berupa poster atau video. Kontennya kurang lebih seperti tentang
diri saya, visi dan misi, ada juga proker inovasi yang akan saya bawa. Kita
juga mengadakan Q&A yang tujuannya agar mahasiswa Ekonomi Islam yang belum
atau kurang mengenal saya, harapannya bisa lebih kenal dan lebih mengetahui.
Apa pembaruan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Salah satunya melalui proker inovasi yang saya usulkan, seperti ada paid promote gratis, dimana HMEI akan membantu mahasiswa Ekonomi Islam yang memiliki bisnis dengan cara membantu mempromosikannya melalui media sosial yang dimiliki HMEI. Kemudian, ada kotak aspirasi merupakan wadah bagi teman-teman mahasiswa Ekonomi Islam yang ingin menyampaikan aspirasinya. Selanjutnya, akan menulis aspirasi tersebut melalui formulir yang disediakan oleh HMEI, kemudian disampaikan ke program studi dan ini bisa diisi secara berkala. Kemudian, ada juga asistensi. Ini merupakan sebuah kelas tambahan istilahnya, yang mana akan diadakan beberapa kali setiap bulannya, sehingga teman-teman Ekonomi Islam yang kesulitan dalam memahami mata kuliah tertentu bisa terbantu dengan adanya asistensi.
Apa keunggulan Anda dibandingkan
dengan calon lain?
Di
tahun 2020 saya diamanahi sebagai ketua pelaksana seminar nasional ICEPRO, yang
mana seminar ICEPRO ini melibatkan panitia baik dari angkatan 2019 dan beberapa
angkatan 2018. Hal ini mungkin menjadikan pengalaman tersendiri bagi saya untuk
memahami karakter yang dimiliki oleh pengurus HMEI dari dua angkatan. Dan juga
saya belajar bagaimana caranya menyusun atau merencanakan konsep acara seminar
dengan skala nasional.
Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam
harus memilih Anda?
Karena
beberapa proker inovasi yang saya bawakan tidak diusungkan oleh kadidat lain,
misalnya ada asistensi, kelas bahasa arab, pelatihan SPSS, dan proker lain yang
tidak diusung oleh kadidat lain. Yang mana hal tersebut juga menjadi kebutuhan
bagi mahasiswa Ekonomi Islam saat ini.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Harapan saya untuk suksesi tahun ini, semua mahasiswa Ekonomi Islam yang statusnya sebagai mahasiswa aktif bisa menggunakan hak miliknya. Sehingga, ini menjadi poin plus bagi Ekonomi Islam dalam kesuksesan dalam menyelenggarakan Pemilihan Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam tahun 2021.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?
Siapapun ketua himpunan yang akan terpilih nanti, kita sebagai mahasiswa Ekonomi Islam mari kita dukung bersama-sama untuk merealisasikan program-program yang telah gaungkan. Baik dengan cara menjadi panitia ataupun dengan cara melibatkan diri kita terhadap program yang diadakan oleh HMEI.