Gelar Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah, FEB Undip Hadirkan Pembicara dari Saxion University of Applied Sciences

Reporter: Novi dan Musa

(FEB Undip 15/3)­ – Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-61 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) ini mengusung tema “Business Models and Business Model Innovation in Relation to Digization, Suistainability and Covid-19” dengan menghadirkan pembicara, yaitu Dr. Ir. Timber Haaker dari Saxion University of Applied Sciences. Mengingat masih dalam kondisi  pandemi, acara dilaksanakan melalui platform Zoom Online Meeting dan sebagian hadirin berada di tempat acara berlangsung.

Acara ini turut dihadiri oleh segenap civitas akademika FEB Undip, mulai dari Dekan FEB, Kepala Departemen di FEB Undip, Pimpinan  Lembaga Kemahasiswaan, para staf, dan alumni. Selain itu, mitra bank, Persatuan Dharmawanita, serta mahasiswa juga turut hadir dalam acara tersebut. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan Mars Undip, dan dilanjutkan dengan pembukaan Rapat Senat Terbuka oleh Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com, Akt, Ph.D., Akt. selaku Ketua Senat. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Undip Saiful Bahri, dan terakhir ada sambutan dari Rektor Undip yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc.

Orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Ir. Timber Haaker, Professor of Business Models Saxion University of Applied Sciences. Beliau membawakan tema materi tentang model bisnis dan inovasi  model bisnis yang berkaitan dengan digitalisasi, keberlanjutan, dan Covid-19. Pemaparan materi diawali dengan pembahasan mengenai pandangannya terhadap model bisnis. Menurutnya, teknologi saja tidak cukup melainkan juga diperlukan model bisnis yang layak. Kemudian beliau juga membahas mengenai bagaimana mendeskripsikan sebuah model bisnis. Terdapat 4 pertanyaan kunci dalam mendeskripsikan sebuah model bisnis, yaitu what do you offer to the customer (apa yang Anda tawarkan kepada pelanggan), how is the value proposition created (bagaimana proposisi nilai dibuat), how is revenue created (bagaimana pendapatan dihasilkan)dan who is your target customer segment (siapa yang menjadi target pelanggan Anda).

Pembahasan berlanjut mengenai inovasi model bisnis saat pandemi Covid-19. Terdapat 4 cara yang bisa dilakukan, yaitu pertama, dengan mengubah penawaran. Sebagai contoh, tempat GYM menyediakan pembelajaran secara digital. Kedua, mencari saluran lain atau kelompok sasaran lain. Ketiga, menggunakan aset dengan cara yang berbeda. Keempat, mengubah model pendapatan.

Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir hingga saat ini juga turut berdampak pada model bisnis dan praktik bisnis. Sebuah survei online internasional dengan total 453 responden di 37 negara dengan kelompok partisipan terbesar datang dari The Netherlands (42%), Romania (22%), Vietnam (6%), dan India (5%) menunjukkan hasil bahwa krisis Covid-19 membuat organsisasi lebih menyadari tentang pentingnya nilai social relative terhadap nilai ekonomi. Itulah yang menjadi catatan penting untuk kita semua dalam model bisnis dan praktik bisnis sekarang ini. Acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semua materi yang dibawakan oleh pemateri sangat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan juga. Acara ini berakhir sekitar pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pembacaan doa oleh Marwini, S.H.I., M.A., M.S.I, dosen Ekonomi Islam FEB Undip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *