Reporter: Dwi Novi

Minggu (15/11/2020) – Telah berlangsung acara Islamic Motivation Training (IMOT) 2020 yang diselenggarakan oleh UKM-F Mizan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip). IMOT merupakan acara kaderisasi kerohanian yang digelar oleh Mizan FEB Undip. Acara ini berlangsung pada pukul 10.00 WIB-16.25 WIB melalui platform Ms. Teams dan Youtube Live Streaming. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun dan wajib diikuti oleh mahasiswa baru (maba) muslim dan muslimah FEB Undip. Tahun ini IMOT mengangkat tema “Get the Bright Future with Mentoring”.
Acara diawali dengan pembukaan, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Muhammad Fakhri Fadhillah. Selanjutnya pada saat sesi sambutan, Muhammad Taqi Farisi selaku perwakilan Badan Pengelola Mentoring Agama Islam (BPMAI) Mizan FEB Undip mengatakan bahwa mentoring merupakan salah satu upaya dalam membina mahasiswa agar kelak setelah lulus nanti bisa menjadi mahasiswa yang unggul sesuai dengan visi dan misi yang diharapkan oleh Universitas Diponegoro.
Pada acara ini juga dilakukan pembacaan Ikrar Toleransi dari delegasi UKM Kerohanian FEB Undip diantaranya Mizan FEB Undip, Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) FEB Undip, Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik (PRMK) FEB Undip, Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMBD) Undip dan Keluarga Mahasiswa Hindu (KMHD) Undip serta Universitas Indonesia.
Sesi pertama dimulai pada pukul 12.30 WIB dengan pembicara Ustadz Nur Fauzan Ahmad, S.S.,M.A yang menyampaikan materi mengenai bagaimana mempersiapkan generasi dambaan. Menurutnya generasi saat ini atau yang biasa disebut dengan istilah generasi milenial (Gen Y) memiliki ciri-ciri seperti lahir diatas 1980-an hingga 2000-an ditandai dengan kemampuannya memanfaatkan teknologi, memiliki kepedulian sosial yang rendah, tidak bisa jauh dari gadget, tidak adanya rasa persaingan antar individu dan lebih mudah menerima perubahan.
Ia menuturkan bahwa generasi sekarang perlu meningkatkan kesejahteraan diri yaitu dengan memiliki sikap professional, mandiri serta membekali diri dengan keimanan. Sikap profesional bisa dicapai dengan bersusah payah, rajin dan menggunakan mata untuk melihat, membaca, memperhatikan, dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta menggunakan lidah dan bibir untuk berkomunikasi, berorganisasi dan berdiskusi.
Kemudian sikap yang mandiri merupakan sikap yang tidak bergantung ataupun menggantungkan diri. Kemandirian ini dapat dicapai ketika seseorang itu memiliki sikap professional sehingga tidak mudah menggantungkan diri kepada orang lain. Selain kedua sikap d iatas, hal tak kalah penting yaitu membekali diri dengan keimanan agar tidak hanya mencapai kesuksesan di dunia namun juga di akhirat.
Terakhir, ia juga menyampaikan bahwa generasi muda sekarang harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif karena kelak apa yang dilakukan saat ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Sesi pertama diakhiri dengan tanya jawab dan games.
Sesi kedua diisi oleh Ustadz H. Muhammad Shoffar Mawardi yang menyampaikan materi mengenai mulia sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Pada awal penyampaian materi beliau mengatakan bahwa kita manusia ditakdirkan oleh Allah SWT lahir dengan kemualian, yang pertama yaitu kemulian sebagai anak Adam dengan diberikan ilmu lebih dari makhluk lainnya dan yang kedua kita diberikan kemampuan untuk berbicara sehingga dalam hal ini kita semua terlebih lagi mahasiswa selain harus berilmu juga harus bisa menyampaikan ilmu tersebut karena ilmu dan kata adalah bagian dari kemuliaan kita sebagai manusia selain sucinya jasad kita meski sudah meninggal.
Kemudian, kita sebagai manusia juga dimuliakan oleh Allah SWT yaitu sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW. Sebagai umatnya Nabi Muhammad, kita diberikan kemuliaan misalnya dalam surah Ali Imron : 110 “Kamu semua adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, memerintah kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar dan beriman kepada Allah.”
Dalam Tafsir Ibnu Abbas – Q.S.3. Ali Imron : 110 artinya bahwa umatnya Nabi Muhammad SAW adalah yang umat terbaik dalam arti manusia yang terbaik. Ketika manusia-manusia yang terbaik dihimpun, maka tetap yang terbaik adalah umatnya Nabi Muhammad SAW. Kalau kita ingin menjaga kemuliaan sebagai umat Nabi Muhammad maka kita harus meningkatkan kesanggupan dalam ber-amar ma’ruf & nahyi munkar. Kemuliaan yang seperti ini adalah buah dari pembinaan, sehingga kalau manusia tidak mendapatkan pembinaan maka tidak bisa menjaga kemuliaan ini.
Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa Allah SWT mempunyai sunnatullah atau memberlakukan sunnatullah yaitu bahwa Allah menjamin pertumbuhan jasad manusia namun tidak menjamin pertumbuhan rohani manusia. Pertumbuhan rohani manusia sesuai dengan usaha dan pembinaannya (mentoring).
Mahasiswa merupakan orang yang mulia bila rohnya terbimbing dan ikut aktif dalam kegiatan mentoring. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa terdapat beberapa manfaat dalam mengikuti kegiatan mentoring yaitu supaya dipertemukan dengan teman-teman terbaik, agar menjadi anak muda yang membuat Allah takjub, dapat mengangkat derajat orang tua dan keluarga di surga dan yang terakhir mahasiswa yang aktif dalam kegiatan mentoring islam insyaallah akan menjadi calon ahli surga. Sesi tanya jawab baru dilaksanakan usai jeda sholat ashar.
Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi pelantikan pementor baru FEB Undip 2021 yang dipimpin oleh Ahmad Zein Abdurrahman selaku perwakilan dari BPMAI Undip dan ditutup dengan doa.









