DESIGN 2020 : Strategi Rekonstruksi Ekonomi-Sosial Indonesia Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Susan dan Indah

Sabtu (17/10/2020) – Telah berlangsung Seminar Nasional DESIGN (Diponegoro Economics Social General Discussion) 2020 yang diselenggarakan secara online melalui platform Zoom Meeting oleh Kelompok Studi Masalah Ekonomi dan Sosial (KESMES) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip). Acara tersebut mengusung judul “Strategi Rekonstruksi Ekonomi-Sosial Indonesia Pasca Pandemi Covid-19”. Dalam penyelenggaraannya , menghadirkan tiga pembicara, diantaranya yaitu Drs. Pitoyo Tri Susanto, M. Si. (Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian Kota Semarang), Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S. E., M.S.E., Ph.D (Program Director INDEF), dan Sherly Annavita Rahmi (Motivator and Millenial Influencer).

Acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Firmansyah selaku Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip, dilanjutkan oleh Fa’iq Fari sebagai Ketua KESMES 2020, kemudian disambung oleh Okki Alfianto sebagai Ketua DESIGN 2020. Lalu, masuk sesi pemaparan yang dipimpin oleh modetor untuk tiga pembicara. Diakhiri dengan sesi tanya jawab, pengumuman pemenang lomba (esai, presentasi, dan diskusi), dan penutup.
Seminar nasional ini diikuti oleh berbagai kalangan baik dari mahasiswa maupun non mahasiwa. Jadi, peserta tidak hanya sebatas lingkup Undip saja, melainkan dari berbagi bidang yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai keadaan ekonomi pasca pandemi.

Saat memasuki acara inti, dimulai oleh moderator yang memimpin acara, yaitu Yunita Sekarningtyas selaku mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret. Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S. E., M.S.E., Ph.D (Program Director INDEF) perwakilan dari akademisi, menyampaikan mengenai Strategi Pasca Pandemi. Beliau membiacarakan bagaimana adanya peningkatan kemiskinan akibat Covid-19, kemudian UMKM yang banyak mengalami masalah, serta upaya dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut.

Kemudian, dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Drs. Pitoyo Tri Susanto, M. Si. (Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian Kota Semarang). Beliau membicarakan mengenai strategi pasca pandemi dari sisi pemerintahan. Menurut beliau, kondisi saat ini masih berada di masa yang sulit, sebagaimana pada sisi kesehatan masih bagian dari pemerintah dan disisi lain ada bidang ekonomi yang juga bagian pemerintah. Pemerintah Semarang sendiri mulai meluncurkan Kredit Wibawa, merupakan bantuan bergulir dari dana APBD.

Setelah selesai oleh pembicara kedua, dilanjutkan oleh pembicara ketiga bersama Sherly Annavita Rahmi (Motivator and Millennial Influencer). Pada sesi ini akan membahas secara lebih kekinian dari pandangan millennial. Beliau membicarakan bahwa dari setiap kondisi sulit pasti akan memunculkan sosok baru yakni pemenang dari peristiwa tersebut. Bagimana peran pemuda ke depannya, terutama saat Indonesia memasuki usia satu abad pada 2045. Dalam sesi ketiga ini, pembicara melakukannya lebih santai, sehingga menarik bagi mahasiswa untuk lebih paham bagaimana peran mereka bagi Indonesia terutama saat Covid-19 seperti ini.

Ditegaskan pula oleh Sherly bahwa kaum milenial memegang peranan penting baik di masa krisis pandemi Covid-19 ini maupun di masa yang akan datang. Sangat perlu bagi generasi bangsa Indonesia untuk terus berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin baik ke depannya. Baik pun belum tentu cukup, perlu usaha untuk menuju tahap excellent yang mana di tahap itu setiap generasi bisa menjadi insan yang bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya.

Dari setiap sesi akan dilanjutkan secara langsung dengan sesi tanya jawab oleh para peserta seminar. Dan pada sesi terakhir akan diumumkan pemenang lomba Kenesian, yang diperoleh oleh perwakilan dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai juara pertama, Institut Teknologi Bandung sebagai juara kedua, dan Universitas Negeri Surabaya selaku juara tiga, serta sesi penutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *