Kajian Kampung Hati Spesial “Pemuda Tangguh Tetap Kuat Walau Pandemi Menyerang”

Oleh: Diah dan Sulis

Rabu (28/10/2020) – Telah dilaksanakan webinar Mizan Activity 2020 Kajian Kampung Hati Spesial yang diselenggarakan oleh organisasi Mizan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada pukul 12.30 WIB melalui platform Zoom. Kajian online ini mengangkat tema “Pemuda Tangguh tetap Kuat Walau Pandemi Menyerang”. Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan yaitu Warsito Kawedar dan juga Ahmad Syakir Kurnia selaku pembina Mizan FEB Undip. Peserta yang hadir dalam platform Zoom ini tercatat 103 partisipan yang berasal dari berbagai daerah dan juga berasal dari luar Universitas Diponegoro salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam sambutan ketua Mizan FEB Undip, diharapkan para peserta kajian online ini dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat.

Acara ini dimulai dan dipandu oleh pembawa acara yaitu Sulhan Efendi dengan rangkaian yang pertama menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan tilawah oleh saudara Fakhri. Setelah itu, sambutan dari ketua panitia yaitu Disa I Tjokrowardjoyo, kemudian dilanjut oleh ketua Mizan yaitu Firdaus Azhardi. Tak lupa sambutan dari Ahmad Syakir Kurnia selaku pembina Mizan dan Warsito Kawedar selaku wakil dekan FEB juga membuka webinar kajian online ini. Setelah sambutan demi sambutan berlalu, beralih ke acara inti dengan pembicara Ustad Adi Darmawan yang merupakan dosen di Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika serta dimoderatori oleh Yana sopiana Nurfarizat, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika.

Dalam acara inti, ustad Adi Darmawan menjelaskan pemuda yang beriman. Ustad Adi juga menjelaskan sifat yang terdapat pada pemuda yaitu dinamis, kuat dan idealis. Penjelasan tentang pemuda tersebut didasari pada surah Al Kahfi yang sering disebut ashabul kahfi. Ashabul kahfi ini adalah 7 pemuda beriman yang melarikan diri demi menjaga keimanannya kemudian tertidur di dalam goa selama 309 tahun. Pemuda yang memiliki motivasi akhirat dapat dikategorikan sebagai pemuda yang beriman. Motivasi akhirat itu adalah mementingkan akhirat daripada duniawi. “Sesungguhnya akhirat itu lebih kekal dan lebih abadi, ” kata Ustad Adi Darmawan. Ustad Adi juga menjelaskan surah an Nur yang mana yang beriman akan diberi petunjuk akan kebenaran.

Iman tergantung pada keteguhan masing-masing manusia. Diibaratkan, kita manusia seperti gelas yang terisi air. Ada gelas yang terisi hanya satu atau dua tetes, ada yang terisi air seperempat gelas, ada yang terisi air setengah gelas dan juga ada yang terisi air penuh satu gelas. Dari perumpamaan tersebut, iman terdapat pada setiap manusia hanya saja berbeda volume antara manusia satu dengan yang lain. Di akhir penjelasannya, beliau berpesan untuk memanfaatkan usia muda ini dengan amalan-amalan yang baik dan berkontribusi yang baik untuk negeri ini.

Sebelum acara berakhir, terdapat sesi tanya jawab yang mana peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Ustad Adi Darmawan. Rangkaian acara demi acara telah selesai, kemudian pembawa acara menutup acara tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *