Harmoni Diponegoro 2020: The Best Awarding Night

Reporter: Sheila Anya dan Nisa Alisva

Undip (5/12) – Telah dilaksanakan Harmoni Diponegoro 2020: The Best Awarding Night yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) 2020. Acara yang diselenggarakan oleh BEM Undip Bidang Seni dan Olahraga (Seniora) Kabinet Pemrakarsa Mahakarya ini berlangsung sejak pukul 16.22 WIB dan ditayangkan secara langsung melalui saluran YouTube Undip TV Official. Harmoni Diponegoro 2020 merupakan malam penganugarahan kepada seluruh BEM Fakultas dan Sekolah Vokasi di Universitas Diponegoro selama satu periode kepengurusan dan juga malam pengapresiasian terhadap seni. Harmoni Diponegoro tahun ini memiliki tema “Live Green” dengan tagline “Memories of Harmoni in Diversity”. Latar belakang tema “Live Green” ini berawal dari keresahan yang ada mengenai peristiwa yang terjadi di 2020, mulai dari pandemi hingga terancamnya cagar alam Pulau Komodo. Dalam hal ini, Harmoni Diponegoro 2020 ingin mengajak seluruh masyarakat Undip untuk merawat dan mencintai bumi.

Acara Harmoni dibuka oleh kedua pemandu acara (MC) yaitu Putri dan Kukuh, lalu diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip. Terdapat sambutan dari Ketua Harmoni 2020 yaitu Alif M. Fawwaz, Ketua BEM Undip 2020 yaitu Razin Hilmy Baihaqi, serta sambutan akhir diberikan oleh Wakil Rektor I yaitu Budi Setiyono. Selanjutnya terdapat video persembahan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kronik yang berjudul “Lullaby”.

Masuk ke acara inti yaitu pemberian apresiasi, diawali dengan pemberian apresiasi untuk Kategori Sosial Politik terbaik yang jatuh kepada Fakultas Hukum (FH), Kategori Sosial Masyarakat terbaik diperoleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), sedangkan Kategori Kemitraan Eksternal terbaik diraih oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Kemudian dilanjutkan dengan penampilandari guest star pertama yaitu Soegi Bornean dengan lantunan “Pijaraya” dan “Asmalibrasi”.

Pemberian apresiasi berlanjut dengan Kategori Advokesma terbaik yang diperoleh Fakultas Teknik (FT), Kategori Harkam terbaik yang jatuh kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Kategori KPSDM terbaik yang diperoleh Fakultas Psikologi. Setelah itu terdapat video persembahan dari seluruh Ketua BEM Fakultas di Undip yang membacakan puisi yang berjudul “Lekas Sembuh, Wahai Bumiku” karya Oskarius U. Dagha yang diiringi dengan lantunan lagu Fiersa Besari yang berjudul “Lekas Pulih”.

Acara dilanjutkan dengan pemberian apresiasi untuk Kategori Riset dan Keilmuan, Kategori Ekonomi Kreatif, dan Kategori Mikat terbaik yang jatuh kepada Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Peternakan, dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Kemudian, terdapat penampilan memukau dari pemenang Pop Putra/Putri DAC 2020 yaitu Bernadinus Hendra dan Aldira Dinda dengan lagu “Celengan Rindu” dan “Heal the World”. Dilanjutkan kembali dengan penganugerahan gelar Fakultas Terbudaya diraih oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Diikuti oleh penampilan epic dari guest star kedua yaitu Trisuaka x Nabila dengan lagu “Los Dol” dan “Menua Bersamamu”.

Memasuki penganugerahan kategori terakhir, kali ini dilakukan oleh Ketua BEM Undip dan Wakil Ketua BEM Undip 2020 yaitu Razin Hilmy dan Rochmach Rizqiyanti untuk menganugerahkan gelar Fakultas Terbaik yang berhasil diraih kembali oleh Fakultas Teknik. Dengan selesainya penganugerahan ini menandakan bahwa rangkaian acara Harmoni Diponegoro 2020 ini telah berakhir.

Kedua pemandu acara Harmoni Diponegoro 2020 ini yaitu Putri dan Kukuh menutup rangkaian acara pada malam ini dan pamit undur diri. Acara ini akhirnya selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Acara Harmoni Diponegoro 2020 ini diramaikan oleh viewers dari internal maupun eksternal Undip yang aktif memberi komentar di kolom live chat Youtube.

Menjelang Pemira FEB, Calon Ketua dari Tiga Himpunan Telah Bersiap dengan Nomor Urut Masing-Masing

Reporter: Yunita

Source: unsplash.com/@element5digital

Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) sudah semakin ramai dibicarakan. Saat ini sudah terlihat para calon ketua himpunan yang mulai menyiapkan diri untuk maju sebagai pemimpin organisasi. Setelah memenuhi serangkaian persyaratan sebagai calon ketua himpunan (cakahim), muncullah beberapa nama dari tiap program studi di FEB Undip yang siap maju sebagai kandidat untuk menduduki kursi ketua himpunan.

Dari program studi Akuntansi, Sakaweda Senajati dan Yohanes Adji Prakosa muncul sebagai kandidat ketua Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA). Dari program studi Manajemen, dua nama kandidat ketua Management Students Association (MSA) adalah Muhammad Najmi Maulana dan Fakhri Ilham Mahendra. Selanjutnya, ada tiga kandidat ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI) yaitu M. Rizky Ramadhan, Alma Musa R., serta Yusuf Rausyan F. Sementara itu, untuk program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) belum terlihat siapa yang akan maju sebagai kandidat calon ketua himpunan.

Para cakahim ini telah mengambil nomor urut masing-masing. Berikut adalah daftar nama calon ketua himpunan sesuai dengan nomor urut masing-masing.

Calon ketua KMA :
1. Sakaweda Senajati
2. Yohanes Adji Prakosa

Calon ketua MSA :
1. Fakhri Ilham Mahendra
2. Muhammad Najmi Maulana

Calon ketua HMEI:
1. M. Rizky Ramadhan
2. Yusuf Rausyan F.
3. Alma Musa R

Para pemilih yang merupakan mahasiswa FEB Undip perlu mengetahui nomor urut tiap calon dengan jelas, agar tidak salah orang saat memilih nanti. Para pemilih juga perlu memerhatikan kampanye dari tiap calon ketua himpunan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, sehingga dapat mengetahui dengan pasti gagasan serta perubahan apa yang akan dibawa nantinya oleh setiap calon pemimpin.

Program Bela Negara dalam Kampus Merdeka

Oleh: Alam, Sheilla, Dea

source: unsplash.com/@mufidpwt

Mengacu pada situs resmi Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia, bela negara dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin keberlangsungan hidup bangsa dan negara seutuhnya. Bela negara bukan hanya kewajiban dasar warga negara tetapi juga kehormatan warga negara sebagai wujud pengabdian dan kerelaan berkorban kepada bangsa dan negara.

Program Bela Negara disebut-sebut dapat diikuti oleh mahasiswa perguruan tinggi. Rencananya, program ini akan diterapkan melalui program Merdeka Belajar milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jika diterapkan, program bela negara ini dapat diambil selama 1 semester dalam kampus merdeka dan nilainya dapat dimasukkan ke dalam SKS. Dilansir dari CNN Indonesia, Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemenham) berencana akan bekerja sama dengan Kemendikbud untuk menerapkan pendidikan militer kepada mahasiswa melalui Program Bela Negara. Trenggono menyampaikan tujuan dari adanya program ini yaitu agar milenial dapat menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Trenggono juga menjelaskan bahwasannya penerapan program bela negara berbeda dengan Pendidikan Militer. Bentuk implementasi program ini masih dalam tahap untuk didiskusikan dengan Kemendikbud. Akan tetapi, Trenggono telah menyampaikan bahwasanya kegiatan ini akan dibuat seolah mirip kegiatan militer, di mana terdapat latihan kedisiplinan, ketangkasan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, Trenggono menyampaikan bahwa program bela negara ini tidak wajib diikuti oleh mahasiswa, melainkan hanya bersifat sukarela.

Dilansir dari detiknews, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, juga menegaskan bahwa program ini bersifat sukarela. Tidak ada paksaan sama sekali. Nadiem menjelaskan bahwa Kemenhan dan Kemendikbud hanya membahas kesepakatan bagi mahasiswa untuk mendapat SKS jika hendak mengambil program pelatihan seperti bela negara ini.

Meski hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut mengenai program ini, namun program bela negara dapat menjadi suatu hal positif bagi generasi muda. Dengan adanya program bela negara, generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan dan menjaga rasa cinta terhadap tanah air. Selain itu, diharapkan sikap generasi muda selalu berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, jiwa nasionalisme yang ada pada generasi muda dapat tetap terjaga. (amd)

Referensi:
BEM Undip “Bela Negara dalam Kampus Merdeka”
CNN Indonesia. “Kemenham Usul Mahasiswa Ikut Pendidikan Militer di 1 Semester”
CNN Indonesia. “Bela Negara di Kampus, Kemenham Tampik Militerisasi Mahasiswa”
Wantannas. “Bela Negara: Pengertian, Unsur, Fungsi, Tujuandan Manfaat Bela Negara”
Detiknews. “Nadiem Makarim Kaget Ada Wacana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa”

Webinar Dialog Kebangsaan: Masa Depan Lingkungan Hidup dalam UU Cipta Kerja

Reporter: Susan dan Indah

Undip (29/11) – Isu lingkungan merupakan pembahasan yang selalu menarik untuk dibicarakan. Berbagai topik yang mengangkat permasalahan lingkungan seakan tidak habis untuk kembali dibahas. Kali ini, Bidang Sosial Politik (Sospol) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) mengadakan Webinar Dialog Kebangsaan dengan mengusung topik “Masa Depan Lingkungan Hidup dalam UU Ciptaker”. Acara dimulai pukul 09.00 WIB melalui platform Zoom. Terdapat tiga pembicara yang hadir dalam acara ini, yaitu Merah Johansyah, Nur Hidayati, dan Bella Nathania. Moderator acara ini ialah Fika Indah Febriyani yang merupakan Staff Sospol BEM Undip.

Acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Angga Permana selaku Ketua Pelaksana Webinar Dialog Kebangsaan, serta sambutan dari Hilmy Baihaqi selaku Ketua BEM Undip. Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh tiga pembicara disambung dengan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dan sesi penutup.

Awal materi dibuka oleh pembicara pertama yaitu Merah Johansyah yang merupakan Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Nasional. Beliau menyampaikan mengenai dampak dengan adanya penetapan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terhadap keadaan pertambangan di Indonesia. Materi selanjutnya disampaikan oleh Nur Hidayati selaku Direktur Eksekutif Walhi. Nur Hidayati menjelaskan mengenai perjalanan Omnimbus Law Cilaka dan Undang-undang Paket Oligarki. “Terdapat isu-isu krusial dalam UU Cipta Kerja, yaitu pelemahan partisipasi publik dalam AMDAL resentralisasi (pasal 24), menghapusan izin lingkungan (pasal 40), meminimalkan hak informasi (pasal 39), menghapus skema gugatan administrasi lingkungan (pasal 38), serta adanya desentralisasi dalam perizinan dan pengawasan,” ujar Nur Hidayati.

Kemudian, Nur Hidayati juga menambahkan mengenai potensi dampak yang ada terhadap lingkungan hidup dan sosial. Diketahui jika sepanjang tahun 2019, terdapat 115 orang korban kriminalisasi dan kekerasan yang diderita petani, nelayan, serta masyarakat yang mempertahankan ruang hidup. Lalu, pada tahun 2020 saat di tengah pandemi Covid-19, tidak menghentikan korporasi untuk melanggengkan konflik dengan komunitas. Dijelaskan pula jika UU Ciptaker ini juga mengancam komitmen iklim di Indonesia, terdapat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu yang mana sangat menimbulkan kerusakan yang cukup parah.

Acara dilanjutkan oleh pemateri ketiga yaitu Bella Nathania selaku Peneliti ICEL. Topik yang dibahas mengenai sampah dan limbah industri. Menurutnya impor sampah spesifik dilarang dalam UU Pengelolaan Sampah. “Pihak yang berhak dan berkewajiban melakukan pengelolaan sampah ialah masyarakat, pemerintah pusat atau daerah, dan pelaku usaha,” tambah Bella. Sedangkan kewajiban yang dimiliki oleh produsen menurut PP No. 81 tahun 2012, diantaranya melakukan reduce, reuse, dan recycle. Tercatat sudah ada 42 provinsi, kabupaten, dan kota yang telah membuat peraturan pembatasan plastik satu kali pakai. Pelaksanaan peraturan tersebut didasarkan pada norma pembatasan, pelarangan, refill center, dan close loop. “Terdapat cara pandang hubungan manusia dengan alam yaitu anthroposentris, biosentris, dan ecosentris,” tambah Bella.

Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pembicara dengan audiens. Saat pertanyaan telah terjawab semua oleh ketiga pemateri, diakhiri dengan penutupan.

Ngobrol Pintar (NGOPI): Tindakan Represif terhadap Demostran dari Sudut Pandang Hukum dan Polri

Reporter: Fitri dan Adit

FH Undip (27/11) – Melalui platform Zoom pada pukul 15.00 WIB telah dilaksanakan diskusi bersama yaitu Ngobrol Pintar atau lebih dikenal dengan istilah NGOPI. Diskusi ini merupakan series kedua, sebagaimana program kerja lanjutan dari divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Keadilan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip). Banyaknya isu-isu yang muncul belakangan ini terkait tindakan represif aparat keamanan, khususnya dalam penanganan aksi demostrasi nampaknya menjadikan daya tarik untuk ditinjau lebih dalam lagi melalui beberapa sudut pandang, salah satunya melalui diskusi. Pada kesempatan kali ini, Ngobrol Pintar yang diselenggarakan oleh LPM Gema Keadilan mengusung tema “Tindakan Represif terhadap Demostran, Pantaskah?”. Acara tersebut menghadirkan dua pembicara yaitu Asfinawati selaku Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan Viktor T. Sihombing selaku Kepala Biro Kerjasama Penyuluhan Hukum Divisi Hukum Kepolisian Republik Indonesia.

Forum dibuka oleh pembawa acara yakni Alfina D. dengan menyampaikan susunan acara tersebut, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta, sambutan Kaprodi Fakultas Hukum, serta sambutan pembina LPM Gema Keadilan. Selanjutnya dibacakan pula beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh peserta NGOPI, diantaranya meliputi ketentuan username, pakaian peserta selama acara berlangsung, wajib menyalakan kamera, larangan spam chat, dan mekanisme pengajuan pertanyaan. Acara kemudian diserahkan kepada Faldy T. Pamungkas selaku moderator untuk memimpin jalannya forum.

Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum

Pada awal pemaparan materi, Asfina mencoba mengulik kembali perihal masalah-masalah terkait kebebasan penyampaian pendapat di muka umum dari segi hukum perundang-undangan. Selanjutnya, ia menjelaskan pola hambatan-hambatan apa saja yang dapat terjadi, baik melalui pendidikan, serangan digital, penghalang-halangan aksi, kriminalitasasi, framing dan fitnah pendemo sebagai perusuh, dan lain-lain. Asfina juga menyampaikan adanya penurunan demokrasi berdasarkan data indeks demokrasi Indonesia. “Tidak bisa menandingi pencapaian tertinggi pada tahun 2015, artinya apa? Artinya perubahan situasi, seperti yang saya alami di lapangan, pada tahun 2015 indeks demokrasi 7,03, tahun 2016 menjadi 6,97, tahun 2017 indeks 6,39 dan turun terus ya sampai tahun 2019 naik sedikit menjadi 6,48,” jelasnya.

Pantaskah Tindakan Represif terhadap Demostran?

Jika dilihat dari istilah, kata represif merujuk pada makna menekan, mengekang, menahan, atau menindas. Lalu yang menjadi persoalan, apakah pantas tindakan represif terhadap demostran? “Sebelum kami menjawab apakah pantas apa tidak, yang jelas pasti jawabannya tidak pantas kalau represifnya dilakukan dengan tanpa alasan yang baik dan benar yang mengakibatkan konfik dimasyarakat pasti tidak pantas,” ungkap Viktor menanggapi pernyataan tersebut. Namun Viktor juga menekankan bahwa dalam menyampaikan pendapat di muka umum harus menghormati hak-hak orang lain, menaati aturan perundang-undangan, menciptakan suasana damai, menjaga persatuan, agar tidak terjadi konflik. Selain itu, ia mengungkapkan dalam pelaksanaan demostrasi, terkadang ada beberapa oknum yang dari awal sudah memiliki niat untuk melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi hukum yang mana dapat membahayakan keselamatan orang lain. Sebagai contoh membawa ban untuk dibakar, kayu, batu, bahkan ambulance digunakan untuk membawa orang maupun peralatan yang bertujuan melakukan perlawan terhadap petugas. Maka dari itu, para aparat tentu tidak akan membiarkan hal-hal itu terjadi, sehingga mereka juga perlu antisipasi maupun pengawasan perkembangan situasi pelaksanaan.

Masuk ke acara inti atau sesi diskusi, peserta terlihat sangat interaktif, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang masuk dan adanya tanggapan balik dari peserta maupun kedua pembicara. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya mengenai bagaimana tanggapan Viktor dan Asfina terhadap penangkapan para jurnalis saat melakukan demostrasi, pembubaran massa aksi, tindakan-tindakan yang dilakukan pihak aparat yang dianggap sedikit berlebihan, upaya-upaya untuk menindaklajuti aparat yang bertidak respresif, dan sebagainya. Di penghujung acara, moderator menyampaikan simpulan Ngopi pada kali ini.

Economic Awarding Night: Ajang Penghargaan dan Apresiasi

Reporter: Rijal dan Salma

FEB Undip (27/11) – Telah dilaksanakan Economic Awarding Night oleh Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip). Acara penghargaan ini dilaksanakan mulai pukul 16.30 WIB secara live melalui YouTube Channel dari IKAFE TV. Acara ini dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari mahasiswa berbakat FEB Undip seperti Muhammad Hibban, Brigitta Elisa, Aldi Brian, dan Economic Voice. Economic Awarding Night ini merupakan wadah untuk memberikan apresiasi kepada para ormawa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) khususnya di lingkungan FEB Undip. Selain itu, apresiasi yang sebesar-besarnya juga diberikan kepada dosen paling favorit dan mahasiswa yang berprestasi.

Acara dibuka oleh Arif dan Risma selaku MC yang sedikit banyaknya mendeskripsikan Economic Awarding Night sore itu, dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars Undip oleh panitia. Acara selanjutnya adalah sambutan dari Dekan FEB Undip yakni Suharnomo, kemudian disambung oleh sambutan dari wakil ketua IKAFE, Dwi Setiawan Susanto. Acara selanjutnya masih dengan sambutan oleh ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip, Even Benanda dan Rifqi Syauqi Ibrahim, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari ketua acara Economic Awarding Night yaitu Harmoni Widya.

Memasuki acara inti, acara dilanjutkan dengan pembacaan nominasi yang dipandu oleh Akbar. Nominasi pertama adalah nominasi mahasiswa berprestasi seni, olahraga, dan wirausaha terbaik yang dimenangkan oleh Pradavasthi Balqisya, Elga Pinka Arwangga, dan Agnes Chariska Waluyo. Selanjutnya pembacaan nominasi dosen favorit yang dimenangkan oleh Mutiara Tresna dan Akhmad Syakir. Lalu untuk pemenang dari nominasi seniora dan rohani sosial media favorit adalah Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan pemenang nominasi seniora dan rohani humas responsif adalah Economic Voice (EV). Perwakilan dari EV, Ojan, mengaku kaget dengan kemenangan yang telah diraih dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memilih EV memenangi nominasi seniora dan rohani humas responsif.

Dalam acara Economic Awarding Night yang dilakukan secara virtual ini juga disisipkan pula video ucapan dari Tirta Segara selaku Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen dari OJK. Selain itu juga ada video ucapan dari Koeshartono selaku Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina.

Acara pun dilanjutkan setelah melakukan jeda istirahat selama kurang lebih 30 menit, dimulai dengan sambutan oeh Komisaris Independen Bank Mandiri dan Staff Khusus Wapres, Muhammad Natsir. Selanjutnya ada pembacaan empat nominasi dimulai dari nominasi sosial media terfavorit yang dimenangkan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Nominasi kedua adalah partnership terkeren yang dimenangkan oleh Kelompok Mahasiswa Wirausaha (KMW). Adapun nominasi PR atau Humas Responsif jatuh kepada Economic Finance Study Club (Ecofinsc). Nominasi terakhir adalah kajian asik yang dimenangkan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI).

Setelah pembacaan nominasi diselingi dengan lagu Bahasa Kalbu yang dibawakan oleh Economic Voice (EV), dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Pramusti Indascaryo. Bagi para viewers juga bisa menjawab setiap pertanyaan kuis yang diberikan oleh host dan dapat dijawab melalui kolom komentar. Hadiah kuis ini mencapai jutaan rupiah. Setelah pembacaan kuis dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Operasi Peruri, Syaiful Bahri.

Pemberian penghargaan masih terus berlangsung dengan nominasi pertama yakni sosial media terbaik yang dimenangkan oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) dimana sambutannya diwakilkan oleh Aldo dan Ferrel selaku Ketua dan Wakil Ketua KMA. Nominasi selanjutnya ada Kesma Responsif yang jatuh kepada Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMD IESP). Nominasi ketiga adalah partnership keren yang jatuh kepada Management Student Association (MSA). Nominasi selanjutnya adalah kajian asik yang jatuh kepada Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMD IESP) yang diwakilkan oleh Pricella selaku Wakil Ketua HMD IESP. Nominasi terkahir ada Program Studi Of The Year (liga prestasi) yang jatuh kepada Ekonomi Islam.

Acara ditutup dengan tanggapan dari beberapa perwakilan mahasiswa mengenai acara Economic Awarding Night serta dibacakan pengumuman pemenang kuis. Acara berlangsung cukup seru yang melibatkan seluruh mahasiswa, ormawa, UKM dan civitas akademika FEB UNDIP.

Komunitas Lomba #2: Think Different, Lead Innovation

Reporter: Rio Dwi

FEB Undip (26/11) – Telah berlangsung Komunitas Lomba #2 yang diselenggarakan secara online melalui platform Microsoft Teams oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bidang Riset dan Keilmuan (Riskel) pada 26 November 2020 yang dimulai pukul 15.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh tiga pembicara utama dengan tiga pilar bahasan, yaitu Endi Deswanto dengan pilar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Maal Naylah dengan pilar bahasan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), serta Amos Fischel dengan pilar bahasan Debat. Acara ini merupakan sharing session untuk menjadikan mahasiswa FEB lebih produktif dan berprestasi untuk mengharumkan nama fakultas dan universitas.

Acara diawali dengan pembukaan oleh ketua panitia acara Komunitas Lomba #2, Daffa Dhiyaulhaqq Mufid, lalu dilanjutkan oleh Even Benanda, selaku Ketua BEM FEB Undip 2020. Keberlangsungan acara dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan pilar yang dipilih oleh peserta dan dilakukan dalam waktu bersamaan di masing-masing channel. Salah satu pilar bahasan yang kami sorot adalah pilar LKTI. Pilar LKTI sendiri dimoderatori oleh Yohanes Ady Prabowo. Diskusi dibuka dengan pemaparan Endi mengenai empat tipe mahasiswa, yaitu organisatoris, sosialis, akademis, dan prestatif.

Dalam diskusi ini juga turut dibahas mengenai benefit mahasiswa jika menulis karya ilmiah dan mengikuti lomba. Menurutnya, dengan sering menulis karya tulis ilmiah, mahasiswa akan semakin terasah dalam berpikir dan memudahkan saat skripsi di semester akhir. Sementara itu, dengan mengikuti banyak lomba dapat menambah isi curriculum vitae, penghasilan tambahan, dan mengasah kemampuan mahasiswa, baik dalam public speaking, problem solving, maupun skill lain.

Endi menjelaskan langkah pertama untuk menulis karya ilmiah adalah menemukan ide kreatif. Ide-ide ini dapat didapat dengan beberapa teknik yaitu brainstorming, grup fokus, riset pustaka dan internet. Selain itu ada pertimbangan dalam menetapkan ide yaitu apakah ide tersebut menarik, spesifik, bermanfaat, dan memberikan inovasi. Pada kesempatan ini juga, Endi memberikan sedikit tips untuk lolos dalam lomba karya ilmiah yaitu menetapkan tujuan dalam menulis karya ilmiah, banyak membaca esai dan karya ilmiah, menentukan deadline, membuat kerangka tulisan, menulis karya ilmiah tersebut dengan sungguh-sungguh, dan terakhir adalah berdoa.

Acara berlangsung dengan luar biasa karena di akhir diskusi ada tantangan dari Endi untuk peserta berupa ajakan melakukan brainstorming dan adanya interaksi aktif antara pembicara dan peserta acara. Acara ditutup pada pukul 17.00 WIB.

EYE Talk: Merintis Bisnis Sejak Mahasiswa

Reporter: Aji dan Annisa Pratiwi

FEB Undip (21/11) – Telah berlangsung EYE Talk yang diselenggarakan secara online melalui platform Google Meet oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bidang Ekonomi dan Bisnis (Ekobis) pada tanggal 21 November 2020 yang dimulai pukul 13.00 WIB. EYE Talk sendiri merupakan salah satu rangkaian acara dari Economic Young Entrepreneur (EYE). EYE Talk kali ini mengambil tema “Merintis Bisnis Sejak Mahasiswa”.

Acara ini dihadiri oleh dua pembicara utama yaitu Wirausahawan Terbaik FEB 2020, Agnes Charisika Waluya, selaku pemilik Morifa Handsanitizer, dan Rafi Athallah, selaku CEO dan Founder HABL. Acara ini merupakan sharing session untuk merintis bisnis sejak mahasiswa antar wirausahawan muda FEB lainnya, dengan total delapan wirausahawan. Wirausahawan muda FEB lainnya antara lain ada Miftah Hanny Safira pemilik Vendorku, Yusuf Rausyan Fikri pemilik Tuman Bandeng, Farrel Oktariansyah pemilik Jubepartmaxi, Ahsan Pradipta pemilik Koffielur, Nizami Arifin pemilik Ube Group, dan Sulthan Rafi pemilik Laberhead.

Acara ini diawali dengan pembukaan oleh Wakil Ketua BEM FEB Undip 2020, Rifqi Syauqi, lalu dilanjutkan oleh Yasmin Arifah, selaku ketua Divisi Wirausaha Muda Ekobis BEM FEB Undip 2020, dan Muhammad Ginga N. sebagai ketua panitia EYE 2020. Keberlangsungan acara dimoderatori langsung oleh ketua panitia EYE 2020, yaitu Muhammad Ginga. Diskusi dibuka dengan pertanyaan terkait mempertahankan bisnis di era pandemi saat ini. Pembicara pertama oleh pembicara Agnes Charisika Waluya, yang telah memulai usaha sejak tahun 2019. Agnes menekankan agar bisnis tidak gagal, harus memiliki kerjasama dan komunikasi tim yang baik. Selanjutnya oleh Rafi Athallah, yang telah memulai bisnis sejak SMA, merintis bisnis yang bergerak di bidang entertainment dan media.

Dalam pemaparan diskusi terdapat beberapa hal yang penting untuk dijalankan seperti mengedepankan aspek sosial atau bisnis pada bidang sosial guna memberdayakan elemen yang ada di dalamnya, perhatian serta mempertahankan standar servis kepada pelanggan, pentingnya suatu marketing serta membuat diskusi untuk mengembangkan soft skill yang didapat dari relasi dan lain sebagainya.

Dalam diskusi ini juga turut dibahas mengenai pentingnya pola pikir atau mindset yang disampaikan oleh Rafi. Menurutnya, seorang entrepreneur tidak harus begitu mengejar profit dari bisnisnya, namun juga sociopreneur yakni dengan maksud lain seperti memberikan dampak kepada lingkungan sekitar, selanjutnya diimbangi pula dengan ilmu akademik, karena ilmu yang didapat dari kelas dapat dipakai guna skala prioritas.

Acara ini berlangsung dengan berbagai topik diskusi, antara lain “Bisnis itu harus gagal dulu”, “Dalam bisnis itu, pelanggan adalah raja”, dan “Dalam bisnis, alokasi budget itu paling banyak di marketing”. Topik-topik ini didiskusikan baik oleh kedua pembicara utama, maupun narasumber wirausahawan lainnya. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab antar peserta acara dengan narasumber.

Webinar Green Campus: Undip Green Campus? Sekadar Julukan Nama atau Benar Sudah Diterapkan?

Reporter: Khaira dan Diah

Undip (21/11) – Telah dilaksanakan Webinar Green Campus yang diselenggarakan secara online melalui platform Microsoft Teams oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip). Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro, Ambariyanto, selaku pembicara dan dimoderatori oleh Ahli Sosmas BEM Undip, Ariiq Daffa. Acara ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Undip sebagai green campus, mengingat sebelumnya, pada tahun 2018, Undip menduduki peringkat ketiga kampus terhijau se-Indonesia versi UI Green Metric dengan total skor 7025. Adanya Webinar Green Campus dapat memfasilitasi mahasiswa untuk lebih peka dengan keadaan lingkungan kampus.

Webinar ini dimulai dengan pemberian sambutan dari ketua pelaksana, Puspita Nurfitria, diikuti dengan sambutan dari Koor. Bidang Pergerakan dan Relasi Publik BEM Undip serta sambutan dari Ketua BEM Undip. Sambutan demi sambutan terlaksana, dilanjut ke acara inti yang dipaparkan oleh Ambariyanto.

Dalam pemaparannya, Ambariyanto menjelaskan tentang definisi sustainable campus sebagai introduction karena tidak seperti definisi green campus yang lebih membahas mengenai lingkungan, sustainable campus membahas secara holistik. Definisi sustainable campus sendiri lebih menekankan kepada sustainability, yaitu bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada agar dapat sustain.

Sustainable campus dalam pelaksanaannya dipengaruhi oleh internal approach, external approach, dan academic approach. Internal approach terdiri dari campus and campus’s family atau dengan kata lain civitas akademika kampus. External approach terdiri atas komunitas di sekitar kampus seperti alumni dan masyarakat sekitar. Sedangkan academic approach dapat dideskripsikan melalui kompetisi dan nilai-nilai yang dianut dalam kampus.

Sebagai respon terhadap Sustainable Development Goals, Undip mendirikan Sustainable Development Goals Center yang bertugas dalam mengoordinir program dan kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan dan pengembangan SDG di Undip.

Secara umum, terdapat lima hal yang dibahas ketika membicarakan mengenai green campus, yaitu pemanfaatan energi, pemanfaatan air, transportasi, pengelolaan sampah, dan upaya dalam menjaga biodiversitas di kampus. Sedangkan untuk green metrics, terdapat enam hal yang dilihat, yaitu infrastruktur, pemanfaatan air, pengelolaan sampah, transportasi, perubahan iklim, dan pendidikan.

Dalam upaya pengelolaan sampah, Undip mulai menyediakan waste bin facilities. Selain itu, Undip juga berupaya dalam melakukan pengurangan sampah dengan melakukan penyebaran undangan melalui sosial media alih-alih dalam bentuk hardcopy dan mendorong untuk menggunakan double side dalam pencetakan tesis. Ambariyanto selanjutnya menjelaskan tentang pemanfaatan air yang ada di lingkungan Undip. Dalam pemanfaatan air ini sudah didukung dengan adanya waduk Undip dan beberapa fakultas yang memiliki embung seperti pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Biopori juga merupakan salah satu pemanfaatan air yang dilakukan oleh Undip, “Diusahakan para dekan setiap fakultas untuk mengembangkan biopori,” ujar Ambariyanto.

Materi selanjutnya pembahasan tentang infrastructure dan energy and climate change. Dalam pelaksanaan infrastruktur yang tersedia di Undip yaitu adanya green building dan smart building, penerapannya masih terbatas di beberapa fakultas saja seperti Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi dan Sekolah Vokasi.

Pemaparan materi demi materi telah selesai, selanjutnya dilanjut dengan sesi tanya jawab yang mana peserta sangat antusias dalam memberi pertanyaan. Setelah tanya jawab selesai, acara ditutup sekitar pukul 17.00 WIB dengan peserta yang tercatat pada platform Ms. Teams 60 peserta.

Accofest 2020: Harmony in Art

Oleh: Erva dan Seli

FEB (15/11) – Diselenggarakan secara daring via Zoom, telah berlangsung acara Accounting Festival (Accofest) 2020 oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) Universitas Diponegoro. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun KMA yang jatuh pada tanggal 10 Oktober. Di perayaan ulang tahunnya yang ke-37 tahun ini, KMA mengusung tema “Harmony in Art” yang bermakna konsep seni terdiri dari berbagai macam aliran dan ragam dan jika digabungkan akan menciptakan sesuatu yang luar biasa sama seperti AKUNDIP yang terdiri dari berbagai latar belakang dan karakter masing-masing individu. Untuk memeriahkan acara, Accofest memiliki jargon “Create Amazing, Become Family Longlasting”.

Accofest merupakan event tahunan yang telah berlangsung sejak lima tahun lalu. Acara ini ditujukan untuk Akundip, yaitu sebutan untuk mahasiswa program studi Akuntansi, tepatnya untuk empat angkatan aktif terakhir. Sebelum main event berlangsung, telah diadakan pre-event berupa artwork competition yang dilakukan secara daring pula.

Acara ini meskipun dilakukan secara daring tidak mengurangi tingkat kemeriahannya. Open gate Accofest pada pukul 15.30 WIB dan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Accofest dibuka dengan sambutan dari ketua Accofest 2020, dilanjutkan sambutan dari ketua KMA, dan sambutan terakhir dari perwakilan Departemen Akuntansi.

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan  dari Brenda Reanita yang merupakan pemenang  Lalala Competition. Kemeriahan dan antusiasime para peserta meningkat saat sesi CCA yaitu Cerdas Cermat Akuntansi. Berbagai angkatan berebut untuk menjawab kuis yang diajukan. Selain itu adapula penampilan setiap angkatan, penyambutan mahasiswa baru (maba) angkatan 2020, pengumuman awardee, dan yang terakhir yaitu penampilan dari guest star.

Beberapa hal yang berbeda dalam Accofest 2020 diantaranya adalah mahakarya, video klip Jingle Accofest, dan CCA. Mahakarya adalah sesuatu yang berasal dari Akundip dan dipersembahkan untuk Akundip juga. Kemudian, video klip Jingle Accofest dibuat untuk mengembangkan Jingle Accofest yang sebelumnya hanya berupa lagu saja. Untuk CCA, tujuannya adalah agar semua angkatan dapat berinteraksi di Accofest meskipun hanya daring dan juga mengingatkan tentang budaya dari Departemen Akuntansi yang menjujung kekeluargaannya. “Nah, untuk mahakarya dan video clip itu kita juga tujuannya biar temen temen angkatan dan juga alumni bisa mengenang masa-masa di mana mereka bisa offline gitu. Jadi, ngobrol bareng, nongkrong bareng, kegiatan offline-nya yang jelas,” ucap Adji Prakosa selaku ketua Accofest 2020. Selain itu, ada pula penyambutan maba 2020 yang berisikan sebuah video singkat yang memuat ucapan selamat datang dan terima kasih dari angkatan 2019, 2018, 2017. Video ini juga sebagai penanda bergabungnya angkatan 2020 menjadi keluarga Akundip.

Accofest 2020 diadakan secara daring karena dampak dari pandemi Covid-19. Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk tidak diselenggarakannya acara tahunan ini. Selain itu, meskipun dilakukan secara daring, tetapi tidak mengurangi kemeriahan dari acara. Seluruh angkatan sangat antusias dalam mengikuti acara ini walau secara daring. “Semoga Accofest 2020 yang baru saja berjalan bisa mengobati rasa rindu teman-teman semua angkatan terhadap kuliah online dan semoga KMA makin mengangkasa dan selalu satu keluarga,” kata Adji.