Atas Nasib dan Harapan, Konsesi Restorasi Ekosistem

Penulis: Luvita Dyaningsih

Pada 3 Februari 2022, laman Kompas.com menerbitkan sebuah berita terkait perusakan 8 hektare hutan mangrove di Nunukan, Kalimantan Utara akibat oknum pengusaha. Oknum-oknum itu secara sepihak membabat hutan mangrove untuk dijadikan kebun kelapa pandan. Bukankah sama-sama tumbuhan? Ya, tapi apakah kebermanfaatan kelapa pandan bagi alam dan manusia akan sehebat mangrove? Belum tentu. Kegiatan tercela itu memicu pertanyaan. Adakah bisnis yang berjalan seiringan dengan kegiatan memperbaiki dan melindungi alam? Mungkin konsesi restorasi ekosistem menjadi salah satu jawaban.

Mendalami Konsesi Restorasi Ekosistem

Berdasarkan artikel dengan judul “Apa yang dimaksud dengan Konsensi Restorasi Ekosistem?” dari laman World Rainforest Movement (WRM), konsesi restorasi ekosistem (KRE) merupakan sebuah konsep yang diusung oleh beberapa grup konservasi besar, seperti British Royal Society for the Protection of Birds (RSPB), dan kementerian kehutanan di tahun 2004. Tujuan KRE adalah memulihkan deforestasi hutan-hutan produksi demi mengembalikan “keseimbangan biologis” hutan-hutan tersebut.

Konsep KRE menegaskan bahwa para pelaku restorasi, dalam hal ini perusahaan restorasi, harus mengembalikan keadaan hutan di wilayah restorasinya. Perusahaan restorasi diperbolehkan melakukan kegiatan yang mendatangkan pendapatan, seperti penjualan hasil hutan non-kayu dan terlibat dalam kegiatan perdagangan karbon. Ketika “keseimbangan biologis” hutan restorasi telah berada di tingkat aman, perusahaan diizinkan melakukan pembalakan kayu dalam batasan tertentu.

Para Perusahaan Restorasi

PT Restorasi Ekosistem Indonesia, disingkat PT REKI, adalah perusahaan pertama yang mendapat izin restorasi pada 2007. Proyek restorasi mereka bernama Proyek Hutan Hujan Harapan. Wilayah restorasi PT REKI berada di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dengan luas 98.555 hektare. Dikutip dari laman hutanharapan.id, tujuan aktivitas restorasi ekosistem PT RAKI antara lain ialah memulihkan dan meningkatkan keanekaragaman tumbuhan ekosistem hutan alam, memulihkan dan meningkatkan produktivitas hutan alam, meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan, dan lain sebagainya.

PT Rimba Makmur Utama atau PT RMU diberikan izin usaha pemanfaatan hutan kayu restorasi ekosistem oleh kementerian kehutanan pada Oktober 2013. PT RMU merestorasi kawasan hutan seluas 108.225 hektare di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Proyek restorasinya diberi nama Proyek Katingan Mentaya. Dalam proyek tersebut, PT RMU berupaya mengurangi pelepasan karbon dengan melakukan kolaborasi bersama masyarakat lokal serta stakeholder perusahaan ini dalam pengelolahan wilayah restorasi mereka.

Restorasi Ekosistem Riau (RER) adalah program kolaboratif kelompok swasta dan publik yang dibentuk pada 2013 oleh Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Group, salah satu penghasil pulp dan kertas terbesar di dunia. RER melingkupi kawasan restorasi hutan gambut seluas 150.693 hektare di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang. Dalam usahanya, RER menerapkan model 4 tahap, yaitu proteksi, restorasi, konservasi, dan manajemen hutan gambut yang menjadi wilayah restorasi mereka.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 16 perusahaan diberi izin restorasi di Indonesia, termasuk perusahaan yang dipaparkan dalam paragraf-paragraf sebelumnya. Walaupun demikian, usaha tersebut nampaknya belum cukup mengembalikan “keseimbangan biologis” hutan-hutan Indonesia. Artikel berjudul “Ironi Kebijakan Usaha Restorasi” yang dilansir oleh laman Forest Digest menyatakan bahwa kawasan yang dikelola oleh 16 perusahaan restorasi hanya mencapai 600 ribu hektare. Luas tersebut masih terlampau kecil apabila dibandingkan dengan luas hutan rusak di Indonesia yang harus dipulihkan, yaitu 34 juta hektare. Beberapa rintangan menjadi penyebab sulitnya perluasan kawasan restorasi.

Halang Rintang Penerapan KRE

Pemberian izin selektif oleh kementerian lingkungan agaknya menjadikan konsensi restorasi ekosistem sedikit sulit. Terdapat kriteria-kriteria yang wajib dimiliki oleh proyek restorasi, salah satunya terkait modus pebisnis ketika mengajukan proyek KRE. Pengujian tersebut memang baik dilakukan karena untuk mengantisipasi adanya penjualan kembali lahan yang telah diberi izin restorasi. Namun demikian, penerapan persyaratan sepertinya terlampau ketat, sehingga hanya 16 perusahaan saja yang baru diberikan izin.

Selain pemberian izin yang selektif, kegiatan KRE cukup memakan banyak biaya. Permasalahan itu dikarenakan areal restorasi yang diizinkan pemerintah mudah sekali mengalami kebakaran dan perambahan walaupun merupakan hutan rusak bekas hak pengelolaan hutan (HPH). Belum lagi jika ada konflik sosial dengan masyarakat lokal. Karena hal-hal tersebut, tidak banyak pihak swasta yang cukup berani menekuni kegiatan KRE ini.

Harapan Demi Keberlanjutan Alam

Meskipun dalam penerapan KRE terdapat banyak rintangan, harapan yang timbul tetap menjadi api semangat bagi keberlanjutan alam. Dengan KRE, perbaikan terhadap Bumi dan alamnya diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kehidupan. KRE juga menjadi salah satu metode yang menunjukkan bahwa perbaikan lingkungan dapat dijalankan berbarengan dengan peningkatan ekonomi walaupun pada pelaksanaan belum sesempurna yang dinyatakan teori.

Masyarakat, baik itu masyarakat lokal maupun masyarakat luas, perlu dilibatkan dalam penerapan KRE. Jangan sampai tujuan mulia KRE dan masyarakat dalam memperbaiki alam harus diintervensi oleh konflik-konflik sosial yang terjadi. Kerja sama dengan masyarakat ini tidak bisa disepelekan karena pada akhirnya, masyarakat lah yang akan lebih dekat dengan alam. Egoisme perusahaan restorasi dan masyarakat hendaknya diolah dan diarahkan sedemikian rupa win-win solution bagi kedua belah pihak bisa tercapai.

Usaha memperbaiki dan menjaga kelestarian alam bukanlah hal yang mudah, apalagi dikaitkan dengan ekonomi dan bisnis. Perlu ada banyak pihak serta golongan yang terlibat dengan dasar orientasi pemikiran serupa. Pihak-pihak dan golongan-golongan tersebut harus mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan individual maupun kelompok. Dengan diutamakannya kepentingan bersama, yaitu menjadikan Bumi yang lestari, harapan Bumi sebagai tempat yang lebih baik tentu tidak hanya sekadar angan-angan belaka.

“If you really think that the environment is less important than the economy, try holding your breath while you count your money,” (Jika kamu berpikir bahwa lingkungan kurang penting daripada ekonomi, cobalah menahan napas ketika menghitung uangmu) – Dr. Guy McPherson, Profesor Emeritus Sumber Daya Alam dan Ekologi serta Biologi Evolusioner Universitas Arizona

Sumber:
Dzulviqor, Ahmad. 2022. “Sekitar 8 Hektar mangrove di Nunukan Diduga Dibabat Oknum Pengusaha, Terjadi sejak 2019”.
Overbeek, Winnie. 2020. “(Bahasa Indonesia) Indonesia: Apa yang dimaksud dengan Konsesi Restorasi Ekosistem?”.
Hutan Harapan, “https://hutanharapan.id/”.
Kantingan Mentaya Project, “https://id.katinganproject.com/”.
Restorasi Ekosistem Riau, “https://www.rekoforest.org/id/”
Waldi, Robi Deslia. 2020. “Ironi Kebijakan Usaha Restorasi”.
Forest Digest. 2021. “Nasib Restorasi Ekosistem Setelah PP 23 UU Cipta Kerja”.

Asa dalam Cita

Karya: Tarisa Rahmawati

Kuliah, suatu kata yang cerah
Cerah bagi seluruh ranah hingga dasar lembah
Bagi mereka yang berkerah hingga mereka yang menggaru tanah
Kuliah, asa dalam cita nun absah


Andai saudara tahu berapa asa atas cita Anda
Andai dikau paham bagaimana asa dalam cita Anda
Sungguh tidak akan sanggup engkau bergelar mahasiswa


Andai cakrawala mampu menyuguhkan kesedihannya atas ketidakmampuannya
Andai tambang harta karun mampu menyuarakan ketidakberhargaannya
Andai laut biru mampu menjelaskan luas dan dalamnya ketidakberdayaannya
Sungguh tidak sanggup engkau hanya mengejar gelar sarjana


Dalam satu cita Anda wahai saudara
Ada seribu asa bersama sejuta doa
Harap-harap jadi pelita dalam gulita
Harap-harap jadi penawar duka lara
Harap-harap jadi jiwa raga nusantara
Harap asa dalam cita bagi bangsa, milik bersama


Bersama ECOTRAIN, Ayo Pahami Data!

Reporter: Luvita Dyaningsih

(Minggu, 6/3/22) Peningkatan kebutuhan dalam mengolah, menginterpretasi, serta memahami data menjadi salah satu dorongan diselenggarakannya pelatihan aplikasi statistik rutin oleh Diponegoro Economics Student Community (DESC), bernama ECOTRAIN. Pelatihan ini dilaksanakan pada Minggu, 3 Maret 2022 melalui platform Zoom meeting. ECOTRAIN 2022 memiliki tujuan meningkatkan kemampuan analisis statistikal melalui aplikasi SPSS. Harapannya, ilmu yang didapat berguna dalam penerapan kebutuhan sehari-hari, khususnya pada dunia akademik dan riset. ECOTRAIN mengundang Hastarini Dwi Atmanti (Dosen FEB Undip) sebagai pembicara.


Upaya Menafsirkan Data


Perkembangan teknologi menghasilkan lebih banyak data yang dapat digunakan dalam memahami lingkungan masyarakat, khususnya bagi akademisi dan peneliti. Dengan data, seorang akademisi atau peneliti dapat membuat teori terhadap suatu perkara, bahkan dapat memprediksi. Namun, hal-hal itu tidak akan tercapai apabila akademisi maupun peneliti tidak mengetahui bagaimana cara menafsirkan data yang begitu banyak menjadi sebuah informasi singkat, padat, serta jelas, apabila tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan aplikasi-aplikasi statistik, salah satunya SPSS. Regresi adalah materi utama dalam ECOTRAIN 2022. Penerapan regresi sangat berguna dalam penyusunan karya tulis ilmiah maupun skripsi. Regresi yang dijelaskan oleh Hasta pada ECOTRAIN ini lebih berfokus pada regresi linier.


Learning by Doing

Ketika menjelaskan materi, Hastarini menerapkan konsep belajar interaktif yang juga memfokuskan pada praktik. Peserta diminta membuka aplikasi SPSS Statistic kemudian mencoba menganalisis data-data yang telah disiapkan sambil mendengar penjelasan beliau. Walaupun kerap kali berganti layar, ilmu yang beliau coba sampaikan pada para peserta dapat diterima dengan baik. Buktinya, selama acara berlangsung, peserta cukup mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kejutan dari pembicara.


Data itu Penting

Selama pemaparan, Hastarini kerap kali menekankan bahwa kepastian terkait
data perlu digarisbawahi. Jangan sampai ada data yang kosong maupun keliru. Kekosongan serta kekeliruan data dapat mengarahkan penelitian pada hasil akhir
yang tidak tepat. Selain itu, akademisi maupun peneliti tidak boleh seenaknya
memilih pendekatan. Hal tersebut mungkin saja menjadikan penelitian tidak mencerminkan keadaan sebenarnya di lapangan. Oleh karena itu, sesuainya penggunaan pendekatan ketika mengolah data juga tak kalah penting. Data adalah hal yang vital. Apalagi ketika bahasannya untuk memprediksi masa depan. Tanpa data, seorang manusia tidak akan mengetahui keadaan sekitarnya. Tanpa data pula, tidak akan ada novelty dalam kehidupan. Data perlu
diolah sebaik mungkin agar dapat diinterpretasi dan dipahami, baik oleh
penggunanya maupun bagi masyarakat luas.

“It is a capital mistake to theorize before one has data. Insensibly one begins to twist facts to suit theories, instead of theories to suit facts.” (Merupakan kesalahan besar ketika berteori sebelum memiliki data. Tanpa disadari, seseorang mungkin akan memutarbalikkan fakta agar sesuai dengan teori, bukannya teori yang menyesuaikan fakta). – Sir Arthur Conan Doyle,
Sherlock Holmes.

Perawat Juga Butuh Istirahat

Oleh: Tsania Kristya

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Semua orang masih diwajibkan untuk menjaga jarak dan memakai masker setiap kali ke luar rumah. Menurut data terbaru, di Indonesia sudah mencapai 1,39 juta kasus dengan 1,2 juta sembuh dan 37.547 meninggal. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia sudah mencapai 1 juta kasus yang mana semakin bertambah karena mungkin adanya warga yang masih belum mematuhi protokol kesehatan. Semakin ke sini, orang-orang seolah tidak peduli lagi dengan kondisi pandemi. Masyarakat semakin merasa bebas untuk berkumpul di luar rumah tanpa menjaga jarak dan memakai masker.

Dengan banyaknya pasien Covid-19 itu, maka akan semakin banyak tenaga medis yang harus ditugaskan untuk turun tangan dan terlibat langsung di lapangan. Dengan banyaknya tantangan mengenai kasus Covid-19 ini, semakin banyak perawat yang harus bertugas, walaupun tidak sedikit dari mereka yang mungkin merasa takut karena garda terdepan akan mempunyai resiko yang tinggi. Banyaknya korban jiwa dari perawat menimbulkan kekhawatiran bagi para tenaga medis di garda terdepan dalam menjalankan profesinya. Tentu dibalik rasa khawatir itu, masih banyak yang bersemangat dan ingin berjuang membantu pasien untuk bisa sembuh supaya menekan angka kasus Covid-19 serendah mungkin.

Dengan demikian, peran perawat di masa pandemi ini sangat penting karena hanya perawat yang bisa mengetahui bagaimana merawat dan melayani pasien dengan baik. Perawat merupakan salah satu bagian terpenting juga dari tim kesehatan. Menjadi perawat pada masa pandemi ini bukan hal yang mudah, mereka rela meluangkan waktunya yang seharusnya di hari pekan bisa berkumpul bersama keluarga namun harus disibukkan dengan pasien-pasien Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat. Rumah sakit pun sampai kehilangan tempat untuk menampung para pasien. Tempat, waktu, tenaga, dan semuanya dikerahkan untuk menampung sekaligus merawat para pasien. Menjadi perawat di masa pandemi ini adalah pilihan yang mulia karena mereka akan mempunyai tanggungan juga untuk merawat orang lain. Tentu para perawat harus melakukan pekerjaan tersebut dengan hati yang ikhlas dan memperhatikan juga kesehatan mereka supaya tetap bisa mengemban amanah degan baik. Mungkin bisa kita lihat di berita-berita televisi, banyak perawat yang sayang sekali malah terkena Covid-19 karena tertular dari pasien lain. Hal yang menyebabkan itu terjadi, yaitu karena mereka mungkin terlalu banyak pasien yang harus dirawat, sibuk, dan tidak punya waktu istirahat yang cukup sehingga imun tubuh mereka menurun. Karena kelelahan pasti imun tubuh menurun yang menyebabkan virus corona itu masuk ke tubuh perawat. Ada yang sampai meninggal tapi ada juga yang masih terbaring sakit menunggu pemulihan sekaligus melakukan karantina diri.

Sebenarnya pandemi bukanlah sesuatu yang secara sepihak bisa dimanfaatkan oleh para perawat untuk meraup keuntungan atau gaji yang lebih dari biasanya. Yang diinginkan yaitu banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh dan mungkin tidak ada yang terkena virus. Namun, kenyataannya banyak yang terkena, semakin hari semakin banyak dari masyarakat yang berbondong-bondong menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Sangat menyedihkan apabila kita lihat dari jumlah kasus di Indonesia sekarang ini. Banyak faktor yang memengaruhi semakin meningkatnya kasus. Faktor-faktor tersebut bisa disebabkan karena perilaku masyarakat sendiri. Lihat saja, masih banyak masyakarat yang menyepelekan hal ini karena dianggap virus ini hanya bisa membahayakan orang yang lanjut usia. Padahal semua orang pun bisa kena dan terkhusus orang-orang muda lah yang kemungkinan lebih berbahaya karena apabila mereka merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan mereka pun semakin tidak memedulikan kesehatan orang lain dengan menjaga diri, maka virus itu bisa dengan mudah tanpa diketahui menyebar luas. Semakin menyebar, semakin banyak juga orang yang membawa virus itu.

Jangan menyepelekan pekerjaan perawat di masa pandemi seperti ini. Dengan banyaknya kasus yang semakin hari semakin meningkat, peran perawat di sini benar-benar sangat dibutuhkan. Pekerjaan ini bukan pekerjaan yang sepele karena mungkin dari arti katanya yaitu seseorang yang bekerja untuk merawat pasien. Namun, pekerjaan ini bukan pekerjaan yang mudah karena pasti ada risiko yang besar dan masyarakat seharusnya tahu bahwa ini bukan pekerjaan yang sepele. Tidak semua orang mau melakukan pekerjaan semacam ini, bahkan mungkin para perawat tidak semuanya ingin dan senang dengan tugas seperti ini. Bukan karena perawat ingin menyerah di masa pandemi ini, tapi alangkah baiknya mengurangi beban para perawat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Dengan demikian, coba lah masyarakat mulai mengikuti peraturan dari pemerintah untuk selalu memakai masker, menajaga jarak dengan orang lain ketika di luar rumah, mencuci tangan dengan baik setelah bertemu atau memegang benda di luar lingkungan. Setiap orang punya tanggung jawab masing-masing untuk selalu menjaga kesehatan. Virus yang terbawa oleh satu orang, bila dia tidak menjaga dan berusaha melindungi diri demi kesehatan orang lain maka semua orang pun akan terkena dampaknya. Semakin banyak orang yang terkena virus maka semakin sedikit kuota penampungan di rumah sakit. Sampai orang yang mungkin tidak terkena virus pun ikut merasakan susahnya mencari pengobatan di rumah sakit karena sudah full akibat terlalu banyak pasien Covid-19 yang berobat juga.

Jangan mencoba untuk berpikir pendek, cobalah untuk memikirkan dari sisi mana pun. Seorang perawat yang mungkin terlalu banyak pekerjaan sampai waktu untuk kumpul bersama keluarga pun tidak sempat. Perawat yang merawat pasien Covid-19 juga mempunyai keluarga, sanak saudara, dan teman-teman untuk mereka bisa bertemu namun karena pekerjaan menumpuk akhirnya mereka rela mengorbankan waktunya hanya demi kesembuhan pasien. Bukankah seharusnya masyarakat berkaca dan kembali merenungi hal itu? Bukan karena perawat tidak ingin membantu dan merawat, tapi coba masyarakat lebih bisa bekerja sama bersama untuk mengurangi dan mencegah kenaikan kasus di Indonesia. Jadi, itulah peran perawat di masa pandemi ini, yang mana memang sangat penting. Di saat ini bukan hanya masyarakat yang bosan untuk tetap diam di rumah namun para tenaga medis pun mungkin bosan untuk tetap bekerja full non-stop. Semoga aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan para perawat berharga untuk kebaikan negara, pasien serta masyarakat di Indonesia.

Lebih Dekat dengan Pilmapres Melalui Sosialisasi Pilmapres 2021

Oleh : Finecia dan Aji

Minggu, 28 Februari 2021 telah dilaksanakan Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) pada pukul 13.00 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara ini bertujuan untuk menginformasikan kepada seluruh mahasiswa terkait teknis serta alur pendaftaran Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2021. Acara ini turut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip serta akademisi.
	Sosialisasi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Handojo Djoko Waloejo selaku Direktur Kemahasiswaan. Acara selanjutnya yakni pemaparan materi oleh Susatyo Nugroho Widyo Pramono selaku koordinator Pilmapres Undip 2021. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga tahapan seleksi Pilmapres, diantaranya seleksi tingkat fakultas, seleksi tingkat universitas, dan seleksi tingkat nasional. Dalam paparannya, Susatyo menjelaskan bahwa terdapat penilaian keunggulan Mawapres, yakni sikap dan wawasan kebangsaan, gagasan yang kreatif, kemampuan berbahasa asing, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diatas 3, dan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, serta menemukan karakter unggulannya.
	Susatyo juga menyampaikan terkait waktu seleksi Pilmapres yakni dari Februari sampai dengan September 2021. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendaftaran Pilmapres akan dibuka pada bulan Februari dengan mengikuti instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Susantyo turut menjelaskan tahap penyisihan tahap satu sampai dengan tahap final dan petunjuk pelaksanaan Pilmapres tahun 2021. Menurut paparannya, Pilmapres Tingkat Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2021 dan pemetaan tahun 2022 akan diselenggarakan pada hari Selasa - Rabu, tanggal 30 s/d 31 Maret 2021. Sementara itu, sosialisasi dan Pilmapres Tingkat Fakultas diselenggarakan dalam rentang waktu 27 Februari s/d 25 Maret 2021 oleh fakultas masing-masing.    
	Selanjutnya, materi sosialisasi Pilmapres Tahun 2021 dilanjutkan oleh dua Mawapres Undip tahun 2020. Mawapres pertama yang memaparkan materi adalah Amanda Margareth, yang juga merupakan juara 2 Pilmapres Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional Program Sarjana Tahun 2021. Setelah pembacaan CV dari Amanda oleh Fatimah selaku presenter, Amanda memulai paparannya dengan menjelaskan mengenai apa itu Pilmapres. Menurut Amanada, Pilmapres adalah identifikasi dan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi unggul dan membanggakan secara berkesinambungan. Selain itu, ia menjelaskan mengenai tujuan utama dari pilmapres yaitu apresiasi dan dedikasi, 2 macam Mawapres yaitu Mawapres Utama dan Mawapres Pemetaan, serta tahapan-tahapan seleksi. Amanda juga memberikan penjelasan mengenai contoh prestasi yang bisa diikutsertakan serta 3 hal yang harus diperhatikan saat mengikuti Pilmapres diantaranya prioritas prestasi, public speaking, dan perilaku. Tidak hanya memaparkan materi, Amanda juga sedikit menceritakan pengalaman dan perjalanannya hingga menjadi Mawapres tahun 2020 serta memotivasi peserta sosialisasi Pilmapres 2021 yang akan mengikuti Pilmapres tahun 2021.    
	Enrico Fendy Sapatra, peringkat 7 Pilmapres Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional Program Diploma Tahun 2021 menjadi mawapres selanjutnya yang memaparkan materi sekaligus pemateri terakhir pada sosialisasi Pilmapres tahun ini. Setelah pembacaan CV dari Enrico oleh Fatimah, Enrico menjelaskan tentang Mawapres itu sendiri dan jenis Mawapres yang ada di Undip seperti Mawapres Utama Sarjana, Mawapres Pemetaan Sarjana, Mawapres Utama Diploma, dan Mawapres Pemetaan Diploma. Menurut Enrico, ada 4 hal yang harus disiapkan untuk menjadi Mawapres yakni prestasi, mental, wawasan, dan kreativitas. Di akhir paparannya Enrico memberikan tips dan trik untuk menjadi Mawapres yaitu mempersiapkan personal branding dari jauh-jauh hari serta harus memiliki karakter yang kuat untuk menarik perhatian juri. Sama seperti Amanda, Enrico juga menceritakan sedikit pengalamannya saat menjadi Mawapres serta memberikan motivasi pada peserta sosialisasi yang ingin menjadi Mawapres. Pemaparan materi oleh oleh masing-masing pembicara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sosialisasi Pilmapres tahun 2021 ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. 

Wajah Baru Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021

Oleh: Alam dan Luvita

FEB Undip (05/02) – M. Chory Firdaus dan Maria Fransiska Oktavia N. akhirnya resmi dilantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) 2021 pada forum yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro (SM Undip). Dengan disaksikan oleh kurang lebih 193 mahasiswa Undip, pasangan ketua dan wakil ketua tersebut mengucapkan sumpah jabatannya dan berharap agar seluruh mahasiswa Undip dapat bahu-membahu membangun Undip yang lebih baik lagi ke depannya.

Forum yang dimulai pada pukul 19.30 WIB melalui Microsoft Teams tersebut dibuka dengan kata-kata pembuka oleh  Master of Ceremony (MC), dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Universitas Diponegoro, dan sambutan dari Amryl Naufal Ilham Mahinsha selaku Ketua Senat Mahasiswa Undip 2021. Rangkaian acara pun dilanjutkan dengan pemaparan kronologi kasus yang sempat terjadi dalam Pemira Undip 2021 oleh komisi 4 Senat Mahasiswa Undip.

Setelah pemaparan kronologi tersebut, dibacakanlah Surat Keputusan (SK) Senat Mahasiswa Undip Nomor 06/SK/SM-UNDIP/II/2021 tentang Pengangkatan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro Periode 2021 yang menyatakan bahwa M. Chory Firdaus diangkat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro 2021 dan SK Senat Mahasiswa Undip Nomor 08/SK/SM-UNDIP/II/2021 tentang Pengangkatan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro periode 2021 yang menyatakan bahwa Maria Fransiska Oktavia Nugraheni diangkat sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Undip 2021.

Ketua dan wakil ketua terlantik selanjutnya mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu oleh Amryl Naufal sembari memegangi kitab sucinya masing-masing. Pengucapan sumpah yang disaksikan oleh seluruh peserta forum tersebut dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh masing-masing ketua dan wakil ketua. Dalam sambutannya, M. Chory Firdaus menyatakan bahwa dirinya secara pribadi bermaksud untuk meminta maaf sebesar-besarnya atas kasus yang telah terjadi. Dirinya pun menyampaikan keinginan agar baik BEM maupun mahasiswa Undip saling bahu-membahu mewujudkan Undip yang lebih baik lagi di tahun 2021.

“Tapi kami sadar dan sangat sadar bahwa masih banyak kekurangan (yang kami miliki). Maka dari hal itu, saya, khususnya, meminta bantuan teman-teman semua, kepada seluruh pihak yang terkait dan bagian dari Undip itu sendiri, untuk (bersama-sama) memperbaiki kesalahan yang (telah dan akan) terjadi agar nantinya lebih baik lagi,” papar Chory dalam sambutan pertamanya.

Tidak jauh berbeda dengan sambutan pasangannya, Maria Fransiska juga menekankan pada keinginan untuk bersama-sama membangun Undip yang lebih baik lagi pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Via, sapaan akrabnya berkata bahwa walaupun Pemira yang dilaksanakan pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, optimisme untuk melanjutkan karya dan amanah yang telah diberikan kepadanya dan Choiry tetap tinggi. “Jika Universitas Diponegoro adalah rumah maka marilah kita pulang bersama-sama untuk saling menerbitkan asa dan mewujudkan karya bagi Universitas Diponegoro dan Indonesia,” ucap Maria.

Menghilang dan Susah Dihubungi, Kabem Undip Resmi Diberhentikan

Oleh : Alam dan Tsania

Dikeluarkannya Surat Keputusan Nomor 5 oleh Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro (Senat Undip) 2021 tentang  Pemberhentian Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro periode 2021 atas nama Thufail Addausi (Daus), yang ditetapkan pada hari Selasa, 2 Februari 2021 pukul 19.50 WIB melalui platform Ms. Teams menandakan pemberhentian Daus secara resmi dari jabatan Kabem Undip. Sementara di sisi lain, diterbitkan pula Surat Keputusan Nomor 6 tentang Pengangkatan Ketua BEM Undip periode 2021 atas nama M. Chory Firdaus (Chory), yang sebelumnya ditetapkan sebagai Wakil Ketua BEM Undip.

Sebab dikeluarkannya surat keputusan dari Senat Undip ini karena BEM Undip periode 2021 belum bisa membentuk kabinet setelah 30 hari dilantik dan dirasa melanggar PPO (Pedoman Pokok Organisasi). Keterlambatan itu dikarenakan Daus tiba-tiba menghilang dan susah untuk dihubungi. Diketahui, Daus telah mengajukan surat pengunduran diri karena beberapa alasan, yakni sempat terkena COVID-19 sebelum pemira berlangsung yang mengakibatkan kesehatan tubuhnya menurun, permasalahan finansial, serta permasalahan akademik. Pada saat Serah Terima Jabatan (Sertijab), Daus juga tidak hadir tanpa kabar yang pasti. Belakangan diketahui, ketidakhadirannya karena melakukan pengecekan kesehatan ke rumah sakit.

Dalam lampiran Surat Keterangan dari Senat Undip, Chory terkesan lambat dan kurang progresif karena terlalu fokus pada masalah Daus sehingga menjadi hambatan. Selain itu, Chory juga membutuhkan pendamping untuk membentuk kabinet baru. Semenjak Daus mengundurkan diri, Chory sudah berusaha memperbaiki Grand Design Organization (GDO) sesuai persyaratan yang ada. Sebagai Ketua BEM Undip, Chory meminta perpanjangan waktu kepada pihak Senat Undip dalam membentuk kabinet. Pihak Senat memberikan saran kepada BEM untuk melakukan roadshow ke masing-masing fakultas agar seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro mengetahui mengenai BEM Undip 2021. Setelah diadakan pemanggilan oleh Senat dan dikeluarkannya surat keputusan ini, Daus tetap memutuskan untuk untuk mengundurkan diri dari Ketua BEM Undip 2021.

Sumber : bit.ly/SuratKeputusandanLampiran

Mahakarya ODM Undip 2020: Semesta Lingkungan

Oleh : Sulis dan Gusti

Undip (23/01) – Rangkaian Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2020 sebagai acara tahunan untuk penyambutan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) telah terselenggara. Pembukaan ODM telah dilaksanakan Senin (14/09) yang kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter (Pendikar) di fakultas masing-masing dan diakhiri dengan penutupan ODM pada Minggu (23/01). Penutupan ODM Undip dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan Youtube Live karena situasi pandemi saat ini mengakibatkan ODM Undip kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tema yang dipilih yakni “Semesta Lingkungan” dengan harapan para mahasiswa baru itu aware terkait masalah lingkungan dan isu-isu lingkungan.

Sejak pukul 08.30 WIB, para Diponegoro Muda 2020 sudah memadati ruang Zoom meeting dan Youtube live dengan bantuan dari panitia. Penutupan ODM tahun ini dibuka dengan pembacaan tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars Universitas Diponegoro diikuti peserta yang hadir. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua dan wakil ketua pelaksana ODM Undip yaitu Safriko Desna Putra dan Syafira Ramata. Dalam rangkaian acara penutupan ODM Undip 2020, Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Undip, Razin Hilmy Baihaqi diberikan kesempatan untuk sambutan orasi dalam bentuk video di depan Diponegoro Muda 2020. Razin mengajak mahasiwa baru untuk bersama-sama mengukir mahakarya yang mendorong Indonesia ke arah pembangunan yang berkelanjutan. “Mahakarya yang sarat makna untuk kejayaan Undip dan Indonesia. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup perempuan Indonesia, hidup buruh Indonesia,” seru Razin dalam orasinya.

Penutupan ODM kali ini diisi dengan Talkshow mengenai Sustainable Development Goals (SDGs)  dan Era Digital. Terdapat dua sesi yang mana sesi pertama berbicara tentang SDGs dengan pembicara Kevin Handojo yang merupakan pemimpin Bye Bye Plastic Bags Surabaya. Kevin mengajak kita untuk berpartisipasi dalam program membersihkan satu meter di sekitar kita dengan mengumpulkan dan membuang sampah ke tempat-tempat yang benar, sehingga sampah tersebut dapat didaur ulang kembali. Selanjutnya pembicara kedua adalah Fathia Izzati yang merupakan seorang Youtube Content Creator sekaligus vokalis dari grup musik Reality Club. Fathia menyampaikan bahwa dipo muda masih mempunyai banyak waktu untuk belajar dan mempengaruhi orang sekitar untuk turut serta dalam gerakan yang sama. “Kita bisa cari cara kita sendiri untuk lebih ecofriendly dan mengurangi jejak karbon kita and I belive in you guys you can do it,” ucap Fathia. Selain talkshow, Mahakarya ODM Undip 2020 juga menampilkan sebuah short movie yang berjudul Asmaraloka Bestari yang berisi drama, puisi, dan tarian bertemakan semesta lingkungan yang berjiwa kediponegoroan.

Talkshow sesi kedua membahas mengenai Era Digital dengan pembicara Wishnutama Kusubandio yang merupakan Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif pada Kabinet Indonesia Maju. Wishnu mengatakan ”Carilah problem di sekitar kita, beri solusi daripada problem itu  menggunakan berbagai kecanggihan atau kemampuan platform-platform dan kecanggihan digital”. Kemudian dilanjut dengan Silvo Adriano Shiddiq Suparyaman. Silvo merupakan Strategy and Planning Manager di Go-jek. Silvo mengatakan, ODM ini adalah titik awal dan momentum bagi para mahasiswa baru (maba) memasuki dunia yang baru. Para maba harus bisa memulainya dengan baik sehingga momentum dan mood ke depannya akan terus baik. Kegiatan selanjutnya adalah penyerahan donasi Diponegoro Earth Warrior secara simbolis dan pemberian hadiah pemenang Green Action, lalu dilanjutkan orasi dari para Ketua BEM Se-Undip sekaligus pembuatan mozaik Action Project oleh seluruh dipo muda. Acara ODM Undip 2020 ditutup dengan penampilan dari penyanyi Elmantu dan Figura Renata, Duo folk-pop asal Semarang.

We Are Kinetika 2020: Webinar dan Bedah Majalah Kinetika 56 Seputar Covid-19

Oleh: Khaira dan Indah

Telah berlangsung We Are Kinetika 2020 yang diselenggarakan secara online melalui media Zoom Meeting oleh LPM Kinetika Undip pada hari Minggu, 27 September 2020. Acara yang diselenggarakan setiap tahun tersebut mengusung webinar yang berjudul “The Importance of Mass Media for COVID-19 Pandemic” dan Bedah Majalah Kinetika Edisi ke-56. Dalam penyelenggaraan We Are Kinetika tahun ini, LPM Kinetika mengahadirkan tiga pembicara, di antaranya yaitu dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed selaku guest star dalam We Are Kinetika 2020 yang juga merupakan CEO Indonesia Medika, Prof. Dr. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T. yang merupakan dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro , dan Gregorius Rionugroho Harvianto, Ph.D seorang Senior Research Engineering dan lulusan jenjang doktoral dari Yeungnam University.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, diikuti dengan sambutan ketua pelaksana We Are Kinetika 2020, Carolina Wida Pertiwi dan ketua LPM Kinetika, Sadam Arrois. Acara dilanjutkan dengan bedah Majalah Kinetika 56 yang disampaikan oleh Vincent Felix selaku Pemimpin Redaksi beserta Lauerentia Reina dan De Caluwe, Elice Zoraya selaku Pemimpin dan Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Kinetika 56.

Majalah Kinetika 56 yang mengangkat tema “Medical World Around Covid 19” berfokus pada aplikasi dan penerapan ilmu dalam dunia medis. Majalah ini terdiri dari dua puluh sub topik yang dikupas dari berbagai sudut pandang seperti sudut pandang teknik kimia, industri, dan sudut pandang masyarakat yang bertujuan agar Majalah Kinetika lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum.

Setelah Bedah Majalah Kinetika 56, acara dilanjutkan dengan talk show bersama ketiga pembicara, diawali dengan Prof. Dr. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T. yang mengulas mengenai Superadsorbent Polymer (SAP) untuk makanan dan obat-obatan. Topik ini dipilih karena berhubungan dengan kondisi pandemi yang berlangsung saat ini yang mendorong masyarakat agar lebih peduli dan sadar akan kesehatan.

Talkshow kemudian dilanjutkan dengan pembicara kedua, yaitu Gregorius Rionugroho Harvianto, Ph.D. Pada saat talk show, Gregorius, yang menamatkan jenjang doktoralnya di Yeungnam University, berbagi pengalamannya dan tips dalam berjuang untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri . Pembicara yang berprofesi sebagai Senior Research Engineering di Benit M Co., Ltd. ini menyampaikan bahwa beasiswa yang ada janganlah asal diambil tanpa mengetahui tujuan sebenarnya mengambil beasiswa itu sendiri. Selain berbincang mengenai beasiswa, Gregorius juga berbagi mengenai perbandingan antara fenomena pandemi di Indonesia dan di Korea.

Setelah selesai dengan pembicara kedua, talk show dilanjutkan dengan pembicara ketiga bersama dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed. Sesi talk show bersama dr. Gamal membahas mengenai bagaimana berinteraksi dengan pasien COVID-19 dan hal-hal yang harus dilakukan dalam menghadapinya. Selain itu sesi ini juga membahas mengenai meningkatnya pandemi COVID-19 di Jawa Timur yang merupakan domisili dr. Gamal.

Dalam setiap sesi talkshow diahiri dengan sesi tanya jawab. Sebelum acara ditutup, panitia mengadakan game menggunakan platform Kahoot.

Menjadi Pers Yang Cerdas

Oleh: Muhammad Anisulfuad

Sumber: www.marchcomms.com

Pers merupakan orang yang bergerak dalam penyiaran berita. Sejak dulu, pers menjadi salah satu tonggak penting dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, di masa kini pers telah mengalami peningkatan. Peran pers semakin menjadi faktor penting ketika di era sekarang media massa telah mengalami pergeseran. Masyarakat telah lebih modern dan semakin membutuhkan berbagai informasi. Adanya modernisasi tersebut membuat akses informasi semakin mudah serta menggeser fungsi konvensional atau wadah sosial yang selama ini memiliki peran pokok penyebaran informasi dalam masyarakat. Istilah “tujuh media massa” telah populer pada tahun 2000-an seiring berkembangnya ponsel dan internet. Bahkan, media cetak dan elektronik seperti koran dan radio yang telah lama merambah ke masyarakat perlahan mulai ditinggalkan dan cenderung berganti ke ponsel karena faktor efisiensi waktu dan konten yang lebih update secara online.

Pasca adanya reformasi, pemerintah mencabut “rezim SIUPP” (Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers) yang menjadi faktor pengekang kebebasan pers waktu itu. Kebebasan pers semakin diakui dengan disahkannya UU Nomor 40 Tahun 1999 yang mengandung kebebasan pers. Pada perkembangannya, pers di Indonesia telah menjadi wadah bagi kepentingan publik. Hal itu terjadi karena hampir semua elemen keseharian dalam masyarakat selalu membutuhkan informasi.

Menjadi pers tidak hanya sekadar mencari berita untuk disampaikan kepada publik. Pers juga harus cerdas dalam berbagai hal. Pertama yaitu berpendidikan. Hal itu diperlukan karena dalam keberjalanannya, seorang pers akan menghadapi banyak orang dan narasumber dengan latar belakang berbeda-beda. Dengan menguasai ilmu dan pengetahuan, seorang pers dapat lebih menjalankan tugasnya dengan baik.

Kedua adalah pintar dalam memilih topik. Topik yang dimaksud yaitu sesuai dengan kepentingan masyarakat. Topik tersebut bisa jadi kejadian yang sedang hangat dibicarakan ataupun topik yang dapat mengangkat di masyarakat. Tujuannya tentu saja supaya berita dapat menjadi perhatian tersendiri. Topik yang dipilih tentunya harus berbobot dan memiliki nilai penting. Ketiga yaitu memiliki keterampilan berbahasa. Keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan menulis, pandai berbicara, dan memiliki kekuatan dalam membaca. Hal tersebut juga menjadi syarat utama seorang pers ketiga bertugas di lapangan.

Keempat, memiliki kepedulian dan dapat menjaga kepercayaan. Dengan berangkat dari kepedulian, seorang pers akan mudah untuk mencari topik sesuai keresahan masyarakat. Ketika suatu keresahan publik dapat diangkat, maka akan timbul simpati dan bahkan pemerintah akan melirik keresahan tersebut. Selain itu, kepercayaan publik juga penting untuk dijaga. Masyarakat akan selalu mengikuti pemberitaan dan informasi ketika ada rasa kepercayaan. Jangan sampai seorang pers malah menyebarkan isu yang belum terbukti kebenarannya. Dengan kata lain, informasi yang disajikan harus sesuai fakta dan data di lapangan dan tidak dimanipulasi.

Terakhir, bekerja sesuai porsi seorang pers. Kebebasan pers memang dijunjung tinggi di Indonesia. Tapi, bukan berarti seorang pers tidak mempunyai aturan. Undang-undang Pers (secara resmi bernama Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers) adalah undang-undang yang mengatur tentang prinsip, ketentuan dan hak-hak penyelenggara pers di Indonesia. Selain itu, terdapat kode etik jurnalistik yang juga wajib dipatuhi oleh pers. Dengan begitu, gerak pers di Indonesia dapat terarah dan memiliki tujuan jelas serta memiliki pertanggung jawaban.

Menjadi seorang pers artinya juga harus siap dengan sikap profesionalitas. Jangan sampai adanya pers malah menjadi alat bagi oknum tertentu untuk mencapai tujuan negatif. Pada beberapa kasus, pers juga dijadikan alat untuk menyebarkan berita hoaks. Bahkan, pada 2019 Kominfo mencatat ada 486 hoaks hanya dalam kurun waktu satu bulan (April). Selain itu, pada akhir 2019 Dewan Pers menerima 18 pengaduan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pers.

Indonesia yang memiliki media massa terbesar di dunia dengan sekitar 47.000 media tentu memiliki tantangan tersendiri dalam hal jurnalistik. Namun, dibalik kasus hoaks, pelanggaran, dan hal negatif lainnya, pers di Indonesia telah bekerja dengan baik. Hampir tiap elemen dapat dikawal dengan baik. Kita dapat mendapat info terbaru dengan cepat dan akurat. Masyarakat juga harus pintar dalam mencerna berita dan informasi. Jangan sampai oknum-oknum tertentu dapat menggiring opini publik ke dalam isu dan informasi yang salah sehingga pers dan banyak pihak menjadi dirugikan.