Pemira Undip 2024: Kritik Keras Terhadap KPPR Warnai Roadshow di FSM

Sumber: Dokumentasi pribadi

FSM (6/12) – Roadshow Pemira Undip 2024 resmi dimulai hari ini. Fakultas Sains dan Matematika (FSM) menjadi fakultas pertama yang dikunjungi dalam rangka Roadshow Pemira Undip 2024. Menggunakan jas lab ala mahasiswa FSM, pasangan calon BEM Undip 2025 dan para calon Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa (MWA-UM) mengutarakan gagasan dan ide mereka dalam kontestasi Pemira Undip 2024.

Pemaparan dimulai dari Muhammad Ibnu Athaillah lalu disusul oleh Christian Dwi Tama Putra selaku calon MWA UM dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Kemudian dilanjut Imanda Putri Lidia Latif selaku calon MWA UM dari Fakultas Hukum. Acara kemudian dilanjut dengan pemaparan visi misi serta gagasan dari pasangan calon ketua bem undip 2025 yang dimulai oleh pasangan nomor urut 2 Ariq-Khayi. Sesi pemaparan diakhiri oleh pemaparan visi-misi dan gagasan Arkan-Sajidah selaku pasangan nomor urut 1.

Di tengah keberjalanan acara, forum diwarnai lontaran kritik keras terhadap pihak KPPR oleh beberapa mahasiswa FSM. Mahasiswa FSM mengeluhkan kinerja KPPR yang dinilai tidak profesional. Misalnya, keterlambatan dimulainya acara, konfirmasi kepastian acara yang dadakan, kebutuhan panelis yang dirasa tidak memadai, dan beberapa miskomunikasi terkait perizinan tempat. 

“Menurut aku sangat jauh dari kata profesional ya, jauh sekali karena ya tadi yang sudah aku sebutkan koordinasi tidak ada sebelumnya kemudian konfirmasi itu tidak dilakukan” ujar Ketua BEM FSM, Hana Tsabita. “..kita tahu bersama timeline berubah secara sepihak,.… yang sebelumnya FSM bukan fakultas yang pertama akhirnya FSM itu menjadi fakultas yang pertama. Jadi kita bisa lihat mungkin mereka coba-coba” tambahnya.

Bayu Saputra, Kadiv PDD mewakili pihak KPPR yang ada di lokasi dikarenakan Ketua KPPR Undip berhalangan hadir karena sakit memberikan tanggapan perihal kritik yang dilontarkan oleh audiens. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan SM Fakultas Sains dan Matematika, dari SM FSM bilang ke kami bahwa tempatnya sudah ada persetujuan, bisa langsung dipakai, tapi ternyata dari satpam ada miskomunikasi antara satpam dan SM Fakultas,” 

“itu kan yang menghubungi dari ketua kami ya, Alvito sendiri, dan aku pun baru tau pagi itu si Vito juga baru menghubungi ketua bem nya, aku belum tahu penjelasannya kenapa dia baru menghubungi pagi itu,” tambahnya saat ditanya terkait keterlambatan konfirmasi.

Reporter: Qosim & Rayhan

Pemilihan Umum Raya Undip 2024: Calon Ketua BEM Nomor Urut Tiga Diduga Mengundurkan Diri

Sumber: Instagram

Di tengah rangkaian masa kampanye Pemira Undip, calon Ketua BEM nomor urut tiga Muhammad Hidayatulloh Nur Farisy diduga memutuskan untuk mundur dari kontestasi Pemira Undip pada Kamis, 5 November 2024. Keputusan ini muncul hanya lima hari setelah memasuki masa kampanye. Melalui pesan di grup whatsapp tim suksesnya, Farisy mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri dari pencalonan Ketua BEM Undip 2025.

Farisy menyertakan beberapa alasan yang menjadi dasar pertimbangan keputusannya. Selain beberapa faktor pribadi seperti kondisi fisik dan mental, persetujuan orang tua dan kondisi akademik yang dirasa terancam, Ia juga menyampaikan poin keresahannya mengenai ajang Pemilihan Umum Raya yang dinilai kurang sehat serta kegagalan panitia dalam mengatasi kejanggalan dan kecurangan yang menurutnya dirasakan kehadirannya dalam kontestasi ini.

Sumber: Instagram @siswa.odm

Namun satu poin dasar dari keputusan ini yang paling ramai dibicarakan adalah kegagalannya untuk menemui 18 mahasiswa/i Teknik Perkapalan yang Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) nya diduga disalahgunakan. Seperti yang diketahui, diduga terdapat penyalahgunaan KTM sebanyak 18 mahasiswa Teknik Perkapalan oleh tim sukses nomor urut tiga demi keperluan persyaratan Pemira tanpa adanya izin dari Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan (HIMASPAL). Sebelumnya, pasangan calon Farisy-Andi sudah membuat klarifikasi permohonan maaf atas hal tersebut, namun video yang sudah menyebar ke seluruh fakultas tersebut dianggap menjadi hambatannya untuk melanjutkan kontestasi.

Sedangkan dari KPPR belum ada pernyataan resmi atau pengetahuan terkait hal tersebut. Reporter kami berhasil mewawancarai pihak KPPR yang hadir pada saat roadshow Pemira di Fakultas Kesehatan Masyarakat (6/12). “Kami belum mengetahui soal itu, mungkin nanti press release atau tim sukses yang menghubungi kami lalu akan kami buatkan berita acaranya” ujar Bayu Saputra selaku Kepala Divisi PDD KPPR. Indikasi mundurnya cakabem nomor urut tiga diperkuat dengan ketidakhadiran pasangan calon pada roadshow FSM Jumat, 6 November.

Penulis: Rayhan Riza

Musyawarah Mahasiswa FEB Undip: Tockary Resmi Menjadi Ketua BEM FEB Undip 2025

FEB (5/12) – Melalui Sidang Pleno 4 dalam Musyawarah Mahasiswa, Rafi Ridha Tockary resmi menjadi Ketua BEM FEB Undip 2025. Meskipun menerima sejumlah catatan dan kritik terhadap GDO dan gagasan yang dibawakan,  Tockary disepakati untuk mengemban posisi tersebut.

Tockary menjelaskan GDO yang hari ini ia paparkan bukan berupa produk final, ia akan menginventarisir masalah yang hadir di lapangan untuk pembentukan gagasan yang lebih konkret, “Saya secara pribadi tentu akan berkomitmen menjalankannya ketika itu sudah menjadi sebuah GDO yang final. Sebuah rancangan yang harapannya betul-betul bisa menyentuh semua aspirasi yang ada di masyarakat FEB itu sendiri.”

Tockary pun menjelaskan bahwa masalah-masalah yang hadir di FEB Undip tidak mungkin ia selesaikan sendiri. Perlu sinergitas baik dengan Organisasi Mahasiswa maupun pihak Dekanat atau Rektorat untuk menciptakan FEB yang lebih baik. 

Setelah kemenangan kotak kosong hingga diadakan Musyawarah Mahasiswa, Tockary mengaku tidak mudah baginya untuk kembali maju sebagai calon Ketua BEM FEB. Namun, setelah diadakan penjaringan kedua, ia menerima banyak dukungan dari teman-temannya untuk menyelesaikan krisis kepemimpinan yang terjadi hari ini, “beberapa orang men-dm saya, beberapa orang mendukung dan menyokong saya untuk menyelesaikan masalah krisis kepemimpinan dan masalah-masalah yang kemudian bisa berefek domino di FEB itu sendiri. Lahir dari situ saya coba komitmen dalam diri saya untuk kemudian akhirnya mengumpulkan tekad untuk kemudian maju kembali.”

Terkait wakil, Tockary mengaku belum mempersiapkannya, “untuk masalah wakil, jujur kita belum ada discuss ke arah sana, perlu nanti akan diwacanakan untuk diskusi lebih lanjut karena posisi wakil, posisi sentral. Jadi aku akan berdiskusi dengan Mas Gibran (wakil Tockary saat Pemira) dan teman-teman yang lain untuk memetakan baiknya seperti apa,” jelasnya. 

Sena Habibi, selaku Ketua BEM FEB 2024, menjelaskan bahwa Musyawarah Mahasiswa adalah proses yang sudah dilalui secara formal dan legal, “Ya, banyak proses yang sudah dilalui oleh teman-teman FEB khususnya teman-teman Ormawa. Dan ya, proses ini tentu proses yang formal, proses yang legal, yang juga dilalui oleh marwah lah. Yang kita sama-sama sepakati di forum gitu, sehingga gagasan sudah dipaparkan dan pun kedepannya ketika pasca Tockary disepakati hari ini masih ada catatan-catatan, masih ada tanggung jawab untuk dia lebih dekat ke mahasiswa khususnya ke teman-teman ormawa lah untuk menyerap aspirasi.”

Penulis: Teby

Reporter: Teby, Aldo

Musyawarah Mahasiswa FEB UNDIP: Tockary Kembali Maju Menjadi Calon Ketua BEM FEB UNDIP 2025

Rafi Ridho Tockary sebagi calon ketua BEM GEB UNDIP 2025 (Sumber: pribadi)

FEB (5/12) – Lanjutan Sidang Pleno 3 dalam rangkaian Musyawarah Mahasiswa FEB UNDIP resmi mendapatkan calon baru untuk Ketua BEM FEB UNDIP 2025. Rafi Ridho Tockary mahasiswa Manajemen angkatan 2022 secara sah maju menjadi Calon Ketua BEM FEB 2025 setelah mendapatkan surat rekomendasi dari Management Student Association (MSA), UKM-F Futsal dan Sepak Bola, dan Economic Voice. 

Didasari adanya krisis kepemimpinan pada BEM FEB UNDIP, dirinya membulatkan tekad untuk kembali maju menjadi Calon Ketua BEM FEB UNDIP 2025. Kembali mengusung kabinet Bahtera Asa, Tockary membawa komitmen untuk menjadikan BEM FEB UNDIP sebagai wadah yang inklusif bagi FEB UNDIP, UNDIP, dan Indonesia. Tockary berfokus pada beberapa isu seperti kekerasan seksual, permasalahan ormawa, iklim diskusi isu ekonomi dan politik, dan stagnasi iklim kaderisasi yang dianggap Tockary belum terciptanya pengembangan dan solusi yang maksimal.

Tockary mengaku bahwa gagasan yang ia tuangkan dalam Grand Design Organization (GDO) masih belum final, masih ada permasalahan belum ia jaring. “Secara garis besar GDO yang saya lampirkan pada hari ini tidak ada perubahan signifikan dan bukan merupakan GDO final, saya masih menampung masukan demi masukan dari seluruh ormawa.” 

Penulis: Qosim

Reporter: Qosim, Aldo

Musyawarah Mahasiswa FEB UNDIP: Calon Ketua BEM FEB Mengundurkan Diri, Sidang Pleno 3 Ditangguhkan

Raihan Sayyid memutuskan untuk mengundurkan diri (dokumen pribadi)

FEB (4/12) – Sidang Pleno 3 dalam rangkaian Musyawarah Mahasiswa ditangguhkan dan akan dilanjutkan besok pagi. Raihan Sayyid Husain mahasiswa Akuntansi angkatan 2022 yang sebelumnya mencalonkan diri menjadi Ketua BEM FEB periode 2025 memutuskan mengundurkan diri dalam kontestasi. 

Keputusannya hari ini sudah ia pikirkan baik-baik dan juga konsultasikan ke berbagai pihak. Raihan menjelaskan bahwa alasannya sedari awal untuk maju dalam kontestasi ini karena adanya dorongan dari teman-temannya, bukan lahir dari dirinya sendiri, “saya rasa saya masih belum siap untuk menjadi Ketua BEM FEB.” 

Selain itu, terdapat pula alasan pribadi yang mendasari pengunduran dirinya, “saya harap keputusan saya tidak hanya yang terbaik untuk saya. Lebih jauh lagi untuk BEM FEB, dan lebih jauh lagi untuk FEB Undip,” jelasnya. 

Kayla, selaku Wakil Ketua BEM FEB juga menyampaikan bahwa keputusan Raihan hari ini bukan keputusan yang mendadak melainkan sudah dikonsultasikan terlebih dahulu. Ia juga menyampaikan bahwa untuk mengemban amanah sebagai Ketua BEM perlu kesiapan secara materiil, pengetahuan, dan mental, “jika calon belum siap akan hal itu, keputusannya perlu kita hormati.”

Penulis: Teby

Reporter: Teby, Aldo

Mengusung Kabinet Solvata, Rayhan Sayyid Husain Maju sebagai Calon Ketua BEM FEB Undip 2025 dalam Musyawarah Mahasiswa

(29/11) FEB – Sidang Pleno 3 dalam rangkaian Musyawarah Mahasiswa berhasil menetapkan satu nama calon Ketua BEM FEB Undip periode 2025. Rayhan Sayyid Husain, mahasiswa akuntansi angkatan 2022, secara sah dapat mencalonkan diri setelah mendapatkan surat rekomendasi dari Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA), Diponegoro Economics Students Community (DESC), dan Kelompok Studi Masalah Ekonomi dan Sosial (Kesmes).

Mengusung kabinet Solvata, Rayhan berkomitmen membangun BEM FEB Undip 2025 sebagai ruang berbenah untuk berkarya dan bersinergi untuk mewujudkan rekontruksi berkelanjutan dan bermakna untuk FEB Undip, Undip, dan Indonesia. Ia menyoroti dua isu utama, yaitu mengenai minimnya wadah untuk mengembangkan wirausaha FEB Undip dan terputusnya alur aspirasi dan juga advokasi sehingga belum tampak dampak konkrit bagi mahasiswa.

Keputusannya mencalonkan diri didukung oleh dorongan dari keluarga dan juga teman-teman di BEM FEB Undip. Rayhan pun mengungkapkan motivasinya untuk belajar dan mendapatkan ilmu lebih banyak lagi melalui pencalonan ini, “Aku rasa, menjadi seorang ketua BEM pastinya mendapatkan feedback yang tidak didapatkan oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya.”

Rayhan pun mengakui sudah banyak dorongan yang ia terima untuk mencalonkan diri saat Pemira namun belum ada kesiapan dan kesanggupan dalam dirinya. Kini, melihat potensi dalam dirinya membuat Rayhan yakin untuk maju dalam kontestasi ini, “mungkin alasan lebih khususnya didorong lagi, dan mungkin hal lainnya, mungkin aku melihat potensi dariku yang kemudian sekiranya bisa untuk diimplementasikan jadi ketua BEM dan mendapatkan ilmu di sana.”

Meski telah mantap mencalonkan diri, Rayhan mengaku belum menyiapkan wakil jika nantinya disepakati menjadi Ketua BEM FEB Undip 2025, “per sejauh ini aku belum menyiapkan untuk siapa yang menjadi wakilku.”

Penulis: Teby
Reporter: Teby, Qosim

Gelar Wicara Ekonomi Vol III: Kupas Program Kerja Calon Pemimpin Kota Semarang

Gelar Wicara Ekonomi Vol III berlangsung di Gedung KWU Lantai 4

FEB (16/11) – BEM FEB Undip menyelenggarakan acara Gelar Wicara Ekonomi Vol III Colosseum Democrate pada Sabtu, 16 November 2024. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menjadi forum diskusi interaktif antara mahasiswa dan para calon pemimpin Kota Semarang. Seminar bertujuan untuk mempertemukan pandangan mahasiswa yang kritis dengan visi, misi, serta program kerja nyata dari calon walikota dan wakil walikota Semarang. 

Seminar dilangsungkan di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium KWU Lantai 4. Acara dibuka oleh kata sambutan dari beberapa pihak salah satunya dari Ketua BEM FEB Undip Sena Habibi. Sena berkata bahwa acara dilaksanakan untuk kepentingan mahasiswa dan masyarakat bukan karena ada titipan tetapi karena keinginan mahasiswa untuk mendengar dan mengkritisi visi misi sekaligus program kerja para pemimpin. 

Saat pemaparan visi-misi, pasangan calon nomor urut 1, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin, mengusung visi “Semarang Bersatu dan Hebat” dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. Untuk mengatasi stagnasi ekonomi, mereka mengusulkan dana Rp 25 juta per RT per tahun dan stimulus usaha. Mereka juga menawarkan koreksi kenaikan PBB serta meningkatkan pajak kendaraan bermotor untuk mendukung APBD. Dalam isu korupsi, pasangan ini mengedepankan transparansi melalui sistem rekening RT dan pendampingan berbasis teknologi. Komitmen lingkungan diwujudkan melalui transportasi publik yang efisien, pembangunan Semarang Outer Ring Road, dan pengelolaan limbah terpadu.

Sementara itu pasangan calon nomor urut 2, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso, mengusung visi “Semarang Maju dan Bermartabat” dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur melalui program “Hasta Karya.” Mereka berencana menciptakan tiga Central Business District (CBD) untuk meningkatkan investasi dan lapangan kerja, serta menawarkan beasiswa “1 Rumah 1 Sarjana” bagi keluarga kurang mampu untuk menekan angka putus sekolah. Dalam isu lingkungan, pasangan ini menyoroti pengelolaan banjir rob dan reklamasi pantai dengan kajian ahli, serta berkomitmen memperbaiki layanan transportasi publik yang dinilai masih buruk. Mereka juga mengusulkan sistem pembayaran kinerja berbasis keterampilan untuk meningkatkan efektivitas tenaga kerja.

Setelah sesi tanya jawab selesai, kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang, menandatangani pakta integritas yang berisi komitmen untuk memenuhi aspirasi mahasiswa dan masyarakat serta menjalankan program kerja nyata dengan jujur dan melawan segala bentuk praktek korupsi, kolusi, nepotisme apabila terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Peserta yang hadir dalam seminar turut menjadi saksi yang akan terus menuntut komitmen kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang. 

Reporter: Alvaro, Messal

Akuntansi Satu Suara Pilih Kotak Kosong, Tockary: “Mahasiswa Memiliki Idealisme Masing-Masing.”

FEB (31/10) – Kamis, 31 Oktober 2024, tersebar statement yang menyatakan bahwa Akuntansi akan satu suara dalam memilih kotak kosong pada Pemilihan Umum Raya 2024. Pernyataan ini diberikan dalam menyikapi hasil Mimbar Bebas Calon Ketua BEM dan Calon Wakil Ketua BEM FEB Undip 2025 nomor urut 1. Pada sebaran siaran yang dibagikan, mereka menganggap Grand Design Organization (GDO) pasangan kandidat tidak memiliki relevansi dengan isu di FEB khususnya pada Program Studi Akuntansi. Selain itu, Akuntansi juga menganggap keterbutuhan dan keresahan masing-masing program studi khususnya Akuntansi tidak terjawab. Hal ini dikarenakan belum terkumpulnya data dari masing-masing program studi yang terbukti dengan tidak tertuangnya di dalam GDO per tanggal 29 Oktober 2024.

Salah satu Mahasiswa Akuntansi mengiyakan adanya gerakan tersebut, yang bersangkutan mengatakan bahwasanya hal ini merupakan kesepakatan Mahasiswa Akuntansi. Ia pun tidak berharap apa-apa lagi dengan kandidat calon ketua BEM yang maju pada kontestasi Pemira saat ini karena akuntansi akan memilih kotak kosong. 

Menanggapi hal ini, Rafi Ridho Tockary selaku Calon Ketua BEM FEB Undip 2025 berpendapat bahwa setiap mahasiswa memiliki idealismenya masing-masing. Tockary juga menambahkan bagaimana mahasiswa bisa berpikir secara idealis dan mandiri serta tidak dipengaruhi orang.

“Semua mahasiswa punya idealisme masing-masing, tapi tentang bagaimana kemudian kita bisa berpikir idealis, kita tidak dipengaruhi orang, kita bisa berpikir secara mandiri sehingga kemudian apa draft langkah yang kita lakukan atas dasar pemikiran secara pribadi, atas dasar keobjektivitas kita, bukan atas dasar sebuah pengaruh,” ungkap Tockary.

Arif Wahid selaku ketua KPPR 2024 beranggapan bahwa hal seperti ini adalah sebuah dinamika berdemokrasi. “Itu merupakan sebuah dinamika dalam kontestasi demokrasi, kita tidak bisa menghindari ataupun menyalahkan adanya hal seperti itu,” ujar Arif.

“Namun yang menjadi persoalan adalah ketika adanya ketidakpercayaan publik terhadap Calon Ketua BEM maupun Wakil Ketua BEM. Maka, yang harus dipertanyakan adalah gagasan dan juga ide dari Ketua dan Wakil Ketua BEM tersebut,” tambahnya.

Penulis: Qosim

Reporter: Qosim, Teby, Rifqy

Tuntas Hadapi Mimbar Bebas, Tockary-Gibran Terima Seluruh Kritik dan Masukan

Tockary-Gibran sedang memaparkan GDO (sumber: pribadi)

FEB (29/10) – Pasangan kandidat nomor urut satu BEM FEB Undip, Tockary-Gibran, telah menuntaskan Mimbar Bebas dalam Pemilihan Umum Raya (Pemira). Dalam Mimbar Bebas, GDO yang mereka paparkan diuji oleh para panelis yang terdiri dari Ketua BEM, Ketua Senat, Ketua Himpunan Ekonomi Islam, Ketua Himpunan Ekonomi, Ketua Himpunan Manajemen, dan ketua Himpunan Akuntansi. Tak hanya para panelis, mahasiswa FEB  yang hadir juga berkesempatan untuk mengkritisi program yang dibawakan Tockary dan Gibran.

Gibran, kandidat wakil ketua BEM FEB Undip 2025, berharap GDO yang disampaikan dapat memberikan gambaran jelas mengenai poin-poin yang akan dibawa dalam kabinet Bahtera Asa. “Harapannya dari penyampaian GDO tadi sih sebenarnya tergambar seenggaknya apa poin-poin yang emang mau kita bawakan dalam kabinet Bahtera Asa. Dan memang mungkin masih banyak pertanyaan di benak-benak masyarakat FEB terkait sebenarnya apa sih yang mau jadi fokus pembahasannya, apa yang mau jadi isu-isu utama yang bakal dibawa sama BEM tahun depan. Tapi, ya,  selama keberjalanannya juga kami membuka begitu banyak kesempatan untuk bertanya bagi Tockary dan juga Gibran,” jelasnya. 

Ia juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat FEB yang aktif mengajukan pertanyaan dan masukan, “Aku harap bisa jadi sebuah sarana pembangunan bagi aku dan juga Tockary, dan, ya, kritik, segala bentuk kritik dan juga masukan InsyaAllah tercatat dengan baik yang semoga kedepannya bisa terus berlanjut kritik-kritik dan masukan seperti itu kepada aku dan Tockary.”

“Ya, apapun hasilnya nanti InsyaAllah kami sudah menerima dengan lapang dada dan juga dengan hati yang ikhlas,” tutup Gibran.

Penulis: Teby.
Reporter: Teby, Qosim, Rifqy.

Menjadi Wadah bagi Berbagai UKM Seni FEB, Cosmic Festival 2024 Berlangsung Meriah

BIntang tamu Arash Buana sedang membawakan lagu (sumber; pribadi)

FEB (27/10) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (UNDIP) baru saja dimeriahkan oleh acara yang bertajuk Cosmic 2024, sebuah acara kreatif dari BEM FEB Seniora. Acara ini sukses menyatukan penampilan artistik dan kegiatan bazar meriah.  Cosmic 2024 tidak hanya menarik minat mahasiswa UNDIP, tetapi juga dihadiri pengunjung dari berbagai fakultas hingga masyarakat luar kampus, menjadikan acara ini semakin semarak.

Beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di FEB UNDIP turut tampil memeriahkan panggung Cosmic, seperti UKM Tari, Teater Buih, Modern Dance, Economic Voice, Economusic, hingga pemenang Ecoart. Kehadiran mereka menambah daya tarik acara dan setiap penampilan mereka berhasil menghidupkan suasana acara. Salma, salah satu penonton dari prodi Akuntansi Perpajakan, memberikan penilaian sempurna, yaitu penilaian 10/10 untuk penampilan UKM di Cosmic 2024.saat diwawancarai oleh pembawa acara.

“Meski baru sebagian pertunjukannya tapi bagus banget dan keren-keren!” ujarnya dengan antusias.

Namun, acara ini tidak sepenuhnya tanpa kekurangan. Dalam wawancara terpisah, Nur, seorang penonton lainnya, mengungkapkan beberapa catatan. Ia menyebut minimnya tempat sampah atau trash bag membuat sampah berserakan di beberapa titik area acara. Selain itu, Nur juga menyoroti adanya penonton yang membawa rokok ke dalam venue, mengindikasikan bahwa panitia kecolongan dalam menegakkan aturan. Namun, Nur tetap merasa puas dengan keseluruhan acara tersebut. Menurutnya acaranya sangat seru dan Performance-nya sungguh asik.

Puncak acara semakin spesial dengan penampilan sang bintang tamuArash Buana yang pada acara kali ini sukses menghibur dan menambah keseruan malam hari itu dengan lagu-lagunya. Dengan suasana yang meriah, pertunjukan yang sangat berkesan, dan partisipasi yang antusias dari semua pihak, Cosmic 2024 berhasil menjadi ajang kreativitas  bagi mahasiswa FEB UNDIP.

Reporter: Intan Amalina

Penulis: Intan Amalina