
FEB (5/12) – Melalui Sidang Pleno 4 dalam Musyawarah Mahasiswa, Rafi Ridha Tockary resmi menjadi Ketua BEM FEB Undip 2025. Meskipun menerima sejumlah catatan dan kritik terhadap GDO dan gagasan yang dibawakan, Tockary disepakati untuk mengemban posisi tersebut.
Tockary menjelaskan GDO yang hari ini ia paparkan bukan berupa produk final, ia akan menginventarisir masalah yang hadir di lapangan untuk pembentukan gagasan yang lebih konkret, “Saya secara pribadi tentu akan berkomitmen menjalankannya ketika itu sudah menjadi sebuah GDO yang final. Sebuah rancangan yang harapannya betul-betul bisa menyentuh semua aspirasi yang ada di masyarakat FEB itu sendiri.”
Tockary pun menjelaskan bahwa masalah-masalah yang hadir di FEB Undip tidak mungkin ia selesaikan sendiri. Perlu sinergitas baik dengan Organisasi Mahasiswa maupun pihak Dekanat atau Rektorat untuk menciptakan FEB yang lebih baik.
Setelah kemenangan kotak kosong hingga diadakan Musyawarah Mahasiswa, Tockary mengaku tidak mudah baginya untuk kembali maju sebagai calon Ketua BEM FEB. Namun, setelah diadakan penjaringan kedua, ia menerima banyak dukungan dari teman-temannya untuk menyelesaikan krisis kepemimpinan yang terjadi hari ini, “beberapa orang men-dm saya, beberapa orang mendukung dan menyokong saya untuk menyelesaikan masalah krisis kepemimpinan dan masalah-masalah yang kemudian bisa berefek domino di FEB itu sendiri. Lahir dari situ saya coba komitmen dalam diri saya untuk kemudian akhirnya mengumpulkan tekad untuk kemudian maju kembali.”
Terkait wakil, Tockary mengaku belum mempersiapkannya, “untuk masalah wakil, jujur kita belum ada discuss ke arah sana, perlu nanti akan diwacanakan untuk diskusi lebih lanjut karena posisi wakil, posisi sentral. Jadi aku akan berdiskusi dengan Mas Gibran (wakil Tockary saat Pemira) dan teman-teman yang lain untuk memetakan baiknya seperti apa,” jelasnya.
Sena Habibi, selaku Ketua BEM FEB 2024, menjelaskan bahwa Musyawarah Mahasiswa adalah proses yang sudah dilalui secara formal dan legal, “Ya, banyak proses yang sudah dilalui oleh teman-teman FEB khususnya teman-teman Ormawa. Dan ya, proses ini tentu proses yang formal, proses yang legal, yang juga dilalui oleh marwah lah. Yang kita sama-sama sepakati di forum gitu, sehingga gagasan sudah dipaparkan dan pun kedepannya ketika pasca Tockary disepakati hari ini masih ada catatan-catatan, masih ada tanggung jawab untuk dia lebih dekat ke mahasiswa khususnya ke teman-teman ormawa lah untuk menyerap aspirasi.”
Penulis: Teby
Reporter: Teby, Aldo

