Akuntansi Satu Suara Pilih Kotak Kosong, Tockary: “Mahasiswa Memiliki Idealisme Masing-Masing.”

FEB (31/10) – Kamis, 31 Oktober 2024, tersebar statement yang menyatakan bahwa Akuntansi akan satu suara dalam memilih kotak kosong pada Pemilihan Umum Raya 2024. Pernyataan ini diberikan dalam menyikapi hasil Mimbar Bebas Calon Ketua BEM dan Calon Wakil Ketua BEM FEB Undip 2025 nomor urut 1. Pada sebaran siaran yang dibagikan, mereka menganggap Grand Design Organization (GDO) pasangan kandidat tidak memiliki relevansi dengan isu di FEB khususnya pada Program Studi Akuntansi. Selain itu, Akuntansi juga menganggap keterbutuhan dan keresahan masing-masing program studi khususnya Akuntansi tidak terjawab. Hal ini dikarenakan belum terkumpulnya data dari masing-masing program studi yang terbukti dengan tidak tertuangnya di dalam GDO per tanggal 29 Oktober 2024.

Salah satu Mahasiswa Akuntansi mengiyakan adanya gerakan tersebut, yang bersangkutan mengatakan bahwasanya hal ini merupakan kesepakatan Mahasiswa Akuntansi. Ia pun tidak berharap apa-apa lagi dengan kandidat calon ketua BEM yang maju pada kontestasi Pemira saat ini karena akuntansi akan memilih kotak kosong. 

Menanggapi hal ini, Rafi Ridho Tockary selaku Calon Ketua BEM FEB Undip 2025 berpendapat bahwa setiap mahasiswa memiliki idealismenya masing-masing. Tockary juga menambahkan bagaimana mahasiswa bisa berpikir secara idealis dan mandiri serta tidak dipengaruhi orang.

“Semua mahasiswa punya idealisme masing-masing, tapi tentang bagaimana kemudian kita bisa berpikir idealis, kita tidak dipengaruhi orang, kita bisa berpikir secara mandiri sehingga kemudian apa draft langkah yang kita lakukan atas dasar pemikiran secara pribadi, atas dasar keobjektivitas kita, bukan atas dasar sebuah pengaruh,” ungkap Tockary.

Arif Wahid selaku ketua KPPR 2024 beranggapan bahwa hal seperti ini adalah sebuah dinamika berdemokrasi. “Itu merupakan sebuah dinamika dalam kontestasi demokrasi, kita tidak bisa menghindari ataupun menyalahkan adanya hal seperti itu,” ujar Arif.

“Namun yang menjadi persoalan adalah ketika adanya ketidakpercayaan publik terhadap Calon Ketua BEM maupun Wakil Ketua BEM. Maka, yang harus dipertanyakan adalah gagasan dan juga ide dari Ketua dan Wakil Ketua BEM tersebut,” tambahnya.

Penulis: Qosim

Reporter: Qosim, Teby, Rifqy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *