Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-65, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) menggelar acara bertajuk FIT FEST FEB UNDIP 2025 pada Minggu (4/5/2025). Kegiatan ini diselenggarakan di Embung FEB UNDIP dan berlangsung meriah sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Terbuka bagi seluruh warga fakultas, acara ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik mulai dari senam pagi, jalan sehat, final lomba karaoke, hingga lomba memancing. Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan sarapan gratis yang disediakan secara terbatas serta bazaar UMKM. Salah satu momen paling ditunggu adalah pembagian doorprize. Saat panitia mulai memanggil nama-nama pemenang dari atas panggung, sorak sorai langsung bergema. Antusiasme peserta terlihat jelas, sementara para penerima hadiah tampak sangat bahagia.
Salah satu peserta Fit Fest 2025 FEB UNDIP mengungkapkan antusiasmenya terhadap acara tersebut, terutama karena kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan danusan yang difasilitasi melalui penyediaan tenant oleh panitia. Setiap tenant dalam acara ini dikhususkan untuk satu himpunan mahasiswa, sehingga banyak dari mereka melihat peluang emas untuk menggalang dana kegiatan atau program kerja (proker) mereka. “Kami manfaatkan momen ini untuk danusan, karena banyak proker yang akan diselenggarakan dan butuh dana,” ujar Fatihah, mahasiswa Ekonomi Islam.
Keramaian acara ini mendatangkan keuntungan besar bagi para tenant. Salah satu mahasiswa memberikan nilai keseruan sebesar 10 dari skala 1 hingga 10. “Selain bisa bertemu banyak orang, kita juga bisa mendapat keuntungan besar,” tambahnya.
Acara ini juga menjadi ajang kebersamaan antara mahasiswa, dosen, dan alumni FEB. Panitia acara yang terdiri dari perwakilan seluruh departemen, baik mahasiswa maupun dosen, merancang kegiatan ini bersama-sama. Semangat kolaboratif tersebut diwujudkan dalam berbagai inisiatif, salah satunya dengan membuat akun Instagram khusus untuk Fit Fest sebagai sarana promosi. Selain itu, panitia juga menyediakan makan gratis dan aktif menyebarkan informasi melalui berbagai media sosial guna menarik partisipasi sebanyak mungkin.
Fit Fest 2025 tak hanya menjadi agenda hiburan dan olahraga, tapi juga sarana membangun kebersamaan lintas generasi warga FEB UNDIP. Sebagai evaluasi dan harapan ke depan, sejumlah peserta berharap agar Fit Fest tahun berikutnya dapat menghadirkan artis dan dibuka untuk masyarakat umum agar semakin meriah.
Kantor DPRD Jawa Tengah (20/3) – Merespons pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) TNI menjadi Undang-Undang (UU) oleh DPR RI di Senayan, mahasiswa Semarang menggelar aksi demonstrasi. Awalnya, aksi berlangsung kondusif sehingga mahasiswa diperbolehkan masuk ke pelataran gedung DPRD, meskipun aparat kepolisian bersenjata tampak dikerahkan untuk menghadang massa masuk ke dalam gedung.
Selain mahasiswa, beberapa lembaga pers mahasiswa maupun pers eksternal turut meliput demonstrasi. Mahasiswa menyampaikan tuntutan melalui orasi dengan pengeras suara di atas mobil pick-up. Mereka tidak menggunakan atribut lembaga seperti almamater, bendera, atau benda provokatif. Sebagai gantinya, mereka kompak mengenakan kaos hitam sebagai simbol perlawanan kolektif masyarakat.
Evan, mahasiswa sekaligus Koordinator Lapangan (KorLap) demonstrasi untuk FEB, menegaskan, “Kita tidak memakai almamater atau membawa bendera. Itu adalah bentuk perlawanan kolektif dari masyarakat,” ujarnya saat ditanya mengenai demonstrasi yang berujung ricuh.
Massa menuntut pencabutan UU TNI karena dinilai mencederai supremasi sipil yang telah dibangun sejak reformasi. Mereka khawatir UU tersebut dapat disalahgunakan untuk membungkam masyarakat yang menolak proyek-proyek pemerintah.
Prabu Farhan, salah satu orator dalam konferensi pers, menyampaikan, “Dengan adanya Undang-Undang TNI ini, ke depannya TNI akan dilibatkan guna membungkam dan menindas rakyat yang menentang proyek-proyek strategis nasional. Karena pada akhirnya, proyek strategis nasional atau PSN ini selalu bertentangan dengan kepentingan rakyat.”
Ia mencontohkan, “Pagar laut mewakili kepentingan investor asing, imperialis, Bank Dunia, dan IMF. Namun, kepentingan itu bertentangan dengan nelayan dan rakyat Banten yang membutuhkan akses tak terbatas ke laut.”
Meskipun sempat ada mediasi antara perwakilan parlemen dan massa, hasilnya tidak memuaskan. Massa tetap menuntut masuk ke dalam gedung, tetapi tidak diizinkan.
Gesekan mulai terjadi ketika aparat menghadang massa yang mencoba merangsek masuk. Aparat melakukan intimidasi dengan membunyikan deru motor untuk membingungkan massa. Namun, massa yang dipandu orator tetap berusaha masuk, sehingga terjadi aksi saling dorong. Ketegangan memuncak ketika terdengar bunyi letusan petasan dari arah yang tidak diketahui, memprovokasi kedua belah pihak. Aparat kemudian menembakkan gas air mata, menyebabkan massa panik dan ricuh.
Saat massa berusaha menyelamatkan diri, aparat mengejar, memukul, dan menangkap beberapa demonstran, termasuk seorang sopir dan mobil pick-up yang digunakan untuk orasi. Insiden ini menyebabkan kemacetan di depan gedung. Aparat melalui pengeras suara mengimbau demonstran agar menjauhi area, lalu menguasai gedung dan memblokade gerbang masuk.
Demonstrasi berlangsung dari siang hingga malam. Rafanto, KorLap demonstrasi untuk Undip, menyatakan bahwa satu mahasiswa Undip dari FISIP ditangkap aparat. Setelah aksi mereda, demonstran merilis pernyataan pers yang menuntut pembebasan mahasiswa yang ditahan.
FEB (13/3) Kampung Hati adalah kajian tahunan yang diselenggarakan oleh Mizan. Pada tahun ini, kajian ini diadakan dengan tema khusus “Kampung Hati Spesial Ramadhan (KHS Ramadhan)” untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Kajian ini dilaksanakan sebanyak 6 kali sepanjang bulan Ramadhan, yang berlangsung setiap hari Senin dan Kamis di Masjid At-Taqwa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro.
KHS Ramadhan terbuka untuk umum dan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan registrasi peserta. Acara akan dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan mengaji 1 juz al-Qur’an bersama, dilanjutkan dengan kajian pada pukul 17.00 WIB yang berlangsung sekitar 30 menit. Setelah kajian seluruh jamaah sholat magrib bersama diikuti penukaran kupon buka puasa. Setiap kajian Mizan menyediakan 80 kupon buka puasa yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Nana, Ketua Pelaksana KHS Ramadhan tahun ini, mengungkapkan bahwa pembicara untuk kajian merupakan dosen FEB Undip. “Tema hari ini Unindependent Islamic Self, dan untuk pemateri Ibu Khalilatul Chusni,” jelas Nana.
Salah satu peserta kajian, Rizal, berbagi pengalamannya dalam mengikuti kajian, “seru banget, karena kita bisa mendapat ilmu baru dari pembicara yang sudah berpengalaman di bidangnya,” ujarnya.
Azwa, salah satu panitia acara, juga mengungkapkan bahwa puncak acara KHS Ramadhan 2025 dijadwalkan pada tanggal 25 Maret mendatang. Mizan mengundang penulis buku Ayat-Ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy, untuk mengisi kajian sekaligus memperingati Dies Natalis FEB. “Jadi, itu bisa dikatakan kolaborasi antara Dekan FEB dengan Mizan,” jelasnya. Acara puncak ini akan diadakan di Gedung KWU (Kewirausahaan) dan dibuka untuk umum.
Semarang (11/03) – OJK Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Universitas Diponegoro dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengadakan Webinar Edukasi Keuangan Syariah bertajuk “Bangkitkan Ekonomi Negeri Bersama Ekonomi Keuangan Syariah” pada tanggal 11 Maret 2025, pukul 10.00-11.30 WIB. Kegiatan webinar ini dilaksanakan secara virtual melalui platform zoom. Webinar ini diadakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran ekonomi syariah dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonomi syariah pada masa kini semakin berkembang hingga diyakini sebagai salah satu pilar utama dalam sistem keuangan Indonesia dan dianggap berpotensi besar dalam menopang stabilitas ekonomi nasional. Pendapat tersebut didasarkan pada laporan OJK per Desember 2024 yang menyebutkan bahwa total aset keuangan syariah, tidak termasuk saham syariah, mencapai Rp2.883,67 triliun.
Pada pelaksanaannya, webinar ini dibagi dalam dua sesi dengan narasumber berbeda. Sesi pertama diisi oleh Bambang Hermanto, Plt. Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, yang memaparkan berbagai strategi reformasi dan transformasi sektor keuangan syariah. Beliau menjelaskan bahwa reformasi sektor keuangan berbasis lima pilar, termasuk peningkatan akses jasa keuangan serta penguatan mitigasi risiko, menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem ekonomi syariah.
Selain itu, transformasi perbankan syariah terus dilakukan melalui konsolidasi, pengembangan produk, serta peningkatan daya saing dan efisiensi. Bambang Hermanto juga menekankan pentingnya optimalisasi wakaf produktif untuk membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Lebih lanjut, sinergi antara perbankan syariah dan ekosistem ekonomi syariah, termasuk sektor riil dan keuangan sosial, dianggap sebagai kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Kemudian pada sesi kedua webinar diisi oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Rektor Universitas Diponegoro, yang membahas mengenai transformasi ekonomi syariah Indonesia serta prospek dan strategi masa depan. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2023/2024, pengeluaran konsumsi dalam perekonomian syariah global tercatat tumbuh rata-rata 9% per tahun. Sementara itu, sektor keuangan Islam mengalami peningkatan signifikan, dari USD 3,37 triliun pada 2021 menjadi USD 3,96 triliun pada 2022.
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, terbukti dari posisinya sebagai negara dengan peluang ekonomi syariah terbesar ketiga di dunia menurut Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan SDM ahli, dan persaingan dengan sistem keuangan konvensional masih perlu diatasi melalui inovasi dan penguatan sektor ekonomi syariah. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan literasi keuangan syariah melalui edukasi dan kampanye kepada masyarakat, mendorong inovasi digital dalam keuangan syariah dengan pemanfaatan fintech syariah dan teknologi blockchain, serta memperkuat ekosistem keuangan syariah melalui integrasi dengan sektor UMKM dan industri halal.
Ekonomi syariah bukan hanya terbatas pada sektor perbankan, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain dalam kehidupan ekonomi seperti industri halal, pariwisata halal, serta instrumen keuangan sosial seperti zakat dan wakaf. Dengan adanya sinergi antara sektor riil, keuangan komersial, dan sosial diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui webinar ini, masyarakat dapat lebih memahami peran ekonomi syariah dalam pembangunan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera, dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
FEB (8/3) Telah dilaksanakan pelantikan ketua organisasi mahasiswa dan senator di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro yang bertempat di Hall Kewirausahaan FEB. Acara berlangsung dengan lancar dan khidmat untuk seluruh organisasi mahasiswa FEB yang terlibat. Pelantikan ini diperuntukkan bagi seluruh Ketua Ormawa FEB yang akan bertugas selama berjalannya satu periode kedepan. Dengan memakai almamater serta dibacakannya sumpah dan ikrar yang diucapkan oleh seluruh ketua ormawa maupun senator diharapkan mampu menjaga janji untuk keberjalanan selama periode 2025.
Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, memberikan sambutannya sebelum berjalannya pelantikan. Beliau juga mengatakan bahwa organisasi mahasiswa ini tidak semata hanya untuk diri sendiri tapi juga akan bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat sehingga menjadi aktivis juga pilihan yang tepat untuk perubahan.
Setelah melakukan sambutan, Prof. Harjum diminta untuk membacakan SK Dekan mengenai kepengurusan setiap organisasi mahasiswa di FEB untuk keberjalanan pada periode 2025. Kemudian rangkaian selanjutnya adalah pembacaan sumpah ikrar yang diikuti oleh seluruh senator dan ketua ormawa FEB Undip.
Kemudian terdapat sambutan dari Ketua Bem dan Ketua Senat Fakultas Ekonomika dan Bisnis periode 2024 secara berurutan, Sena Habibi dan Luthfi Firdaus. Keduanya saling memberikan motivasi untuk seluruh audiens yang turut hadir pada acara tersebut. Dan terakhir acara ditutup dengan pembacaan doa oleh M. Ghozi Al Ghifari selaku Ketua Mizan FEB Undip Periode 2025.
FEB (08/03) Pada tanggal 7 dan 8 Maret 2025, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) menyelenggarakan ajang kompetisi debat bagi mahasiswa, yaitu Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC). Kedua ajang ini diadakan untuk memilih delegasi FEB yang akan mewakili fakultas di tingkat Universitas.
KDMI adalah kompetisi debat berbahasa Indonesia yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir analitis. Kompetisi ini menjadi platform untuk mengasah 6C; collaboration (kolaborasi), critical thinking (berpikir kritis), communication (komunikasi), citizenship (kewarganegaraan), creativity (kreativitas), dan character (karakter). Sementara itu, NUDC merupakan kompetisi debat berbahasa Inggris dengan format debat parlemen. Selain kemampuan berbahasa Inggris, NUDC menuntut pemahaman mendalam terhadap isu-isu global, keterampilan analisis, kemampuan membuat keputusan yang berbasis argumen, serta kemampuan menyampaikan pendapat dengan meyakinkan di hadapan publik.
Kompetisi ini digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB di bawah naungan bidang riset dan keilmuan (riskel), dan diikuti oleh 40 peserta. Salah satu tema utama yang dibahas dalam kompetisi ini adalah efisiensi anggaran yang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Salah satu peserta, Cathlea Regita Lena, berbagi pengalaman mengenai persiapannya untuk kompetisi ini, “untuk persiapan kompetisi ini, jujur tidak terlalu banyak dikarenakan waktu yang sangat mepet dan hanya membaca materi yang aku dapat dari lomba sebelumnya serta menonton NUDC 2024,” ujarnya. Cathlea menambahkan, “lalu untuk kesan pesannya, nervous banget karena ini debat offline pertamaku, tetapi tetap seru karena bisa mendapat pengalaman baru.”
Jessica Aprilia Atma Suharja, selaku Project Officer, mengungkapkan bahwa pendaftaran kompetisi ini terbuka bagi semua mahasiswa FEB angkatan 2022, 2023, dan 2024. “Setelah sekian lama diselenggarakan secara online, akhirnya kompetisi ini kembali digelar secara offline,” jelas Jessica.
Jessica juga menjelaskan bahwa tujuan dari kompetisi ini tidak hanya untuk memilih delegasi yang akan mewakili FEB, tetapi juga sebagai wadah bagi mahasiswa FEB untuk menggali minat dan potensi dalam dunia debat. “Delegasi yang terpilih akan berjumlah 6 orang untuk masing-masing kompetisi, dan penilaian dilakukan secara individual,” tambahnya.
Pengumuman perwakilan delegasi FEB yang akan maju ke tingkat Universitas dijadwalkan pada hari Minggu, 9 Maret 2025. Pemenang dari kompetisi KDMI dan NUDC FEB akan langsung diberangkatkan ke tingkat Universitas pada hari Senin, 10 Maret 2025.
FEB (7/3) – Sebuah pohon besar tumbang di dekat danau Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada Jumat sore sekitar pukul 17.25 WIB. Pohon yang berada di sekitar danau tepatnya di samping kandang ayam tumbang dengan posisi melintang di jalur penghubung antara gedung pembelajaran dan area parkiran.
Menurut keterangan Mashud, salah satu petugas keamanan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, tumbangnya pohon ini bukan disebabkan oleh angin kencang atau hujan lebat, melainkan karena kondisi tanah yang miring dan kemungkinan sudah tidak stabil.
“Saya dan karyawan kebersihan serta keamanan FEB Undip cukup terkejut dengan tumbangnya pohon di taman secara tiba-tiba. Kami dibuat bingung dan keheranan karena pada saat kejadian tidak terjadi badai yang bisa menumbangkan pohon, hanya hujan ringan yang disertai angin yang tidak berhembus terlalu kencang. Dugaan kami, pohon tumbang karena struktur tanah di sekitarnya yang miring sehingga tidak mampu menopang akar dengan baik,” ujar Mashud.
Beruntung, kejadian tersebut tidak merenggut korban jiwa meski sebelum kejadian sempat ada beberapa mahasiswa yang sedang berjalan kaki melewati area pohon untuk menuju parkiran. Namun tetap menimbulkan kerugian materil berupa kerusakan pagar pembatas danau yang tertimpa batang pohon tersebut. Setelah kejadian, petugas keamanan dan kebersihan segera menutup jalur yang tertutup pohon dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membersihkan area tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian bagi pihak kampus agar melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap kondisi pohon di sekitar lingkungan FEB Undip. Langkah pencegahan seperti pengecekan rutin dan pemangkasan pohon yang berisiko tumbang diharapkan dapat dilakukan untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.
FEB (21/02) – pada rapat sidang pleno ke-3, sebelum surat berita acara ditandatangani presidium, terdapat usulan untuk membahas alur kinerja dalam satu tahun ke depan organisasi mahasiswa di FEB tahun 2025. Mengenai hal ini dalam rangkaian Muswa akan dicanangkan keperluan dalam membahas reorganisasi dari kedua ormawa antara UKM-F Tari dengan Teater Buih.
Muswa yang mulanya untuk pencabutan Pedoman Pokok Organisasi (PPO) serta pengesahan Peraturan Mahasiswa Tata Kelola Organisasi (TKO) dalam rapat sidang pleno ke-3 yang ditunda hingga esok hari. Dalam rapat sidang yang komprehensif terdapat bahasan lebih lanjut mengenai permasalahan reorganisasi awal pada UKM-F Tari dan Teater Buih yang disinggung oleh ketua senat yang menjadi pembahasan tambahan untuk sidang pleno ke-3.
Rakha Bagas Nusa Ketua Senat FEB Undip dalam rapat sidang mengusulkan, “dikarenakan terdapat permasalahan reorganisasi dari kedua ormawa yaitu UKM-F Tari dan Teater Buih lebih baik segera dibahas juga melalui sidang pleno ke-3”. Rakha menyarankan untuk membahas kedua UKM yang memiliki kendala dalam proses reorganisasi karena hal ini mempengaruhi pengesahan Perma TKO dan GBHK serta pendanaan.
“Jika memang belum ada kabar lanjutan dari kedua ormawa maka langkah terakhir kita dengan terpaksa membekukan ormawa terkait,” lanjut Rakha. Menurut Rakha lebih baik didiskusikan hingga konkrit agar terdapat solusi tanpa membekukan organisasi yang telah berdiri sejak lama. Rakha juga meminta tolong kepada seluruh ormawa yang memiliki kenalan dengan fungsionaris terkait untuk memberikan penjelasan lanjutan mengenai proses reorganisasi dari UKM-F Tari dan Teater Buih.
“Kebutuhan reorganisasi di awal kepengurusan diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan yang akan diberikan kepada Dekanat Fakultas Ekonomika dan Bisnis untuk kelancaran berjalannya organisasi selama 1 tahun periode,” ujar Rakha pada sambutan awal. Sambutan tersebut dapat dimaknai bahwa kebutuhan awal organisasi akan disampaikan oleh senat ke dekanat dari FEB UNDIP.
Kantor DPRD Jawa Tengah (18/02) – Sejumlah mahasiswa di Semarang menggelar demonstrasi bertajuk “SEMARANG MENGGUGAT: NEGARA SEKARAT PRABOWO-GIBRAN MENCEKIK RAKYAT” pada 18 Februari 2025 di depan kantor DPRD Jawa Tengah. Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk ketidakpuasan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan, salah satunya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi anggaran yang dianggap akan berdampak buruk untuk sektor pendidikan. Efisiensi tersebut dimaksudkan untuk merealisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah, salah satunya program unggulan makan bergizi gratis yang akan disalurkan kepada 82 juta siswa sekolah dan ibu hamil.
Para mahasiswa membawa spanduk dan kritikan yang ditujukan kepada pemerintah. Aksi massa berjalan dengan kondusif walaupun ada sedikit keributan di kala massa akan memasuki gedung DPRD. Beberapa mahasiswa juga berorasi di hadapan petugas kepolisian yang sedang melakukan keamanan.
“Demo ini bertujuan agar Bapak Presiden, Pak Prabowo, tidak mengesahkan efisiensi anggaran ini, terutama yang berpotensi memotong anggaran pendidikan. Jika itu terjadi, alih-alih menjadi Generasi Emas 2045, kita justru akan menjadi Generasi Cemas.” ujar Amanda, seorang mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Universitas Diponegoro.
Amanda menyatakan bahwa kebijakan efisiensi di sektor pendidikan dikhawatirkan akan meningkatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan memotong bantuan biaya pendidikan yang berpotensi memberatkan mahasiswa, terutama bagi mereka yang membiayai pendidikan sendiri.
“Sebagai lulusan Sejarah, saya tidak setuju apabila anggaran pendidikan dipotong. Bayangkan saja, 600.000 penerima KIP terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan. Kemudian, penerima LPDP di luar negeri juga ikut terancam. Mengapa kita perlu berfokus pada MBG, padahal prasarana pendidikan kita masih sangat terbatas?” Ujar Arthur, Relawan medis alumni UNNES.
Arthur berharap agar pemotongan pendidikan dibatalkan dan, jika memungkinkan, justru ditambah serta diekspansi. Misalnya, pembayaran dosen direalisasikan, guru honorer diatasi agar dapat disejahterakan, dan kepintaran murid-murid diprioritaskan.
Para mahasiswa berharap aspirasi mereka didengar dan pemerintah memiliki kesadaran atas dampak kebijakan yang dibuat. Mereka juga menegaskan bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja.
Semarang, 13 Desember 2024 – Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), acara Roadshow Pemilihan Umum Raya bertajuk “Kampus Kuning Memanggil” berhasil terselenggara. Forum terbuka ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi serta kritik kepada calon Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa (MWA UM) Undip tahun 2025 serta calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2025.
Karena persiapan yang panjang dari pihak panitia sehingga acara yang semula tertulis pukul 09.00 WIB akhirnya dimulai pukul 10.00 WIB. Forum diawali dengan menghadirkan dua kandidat utama MWA UM, yaitu Christian Dwi Tama Putra dari prodi Manajemen 2021 dan Muhammad Ibnu Athaillah dari prodi Ekonomi 2022. Acara dimulai dengan sesi pemaparan visi-misi, kedua calon menyampaikan apa perubahan positif yang ingin mereka bawa di lingkungan kampus.
Christian mengusung visi untuk membangun mahasiswa Undip yang berkualitas, berdaya saing, dan sejahtera, sembari berkontribusi aktif dalam pengembangan universitas dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan advokasi kebijakan strategis melalui program unggulan seperti FORUM Undip untuk membahas isu-isu terkini kampus dan PILAR yang fokus pada pengawalan isu strategis mahasiswa.
Sementara itu, Muhammad Ibnu Athaillah menawarkan visi untuk menjadikan MWA UM sebagai katalisator yang “Digdaya”, tidak terkalahkan dalam mewakili aspirasi mahasiswa. Ia memperkenalkan program Rembuk Undip, sebuah forum diskusi strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menyelesaikan isu mahasiswa. Dalam pidatonya, Ibnu juga menekankan pentingnya transparansi melalui MWA Menfess untuk menjaring aspirasi secara anonim.
Setelah pemaparan dari kedua kandidat, acara kemudian berlanjut ke dalam sesi tanya jawab dimana terdapat kesempatan bagi moderator dan mahasiswa yang hadir untuk berdiskusi, bertanya, maupun untuk mengkritisi secara langsung. Pertanyaan terkait kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT), peningkatan fasilitas kampus, serta strategi penguatan otonomi universitas sebagai PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) menjadi sorotan utama.
Rafi Ridha Tockary Ketua Bem FEB Undip 2025 memberikan pertanyaannya mengenai mekanisme UKT dan standar proses transparansi di Universitas lain. Para calon belum mengetahui secara detail dari standar mekanisme di Universitas lain.
“Kalian haruslah lebih menggali lebih dalam lagi mengenai isu UKT lagi agar dapat menemukan solusi yang tepat,” kata Tockary.
Para mahasiswa juga memberikan kritik tajam serta menyampaikan aspirasi mereka terhadap MWA yang selama ini dinilai tidak efisien dalam menyampaikan suara mahasiswa dan dinilai hanya sekadar membantu rektorat bukan mahasiswa. Kedua kandidat memberikan solusi dan komitmen untuk membawa isu-isu tersebut ke dalam forum pengambilan keputusan. Mahasiswa kemudian mengingatkan mengenai hakikat para calon kandidat MWA dan tanggung jawab yang akan mereka emban dimana mereka akan berhadapan dengan para petinggi kampus dan peran besar kedepannya berkaitan dengan memberi pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum, melaksanakan pengawasan di bidang non akademik serta sebagai organ yang menetapkan.
Sesi selanjutnya beralih kepada pemaparan dari dua pasangan calon BEM Undip, yakni Arkan Nugraha dan Sajida Rahmawati pasangan kandidat pertama Calon Ketua BEM Undip 2025 serta Aufa Atha Ariq dan Khayimas Atha Chisbaini pasangan kandidat kedua Calon Ketua BEM Undip 2025. Kedua pasangan membawa visi besar yang diharapkan mampu mengarahkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) menuju kemajuan yang signifikan.
Pasangan Arkan-Sajida, dengan nama kabinetnya Kabinet Langkah Optimistik, mengusung visi untuk menciptakan mahasiswa Undip yang memiliki profil COMPLETE (Communicator, Professional, Leader, Thinker, Entrepreneur, Educator). Mereka menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan progresif di kampus. Dalam Grand Design-nya, mereka menyoroti relevansi Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai pedoman dalam menyusun kebijakan kampus dan program pengembangan.
Sementara itu, pasangan Ariq – Khayimas, dengan Kabinet Garda Restorasi, berfokus pada upaya mengatasi keresahan mahasiswa dengan solusi konkret. Mereka menawarkan program kerja berbasis evaluasi yang berorientasi pada hasil nyata, seperti pengawalan isu pendidikan tinggi, pengembangan kesehatan mental, dan transparansi kebijakan. Dalam Grand Design-nya, pasangan ini menekankan pentingnya membangun sinergitas antara organisasi mahasiswa dengan birokrasi universitas demi meningkatkan efektivitas advokasi dan pelayanan.
Dalam forum ini, mahasiswa membahas berbagai isu penting, seperti:
1. Kenaikan Biaya Pendidikan: Mahasiswa meminta kepastian terkait kebijakan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang sering menjadi beban ekonomi. Kedua pasangan sepakat untuk menjadikan transparansi dan advokasi UKT sebagai prioritas.
2. Kurangnya komunikasi antara BEM Undip dengan Fakultas: Hal ini dipaparkan oleh Sena Habibi Ketua Bem FEB Undip 2024 yang mengatakan bahwa kapasitas sebagai calon pemimpin dipertanyakan ketika pada forum kali ini kedatangan mahasiswa sangatlah sedikit yang menunjukkan antusias publik dan awareness mahasiswa sangatlah rendah terhadap pasangan kandidat Calon Ketua BEM Undip sehingga mahasiswa tidak mengetahui atau tidak datang untuk proses Pemira. Para calon merespon hal tersebut dengan menyatakan akan terus melakukan sosialisasi dan penggunaan media sosial untuk menjangkau mahasiswa FEB. Para calon kemudian juga menyinggung akan memperbaiki proses komunikasi internal organisasi yang saat ini dirasa masih bersifat satu arah ingin dibenahi menjadi dua arah.
3. Mahasiswa menilai Program BEM Undip yang dinilai masih samar dan belum memiliki pondasi yang kuat. Mahasiswa mengharapkan adanya rancangan yang matang dan implementasi yang dapat diukur secara konkret agar rancangan program tidak seolah-olah hanya untuk menghabiskan anggaran. Hal ini penting agar program yang dijalankan benar-benar mampu menjawab kebutuhan mahasiswa dan dapat memenuhi skala prioritas.