UNDIP Sukses Gelar ODM 2024, Sambutan Bertabur Bintang untuk Dipo Muda

Antusias mahasiswa baru pada gelaran ODM 2024

UNDIP, 18/8 – Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program orientasi mahasiswa baru guna menyambut tahun akademik 2024/2025. Acara yang berlangsung pada tanggal 18 Agustus ini menjadi puncak rangkaian acara Orientasi Diponegoro Muda (ODM) yang sebelumnya juga telah usai dilakukan di masing-masing fakultas. Orientasi tahun ini mengangkat tema yang secara khusus menyorot isu teknologi dan revolusi bidang industri, mahasiswa diharapkan agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab sehingga dapat memanfaatkan potensi metaverse dalam bermasyarakat. 

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, yang menekankan pentingnya integrasi dan adaptasi bagi mahasiswa baru. 

Acara juga dimeriahkan dengan sesi Discussion yang menghadirkan penyanyi sekaligus aktivis pendidikan, Maudy Ayunda. Dalam diskusi tersebut, Maudy menyampaikan kepada para Dipo Muda terkait perspektifnya terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses perkuliahan. Maudy berpendapat bahwa kita tidak bisa menampik akan kemudahan yang kita dapatkan atas perkembangan teknologi tersebut, namun disisi lain kita tetap harus menanamkan mindset dalam diri kita, terutama ketika masa perkuliahan, bahwa apapun yang kita kerjakan jangan hanya asal selesai saja. 

“Percayalah teman-teman, bahwa disiplin, fokus, waktu yang kita berikan terhadap sebuah pekerjaan, itu pasti akan ada hasilnya.” kata Maudy.

Acara ODM ini dilanjutkan dengan orasi perkenalan fakultas oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari masing-masing fakultas yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai sebenarnya dari masing-masing bidang keilmuan yang dipelajari. 

Setelah itu, rangkaian puncak acara kemudian diakhiri dengan penampilan spesial oleh band favorit anak muda, yaitu HIVI. Para Dipo Muda menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan ini, yang diharapkan dapat mempermudah transisi mereka ke kehidupan kampus yang baru. (SG)

Aliansi Suara Undip Serukan 8 Poin Penting untuk Mahasiswa Baru

Undip (18/08) – Aliansi Suara Undip menyambut mahasiswa baru yang baru menyelesaikan rangkaian ODM di depan Stadion Universitas Diponegoro. Sembari menggaungkan mars mahasiswa, mereka membagikan selembar kertas yang berisi 8 poin imbauan kepada mahasiswa baru.

  1. Uang kuliah mahal dips, yang rajin ya belajarnya!
  2. Undip belum aman dari kekerasan seksual dips, peraturannya belum juga diubah.
  3. Hai maba SV Pleburan, ayo semangat bersuara supaya fasilitas kalian lebih layak.
  4. Dips, jikalau ada yang melakukan unsur sara segera laporkan ya!
  5. Oiyaa dips, jangan begadang terus ya jadwal kuliah kalian dari pagi buta sampe malam gulita.
  6. Buat maba psikologi, jangan lupa untuk tagih janji akses jalan ke belakang rektorat yaa, akses jalan yang sekarang gelap banget.
  7. Dips jangan lupa untuk selalu tantang perperloncoan dan senioritas ya dips, kalian punya hak untuk hidup tenang di tembalang.
  8. Oiya, jangan lupa buat tagih janji ke Undip untuk usut tuntas kasus bullying yang sedang ramai diperbinvangkan ya dips.

Aliansi Suara Undip sendiri merupakan gerakan kolektif yang digaungkan mahasiswa Undip baik itu dari organisasi maupun non-organisasi. Lintang (FIB) menjelaskan bahwa kegiatan hari ini tidak ada kepentingan apapun dan tidak mengatasnamakan lembaga manapun.

“Kita pengen maba tau bahwasanya di Undip ini  masih banyak PR-nya dan maba perlu tau sebelum mereka memulai perkuliahannya. Mereka perlu tau apa saja yang di Undip itu mungkin perlu diperbaiki dari infrastruktur atau dari masalah kurikulum atau sebagainya,” jelas Lintang.

Lintang pun menaruh harapan kepada mahasiswa baru untuk dapat kritis dan peduli terhadap kondisi kampus dan masyarakat. (TG)

BEM se-Undip Gelar Aksi Terkait Dugaan Perundungan Mahasiswa PPDS di Depan Mahasiswa Baru

Ketua BEM se-Undip menggelar aksi

Undip (18/08) – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Undip menggelar aksi di depan mahasiswa baru atas meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip, Aulia Risma. Dokter yang sedang menjalani tugas belajar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi tersebut diduga menjadi korban perundungan.

Dalam aksi tersebut, ke-12 Ketua BEM menutup matanya dengan kain hitam dan menggenggam tulisan “Usut Tuntas” beserta foto mendiang.

Farid Darmawan selaku Ketua BEM Undip dalam orasinya menyampaikan, “Saya berpesan untuk seluruh elemen yang ada baik itu dari kampus maupun dari pihak pemerintah. Saya mohon untuk bisa mengusut tuntas kasus yang dirasakan kawan sejawat kita.”

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E.,M.Si. juga menyampaikan duka yang mendalam kepada almarhumah dalam sambutannya. Beliau menjelaskan bahwa hasil investigasi internal di Fakultas kedokteran menyatakan perundungan itu tidak benar terjadi, “Kita sangat serius mengatasi hal ini dan alhamdulillah dari pengakuan keluarga dan lain-lain sebagainya sudah mulai mereda bahwa itu betul-betul bukan  perundungan.”

Suharnomo pun meminta agar teman-teman mahasiswa baru tetap tenang karena di wilayah Undip tidak ada perundungan dan Undip menentang keras adanya bullying, “Tidak ada bullying di PPDS, kalaupun ada mungkin tahun-tahun sebelumnya. Kami pastikan 1 Januari 2024 dan seterusnya tidak ada lagi.” (TG)

Kemeriahan ODM FEB Undip 2024: Euforia Mahasiswa Baru dan Berbagai Catatan di Dalamnya

Potret keseruan ODM Festival

FEB Undip (16/08) – Rangkaian Orientasi Dipo Muda FEB Undip telah rampung diselenggarakan. Kegiatan hari terakhir ODM FEB diawali dengan mozaik, orasi ketua BEM, ketua senat, dan ketua himpunan serta disusul parade organisasi mahasiswa. Acara dilanjutkan dengan Yellow Festival yang memiliki tujuan utama mengenalkan organisasi mahasiswa yang ada dalam FEB Undip dan ditutup dengan rangkaian ODM Festival. 

Menurut Biiznihi, ketua Kesmes FEB Undip, ODM FEB tahun ini sangat menyenangkan karena didukung oleh antusiasme mahasiswa baru. Biiznihi juga menyebutkan bahwa mahasiswa baru lebih antusias pada ODM tahun ini dibanding tahun lalu, “terutama di Yellow Fest ini, (mahasiswa baru) mampir ke stand dan tentunya dari Kesmes sendiri membuka peluang untuk teman-teman maba untuk mengetahui Kesmes lebih jauh melalui Yellow Fest ini.” 

Meski begitu, menurut Novita, mahasiswi baru prodi manajemen, ia kurang mendapat informasi yang dibutuhkan untuk memilih ormawa terbaik bagi dirinya, “Soalnya kan rame banget, ya. Jadi informasinya ketutupan gitu. Jadi ngga bisa akses informasi seluruhnya. “

Antusiasme mahasiswa baru juga terlihat pada rangkaian ODM Festival di mana mereka berkumpul memenuhi bagian tengah panggung. ODM Festival tahun ini menampilkan UKM Tari, Economusic, hingga Cheerleader.

Rimanda, mahasiswa baru prodi akuntansi, menjelaskan bahwa rangkaian ODM FEB Undip melebihi ekspektasinya, “seru sih, walaupun capek, tapi acaranya seru-seru semua jadi nggak kerasa capeknya. Kita bisa kumpul bareng. Dari setiap prodi bisa kumpul bareng. Kita juga bisa have fun dan ada sesi nyanyi-nyanyi.” 

Namun, tidak seluruh mahasiswa baru dapat merasakan euforia ODM Festival. Banyak di antara mereka yang memilih melipir ke bagian yang cukup jauh dari panggung. Salah satunya adalah Yora, mahasiswi baru prodi akuntansi. Ia menjelaskan acara hari itu tidak memenuhi ekspektasinya, “Jujur agak engga (sesuai ekspektasi). Kek ini,  ini tuh semuanya nggak yang bisa langsung ngumpul jadi satu, seru-seruan bareng. Jadi mencar-mencar, banyak yang ngobrol sendiri. Paling cuma di sana doang (bagian dekat panggung) yang asik-asikan,” jelasnya.

sampah tampak berserakan di area panggung odm festival

Satu hal yang cukup disayangkan dari acara ini adalah terlihatnya tumpukan sampah di beberapa titik ODM Festival. Hal ini dikarenakan kurangnya penyediaan  tempat sampah yang cukup untuk menampung seluruh sampah konsumsi mahasiswa baru. Berbeda dengan area ODM Festival, area Yellow Festival terlihat bebas dari sampah karena tersedianya trash bag. 

Menabung Untuk Investasi Jangka Panjang, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa-Siswi SDN Newung 2 Belajar Menabung

Newung, Sragen (23/07) – Menabung adalah sebuah kebiasaan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi masa depan. Sejak usia dini, anak-anak perlu diajarkan tentang pentingnya mengelola keuangan dan menabung. Memahami hal ini, Alessandra Juventini Getzevia Rumbino, mahasiswa jurusan Akuntansi dari KKN Tim II Undip Tahun 2023/2024 dibawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Riza Susanti, S.T., M.T, menginisiasi kegiatan edukasi pentingnya menabung bagi siswa-siswi kelas 4 di SDN Newung 2.

Menabung bukan hanya sekedar mengumpulkan uang receh. Ini adalah langkah awal menuju kemandirian finansial. Dengan menabung, anak-anak belajar tentang nilai uang, kesabaran, dan perencanaan masa depan. Selain itu, menabung juga dapat menjadi pondasi untuk investasi jangka panjang yang akan memberikan keuntungan finansial di masa depan.

Dalam kegiatan edukasi yang telah diselenggarakan di SDN Newung 2, Alessandra menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Tidak hanya memberikan materi tentang pengertian menabung, tetapi juga menjelaskan tentang tips and trick serta manfaat menabung dan mengajak siswa-siswi untuk terlibat dalam aktivitas pembuatan celengan dari botol bekas.

Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswi kelas 4 SDN Newung 2. Selain memperoleh pengetahuan tentang keuangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. Dengan demikian, mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan finansial di masa depan. (Alessandra Juventini Getzevia Rumbino)

UMKM Go Digital: Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS untuk Mendukung Kemudahan dan Keamanan dalam Pembayaran bagi UMKM Desa Sidorejo

         Penyerahan Poster Edukasi QRIS

Sidorejo, Pekalongan (30/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Adiska Afifah yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Ekonomi Islam untuk menjalankan program kerja yang mendukung digitalisasi UMKM di Desa Sidorejo. Program ini terinspirasi dari fenomena era digital yang  telah datang dan mewarnai kehidupan sehari-hari, termasuk di Desa Sidorejo yang berlokasi di perbatasan kota Pekalongan. Meskipun sebagian penduduknya belum sepenuhnya melek teknologi, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Desa Sidorejo memiliki banyak UMKM yang didominasi oleh bidang konveksi sebagai usaha yang sudah turun temurun. Di samping itu, banyak pula ditemui UMKM baru di sektor makanan dan minuman sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Bagi banyak pelaku usaha ini, UMKM adalah sumber pendapatan utama dan masih berada pada tahap awal pengembangan bisnis. Hal ini membuat para pelaku usaha masih awam terhadap dunia bisnis, terutama pada upaya digitalisasi bisnis. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang tepat agar UMKM tersebut dapat berkembang dengan pesat, salah satunya dengan edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS. 

Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS usaha Es Durian Tilompo milik Pak Rohib

Edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS dilakukan oleh Adiska dan tim di beberapa UMKM Desa Sidorejo secara langsung melalui pendekatan door to door. Kegiatan ini dimulai dengan edukasi mengenai digitalisasi alat pembayaran dengan penyerahan poster informasi QRIS sekaligus melakukan pengumpulan data UMKM dalam rangka asistensi pembuatan QRIS. QRIS tersebut dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih aman, terhindar dari penipuan uang palsu, dan memudahkan pencatatan transaksi bagi pelaku usaha. 

Program ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi UMKM di Desa Sidorejo untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. Penerapan QRIS ini dapat mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan era digital, seperti meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, peningkatan keamanan pembayaran, dan memperluas jangkauan pasar melalui kemudahan akses pembayaran yang beragam. Keberagaman akses pembayaran ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan karena mayoritas konsumen UMKM kini adalah anak muda yang melek teknologi. Pengambilan langkah ini ditujukan agar UMKM di Desa Sidorejo tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga berpotensi untuk berkembang pesat dan menjadi pemain penting dalam perekonomian digital di masa depan. (Adiska Afifah Zahro)

Digitalisasi Marketing: Upaya Pembuatan dan Pemberdayaan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran

Penyerahan simbolis hasil luaran program yang merupakan booklet Bersama PKK dan remaja di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Keloran, Wonogiri (26/07) – Fiolita Nurmadewi, selaku  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Progam Studi Manajemen melaksanakan program kerja yang berfokus pada digitalisasi marketing pada KUB (Kelompok Usaha Bersama), PKK dan remaja di Desa Keloran.

Desa Keloran merupakan salah satu desa di Kecamatan Selogiri yang memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang besar. Namun, permasalahan terbesar yang menjadi penghalang kemajuan UMKM di Desa Keloran adalah kesulitan dalam segi pemasaran secara digital yang hanya menggunakan Whatsapp Marketing, dimana produk-produk yang dijualnya hanya dibagikan kepada rekan-rekan yang dikenalnya ataupun pada komunitas UMKM Wonogiri, hal ini membuat terbatasnya target pasar yang dituju sehingga mempersempit penjualan produknya.

Berawal untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka munculah program kerja “Digitalisasi Marketing melalui Upaya Pembuatan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran” yang berlangsung di Balai Desa Keloran, serta secara intensif dilakukan di Rumah Bu Tri, Bu Erna dan Bu Sri di Ngembong selama 26-29 Juli 2024 dengan melakukan pemanfaatan kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan ekonomi lokal di Desa Keloran.

Dimulai dengan sesi pengenalan digital marketing, pemaparan berbagai macam strategi digital marketing yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, pentingnya menentukan target pasar sebelum memulai suatu usaha, urgensi untuk melakukan riset terhadap perilaku konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan untuk dapat merancang strategi pemasaan yang sesuai dengan menciptakan karakteristik yang berbeda dengan para pesaingnya serta terdapat pelatihan dasar mengenai penggunaan salah satu alat digital marketing yaitu E-Commerce Shopee dan Social Media Instagram serta terdapat panduan singkat pembuatan konten dari Canva yang dapat ditampilkan di Shopee dan Instagram untuk dapat menaikkan nilai jual produk oleh PKK, KUB dan remaja di Desa Keloran.

Selama program berlangsung, Fiolita Nurmadewi tidak hanya memberikan panduan, tetapi juga memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada PKK, KUB dan remaja yang ingin atau sudah memiliki UMKM dalam proses pengimplementasian materi dari digitalisasi marketing.

“Produk yang akan dijual harus bermanfaat dan pastinya dapat memecahkan sebuah masalah atau keinginan yang dihadapi calon konsumen dan harus memberikan solusi yang tepat dan tertarget,” ujar Fiolita Nurmadewi.

Terdapat tiga sasaran UMKM yang diberikan pelatihan secara intensif untuk melakukan digitalisasi marketing yaitu pemilik UMKM Keripik Pisang Bu Tri dari Ngembong, UMKM Keripik Pisang dan Bawang Goreng Bu Erna dari Ngembong dan UMKM Sambal Kacang bu Sri dari Ngembong.

“UMKM di sini itu kurangnya dibagian pemasaran soalnya engga ada yang ngajarin, kalaupun dijual juga disekitaran sini atau melalui pemesanan via Whatsapp,” ujar bu Tri

Bu Tri selaku pemilik UMKM Kripik Pisang yang diberdayakan untuk dilakukan pembuatan social media Instagram dan E-Commerce Shopee (26/07)

Sehingga dengan adanya pelatihan pembuatan akun E-Commerce Shopee dan social media Instagram dari program kerja ini, ketiga pemilik usaha mengaku merasa sangat terbantu dalam memasarkan produk-produknya karena lebih efektif dalam memperluas jangkauan target pasar secara online dan lebih efisien serta memberikan dampak positif dalam jangka panjang, baik bagi UMKM di Desa Keloran maupun perkembangan ekonomi lokal secara keseluruhan. Keberhasilan program ini juga menjadi salah satu capaian bagi mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam hal digitalisasi marketing di Desa Keloran. (Fiolita Nurmadewi)

Pemberdayaan dan Pendampingan Pembuatan Maps Digital di Google My Business kepada Pelaku UMKM Desa Keloran

Pemaparan materi terkait Google Maps kepada PKK dan perangkat desa di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Keloran, Wonogiri (26/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024, Fiolita Nurmadewi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Progam Studi Manajemen melaksanakan kegiatan program kerja terkait transformasi digital. Teknologi digital telah menjadi kebutuhan vital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia bisnis, hal ini memberikan peluang besar bagi para pengusaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Keloran untuk dapat memperluas target pasarnya. Sehingga terdapat banyak inisiatif untuk memastikan bahwa UMKM dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi digital.

UMKM di Desa Keloran memiliki segudang potensi untuk memajukan perekonomian lokal, namun masih ada permasalahan yang perlu diatasi untuk membantu calon pelanggan dalam mencari dan menemukan titik lokasi dari UMKM maupun tempat-tempat layanan masyarakat yang berada di Desa Keloran. Hal ini disebabkan karena masih banyak dari mereka yang belum menentukan titik lokasi mereka di Google Maps sehingga lokasi UMKM dan tempat-tempat layanan masyarakat sulit ditemukan oleh calon pelanggan maupun masyarakat sekitar Desa Keloran.

Beranjak dari permasalahan tersebut, program kerja “Pemberdayaan dan Pendampingan Pembuatan Maps Digital di Google My Business pada Desa Keloran” dilaksanakan untuk membantu para pelaku UMKM dan tempat-tempat layanan masyarakat di Desa Keloran dalam menandai lokasi mereka di Google Maps sehingga dapat menaikkan perekonomian lokal.

Program kerja dimulai pada tanggal 26-29 Juli 2024 bertempat di Balai Desa Keloran yang dihadiri oleh PKK Desa Keloran serta perangkat desa dengan melakukan sosialisasi menyeluruh tentang pentingnya menentukan titik lokasi usaha mereka di Google Maps, dilanjutkan dengan pemaparan cara menentukan dan mempublikasikan titik lokasi di Google Maps kepada para pelaku usaha dan tempat-tempat layanan masyarakat. Selain itu pemaparan dan pendampingan pembukaan Google Maps secara intensif dilakukan di rumah bu Tri, bu Erna dan bu Sri sebagai salah satu perwakilan UMKM  yang secara aktif berjualan namun belum memiliki titik lokasi di Google Maps. 

Pendampingan pembuatan Google Maps kepada Bu Erna,salah satu pemilik UMKM di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Dengan adanya pelatihan pembuatan titik lokasi di Google Maps dari program kerja ini, ketiga pemilik usaha mengaku merasa sangat terbantu dalam meningkatkan aksesibilitas UMKM mereka di mata calon pelanggan dan daya tarik Desa Keloran di masyarakat luar. Keberhasilan program ini juga menjadi salah satu capaian bagi mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam hal digitalisasi marketing di Desa Keloran. (Fiolita Nurmadewi)

Siap Hadapi Keadaan Tak Terduga dengan Dana Darurat : Edukasi Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga oleh Mahasiswa KKN Undip

Sambutan Lurah Jantiharjo

Jantiharjo (1/8) – Agung Samodro, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari jurusan Manajamen Fakultas Ekonomika dan Bisnis melaksanakan program Edukasi bertemakan pengelolaan keuangan : Siap Hadapi Keadaan Tak Terduga dengan Dana Darurat, tepatnya pada pukul 08.00 – 10.00 WIB. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menyiapkan dana darurat sebagai salah satu strategi pengelolaan keuangan dalam rumah tangga. Apalagi melihat mayoritas pendapatan rumah tangga di Kelurahan Jantiharjo berasal dari hasil usaha pertanian dan juga UMKM yang mana pendapatan tidak selalu sama tiap bulannya. Sehingga akan menjadi penting bagi sebuah rumah tangga untuk memiliki dana darurat.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan ibu-ibu rumah tangga. Acara dimulai dengan sambutan Lurah Jantiharjo Bapak Budi Triyono, S.Sos, M.M. Beliau menyambut baik adanya kegiatan ini. “Ini merupakan satu inisiasi kegiatan yang baik yang telah direncanakan oleh adik-adik mahasiswa, pengelolaan keuangan itu bukan tentang besar kecilnya uang masuk tetapi bagaimana nanti uang yang masuk itu bisa cukup dan bahkan dapat disisihkan untuk kondisi emergency” Ujar beliau dengan semangat.

Pemaparan materi oleh mahasiswa KKN mengenai dana darurat

Pemaparan materi dilakukan oleh mahasiswa KKN yang mencakup definisi dana darurat, urgensi dan penggunaan dana darurat, cara menghitung jumlah dana darurat dan juga solusi atau pemberian model tabungan terencana sebagai media penyimpanan dana darurat. Dijelaskan bahwa dana darurat merupakan sejumlah uang yang disisihkan dan disimpan yang bertujuan untuk digunakan sebagai jaring pengaman finansial untuk menghadapi berbagai situasi yang bisa mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga. Disampaikan pula jumlah dana darurat sebaiknya 6 – 12 kali pengeluaran bulanan. Hal ini dimaksudkan agar rumah tangga siap dalam menghadapi keadaan tidak terduga seperti kehilangan pemasukan, sakit, bencana atau kebutuhan mendesak lainnya tanpa bergantung pada utang.

pembagian media penyimpanan dana darurat kepada peserta

Pada akhir pemaparan, mahasiswa KKN memberikan sebuah inisiasi saran untuk media penyimpanan dana darurat berupa celengan yang terencana. Dengan adanya media penyimpanan uang ini diharapkan bahwa peserta dapat merencanakan besaran jumlah dana darurat yang akan mereka simpan. Hal ini disambut dengan semangat oleh peserta “Jadi semangat, Mas kalau dapat celengan seperti ini” ujar Ibu Yuli, salah satu peserta yang hadir.

Dengan adanya program ini, diharapkan peserta yang hadir dan masyarakat Kelurahan Jantiharjo secara umum dapat lebih sadar dan siap dalam mengelola keuangan mereka dan memiliki ketahanan finansial yang lebih baik di masa mendatang. (Agung Samodro)

Optimalisasi UMKM di Era Digital, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Program untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

Seiring dengan kemajuan zaman, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memainkan peran krusial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung perekonomian nasional. 

Dalam rangka memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi digital, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi UMKM. Salah satu inisiatif yang diberikan oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2023/2024 adalah program pelatihan dan pendampingan yang diadakan oleh pemerintah dan berbagai lembaga terkait, dengan tujuan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam operasional bisnis UMKM. Program ini mencakup berbagai aspek seperti pemasaran digital, penjualan berbasis aplikasi, serta pembayaran digital. Program ini juga menjelaskan pentingnya memiliki personal branding yang baik dan mendaftarkan UMKMnya secara legal. 

Program yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Juli 2024. Bertempat di Pendopo Kantor Kelurahan Sudiroprajan, kegiatan ini mengundang 20 pelaku UMKM di Kelurahan Sudiroprajan. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan mengenai kondisi sosial UMKM di Kelurahan Sudiroprajan, dilanjut dengan penjelasan tentang pentingnya NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi UMKM guna memudahkan proses bisnisnya, penjelasan bagaimana membangun personal branding UMKM,  penjelasan mengenai pemasaran berbasis digital dan  pengenalan WhatsApp Bisnis sebagai salah satu platform pemasaran digital, serta penjelasan mengenai platform penjualan berbasis E-Commerce dan pengenalan QRIS sebagai metode pembayaran digital. 

Antusiasme dari peserta meyakinkan para pemateri bahwa yang disampaikan dapat diterima dan diimplementasikan dengan baik. Peserta juga aktif dalam sesi diskusi serta menyampaikan minat untuk beralih ke pemasaran dan penjualan berbasis digital. Melalui program ini, diharapkan UMKM tidak hanya sekadar beradaptasi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar global, sehingga mereka dapat memperluas jangkauan dan menciptakan peluang baru yang lebih luas di tingkat internasional.

Reporter : Adelia Putri Qani’ah, Farah Fauziyyah, M Yoga Widiaztama, Nazila Hamidah Suci P, Nuril Maulidya Rahmah, Prasasta Aulya, Satrio Agung Guntoro, Syifa Amalia, Tri Damaito Sitohang