Dukung Pengembangan Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UNDIP Melakukan Pendampingan  dan Edukasi Dalam Pembuatan Akun OSS serta NIB bagi Pelaku UMKM di Desa Sindukarto

Penulis: Arya Febriansyah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro melakukan pendampingan dan  sosialisasi dalam pembuatan akun OSS (Online Single Submission) guna penerbitan NIB  (Nomor Induk Berusaha) bagi para pelaku UMKM di Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko,  Kabupaten Wonogiri, Rabu (24/07). 

Kegiatan UMKM dalam masyarakat menjadi salah satu hal umum yang dilakukan untuk  mendapatkan penghasilan, karena masyarakat dapat menjalankan kegiatan UMKM dengan  modal usaha yang terbilang rendah serta bentuk produk yang dapat diperjualbelikan sangat  beragam.  

Desa Sindukarto memiliki banyak pelaku UMKM dengan berbagai bidang yang berbeda. Ini  tentunya menjadikan sumber pendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar Desa  Sindukarto. Akan tetapi, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pemahaman serta  dokumen resmi dalam melakukan kegiatan wirausaha. Terdapat beberapa pelaku UMKM Desa  Sindukarto yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan surat izin resmi yang diterbitkan dibawah  Kementrian Investasi/BKPM yang bertujuan sebagai identitas pelaku sebuah usaha dalam  menjalankan kegiatan usaha. Apabila pelaku usaha tidak memiliki NIB, maka dapat dipastikan  usaha yang dijalankan tidak sah atau ilegal secara hukum. 

Dokumentasi pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha pada pelaku UMKM

Dari permasalahan terkait NIB tersebut, Arya Febriansyah, seorang mahasiswa jurusan  Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melakukan program kerja  untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku UMKM. 

Program Kerja ini diawali dengan pemberian sosialisasi dan edukasi terkait sistem Online  Single Submission (OSS) yang digunakan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB),  dokumen apa saja yang harus disiapkan dalam mengajukan pembuatan Nomor Induk Berusaha  (NIB), sosialisasi terkait manfaat dari NIB, dan melakukan pendampingan pendaftaran serta  pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Dokumentasi pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha pada pelaku UMKM

Setelah melakukan pengajuan permohonan, Arya kemudian memberikan poster infografis  terkait NIB dan menjelaskan materi yang ada di dalam poster infografis tersebut seperti apa itu  NIB, manfaat dari NIB dan tata cara pengajuan permohonan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Para pelaku UMKM merasa sangat terbantu dengan adanya program kerja pendampingan dan edukasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Telah terbitnya NIB bagi para pelaku UMKM diharapkan dapat mempercepat kegiatan berusaha  serta dapat memberikan berbagai manfaat bagi para pelaku UMKM di Desa Sindukarto. 

Digitalisasi GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori): Kreasikan Poster Menabung di Canva serta Guru Rancang Kelas Virtual via Google Classroom.

Mahasiswa KKN Desa Mengori Sosialisasikan Menabung dan Kreasikan Poster Menabung Bagi Anak-Anak serta Workshop Pembuatan Google Classroom Kepada Guru di SDN 01 Desa Mengori. Foto: Ist.

Mengori, 24 Juli 2024 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN 01 Mengori, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan serangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan 21 siswa dan para guru sekolah dasar tersebut. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar, serta menanamkan kebiasaan menabung pada siswa.

Kepala Sekolah SDN 01 Mengori, Ibu Iin Turyani, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mendukung program menabung ini karena sangat relevan dengan kebutuhan siswa kami. Selain itu, kegiatan membuat poster dengan Canva juga meningkatkan kreativitas anak-anak, yang masih tergolong rendah di Desa Mengori. Kombinasi menabung dan teknologi ini membuka peluang baru bagi anak-anak kami untuk berkembang,” ujarnya dengan antusias.

Sebagai bagian internal dari program KKN, tim juga melaksanakan program GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori) yang ditargetkan khusus untuk siswa kelas 4 SD. Program ini diawali dengan sesi pembahasan interaktif tentang pentingnya menabung, dilanjutkan dengan kegiatan kreatif pembuatan celengan dari bahan daur ulang seperti kardus dan botol minum. Setiap siswa dibimbing untuk membuat dan menghias celengan mereka sendiri, memadukan unsur kreativitas dengan edukasi finansial.

Mahasiswa FEB, Ayara Chiyotara Naori, menginspirasi dengan proker GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori). Melalui kreativitas, ia mengajak anak-anak membuat celengan dari bahan bekas. Foto: 2st.

Siswa diajak membuat komitmen menabung dan diberikan tips praktis untuk memulai kebiasaan ini. Wali kelas akan memantau progress menabung siswa sebagai tindak lanjut dari program ini. Sebagai hasil dari program ini, siswa SDN 01 Mengori berhasil membuat berbagai poster menarik dengan menggunakan Canva dan celengan unik dari bahan daur ulang.

Mahasiswa Teknik Komputer, Rachel Sola Gracia, melakukan pelatihan pembuatan poster dengan tema menabung di SDN 01 Mengiru. Foto: 3st.

Sebagai kelanjutan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pemanfaatan teknologi di SDN 01 Mengori, Mahasiswa KKN Undip juga mengadakan program workshop pemanfaatan Google Classroom bagi para guru. Workshop ini dirancang untuk membekali para guru dengan keterampilan dalam menggunakan platform digital tersebut sebagai alat bantu pembelajaran. Dengan adanya pelatihan ini, para guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, menarik, dan efisien. Google Classroom dapat membantu para guru dalam mengelola tugas-tugas siswa, memberikan umpan balik secara langsung, serta memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antar siswa. Melalui workshop ini, para guru akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang cara mengintegrasikan teknologi ini dalam kurikulum sehari-hari, sehingga pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat diperluas melalui media digital.

Mahasiswa Teknik Komputer, Rachel Sola Gracia, melakukan Workshop pemanfaatan Google Classroom bagi para guru. Foto: 4st.

Dengan adanya pelatihan ini, SDN 01 Mengori diharapkan dapat menjadi contoh sekolah yang progresif dalam penerapan teknologi pendidikan di Desa Mengori, memberikan dampak positif jangka panjang bagi para siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa dan guru, serta memajukan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Sosialisasi Kajian Layak Kerja di Sektor Perikanan : Memaksimalkan Kesejahteraan Pekerja Indonesia dalam Konteks Negara Maritim

Peserta melakukan sesi foto bersama

FEB (27/6) – Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) mengadakan acara “Sosialisasi Kajian Layak Kerja di Sektor Perikanan: Adaptation of Teaching Labour for Business Students”. Acara yang diadakan di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro ini dihadiri oleh wakil rektor IV, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, perwakilan MGMP Jawa Tengah, guru-guru SMK di Jawa Tengah, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan sambutan-sambutan para tamu undangan. Dalam sambutannya Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., selaku wakil rektor IV menyatakan bahwa tugas universitas adalah menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Dr. Jaka Aminata, S.E., M.Si., penanggung jawab pada acara ini mengarahkan para peserta untuk melakukan forum group discussion (FGD). FGD dilakukan agar para peserta dapat memberikan keluh kesahnya seputar industri perikanan.

Diskusi kali ini diharapkan dapat menambah wawasan seputar industri perikanan bagi masyarakat umum. Muhammad Revo Nadrian atau yang akrab dipanggil Revo selaku ketua panitia menyatakan Indonesia merupakan negara maritim yang belum memaksimalkan potensinya. Revo juga berharap acara ini dapat membuat pandangan masyarakat terhadap peluang kerja di sektor perikanan menjadi lebih luas. Acara ini akan dilanjutkan dengan penelitian yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 3-8 Juli 2024 di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Pati.

Penulis : Qosim

Reporter : Qosim, Haykal, Messal

Memperingati Hari Lingkungan, BEM FEB Adakan Diskusi Terkait Kerusakan Lingkungan

(Sumber: Pribadi)

UNDIP (5/6) – Bertepatan dengan hari lingkungan hidup sedunia pada tanggal 5 Juni 2024, BEM FEB UNDIP mengupayakan sebuah diskusi di Universitas Diponegoro agar mahasiswa lebih peduli mengenai masalah lingkungan. diskusi ini dibungkus dalam acara Bincang-bincang Somaliah yang bertajuk “Malapetaka Lingkungan Menerpa, Jawa Tengah Berduka.”

Tema pembahasan yang diambil berkaca dari berbagai kerusakan alam yang terjadi saat ini. Vanezia Gerda selaku project officer pada acara Bincang-bincang Somaliah ini menyatakan bahwa dengan melihat kondisi alam saat ini sudah semestinya Jawa Tengah berduka. 

“Melihat dari lingkungan di Jawa Tengah banyak sekali kerusakan yang disebabkan aktivitas manusia, di pantura khususnya hampir seluruhnya mengalami kerusakan, terjadinya rob dan abrasi di Jawa Tengah sehingga sudah pantas untuk Jawa Tengah berduka” ucap Vanezia.

Diskusi dibuka dengan pembahasan tentang daerah pesisir Karimunjawa yang mengalami kerusakan akibat aktivitas tambak udang. Aris Ismanto selaku dosen dari FPIK UNDIP mengatakan aktivitas di Karimunjawa aktivitasnya dikontrol dengan baik, namun ada celah dari pemerintah daerah sehingga muncul berbagai aktivitas tambak.

Iqbal Alma Ghosan Altofani, perwakilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jateng, mengatakan bahwa saat ini pejuang lingkungan sangat terancam dengan beberapa pola atau cara. Banyak penangkapan bahkan pembunuhan bagi pejuang lingkungan.

“2019, teman teman Walhi di Sumatera Utara ditemukan di selokan dengan kondisi babak belur dan meninggal,” ujar Iqbal.

Masalah Rob dan Abrasi di Jawa Tengah Memprihatinkan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tim Penginderaan Jauh LAPAN pada tahun 2020, Semarang menjadi salah satu wilayah yang akan tenggelam di dunia karena mengalami land subsidence paling cepat, beriringan dengan Jakarta dan Pekalongan. Iqbal Alma Ghosan Altofani menyatakan semua industri di Semarang semua menggunakan air tanah.

Aris Ismanto membeberkan presentasinya mengenai isu sedimen tanah di wilayah Semarang bahwa proses sedimentasi tanah masih muda karena dahulu merupakan bagian wilayah laut yang menyusut, faktor lain yang menyebabkan tanah melemah tidak lain akibat proyek yang dibuat oleh manusia. Aris menyebut bahwa provinsi lain masih terdiskriminasi dari pembangunan di pulau Jawa.

“Indonesia masih mendiskriminasi pembangunan, provinsi selain jawa masih minim akan pembangunan tidak seperti di Jawa,” ujar Aris Ismanto. 

Bahrudin Wahyu Aji Dwi Sajiwo selaku Presiden BEM KM UNNES menambahkan hubungan manusia dengan alam bukan hanya dengan hubungan ekonomi ada hubungan budaya, dan sosial. Masyarakat pesisir yang sudah menganggap dirinya hidup dari laut, ketika dipindahkan dari laut mereka akan terlihat kebingungan.

Penulis : Aldo, Qosim

Reporter : Aldo, Qosim

Undip SJP : Sejarah Pergerakan Mahasiswa Undip untuk Rakyat Palestina

Mahasiswa Undip lakukan aksi solidaritas untuk Palestina (sumber : pribadi)

Undip (21/05) – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggelar aksi damai untuk membela keadilan bagi rakyat Palestina. Aksi yang dihadiri kurang lebih 150 demonstran ini diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Insani dan berkolaborasi dengan Organisasi Mahasiswa lainnya. Aksi dimulai pada pukul 16.00 WIB yang diawali long march dengan rute Student Center, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, Widya Puraya, dan berakhir di area Jogging Track. Gema teriakan “Free Free Palestine. Palestine Palestine. Bebaskan, bebaskan. Israel, Israel. Hancurkan, hancurkan,” terus disuarakan dengan penuh semangat oleh para demonstran. 

Wakil ketua BEM Undip, Khafidah Kurni Kova mengatakan tujuan diadakannya aksi ini sebagai bentuk solidaritas  terhadap rakyat Palestina, “ tujuan kami mengadakan ini murni bentuk solidaritas. Kita juga (ingin) menyadarkan teman-teman terkait kondisi saat ini yang ada di Rafah.” Kova menyatakan aksi ini bukan hanya aksi terkait isu agama namun juga isu kemanusiaan yang ditandai beragamnya mahasiswa yang hadir, “Nggak hanya mahasiswa Islam saja. Kami juga mengajak mahasiswa Kristen, Katolik, Hindu, dan sebagainya.” Kova juga berharap mahasiswa Undip dapat meminimalisasi penggunaan produk-produk yang mendukung Israel. 

Pembacaan sepuluh poin pernyataan sikap dinyatakan para demonstran di area Jogging Track. Orasi dari beberapa mahasiswa pun digaungkan  untuk menyadarkan baik masyarakat umum maupun mahasiswa terkait kondisi saat ini yang ada di Rafah. Orasi dilakukan untuk menunjukan rasa solidaritas dan kekecewaan terhadap perlakuan zionis Israel yang membombardir tempat perlindungan terakhir rakyat Palestina.  

Pada aksi kali ini diselipkan pula dengan kegiatan bagi-bagi semangka sebagai representasi Palestina. Selain itu, pendirian tenda dilakukan sebagai simbolisasi bagaimana rasanya hidup di tanah sendiri namun hanya beralaskan tenda. Boneka-boneka pun turut dijejerkan sebagai simbolisasi anak-anak Palestina yang juga menjadi korban.  

Wildan (Insani) mengatakan bahwa akan ada diskusi lanjutan pasca aksi untuk mengevaluasi kegiatan hari ini. Harapannya, melalui diskusi lanjutan aksi-aksi semacam ini dapat semakin dimasifkan. Selain itu, akan dibuka donasi yang akan langsung disalurkan kepada rakyat Palestina, “mungkin akan kolaborasi dengan pihak-pihak yang sudah biasa menyalurkan (bantuan) ke Palestina,” tutup Wildan.

Pernyataan sikap : https://drive.google.com/file/d/1sFJ36gcOefZYtphGHBwxOEgFdvgKekl-/view?usp=drive_link

Reporter : Adit, Rohib, Teby

Penulis : Adit, Rohib, Teby

Gelar Wicara Ekonomi Volume II : Isu Buruh dan Pendidikan Menjadi Sorotan Utama

Gelar wicara volume II membahas isu buruh dan pendidikan (sumber : pribadi)

FEB (20/05) – BEM FEB Undip kembali mengadakan Gelar Wicara Ekonomi. Berbeda dengan volume I, pada volume II kali ini mengangkat isu tentang kesejahteraan buruh yang makin merana dan pendidikan Indonesia yang tak kunjung merata. Acara yang diadakan di dome FEB Undip ini membawa tema “Mengupas Proyeksi Indonesia Emas (Buruh Kian Merana, Pendidikan Merata Tak Kunjung Terlaksana)”. Pembahasan tema yang menarik ini dibawakan langsung oleh Mulyono selaku Koordinator KASBI Jawa Tengah dan Ariska Nurfajar Rini S.E., M.Si., selaku dosen FEB Undip.

Sebelum memasuki pembahasan utama, para audiens disuguhkan penampilan oleh Teater Buih. Teater Buih menyajikan cerita dimana buruh dan guru yang dibuat resah oleh kebijakan pemerintah. Teater Buih memberi kutipan “Dengarkan Kami, upah buruh yang tidak dibayarkan, mana dana alokasi pendidikan 20% dari APBD, pelecehan seksual di mana-mana di tempat kerja, diskriminasi guru ASN dan Swasta, Suara dibungkam, kritik dilarang!”.

Pada sesi pembahasan, Mulyono memberikan keluh kesah para buruh yang kesal dengan UU Ciptaker. Mulyono menyebutkan bahwa pada Omnibus Law buruh hanya menjadi kambing hitam. Menurut Mulyono ada 4 hal yang harus diperbaiki saat ini. Korupsi yang masih merajalela, birokrasi yang tidak semestinya, keamanan para tenaga kerja, dan penegakan hukum yang dianggap kurang. Pada akhirnya UU Ciptaker dianggap menciptakan praktik fleksibilitas upah dan mengurangi hak istirahat para buruh.

Setelah membahas kesejahteraan buruh, diskusi dilanjutkan dengan membahas masalah pendidikan di Indonesia. Ariska mengatakan ada 3 isu utama pembangunan Indonesia. Missmatch skill, school but not learning, serta kualitas dan kesejahteraan guru. Banyak pengangguran friksional dari lulusan SMK yang terjadi karena adanya kesenjangan antara jumlah pendaftar dan kelulusan. Ariska juga menyampaikan Penurunan kompetensi pada siswa disebabkan oleh kualitas guru. Upah guru yang tidak sesuai menjadi salah satu alasan menurunnya kualitas guru. Masalah-masalah tersebut menjadi sorotan bagi pendidikan Indonesia.

Pada akhir sesi kedua pembicara menyempatkan diri untuk memberikan closing statement. Mulyono mengatakan “Buruh tidak meminta macam-macam, penegakan hukum terhadap ketenagakerjaan perlu ditingkatkan”. Sementara Ariska memberikan pesan “Jadilah manusia yang berintegritas, kita sebenarnya tidak membutuhkan orang yang IPK tinggi tetapi membutuhkan orang yang berintegritas tinggi”. 

Reporter : Messal

Penulis : Qosim

Duduk Bareng Rektor : Petinggi Undip Dengarkan Aspirasi Mahasiswa

Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menjawab aspirasi mahasiswa

FPIK (15/05) – Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro menjadi saksi berkumpulnya mahasiswa dan pimpinan Universitas Diponegoro dalam acara “Duduk Bareng Rektor : Jaring Aspirasi Mahasiswa”. Acara yang diinisiasi oleh BEM Undip ini menjadi wadah aspirasi mahasiswa untuk menjaring masalah-masalah yang ada di Undip. Harapannya, melalui dialog langsung antara mahasiswa dan rektor, semua aspirasi yang disuarakan dapat didengar dan menjadi dasar menuju perubahan yang lebih baik bagi Undip.

Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa), dan mahasiswa umum Undip turut hadir untuk mendiskusikan isu-isu penting yang dihadapi. Tidak hanya menjadi ajang untuk menyuarakan masalah, beberapa solusi juga langsung diberikan dan berbagai usulan akan dipertimbangkan demi perbaikan berkelanjutan.

Ada beberapa permasalahan yang dibahas, seperti isu mahalnya fasilitas kampus, IUP FIB yang belum sepenuhnya siap, adanya kecemburuan sosial antara sekolah vokasi saintek dengan soshum, layanan disabilitas yang kurang memuaskan, praktikum lapangan yang berbayar, sampai eksistensi Pers Mahasiswa yang ada di Undip. Selain permasalahan mengenai fasilitas terdapat masalah akademik seperti adanya dosen yang diskriminatif dan jumlah mahasiswa lulus lebih sedikit daripada jumlah mahasiswa masuk.

Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., beserta jajarannya menanggapi satu persatu aspirasi mahasiswa dengan penyelesaian yang akan dijalankan. Salah satu penyelesaian yang disampaikan adalah mengenai fasilitas. Beliau berjanji agar fasilitas kampus memprioritaskan fungsinya sebagai sarana utama mahasiswa. Usulan penyelesaian yang lain adalah menutup IUP apabila hingga tahun depan kondisi tidak membaik. 

Reporter : Alvaro, Aldo

Penulis : Aldo, Alvaro, Faiz

Undip X BCA Berbagi Ilmu : Kuliah Umum Bahas “Survival Leadership Facing Uncertainties”

Dokumen pribadi (Rifqy)

UNDIP (07/05) – Universitas Diponegoro (Undip) dan BCA Berbagi Ilmu telah mengadakan kuliah umum yang mengangkat tema penting, yaitu “Survival Leadership Facing Uncertainties“. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, praktisi, dan pemangku kepentingan ini menghadirkan narasumber terkemuka dari berbagai bidang.

Prof. Dr. Suharnomo, selaku Rektor Undip, membuka acara tersebut dengan hangat. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik kedatangan Nicholas Saputra sebagai narasumber, yang menarik minat banyak mahasiswa. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Bank BCA atas kontribusinya dalam ikut serta mengembangkan infrastruktur dan pendidikan pada Universitas Diponegoro.

Widjaja Stephen, Kepala Kantor Wilayah II BCA, turut memberikan sambutan. Beliau menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan berkelanjutan dan memperkenalkan praktisi-praktisi nyata kepada mahasiswa. Kolaborasi antara Undip dan BCA dalam bentuk kuliah umum merupakan wujud nyata dari program BCA Berbagi Ilmu.

Acara tersebut dipandu oleh Hera F. Haryn, Executive Vice President BCA. Hera menjelaskan bahwa tujuan utama dari kuliah umum ini adalah untuk mendatangkan praktisi yang relevan dari industri, memberikan pemahaman kepada generasi Z tentang tujuan dan potensi mereka, serta membuka peluang bagi mereka untuk bergabung dengan BCA.

Dua narasumber utama, Armand Budi Hartono dan Nicholas Saputra, memberikan wawasannya dalam menghadapi ketidakpastian. Armand, dalam presentasinya yang berjudul “Brand on a Mission: The Power of Purpose“, berbagi tentang perjuangan keluarganya dan mengajak para peserta untuk memprioritaskan kemampuan bertahan hidup dalam segala situasi.

Sementara itu, Nicholas Saputra menyoroti pentingnya hidup berdampingan dengan ketidakpastian. Menurutnya, krisis-krisis dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kreativitas dan ketahanan. Ia juga menekankan pentingnya investasi dalam pendidikan sebagai persiapan menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian.

Acara kuliah umum ditutup dengan pemberian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah hadir. (RA)

Public Hearing Akademik : Wakil Dekan I Tanggapi Aspirasi Mahasiswa

Wakil Dekan I Prof. Firmansyah tanggapi aspirasi mahasiswa

FEB (30/04) – Senat Mahasiswa mengadakan Public Hearing 2024 untuk menampung aspirasi mahasiswa. Pelaksanaan Public Hearing dilakukan sebanyak dua sesi. Public Hearing Akademik dilaksanakan pada Senin, 30 April 2024 dan akan dilanjutkan Public Hearing Sarana Prasaran pada Kamis, 2 Mei 2024. Acara dihadiri oleh Wakil Dekan 1 bidang akademik, Supervisor Academic and Student Affair, Ketua Departemen Ekonomi, Ketua dari masing-masing Program Studi, Pembina Senat FEB Undip, serta mahasiswa FEB Undip. 

Isu yang diaudiensikan kepada pihak Dekanat dihimpun melalui serap aspirasi yang dilakukan Senat FEB Undip kemudian diseleksi bersama perwakilan ormawa. Terdapat beberapa isu yang dibahas dalam Public Hearing 2024 ini, yakni Isian Rencana Studi (IRS), evaluasi dosen dan pelayanan administrasi, sosialiasi IISMA, pengetatan kebijaksanaan pelaksanaan ujian, konversi SKS MSIB, proses penurunan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang lama, Isu-isu yang dihimpun ditanggapi dengan baik oleh wakil dekan 1, ketua departemen, ketua program studi, dan Supervisor Academic and Student Affair.

Public Hearing utamanya diadakan untuk memberi penjelasan atas keresahan mahasiswa. Namun, agenda ini digunakan juga oleh wakil dekan 1 untuk mengkonfirmasi kebijakan dan kinerja dari Supervisor Academic and Student Affair. Sesi tanya jawab dimanfaatkan Sena Habibi selaku ketua BEM FEB Undip untuk mewakili beberapa aspirasi dan keresahan yang dimiliki mahasiswa FEB. (TG)

LPM Manunggal Sukses Selenggarakan DUAL 2024, Lawan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)

DUAL 2024 membahas kekerasan berbasis gender online (KBGO).

FPP (28/04) – LPM Manunggal Universitas Diponegoro menyelenggarakan Diskusi Manunggal (DUAL) 2024 pada hari Minggu, 28 April 2024. Acara tersebut diselenggarakan pada pukul 09.00 WIB hingga siang hari di Ruang GSG Gedung F FPP Undip. Diskusi Manunggal 2024 ini mengusung tema “Seni Visual dan Kontruksi Identitas di Media Sosial” yang dipandu oleh pembicara berpengalaman.

Fokus utama dalam diskusi kali ini adalah mengenai isu-isu kekerasan berbasis gender online (KBGO). Isu tersebut muncul salah satunya karena semakin berkembangnya teknologi dan kehadiran media online yang diharapkan banyak memberikan manfaat bagi kita, tetapi justru menjadi tempat baru untuk semakin bertumbuhnya atau semakin intensnya kekerasan yang terjadi, terutama kekerasan terhadap perempuan. Perempuan dalam hal ini menjadi pihak yang paling dirugikan. Teknologi justru pada akhirnya membuat perempuan mendapatkan banyak sexual harassment.

Menurut Kak Izmy Khumairoh, S. Ant., M.A. selaku pembicara dalam diskusi manunggal kali ini ada beberapa bentuk sexual harassment, salah satunya yaitu deepfake yang merupakan penggunaan Artificial Intellegence (AI) untuk mengubah wajah seseorang menjadi wajah orang lain yang biasanya digunakan untuk menciptakan konten hoaks dan merugikan orang lain. Selain itu, secara verbal yaitu bisa melalui postingan-postingan di media sosial yang berisi sumpah serapah untuk seseorang. Kak Izmy mengungkapkan, bahwa objektifikasi tubuh perempuan bukanlah hal yang baru. Contohnya, kita bisa melihat iklan-iklan di televisi yang seringkali lebih memilih menggunakan talent perempuan. Hal ini terjadi karena perempuan dalam tubuhnya tidak hanya mempunyai use value tetapi juga mempunyai nilai tukar. Adapun isu lain objektifikasi perempuan muncul dalam konten-konten pornografi, atau deepfake itu sendiri.

Melalui diskusi kali ini, dapat disimpulkan bahwa dalam sexual harassment kita bisa melihat banyak sekali hal-hal yang membuat perempuan menjadi objek seksualitas. Kemudian, untuk mengatasinya yaitu kita tidak boleh menormalisasi KBGO dan kita harus berani speak up atau bersuara atas hal-hal yang dilakukan oleh sang pelaku kejahatan seksual tersebut. Selain itu, jika dilihat dalam konteks Pers Mahasiswa (Persma), seharusnya perlu ada banyak presentase perempuan di dalamnya agar konten-konten yang dibuat dapat lebih berpihak dengan perempuan, sebagai salah satu cara kita dalam melawan kekerasan berbasis gender online (KBGO). (SL)