(29/11) FEB – Sidang Pleno 3 dalam rangkaian Musyawarah Mahasiswa berhasil menetapkan satu nama calon Ketua BEM FEB Undip periode 2025. Rayhan Sayyid Husain, mahasiswa akuntansi angkatan 2022, secara sah dapat mencalonkan diri setelah mendapatkan surat rekomendasi dari Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA), Diponegoro Economics Students Community (DESC), dan Kelompok Studi Masalah Ekonomi dan Sosial (Kesmes).
Mengusung kabinet Solvata, Rayhan berkomitmen membangun BEM FEB Undip 2025 sebagai ruang berbenah untuk berkarya dan bersinergi untuk mewujudkan rekontruksi berkelanjutan dan bermakna untuk FEB Undip, Undip, dan Indonesia. Ia menyoroti dua isu utama, yaitu mengenai minimnya wadah untuk mengembangkan wirausaha FEB Undip dan terputusnya alur aspirasi dan juga advokasi sehingga belum tampak dampak konkrit bagi mahasiswa.
Keputusannya mencalonkan diri didukung oleh dorongan dari keluarga dan juga teman-teman di BEM FEB Undip. Rayhan pun mengungkapkan motivasinya untuk belajar dan mendapatkan ilmu lebih banyak lagi melalui pencalonan ini, “Aku rasa, menjadi seorang ketua BEM pastinya mendapatkan feedback yang tidak didapatkan oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya.”
Rayhan pun mengakui sudah banyak dorongan yang ia terima untuk mencalonkan diri saat Pemira namun belum ada kesiapan dan kesanggupan dalam dirinya. Kini, melihat potensi dalam dirinya membuat Rayhan yakin untuk maju dalam kontestasi ini, “mungkin alasan lebih khususnya didorong lagi, dan mungkin hal lainnya, mungkin aku melihat potensi dariku yang kemudian sekiranya bisa untuk diimplementasikan jadi ketua BEM dan mendapatkan ilmu di sana.”
Meski telah mantap mencalonkan diri, Rayhan mengaku belum menyiapkan wakil jika nantinya disepakati menjadi Ketua BEM FEB Undip 2025, “per sejauh ini aku belum menyiapkan untuk siapa yang menjadi wakilku.”
Gelar Wicara Ekonomi Vol III berlangsung di Gedung KWU Lantai 4
FEB (16/11) – BEM FEB Undip menyelenggarakan acara Gelar Wicara Ekonomi Vol III Colosseum Democrate pada Sabtu, 16 November 2024. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menjadi forum diskusi interaktif antara mahasiswa dan para calon pemimpin Kota Semarang. Seminar bertujuan untuk mempertemukan pandangan mahasiswa yang kritis dengan visi, misi, serta program kerja nyata dari calon walikota dan wakil walikota Semarang.
Seminar dilangsungkan di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium KWU Lantai 4. Acara dibuka oleh kata sambutan dari beberapa pihak salah satunya dari Ketua BEM FEB Undip Sena Habibi. Sena berkata bahwa acara dilaksanakan untuk kepentingan mahasiswa dan masyarakat bukan karena ada titipan tetapi karena keinginan mahasiswa untuk mendengar dan mengkritisi visi misi sekaligus program kerja para pemimpin.
Saat pemaparan visi-misi, pasangan calon nomor urut 1, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin, mengusung visi “Semarang Bersatu dan Hebat” dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. Untuk mengatasi stagnasi ekonomi, mereka mengusulkan dana Rp 25 juta per RT per tahun dan stimulus usaha. Mereka juga menawarkan koreksi kenaikan PBB serta meningkatkan pajak kendaraan bermotor untuk mendukung APBD. Dalam isu korupsi, pasangan ini mengedepankan transparansi melalui sistem rekening RT dan pendampingan berbasis teknologi. Komitmen lingkungan diwujudkan melalui transportasi publik yang efisien, pembangunan Semarang Outer Ring Road, dan pengelolaan limbah terpadu.
Sementara itu pasangan calon nomor urut 2, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso, mengusung visi “Semarang Maju dan Bermartabat” dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur melalui program “Hasta Karya.” Mereka berencana menciptakan tiga Central Business District (CBD) untuk meningkatkan investasi dan lapangan kerja, serta menawarkan beasiswa “1 Rumah 1 Sarjana” bagi keluarga kurang mampu untuk menekan angka putus sekolah. Dalam isu lingkungan, pasangan ini menyoroti pengelolaan banjir rob dan reklamasi pantai dengan kajian ahli, serta berkomitmen memperbaiki layanan transportasi publik yang dinilai masih buruk. Mereka juga mengusulkan sistem pembayaran kinerja berbasis keterampilan untuk meningkatkan efektivitas tenaga kerja.
Setelah sesi tanya jawab selesai, kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang, menandatangani pakta integritas yang berisi komitmen untuk memenuhi aspirasi mahasiswa dan masyarakat serta menjalankan program kerja nyata dengan jujur dan melawan segala bentuk praktek korupsi, kolusi, nepotisme apabila terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Peserta yang hadir dalam seminar turut menjadi saksi yang akan terus menuntut komitmen kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang.
FEB (31/10) – Kamis, 31 Oktober 2024, tersebar statement yang menyatakan bahwa Akuntansi akan satu suara dalam memilih kotak kosong pada Pemilihan Umum Raya 2024. Pernyataan ini diberikan dalam menyikapi hasil Mimbar Bebas Calon Ketua BEM dan Calon Wakil Ketua BEM FEB Undip 2025 nomor urut 1. Pada sebaran siaran yang dibagikan, mereka menganggap Grand Design Organization (GDO) pasangan kandidat tidak memiliki relevansi dengan isu di FEB khususnya pada Program Studi Akuntansi. Selain itu, Akuntansi juga menganggap keterbutuhan dan keresahan masing-masing program studi khususnya Akuntansi tidak terjawab. Hal ini dikarenakan belum terkumpulnya data dari masing-masing program studi yang terbukti dengan tidak tertuangnya di dalam GDO per tanggal 29 Oktober 2024.
Salah satu Mahasiswa Akuntansi mengiyakan adanya gerakan tersebut, yang bersangkutan mengatakan bahwasanya hal ini merupakan kesepakatan Mahasiswa Akuntansi. Ia pun tidak berharap apa-apa lagi dengan kandidat calon ketua BEM yang maju pada kontestasi Pemira saat ini karena akuntansi akan memilih kotak kosong.
Menanggapi hal ini, Rafi Ridho Tockary selaku Calon Ketua BEM FEB Undip 2025 berpendapat bahwa setiap mahasiswa memiliki idealismenya masing-masing. Tockary juga menambahkan bagaimana mahasiswa bisa berpikir secara idealis dan mandiri serta tidak dipengaruhi orang.
“Semua mahasiswa punya idealisme masing-masing, tapi tentang bagaimana kemudian kita bisa berpikir idealis, kita tidak dipengaruhi orang, kita bisa berpikir secara mandiri sehingga kemudian apa draft langkah yang kita lakukan atas dasar pemikiran secara pribadi, atas dasar keobjektivitas kita, bukan atas dasar sebuah pengaruh,” ungkap Tockary.
Arif Wahid selaku ketua KPPR 2024 beranggapan bahwa hal seperti ini adalah sebuah dinamika berdemokrasi. “Itu merupakan sebuah dinamika dalam kontestasi demokrasi, kita tidak bisa menghindari ataupun menyalahkan adanya hal seperti itu,” ujar Arif.
“Namun yang menjadi persoalan adalah ketika adanya ketidakpercayaan publik terhadap Calon Ketua BEM maupun Wakil Ketua BEM. Maka, yang harus dipertanyakan adalah gagasan dan juga ide dari Ketua dan Wakil Ketua BEM tersebut,” tambahnya.
Tockary-Gibran sedang memaparkan GDO (sumber: pribadi)
FEB (29/10) – Pasangan kandidat nomor urut satu BEM FEB Undip, Tockary-Gibran, telah menuntaskan Mimbar Bebas dalam Pemilihan Umum Raya (Pemira). Dalam Mimbar Bebas, GDO yang mereka paparkan diuji oleh para panelis yang terdiri dari Ketua BEM, Ketua Senat, Ketua Himpunan Ekonomi Islam, Ketua Himpunan Ekonomi, Ketua Himpunan Manajemen, dan ketua Himpunan Akuntansi. Tak hanya para panelis, mahasiswa FEB yang hadir juga berkesempatan untuk mengkritisi program yang dibawakan Tockary dan Gibran.
Gibran, kandidat wakil ketua BEM FEB Undip 2025, berharap GDO yang disampaikan dapat memberikan gambaran jelas mengenai poin-poin yang akan dibawa dalam kabinet Bahtera Asa. “Harapannya dari penyampaian GDO tadi sih sebenarnya tergambar seenggaknya apa poin-poin yang emang mau kita bawakan dalam kabinet Bahtera Asa. Dan memang mungkin masih banyak pertanyaan di benak-benak masyarakat FEB terkait sebenarnya apa sih yang mau jadi fokus pembahasannya, apa yang mau jadi isu-isu utama yang bakal dibawa sama BEM tahun depan. Tapi, ya, selama keberjalanannya juga kami membuka begitu banyak kesempatan untuk bertanya bagi Tockary dan juga Gibran,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat FEB yang aktif mengajukan pertanyaan dan masukan, “Aku harap bisa jadi sebuah sarana pembangunan bagi aku dan juga Tockary, dan, ya, kritik, segala bentuk kritik dan juga masukan InsyaAllah tercatat dengan baik yang semoga kedepannya bisa terus berlanjut kritik-kritik dan masukan seperti itu kepada aku dan Tockary.”
“Ya, apapun hasilnya nanti InsyaAllah kami sudah menerima dengan lapang dada dan juga dengan hati yang ikhlas,” tutup Gibran.
BIntang tamu Arash Buana sedang membawakan lagu (sumber; pribadi)
FEB (27/10) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (UNDIP) baru saja dimeriahkan oleh acara yang bertajuk Cosmic 2024, sebuah acara kreatif dari BEM FEB Seniora. Acara ini sukses menyatukan penampilan artistik dan kegiatan bazar meriah. Cosmic 2024 tidak hanya menarik minat mahasiswa UNDIP, tetapi juga dihadiri pengunjung dari berbagai fakultas hingga masyarakat luar kampus, menjadikan acara ini semakin semarak.
Beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di FEB UNDIP turut tampil memeriahkan panggung Cosmic, seperti UKM Tari, Teater Buih, Modern Dance, Economic Voice, Economusic, hingga pemenang Ecoart. Kehadiran mereka menambah daya tarik acara dan setiap penampilan mereka berhasil menghidupkan suasana acara. Salma, salah satu penonton dari prodi Akuntansi Perpajakan, memberikan penilaian sempurna, yaitu penilaian 10/10 untuk penampilan UKM di Cosmic 2024.saat diwawancarai oleh pembawa acara.
“Meski baru sebagian pertunjukannya tapi bagus banget dan keren-keren!” ujarnya dengan antusias.
Namun, acara ini tidak sepenuhnya tanpa kekurangan. Dalam wawancara terpisah, Nur, seorang penonton lainnya, mengungkapkan beberapa catatan. Ia menyebut minimnya tempat sampah atau trash bag membuat sampah berserakan di beberapa titik area acara. Selain itu, Nur juga menyoroti adanya penonton yang membawa rokok ke dalam venue, mengindikasikan bahwa panitia kecolongan dalam menegakkan aturan. Namun, Nur tetap merasa puas dengan keseluruhan acara tersebut. Menurutnya acaranya sangat seru dan Performance-nya sungguh asik.
Puncak acara semakin spesial dengan penampilan sang bintang tamuArash Buana yang pada acara kali ini sukses menghibur dan menambah keseruan malam hari itu dengan lagu-lagunya. Dengan suasana yang meriah, pertunjukan yang sangat berkesan, dan partisipasi yang antusias dari semua pihak, Cosmic 2024 berhasil menjadi ajang kreativitas bagi mahasiswa FEB UNDIP.
UNDIP (15/10) – Dalam rangka memperingati Dies Natalis Undip ke-67, Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan lomba Karnaval & Yel Yel. Tema yang diusung dalam pelaksanaan karnaval adalah “Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan”. Para peserta dari seluruh fakultas Undip datang dengan menggunakan kostum unik, terdapat kostum anak SMA, kostum Gatotkaca, kostum petani, bahkan sampai ada yang berperan sebagai Iblis.
Rute acara dimulai dari Dipo Hub dilanjut ke Widya Puraya dan berakhir di depan Gedung Prof. Soedarto. Rektor Universitas Diponegoro Prof. Suharnomo memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara simbolis pada karnaval kali ini. Para peserta karnaval kemudian berjalan sambil meneriakkan yel yel menuju Widya Puraya.
Di Widya Puraya terdapat penilaian karnaval dan kekompakan yel-yel. Di bawah panasnya terik siang matahari, Para peserta tetap meneriakkan yel-yel dengan sekuat tenaga di hadapan para Juri. Tak hanya yel-yel terdapat juga Fakultas yang menyuguhkan penampilan dance dan pertunjukkan seni bela diri. Setelah para peserta meneriakkan yel-yel kepada para juri, para peserta karnaval terus melanjutkan perjalanannya menuju rute terakhir di depan Gedung Prof. Soedarto.
FEB (25/9) – BEM FEB Undip berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Semarang dalam menyelenggarakan acara KPU Goes To Campus pada Rabu, 25 September 2024. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan penyuluhan mengenai pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pemilihan Pilkada. Seminar ini mendatangkan Ir. Ahmad Zaeni, S.Pd.I selaku perwakilan dari KPU Kota Semarang, Darwanto, S.E., M.Si., selaku perwakilan dari FE UNDIP, serta dimoderatori oleh Sena Habibi.
Seminar dilangsungkan di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium KWU Lantai 4. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua BEM FEB Undip sekaligus moderator acara, Sena Habibi. Acara kemudian dilanjutkan oleh pembukaan materi oleh Bapak Darwanto yang berisi materi mengenai pentingnya pemilih muda dalam keberlangsungan demokrasi nasional dan hubungannya dalam kemajuan ekonomi.
Darwanto berpendapat bahwa gen z memiliki karakteristik yang cenderung lebih kritis dan progresif dalam memilih calon pemimpin. Karakteristik inilah yang beliau nilai dapat menentukan bahwa calon yang terpilih itu berkualitas. “suara kalian sangat punya dampak terhadap kehidupan kalian sendiri,” kata Darwanto.
Setelah pemaparan dari Darwanto, giliran Ahmad Zaeni selaku perwakilan KPU Semarang untuk menyampaikan materinya. Ahmad Zaeni awalnya menyampaikan tujuan KPU memilih fakultas ekonomi dibandingkan fakultas yang lain. “Kalau fakultas yang yang lain seperti ilmu pemerintah kan sudah sering dan mereka sudah paham lah beda dengan anak ekonomi yang perlu ditekankan lagi,” ujarnya.
Ahmad Zaeni memaparkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di kota semarang tahun 2024 terdapat pada angka 85% untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, dan 83% untuk pemilihan anggota DPR. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat cukup tinggi dalam Pemilu kemarin dan diharapkan tren tersebut berlanjut dalam Pilkada tahun ini.
Ahmad Zaeni juga memaparkan jadwal Pilkada 2024: 25 September dimulainya kampanye masing-masing calon, 27 November pelaksanaan pemungutan suara di tiap daerah, 27 November-16 Desember proses penghitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara. Ahmad Zaeni menyebutkan syarat-syarat dalam melakukan pemilihan Pilkada meliputi: berusia 17 tahun atau lebih, memiliki KTP, tidak sedang menjadi anggota TNI, serta tidak sedang dicabut hak pilihnya oleh pengadilan. Ahmad Zaeni juga menyinggung isu calon pemimpin yang menggunakan money politic dalam berkampanye dan berpendapat bahwa sebisa mungkin untuk tetap memilih sesuai dengan calon yang ideal; Ahmad Zaeni dengan bercanda mengatakan “ambil aja duitnya terus pilih yg lain”.
Ahmad Zaeni kemudian membuka sesi tanya jawab kepada para mahasiswa. Ada seorang mahasiswa bertanya mengenai cara KPU mengangkat kepercayaan anak muda terhadap pemilihan umum, karena pada pemilu dahulu ada indikasi KPU melakukan keculasan dalam konteks kontroversi salah satu calon wakil presiden di Pemilu kemarin.
“KPU itu adalah lembaga yang bertindak sebagai pelaksana yang mengikuti keputusan MK, sehingga sulit bagi KPU untuk bertindak,” jawab Zaeni.
Ahmad Zaeni juga menyampaikan pentingnya suara masyarakat terutama mahasiswa dalam mengkritisi keputusan yang dianggap berlawanan dengan konstitusi. “Mungkin ada banyak anggapan negatif tentang KPU dan tugas kami untuk memberikan citra positif itu yang masih menjadi pr hingga saat ini,” ujarnya. Ahmad Zaeni juga mengatakan bahwa apabila terdapat calon pemimpin yang keberatan dengan hasil suara yang dapat rekap berjenjang dan melaporkan ke Mahkamah Konstitusi.
Sebelum menutup acara, Ahmad Zaeni memberikan arahan untuk mengecek data pemilih 2024 dengan membuka situs DPT KPU dan mengikuti tahapan di situs tersebut. Seminar ditutup dengan apresiasi dan harapan bahwa Pilkada 2024 dapat berjalan dengan baik dan setiap mahasiswa dapat menggunakan hak suaranya dengan penuh hikmah.
Undip (14/09) – Kelompok Wirausaha (KMW) FEB Undip berkolaborasi dengan Hipmi PT Jateng menyelenggarakan Festival UMKM di Lapangan Parkir ICT Center Tembalang, Universitas Diponegoro. Festival UMKM ini merupakan salah satu rangkaian dari Entepreneur Project dengan tema, “Cultivating Entrepreneurial Innovation and Creativity in the Era of Disrupted Digital Marketing”.
Berbeda dengan rangkaian pertama Entrepreneur Project yang berfokus pada kompetisi, seperti Business Plan Competition dan Essay Competition, Festival UMKM menjadi bukti nyata kontribusi KMW FEB Undip dalam memberdayakan UMKM.
Festival UMKM ini berhasil memberdayakan sebanyak 39 UMKM yang terdiri dari F&B dan non F&B. Tidak hanya itu, acara dilengkapi pula dengan lomba mukbang, lomba mewarnai, penampilan economusic dan ALBA, hingga Grand Final Duta Entepreneur. Dimulai pukul 13.00 WIB. dan ditutup sekitar pukul 22.00 WIB. acara dihadiri oleh Mahasiswa Undip dan diramaikan pula oleh masyarakat sekitar.
Wakil Presiden Republik Indonesia memberikan speech pada acara Seminar Nasional
FEB (11/9) – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FEB Undip berkolaborasi dengan program studi Ekonomi Islam dalam menyelenggarakan Seminar Nasional pada Rabu, 11 September 2024. Membawakan tema, “Membaca Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Pemerintahan Baru Indonesia” seminar nasional ini mendatangkan Ir.Adiwarman A.Karim., S.E.,MBA., MAEP. , Assoc. Prof. Sutan Emir Hidayat, Ph.D. hingga Prof. Dr. K.H., Ma’ruf Amin.
Sesi pertama dilangsungkan di Hall Gedung C dengan pembicara Adiwarman Karim dan Sutan Emir. Seperti biasanya, Adiwarman berbagi uang saku kepada mahasiswa yang berhasil menjawab kuis khasnya. Sedangkan Sutam Emir menjelaskan perkembangan dan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Mendatangkan Ma’ruf Amin, protokol pengamanan Paspampres dijalankan dengan ketat. Azka, selalu Ketua KSEI menjelaskan bahwasanya ada pemotongan jumlah peserta yang dapat hadir dari 280 menjadi 200 peserta sesuai prosedur paspampres. Peserta yang dapat hadir pun telah melalui pendataan sebelumnya, untuk memasuki Hall KWU FEB Undip yang menjadi tempat Ma’ruf Amin mengisi seminar peserta diberikan gelang, id card, dan melalui proses screening terlebih dahulu. Tak sampai di situ, sinyal di area Hall KWU pun diputus ketika acara akan dimulai.
Dalam kesempatannya, Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa ekonomi syariah telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam lima tahun terakhir, “Kontribusi aktivitas usaha syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional 2023 mencapai hampir 47 persen,” jelasnya. Ia pun menjelaskan rencana strategis ekonomi dan keuangan syariah yang berfokus pada produktifitas, stabilitas, perlindungan sosial, dan pemerataan ekonomi.
Ma’ruf Amin pun memberikan arahan selaku wakil presiden untuk menerapkan Pembangunan ekonomi syariah berkelanjutan yang menyeluruh dan terintegrasi. Seminar Nasional ditutup dengan apresiasi dan harapan kepada Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitad Diponegoro. (TG)
Widya Puraya (02/09) – BEM FK UNDIP beserta puluhan mahasiswa menggelar aksi lilin di Lapangan Widya Puraya UNDIP depan Gedung Rektorat pada Senin, 2 September 2024.
Aksi ini dilakukan sebagai simbol duka cita atas meninggalnya dr. Aulia Risma Lestari yang diduga menjadi korban perundungan saat PPDS Anestesi di RS Kariadi.
Aksi lilin diawali dengan prosesi penyalaan lilin dan mengheningkan cipta. Mahasiswa kemudian menyerukan “hidup mahasiswa” diikuti dengan menyanyikan mars mahasiswa.
Dalam sunyinya malam, puluhan mahasiswa mendoakan dokter Aulia. Setelah selesai mendoakan dokter Aulia, Koordinator Acara menyampaikan bahwa mereka akan terus mengusut dan menuntut kemajuan atas kasus meninggalnya dokter Aulia.
“Kami berharap ada kemajuan dari penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian maupun pihak kampus,” kata Koordinator acara.
Farhan salah satu mahasiswa keperawatan menyampaikan bahwa perlunya partisipatif kampus serta mahasiswa dalam kasus memberantas tindakan perundungan.
“Ini sudah tahun 2024 dan masih terjadinya tindakan bullying itu tidak bisa lagi ditolerir, harus ada tindakan dari pihak kampus serta keaktifan mahasiswa,” ujar Farhan.