Kuliah Umum Bersama DJP: Pentingnya Kesadaran Masyarakat untuk Membayar Pajak

Oleh: Rio dan Seli

FEB Undip (12/03) – Bertempat di Laboratorium Kewirausahaan Lantai 4 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), telah dilaksanakan Kuliah Umum dan Pelantikan Pengurus Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (ATPETSI) Jawa Tengah 1. Acara ini menghadirkan Suryo Utomo selaku Direktur Jenderal Pajak untuk memberikan materi kuliah umum dengan tema “Facing Disruption in Digital Era”. Acara yang dimoderatori oleh Darussalam ini dimulai pada pukul 10.05 WIB. Acara ini dibuka oleh Suharnomo selaku Dekan FEB Undip. Selanjutnya, para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip. Materi kuliah umum yang disampaikan oleh Suryo Utomo ini berjudul “Membangun Kultur Kepatuhan Pajak melalui Skema Edukasi Perpajakan di Era Disrupsi Digital”.

Di awal kuliah umum, Suryo Utomo menjelaskan betapa pentingnya peran pajak dalam menyokong penerimaan negara. Sehingga Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lebih fokus untuk melakukan edukasi sadar pajak kepada msyarakat. Ini dikarenakan lebih dari 70% penerimaan negara itu berasal dari pajak. Lalu, hasil pajak sendiri akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, bantuan dana sosial, dan lain-lain.

Dalam sepuluh tahun belakangan ini, penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi tidak sejalan. Beliau menampilkan data statistik grafik yang tidak simetris dan cenderung datar mengenai perkembangan penerimaan pajak dan tax rasio. Setelah ditelusuri ternyata ada jarak yang besar antara jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta tetapi yang memiliki NPWP baru sekitar 42 juta. Dan dari jumlah tersebut, hanya 18 juta yang perlu lapor SPT mereka. Sehingga DJP berusaha untuk mengedukasi masyarakat terutama yang sudah memiliki pekerjaan untuk segera membuat NPWP dan membayar pajak.

Selain itu, banyak juga faktor penyebab tidak melakukan pembayaran pajak seperti kegiatan ekonomi di sektor non formal contohnya warung tegal (warteg) tidak masuk atau register dalam sistem pajak sehingga tidak ada pendapatan pajak dari warteg tadi. Ada juga e-commerce dimana hasil dari kegiatan jual belinya susah untuk dicatat pajaknya.

Di akhir pemaparan, ia mengatakan untuk melakukan edukasi bagi masyarakat agar sadar akan pentingnya membayar pajak tidak dapat dilakukan hanya oleh DJP saja. Sehingga dia meminta mahasiswa untuk ikut berperan mengedukasi sadar membayar pajak pada keluarga, teman, dan tetangga. Karena dari edukasi inilah akan berlanjut ke orang lain. Ini berhubungan dengan Tax Morale dimana jika ingin masyarakat bisa sadar membayar pajak maka perlu diberi cerita-cerita tentang pajak. Bahkan ia ingin materi tentang edukasi pajak ini bisa dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah. “Pajak tidak harus ditakuti, pajak tidak harus dihindari, karena pajak adalah keniscayaan,” ujarnya di sela-sela pemberian materi.

Acara ini berjalan dengan lancar meskipun bisa dikatakan dimulai agak mundur sekitar lima menit. Di kuliah umum kali ini, mahasiswa terlihat antusias dibuktikan dengan sesi tanya jawab yang ramai oleh para penanya. Setelah acara kuliah umum ini selesai, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus ATPETSI Jawa Tengah 1.

Orasi Ilmiah Michael Bambang Hartono dalam Sidang Senat Terbuka FEB Undip

Oleh: Fitri dan Rijal

FEB Undip (10/03) – Bertempat di Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) telah dilaksanakan Sidang Senat Terbuka yang dilangsungkan pada pukul 10.00. Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam yang diketuai oleh Nafia Dias M. selaku mahasiswa program studi Ekonomi Islam. Acara ini diadakan dalam rangka Dies Natalis Ke-60 FEB Undip. Sidang Senat Terbuka ini dihadiri oleh tamu undangan dan alumni FEB, tenaga pengajar, delegasi tiap Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dan mahasiswa FEB Undip.

Berbagai rangkaian acara terlaksana di Sidang Senat Terbuka ini. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir. Kemudian secara resmi Sidang Senat Terbuka FEB Undip dibuka oleh Ketua Senat FEB Undip, Anis Chariri. Sambutan juga turut disampaikan oleh Suharnomo selaku Dekan FEB Undip dan Yos Johan Utama selaku Rektor Undip. Acara selanjutnya yang sangat membanggakan yakni pemberian penghargaan kepada Augusty Tae Ferdinand dan Imam Ghozali atas jasa dan kontribusi untuk FEB Undip. Tak luput Penghargaan Pengabdian Terbaik juga diberikan untuk dosen dan karyawan yang telah berpulang, yakni Maruto Umar Basuki, Bejo dan Purwanto. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan “Outstanding Alumni Award” kepada Michael Bambang Hartono, Maryono, dan Randi Anto oleh Rektor Universitas Diponegoro.

Inti acara dari Sidang Senat Terbuka disampaikan dengan Orasi Ilmiah oleh Michael Bambang Hartono. Orasi Ilmiah tersebut mengangkat tema “Kemandirian Ekonomi Bangsa: Peluang dan Tantangan”. Dengan mengangkat tema tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keadaan perekoniman Indonesia saat ini kepada para peserta Sidang Senat Terbuka. Orasi diawali dengan menjelaskan bahwa FEB Undip berdiri tahun 1957 yang salah satu pendirinya adalah Soedarto. Beliau juga menjelaskan bahwa Indonesia mengalami kelonjakan perekonomian di tahun 2014 dan 2019. Michael pun menyampaikan bahwa perekonomian sekarang didominasi oleh era ekonomi digital yang masif dengan penjualan online secara cepat dan signifikan. Orasi Ilmiah ditutup dengan tiga cara menarik investor guna meningkatkan perkonomian bangsa, yakni mengubah undang-undang berkaitan dengan investasi, menurunkan pajak penghasilan, serta mempermudah regulasi.

Sidang Senat Terbuka ini lalu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Marwini dan resmi ditutup oleh Anis Chariri. Para tamu undangan dan alumni FEB serta tenaga pengajar kemudian diajak untuk meresmikan Working Space FEB Undip lalu dilanjutkan dengan penanaman pohon tabebuya dan santap siang.

Lebih Dekat Dengan LKMMD FEB

Oleh: Aji Darmawan dan Alam Suprobo

FEB Undip (04/03) – Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) pada pukul 15.30 telah dilaksanakan sosialisasi mengenai Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa tingkat Dasar (LKMMD). Sosialisasi ini diselenggarakan oleh panitia LKMMD tahun 2020 yang diketuai oleh Bahrul Ma’arif selaku mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) tahun 2018. Sosialisasi ini diadakan guna memberikan informasi lebih mengenai seleksi serta kegiatan yang terdapat pada LKMMD tahun 2020.

LKMMD tahun 2020 mengambil tema Dare to Care, Innovate, and Lead For Indonesian Betterment. Dengan tema tersebut, diharapkan setelah mengikuti kegiatan tersebu para peserta dapat berinovasi serta menjadi pemimpin untuk Indonesia yang lebih baik. LKMMD ini merupakan kegiatan kaderisasi lanjutan dari Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa tingkat Pra Dasar (LKMMPD). Tujuan diadakannya kegiatan LKMMD yakni untuk memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan organisasi secara profesional, meningkatkan kemampuan dalam memimpin, meningkatkan sikap kritis terhadap isu dan opini yang berkembang di publik, serta untuk menstimulasi mahasiswa dalam mengoptimalkan peran penting mahasiswa. Terdapat inovasi yang berbeda dengan tahun 2019 yakni pada LKMMD tahun 2020 terdapat spesialisasi seperti sekolah bidang, yaitu bidang-bidang yang dapat diikuti oleh peserta LKMMD sesuai dengan bidang yang dipilihnya saat mendaftar, selanjutnya terdapat juga sekolah politik mengenai pendidikan politik di kampus.

Untuk rangkaian acaranya dari tanggal 2 Maret sampai 6 Juni 2020 dengan timeline seleksinya yakni, 2-9 Maret open registration, 12 Maret pengumuman lolos berkas, 14-15 Maret wawancara, 22 Maret pengumuman lolos wawancara serta kegiatan LKMMD ini ditutup dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Untuk persentase kuota peserta dalam mengikuti LKMMD pada tahun 2020 yaitu sebesar 75% berasal dari mahasiswa FEB sendiri serta 25% berasal dari fakultas lain. Kemudian pendaftarannya dapat dilakukan secara online pada media sosial LKMMD FEB Undip 2020. Untuk berkas yang harus disiapkan oleh calon peserta LKMMD antara lain mengunduh formulir pendaftaran, membuat Curiculum Vitae (CV), melampirkan pas foto, scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), melampirkan scan surat telah mengikuti LKMMPD, scan transkip nilai, surat keterangan aktif organisasi, membuat Motivation Letter, serta mengupload foto dengan twibbon LKMMD 2020.

Pada dasarnya LKMMD FEB ini tak jauh berbeda dengan LKMMD fakultas lain di Undip, hanya saja kaderisasi ini lebih difokuskan pada peran mahasiswa FEB Undip sendiri. Kegiatan ini berlangsung sekitar 1,5 jam yang diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi oleh perwakilan tiap Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FEB Undip yang menyempatkan hadir mengikuti sosialisasi ini.

Diskusi Omnibus Law: RUU Cipta Kerja Menciptakan Kesejahteraan atau Kesengsaraan?

Oleh: Erva dan Alam

FH Undip (27/02) – Bertempat di Ruang Seminar, Gedung Laboratorium Litigasi Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro (FH Undip), Tembalang, Semarang, telah dilaksanakan diskusi umum yang berjudul “Diskusi Omnibus Law: RUU Cipta Kerja, Cipta Sejahtera atau Cipta Sengsara”, dengan pembicara Aryanto Nugroho selaku Manajer Advokasi PWYP Indonesia, Muhammad Azhar selaku Dosen FH Undip, Wijayanto selaku Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip), dan Herdin selaku pengacara publik. Diskusi ini dimoderatori oleh Razin Hilmy Baihaqy yang merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip). Diskusi ini dimulai pukul 14.15 WIB dan dibuka oleh moderator. Diskusi ini dihadiri oleh mahasiswa dengan jenjang pendidikan yang berbeda beda, mulai dari D3 sampai dengan S3. Selain itu, diskusi ini juga dihadiri oleh berbagai kalangan msyarakat seperti perserikatan buruh se-Jawa Tengah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan masih banyak lagi.

Di awal diskusi ini, Aryanto Nugroho menjelaskan mengenai persoalan di balik Omnibus Law. Menurut Aryanto, RUU yang baik itu memenuhi tiga kriteria, diantaranya yaitu akuntabilitas, partisipasi, dan transparansi. Sedangkan RUU Cipta Kerja belum memenuhi kriteria tersebut. Penyusunan Omnibus Law pun yang terkesan tertutup dan kurang melibatkan partisipasi masyarakat. Di sisi lain tujuan pemerintah membuat RUU Cipta Kerja yaitu untuk memperluas investasi dari luar di Indonesia.

Setelah itu materi selanjutnya disampaikan oleh Wijayanto. Ia menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia saat ini sedang mengalami regresi yaitu suatu keadaan yang mana nilai-nilai demokratis diingkari oleh aktor-aktor demokrasi. Wijayanto juga menyinggung mengenai pemindahan ibukota negara. Ia menilai bahwa pemindahan ibukota belum ada kekuatan hukum yang mengatur secara spesifik tetapi sudah dilaksanakan pembangunan. Selain itu pemindahan ibukota juga dinilai kurang memperhatikan pendapat masyarakat. Di samping itu, terdapat pasal UU mengenai pers yang dinilai membatasi ruang gerak dari pers itu sendiri. Misalnya yaitu pers akan dituntut dua miliar apabila melanggar ketentuan mengenai pers. Lembaga-lembaga pers seperti AJI dan PWI menolak keras dua pasal tersebut. Kemudian materi selanjutnya disampaikan oleh Muhammad Azhar. Ia menilai jika Omnibus Law ini terkesan tidak sah karena proses penyusunannya tidak sah. Selain itu, ia juga menyatakan dalam penyusunan Omnibus Law hanya melibatkan sedikit ahli dan penyusunannya pun dalam waktu yang singkat. Menurut Azhar pula Omnibus Law ini isinya lama namun dikemas dalam kemasan yang baru. Lalu pembicara terakhir yakni Herdin menyampaikan mengenai Omnibus Law dan RUU Cipta Kerja dari berbagai sisi, bagaimana awal mula Omnibus Law terjadi, isinya, hingga dampak dari Omnibus Law dan RUU Cipta Kerja ini bila disahkan.

Setelah penyampaian materi dari keempat pembicara tersebut dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan dan sesi tanya jawab. Banyak kalangan dari mahasiswa maupun dari serikat pekerja yang menyampaikan pendapatnya mengenai Omnibus Law ini. Rata-rata tanggapan dari mereka yakni menolak adanya Omnibus Law dan RUU Cipta Kerja. Mereka menilai kedua hal tersebut sangat memberatkan masyarakat. Omnibus Law dinilai menjadi indikator kemunduran demokrasi di Indonesia karena kurang adanya partisipasi publik dalam pembuatannya. Kemudian RUU Cipta Kerja bila disahkan akan memberatkan para pekerja di Indonesia dengan lebih lamanya waktu untuk lembur kerja dan semakin maraknya praktik outsourcing.

Diskusi ini berlangsung dengan lancar tanpa suatu halangan yang berarti. Mahasiswa maupun berbagai serikat kerja yang mengikuti di sini tampak sangat antusias. Hal ini dapat dilihat dari cara mereka menyampaikan pendapat tentang keresahan Omnibus Law ini. Selain itu juga sempat disinggung sedikit mengenai kampus merdeka yang tak kalah meresahkan.

Mengenal Outlook Perekonomian Indonesia Bersama OJK

Oleh: Faya dan Diah

FEB Undip (26/02) – Bertempat di Hall Gedung C Fakultas Ekonomis dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), telah dilaksanakan kuliah umum yang berjudul “Outlook Perkembangan Perbankan dan Perekonomian Indonesia 2020: Peran Otoritas Jasa Keuangan”. Dengan pembicara Aman Santosa selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jateng dan DIY serta dimoderatori oleh Firmansyah yang merupakan Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip. Acara yang dimulai pukul 10.45 dibuka oleh Warsito Kawedar selaku Wakil Dekan Sumber Daya FEB Undip. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dengan jenjang pendidikan yang berbeda beda, mulai dari D3 sampai dengan S3.

Di awal kuliah umum ini, Aman Santosa menjelaskan mengenai peran, latar belakang dan perkembangan OJK. OJK lahir di tahun 2013. Walaupun di tahun 2011 sebenarnya sudah ada, tetapi di tahun 2013 inilah OJK secara resmi menjadi badan pengawasan keuangan untuk seluruh Indonesia. Kemudian, ia menerangkan mengenai latar belakang diperlukannya OJK. OJK diperlukan karena munculnya konglomerasi bisnis, hybrid product, moral hazard, dan terjadinya cross selling produk dan jasa keuangan diantara lembaga jasa keuangan yang berbeda disertai perpindahan risikonya. Kemudian mengenai peran dan fungsi OJK sendiri, ia memaparkan bahwa tugas utama OJK adalah pengawasan dan pengaturan. Lalu, untuk fungsi sendiri terdapat fungsi perlindungan konsumen. Dalam fungsi perlindungan konsumen ini, pemerintah mencanangkan inklusi dan literasi. Latar belakang pemerintah mencanangkan ini karena banyak orang menggunakan produk keuangan tanpa mengetahui manfaat dan risikonya. Selain daripada itu, tingkat inklusi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan tingkat literasinya.

Selanjutnya, ia menjelaskan tentang dampak corona terhadap perekonomian di Indonesia maupun di dunia. Menurutnya, dampak negatif corona menyebabkan kelemahan pasar keuangan dan aktivitas perdagangan global serta turunnya nilai rupiah. Tetapi di balik dampak negatif itu terdapat dampak positif bagi Indonesia yaitu kondisi ekonomi di Indonesia cukup kondusif untuk berinvestasi yang ditandai dengan banyaknya investor yang ingin masuk ke Indonesia. Aman Santosa juga memaparkan mengenai bahayanya fintech atau yang biasa disebut pinjaman online. “Menjadi menakutkan jika digunakan dengan tidak bijaksana,” ujarnya saat berbicara tentang maraknya fintech ilegal.

Dalam akhir pemaparannya, ia menjelaskan tentang outlook perekonomian 2020 di Indonesia yang meningkat. Sebagai contoh, di Jateng terdapat beberapa sektor yang menjadi faktor pertumbuhan, salah satunya sektor perdagangan besar dan eceran. “Industri keuangan harus tetap memasang target yang tinggi supaya ekonomi tidak lemah,” lanjutnya. Kemudian di akhir pemaparannya ia menyimpulkan tiga hal mengenai kuliah umum ini yaitu yang pertama dalam berinteraksi kita harus bersikap rasional dan ilegal. Yang kedua ia berpesan manfaatkanlah OJK secara individu maupun perusahaan. Lalu yang terakhir ia mengatakan bahwa OJK optimis terhadap outlook Indonesia ke depannya terlepas dari adanya corona.

Acara ini berlangsung dengan lancar walaupun dimulai agak lambat yaitu sekitar 30 menit dari jadwal yang semestinya. Di kuliah umum yang berlangsung singkat ini, mahasiswa tampak sangat antusias. Hal itu terbukti saat sesi tanya jawab di mana mereka mengajukan beberapa pertanyaan. 

Sengketa Pemira Undip : Pengaduan dan Multitafsir

Sidang Pembacaan Putusan Perkara

Reporter: Aji, Salma, Alfi, Luthfia

Universitas Diponegoro (29/11) – Bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Teknik (FT) telah berlangsung acara Sidang Pemeriksaan Perkara oleh Tim Yudisial (TY) Pemilihan Umum Raya Universitas Diponegoro (PEMIRA Undip). Dalam acara pemeriksaan perkara ini TY Pemira Undip 2019 turut mengundang Sastiansyah Rizki Akbar, mahasiswa Manajemen angkatan 2017 sebagai pihak pelapor, panitia pemilih (Panlih) Pemira Undip 2019 sebagai pihak terlapor, Komisi 4 Senat Mahasiswa (SM) Undip sebagai pihak terkait dan panitia pengawas (Panwas) Pemira Undip 2019 sebagai pihak terkait.

Laporan Pengaduan Terkait Penetapan Hasil Pemira

Acara Sidang Pemeriksaan Perkara merupakan kelanjutan pengaduan terhadap Panlih Pemira Undip 2019 oleh Sastiansyah perihal total suara hasil pemilihan calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2020 pada 23 November 2019. Dengan isi gugatan yang berkaitan dengan pasal 50 ayat 1 pada Peraturan Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro Nomor 04 Tentang Pemilihan Umum Raya Universitas Diponegoro, yang mengenai penetapan hasil pemilihan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip dapat dilaksanakan apabila calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip dipilih minimal 20% dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Panlih Pemira Undip 2019 pada tanggal 20 November 2019, dengan hasil pasangan calon nomor satu yakni Adhitya Kharisma dan Fahmi mendapat suara sebanyak 7.587 suara dan pasangan calon nomor dua , R. Hilmy dan Rochmah R. mendapatkan 7.974 suara. Walaupun pasangan calon nomor urut dua mendapatkan suara tertinggi, dengan tidak tercapainya suara minimal 20% dari DPT sehingga kemenangan ini dirasa patut untuk dipertimbangka kembali oleh pihak terlapor.

Keterlambatan Fakultas Menjadi Penyebab Tidak Dipublikasikan Jumlah DPT

Kendati pemira dilaksanakan pada tanggal 19 November 2019, namun hingga hari pemilihan berlangsung masih belum ada publikasi terkait dengan jumlah DPT oleh pihak Panlih Pemira Undip 2019. Pihak Panlih berdalih bahwa hal tersebut dikarenakan adanya keterlambatan penyerahan total DPT dari Sekolah Vokasi (SV) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Pihak Panlih menjelaskan bahwa seharusnya jumlah DPT harus diserahkan pada tanggal 9 November 2019 namun hingga 27 November 2019 masih ada perbaikan, sehingga jumlah DPT yang pasti baru bisa terkumpul pada 27 November 2019.

Mengacu pada aturan Senat Mahasiswa (SM) Undip, ketidaksesuaian jumlah DPT yang dihimpun kedua belah pihak menyebabkan adanya hasil yang berbeda untuk penentuan hasil. Data mahasiswa aktif yang dihimpun oleh pelapor per 20 November 2019 dengan bersumber dari Biro Administrasi Akademik Universitas Diponegoro yaitu berjumlah 49.138 mahasiswwa, data ini memiliki selisih yang cukup jauh dengan data yang dimiliki oleh panlih yang dihimpun per 27 November 2019 yaitu 40.904 mahasiswa dengan bersumber data Biro Akademik dari setiap fakultas. Selisih ini dikarenakan adanya jadwal yudisium dan jadwal pemira berdekatan sehingga selisih ini merupakan jumlah mahasiswa yang melakukan yudisium pada waktu tersebut.

Multitafsir terhadap Pasal 50 Ayat 1

Sebagai pihak pelapor setelah melakukan konsultasi dengan pihak Ahli Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Diponegoro yaitu Amiek Soemarmi dan Unting Sri Hardjanto memberikan tafsiran, pertama tidak dikenal adanya calon pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip, tidak berpasangan tetapi bersifat perorangan. Kedua, mengenai jumlah peserta pemilih, jumlah pemilih harus minimal 20% dari DPT, dan hasil pemilihan suara diperoleh calon Ketua dan Wakil Ketua harus berjumlah minimal 20% dari DPT. Dari tafsiran ini, bila dihitung menggunakan data yang dimiliki maka hasil suara yang diperoleh oleh calon Ketua dan Wakil Ketua dengan DPT 49.138 adalah minimal sebanyak 9.827 suara. Sementara pada kenyataannya, pasangan calon terpilih hanya memperoleh 7.974 suara.

Berbeda dengan tafsiran pihak pelapor, SM Undip menafsirkan dan berdasarkan pada pengalaman sebelumnya memiliki tafsiran bahwa hasil pemilihan suara yang diperoleh calon Ketua dan Wakil Ketua BEM merupakan hasil akumulasi yang harus berjumlah minilam 20% DPT. Maka dari tafsiran ini, bila dihitung calon terpilih Ketua dan Wakil Ketua dengan DPT 40.904 adalah harus merupakan hasil akumulasi dengan jumlah minimal 8.180 suara. Maka bila disimpulkan bahwa calon terpilih sudah memenuhi syarat dengan jumlah akumulasi suara 15.961.

Economic Voice Mini Concert : Mari Bernostalgia

Economic Voice Mini Concert (EVMC)

Reporter: Aan, Aji.

FEB (29/11) Bertempat di Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, telah berlangsung Economic Voice Mini Concert (EVMC) pada pukul 17.00. Acara ini diselenggarakan oleh Economic Voice (EV) FEB Undip. Mini Concert merupakan acara tahunan yang rutin diadakan oleh EV. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Reminisce” yang dalam Bahasa Belanda berarti mengenang dan bernostalgia.

Tema Yang di Angkat
Tema yang diangkat dalam mini concert tahun ini adalah “Reminisce” yang dalam Bahasa Belanda berarti mengenang dan bernostalgia. Berbeda dengan mini concert tahun lalu yang mengangkat tema tentang budaya Indonesia, mini concert tahun ini lebih berfokus mengajak penonton untuk bernostalgia bersama dengan lagu popular jaman dahulu maupun lagu-lagu daerah.

Jalannya Acara
Penampilan dari EV dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama penonton langsung diajak bernostalgia dengan dua lagu daerah, yakni pitik tungku dan jamuran. Pembawaan yang totalitas dari EV membuat mereka langsung mendapat perhatian dari penonton yang hadir.

Lalu, pada sesi kedua yaitu menyanyikan dua lagu yang popular pada jamannya. Satu lagu luar negeri dan satu lagu dalam negeri yang berjudul From This Moment dan Maha Daya Cinta. Kedua musik itu sukses dipadukan dengan baik. Pada sesi terakhir, EV membawakan tiga buah lagu yaitu Karena Cinta, Over The Rainbow, dan Berharap Tak Berpisah. Pada sesi ini menjadi puncak kemeriahan acara dan penonton juga ikut bernyanyi bersama.

Selain EV, ada juga penampilan akustik dari Economusic yang membawakan beberapa lagu yang dikemas dengan baik pada saat tengah acara.

Apresiasi dan Harapan
Mini Concert 2019 yang diadakan EV sukses membuat penonton larut dalam suasana nostalgia yang disuguhkan. Hal ini berkat konsep dan penampilan yang disuguhkan dengan totalitas oleh EV. Rini Nugraheni, selaku pembina EV, mengucapkan terima kasih kepada para panitia penyelenggara yang dapat menyelenggarakan acara ini dengan baik serta tak lupa pula kepada pendukung acara juga pengurus EV tahun 2019.

Beliau juga menyampaikan harapan yakni kepada kepengurusan selanjutnya agar dapat menghadirkan konser yang lebih baik lagi. Selain itu, Rini juga berharap bahwa acara Mini Concert ini dapat menjadikan suatu hiburan tersendiri bagi mahasiswa pada sela-sela perkuliahan dan menjelang menghadapi ujian.

Sambangi FEB Undip, Kedua Paslon Ketua dan Wakil Ketua Saling Adu Gagasan

Reporter: Aji, Alfi

Suasana Roadshow Pemira Undip di FEB

FEB (14/11) – Bertempat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah dilaksanakan acara Roadshow Pemira Undip 2019. Acara ini dijadikan sebagai ajang untuk mengenalkan calon ketua dan calon wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, yaitu dari pasangan calon (Paslon) nomor satu atas nama Adhitya Kharisma dengan Fahmi dengan nama kabinet “Undip Berkharisma” serta paslon nomor urut dua atas nama Razin Hilmy Baihaqi dengan Rochmah Rizqiyanti dengan nama kabinet “Pemrakarsa Mahakarya” serta Mahasiswa Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM) yaitu Ihsan Fadli calon nomor satu, dan  Tika Rahmawati sebagai calon nomor dua. Acara ini difokuskan kepada para audiens agar dapat mengenal lebih jauh para calon beserta gagasan serta visi dan misinya.

Acara ini dihadiri oleh tiga panelis yaitu Handoko Dwi Wibisono dari Senat Mahasiswa (SM) FEB Undip, Muhammad Syukron selaku Ketua BEM FEB Undip, serta Nanang selaku Kepala Bidang (Kabid) Harmonisasi Kampus (Harkam) BEM Undip. Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya serta mars Undip, kemudian dilanjutkan pemaparan essay dari masing-masing calon MWA. Untuk selanjutnya diadakan sesi tanya jawab oleh panelis dan audiens kepada tiap calon. Dalam sesi tanya jawab ini, Ihsan membawa gagasannya agar kedepannya fasilitas laboratorium terpadu dapat digunakan selain civitas Undip. Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa MWA sendiri sebagai penghubung antara mahasiswa dengan dosen. Ia juga mengungkapkan bahwa yang dibawa MWA sendiri yaitu tentang tata kelola Undip.

Selanjutnya kepada Tika, ia memaparkan program kerjanya yaitu muwacana yang di dalamnya yaitu  press release, menurutnya yang dibawa MWA yaitu sinkronisasi Biro Administrasi Kemahasiswaan (BAK) antar senat terkait Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), mengadvokasikan, serta akses informasi yang up to date. Ia juga menambahkan bahwa MWA sendiri memiliki sembilan unsur dan 17 orang. Tika juga mengatakan bahwa yang dikerjakan MWA saat ini yaitu tentang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU)

Acara selanjutnya yaitu dengan pemaparan dari tiap paslon ketua BEM Undip. Fahmi menyampaikan visi dari Undip Berkharisma yaitu untuk mengukir kejayaan undip, “Karisma BEM Undip 2020 untuk Mengukir Kejayaan Undip dan Indonesia,” ungkap Fahmi sebagai calon wakil Ketua BEM Undip nomor urut 1. Selanjutnya kepada calon Ketua BEM nomor urut 2, Hilmy-Anti menyampaikan visi dari Pemrakarsa Mahakarya yaitu menjadikan BEM Undip sebagai pelopor atas terbentuknya sebuah Mahakarya bersama “BEM Undip 2020 sebagai Pemrakarsa Mahakarya untuk Kejayaan Undip dan Indonesia,” terang Hilmy-Anti.

Acara ini berlangsung secara lancar dan damai meski dimulai agak lambat yaitu sekitar 1 jam dari jadwal yang semestinya. Sangat disayangkan, dalam acara ini calon Ketua BEM Undip nomor urut 1, Adhitya Kharisma tidak turut serta hadir dikarenakan kondisi kesehatan yang memburuk. Namun hal ini tak menyurutkan semangat dari Fahmi sebagai calon wakil ketua BEM Undip sekaligus partner Adhit untuk tetap menyampaikan visi, misi serta gagasan yang dibawa oleh kabinet Undip Berkharisma dengan penuh semangat.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua, Ferrel Aristo Putro

Reporter: Khaira

Ferrel Aristo Putro, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?


Jujur mungkin pencalonan di KMA itu berbeda dari yang lain. Mungkin dari himpunan-himpunan sebelahnya. Kalau dari KMA itu memunculkan nama dua belas besar itu dicalonkan atas keputusan Angkatan 2016 selaku kabinet yang ada sekarang dan mungkin dari pertimbangan-pertimbangan alumni. Dari pengurus KMA yang angkatan tujuh belas itu dipilih 7 besar. Mungkin aku jadi salah satu bagian yg tujuh besar. Jujur ketika aku sudah dipercaya orang istilahnya orang udah sangat percaya aku, aku tidak akan sia-siakan itu. Makanya aku ketika ada proses lagi, wawancara, aku mempersiapkan yang harus aku persiapkan mungkin ketika nantinya untuk pencalonanku. Tapi semua keputusan pencalonan ini aku tidak bisa mengendalikan karena memang semuanya atas keputusan Angkatan 16 dan mungkin alumni.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?


Visi saya itu terwujudnya Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi sebagai organisasi yang berperan aktif dalam melayani dan juga bermanfaat bagi warga Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Mungkin kalau berbicara misinya, misi saya yang pertama itu menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan dalam melayani teman-teman atau warga akuntansi. Kedua, membangun sinergitas pada seluruh angkatan akuntansi, organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus, dan masyarakat umum. Ketiga, memfasilitasi dan meningkatkan semangat berprestasi dalam pengembangan minat bakat, keilmuan, dan karakter mahasiswa. Ke empat, menumbuhkan rasa cinta akan akuntansi pada penurus dan warga akuntansi. Kelima, menjadikan Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi sebagai sarana untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas guna menunjang karir di masa depan. Jadi mungkin dari kelima hal itu yang ingin aku lakukan untuk pelayanan kedepannya buat teman-teman akuntansi.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?


Jadi mungkin ini balik lagi ke timses ya. Aku mengajak teman-teman yang mungkin bisa awalnya mengerti aku dulu, aku tipikal orang yang bagaimana agar mereka mau bekerja sama aku. Aku jujur tidak mau merepotkan teman-teman timses karena disini bagi KMA sendiri kan timses hanya untuk memeriahkan saja. Karena ketika nantinya aku terlalu merepotkan, aku yang kurang enak. Yang ditakutkan teman-teman timses nanti ketika umpamanya ada kurang memuaskan, mereka jadinya malas kontribusi untuk akuntansi. Makanya, aku mencari teman-teman tujuh belas, khususnya yang sudah mengenal aku, sudah mengerti aku ikut bergabung dengan timsesku. Untuk teman-teman angkatan delapan belas dan sembilan belas, aku lebih terbuka sih. Aku tidak terlalu mengincar semua pihak. Aku jujur tidak berambisi menang jadi ketua himpunan karena posisiku disini ketika aku tidak menang aku menempati posisi sebagai sekretaris umum. Karena aku mikirnya aku tidak harus jadi ketua umum untuk melayani teman-teman akuntansi, toh aku menjadi sekretaris umum. Dan misalnya aku pun ketika tidak mencalonkan ini pun aku bisa melayani teman-teman akuntansi khusunya angkatanku sendiri, akuntansi 2017, jadi dari porsi yang lain. Cuma ya itu untuk mengomentari ini aku lebih terbuka kepada teman-teman akuntansi. Kalau memang aku ngasih ini terobosanku, ini ideku. Kalau mau jadi berada di pihakku, menjadi timses aku dengan senang hati. Tapi kalau memang lebih memilih ke sebelah ya tidak apa-apa karena kondisi di sini aku takutnya menggaet mana aja dan mereka mungkin kurang paham gagasanku. Aku mementingkan perasaan mereka juga jadi timses.

Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?


Inovasi yang aku lakukan untuk menjadi ketua himpunan mungkin berbeda dengan calon satunya, Aldo. Kalau Aldo, KMA ke depannya mungkin memiliki inovasi yang cukup banyak. Kalau aku karena memang program kerja yang sudah ada, tadi sih ada 51 program kerja yang sudah ada. Menurutku 51 itu sudah banyak banget karena sudah cukup banyak karena kalau aku tambahin lagi dan malah mungkin tidak tepat sasaran. Malah istilahnya tidak efisien dalam melayani teman-teman akuntansi tuh malah sama saja bohong. Pelayananku sama aja. KMA tidak bisa naik step. Sekarang inovasiku aku ingin mengoptimalisasi dan memaksimalkan apa yang sekarang sudah ada mungkin program unggulan yang salah satunya aku ingin adakan gerakan baru itu dash. Dash itu sudah berjalan dari tahun 2010 sampai sekarang sudah sepuluh tahun. Tahun ini masuk tahun ke-sepuluhnya, tahun depan masuk tahun ke-sebelas dalam penyelenggaraannya. Aku mau ada gerakan baru. Jadi salah satu rangkaian besar dari acara lomba yang dimiliki anak Akuntansi Undip. Jadi keinginanku ketika nanti ada Dash, Diponegoro Accounting Ceremony ini, rangkaian awalnya tuh ada seminar nasional namanya forum kajian akuntansi tapi yang special edition. Forum kajian akuntansi kan memang rutin diadakan setiap bulannya setiap dua minggu sekali tapi untuk membuka acara ini isu yang dibahas forum kajian akuntansi special edition ini isu-isu terkini dan menyangkut tema Diponegoro Accounting Ceremony tahun 2020. Dan mungkin nantinya akan ada lomba-lomba olimpiade akuntansi, terus lomba accounting paper competition lomba-lomba yang topiknya masih akuntansi dan ditutup adanya training, audit training. Karena aku lihat keinginan teman-teman tuh sebenarnya teman-teman akuntansi pasti punya keinginan besar masuk jadi auditor. Karena udah jadi template gitu teman-teman akuntansi ingin masuknya ke KAP big four. Aku tidak menampik harus kasih fasilitas yang berguna untuk teman-teman akuntansi. Tapi concern ku karena evaluasi dari tahun ini, diprioritaskan teman-teman akuntansi yang sudah mendapat mata kuliah audit karena training yang udah mengundang KAP big four EY tapi karena mungkin audience nya masih belum terpetakan dan masih banyak audience yang mahasiswa baru dan masih belum mengerti tentang audit itu yang menyebabkan mereka masih bingung buat belajar ini audit gimana sih karena mungkin harus siap dulu buat masuk kelas itu. Keinginanku nanti diprioritaskan teman-teman yang menerima mata kuliah audit dan nanti mungkin dibuka utuk teman-teman yang ikut lomba DASH ini yang tidak lolos ke tahap berikutnya, mereka dapat benefit juga buat dapet pelatihani ini. Jadi pelatihan ini diprioritaskan untuk teman-teman akuntansi undip dan temen-teman akuntansi lainnya.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?


Menurut aku, aku tipikal orang yang fleksibel. Himpunan itu berfokus pada pelayanan kan. Aku mengedepankan pemimpin yang bisa memimpin semua kalangan, semua angkatan. Karena ketika kita mendengarkan aspirasi dari setiap angkatan kebutuhan semua angkatan. Kan pasti kebutuhan tiap Angkatan beda-beda kan tidak bisa kita samaratakan. Itu mungkin aku yang akan menyesuaikan. Aku ingin lebih fleksibel melayani teman-teman angkatan karena andaikan aku punya visi misi, aku punya program malah tidak tepat sasaran. Mungkin teman-teman angkatan yang bisa merasakan cuma beberapa aja. Aku jujur sedih. Karena aku disini melayani semua teman-teman akuntansi kan. Mungkin kalau bisa seribu orang yang terlayani aku bakal mewujudkan hal itu. Mungkin dari awal aku akan mengedepankan apa yang menjadi keluh kesah mereka, yang menjadi kebutuhan mereka mungkin pelan-pelan aku akan mewujudkan itu. Dan juga aku tipikal orang kalau menjadi pemimpin selalu ingin turun ke bawah buat menyelesaikan masalah. Kalau misal anggotaku tidak suka dengan gaya kepemimpinanku, aku akan turun tangan dengan ajak ngobrol. Aku akan menyampaikan dari sudut pandangku dan kalau dia tidak suka aku mau dikritik. Aku tipe orang yang mau dikritik dan fleksibel.

Kenapa mahasiswa Akun harus memilih Anda?


Karena kembali lagi dengan tagline ku Salam Metal. Metal yang aku bawa itu melayani akuntansi dengan cinta dan sepenuh hati. Ketika aku di hadapkan dengan teman-teman akuntansi aku jujur mau melayani semua angkatan akuntansi. Mungkin angkatan enam belas yang sebagian besar sudah lulus tapi masih ada beberapa yang di sini. Aku ingin berikan pelayanan yang bisa aku berikan kepada mereka. Mereka membutuhkan KMA seperti mungkin berjalan nanti aku akan buka asistensi departemen. Asistensi departemen ini kan sekarang baru ada kelas reguler. Mungkin mata kuliah-mata kuliah untuk mahasiswa tingkat satu sama tingkat dua. Aku di sini mikir kalau buat teman-teman nanti akan dihadapkan ujian komprehensif. Aku disini belum lihat KMA belum menyasar ke arah situ. KMA belum mewadahi teman-teman di tingkat atas buat membantu teman-teman akuntansi mempersiapkan ujian komprehensif. Aku akan menjadi wadah menjadi fasilitator. Satu lagi buat asistensi departemen itu aku akan membuka kelas-kelas software. Sekarang di departemen akuntansi lagi gencar-gencar nya beli software kaya Accurate untuk pembukuan akuntansi, kaya Arbutus buat audit. Nah itu aku pengen temen-temen akuntansi tuh juga bisa belajar begitu. Istilah nya mengerti sedikit lah cara mengoperasikan karena ketika teman-teman akuntansi bisa melek software, melek cara mengoperasikannya, teman-teman bisa beroperasi ketika nantinya masuk dunia kerja. Walaupun nanti tidak dipakai di dunia kerja, tidak sama dengan yang dipakai sekarang tapi minimal teman-teman sudah mengerti cara mengoperasikan di komputer. Daripada sekarang kita kan kalau tidak manual di buku paling di excel, tidak ada fasilitas lain yang bisa digunakan. Mungkin aku ingin kasih itu, bekerjasama dengan departemen. Mungkin ketika nanti aku menjadi ketua himpunan itu aku belum ada kebijakan besar, inovasi besar lainnya yang aku akan tawarkan ke teman-teman, cuma aku lihatnya dari yang sudah ada tapi masih kurang maksimal nih pingin aku kembangin lagi pingin aku disesuaikan dengan yang ada. Nantinya harapan aku pelayanan yang aku berikan kepada teman-teman akuntansi itu dapat terukur dan tepat sasaran ke semua angkatan dan semua angkatan merasakannya. Mungkin kalau misalnya tidak merasakan pelayanan jadi cemburu terus menarik diri dan tidak berpartisipasi buat akuntansi, itu yang aku takutkan. Itu sih hal kecil yang bisa aku tawarkan.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Ya harapanku, aku sudah dua tahun jadi panitia suksesi juga sebelumnya. Harapanku kan kita ada budaya kekeluargaan tapi tidak menutup kemungkinan demokrasi tuh harus tetap jalan di sukesi ini. Jangan walaupun kita kekeluargaan suksesi anteng-anteng aja. Mungkin aku juga mau menawarkan gagasan ke teman-teman akuntansi. Aku lihat Aldo juga selalu kaya gitu, tidak ikut-ikut aja. Aku juga tidak ikut-ikut apa yang jadi pemikiran Aldo. Aku selalu menawarkan hal lain yang bisa aku kasih ke teman-teman akuntansi. Teman-teman akuntansi lebih liat gagasannya daripada rasa kekeluargaannya. Makannya aku dari awal pun buat timses aku tidak langsung narik, “kamu harus ikut aku nih”, mungkin “kamu udah kenal”. Aku terbuka, kalau kamu mau ikut aku monggo kalau tidak ya sudah. Karena prinsip aku ingin teman-teman akuntansi tidak terpecah belah juga. Misalnya aku nembak-nembak siapa yang masuk ke aku malah jatuhnya yang lain juga dapet timses yang kurang terima sama aku. Yang aku takutkan malah timbul perasaan yang menimbulkan perpecahan lah di situ. Dan juga suksesi ini pun walaupun nanti ada panas dalam demokrasinya tapi jangan sampai hilang rasa kekeluargaan, juga tetap memertahankan rasa kekeluargaan ketika nanti sudah selesai suksesi ini. Tapi di suksesi ini kita harus professional. Kalau memang mau pilih pemenang, ya sudah pilih dia. Setelah itu udah lepas. Karena nantinya aku sama Aldo yang akan memimpin KMA.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Akun sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Jujur dari tahun pertama aku selalu antusias buat ikut suksesi akuntansi atau pemira kampus, pemira Undip. Karena aku lihat politik kampus tuh aku ingin belajar. Aku tau dari kakak-kakak kelasku dari SMA cerita-cerita gitu ya aku sangat tertarik dengan politik kampus. Makanya dengan adanya suksesi ini aku harap teman-teman akuntansi jangan golput coba gunakan pilihan teman-teman. Kemudian buat teman-teman setelah suksesi ini aku sama Aldo bakal beriringan membangun KMA. Tapi kalau pemira FEB, pemira Undip aku harap teman-teman akuntansi jangan melihat dari identitas. Aku ingin teman-teman akuntansi melihat gagasannya apa yg ditawarkan. Mungkin yang ingin ditawarkan untuk akuntansi. Dan keinginanku juga ketika nantinya gagasan itu menarik dan punya andil besar untuk akuntansi, dapat berpeluang untuk mengajukan akuntansi ya pilih yang itu jangan identitas. Kalau kompeten ya pilih aja. Tapi jangan golput karena golput bukan pilihan bijak karena senetral-netral kita golput tuh bukan pilihan bijak. Karena kita harus memilih mana yang menurut kita paling banyak baiknya dan paling minim jeleknya, dan mungkin untuk kepentingan akuntansi khususnya kalau bisa.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu, Ekky Fahriza Zendra

Reporter: Rijal

Ekky Fahriza Zendra, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Sebenarnya banyak hal dalam proses perenungan juga, diskusi juga. Banyak hal yang sudah diobrolin juga, ada keraguan juga. Sampai di titik di mana kayak oke yuk berusaha dulu. Jadi seperti sudah ada proses perenungan, proses obrolan dan diskusi segala macam sampai banyak hal sudah niatan baiknya dibentuk, diwujudkan dalam tindakan terus dimantapin karena merasa bahwa sudah dua tahun di MSA, ingin membina MSA lebih baik lagi. Dan untuk tahun ke tiga ini bentuk dimana oke ingin mengabdi terus melayani. Jadi bahasanya yang tahun ke tiganya jadi pemimpinnya buat MSA.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Kalau visi misinya, sebenarnya visinya aku tentang mewujudkan hubungan integritas dengan mengedepankan sinergisitas tiap kepala departemen manajemen demi kepentingan bersama. Maksudnya ini tentang bagaimana aku dan antar anggotaku membentuk himpunan yang lebih berkualitas lagi, meningkatkan kualitas yang lebih baik lagi dengan bersinergi melalui setiap elemen yang ada di manajemen atau departemen manajemen itu sendiri. Seperti, dari menjaga hubungan baik kepada departemen, memperbaiki yang kurang atau meningkatkan lagi kerekatan hubungan dengan setiap angkatan yang ada di departemen manajemen, dan juga bahkan itu memperbaiki hubungan atau meningkatkan lagi hubungan dengan entitas yang dijalani disiplin yaitu Saitama. Saitama itu dibentuk sebagai suporter dari manajemen jadi kurang tugasnya di expose, kurang diberdayakan, mungkin tahun berikutnya bisa ditingkatkan.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara mahasiswa agar memilih Anda?

Sebenarnya, cenderung idealnya mungkin tidak begitu jauh, mempersiapkan tugas-tugasnya sebaik mungkin terus setelah itu ada multiclass, ada juga kita punya OA dimana itu postingan tentang mengenalkan diri saya. Lalu ada isinya itu mengenalkan diri, ada rekam jejak saya. Juga ada hal-hal semacam itu mungkin yang di luar itupun pengenalan informal saja mungkin. Soalnya jujur angkatannya kan ada banyak dan tidak bisa kena semua lini dan saya juga berarti butuh banget bantuan timses saya dan mengelola sebaik mungkin.

Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebgai calon ketua himpunan?

Sebenarnya saya lebih agak concern tentang akademik dan mikat (minat bakat). Jadi bagaimana kita bisa menaungi mikat dari manajemen itu sendiri, entah dibuat ada mikatnya atau itu nanti bisa dibicarakan lebih lanjut dengan periode selanjutnya. Sama mungkin tentang kalau akademik itu tentang PKM dan iklim lombanya bisa dengan pencerdasan database. Database misalnya untuk PKM, PKM itu dibuat database dimana oh kita tahu nih orang-orang yang sudah tembus dari universitas atau dikti mana. Kita dibuat database dan ini datanya bisa dipakai untuk melakukan, untuk dibuat dilingkar. Dilingkar ini nanti bisa untuk ada pendampingan. Ini juga sudah ada di BEM. Mungkin kedepannya agar tidak tumpang tindih dengan BEM bisa dikomunikasikan lebih lanjut.

Apa keunggulan Anda dibandingkkan dengan calon lain?

Mungkin sebenarnya kalau ketika kita kemarin mimbar, kita semakin kelihatan kalau sebenarnya apa yang kita bawa itu sama-sama baik dan apa yang diusung itu juga tidak terlalu jauh berbeda. Mungkin core value-nya yang saya angkat itu kan ada empat, yaitu yang pertama sinergi, kedua friendly, ketiga ikhlas dan yang terakhir dedikasi. Jadi sinergi, dedikasi, friendly sama ikhlas. Jadi kalau misalnya menunjukkan, aku melakukan pendekatan yang lebih ke arah orangnya dimana kita melakukan sinergisitas buat hubungaan ke semua orang, ke setiap ormawa dan segala macam elemen yang ada di manajemen. Lalu kita melakukan pekerjaan dengan dedikasi dan dilanjutkan dengan pendekatan secara friendly ke semua orang atau personal. Dan yang selanjutnya itu kita melakukan dengan ikhlas dan itu juga didukung dengan budaya organisasi yang ingin saya angkat yaitu ada hear, melayani dan bermakna. Jadi kita mendengar semua aspirasi dari masyarakat karena kita himpunan adalah dari, oleh, untuk masyarakat manajemen itu sendiri. Jadi kita harus mendengar lalu melayani karena kita adalah pelayan buat manajemen. Semua kegiatan kita itu harus bermakna untuk dilakukan oleh pengurus sendiri dan bermakna untuk yang diakukan untuk masyarakat manajemen itu sendiri.

Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?

Sebenarnya aku tidak bisa kasih banyak janji, tidak bisa kasih jawaban atau tidak bisa kasih apa-apa. Hanya kalau kalian sepaham sama aku, setuju sama aku, dan kalian suka sama gagasan aku, suka cara pendekatan aku, mungkin kalian bisa pilih nomor satu.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Sebenarnya lebih ke arah ingin semuanya bisa dapat pemimpin yang pantas.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Pilihlah, gunakanlah hak suara kalian karena kalian yang memilih itu yang benar-benar peduli. Jadi pedulilah, kritisilah karena ini adalah buat kalian juga semua, buat satu tahun ke depan. Jadi jangan golput kalau bisa, tetap memilih dan pilihlah sesuai hati nurani kalian nanti.