Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Dua, Thadaffa Yusuf Ardanel

Reporter: Sulis, Yusak

Thadaffa Yusuf Ardanel, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Dua

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Masalah latar belakang jujur aku di MSA ini sudah dua tahun dan keresahan-keresahan bertahun-tahun di MSA, yang pertama seperti tangapan Ekky, dimana eksklusif-an orang kalau memakai seragam MSA ini sangat-sangat beredar. Nah, aku disini satu tahun pertama mikir “kenapa sih kalau memakai seragam MSA aku diangap eksklusif? Padahal kita semua sama satu serata di sini”. Jadi intinya ingin merubah stigma orang terhadap ke eksklusif-an himpunan terhadap masyarakat manajemen biasa. Kedua aku orangnyaloyal. Kalau memang satu himpunan ya himpunan saja. Kalau dulu aku osis ya osis saja. Kalau memang punya PR yang berkelanjutan terus menerus kenapa tidak diselesaikan, kenapa malah aku tinggalkan. Oleh karena itu dedikasiku tinggi terhadap MSA menjadi salah satu faktor untuk menyelesaikan masalah-masalah yang turun temurun tidak pernah selesai

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi saya mewujudkan MSA sebagai himpunan yang memiliki kontribusi, dedikasi,dan intelektualitas guna terwujudnya sinergi dan manfaat bagi seluruh elemen Departemen Manajemen dan misinya: 1. Pengembagan pola pikir fungsionaris MSA yang mengarah kepada peningkatan kualitas program kerja yang signifikan. 2. Berperan aktif dalam mempercepat hubungan berlandaskan keselerasan dan solidarisme internal himpunan maupun seluruh civitas akademika Departemen Manajemen demi terciptannya budaya yang dipertahankan. 3. Memfokuskan tujuan dan fungsi MSA sebagai wadah aspirasi masyarakaat Manajemen untuk pedoman yang bersifat fundamental. 4. Menjadikan MSA sebagai himpunan yang memiliki nilai inklusif terhadap mahasiswa manajemen dan lembaga mahasiswa lain. 5. Maksimalisasi peran himpunan sebagai fasilitator dalam pengembangan di bidang akademik maupun non-akademik serta meningkatkan semangat pengkaryaan mahasiswa Departemen Manajemen.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Aku ini orang yang lebih banyak tindakan daripada omongan. Aku lebih suka langsung gerak sana sini daripada harus memikirkan terus menerus apa yang sekiranya harus aku lakukan. Aku berusaha mendekatkan kepada semua orang nanya keluhanmu apa, yang kamu inginkan apa dan aku jujur dari dulu sampai sekarang sudah deket sama banyak orang. Sehingga sudah punya banyak pandangan untuk bisa mengapai mereka bagaimana kedepannya, apa yang mereka harapkan untuk MSA kedepannya.

Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Pengembalian fungsi seutuhnya dari himpunan ialah menghimpun dan ranah akademik lebih diutamakan daripada ranah non akademik. Hanya selama bertahun-tahun, MSA lebih condong kepada penyaluran masalah non akademik sedangkan akademik kita kurang teredukasi dengan baik. Nah inovasi yang aku lakukan adalah seringlah kita di sini kumpul-kumpul bersama, seringalah kita di sini saling sharing entah kamu manajemen 18, manajemen 19 maupun manajemen 17 kita disatukan karena kita manajemen. Bukan aku sebagai EO (Event Organizer) dan kalian hanya sebagai pesertanya. Tidak. Kita sama-sama satu manajemen dan fungsi MSA harus ditetapkan sampai sekarang untuk menghimpun.

Apa keunggulan Anda dibadingkan calon yang lain?

Satu, selama dua tahun di MSA aku pernah mendapat dua kali gelar staff of the month. Pertama aku sebagai vice management anniversary, aku berhasil mendatangkan satu guest dan berhasil istilahnya mem-bonding tiga angkatan. “Oh kita punya acara seromonial untuk manajemen nih kita seneng-seneng pensi bareng” dan aku sebagai vice-nya dan itu jadi latar belakang aku mendapat staff of the month pada tahun pertama. Tahun kedua aku sebagai project officer Management Event acara class meeting sama outputnya apa untuk menyalurkan minat dan bakat dalam bidang akademik, terutama atlet dan sedikit ke akademik, ada Management Icon dan lomba kecerdasan. Nah disitu aku berhasil menjadi staff of the month tahun itu karna output yang dirasakan sangat-sangat kerasa di Manajemen 17, Manajemen 18 dan Manajemen 16 itu dapat berkompetisi secara sehat sama-sama di acara tersebut.

Kenapa mahasiswa manajemen harus memilih Anda?

Sebenarnya yang perlu diketahui ialah manajemen itu tidak perlu banyak bicara, yang penting memang harus langsung direct orang itu. Di mana memang kalau kita punya gerakan kenapa kita harus memikirkan gagasan-gagasan yang harus kita lakukan. Begitu saja sih.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Jelas, mari kita percayakan secara sehat dan masyarakaat manajemen tahu sekiranya pemimpin mana yang cocok untuk memimpin manajemen kedepannya.

Apa yang ingin Anda sampaikan pada mahasiswa manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira saat ini?

Yang jelas gunakan hati nurani. Jangan ada paksaan diantara kedua timses karena satu pilihan kalian itu merupakan satu kemajuan untuk manajemen kedepannya.

Mimbar Bebas sebagai Wadah Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua KMA FEB Undip

Reporter: Yeye, Erva

Suasana Mimbar Bebas Suksesi 2019 oleh KMA FEB Undip

FEB (12/11) – Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah dilaksanakan acara Mimbar Bebas Suksesi 2019 oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA). Acara ini menjadi wadah untuk menyampaian visi dan misi serta program kerja yang akan diusung oleh kedua Calon Ketua KMA, yaitu Hizkia Efraldo Saragih dan Ferrel Aristo Putro. Suksesi 2019 yang bertemakan Think Smartly, Choose Wisely sekaligus menjadi closing dari Kepengurusan KMA periode 2018/2019.

Mimbar Bebas Suksesi 2019 dihadiri oleh Fuad, selaku Ketua Departemen Akuntansi serta keempat panelis, yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip, Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip, Ketua KMA periode 2018/2019, dan Sekretaris Umum KMA. Sebelum pemaparan Grand Design Organisasi (GDO), diawali dengan sambutan ketua acara, Ketua KMA Periode 2018/2019 dan Ketua Departemen Akuntansi.

Dalam sambutannya, Fuad mengungkapkan kebanggaannya kepada mahasiswa Akuntansi, khususnya KMA dan berharap bahwa ketua yang terpilih adalah yang terbaik dan mampu untuk saling berkolaborasi dengan baik.  “Ketika saya ditanya apa hal yang paling membanggakan di Akuntansi maka saya akan menjawab mahasiswa dan organ pendukungnya, yaitu KMA,” jelas Fuad.

Pemaparan GDO dimulai dengan calon Ketua KMA nomor urut satu, yaitu Hizkia Efraldo. Aldo, sapaan akrabnya, mempunyai visi “Mewujudkan KMA sebagai organisasi yang berintegritas, responsif, dan inovatif dalam mengintegrasikan pelayanan dan pengabdian bagi seluruh masyarakat akuntansi dan masyarakat umum”. Sedangkan calon Ketua KMA nomor urut dua, Ferrel Aristo Putro, mempunyai visi “Terwujudnya HMDA sebagai organisasi yang berperan aktif dalam melayani dan bermanfaat bagi warga Akuntansi FEB Undip”.

Setelah memaparkan GDO, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab panelis, tanya jawab perwakilan masing-masing angkatan, pertanyaan undian, dan debat antar calon Ketua KMA. Menjawab pertanyaan panelis pertama, yaitu Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip terkait apakah proker unggulan di tahun mereka, Aldo menjawab ia akan membawa internship sebagai proker andalan yang baru untuk mengobati rasa rindu para mahasiswa Akuntansi terhadap magang. Berbeda dengan Aldo, Ferrel akan menjadikan Diponegoro Accounting’s Harmony (DASH) sebagai proker unggulannya dengan mengedepankan rangkaian yang lebih besar dari sebelumnya. 

Saat ditanya mengenai pemimpin seperti apakah yang baik menurut mereka berdua dan bagaimana cara yang dilakukan ketika ada visi dan misi yang tidak terlaksana, Aldo mengatakan bahwa pemimpin itu harus realistis dan idealis. Cara yang akan dilakukan oleh Aldo ketika visi dan misi yang ia bawa tidak terlaksana adalah dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu dan menampung aspirasi. Sedangkan Ferrel menjawab bahwa pemimpin yang baik adalah yang dapat menjaga kesatuan dan keutuhan organisasi tersebut. Menguatkan internal dan memaksimalkan pelayanan yang ada adalah cara yang akan dilakukan Ferrel.

Dalam penyampaiannya dalam mimbar bebas, kedua calon Ketua KMA berkomitmen akan terus berupaya untuk menampung semua aspirasi yang ada. Keduanya juga memiliki core value yang sama yaitu integritas. Serangkaian acara Mimbar Bebas Suksesi 2019 ditutup dengan kesimpulan dari pernyataan masing-masing calon Ketua KMA yang disampaikan oleh Moderator, Herfin Angelina.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Tiga, Yusuf Sufyan

Reporter: Aditya, Dwi Ratna

Yusuf Sufyan, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Tiga

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri sebagai ketua himpunan?


Latar belakangnya ungkin saya sebenarnya tidak berkemauan untuk mencalonkan diri sebagai ketua himpunan. Akan tetapi, banyak orang yang memercayakannya ke saya bahwa saya itu bisa, dan saya mampu. Nah, saya disini tidak ingin seolah-olah bahwa himpunan yang membutuhkan saya.


Tetapi seperti dua sisi, himpunan membutuhkan saya tetapi saya membutuhkan himpunan, karena apa? Karena dengan saya nanti menjadi ketua himpunan tentunya saya akan mendapatkan banyak sekali pengalaman, banyak sekali sesuatu yang bakal saya dapat ketika saya nanti tidak menjadi pemimpin. Intinya pemimpin itu nanti akan mendapatkan lebih banyak porsinya daripada staff biasa atau kadep biasanya.


Apa visi misi yang Anda miliki?


Visinya adalah terwujudnya Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam 2002 yang aspiratif dalam meningkatkan prestasi akademik dan juga pelayanan kemahasiswaan guna mewujudkan mahasiswa Ekonomi Islam itu sendiri yang memiliki intelektual dan juga berakhlaqul karimah. Itu visinya.


Kemudian misinya yang pertama adalah membangun solidaritas internal guna mewujudkan fondasi organisasi sehingga tercipta kinerja kepengurusan yang efektif dan efisien. Itu yang pertama. Kedua adalah aktif dan responsif memberikan pelayanan kemahasiswaan kepada seluruh mahasiswa Ekonomi Islam. Ketiga adalah mewadahi, memfasilitasi, dan mengapresiasi pengembangan minat dan bakat keilmuan dan juga kajian serta peningkatan prestasi. Keempat adalah optimalisasi media massa sebagai sarana media komunikasi dan dakwah dan juga penyampaian informasi secara akurat. Kelima adalah meningkatkan ukhuwah yang baik dengan pihak eksternal yaitu Mizan dan Kelompok Studi Ekonomi Islam.


Apa langkah yang Anda lakukan untuk menggaet suara mahasiswa agar memilih Anda?


Langkah pertama adalah tentunya dengan adanya publikasi yang menarik dan juga dapat membuat orang itu penasaran dengan apa yang akan saya usung selama satu tahun kedepan. Yang pertama dari publikasi dan yang kedua adalah dari konten yang akan hadirkan sendiri untuk himpunan yaitu dari segi proker unggulan yang benar-benar inovatif yang bener-bener dibutuhkan sama anak-anak Ekis itu sendiri dimana dari proker-proker unggulan dari inovasi-inovasi yang ada orang bisa tertarik dan orang itu melihat dari gagasannya bukan dari orangnya.


Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda bawa untuk satu tahun kedepan?


Inovasi dan juga pembaruan ini saya hadirkan terutama dibidang akademik dan juga pelayanan kemahasiswaan karena tujuan dari himpunan itu sendiri adalah untuk menghimpun masyarakat Ekonomi Islam dan juga meningkatkan prestasi akademik dan juga pelayanan kemahasiswaan sesuai dengan visiku tadi.


Nah, di akademik itu sendiri saya menghadirkan sesuatu yang baru contohnya itu modul Ekis yang belum ada di tahun sebelumnya. Kemudian ada juga pelatihan untuk mahasiswa Ekis yaitu sekolah mawapres, kemudian ada juga syariah beauty class, kemudian festival literasi. Jadi festival literasi ini tujuannya adalah untuk meningkatkan prestasi mahasiswa Ekis khususnya dibidang literasi. Literasi itu bisa membaca, menulis buat biografi dan lain-lain. Begitu.

Apa keunggulan Anda dibandingkkan dengan calon yang lain?


Mungkin saya disini mengungkapkan keunggulan itu kan tidak bisa melalui sifat gitu kan. Kalau sifat itukan nantinya terlalu subjektif, saya tidak bisa menilai sifatku secara subyektif. Jadi aku lebih menekankan menonjolkan keunggulan ini dari dari sesuatu yang dapat dilihat.


Keunggulan itu apa? Keunggulan itu saya selama satu tahun terakhir di HM saya sebagai sekretaris. Nah, sekretaris itukan masuk di BPH atau Badan Pengurus Harian. Jadi saya secara tidak langsung bisa mengetahui peran sosok ketua itu harusnya seperti apa. Karena saya melihat secara langsung ketua himpunan yang sekarang tuh orangnya seperti apa, mereka harus ngapain.


Kemudian apa yang harus, bagaimana cara mengambil keputusan oleh seorang ketua itu gimana. Karena saya berada di divisinya mereka dan juga deket juga sama ketua himpunan yang sekarang. Jadi saya banyak mendapatkan masukan dan juga arahan dari ketua himpunan yang sekarang dibandingkan calon lain, dimana calon lain itu berada di divisi PSDM dan saya di divisi BPH.


Ya sama menurutku saya memiliki apa namanyatingkat manajemen waktu yang lebih baik, karena apa? karena disini saya tidak cuma mengikuti himpunan saja, tetapi saya juga mengikuti kegiatan ormawa lain, yaitu LPM Edents itu sendiri dimana saya berusaha loyal di kedua organisasi tersebut. Di kedua organisasi tersebut, istilahnya saya mendapatkan penilaian yang baik tidak berat salah satu artiya 50 50.


Buktinya adalah di Edents saya juga pernah menjadi istilahnya staff terbaik of the month. Di HM juga pernah staff terbaik artinya saya bisa membagi antara kedua organisasi tersebut. Memanajemen kedua organisasi tersebut secara lumayan baik.


Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?


Ya kenapa mahasiswa Ekis harus memilih saya karena misiku sendiri itu adalah untuk meningkatkan prestasi akademik dan pelayanan kemahasiswaan yang dimana misiku itu saya hadirkan untuk memenuhi mereka kebutuhan anak-anak Ekis sendiri. Ketika mereka memilih saya, semoga diharapkan insya Allah kebutuhan mereka selama diperkuliahan itu bisa tertunjang dengan adanya pelayanan-pelayanan dibidang kemahasiswaan dan juga peningkatan prestasi akademik.


Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?


Ya harapan untuk keberlangsungan suksesi kali ini, semoga masyarakat Ekis seluruh angkatan, angkatan 19, 18, 17, 16, dan angkatan-angkatan sebelumnya mau menggunakan hak suaranya, mau menggunakan hak pilihnya disuksesi pemilihan kali ini.


Jadi tingkat partisipasinya itu diharapkan dapat meningkat dari tahun lalu dimana tahun lalu sebenarnya sudah bagus tetapi tahun ini dapat lebih bagus dan semoga ya nantinya siapapun yang terpilih baik paslon 1, 2, 3 mampu diterima oleh seluruh masyarakat Ekis dan masyarakat Ekis itu sendiri mau menumbuhkan bergotong royong supaya kepemimpinan HMEI tahun ini dapat berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua, Arjuna Reynaldi

Reporter: Dwi Ratna Silviani

Arjuna Reynaldi, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Pertama karena saya sudah mengikuti pelatihan kepemimpinan dasar. Jadi secara pribadi, saya merasa harus untuk mencalonkan diri sebagai ketua himpunan dan kedua, saya merasa saya sebagai anggota himpunan berkewajiban untuk melanjutkan kepengurusan selanjutnya.

Apa visi dan misi yang Anda miliki dalam mencanlonkan diri sebagai ketua himpunan?

Visi saya menjadikan Himpunan Ekonomi Islam sebagai fasilitator dalam melayani berbagai kebutuhan masyarakat Ekonomi Islam baik di bidang akademik maupun non-akademik. Saat kepengurusan tahun 2020 nanti, insha allah kita berfokus pada tujuan awal yaitu memberikan pelayanan. Tujuan yang kedua adalah pengembangan internal, khususnya dalam keanggotaan Himpunan Ekonomi Islam (HMEI) itu sendiri.

Misi saya, pertama menjadikan HMEI sebagai wadah setiap aspirasi dan kritik dari masyarakat Ekonomi Islam. Kedua, meningkatkan prestasi dari masyarakat Ekonomi Islam. Ketiga, menjalin harmonisasi dengan organisasi lain yang satu ruang lingkup dengan Ekonomi Islam seperti Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dan Mizan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip.

Bagaimana langkah Anda untuk mendapatkan suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Yang saya lakukan yaitu membangun kepercayaan dari orang-orang terhadap saya dengan cara melakukan pendekatan secara internal kepada masyarakat Ekonomi Islam, pelan-pelan berusaha berteman dengan mereka, lebih akrab dengan mereka, contohnya saya  mencoba mendekati teman-teman angkatan 2019 .

Apa Inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua Himpunan?

Inovasi saya yaitu penambahan struktur organisasi yaitu bidang seni, ditahun sebelumnya belum terdapat wadah yang menampung bidang seni, hanya menampung bidang prestasi olahraga. Khususnya di program kerja saya, akan terdapat KIS Factor, yang merupakan pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang seni seperti band, dan lain lain.

Apa Keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Menurut saya, saya lebih bisa merangkul dibanding calon yang lain.

Kenapa Mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?

Karena saya berharap dapat menerapkan apa yang sudah saya rancang dalam program kerja yang sesuai dengan visi dan misi saya dan masyarakat Ekonomi Islam dapat merasakannya.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapannya semoga nanti calon kedepannya dapat amanah. Siapa pun pemimpinnya dapat mendukung satu sama lain karena kita memiliki tujuan yang sama yaitu Ekonomi Islam memberi perubahan.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dana tau pemira ini?

Semoga menjadi pemilih yang baik dengan melihat visi dan misi dari masing-masing calon dan harapannya semoga tidak golput.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu, Agam Maulana Ardi

Reporter: Dinda Caesarli

Agam Maulana Ardi, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu

Agam Maulana Ardi atau biasa disapa Agam adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro jurusan Ekonomi Islam 2018. Agam sekarang sedang mencalonkan diri menjadi ketua Himpunan Ekonomi Islam (HMEI) Nomor urut 1. Agam lahir di Jakarta, 20 April 2000. Selain menjadi calon ketua HMEI 2020. Agam sedang menjabat sebagai staff PSDM di HimpunanEkonomi Islam tahun ini.

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua Himpunan?

Faktor utama saya mencalonkan diri menjadi ketua Himpunan Ekonomi Islam 2020 adalah dorongan dan kepercayaan yang teman-teman saya berikan kepada saya, sehingga saya memutuskan untuk maju menjadi Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam tahun ini.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi yang saya bawa adalah “Kembangkan potensimu, bangun karaktermu, bersama kita bermutu” dan misi yang terintegrasi menjadikan Himpunan Ekonomi Islam sebagai fungsi pelayanan  bagi mahasiwa ekonomi islam dalam meningkatkan prestasi akademik, mengembangkan potensi diri mahasiswa, serta membangun pribadi mahasiswa berdasarkan cendikiawan muslim. Dengan mengedepankan PATEN. Apa itu PATEN? Yakni kepanjangan dari Potensi Akhlak Toleransi Etika Nilai. Saya yakin dengan menerapkan PATEN dalam kepemimpinan mendatangan, akan membuat iklim Ekonomi Islam menjadi lebih baik lagi. Himpunan menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan potensi seorang mahasiswa Ekonomi Islam dengan memperhatikan akhlak, etika, dan nilai yang berlaku serta toleransi terhadap perbedaan yang dihadapi.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Menggaet suara ya dengan menjadi saya apa adanya, maksudnya disini adalah lebih menonjolkan karakteristik, visi, misi, dan program kerja dari saya.Untuk selanjutnya para pemilih bisa memilih mana yang pantas dan baik untuk kepemimpinan HMEI 2020.

Apa inovasi dan pembaharuan yang ada tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Inovasi yang saya berikan yakni bertema PATEN, dengan mengedepankan PATEN maka akan terwujud mahasiswa Ekonomi Islam yang prestatif dan menjunjung nilai-nilai islam tentunya. Membahas isu-isu keagamaan yang tentu saja menjadi pembeda himpunan ini dengan himpunan yang lainnya. Dengan program kerja unggulan seperti Islamic study tour program, EKIS go to school, bisnis talk, diskusi petang, dan lain-lain. Dengan inovasi program yang saya dan tim buat, diharapkan ada pembaharuan dari segi sumber daya manusia Ekonomi Islam itu sendiri.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Teman-teman saya banyak yang bilang, kalau saya lebih berkharisma dan berwibawa dari pada calon-calon yang lain, bukan punya maksud tertentu saya bilang seperti ini, namun ini ialah pandangan dari teman-teman saya sendiri. Namun calon-calon lain juga punya keunggulan di bidangnya sendiri.

Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?

Memilih itu adalah suatu kewajiban bagi mahasiswa Ekonomi Islam. Bukan hanya memilih saya saja namun juga memilih Yusuf dan Arjun. Jangan sampai suara itu kosong alias golput. Pilihlah pemimpin yang menurut teman-teman pantas dan sanggup mengemban tugas sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam selanjutnya, yang memberi perubahan yang lebih baik kedepannya.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Semangat teman-teman The Founder 2019 yang sudah bekerja keras menyukseskan acara pemilihan ketua Himpunan Ekonomi Islam tahun ini. Semoga suksesi himpunan tahun ini berjalan lancar dan mencapai tujuan akhir yakni mendapatkan pimpinan yang fathonah dan amanah.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi dan atau pemira ini?

Gunakanlah hak suara kalian sepenuhnya, jangan berlaku curang dalam pemilihan ini karena tentu saja akan  berefek untuk mahasiswa Ekonomi Islam kedepannya. Jadilah pemilih yang cerdas demi pemimpin yang amanah, yang ingin saya sampaikan ialah pilih satu, dua, atau tiga itu tidak masalah, asalkan kalian jangan golput.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan IESP Nomor Urut Satu, M. Haqi Nazili

Reporter: Indah Sulistyo

M. Haqi Nazili, Calon Ketua HMD IESP Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Pertama, saya punya rasa tumbuh cinta terhadap jurusan, dengan rasa cinta terhadap jurusan, saya juga peduli terhadap jurusan saya sendiri. Saya merasakan dengan mencintai HMD IESP, saya harus berkontribusi sebaik-baiknya untuk jurusan saya sendiri. Selain itu, hanya faktor-faktor pendukung. Pada saat saya sebelum menjadi anggota HMD IESP, mungkin dulu saat saya juga masih menjadi mahasiswa baru seperti kalian, saya juga diwadahi oleh teman-teman angkatan 2017. Dimulai dari situ saya sudah mendapatkan seperti hak agar bisa diwadahi tentang HMD IESP. Saya merasa memiliki kewajiban untuk melanjutkan HMD IESP, kemudian mampu mewadahi mahasiswa baru setelahnya.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Menjadikan HMD IESP sebagai mitra strategis untuk seluruh anggota IESP dan departemen IESP untuk mencapai visi dan misi dari IESP tersebut. Intinya, saya ingin membantu Departemen IESP dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, serta HMD IESP juga harus berperan aktif dalam mewujudkan hal tersebut.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Disini saya akan menjual program, saya akan menawarkan solusi-solusi dari saya untuk mencapai tujuan dari IESP sendiri. Dikarenakan HMD IESP bergerak di bidang akademik yang tentunya tujuan akhirnya pasti bertujuan untuk akademik mahasiswa seluruh anggotanya. Misalnya, saya akan memberikan wadah bagi mahasiswa IESP agar bisa berkembang bersama dan bisa berperan aktif. Menurut saya, percuma saja jika saya sudah membuat suatu program yang menarik, tetapi para mahasiswa tidak menggunakan program tersebut semaksimal mungkin. Program yang ingin saya buat, seperti pelatihan-pelatihan tentang pembelajaran ekonomi, yang bisa membantu para mahasiswa terutama mahasiswa baru yang belum mengerti benar apa itu IESP sebenarnya.

Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Meningkatkan iklim diskusi dengan adanya pelatihan dan diskusi santai, diadakannya suatu pelitian yang semakin berkembang. Selain itu, saya akan melakukan kolaborasi dengan salah satu organisasi untuk melakukan kajian bersama. Ada juga dengan menggait alumni untuk diajarkan tentang analisis yang lebih baik.

Kenapa mahasiswa IESP harus memilih Anda?

Saya sebenarnya ikhlas, saya akan berusaha dan bekerja semaksimal mungkin untuk menggaet seluruh aspirasi yang dirasakan oleh semua mahasiswa akan bisa terwujud apa yang diinginkan.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan saya semoga dengan adanya suksesi ini kita semua bisa merasakan demokrasi dengan suara kita sendiri sebagai mahasiswa. Selain itu kita juga bisa memilih ingin dipilih dan dibimbing oleh siapa dan mau dipimpin seperti apa.  Semoga kedepannya akan banyak yang menyalonkan diri menjadi ketua, serta memiliki visi dan misi yang lebih baik lagi.

Apa yang ingin Anda sampaikan pada mahasiswa IESP sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira saat ini?

Saat ini kita sudah diwadahi untuk memberikan hak suara dalam suksesi. Jadi, jika kita sudah beri wadah, sebagai mahasiswa kita juga harus berperan aktif dalam mewujudkan tujuan yang ada, sehingga kita juga bisa memanfaatkan apa yang ada sebaik mungkin.  

Kenali Calon Tunggal Ketua HMD IESP Melalui Mimbar Bebas

Mimbar Bebas HMD IESP di Hall Gedung C FEB Undip

Reporter: Kurnia, Amadea, Suci

FEB (11/11) — Bertempat di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah berlangsung acara Mimbar Bebas Suksesi 2019 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Ilmu Studi Ekonomi dan Pembangunan (IESP). Acara ini diadakan dengan tujuan untuk mengenal lebih jauh Calon Ketua HMD IESP, yakni M. Haqi Nazili. Haqi merupakan Calon Tunggal Ketua HMD IESP dengan nomor urut satu yang akan melawan kotak kosong dengan nomor urut dua. Melalui acara ini, Haqi menyampaikan visi, misi, serta program yang ingin Haqi bawa untuk memajukan HMD IESP selama periode ke depannya.


Acara ini dihadiri oleh Evi Yulia Purwanti selaku Sekretaris Departemen IESP. Selain itu, juga terdapat tiga panelis yakni Indrayana Girindra Putra, Muhammad Syukron Ma’mun, dan Muhammad Ciro Danuza.


Evi, dalam sambutannya, berpesan kepada Haqi untuk memberikan kaderisasi yang bagus, baik di bidang akademik maupun pengelolaan. Diharapkan di suksesi tahun depan, mahasiswa IESP semakin tertarik untuk menjadi ketua HMD IESP. “Pesan saya, kaderisasi untuk adik kelasnya, sehingga tahun besok itu peminatnya banyak, tidak melawan kotak kosong, begitu ya. Dan tentunya bagi teman-teman yang lainnya tolong partisipasi aktif dalam pemilihan ini. Kalau Anda tidak mau memilih Haqi, Anda memilih kotak kosong, mengapa Anda tidak mencalonkan diri Anda?” pesan Evi.


Setelah Evi selesai menyampaikan sambutannya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari wakil ketua HMD IESP periode 2018/2019 dan sambutan dari ketua pelaksana rangkaian suksesi tahun 2019. Lalu, Haqi dipersilakan untuk menyampaikan Grand Design Organisasi (GDO) yang berisi visi, misi, dan program-program yang ingin dia bawa untuk satu tahun kepengurusan.

Visi dari Haqi yaitu menjadikan HMD IESP sebagai mitra strategis untuk seluruh anggota HMD IESP dan Departemen IESP demi tercapainya visi misi dari HMD IESP itu sendiri. Misinya untuk meningkatkan kualitas seluruh anggota HMD IESP di bidang akademis maupun non-akademis demi tercapainya mutu HMD IESP yang lebih baik. Kedua, menciptakan sistem kerja yang professional dengan menjaga nilai kekeluargaan sejalan dengan berjalannya program organisasi. Ketiga, menjalin hubungan dengan stakeholder guna tercapainya hubungan kerja sama yang harmonis, yang nantinya hasilnya akan dirasakan bersama. Keempat, berperan aktif dalam mewadahi seluruh aspirasi dari mahasiswa IESP yang nantinya akan disampaikan kepada pihak yang berwenang. Kelima, memperbaiki sistem kaderisasi yang berpedoman pada Tri Dharma perguruan tinggi serta menanamkan nilai-nilai luhur pada setiap individu.


Untuk nilai organisasi, Haqi akan membawa nilai profesionalitas dan kekeluargaan. Profesionalitas berkaitan dengan aturan organisasi di mana setiap anggota harus tunduk pada aturan tersebut. Sedangkan kekeluargaan merujuk pada hubungan antar anggota yang berpengaruh pada kenyaman anggota dalam menjalankan amanahnya dalam organisasi. Diharapkan, kedua nilai tersebut dapat berjalan secara bersamaan.


Setelah Haqi selesai memaparkan GDO-nya, dibuka lah sesi tanya jawab. Sesi pertama tanya jawab diperuntukkan untuk panelis. Sedangkan sesi kedua diperuntukkan untuk lima audiens. Dalam sesi ini, antusiasme audiens sangat tinggi, tetapi sayangnya tidak semua pertanyaan-pertanyaan audiens terakomodasi karena keterbatasan waktu.

Beralih Ke Teknologi, Pemira FEB Undip 2019 Gunakan E-Vote

Reporter: Cinka, Marsha

Sosialisasi Penggunaan E-Vote untuk Pemira FEB 2019

FEB (8/11) – Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) 2019 gunakan sistem baru dalam pemungutan suaranya. Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Juknis E-Vote bertempat di Gedung PKM lantai 2 pada pukul 15.00 WIB. Meskipun sempat disampaikan mengenai petunjuk teknis (juknis) Pemira beberapa waktu yang lalu, berkenaan dengan adanya sistem pemungutan suara yang baru, juknis ini pun ikut diperbaharui.

Ketua Panlih Pemira FEB Undip, Daffa, menyampaikan bahwa sistem pemungutan bagi calon pemimpin di FEB tidak lagi menggunakan kertas, namun dari pihak panitia pemira akan menyediakan laptop sebagai alat untuk memilih (e-vote). Sistem e-vote akan terhubung dengan laman web pemirafebundip.id dan melaui laman tersebut pemilih dapat melakukan voting untuk calon pilihannya. Namun, sistem ini masih hanya akan berjalan untuk pemilihan ketua himpunan dan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berada di lingkungan FEB saja. Selanjutnya, untuk pemilihan ketua BEM Undip, masih akan menggunakan sistem yang sama dengan tahun lalu, yakni melalui pencoblosan surat suara. Sementara untuk perhitungan suara akan dilaksanakan setelah hari pemilihan serentak.

Mengantisipasi masalah  teknis yang mungkin terjadi, panlih sudah memastikan  bahwa koneksi jaringan di website sudah aman dan pemilih tidak perlu takut akan terjadi server down ataupun website terkena hack. “Untuk masalah seperti website yang down dan website yang terkena hack, pemilih tidak perlu khawatir karena kami sudah bekerja sama dengan senat, himpunan, dan ahli pembuat website jadi hal-hal tersebut tidak mungkin terjadi,” ujar Daffa. Selain itu, untuk mengatasi human error pada hari pelaksanaan pemira, panlih akan menyediakan petugas teknis yang akan membantu pemilih yang masih bingung mengenai tata cara pemilihan. Panlih juga menempelkan poster di bilik pemilihan yang berisi tata cara pemilihan sehingga akan memudahkan pemilih. 

Sosialisasi ini ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh admin dari masing-masing departemen di FEB Undip. Para admin dari masing-masing departemen bertugas untuk membantu panlih dalam  memverifikasi data, dengan wewenang yang diberikan kepada setiap admin, panlih berharap agar para admin tidak berbuat sewenang-wenang seperti menyelewengkan data. Informasi yang lebih jelas mengenai tata cara e-vote dan juknis terbaru, panlih akan mengupdate informasi-informasi tersebut di Official Account (OA) Pemira FEB Undip, sehingga diharapkan para pemilih dapat lebih paham mengenai juknis dan kebijakan yang baru.

Memberi Edukasi Mengenai Dunia Perbankan Melalui BELS

Reporter: Dhia, Difa

Tedhi Irawan Memberi Materi pada Acara Banking Education Lecturing 2nd Series

FEB (8/11) – Bertempat di Hall Gedung C Lantai 4 Fakultas Ekonomika dan Bisnis, telah berlangsung acara Banking Education Lecturing 2nd Series (BELS) oleh Economic Finance Study Club (ECOFINSC) Universitas Diponegoro. Banking Education and Lecturing merupakan salah satu program kerja dari Departement Project, dimana Departement Project ini merupakan departemen yang mengurus hal–hal di bidang seminar agar kedepannya dapat mengedukasi dan memberikan manfaat pula kepada masyarakat luas. Selain itu, acara Banking Education and Lecturing ini juga merupakan salah satu rangkaian dari open recruitment dari ECOFINSC

Banking Education Lecturing 2nd Series kali ini mengangkat tema “Adapting to The Future Workforce of Banking”. Pembicara yang dihadirkan merupakan salah satu dosen ahli Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yaitu Tedhi Irawan, S.E.,M.M. Acara tersebut dibuka oleh MC dan dilanjutkan langsung dengan pemaparan materi oleh pembicara. Materi yang disampaikan yaitu seputar dunia perbankan di Indonesia dan dunia serta perkembangannya untuk menghadapi era teknologi saat ini. Pendeskripsian mengenai Bank Dunia yaitu Bank Dunia juga memberikan pinjaman bagi negara-negara berkembang. Selain itu, ada juga materi tentang Financial Technology yang sedang berkembang di Indonesia. Salah satunya yaitu Fintech Karya Nusantara (LinkAja) yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN. Fintech Karya Nusantara ini dibentuk karena pemerintah melihat potensi yang sangat besar dari hal tersebut dan jangan sampai lepas kepada pihak swasta seluruhnya. Fintech sendiri terbagi menjadi dua jenis, yang pertama yaitu untuk menghimpun dana dan yang kedua untuk pinjaman.

Perbedaan acara BELS tahun ini sendiri dapat dilihat dari tema dan juga maksud dari acara ini, yang mana acara ini merupakan pelatihan dasar bagi para calon-calon staf yang nantinya akan mengikuti rangkaian open recruitment dari kelompok studi ECOFINSC. Salah satu materi seminar hari ini juga, nantinya akan menjadi topik di Focus Group Discussion (FGD) sebagaimana merupakan rangkaian dari kegiatan open recruitment. Dalam perjalanannya sendiri, acara ini juga mengalami beberapa kendala seperti ketidak-hadiran dari pihak bank yang sudah bekerja sama dengan acara BELS. Namun karena kerja dan relasi panitia, acara ini dapat berjalan dengan lancar.

Pada akhir acara, para panitia Banking Education and Lecturing 2nd Series berharap jika ilmu dan wawasan yang disampaikan Tedhi Irawan selaku pembicara dapat bermanfaat bagi semua audiens, baik bagi peserta open recruitment maupun peserta umum. Diharapkan juga jika materi hari ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat untuk mencapai cita-cita bagi masing-masing individu.

Calon Chairman MSA Beradu Gagasan dalam Mimbar Bebas

Reporter: Yunita, Alfi

Suasana Mimbar Bebas Suksesi MSA FEB Undip

FEB (7/11) – Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah dilaksanakan acara mimbar bebas oleh Management Student Association (MSA) yang merupakan serangkaian acara Suksesi 2019. Acara ini menjadi ajang pengenalan calon Chairman MSA 2020 sekaligus sarana masing-masing calon untuk memaparkan visi dan misi serta rencana kerja yang akan dibawa selama 1 tahun periode kepengurusan.

Mimbar bebas ini dihadiri oleh tiga panelis yang terdiri dari wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip, Chairman MSA, ketua Senat Mahasiswa FEB Undip, serta audiens dari mahasiswa FEB Undip. Acara dimulai dengan pengenalan calon serta pemaparan Grand Design Organization (GDO) dari masing-masing calon dan dilanjut sesi tanya jawab dengan panelis maupun audiens yang hadir. Calon Chairman nomor 1, Ekky Fahriza Zendra membawa visi “Mewujudkan Himpunan yang berintegritas yang mengedepankan sinergisitas tiap-tiap elemen di Departemen Manajemen demi kepentingan bersama”. Sementara itu,  calon Chairman nomor 2, Thadaffa Yusuf Ardanel membawa visi “Mewujudkan MSA sebagai Himpunan yang memiliki kontribusi, dedikasi, dan intelektualitas guna terwujudnya sinergi dan manfaat bagi seluruh elemen Departemen Manajemen”.

Dalam pemaparan GDO tersebut, masing-masing calon menyampaikan arahan strategis yang akan mereka bawa ke depannya ketika terpilih sebagai chairman MSA. Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan dari panelis maupun audiens mampu dijawab dengan lancar oleh para calon chairman. Dalam sesi ini, para calon berkesempatan untuk lebih menjelaskan rencana maupun kebijakan yang akan mereka terapkan untuk kebijakan kedepannya berkaitan dengan isu-isu yang marak diperbincangkan.

Setelah penyampaian GDO dan sesi tanya-jawab dari masing-masing calon, acara dilanjut dengan sesi debat antar calon Chairman, dengan Cyntia Tiodora Silalahi sebagai moderator. Acara berlangsung dengan lancar dan damai, kedua calon menjawab dengan lancar pertanyaan maupun kasus yang dilempar oleh panelis. Isu terkait adanya program studi baru “Bisnis Digital”, pencapaian target Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), pencanangan sistem baru dalam pencalonan chairman dan senator, maupun isu lainnya mampu mereka tanggapi dengan lancar. Berbagai argumentasi saling mereka lempar dalam menanggapi isu-isu tersebut. Acara ditutup dengan closing statement dan promosi diri dari masing-masing calon serta closing statemen dari para panelis.

Masing-masing calon menyampaikan harapannya setelah dilaksanakannya mimbar bebas kali ini agar masyarakat manajemen paham betul bagaimana pemimpin yang mereka butuhkan. “Harapan saya, setelah mimbar bebas ini masyarakat manajemen lebih tahu bagaimana karakteristik dan pembawaan serta apa yang ingin dibawa oleh masing-masing calon, jadi masyarakat kita bisa lebih kritis untuk mengadu gagasan dari tiap-tiap calonnya,” ujar Ekky selaku calon Chairman MSA nomor urut 1. Sementara Yusuf, calon chairman nomer urut 2, berharap agar masyarakat manajemen memilih tanpa ada unsur paksaan. “Harapannya ialah masyarakat manajemen tahu sekiranya sosok pemimpin seperti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat manajemen sehingga dia dapat menggunakan hati nuraninya dan tidak ada paksaan untuk memilih,” pungkas Yusuf.