Mengenal Outlook Perekonomian Indonesia Bersama OJK

Oleh: Faya dan Diah

FEB Undip (26/02) – Bertempat di Hall Gedung C Fakultas Ekonomis dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), telah dilaksanakan kuliah umum yang berjudul “Outlook Perkembangan Perbankan dan Perekonomian Indonesia 2020: Peran Otoritas Jasa Keuangan”. Dengan pembicara Aman Santosa selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jateng dan DIY serta dimoderatori oleh Firmansyah yang merupakan Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FEB Undip. Acara yang dimulai pukul 10.45 dibuka oleh Warsito Kawedar selaku Wakil Dekan Sumber Daya FEB Undip. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dengan jenjang pendidikan yang berbeda beda, mulai dari D3 sampai dengan S3.

Di awal kuliah umum ini, Aman Santosa menjelaskan mengenai peran, latar belakang dan perkembangan OJK. OJK lahir di tahun 2013. Walaupun di tahun 2011 sebenarnya sudah ada, tetapi di tahun 2013 inilah OJK secara resmi menjadi badan pengawasan keuangan untuk seluruh Indonesia. Kemudian, ia menerangkan mengenai latar belakang diperlukannya OJK. OJK diperlukan karena munculnya konglomerasi bisnis, hybrid product, moral hazard, dan terjadinya cross selling produk dan jasa keuangan diantara lembaga jasa keuangan yang berbeda disertai perpindahan risikonya. Kemudian mengenai peran dan fungsi OJK sendiri, ia memaparkan bahwa tugas utama OJK adalah pengawasan dan pengaturan. Lalu, untuk fungsi sendiri terdapat fungsi perlindungan konsumen. Dalam fungsi perlindungan konsumen ini, pemerintah mencanangkan inklusi dan literasi. Latar belakang pemerintah mencanangkan ini karena banyak orang menggunakan produk keuangan tanpa mengetahui manfaat dan risikonya. Selain daripada itu, tingkat inklusi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan tingkat literasinya.

Selanjutnya, ia menjelaskan tentang dampak corona terhadap perekonomian di Indonesia maupun di dunia. Menurutnya, dampak negatif corona menyebabkan kelemahan pasar keuangan dan aktivitas perdagangan global serta turunnya nilai rupiah. Tetapi di balik dampak negatif itu terdapat dampak positif bagi Indonesia yaitu kondisi ekonomi di Indonesia cukup kondusif untuk berinvestasi yang ditandai dengan banyaknya investor yang ingin masuk ke Indonesia. Aman Santosa juga memaparkan mengenai bahayanya fintech atau yang biasa disebut pinjaman online. “Menjadi menakutkan jika digunakan dengan tidak bijaksana,” ujarnya saat berbicara tentang maraknya fintech ilegal.

Dalam akhir pemaparannya, ia menjelaskan tentang outlook perekonomian 2020 di Indonesia yang meningkat. Sebagai contoh, di Jateng terdapat beberapa sektor yang menjadi faktor pertumbuhan, salah satunya sektor perdagangan besar dan eceran. “Industri keuangan harus tetap memasang target yang tinggi supaya ekonomi tidak lemah,” lanjutnya. Kemudian di akhir pemaparannya ia menyimpulkan tiga hal mengenai kuliah umum ini yaitu yang pertama dalam berinteraksi kita harus bersikap rasional dan ilegal. Yang kedua ia berpesan manfaatkanlah OJK secara individu maupun perusahaan. Lalu yang terakhir ia mengatakan bahwa OJK optimis terhadap outlook Indonesia ke depannya terlepas dari adanya corona.

Acara ini berlangsung dengan lancar walaupun dimulai agak lambat yaitu sekitar 30 menit dari jadwal yang semestinya. Di kuliah umum yang berlangsung singkat ini, mahasiswa tampak sangat antusias. Hal itu terbukti saat sesi tanya jawab di mana mereka mengajukan beberapa pertanyaan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *