Dua Paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Beradu Gagasan dalam Mimbar Bebas

Reporter: Aji dan Fitri

Paslon Nomor Urut Satu (Safriko-Fika)
Paslon Nomor Urut Dua (Sochib-Rio)

FEB Undip (19/12) – Telah dilaksanakannya acara Mimbar Bebas pada pukul 20.00-23.59 melalui platform Zoom serta live streaming pada platform Youtube. Acara ini bertujuan mengenalkan lebih jauh calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) FEB Undip. Mimbar bebas ini dihadiri oleh 100 peserta yang tergabung pada Zoom.

Mimbar bebas diawali dengan sambutan oleh ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Pemira yakni Andreas Billyarta Harsanico. Selanjutnya dilakukan pemaparan Grand Design Organisasi (GDO) oleh masing masih Pasangan Calon (Paslon) nomor urut satu Safriko Desna Putra dan Fikannisa Deaputri dan Paslon nomor urut dua Mochamad Sochib Maulana dan Muhammad Bilal Haryoseno.

Paslon nomor urut satu mengusung visi yakni terwujudnya BEM FEB Undip 2021 sebagai jentera penggerak dalam menggapai cita untuk FEB, Undip, dan Indonesia dengan misinya yakni Garda Cita, Guna Cita, Graha Cita, Ira Cita, dan Karya Cita. Selanjutnya untuk Paslon nomor urut dua mengusung visi yakni serentak BEM FEB Undip untuk mewujudkan rasi cita kebaikan dalam merespon perkembangan zaman untuk FEB Undip dan Indonesia serta dengan misinya yakni serentak sinergi, serentak karya dan prestasi, dan serentak pelayanan dan aspirasi.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip

Setelah pemaparan GDO dari masing-masing paslon, acara selanjutnya ialah sesi tanya jawab dengan para panelis, baik dari ketua BEM, Senat Mahasiswa, maupun ketua Himpunan tiap-tiap Program Studi. Pertanyaan pertama diajukan oleh Adli Mustaghfirin tentang apa yang akan diberikan oleh kedua kadidat jika terpilih menjadi ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip kepada mahasiswa, sehingga menjadi jaminan kepengurusan BEM 2021 lebih baik daripada BEM 2020, serta bentuk sinergisitas seperti apa yang akan diwujudkan antar ormawa. Berikutnya, pertanyaan dari Even Benanda perihal definisi organisasi itu sendiri, langkah konkrit terhadap fungsi BEM, cara memahami semua bidang di BEM dengan latar belakang yang berbeda-beda dari setiap setiap calon, birokrasi, rencana strategi fakultas, dan prioritas kedepannya. Selanjutnya ada Hizkia Efraldo, yang menanyakan langkah mereka untuk menyelaraskan budaya masing-masing di Himpunan Mahasiswa FEB, penjaringan aspirasi mahasiswa selama pandemi Covid-19 berlangsung, serta manakah yang lebih penting antara aspirasi mahasiswa dan tujuan BEM.

Selain dari tiga panelis sebelumnya, pertanyaan selanjutnya datang dari Haqi Nazali, tentang bagaimana mewujudkan kolaborasi dilingkup ormawa, pembaruan terkait riset ekonomi, serta cara membangkitkan antusiasme dari mahasiswa terhadap progam kerja (proker) yang mereka usung. Kemudian, Yusuf Sufyan menanyakan persoalan perbedaan struktur kepengurusan kepada calon nomor urut satu, adakah proker inovasi untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa FEB selama daring, penyesuaian rencana strategi kepada calon nomor urut dua, lalu kapan dies natalis FEB Undip. Panelis terakhir yaitu Ekky Fahriza Zendra, bertanya terkait strategi BEM dalam mengakomodir pelaksanaan International Exposure dan program Kampus Merdeka. Kemudian tidak hanya dari para panelis, terdapat pertanyaan tambahan dari beberapa audience . Diantaranya, seputar bagaimana mereka mengatasi kelesuan para ormawa dalam menggaet anggota baru, tempat-tempat yang dapat digunakan para mahasiswa FEB untuk diskusi maupun santai, selain itu juga menanggapi isi GDO dari kedua calon.

Debat Terbuka, Ajang Pertukaran Gagasan Kedua Paslon

Dalam pelaksanaan debat untuk kedua pasangan calon, masing-masing diberikan waktu satu menit untuk berdiskusi, tiga menit untuk menjawab pertanyaan, serta nantinya penanya diberikan kesempatan untuk menanggapi. Diawali dengan pertanyaan dari pasangan nomor urut satu perihal peranan BEM 2021 secara komperhensif, seberapa penting BEM FEB dalam mengawal isu-isu kampus dan siapa yang bertanggung jawab. Jika tadi pasangan calon nomor satu yang memberikan pertanyaan, sekarang pasangan nomor urut dua-lah yang akan menjadi penanya. Pertanyaan yang diajukan ialah tanggapan Paslon nomor dua berkenaan dengan solusi kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan optimalisasi lomba Pekan Karya Ilmiah (PKM) tahun ini, serta bagaimana pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Rangkaian acara satu per satu telah terlaksana, hingga akhirnya sampai dipenghujung acara yakni penyampaian closing statement dari kedua calon. “BEM bukan hanya milik satu dua orang saja, BEM bukan hanya milik sekelompok orang saja, tapi seluruh pihak di FEB Undip. Apapun hasilnya insyaallah Safriko-Fika tetap bisa memberikan aksi nyata ataupun berkontribusi,” ujar Safriko. Beralih ke calon nomor urut dua, Sochib juga memberikan closing statement, “Perlu diingat temen-temen semua, bahwa Pemira ini bukan tentang Sochib-Rio dan bukan tentang Safriko-Fika, tapi tentang fakultas kita tercinta Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *