Mencari Solusi Permasalahan Mahasiswa IUP Melalui Audiensi Terbuka

Oleh: Putri dan Sulis

FEB Undip (12/12) – Telah dilaksanakan acara Audiensi Terbuka Mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) pada pukul 11.30 – 14.30 WIB melalui platform Microsoft Teams. Audiensi terbuka ini merupakan acara yang diinisiasi oleh Senat Mahasiswa (SM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip). Tujuan diadakannya audiensi ini yaitu menghimpun permasalahan dan memberikan solusi konkret terhadap permasalahan mahasiswa IUP. Dalam acara ini turut hadir pula Dekan FEB, Wakil Dekan FEB, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Kepala Departemen Akuntansi, dan Kepala Departemen Manajemen.

Audiensi ini dipandu oleh Satrio Eko Nugroho dan diawali dengan sambutan dari Mariyah Haidar Cahya Annisa selaku Ketua Acara dan dilanjutkan dengan penyampaian hasil survei oleh Ketua Tim Laporan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Senat Mahasiswa, BEM, dan Himpunan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa IUP yaitu kurangnya informasi dari International Office, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dirasa kurang interaktif, penguasaan bahasa inggris dosen yang dirasa kurang fasih, dan fasilitas pembelajaran yang dirasa masih kurang oleh mahasiswa IUP.

Berdasarkan Laporan Hasil Aspirasi International Undergraduate Program yang telah Tim Laporan rangkum, poin utama permasalahan yang dihadapi mahasiswa IUP yaitu terkait International Office yang dirasa kurang informatif, responsif, dan transparan dalam menanggapi pertanyaan mahasiswa IUP terutama terkait pelaksanaan International Exposure, Study Abroad, dan hal lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan dan kewajiban mahasiswa IUP. Poin kedua yang disorot yaitu terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dirasa merugikan mahasiswa IUP karena kurangnya kejelasan sikap dari International Office FEB. Poin selanjutnya yaitu tentang sistem perkuliahan yang belum memuaskan bagi mahasiswa IUP, tenaga pendidik yang dirasa kurang, serta sarana dan prasarana yang belum memuaskan.

Selanjutnya adalah paparan saran dari mahasiswa IUP untuk pihak fakultas FEB Undip yang diwakili oleh mahasiswa IUP yang kurang lebih memarkan saran mengenai perbaikan sistem dari International Office FEB, melakukan pembaruan rinci mengenai UKT mitra dan International Exposure, melakukan evaluasi sistem perkuliahan International Undergraduate Program FEB Undip secara berkala dan mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif, edukatif, dan efektif saat melaksanakan perkuliahan serta melakukan perbaikan pada sarana prasarana yang ada di fakultas.

Selanjutnya yaitu sesi feedback oleh pihak mahasiswa dan fakultas. Suharnomo selaku Dekan FEB Undip menanggapi baik saran dari mahasiswa IUP. Suharnomo mengatakan bahwa akan segera melakukan rapat kerja khusus untuk membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa IUP FEB. Ia juga mengatakan bahwa saat ini banyak fasilitas yang sudah berubah selama pandemi dan mengajak peran aktif dari mahasiswa IUP sendiri dalam mendukung program yang telah dijalankan fakultas. Selanjutnya, terdapat tanggapan dari Syatira, Meivia, dan Ciro selaku perwakilan mahasiswa IUP mengenai pernyataan dari Dekan tersebut. Syatira menekankan bahwa inti permasalahannya adalah ketidaktahuan dan tidak konsistennya penyampaian informasi dari pihak International Office bisa berdampak fatal bagi mahasiswa. Selain itu, Syatira juga mengatakan bahwa mahasiswa IUP tidak menuntut keistimewaan yang lebih, tapi menuntut pihak fakultas dan International Office untuk menjalankan kewajibannya.

Selangkah Lebih Dekat dengan Para Calon Chairman MSA 2021 melalui Mimbar Bebas

Reporter: Rijal

FEB Undip (11/12) – Telah terlaksana Mimbar Bebas yang diselenggarakan oleh Management Student Association (MSA) pada pukul 09.45 WIB. Acara yang dilangsungkan melalui platform Zoom Meeting dan Live YouTube MSA FEB ini menjadi salah satu cara bagi para mahasiswa Departemen Manajemen mengenal lebih dekat lagi kedua calon chairman MSA, yakni Fakhri Ilham Mahendra dan Muhammad Najmi Maulana. Acara ini turut menghadirkan Harjum Muharam selaku Ketua Departemen Manajemen FEB Undip, Wakil Senat Mahasiswa FEB Undip yakni Avi Adimas, serta ketua BEM FEB Undip yaitu Even Benanda. Dari MSA juga hadir chairman dan managing director-nya yakni Ekky Fahriza serta Thadaffa Yusuf. Panelis, koordinator masing-masing angkatan, tim sukses masing-masing calon, serta audiensi dari para mahasiswa manajemen juga turut berpartisipasi dalam acara Mimbar Bebas ini.

Lebih Dekat melalui Grand Design Organization

Mimbar Bebas diawali dengan pembukaan oleh Fahmi Utomo serta Cahyaning Galuh selaku master of ceremony dan dilanjut dengan beberapa sambutan yakni dari project officer acara, Edward Nathan, chairman MSA, serta Ketua Departemen Manajemen. Acara dilanjutkan dengan pembacaan CV dan pemaparan grand design organization calon chairman nomor urut satu yakni Fakhri Ilham Mahendra. Dalam pemaparannya, Fakhri menjelaskan visi yang akan dibawa untuk memajukan MSA yakni menjadikan MSA sebagai himpunan yang aspiratif, interaktif, dan berintelektualitas bagi seluruh elemen departemen manajemen untuk bersinergi dalam menciptakan inovasi yang kolaboratif dan kontributif. Terdapat pula lima misi diusung oleh Fakhri yang salah satunya adalah menciptakan iklim kerja yang profesional beriringan dengan aspek kekeluargaan.

Selanjutnya, perlakuan yang sama juga dilakukan untuk calon chairman nomor urut dua yakni Muhammad Najmi Maulana. Dalam pemaparannya, visi yang hendak dibawa Najmi yaitu mewujudkan himpunan mahasiswa yang aspiratif dan proaktif menuju mahasiswa manajemen yang progresif. Najmi pun membawa lima misi yang salah satunya adalah menciptakan media informasi yang berkualitas dan informatif dalam transformasi digital organisasi.

Debat Berujung Mengenal Lebih Dekat

Hiburan ditampilkan oleh Insyira Risma berupa penampilan bernyanyi untuk merilekskan acara sejenak. Acara Mimbar Bebas pun dilanjutkan dengan sesi debat antarcalon chairman dalam dua sesi. Dipandu oleh Tri Cahyadiringrum selaku moderator, sesi debat pertama dimulai dengan pertanyaan yang diajukan oleh Fakhri kepada calon nomor urut dua. Fakhri memberi pertanyaan dengan langsung menyorot pada program kerja unggulan yang diusung oleh Najmi yakni self development training (SDT). Menurut Fakhri, dampak dari SDT belum terlihat secara langsung. Ia mempertanyakan kepada calon nomor urut dua mengenai cara untuk mencapai goals SDT yang benar-benar beresensi bagi para mahasiswa baru ke depannya. Dengan waktu lima menit, Najmi menjawabnya dengan sebaik-baiknya dan kemudian jawaban Najmi pun dikritisi kembali oleh Fakhri.

Setalah itu, berganti calon nomor urut dua, Najmi, yang diberi kesempatan untuk bertanya. Najmi menyinggung pengadaan kembali program kerja yang akan dilakukan Fakhri, padahal sebelumnya telah dihapuskan karena output yang dihasilkan ternyata kurang maksimal. Dalam jawabannya, Fakhri akan memberikan inovasi agar pengadaan kembali program kerja tersebut bisa maksimal. Najmi pun menanggapi jawaban yang diberikan oleh Fakhri.

Acara dilanjutkan dengan debat sesi dua melalui mekanisme yang sama dan dimulai oleh pertanyaan dari Najmi. Sesi debat ditutup dengan pembacaan review dari moderator mengenai pertanyaan-jawaban-tanggapan dari masing-masing calon chairman MSA.

Tanya Jawab Para Panelis dan Audiensi

Mimbar bebas dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh panelis serta audiensi yang hadir. Sesi tanya jawab dimulai dengan pertanyaan dari Harjum Muharam terkait strategi Undip yang salah satunya international exposure, apa yang akan dilakukan atau program seperti apa dari kedua calon jika nanti terpilih sebagai chairman MSA.

Selanjutnya, Even Benanda bertanya terkait cara mengembangkan dan memberdayakan mahasiswa manajemen selaku lembaga organisasi kemahasiswaan seta permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dan Program Studi Manajemen saat ini. Pertanyaan juga datang dari Avi Adimas dan Ekky Fahriza. Pertanyaan lainnya juga datang dari audiens.

Sesi tanya jawab pun berakhir dan dilanjutkan dengan feedback serta closing statement dari para panelis kepada kedua calon chairman MSA. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video promosi dari masing-masing calon chairman MSA. Foto bersama pun menjadi penghujung sesi dari acara Mimbar Bebas kali ini. MC pun menutup acara Mimbar Bebas dan mengingatkan para mahasiswa manajemen untuk menggunakan hak pilihnya dalam pencoblosan nanti.

Mimbar Bebas sebagai Ajang Pengenalan Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam 2021

Oleh: Fitri, Aditya, dan Diah

FEB Undip (9/12) – Telah dilaksanakan acara mimbar bebas yang diselenggarakan oleh Himpunan Ekonomi Islam (HMEI) FEB Undip pada pukul 13.00 melalui platform Zoom dan live streaming Youtube. Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa Ekonomi Islam dalam melaksanakan pesta demokrasi dalam lingkup kampus, dan memantapkan kembali calon ketua himpunan pilihannya guna membawa Ekonomi Islam yang lebih maju dari tahun sebelumnya. Mimbar bebas kali ini dihadiri oleh Darwanto sekalu Kepala Program Studi Ekonomi Islam. Turut hadir pula panelis, koordinator masing-masing angkatan, dan seluruh mahasiswa Ekonomi Islam.

Mengenal Lebih Dekat dengan Calon Ketua HMEI

Mimbar bebas dibuka oleh Wafa Nisa dan Bogi Yosafan selaku master of ceremony, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan pemaparan visi misi bagi masing-masing calon ketua himpunan Ekis. Diawali dengan calon nomor urut satu yakni M. Rizky Ramadhan, visi yang diusungnya adalah menjadikan HMEI 2021 sebagai organisasi yang apresiatif (aspiratif, prestatif, dan informatif). Sedangkan Yusuf Rausyan Fikri selaku calon nomor urut dua, dalam sesi pemaparan mengungkapkan bahwa visi yang dimiliki ialah menjadikan HMEI sebagai lembaga yang interaktif kepada mahasiswa khususnya mahasiswa ekonomi Islam untuk berkolaborasi dalam menciptakan karya. Selanjutnya, calon nomor urut tiga yaitu Alma Musa Rasyidi, visi yang disampaikan ialah semangat HMEI FEB UNDIP 2021 sebagai ruang karya dan pelayanan yang bersinergi dan berakhlakul karimah untuk kejayaan ekonomi Islam.

Dilanjutkan sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab yang dimoderatori langsung oleh Feri Setiawan. Pertanyaan pertama diajukan oleh Even benanda terkait tanggapan dari ketiga calon ketua himpunan perihal masalah yang sedang dihadapi oleh mahasiswa Ekonomi Islam saat ini dan langkah-langkah konkrit ke depannya untuk mengatasi persoalan tersebut. Ditanya pula terkait bagaimana cara mereka untuk mem-branding prodi ekonomi Islam FEB Undip ke depannya, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Pertanyaan selanjutnya dari Adli Mustagfirin tentang program kerja (proker) masing-masing calon yang membedakan dengan kepengurusan HMEI sebelumnya dan sinergi yang akan diberikan antar himpunan maupun kelembagaan mahasiswa. Berikutnya, Yusuf Sufyan selaku ketua HMEI 2020, meminta agar semua calon membacakan surah Al-Maidah ayat 57 serta menyampaikan dalil-dalil terkait Ekonomi Islam baik dalam Al-Qur’an, hadist, maupun kaidah fikih. Pertanyan selajutnya diberikan oleh masing-masing ketua angkatan Ekonomi Islam, pertanyaannya seputar koreksi HMEI sebelumnya serta bagaimana cara memperbaiknya, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing calon, hingga strategi mereka dalam menjalankan proker khususnya pada situasi Covid-19 saat ini.

Pertanyaan demi pertanyaan telah terjawab. Selanjutnya, dibuka kesempatan bertanya untuk para partisipan. Partisipan sangat antusias dibuktikan dengan adanya tiga penanya tambahan. Pertanyaan tambahan yakni perihal cara calon ketua himpunan dalam menyongsong mahasiswa Ekonomi Islam mengembangkan prestasinya, arah HMEI ke depannya, serta kontribusi HMEI dalam membantu pengakreditasian dan pengurusan akademik.

Pesan Para Cakahim untuk Mahasiswa Ekonomi Islam

Akhir dari pemaparan dan tanya jawab oleh para calon ketua himpunan ditutup dengan closing statement dari masing-masing calon. “Gunakan hak pilih kalian tanggal 21 Desember, siapapun ketua himpunan yang terpilih nanti mari kita dukung bersama sama dalam merealisasikan prokernya dan juga kita masih bisa berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi islam,” tutur Rizky. Tidak jauh berbeda, Yusuf juga memberikan pesan kepada para peserta untuk menggunakan hak pilih mereka nantinya. “Jangan lupa gunakan hak pilih kalian, karena hak pilih kalian menentukan nasib ekonomi islam kedepannya dan siapapun yang terpilih nanti menjadi ketua himpunan mari kita dukung dan kita bantu dalam melaksanakan prokernya. Tujuan kita adalah menjadikan himpunan lebih baik, oleh karena itu, kita tetap membantu untuk mengimplementasikan tujuan tersebut.”. Terakhir dari calon nomor urut tiga, “Gunakan suaramu tanggal 21 nanti, jangan golput. Siapapun pemimpinnya nanti, kita sebagai mahasiswa Ekonomi Islam sepatutnya tanggung jawab untuk membawa Ekonomi Islam lebih tinggi lagi. Pilihlah calon pemimpin yang sekiranya kalian tulus dan dapat membawa nama Ekonomi Islam lebih tinggi lagi,” ucap Alma Musa.

Beberapa rangkaian acara telah terlaksana, hingga akhirnya acara ditutup dengan doa bersama kemudian jargon bersama yang dipandu oleh pembawa acara. Acara selesai sekitar pukul 16.30 WIB dengan partisipan yang tercatat sekitar seratus dua puluh peserta.

Harmoni Diponegoro 2020: The Best Awarding Night

Reporter: Sheila Anya dan Nisa Alisva

Undip (5/12) – Telah dilaksanakan Harmoni Diponegoro 2020: The Best Awarding Night yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) 2020. Acara yang diselenggarakan oleh BEM Undip Bidang Seni dan Olahraga (Seniora) Kabinet Pemrakarsa Mahakarya ini berlangsung sejak pukul 16.22 WIB dan ditayangkan secara langsung melalui saluran YouTube Undip TV Official. Harmoni Diponegoro 2020 merupakan malam penganugarahan kepada seluruh BEM Fakultas dan Sekolah Vokasi di Universitas Diponegoro selama satu periode kepengurusan dan juga malam pengapresiasian terhadap seni. Harmoni Diponegoro tahun ini memiliki tema “Live Green” dengan tagline “Memories of Harmoni in Diversity”. Latar belakang tema “Live Green” ini berawal dari keresahan yang ada mengenai peristiwa yang terjadi di 2020, mulai dari pandemi hingga terancamnya cagar alam Pulau Komodo. Dalam hal ini, Harmoni Diponegoro 2020 ingin mengajak seluruh masyarakat Undip untuk merawat dan mencintai bumi.

Acara Harmoni dibuka oleh kedua pemandu acara (MC) yaitu Putri dan Kukuh, lalu diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip. Terdapat sambutan dari Ketua Harmoni 2020 yaitu Alif M. Fawwaz, Ketua BEM Undip 2020 yaitu Razin Hilmy Baihaqi, serta sambutan akhir diberikan oleh Wakil Rektor I yaitu Budi Setiyono. Selanjutnya terdapat video persembahan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kronik yang berjudul “Lullaby”.

Masuk ke acara inti yaitu pemberian apresiasi, diawali dengan pemberian apresiasi untuk Kategori Sosial Politik terbaik yang jatuh kepada Fakultas Hukum (FH), Kategori Sosial Masyarakat terbaik diperoleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), sedangkan Kategori Kemitraan Eksternal terbaik diraih oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Kemudian dilanjutkan dengan penampilandari guest star pertama yaitu Soegi Bornean dengan lantunan “Pijaraya” dan “Asmalibrasi”.

Pemberian apresiasi berlanjut dengan Kategori Advokesma terbaik yang diperoleh Fakultas Teknik (FT), Kategori Harkam terbaik yang jatuh kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Kategori KPSDM terbaik yang diperoleh Fakultas Psikologi. Setelah itu terdapat video persembahan dari seluruh Ketua BEM Fakultas di Undip yang membacakan puisi yang berjudul “Lekas Sembuh, Wahai Bumiku” karya Oskarius U. Dagha yang diiringi dengan lantunan lagu Fiersa Besari yang berjudul “Lekas Pulih”.

Acara dilanjutkan dengan pemberian apresiasi untuk Kategori Riset dan Keilmuan, Kategori Ekonomi Kreatif, dan Kategori Mikat terbaik yang jatuh kepada Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Peternakan, dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Kemudian, terdapat penampilan memukau dari pemenang Pop Putra/Putri DAC 2020 yaitu Bernadinus Hendra dan Aldira Dinda dengan lagu “Celengan Rindu” dan “Heal the World”. Dilanjutkan kembali dengan penganugerahan gelar Fakultas Terbudaya diraih oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Diikuti oleh penampilan epic dari guest star kedua yaitu Trisuaka x Nabila dengan lagu “Los Dol” dan “Menua Bersamamu”.

Memasuki penganugerahan kategori terakhir, kali ini dilakukan oleh Ketua BEM Undip dan Wakil Ketua BEM Undip 2020 yaitu Razin Hilmy dan Rochmach Rizqiyanti untuk menganugerahkan gelar Fakultas Terbaik yang berhasil diraih kembali oleh Fakultas Teknik. Dengan selesainya penganugerahan ini menandakan bahwa rangkaian acara Harmoni Diponegoro 2020 ini telah berakhir.

Kedua pemandu acara Harmoni Diponegoro 2020 ini yaitu Putri dan Kukuh menutup rangkaian acara pada malam ini dan pamit undur diri. Acara ini akhirnya selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Acara Harmoni Diponegoro 2020 ini diramaikan oleh viewers dari internal maupun eksternal Undip yang aktif memberi komentar di kolom live chat Youtube.

Menjelang Pemira FEB, Calon Ketua dari Tiga Himpunan Telah Bersiap dengan Nomor Urut Masing-Masing

Reporter: Yunita

Source: unsplash.com/@element5digital

Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) sudah semakin ramai dibicarakan. Saat ini sudah terlihat para calon ketua himpunan yang mulai menyiapkan diri untuk maju sebagai pemimpin organisasi. Setelah memenuhi serangkaian persyaratan sebagai calon ketua himpunan (cakahim), muncullah beberapa nama dari tiap program studi di FEB Undip yang siap maju sebagai kandidat untuk menduduki kursi ketua himpunan.

Dari program studi Akuntansi, Sakaweda Senajati dan Yohanes Adji Prakosa muncul sebagai kandidat ketua Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA). Dari program studi Manajemen, dua nama kandidat ketua Management Students Association (MSA) adalah Muhammad Najmi Maulana dan Fakhri Ilham Mahendra. Selanjutnya, ada tiga kandidat ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI) yaitu M. Rizky Ramadhan, Alma Musa R., serta Yusuf Rausyan F. Sementara itu, untuk program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) belum terlihat siapa yang akan maju sebagai kandidat calon ketua himpunan.

Para cakahim ini telah mengambil nomor urut masing-masing. Berikut adalah daftar nama calon ketua himpunan sesuai dengan nomor urut masing-masing.

Calon ketua KMA :
1. Sakaweda Senajati
2. Yohanes Adji Prakosa

Calon ketua MSA :
1. Fakhri Ilham Mahendra
2. Muhammad Najmi Maulana

Calon ketua HMEI:
1. M. Rizky Ramadhan
2. Yusuf Rausyan F.
3. Alma Musa R

Para pemilih yang merupakan mahasiswa FEB Undip perlu mengetahui nomor urut tiap calon dengan jelas, agar tidak salah orang saat memilih nanti. Para pemilih juga perlu memerhatikan kampanye dari tiap calon ketua himpunan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, sehingga dapat mengetahui dengan pasti gagasan serta perubahan apa yang akan dibawa nantinya oleh setiap calon pemimpin.

Program Bela Negara dalam Kampus Merdeka

Oleh: Alam, Sheilla, Dea

source: unsplash.com/@mufidpwt

Mengacu pada situs resmi Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia, bela negara dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin keberlangsungan hidup bangsa dan negara seutuhnya. Bela negara bukan hanya kewajiban dasar warga negara tetapi juga kehormatan warga negara sebagai wujud pengabdian dan kerelaan berkorban kepada bangsa dan negara.

Program Bela Negara disebut-sebut dapat diikuti oleh mahasiswa perguruan tinggi. Rencananya, program ini akan diterapkan melalui program Merdeka Belajar milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jika diterapkan, program bela negara ini dapat diambil selama 1 semester dalam kampus merdeka dan nilainya dapat dimasukkan ke dalam SKS. Dilansir dari CNN Indonesia, Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemenham) berencana akan bekerja sama dengan Kemendikbud untuk menerapkan pendidikan militer kepada mahasiswa melalui Program Bela Negara. Trenggono menyampaikan tujuan dari adanya program ini yaitu agar milenial dapat menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Trenggono juga menjelaskan bahwasannya penerapan program bela negara berbeda dengan Pendidikan Militer. Bentuk implementasi program ini masih dalam tahap untuk didiskusikan dengan Kemendikbud. Akan tetapi, Trenggono telah menyampaikan bahwasanya kegiatan ini akan dibuat seolah mirip kegiatan militer, di mana terdapat latihan kedisiplinan, ketangkasan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, Trenggono menyampaikan bahwa program bela negara ini tidak wajib diikuti oleh mahasiswa, melainkan hanya bersifat sukarela.

Dilansir dari detiknews, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, juga menegaskan bahwa program ini bersifat sukarela. Tidak ada paksaan sama sekali. Nadiem menjelaskan bahwa Kemenhan dan Kemendikbud hanya membahas kesepakatan bagi mahasiswa untuk mendapat SKS jika hendak mengambil program pelatihan seperti bela negara ini.

Meski hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut mengenai program ini, namun program bela negara dapat menjadi suatu hal positif bagi generasi muda. Dengan adanya program bela negara, generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan dan menjaga rasa cinta terhadap tanah air. Selain itu, diharapkan sikap generasi muda selalu berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, jiwa nasionalisme yang ada pada generasi muda dapat tetap terjaga. (amd)

Referensi:
BEM Undip “Bela Negara dalam Kampus Merdeka”
CNN Indonesia. “Kemenham Usul Mahasiswa Ikut Pendidikan Militer di 1 Semester”
CNN Indonesia. “Bela Negara di Kampus, Kemenham Tampik Militerisasi Mahasiswa”
Wantannas. “Bela Negara: Pengertian, Unsur, Fungsi, Tujuandan Manfaat Bela Negara”
Detiknews. “Nadiem Makarim Kaget Ada Wacana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa”

Webinar Dialog Kebangsaan: Masa Depan Lingkungan Hidup dalam UU Cipta Kerja

Reporter: Susan dan Indah

Undip (29/11) – Isu lingkungan merupakan pembahasan yang selalu menarik untuk dibicarakan. Berbagai topik yang mengangkat permasalahan lingkungan seakan tidak habis untuk kembali dibahas. Kali ini, Bidang Sosial Politik (Sospol) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) mengadakan Webinar Dialog Kebangsaan dengan mengusung topik “Masa Depan Lingkungan Hidup dalam UU Ciptaker”. Acara dimulai pukul 09.00 WIB melalui platform Zoom. Terdapat tiga pembicara yang hadir dalam acara ini, yaitu Merah Johansyah, Nur Hidayati, dan Bella Nathania. Moderator acara ini ialah Fika Indah Febriyani yang merupakan Staff Sospol BEM Undip.

Acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Angga Permana selaku Ketua Pelaksana Webinar Dialog Kebangsaan, serta sambutan dari Hilmy Baihaqi selaku Ketua BEM Undip. Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh tiga pembicara disambung dengan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dan sesi penutup.

Awal materi dibuka oleh pembicara pertama yaitu Merah Johansyah yang merupakan Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Nasional. Beliau menyampaikan mengenai dampak dengan adanya penetapan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terhadap keadaan pertambangan di Indonesia. Materi selanjutnya disampaikan oleh Nur Hidayati selaku Direktur Eksekutif Walhi. Nur Hidayati menjelaskan mengenai perjalanan Omnimbus Law Cilaka dan Undang-undang Paket Oligarki. “Terdapat isu-isu krusial dalam UU Cipta Kerja, yaitu pelemahan partisipasi publik dalam AMDAL resentralisasi (pasal 24), menghapusan izin lingkungan (pasal 40), meminimalkan hak informasi (pasal 39), menghapus skema gugatan administrasi lingkungan (pasal 38), serta adanya desentralisasi dalam perizinan dan pengawasan,” ujar Nur Hidayati.

Kemudian, Nur Hidayati juga menambahkan mengenai potensi dampak yang ada terhadap lingkungan hidup dan sosial. Diketahui jika sepanjang tahun 2019, terdapat 115 orang korban kriminalisasi dan kekerasan yang diderita petani, nelayan, serta masyarakat yang mempertahankan ruang hidup. Lalu, pada tahun 2020 saat di tengah pandemi Covid-19, tidak menghentikan korporasi untuk melanggengkan konflik dengan komunitas. Dijelaskan pula jika UU Ciptaker ini juga mengancam komitmen iklim di Indonesia, terdapat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu yang mana sangat menimbulkan kerusakan yang cukup parah.

Acara dilanjutkan oleh pemateri ketiga yaitu Bella Nathania selaku Peneliti ICEL. Topik yang dibahas mengenai sampah dan limbah industri. Menurutnya impor sampah spesifik dilarang dalam UU Pengelolaan Sampah. “Pihak yang berhak dan berkewajiban melakukan pengelolaan sampah ialah masyarakat, pemerintah pusat atau daerah, dan pelaku usaha,” tambah Bella. Sedangkan kewajiban yang dimiliki oleh produsen menurut PP No. 81 tahun 2012, diantaranya melakukan reduce, reuse, dan recycle. Tercatat sudah ada 42 provinsi, kabupaten, dan kota yang telah membuat peraturan pembatasan plastik satu kali pakai. Pelaksanaan peraturan tersebut didasarkan pada norma pembatasan, pelarangan, refill center, dan close loop. “Terdapat cara pandang hubungan manusia dengan alam yaitu anthroposentris, biosentris, dan ecosentris,” tambah Bella.

Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pembicara dengan audiens. Saat pertanyaan telah terjawab semua oleh ketiga pemateri, diakhiri dengan penutupan.

Ngobrol Pintar (NGOPI): Tindakan Represif terhadap Demostran dari Sudut Pandang Hukum dan Polri

Reporter: Fitri dan Adit

FH Undip (27/11) – Melalui platform Zoom pada pukul 15.00 WIB telah dilaksanakan diskusi bersama yaitu Ngobrol Pintar atau lebih dikenal dengan istilah NGOPI. Diskusi ini merupakan series kedua, sebagaimana program kerja lanjutan dari divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Keadilan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip). Banyaknya isu-isu yang muncul belakangan ini terkait tindakan represif aparat keamanan, khususnya dalam penanganan aksi demostrasi nampaknya menjadikan daya tarik untuk ditinjau lebih dalam lagi melalui beberapa sudut pandang, salah satunya melalui diskusi. Pada kesempatan kali ini, Ngobrol Pintar yang diselenggarakan oleh LPM Gema Keadilan mengusung tema “Tindakan Represif terhadap Demostran, Pantaskah?”. Acara tersebut menghadirkan dua pembicara yaitu Asfinawati selaku Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan Viktor T. Sihombing selaku Kepala Biro Kerjasama Penyuluhan Hukum Divisi Hukum Kepolisian Republik Indonesia.

Forum dibuka oleh pembawa acara yakni Alfina D. dengan menyampaikan susunan acara tersebut, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta, sambutan Kaprodi Fakultas Hukum, serta sambutan pembina LPM Gema Keadilan. Selanjutnya dibacakan pula beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh peserta NGOPI, diantaranya meliputi ketentuan username, pakaian peserta selama acara berlangsung, wajib menyalakan kamera, larangan spam chat, dan mekanisme pengajuan pertanyaan. Acara kemudian diserahkan kepada Faldy T. Pamungkas selaku moderator untuk memimpin jalannya forum.

Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum

Pada awal pemaparan materi, Asfina mencoba mengulik kembali perihal masalah-masalah terkait kebebasan penyampaian pendapat di muka umum dari segi hukum perundang-undangan. Selanjutnya, ia menjelaskan pola hambatan-hambatan apa saja yang dapat terjadi, baik melalui pendidikan, serangan digital, penghalang-halangan aksi, kriminalitasasi, framing dan fitnah pendemo sebagai perusuh, dan lain-lain. Asfina juga menyampaikan adanya penurunan demokrasi berdasarkan data indeks demokrasi Indonesia. “Tidak bisa menandingi pencapaian tertinggi pada tahun 2015, artinya apa? Artinya perubahan situasi, seperti yang saya alami di lapangan, pada tahun 2015 indeks demokrasi 7,03, tahun 2016 menjadi 6,97, tahun 2017 indeks 6,39 dan turun terus ya sampai tahun 2019 naik sedikit menjadi 6,48,” jelasnya.

Pantaskah Tindakan Represif terhadap Demostran?

Jika dilihat dari istilah, kata represif merujuk pada makna menekan, mengekang, menahan, atau menindas. Lalu yang menjadi persoalan, apakah pantas tindakan represif terhadap demostran? “Sebelum kami menjawab apakah pantas apa tidak, yang jelas pasti jawabannya tidak pantas kalau represifnya dilakukan dengan tanpa alasan yang baik dan benar yang mengakibatkan konfik dimasyarakat pasti tidak pantas,” ungkap Viktor menanggapi pernyataan tersebut. Namun Viktor juga menekankan bahwa dalam menyampaikan pendapat di muka umum harus menghormati hak-hak orang lain, menaati aturan perundang-undangan, menciptakan suasana damai, menjaga persatuan, agar tidak terjadi konflik. Selain itu, ia mengungkapkan dalam pelaksanaan demostrasi, terkadang ada beberapa oknum yang dari awal sudah memiliki niat untuk melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi hukum yang mana dapat membahayakan keselamatan orang lain. Sebagai contoh membawa ban untuk dibakar, kayu, batu, bahkan ambulance digunakan untuk membawa orang maupun peralatan yang bertujuan melakukan perlawan terhadap petugas. Maka dari itu, para aparat tentu tidak akan membiarkan hal-hal itu terjadi, sehingga mereka juga perlu antisipasi maupun pengawasan perkembangan situasi pelaksanaan.

Masuk ke acara inti atau sesi diskusi, peserta terlihat sangat interaktif, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang masuk dan adanya tanggapan balik dari peserta maupun kedua pembicara. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya mengenai bagaimana tanggapan Viktor dan Asfina terhadap penangkapan para jurnalis saat melakukan demostrasi, pembubaran massa aksi, tindakan-tindakan yang dilakukan pihak aparat yang dianggap sedikit berlebihan, upaya-upaya untuk menindaklajuti aparat yang bertidak respresif, dan sebagainya. Di penghujung acara, moderator menyampaikan simpulan Ngopi pada kali ini.

Economic Awarding Night: Ajang Penghargaan dan Apresiasi

Reporter: Rijal dan Salma

FEB Undip (27/11) – Telah dilaksanakan Economic Awarding Night oleh Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip). Acara penghargaan ini dilaksanakan mulai pukul 16.30 WIB secara live melalui YouTube Channel dari IKAFE TV. Acara ini dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari mahasiswa berbakat FEB Undip seperti Muhammad Hibban, Brigitta Elisa, Aldi Brian, dan Economic Voice. Economic Awarding Night ini merupakan wadah untuk memberikan apresiasi kepada para ormawa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) khususnya di lingkungan FEB Undip. Selain itu, apresiasi yang sebesar-besarnya juga diberikan kepada dosen paling favorit dan mahasiswa yang berprestasi.

Acara dibuka oleh Arif dan Risma selaku MC yang sedikit banyaknya mendeskripsikan Economic Awarding Night sore itu, dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars Undip oleh panitia. Acara selanjutnya adalah sambutan dari Dekan FEB Undip yakni Suharnomo, kemudian disambung oleh sambutan dari wakil ketua IKAFE, Dwi Setiawan Susanto. Acara selanjutnya masih dengan sambutan oleh ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip, Even Benanda dan Rifqi Syauqi Ibrahim, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari ketua acara Economic Awarding Night yaitu Harmoni Widya.

Memasuki acara inti, acara dilanjutkan dengan pembacaan nominasi yang dipandu oleh Akbar. Nominasi pertama adalah nominasi mahasiswa berprestasi seni, olahraga, dan wirausaha terbaik yang dimenangkan oleh Pradavasthi Balqisya, Elga Pinka Arwangga, dan Agnes Chariska Waluyo. Selanjutnya pembacaan nominasi dosen favorit yang dimenangkan oleh Mutiara Tresna dan Akhmad Syakir. Lalu untuk pemenang dari nominasi seniora dan rohani sosial media favorit adalah Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan pemenang nominasi seniora dan rohani humas responsif adalah Economic Voice (EV). Perwakilan dari EV, Ojan, mengaku kaget dengan kemenangan yang telah diraih dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memilih EV memenangi nominasi seniora dan rohani humas responsif.

Dalam acara Economic Awarding Night yang dilakukan secara virtual ini juga disisipkan pula video ucapan dari Tirta Segara selaku Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen dari OJK. Selain itu juga ada video ucapan dari Koeshartono selaku Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina.

Acara pun dilanjutkan setelah melakukan jeda istirahat selama kurang lebih 30 menit, dimulai dengan sambutan oeh Komisaris Independen Bank Mandiri dan Staff Khusus Wapres, Muhammad Natsir. Selanjutnya ada pembacaan empat nominasi dimulai dari nominasi sosial media terfavorit yang dimenangkan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Nominasi kedua adalah partnership terkeren yang dimenangkan oleh Kelompok Mahasiswa Wirausaha (KMW). Adapun nominasi PR atau Humas Responsif jatuh kepada Economic Finance Study Club (Ecofinsc). Nominasi terakhir adalah kajian asik yang dimenangkan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI).

Setelah pembacaan nominasi diselingi dengan lagu Bahasa Kalbu yang dibawakan oleh Economic Voice (EV), dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Pramusti Indascaryo. Bagi para viewers juga bisa menjawab setiap pertanyaan kuis yang diberikan oleh host dan dapat dijawab melalui kolom komentar. Hadiah kuis ini mencapai jutaan rupiah. Setelah pembacaan kuis dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Operasi Peruri, Syaiful Bahri.

Pemberian penghargaan masih terus berlangsung dengan nominasi pertama yakni sosial media terbaik yang dimenangkan oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) dimana sambutannya diwakilkan oleh Aldo dan Ferrel selaku Ketua dan Wakil Ketua KMA. Nominasi selanjutnya ada Kesma Responsif yang jatuh kepada Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMD IESP). Nominasi ketiga adalah partnership keren yang jatuh kepada Management Student Association (MSA). Nominasi selanjutnya adalah kajian asik yang jatuh kepada Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMD IESP) yang diwakilkan oleh Pricella selaku Wakil Ketua HMD IESP. Nominasi terkahir ada Program Studi Of The Year (liga prestasi) yang jatuh kepada Ekonomi Islam.

Acara ditutup dengan tanggapan dari beberapa perwakilan mahasiswa mengenai acara Economic Awarding Night serta dibacakan pengumuman pemenang kuis. Acara berlangsung cukup seru yang melibatkan seluruh mahasiswa, ormawa, UKM dan civitas akademika FEB UNDIP.

Komunitas Lomba #2: Think Different, Lead Innovation

Reporter: Rio Dwi

FEB Undip (26/11) – Telah berlangsung Komunitas Lomba #2 yang diselenggarakan secara online melalui platform Microsoft Teams oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bidang Riset dan Keilmuan (Riskel) pada 26 November 2020 yang dimulai pukul 15.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh tiga pembicara utama dengan tiga pilar bahasan, yaitu Endi Deswanto dengan pilar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Maal Naylah dengan pilar bahasan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), serta Amos Fischel dengan pilar bahasan Debat. Acara ini merupakan sharing session untuk menjadikan mahasiswa FEB lebih produktif dan berprestasi untuk mengharumkan nama fakultas dan universitas.

Acara diawali dengan pembukaan oleh ketua panitia acara Komunitas Lomba #2, Daffa Dhiyaulhaqq Mufid, lalu dilanjutkan oleh Even Benanda, selaku Ketua BEM FEB Undip 2020. Keberlangsungan acara dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan pilar yang dipilih oleh peserta dan dilakukan dalam waktu bersamaan di masing-masing channel. Salah satu pilar bahasan yang kami sorot adalah pilar LKTI. Pilar LKTI sendiri dimoderatori oleh Yohanes Ady Prabowo. Diskusi dibuka dengan pemaparan Endi mengenai empat tipe mahasiswa, yaitu organisatoris, sosialis, akademis, dan prestatif.

Dalam diskusi ini juga turut dibahas mengenai benefit mahasiswa jika menulis karya ilmiah dan mengikuti lomba. Menurutnya, dengan sering menulis karya tulis ilmiah, mahasiswa akan semakin terasah dalam berpikir dan memudahkan saat skripsi di semester akhir. Sementara itu, dengan mengikuti banyak lomba dapat menambah isi curriculum vitae, penghasilan tambahan, dan mengasah kemampuan mahasiswa, baik dalam public speaking, problem solving, maupun skill lain.

Endi menjelaskan langkah pertama untuk menulis karya ilmiah adalah menemukan ide kreatif. Ide-ide ini dapat didapat dengan beberapa teknik yaitu brainstorming, grup fokus, riset pustaka dan internet. Selain itu ada pertimbangan dalam menetapkan ide yaitu apakah ide tersebut menarik, spesifik, bermanfaat, dan memberikan inovasi. Pada kesempatan ini juga, Endi memberikan sedikit tips untuk lolos dalam lomba karya ilmiah yaitu menetapkan tujuan dalam menulis karya ilmiah, banyak membaca esai dan karya ilmiah, menentukan deadline, membuat kerangka tulisan, menulis karya ilmiah tersebut dengan sungguh-sungguh, dan terakhir adalah berdoa.

Acara berlangsung dengan luar biasa karena di akhir diskusi ada tantangan dari Endi untuk peserta berupa ajakan melakukan brainstorming dan adanya interaksi aktif antara pembicara dan peserta acara. Acara ditutup pada pukul 17.00 WIB.