Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Satu, Muhammad Al Vito

Reporter: Tsania, Ariska,Ifa

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Ada keinginan untuk melayani keluarga Akuntansi di tahun ketiga, keinginan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari keseluruhan pengurus KMA.

Apa visi dan misi yang Anda miliki dan bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Visi saya adalah menjadikan Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) sebagai himpunan yang proaktif, responsif, serta profesional dalam memberikan pelayanan serta mampu menjadi wadah bagi peningkatan dan pengembangan di segala aspek untuk masyarakat akuntansi.

Dengan visi tadi, saya munculkan misi saya:

  1. Meciptakan budaya satu keluarga yang menyeluruh kepada masyarakat akuntansi.
  2. Membuka aspirasi kolektif bagi masyarakat akuntansi secara luas.
  3. Menjangkau segala potensi pelayanan kepada masyarakat akuntansi dalam kebutuhan yang dinamis.
  4. Senantiasa menjaga kondisi internal untuk menciptakan sinergitas dalam pelayanan.
  5. Menjadi fasilitator dan menjalin hubungan yang baik dengan stakeholder.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Yang saya bawakan adalah controlling kepada divisi yang lebih jelas, mewajibkan indikator objektif dalam program kerja yang dijalankan, penambahan staff, dan penilaian menyeluruh kepada pengurus KMA.

Apa keunggulan Anda dibandingkan calon lain?

Keunggulan saya dibandingkan calon yang lain adalah saya memiliki pengalaman untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat Akuntansi melalui divisi kesejahteraan mahasiswa, saya memiliki sense terkait kebutuhan pelayanan kepada masyarakat akuntansi.

Kenapa mahasiswa (jurusan) harus memilih Anda?

Saya adalah pribadi yang dipandang baik oleh mayoritas masyarakat Akuntansi dan saya memiliki berbagai perubahan kepada KMA ke arah yang lebih baik.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan saya dengan adanya suksesi himpunan dapat menjadi wadah untuk masyarakat Akuntansi dalam memberikan pilihan, menentukan pilihan terbaik dari yang terbaik untuk masa depan Akuntansi, dan dijalankan dengan rasa kekeluargaan.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa (jurusan) sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira ini?

Gunakan hak pilih kalian untuk masa depan akuntansi, tentukan pilihan dengan objektif, tunjukkan kecintaan kalian kepada Akuntansi. AKUNTANSI, SATU KELUARGA!

Adakah keresahan yang dirasakan terhadap himpunan selama perkuliahan hingga saat ini dan ingin Anda perbaiki kedepannya?

Keresahan yang saya rasakan adalah di sini himpunan kurang mewadahi keseluruhan masyarakat Akuntansi dan himpunan memiliki daya serap aspirasi yang rendah terhadap kebutuhan dinamis dari masyarakat Akuntansi.

Digital Marketing Skill: Bisnis Zaman Kini Harus Peka Teknologi!

Reporter: Luvita dan Michelle

Melalui kerja sama dengan Telkomsel, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan seminar “Digital Marketing Skill” pada Rabu, 9 November 2022. Seminar ini bertempat di Hall Gedung KWU Lantai 4, FEB Undip, dan ditujukan demi meningkatkan pengetahuan serta skill bisnis civitas akademika FEB Undip. Topik utama yang menjadi bahasan dalam seminar “Digital Marketing Skill” adalah peranan teknologi dalam mengembangkan bisnis.

I Made Bayu Dirgantara, Wakil Direktur Direktorat Inovasi dan Kerja sama Industri Undip serta merupakan narasumber pertama dalam kegiatan ini, berkata bahwa entrepreneur adalah “needle that tying people together,”. Oleh karena itu, adanya teknologi diharapkan bisa membantu para entrepreneur memberikan perubahan positif bagi lingkungannya.

“Entrepreneurship merupakan kegiatan dari satu atau sekelompok orang yang mampu melihat perubahan besar di dunia, mengonsolidasikan semua sumber daya, memiliki manajerial yang baik, dan mampu melihat segala sesuatu sebagai sebuah kesempatan. Maka dari itu, digital entrepreneurship adalah kombinasi dari teknologi dan kewirausahaan (entrepreneurship) yang memiliki dampak ekonomi,” papar Made Bayu ketika menjelaskan presentasinya.

Pernyataan I Made Bayu didukung oleh pernyataan serupa dari narasumber kedua, yaitu Riny Novitriyanti, Vice President Consumer Sales Area Jawa Bali. Dari sudut pandangnya sebagai bagian dari Telkomsel, Riny memaparkan bahwa para entrepreneur perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan Telkomsel siap membantu adaptasi tersebut melalui transformasi-transformasi digital dalam internal Telkomsel itu sendiri. 

Selain I Made Bayu dan Riny Novitriyanti, turut diundang Devy Natalia. Devy adalah seorang entrepreneur dan owner dari @bohopanaofficial. Devy memaparkan perjalanannya hingga bisa menjadi seorang entrepreneur sukses di bidangnya dan menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara teknologi dan bisnis.

BUS KAMPUS, WUSSS!

Oleh: Sholeh Arrifqi

Universitas Diponegoro (Undip) menyediakan fasilitas bus kampus untuk para civitas akademika Undip, nih, Dips! Fasilitas bus kampus ini merupakan langkah awal mengatasi masalah transportasi umum, kemacetan, serta polusi di kawasan kampus Undip Tembalang. Bus kampus telah sah beroperasi sejak bulan Oktober dengan meluncurkan 4 armada bus. Jumlah tersebut akan terus bertambah sesuai dengan respon dari mahasiswa serta civitas akademika lainnya.

Ketersediaan bus kampus selaras dengan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni  kesehatan yang baik dan kesejahteraan. “Berkurangnya kendaraan pribadi di lingkungan kampus dengan adanya fasilitas bus kampus akan berdampak pada berkurangnya polusi udara dan polusi suara dari kebisingan deru kendaraan yang berpengaruh pada kualitas kesehatan. Kualitas kesehatan mahasiswa terjaga dan juga sejahtera, karena lebih hemat pengeluaran dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi”, terang Prof Faisal.

Waktu operasional bus kampus dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 17.00 . Bus kampus berangkat dari kawasan Gedung Majelis Wali Amanat (MWA). Selanjutnya, bus singgah di hampir setiap tempat di Undip. Urutan singgah tersebut adalah Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), hingga Bundaran Undip menuju Rusunawa. Sesampainya di Rusunawa, bus kampus berputar kembali, masuk ke area kampus. Tempat singgah pertama setelah itu adalah Gedung ITC, Student Center (SC) Undip, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Widya Puraya, hingga kembali lagi ke FEB dan begitu seterusnya sampai waktu operasional berakhir.  

Bus kampus merupakan pilihan tepat untuk mahasiswa yang ingin bermobilitas di dalam dan sekitar Undip Tembalang. Bus ini nyaman, adem, dan pastinya gratis! Namun, para penumpang  harus sabar dan pintar-pintar memilih waktu untuk datang ke titik pemberhentian bus. Selain itu, untuk penumpang yang tingginya di atas 165 cm, pilihlah tempat duduk paling luas, sehingga kaki tidak mentok. Jadi, buat yang penasaran, langsung aja nyobain fasilitas kampus Undip yang satu ini, ya, Dips!

Ecocare 2022: Bukti Anak Ekonomi Cinta Bumi

Reporter: Luvita Dyaningsih

Semarang (18/09) – Kegiatan Ecocare 2022 dari Bidang Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup (Somaliah) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (BEM FEB Undip) berjalan dengan penuh antusiasme. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Ecocare 2022 berkolaborasi dengan berbagai sponsor dan terbuka untuk seluruh mahasiswa FEB yang lolos seleksi.

Acara ini memiliki dua agenda utama. Agenda pertama ialah penanaman 1.000 bibit mangrove, sedangkan agenda kedua adalah bersih-bersih pantai. Kegiatan ini berlokasi di Pantai Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah. Dalam keberjalanannya, kegiatan ini juga berkolaborasi bersama masyarakat setempat. Adapun harapan dari berlangsungnya program ini sebagaimana disampaikan oleh Dito Febrian, ketua pelaksana Ecocare 2022, dalam sambutannya di awal acara. “Harapannya langkah kecil kita pada pagi hari ini bisa mengurangi erosi dari pantainya tersebut (Pantai Mangunharjo),” papar Dito. (LD)

Dalam Rangka Pembangunan

Reporter: Indah, Luvita, dan Alhafis

FEB Undip (13/09) – Dalam menunjang kelengkapan fasilitas kampus, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan pembangunan Gedung Perpustakaan. Pembangunan ini ditujukan guna meningkatkan kenyamanan mahasiswa dan masyarakat FEB. Tentunya, pembangunan ini akan menghadirkan suatu output yang baik. Namun dalam perjalanannya, pembangunan Gedung Perpustakaan FEB tetap berdampak pada kegiatan di sekitar lokasi bersangkutan, khususnya kegiatan mahasiswa. Reporter Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edents telah melakukan beberapa wawancara khusus kepada pihak-pihak berkepentingan untuk dimintai pendapatnya mengenai pembangunan ini.

Hilmi Fadhlurrahman, seorang mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi angkatan 2020 yang juga merupakan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (BEM FEB Undip), menyampaikan pandangannya. Bagi Hilmi, pembangunan Gedung Perpustakaan akan sangat membantu dan meringankan mahasiswa. Ia berpendapat bahwa waktu tempuh mahasiswa yang akan ke Gedung Perpustakaan akan lebih singkat karena tidak perlu melewati Masjid Ekonomi.

Hilmi mengakui bahwa untuk sekarang, pembangunan yang sedang berjalan cukup mengganggu kegiatan mahasiswa, khususnya yang berkegiatan di sebagian Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Namun hal itu sepadan dengan manfaat masa depan yang akan diterima, baik diterima mahasiswa maupun civitas akademika lainnya. “Sebenernya dengan adanya pembangunan ini cukup terganggu, ya, baik BEM ataupun Ormawa lainnya yang sekrenya berhadapan sama (lokasi) pembangunan,” ujar Hilmi.

Pandangan lain disampaikan oleh Hilmy, mahasiswa angkatan 2018 dan salah satu anggota organisasi mahasiswa (Ormawa) Teater Buih. Bagi Hilmy, proses pembangunan cukup mengganggu kegiatan Ormawanya, serta mungkin Ormawa lain, karena menimbulkan suara bising. Karena itulah, bilamana akan dilangsungkan rapat atau kegiatan rutin Ormawa, mahasiswa harus pandai beradaptasi dengan keadaan yang ada. “Sebelum adanya pembangunan ini sebenernya lebih tenang pastinya. Jadi, kadang bisa sering-sering nongkrong di sekitar sekre, atau juga bisa ngelakuin kegiatan di dome juga. Jadi agak beda sama sekarang,” jelas Hilmy.

Adanya pembangunan ini tidak terlepas dari campur tangan para pelaksana pembangunan di lapangan. Demi menyajikan gambaran utuh dari berbagai sudut pandang, reporter LPM Edents pun mewawancarai salah satu pelaksana lapangan atas pembangunan Gedung Perpustakaan. Beliau bernama Mutaqin, salah satu pelaksana lapangan dalam pembangunan yang terjadi.

Mutaqin memaparkan bahwa pembangunan Gedung Perpustakaan difokuskan pada penambahan fasilitas berupa lift. “Manfaat dari adanya pembangunan ini, bisa karena adanya lift nantinya. (Lift ini) bisa mempermudah akses dan menjadikan lebih cepat dalam beraktivitas”, ungkap Mutaqin. Rupanya pelaksanaan pembangunan Gedung Perpustakaan diperkirakan menghabiskan waktu selama enam bulan. Waktu itu dihitung sejak 11 April 2022, sehingga pembangunan diperkirakan rampung sekitar awal bulan Oktober 2022. Sebagai penutup, Mutaqin pun menyatakan bahwa pembangunan Gedung Perpustakaan hingga saat ini sudah mencapai tingkat penyelesaian sebesar 80 persen.

Menuju Seremoni Demokrasi Kampus, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unversitas Diponegoro Menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Perma Pemira 2022

Reporter : Vira Mahalia dan Luthfia Nabila

(Semarang, 13/09) Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) bukanlah hal yang asing bagi makanisme demokrasi politik di dunia kampus terutama di Universitas Diponegoro. Selasa, 13 September 2022, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Perma Pemira sebagai penyempurna persiapan pemilihan tampuk kepemimpinan mahasiswa. Sekilas kegiatan ini sudah menjadi rutinitas. Rapat dihadiri peserta yang terdiri dari mahasiswa dari kalangan aktivitis pergerakan, yaitu mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan ormawa internal maupun eksternal kampus. 

Meski sudah menjadi hal yang tidak asing, rapat ini tidak kehilangan daya tariknya. Ketika Rapat dimulai pada pukul 19.30 WIB-selesai yang diselenggarakan secara online via Microsoft Teams, para peserta secara aktif memberikan saran, tanggapan, dan masukan yang positif terhadap draft yang ditampilkan secara jelas oleh operator. Terdapat beberapa kesimpulan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Perma Pemira tahun ini diantaranya sebagai berikut :

  1. Adanya penambahan nomor Perma dan tahun di sebelum kata “tentang” pada bagian memutuskan.
  2. Tambahan dari Gusti tentang adanya kemungkinkan jika hak senator LPM dicabut dari senator SM FEB karena tidak sesuai dengan sistem politik di negara. Pendapat ini akan dipertimbangkan kembali, selanjutnya  perlu menunggu sidang penetapan perma pemira tgl 18 September 2022. 
  3. Yusuf sebagai ketua SM FEB Undip setuju dengan pernyataan dari Gusti tentang persyaratan harus bebas dari KS. “Perlu dibahas bagaimana pembentukan ayat dan pengimplementasiannya bagaimana, namun sejauh ini belum ada yang kontra akan hal ini,” tutur Noel.
  4. “Jika ada persyaratan tidak merokok di lingkungan kampus Undip, apakah ada follow up/pengawalan dan apabila terbukti melanggar harus ada sanksi yang diberikan?” tanya Gusti. Yusuf menambahkan, “Jika memang ayat ini tidak ada pengawalan, tidak apa-apa dihapuskan saja. Senat sudah memiliki kode etik tidak merokok di kawasan FEB Undip, namum BEM seperti apa?” serunya. Noel memberi pernyataan bahwa PMO BEM bisa membantu dalam keberjalanannya, dan bisa menarik ayat dari pasal ini untuk dijadikan SOP.  Terakhir, Gusti berpendapat bahwa jika ada regulasi bebas rokok di lingkungan Undip ayat ini seharusnya disertakan karena sudah ada dasarnya.
  5. Pernyataan gusti tentang calon senator dimana anggotanya harus ormawa yang bersangkutan, dan pemilihan senator himpunan dilaksanakan secara terbuka mendapat berbagai tanggapaan. “Jika akan dilakukan pemilihan secara terbuka, namun melihat kondisi sekarang beberapa ormawa tidak mengirimkan delegasi untuk menjadi senator, sehingga harus mengambil senator dari eksternal organisasi tersebut. Maka, jika kondisinya demikian, ujungnya harus bermusyawarah seperti mekanisme yang sekarang,” pungkas Yusuf. “Tidak harus dipaksakan, tetapi seiring berjalannya waktu ormawa akan lebih dewasa dan paham bahwa semua ormawa perlu perwakilan/pendelegasian ke SM FEB karena SM FEB menjadi tempat mereka bisa menyuarakan suara mereka. Terkait senator himpunan, harus dilihat kesiapan dari setiap himpunan. Apakah himpunan bersedia?” tambahan Noel.  Gusti juga berasumsi jika lebih baik dapat dijadikan regulasi.
  6. Usulan dari Sisferdi untuk penambahan redaksi atau penjelasan bahwa semua perangkat pemira tidak diperbolehkan untuk mengikuti kampanye. Yusuf menanggapi bahwa hal ini tidak perlu ditambahkan karena sudah diiperjelas pada Bab 3 Pasal 7,8, dan 9.
  7. Pertanyaan dari Khalda tentang sumbangan yang tidak mengikat. 
  8. “Sumbangan bukan menjadi suatu keharusan dalam pengajuan calon, namun jika ada harus tetap dilaporkan,” bubuh Imam. 

Setelah musyawarah hingga pasal terakhir, pimpinan rapat dengar pendapat akan menutup rapat pada hari itu. Langkah selanjutnya setelah RDP selesai, hasil rapat akan dibahas kembali oleh senat, lalu akan disahkan sebagai Perma Pemira yang baru melaui sidang pleno. Perma baru akan hadir dan mendasari kegiatan Pemira pada tahun ini. Diskusi berjalan dengan cukup baik dan rapat pun akhirnya ditutup oleh pemimpin rapat dan MC dengan presensi di link yang sudah dibagikan dan pembacaan doa. 

Inilah Euforia Pendikar FEB 2022!

Reporter: Bella, Zhafira, Danny, Deva
Penulis: Luvita

(Undip, 21/08) Meskipun tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, pendidikan karakter
(Pendikar) tahun 2022 memberikan euforia tersendiri. Euforia ini dipicu karena adanya
kegiatan mozaik langsung di depan gedung dekanat pada hari ketiga Pendikar di Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip).

Seperti telah diketahui, kegiatan Pendikar tahun 2022 diselenggarakan secara luar
jaringan (luring). Pada dua hari pertama, 18 – 19 Agustus 2022, para mahasiswa baru (maba) diberikan materi-materi mengenai kehidupan kampus dan karakter seorang mahasiswa yang baik. Pemberian materi ini dilakukan dalam ruang kelas berdasarkan pembagian yang telah ditentukan untuk masing-masing kelompok. Oleh sebab itu,
pelaksanaan mozaik secara langsung di hari terakhir Pendikar FEB tanggal 20 Agustus 2022 diibaratkan sebagai hiburan dan tantangan baru setelah 2 hari mendengar banyak materi yang cukup melelahkan.

Mozaik tahun ini memiliki 3 desain utama. Ketiga desain tersebut menggambarkan
kondisi di lingkup FEB saat Pendikar tahun 2022 dilaksanakan. Desain pertama bertuliskan “ODM FEB 2022”. Desain kedua mengilustrasikan sebuah tangan yang menonjok virus Covid-19 disertai tulisan “Together we win”. Desain terakhir menggambarkan kurva inflasi disertai tulisan “Economy”.

Selain mozaik, euforia hari ketiga Pendikar FEB disemaraki pula oleh adanya kegiatan supporter-an dan acara Economic Carnival (Ecocar). Secara garis besar, supporter-an adalah kegiatan menyanyikan bersama yel-yel FEB. Salah satu yel-yel yang dinyanyikan adalah yel “Ekonomi goes marching in!”. Berbeda dari supporter-an, Ecocar adalah kegiatan pengenalan 24 organisasi mahasiswa (ormawa) di FEB Undip. Perwakilan dari berbagai ormawa yang hadir mempresentasikan organisasi mereka pada para mahasiswa baru. Selain itu, terdapat pula stand-stand bagi para oramawa untuk promosi serta stand penjualan makanan dan minuman.

PKKMB Usai, Tahap Pertama Terlewati

Penulis: Tsania

(FEB Undip, 15/8) Balon warna-warni dilepaskan Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. sebagai penanda bahwa kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) tahun 2022 di kampus kuning, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip), telah dimulai. Kegiatan ini merupakan tahap pertama rangkaian PMB di tingkat fakultas sebelum nantinya dilanjutkan oleh kegiatan pendidikan karakter (Pendikar). PKKMB 2022 berlangsung selama 2 hari, yaitu pada Senin dan Selasa, 15 – 16 Agustus 2022.

Ketika upacara pembukaan PKKMB, Prof. Suharnomo memberikan berbagai pesan kepada para mahasiswa baru. Salah satu pesan itu ialah keharusan menjaga perilaku di lingkungan kampus. “Jaga integritas diri. Sekali rusak, susah untuk memperbaikinya lagi. Anda sudah dewasa. Sekali ada pilihan, ada (juga) konsekuensi yang harus ditanggung,” pesan Prof. Suharnomo.

Setelah upacara pembukaan, PKKMB diisi dengan kegiatan materi oleh dosen-dosen di tiap departemen FEB. Materi yang dipaparkan berfokus pada pengenalan kondisi kampus, seperti tentang sistem pendidikan di perguruan tinggi, international exposure, budaya serta etika di kampus, single sign-on (SSO), dan lain sebagainya. Pemaparan materi ini kemudian dilanjutkan pada hari kedua PKKMB.

Untuk memudahkan penyampaian materi dan pengordinasian kegiatan, mahasiswa baru ditempatkan pada tiga lokasi berbeda. Lokasi pertama ialah Hall Kewirausahaan, lokasi kedua di Hall Pertamina, dan lokasi terakhir di Dome FEB. Pembagian lokasi ini ditentukan berdasarkan departemen. Departemen Manajemen di lokasi pertama, departemen Akuntansi di lokasi kedua, dan departemen Ekonomi di lokasi ketiga.

PKKMB akhirnya ditutup dengan kegiatan orasi pengenalan Organisasi Mahasiswa (ormawa). Orasi ini dilakukan oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), ketua Senat Mahasiswa (SM), serta para ketua himpunan.

PMB Luring: Dari Ngga Dijemur Sampai Macet

Penulis: Luvita

(Semarang, 12/08) Pada tahun 2022, mahasiswa baru (maba) Universitas Diponegoro (Undip) merasakan pengalaman berbeda dari maba-maba tahun sebelumnya. Di tahun ini, Undip menggelar Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) secara luar jaringan yang berlokasi di Stadion Undip. Kegiatan dibagi ke dalam 2 sesi, yaitu sesi pagi pada pukul 07.00 – 10.30 dan sesi siang pada pukul 14.00 – 17.00. Rektor serta jajarannya, para dekan serta jajarannya, serta sebagian guru besar hadir pada kegiatan ini untuk menyambut para mahasiswa baru.

Dilihat dari susunan acara, kegiatan upacara PMB memiliki beberapa tujuan. Tujuan-tujuan tersebut antara lain ialah melaporkan data terkait penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023, melantik secara resmi para mahasiswa baru, dan mengamanahkan mahasiswa-mahasiswa baru tersebut kepada setiap fakultas/sekolah.

Saat keberjalanan acara, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., Rektor Undip periode 2019 – 2024, menyatakan bahwa Undip adalah universitas dengan berbagai pencapaian memukau. Selain itu, Undip juga adalah kampus yang menjunjung tinggi budaya, kehormatan, serta religi. “Sorry, bro! Ngga dijemur!” guyon Prof. Yos ketika pidatonya. Guyonan itu beliau jadikan sebagai salah satu tanda bahwa Undip memang menjunjung tinggi nilai-nilai yang diprioritaskannya.

Meskipun kegiatan terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi untuk mahasiswa baru dengan nomor induk mahasiswa (NIM) ganjil dan sesi siang untuk mahasiswa baru dengan NIM genap, kemacetan tetap belum bisa dihindari. Banyaknya kendaraan pribadi pada akhirnya memenuhi bahu jalan. Berdasarkan pengakuan dari salah seorang orang tua murid, beliau memaparkan bahwa putrinya terpaksa berjalan dari bunderan Undip ke Stadion Undip. Hal tersebut menyebabkan durasi tempuh lebih lama daripada menggunakan kendaraan pada kondisi normal. Namun demikian, para mahasiswa baru tetap melakukan hal tersebut karena dikejar waktu dan parahnya kondisi lalu lintas.

Tim Reporter: Fatimah, Tsania, Hatfina, Danny

Diselenggarakan secara Hybrid, ILO Gelar Workshop tentang Perbudakan Pekerja di Laut

Reporter: Musa

diselenggarakan_secara_hybrid_ilo_gelar_workshop_tentang_perbudakan_pekerja_di_laut

(Semarang 23/07) – ILO atau International Labour Organization Indonesia menyelenggarakan workshop atau lokakarya secara hybrid dengan tajuk perbudakan pekerja ikan dan hubungannya atas sekolah bisnis dan SDGs Center pada Kamis (21/07) lalu. Acara yang diselenggarakan pada pukul 14.00 – 17.00 bertempat di Hotel Santika, Pandanaran, Semarang, membahas terkait pratik perbudakan anak buah kapal (ABK) Indonesia di laut. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Kabid Pengawasan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah, ILO, LBH (Lembaga Bnatuan Hukum), manning agency, serta para dosen sekolah bisnis dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti Semarang, Surabaya, hingga Kalimantan juga turut hadir baik online dan offline.

Muhammad Nur selaku pelaksana sekaligus perwakilan ILO Jakarta, menyampaikan bahwa acara diselenggarakan bertujuan untuk membangun pemahaman peserta tentang isu perdagangan manusia terhadap buruh nelayan. Dalam acara ini ia mempertegas untuk mencoba menghadirkan pihak –pihak terkait untuk memperlihatkan tiap perspektif, sehingga tidak berat sebelah dalam meamandang isu ini. Selain itu, arah acara ini adalah bagaimana sekolah bisnis dan SDGs center mampu berkontribusi terhadap percepatan pencapaian target poin 8.7 pada SDGs.

Acara dibuka oleh Uni selaku Kepala Bidang Pengawasan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, pemerintah telah melakukan penegakan lewat POLDA kemudian “kami juga telah melakukan langkah resoratif justice dan dialog sosial yang telah kami laksankan baru saja beberapa hari lalu kepada nelayan-nelayan di Pati,” lanjutnya. Uni menyampaikan juga bahwa jumlah pengawas yang ada didaerah-daerah berjumlah 154 pengawas dan menangani sebanyak 3600 perusahaan. Selain pentingnya mengawasi perusahaan manning agency baik legal maupun ilegal adalah adanya kasus penarikan pekerja anak atau dibawah umur seperti kasus bulan Juni lalu temuan di Banjarnegara adanya penarikan pekerja karaoke dibawah umur. “untuk itu kami membuat shelter-shelter atau sekolah-sekolah bagi mereka selaku korban,” ujarnya.

Charles Authman selaku anggota ILO dan juga memiliki dasar dalam sekolah bisnis di Perancis memberikan penjelsannya mengenai isu ini. Charles yang mengikuti jalannya acara melalui platform Zoom Meeting langsung dari Jenewa, Swiss memberikan harapannya kepada para mahasiswa dan dosen-dosen di sekolah bisnis untuk mencoba melakukan penelitian dalam hal ini sehingga membuka temuan-temuan baru diluar yang sudah diinventarisasi oleh ILO. Dilanjutkan oleh Nur bahwa program accelator LAB 8.7 adalah untuk membasmi kerja paksa dan pekerja anak.

Bagian selanjutnya disampaikan oleh Novi selaku ketua SBMI atau Serikat Buruh Migran Indonesia, “Apa yang kami lakukan bagi para korban adalah pendampingan ekonomi, kesejahteraan, dan advokasi”. Novi melanjutkan, “Namun, dalam pelaksanaanya, pendampingan advokasi yang masih kurang dari Disnaker”. Saat pemaparan Uni menceritakan latar belakangnya kativ dalam hal ini adalah ia pernah merasakan sendiri menjadi korban dari bekerja paksa. Beliau menuntut kepada pemerintah untuk segera menerbitkan PERDA di Jawa Tengah untuk melindungi pekerja hingga korban.

Kemudian, giliran Imron selaku perwakilan Serikat Pengusaha dan perwakilan ISMAA salah satu manning agency legal, beliau menyampaikan bahwa bahwa di lapangan salah satu mengapa pekerja Indonesai mau bekerja di kapal asing selain tawaran gaji yang besar adalah kapal Indonesia yang memang sangat sedikit di laut. Legalitas manning agency juga menjadi masalah sebab yang sering kali melanggar alur perizinan. Ia menyebutkan bahwa perijinan itu  berhadapan kepada empat kementerian sekaligus.

Setelah narasumber menyampaikan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para tamu undangan baik dosen dan mahasiswa. Acara di tutup oleh Nur selaku pelaksana lalu dilanjut dengan sesi foto bersama.