Reporter: Indah, Luvita, dan Alhafis

FEB Undip (13/09) – Dalam menunjang kelengkapan fasilitas kampus, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan pembangunan Gedung Perpustakaan. Pembangunan ini ditujukan guna meningkatkan kenyamanan mahasiswa dan masyarakat FEB. Tentunya, pembangunan ini akan menghadirkan suatu output yang baik. Namun dalam perjalanannya, pembangunan Gedung Perpustakaan FEB tetap berdampak pada kegiatan di sekitar lokasi bersangkutan, khususnya kegiatan mahasiswa. Reporter Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edents telah melakukan beberapa wawancara khusus kepada pihak-pihak berkepentingan untuk dimintai pendapatnya mengenai pembangunan ini.
Hilmi Fadhlurrahman, seorang mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi angkatan 2020 yang juga merupakan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (BEM FEB Undip), menyampaikan pandangannya. Bagi Hilmi, pembangunan Gedung Perpustakaan akan sangat membantu dan meringankan mahasiswa. Ia berpendapat bahwa waktu tempuh mahasiswa yang akan ke Gedung Perpustakaan akan lebih singkat karena tidak perlu melewati Masjid Ekonomi.
Hilmi mengakui bahwa untuk sekarang, pembangunan yang sedang berjalan cukup mengganggu kegiatan mahasiswa, khususnya yang berkegiatan di sebagian Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Namun hal itu sepadan dengan manfaat masa depan yang akan diterima, baik diterima mahasiswa maupun civitas akademika lainnya. “Sebenernya dengan adanya pembangunan ini cukup terganggu, ya, baik BEM ataupun Ormawa lainnya yang sekrenya berhadapan sama (lokasi) pembangunan,” ujar Hilmi.
Pandangan lain disampaikan oleh Hilmy, mahasiswa angkatan 2018 dan salah satu anggota organisasi mahasiswa (Ormawa) Teater Buih. Bagi Hilmy, proses pembangunan cukup mengganggu kegiatan Ormawanya, serta mungkin Ormawa lain, karena menimbulkan suara bising. Karena itulah, bilamana akan dilangsungkan rapat atau kegiatan rutin Ormawa, mahasiswa harus pandai beradaptasi dengan keadaan yang ada. “Sebelum adanya pembangunan ini sebenernya lebih tenang pastinya. Jadi, kadang bisa sering-sering nongkrong di sekitar sekre, atau juga bisa ngelakuin kegiatan di dome juga. Jadi agak beda sama sekarang,” jelas Hilmy.
Adanya pembangunan ini tidak terlepas dari campur tangan para pelaksana pembangunan di lapangan. Demi menyajikan gambaran utuh dari berbagai sudut pandang, reporter LPM Edents pun mewawancarai salah satu pelaksana lapangan atas pembangunan Gedung Perpustakaan. Beliau bernama Mutaqin, salah satu pelaksana lapangan dalam pembangunan yang terjadi.
Mutaqin memaparkan bahwa pembangunan Gedung Perpustakaan difokuskan pada penambahan fasilitas berupa lift. “Manfaat dari adanya pembangunan ini, bisa karena adanya lift nantinya. (Lift ini) bisa mempermudah akses dan menjadikan lebih cepat dalam beraktivitas”, ungkap Mutaqin. Rupanya pelaksanaan pembangunan Gedung Perpustakaan diperkirakan menghabiskan waktu selama enam bulan. Waktu itu dihitung sejak 11 April 2022, sehingga pembangunan diperkirakan rampung sekitar awal bulan Oktober 2022. Sebagai penutup, Mutaqin pun menyatakan bahwa pembangunan Gedung Perpustakaan hingga saat ini sudah mencapai tingkat penyelesaian sebesar 80 persen.

