
(UNDIP 6/3) – Massa, mencakup fungsionaris BEM-U, fungsionaris BEM-F, dan mahasiswa umum, melancarkan aksi yang bertajuk “Senja di Widya Puraya (SDWP) Vol. 5: Mencari Bapak Baru” pada Senin, 6 Maret 2023. Aksi beragendakan tuntutan untuk bertemu langsung dengan empat bakal calon rektor (BCR), menyampaikan permasalahan yang ada di lapangan, dan mengharapkan penandatanganan pakta integritas menjelang periode kepemimpinan selanjutnya.
Sebelum aksi dimulai, terlihat banyak pagar pembatas yang disiapkan oleh pihak keamanan di seluruh jalan menuju Widya Puraya. Alih-alih mengamankan jalan, pembatas tersebut nyatanya malah digunakan untuk menghadang massa aksi. Meski sempat terjadi bentrok dengan pihak keamanan, massa berhasil melanjutkan perjalanan ke area Widya Puraya.
Di Widya Puraya, massa mulai melancarkan berbagai propaganda agar pihak rektorat memberikan respon. Nahas, hingga aksi berakhir, batang hidung para BCR tidak muncul. Hanya tampak foto keempat calon yang terlihat di banner calon rektor dengan menyunggingkan senyum ke arah massa aksi.

MWA unsur Mahasiswa Hasna Widyaningrum memberikan pendapatnya terhadap aksi SDWP Vol. 5. Dia menyebut bahwa dirinya mengapresiasi awareness mahasiswa terhadap momen Pemilihan Rektor Undip 2024. “Aku ngelihat aksi hari ini juga temen-temen berarti udah semakin aware dan ini menunjukkan kalau hari ini juga kita merasa pemilihan rektor ini menjadi salah satu momentum yang penting dikawal sama-sama,” ungkap Hasna.
Hasna pun menambahkan keterangan terkait alasan tidak hadirnya keempat BCR secara fisik pada sore di hari Senin itu. “Mungkin kalau tanggapan aku sebagai “yang mengundang”, ya. Jadi di awal memang aku mengundang para bakal calon rektor ini tapi memang dari para bakal calon rektor ini mengatakan bahwa mereka belum bisa untuk hadir. Dua dari di antaranya menjawab bahwa mereka ada agenda, terus absen, segala macam. Duanya lagi ngga menjawab. Jadi memang udah dikoordinasikan dengan baik, sih, sebenarnya.”
Sebagai tanggapan karena hingga akhir aksi keempat BCR tidak kunjung muncul, koordinator lapangan (Korlap) Razan Siregar mewakili massa menyampaikan sebuah pernyataan sikap. Pernyataan tersebut melingkupi 4 poin yang secara garis besar menyinggung 4 bakal calon rektor tidak mau turun dan duduk bersama mahasiswa, kebebasan berpendapat di lingkungan kampus dibatasi, kejanggalan penundaan pemilihan rektor, dan pernyataan bahwa bakal calon rektor takut menemui mahasiswa.

“Adapun tuntutan yang ingin kami berikan kepada keempat bakal calon rektor, yaitu kami ingin bertemu dengan keempat bakal calon rektor dan menyampaikan serta mengharapkan penandatanganan atas pakta integritas untuk kepemimpinannya di tahun 2024 – 2029,” seru Razan sebagai penutup pernyataan sikap massa aksi.
Tidak berhenti sampai pernyataan sikap, massa aksi juga melilitkan beberapa banner sebagai bentuk simbolik kekecewaan atas ketidakhadiran para BCR. “Kawan-kawan semuanya, berikut adalah bentuk simbolik yang menjadi bentuk kekecewaan kita terhadap aksi hari ini atas ketidakberpihakan mereka (para BCR, red) kepada mahasiswa pada sore hari ini. Bahwasanya dari keempat calon rektor tersebut tidak ada yang pantas untuk jadi rektor,” jelas Razan di sela orasinya.
Penulis: Haykal, Qosim
Reporter: Sukma, Marhawa, Haykal, Qosim
Editor: Musa, Luvita












