Ngobrol Pintar (NGOPI): Tindakan Represif terhadap Demostran dari Sudut Pandang Hukum dan Polri

Reporter: Fitri dan Adit

FH Undip (27/11) – Melalui platform Zoom pada pukul 15.00 WIB telah dilaksanakan diskusi bersama yaitu Ngobrol Pintar atau lebih dikenal dengan istilah NGOPI. Diskusi ini merupakan series kedua, sebagaimana program kerja lanjutan dari divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gema Keadilan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip). Banyaknya isu-isu yang muncul belakangan ini terkait tindakan represif aparat keamanan, khususnya dalam penanganan aksi demostrasi nampaknya menjadikan daya tarik untuk ditinjau lebih dalam lagi melalui beberapa sudut pandang, salah satunya melalui diskusi. Pada kesempatan kali ini, Ngobrol Pintar yang diselenggarakan oleh LPM Gema Keadilan mengusung tema “Tindakan Represif terhadap Demostran, Pantaskah?”. Acara tersebut menghadirkan dua pembicara yaitu Asfinawati selaku Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan Viktor T. Sihombing selaku Kepala Biro Kerjasama Penyuluhan Hukum Divisi Hukum Kepolisian Republik Indonesia.

Forum dibuka oleh pembawa acara yakni Alfina D. dengan menyampaikan susunan acara tersebut, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta, sambutan Kaprodi Fakultas Hukum, serta sambutan pembina LPM Gema Keadilan. Selanjutnya dibacakan pula beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh peserta NGOPI, diantaranya meliputi ketentuan username, pakaian peserta selama acara berlangsung, wajib menyalakan kamera, larangan spam chat, dan mekanisme pengajuan pertanyaan. Acara kemudian diserahkan kepada Faldy T. Pamungkas selaku moderator untuk memimpin jalannya forum.

Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum

Pada awal pemaparan materi, Asfina mencoba mengulik kembali perihal masalah-masalah terkait kebebasan penyampaian pendapat di muka umum dari segi hukum perundang-undangan. Selanjutnya, ia menjelaskan pola hambatan-hambatan apa saja yang dapat terjadi, baik melalui pendidikan, serangan digital, penghalang-halangan aksi, kriminalitasasi, framing dan fitnah pendemo sebagai perusuh, dan lain-lain. Asfina juga menyampaikan adanya penurunan demokrasi berdasarkan data indeks demokrasi Indonesia. “Tidak bisa menandingi pencapaian tertinggi pada tahun 2015, artinya apa? Artinya perubahan situasi, seperti yang saya alami di lapangan, pada tahun 2015 indeks demokrasi 7,03, tahun 2016 menjadi 6,97, tahun 2017 indeks 6,39 dan turun terus ya sampai tahun 2019 naik sedikit menjadi 6,48,” jelasnya.

Pantaskah Tindakan Represif terhadap Demostran?

Jika dilihat dari istilah, kata represif merujuk pada makna menekan, mengekang, menahan, atau menindas. Lalu yang menjadi persoalan, apakah pantas tindakan represif terhadap demostran? “Sebelum kami menjawab apakah pantas apa tidak, yang jelas pasti jawabannya tidak pantas kalau represifnya dilakukan dengan tanpa alasan yang baik dan benar yang mengakibatkan konfik dimasyarakat pasti tidak pantas,” ungkap Viktor menanggapi pernyataan tersebut. Namun Viktor juga menekankan bahwa dalam menyampaikan pendapat di muka umum harus menghormati hak-hak orang lain, menaati aturan perundang-undangan, menciptakan suasana damai, menjaga persatuan, agar tidak terjadi konflik. Selain itu, ia mengungkapkan dalam pelaksanaan demostrasi, terkadang ada beberapa oknum yang dari awal sudah memiliki niat untuk melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi hukum yang mana dapat membahayakan keselamatan orang lain. Sebagai contoh membawa ban untuk dibakar, kayu, batu, bahkan ambulance digunakan untuk membawa orang maupun peralatan yang bertujuan melakukan perlawan terhadap petugas. Maka dari itu, para aparat tentu tidak akan membiarkan hal-hal itu terjadi, sehingga mereka juga perlu antisipasi maupun pengawasan perkembangan situasi pelaksanaan.

Masuk ke acara inti atau sesi diskusi, peserta terlihat sangat interaktif, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang masuk dan adanya tanggapan balik dari peserta maupun kedua pembicara. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya mengenai bagaimana tanggapan Viktor dan Asfina terhadap penangkapan para jurnalis saat melakukan demostrasi, pembubaran massa aksi, tindakan-tindakan yang dilakukan pihak aparat yang dianggap sedikit berlebihan, upaya-upaya untuk menindaklajuti aparat yang bertidak respresif, dan sebagainya. Di penghujung acara, moderator menyampaikan simpulan Ngopi pada kali ini.

Economic Awarding Night: Ajang Penghargaan dan Apresiasi

Reporter: Rijal dan Salma

FEB Undip (27/11) – Telah dilaksanakan Economic Awarding Night oleh Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip). Acara penghargaan ini dilaksanakan mulai pukul 16.30 WIB secara live melalui YouTube Channel dari IKAFE TV. Acara ini dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari mahasiswa berbakat FEB Undip seperti Muhammad Hibban, Brigitta Elisa, Aldi Brian, dan Economic Voice. Economic Awarding Night ini merupakan wadah untuk memberikan apresiasi kepada para ormawa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) khususnya di lingkungan FEB Undip. Selain itu, apresiasi yang sebesar-besarnya juga diberikan kepada dosen paling favorit dan mahasiswa yang berprestasi.

Acara dibuka oleh Arif dan Risma selaku MC yang sedikit banyaknya mendeskripsikan Economic Awarding Night sore itu, dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars Undip oleh panitia. Acara selanjutnya adalah sambutan dari Dekan FEB Undip yakni Suharnomo, kemudian disambung oleh sambutan dari wakil ketua IKAFE, Dwi Setiawan Susanto. Acara selanjutnya masih dengan sambutan oleh ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip, Even Benanda dan Rifqi Syauqi Ibrahim, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari ketua acara Economic Awarding Night yaitu Harmoni Widya.

Memasuki acara inti, acara dilanjutkan dengan pembacaan nominasi yang dipandu oleh Akbar. Nominasi pertama adalah nominasi mahasiswa berprestasi seni, olahraga, dan wirausaha terbaik yang dimenangkan oleh Pradavasthi Balqisya, Elga Pinka Arwangga, dan Agnes Chariska Waluyo. Selanjutnya pembacaan nominasi dosen favorit yang dimenangkan oleh Mutiara Tresna dan Akhmad Syakir. Lalu untuk pemenang dari nominasi seniora dan rohani sosial media favorit adalah Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan pemenang nominasi seniora dan rohani humas responsif adalah Economic Voice (EV). Perwakilan dari EV, Ojan, mengaku kaget dengan kemenangan yang telah diraih dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memilih EV memenangi nominasi seniora dan rohani humas responsif.

Dalam acara Economic Awarding Night yang dilakukan secara virtual ini juga disisipkan pula video ucapan dari Tirta Segara selaku Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen dari OJK. Selain itu juga ada video ucapan dari Koeshartono selaku Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina.

Acara pun dilanjutkan setelah melakukan jeda istirahat selama kurang lebih 30 menit, dimulai dengan sambutan oeh Komisaris Independen Bank Mandiri dan Staff Khusus Wapres, Muhammad Natsir. Selanjutnya ada pembacaan empat nominasi dimulai dari nominasi sosial media terfavorit yang dimenangkan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Nominasi kedua adalah partnership terkeren yang dimenangkan oleh Kelompok Mahasiswa Wirausaha (KMW). Adapun nominasi PR atau Humas Responsif jatuh kepada Economic Finance Study Club (Ecofinsc). Nominasi terakhir adalah kajian asik yang dimenangkan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI).

Setelah pembacaan nominasi diselingi dengan lagu Bahasa Kalbu yang dibawakan oleh Economic Voice (EV), dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Pramusti Indascaryo. Bagi para viewers juga bisa menjawab setiap pertanyaan kuis yang diberikan oleh host dan dapat dijawab melalui kolom komentar. Hadiah kuis ini mencapai jutaan rupiah. Setelah pembacaan kuis dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Operasi Peruri, Syaiful Bahri.

Pemberian penghargaan masih terus berlangsung dengan nominasi pertama yakni sosial media terbaik yang dimenangkan oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) dimana sambutannya diwakilkan oleh Aldo dan Ferrel selaku Ketua dan Wakil Ketua KMA. Nominasi selanjutnya ada Kesma Responsif yang jatuh kepada Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMD IESP). Nominasi ketiga adalah partnership keren yang jatuh kepada Management Student Association (MSA). Nominasi selanjutnya adalah kajian asik yang jatuh kepada Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMD IESP) yang diwakilkan oleh Pricella selaku Wakil Ketua HMD IESP. Nominasi terkahir ada Program Studi Of The Year (liga prestasi) yang jatuh kepada Ekonomi Islam.

Acara ditutup dengan tanggapan dari beberapa perwakilan mahasiswa mengenai acara Economic Awarding Night serta dibacakan pengumuman pemenang kuis. Acara berlangsung cukup seru yang melibatkan seluruh mahasiswa, ormawa, UKM dan civitas akademika FEB UNDIP.

Komunitas Lomba #2: Think Different, Lead Innovation

Reporter: Rio Dwi

FEB Undip (26/11) – Telah berlangsung Komunitas Lomba #2 yang diselenggarakan secara online melalui platform Microsoft Teams oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bidang Riset dan Keilmuan (Riskel) pada 26 November 2020 yang dimulai pukul 15.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh tiga pembicara utama dengan tiga pilar bahasan, yaitu Endi Deswanto dengan pilar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Maal Naylah dengan pilar bahasan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), serta Amos Fischel dengan pilar bahasan Debat. Acara ini merupakan sharing session untuk menjadikan mahasiswa FEB lebih produktif dan berprestasi untuk mengharumkan nama fakultas dan universitas.

Acara diawali dengan pembukaan oleh ketua panitia acara Komunitas Lomba #2, Daffa Dhiyaulhaqq Mufid, lalu dilanjutkan oleh Even Benanda, selaku Ketua BEM FEB Undip 2020. Keberlangsungan acara dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan pilar yang dipilih oleh peserta dan dilakukan dalam waktu bersamaan di masing-masing channel. Salah satu pilar bahasan yang kami sorot adalah pilar LKTI. Pilar LKTI sendiri dimoderatori oleh Yohanes Ady Prabowo. Diskusi dibuka dengan pemaparan Endi mengenai empat tipe mahasiswa, yaitu organisatoris, sosialis, akademis, dan prestatif.

Dalam diskusi ini juga turut dibahas mengenai benefit mahasiswa jika menulis karya ilmiah dan mengikuti lomba. Menurutnya, dengan sering menulis karya tulis ilmiah, mahasiswa akan semakin terasah dalam berpikir dan memudahkan saat skripsi di semester akhir. Sementara itu, dengan mengikuti banyak lomba dapat menambah isi curriculum vitae, penghasilan tambahan, dan mengasah kemampuan mahasiswa, baik dalam public speaking, problem solving, maupun skill lain.

Endi menjelaskan langkah pertama untuk menulis karya ilmiah adalah menemukan ide kreatif. Ide-ide ini dapat didapat dengan beberapa teknik yaitu brainstorming, grup fokus, riset pustaka dan internet. Selain itu ada pertimbangan dalam menetapkan ide yaitu apakah ide tersebut menarik, spesifik, bermanfaat, dan memberikan inovasi. Pada kesempatan ini juga, Endi memberikan sedikit tips untuk lolos dalam lomba karya ilmiah yaitu menetapkan tujuan dalam menulis karya ilmiah, banyak membaca esai dan karya ilmiah, menentukan deadline, membuat kerangka tulisan, menulis karya ilmiah tersebut dengan sungguh-sungguh, dan terakhir adalah berdoa.

Acara berlangsung dengan luar biasa karena di akhir diskusi ada tantangan dari Endi untuk peserta berupa ajakan melakukan brainstorming dan adanya interaksi aktif antara pembicara dan peserta acara. Acara ditutup pada pukul 17.00 WIB.

EYE Talk: Merintis Bisnis Sejak Mahasiswa

Reporter: Aji dan Annisa Pratiwi

FEB Undip (21/11) – Telah berlangsung EYE Talk yang diselenggarakan secara online melalui platform Google Meet oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) bidang Ekonomi dan Bisnis (Ekobis) pada tanggal 21 November 2020 yang dimulai pukul 13.00 WIB. EYE Talk sendiri merupakan salah satu rangkaian acara dari Economic Young Entrepreneur (EYE). EYE Talk kali ini mengambil tema “Merintis Bisnis Sejak Mahasiswa”.

Acara ini dihadiri oleh dua pembicara utama yaitu Wirausahawan Terbaik FEB 2020, Agnes Charisika Waluya, selaku pemilik Morifa Handsanitizer, dan Rafi Athallah, selaku CEO dan Founder HABL. Acara ini merupakan sharing session untuk merintis bisnis sejak mahasiswa antar wirausahawan muda FEB lainnya, dengan total delapan wirausahawan. Wirausahawan muda FEB lainnya antara lain ada Miftah Hanny Safira pemilik Vendorku, Yusuf Rausyan Fikri pemilik Tuman Bandeng, Farrel Oktariansyah pemilik Jubepartmaxi, Ahsan Pradipta pemilik Koffielur, Nizami Arifin pemilik Ube Group, dan Sulthan Rafi pemilik Laberhead.

Acara ini diawali dengan pembukaan oleh Wakil Ketua BEM FEB Undip 2020, Rifqi Syauqi, lalu dilanjutkan oleh Yasmin Arifah, selaku ketua Divisi Wirausaha Muda Ekobis BEM FEB Undip 2020, dan Muhammad Ginga N. sebagai ketua panitia EYE 2020. Keberlangsungan acara dimoderatori langsung oleh ketua panitia EYE 2020, yaitu Muhammad Ginga. Diskusi dibuka dengan pertanyaan terkait mempertahankan bisnis di era pandemi saat ini. Pembicara pertama oleh pembicara Agnes Charisika Waluya, yang telah memulai usaha sejak tahun 2019. Agnes menekankan agar bisnis tidak gagal, harus memiliki kerjasama dan komunikasi tim yang baik. Selanjutnya oleh Rafi Athallah, yang telah memulai bisnis sejak SMA, merintis bisnis yang bergerak di bidang entertainment dan media.

Dalam pemaparan diskusi terdapat beberapa hal yang penting untuk dijalankan seperti mengedepankan aspek sosial atau bisnis pada bidang sosial guna memberdayakan elemen yang ada di dalamnya, perhatian serta mempertahankan standar servis kepada pelanggan, pentingnya suatu marketing serta membuat diskusi untuk mengembangkan soft skill yang didapat dari relasi dan lain sebagainya.

Dalam diskusi ini juga turut dibahas mengenai pentingnya pola pikir atau mindset yang disampaikan oleh Rafi. Menurutnya, seorang entrepreneur tidak harus begitu mengejar profit dari bisnisnya, namun juga sociopreneur yakni dengan maksud lain seperti memberikan dampak kepada lingkungan sekitar, selanjutnya diimbangi pula dengan ilmu akademik, karena ilmu yang didapat dari kelas dapat dipakai guna skala prioritas.

Acara ini berlangsung dengan berbagai topik diskusi, antara lain “Bisnis itu harus gagal dulu”, “Dalam bisnis itu, pelanggan adalah raja”, dan “Dalam bisnis, alokasi budget itu paling banyak di marketing”. Topik-topik ini didiskusikan baik oleh kedua pembicara utama, maupun narasumber wirausahawan lainnya. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab antar peserta acara dengan narasumber.

Webinar Green Campus: Undip Green Campus? Sekadar Julukan Nama atau Benar Sudah Diterapkan?

Reporter: Khaira dan Diah

Undip (21/11) – Telah dilaksanakan Webinar Green Campus yang diselenggarakan secara online melalui platform Microsoft Teams oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip). Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro, Ambariyanto, selaku pembicara dan dimoderatori oleh Ahli Sosmas BEM Undip, Ariiq Daffa. Acara ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Undip sebagai green campus, mengingat sebelumnya, pada tahun 2018, Undip menduduki peringkat ketiga kampus terhijau se-Indonesia versi UI Green Metric dengan total skor 7025. Adanya Webinar Green Campus dapat memfasilitasi mahasiswa untuk lebih peka dengan keadaan lingkungan kampus.

Webinar ini dimulai dengan pemberian sambutan dari ketua pelaksana, Puspita Nurfitria, diikuti dengan sambutan dari Koor. Bidang Pergerakan dan Relasi Publik BEM Undip serta sambutan dari Ketua BEM Undip. Sambutan demi sambutan terlaksana, dilanjut ke acara inti yang dipaparkan oleh Ambariyanto.

Dalam pemaparannya, Ambariyanto menjelaskan tentang definisi sustainable campus sebagai introduction karena tidak seperti definisi green campus yang lebih membahas mengenai lingkungan, sustainable campus membahas secara holistik. Definisi sustainable campus sendiri lebih menekankan kepada sustainability, yaitu bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada agar dapat sustain.

Sustainable campus dalam pelaksanaannya dipengaruhi oleh internal approach, external approach, dan academic approach. Internal approach terdiri dari campus and campus’s family atau dengan kata lain civitas akademika kampus. External approach terdiri atas komunitas di sekitar kampus seperti alumni dan masyarakat sekitar. Sedangkan academic approach dapat dideskripsikan melalui kompetisi dan nilai-nilai yang dianut dalam kampus.

Sebagai respon terhadap Sustainable Development Goals, Undip mendirikan Sustainable Development Goals Center yang bertugas dalam mengoordinir program dan kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan dan pengembangan SDG di Undip.

Secara umum, terdapat lima hal yang dibahas ketika membicarakan mengenai green campus, yaitu pemanfaatan energi, pemanfaatan air, transportasi, pengelolaan sampah, dan upaya dalam menjaga biodiversitas di kampus. Sedangkan untuk green metrics, terdapat enam hal yang dilihat, yaitu infrastruktur, pemanfaatan air, pengelolaan sampah, transportasi, perubahan iklim, dan pendidikan.

Dalam upaya pengelolaan sampah, Undip mulai menyediakan waste bin facilities. Selain itu, Undip juga berupaya dalam melakukan pengurangan sampah dengan melakukan penyebaran undangan melalui sosial media alih-alih dalam bentuk hardcopy dan mendorong untuk menggunakan double side dalam pencetakan tesis. Ambariyanto selanjutnya menjelaskan tentang pemanfaatan air yang ada di lingkungan Undip. Dalam pemanfaatan air ini sudah didukung dengan adanya waduk Undip dan beberapa fakultas yang memiliki embung seperti pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Biopori juga merupakan salah satu pemanfaatan air yang dilakukan oleh Undip, “Diusahakan para dekan setiap fakultas untuk mengembangkan biopori,” ujar Ambariyanto.

Materi selanjutnya pembahasan tentang infrastructure dan energy and climate change. Dalam pelaksanaan infrastruktur yang tersedia di Undip yaitu adanya green building dan smart building, penerapannya masih terbatas di beberapa fakultas saja seperti Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi dan Sekolah Vokasi.

Pemaparan materi demi materi telah selesai, selanjutnya dilanjut dengan sesi tanya jawab yang mana peserta sangat antusias dalam memberi pertanyaan. Setelah tanya jawab selesai, acara ditutup sekitar pukul 17.00 WIB dengan peserta yang tercatat pada platform Ms. Teams 60 peserta.

Accofest 2020: Harmony in Art

Oleh: Erva dan Seli

FEB (15/11) – Diselenggarakan secara daring via Zoom, telah berlangsung acara Accounting Festival (Accofest) 2020 oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) Universitas Diponegoro. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun KMA yang jatuh pada tanggal 10 Oktober. Di perayaan ulang tahunnya yang ke-37 tahun ini, KMA mengusung tema “Harmony in Art” yang bermakna konsep seni terdiri dari berbagai macam aliran dan ragam dan jika digabungkan akan menciptakan sesuatu yang luar biasa sama seperti AKUNDIP yang terdiri dari berbagai latar belakang dan karakter masing-masing individu. Untuk memeriahkan acara, Accofest memiliki jargon “Create Amazing, Become Family Longlasting”.

Accofest merupakan event tahunan yang telah berlangsung sejak lima tahun lalu. Acara ini ditujukan untuk Akundip, yaitu sebutan untuk mahasiswa program studi Akuntansi, tepatnya untuk empat angkatan aktif terakhir. Sebelum main event berlangsung, telah diadakan pre-event berupa artwork competition yang dilakukan secara daring pula.

Acara ini meskipun dilakukan secara daring tidak mengurangi tingkat kemeriahannya. Open gate Accofest pada pukul 15.30 WIB dan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Accofest dibuka dengan sambutan dari ketua Accofest 2020, dilanjutkan sambutan dari ketua KMA, dan sambutan terakhir dari perwakilan Departemen Akuntansi.

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan  dari Brenda Reanita yang merupakan pemenang  Lalala Competition. Kemeriahan dan antusiasime para peserta meningkat saat sesi CCA yaitu Cerdas Cermat Akuntansi. Berbagai angkatan berebut untuk menjawab kuis yang diajukan. Selain itu adapula penampilan setiap angkatan, penyambutan mahasiswa baru (maba) angkatan 2020, pengumuman awardee, dan yang terakhir yaitu penampilan dari guest star.

Beberapa hal yang berbeda dalam Accofest 2020 diantaranya adalah mahakarya, video klip Jingle Accofest, dan CCA. Mahakarya adalah sesuatu yang berasal dari Akundip dan dipersembahkan untuk Akundip juga. Kemudian, video klip Jingle Accofest dibuat untuk mengembangkan Jingle Accofest yang sebelumnya hanya berupa lagu saja. Untuk CCA, tujuannya adalah agar semua angkatan dapat berinteraksi di Accofest meskipun hanya daring dan juga mengingatkan tentang budaya dari Departemen Akuntansi yang menjujung kekeluargaannya. “Nah, untuk mahakarya dan video clip itu kita juga tujuannya biar temen temen angkatan dan juga alumni bisa mengenang masa-masa di mana mereka bisa offline gitu. Jadi, ngobrol bareng, nongkrong bareng, kegiatan offline-nya yang jelas,” ucap Adji Prakosa selaku ketua Accofest 2020. Selain itu, ada pula penyambutan maba 2020 yang berisikan sebuah video singkat yang memuat ucapan selamat datang dan terima kasih dari angkatan 2019, 2018, 2017. Video ini juga sebagai penanda bergabungnya angkatan 2020 menjadi keluarga Akundip.

Accofest 2020 diadakan secara daring karena dampak dari pandemi Covid-19. Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk tidak diselenggarakannya acara tahunan ini. Selain itu, meskipun dilakukan secara daring, tetapi tidak mengurangi kemeriahan dari acara. Seluruh angkatan sangat antusias dalam mengikuti acara ini walau secara daring. “Semoga Accofest 2020 yang baru saja berjalan bisa mengobati rasa rindu teman-teman semua angkatan terhadap kuliah online dan semoga KMA makin mengangkasa dan selalu satu keluarga,” kata Adji.

IMOT 2020: Mempersiapkan Generasi Dambaan dan Manfaat Mengikuti Mentoring

Reporter: Dwi Novi

Minggu (15/11/2020) – Telah berlangsung acara Islamic Motivation Training (IMOT) 2020 yang diselenggarakan oleh UKM-F Mizan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip). IMOT merupakan acara kaderisasi kerohanian yang digelar oleh Mizan FEB Undip. Acara ini berlangsung pada pukul 10.00 WIB-16.25 WIB melalui platform Ms. Teams dan Youtube Live Streaming. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun dan wajib diikuti oleh mahasiswa baru (maba) muslim dan muslimah FEB Undip. Tahun ini IMOT mengangkat tema “Get the Bright Future with Mentoring”.

Acara diawali dengan pembukaan, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Muhammad Fakhri Fadhillah. Selanjutnya pada saat sesi sambutan, Muhammad Taqi Farisi selaku perwakilan Badan Pengelola Mentoring Agama Islam (BPMAI) Mizan FEB Undip mengatakan bahwa mentoring merupakan salah satu upaya dalam membina mahasiswa agar kelak setelah lulus nanti bisa menjadi mahasiswa yang unggul sesuai dengan visi dan misi yang diharapkan oleh Universitas Diponegoro.

Pada acara ini juga dilakukan pembacaan Ikrar Toleransi dari delegasi UKM Kerohanian FEB Undip diantaranya Mizan FEB Undip, Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) FEB Undip, Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik (PRMK) FEB Undip, Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMBD) Undip dan Keluarga Mahasiswa Hindu (KMHD) Undip serta Universitas Indonesia.

Sesi pertama dimulai pada pukul 12.30 WIB dengan pembicara Ustadz Nur Fauzan Ahmad, S.S.,M.A yang menyampaikan materi mengenai bagaimana mempersiapkan generasi dambaan. Menurutnya generasi saat ini atau yang biasa disebut dengan istilah generasi milenial (Gen Y) memiliki ciri-ciri seperti lahir diatas 1980-an hingga 2000-an ditandai dengan kemampuannya memanfaatkan teknologi, memiliki kepedulian sosial yang rendah, tidak bisa jauh dari gadget, tidak adanya rasa persaingan antar individu dan lebih mudah menerima perubahan.

Ia menuturkan bahwa generasi sekarang perlu meningkatkan kesejahteraan diri yaitu dengan memiliki sikap professional, mandiri serta membekali diri dengan keimanan. Sikap profesional bisa dicapai dengan bersusah payah, rajin dan menggunakan mata untuk melihat, membaca, memperhatikan, dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta menggunakan lidah dan bibir untuk berkomunikasi, berorganisasi dan berdiskusi.

Kemudian sikap yang mandiri merupakan sikap yang tidak bergantung ataupun menggantungkan diri. Kemandirian ini dapat dicapai ketika seseorang itu memiliki sikap professional sehingga tidak mudah menggantungkan diri kepada orang lain. Selain kedua sikap d iatas, hal tak kalah penting yaitu membekali diri dengan keimanan agar tidak hanya mencapai kesuksesan di dunia namun juga di akhirat.

Terakhir, ia juga menyampaikan bahwa generasi muda sekarang harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif karena kelak apa yang dilakukan saat ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Sesi pertama diakhiri dengan tanya jawab dan games.

Sesi kedua diisi oleh Ustadz H. Muhammad Shoffar Mawardi yang menyampaikan materi mengenai mulia sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Pada awal penyampaian materi beliau mengatakan bahwa kita manusia ditakdirkan oleh Allah SWT lahir dengan kemualian, yang pertama yaitu kemulian sebagai anak Adam dengan diberikan ilmu lebih dari makhluk lainnya dan yang kedua kita diberikan kemampuan untuk berbicara sehingga dalam hal ini kita semua terlebih lagi mahasiswa selain harus berilmu juga harus bisa menyampaikan ilmu tersebut karena ilmu dan kata adalah bagian dari kemuliaan kita sebagai manusia selain sucinya jasad kita meski sudah meninggal.

Kemudian, kita sebagai manusia juga dimuliakan oleh Allah SWT yaitu sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW. Sebagai umatnya Nabi Muhammad, kita diberikan kemuliaan misalnya dalam surah Ali Imron : 110 “Kamu semua adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, memerintah kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar dan beriman kepada Allah.”

Dalam Tafsir Ibnu Abbas – Q.S.3. Ali Imron : 110 artinya bahwa umatnya Nabi Muhammad SAW adalah yang umat terbaik dalam arti manusia yang terbaik. Ketika manusia-manusia yang terbaik dihimpun, maka tetap yang terbaik adalah umatnya Nabi Muhammad SAW. Kalau kita ingin menjaga kemuliaan sebagai umat Nabi Muhammad maka kita harus meningkatkan kesanggupan dalam ber-amar ma’ruf & nahyi munkar. Kemuliaan yang seperti ini adalah buah dari pembinaan, sehingga kalau manusia tidak mendapatkan pembinaan maka tidak bisa menjaga kemuliaan ini.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa Allah SWT mempunyai sunnatullah atau memberlakukan sunnatullah yaitu bahwa Allah menjamin pertumbuhan jasad manusia namun tidak menjamin pertumbuhan rohani manusia. Pertumbuhan rohani manusia sesuai dengan usaha dan pembinaannya (mentoring).

Mahasiswa merupakan orang yang mulia bila rohnya terbimbing dan ikut aktif dalam kegiatan mentoring. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa terdapat beberapa manfaat dalam mengikuti kegiatan mentoring yaitu supaya dipertemukan dengan teman-teman terbaik, agar menjadi anak muda yang membuat Allah takjub, dapat mengangkat derajat orang tua dan keluarga di surga dan yang terakhir mahasiswa yang aktif dalam kegiatan mentoring islam insyaallah akan menjadi calon ahli surga. Sesi tanya jawab baru dilaksanakan usai jeda sholat ashar.

Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi pelantikan pementor baru FEB Undip 2021 yang dipimpin oleh Ahmad Zein Abdurrahman selaku perwakilan dari BPMAI Undip dan ditutup dengan doa.

Kuliah Umum: Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme di Kalangan Mahasiswa Undip

Reporter: Amadea

Undip (10/11) – Melalui platform Zoom, telah dilaksanakan kuliah umum dengan tema Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme di Kalangan Mahasiswa Universitas Diponegoro. Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (Undip) dalam rangka mencegah masuknya paham radikalisme di lingkungan Undip. Selain itu, kuliah ini ditujukan sebagai edukasi guna membentuk kesadaran kebangsaan dan kesadaran anti radikalisme. Kuliah umum yang dimoderatori oleh Fahmi Arifan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Joko Triharmanto dan Renni Yuniati.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip. Selanjutnya, acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama. Dalam sambutannya, Yos menyampaikan bahwa radikalisme jelas jauh dari bhinneka tunggal ika. Radikalisme hanya membuat sesuatu menjadi tercerai berai. “Mari kita berjuang bersama-sama. Berjuang untuk tetap dalam NKRI. Oleh karena itu, mari kita tentang segala bentuk radikalisme! Siapapun yang melakukannya, siapapun yang menjalankannya, siapapun yang memerintahkannya, mari kita lawan segala bentuk radikalisme dalam bentuk apapun,” pesan Yos kepada seluruh peserta kuliah umum.

Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Setelah dibuka secara resmi oleh Rektor Undip, kuliah umum dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Joko Triharmanto. Materi yang disampaikan berjudul “Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi”. Di awal pemaparan materi, Joko menceritakan bahwa dahulu ia sempat bergabung ke dalam kelompok terorisme. Terjerumusnya Joko ke dalam kelompok tersebut dikarenakan ia diberi doktrin oleh kakak kelasnya. Joko kemudian bercerita mengenai keterlibatannya dalam aksi terorisme Bom Bali 1. Setelah aksi teror tersebut, Joko sempat melakukan pelarian selama 2 tahun sebelum akhirnya ditangkap dan dipenjara selama 6 tahun.

Setelah menceritakan mengenai kehidupan lamanya, Joko lalu menjelaskan bagaimana ia kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Selepas keluar dari penjara, Joko bekerja di sebuah rumah makan dan merintis bisnis mulai dari komputer, konveksi, hingga kuliner. Joko saat ini juga menjadi ketua dari Yayasan Gema Salam, yaitu yayasan yang menjadi wadah bagi mantan narapidana terorisme dalam melakukan kegiatan positif yang mendukung NKRI. Joko menjelaskan mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan yayasan tersebut, visi, hingga misi yang melandasi berdirinya yayasan tersebut. Salah satu misi dari yayasan tersebut yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya ekstrimisme dan radikalisme.

Protokol Anti Radikalisme di Musim Pandemi

Materi kedua dibawakan oleh Renni Yuniati yang merupakan pengajar Fakultas Kedokteran Undip. Materi yang dibawakan berjudul “Protokol Anti Radikalisme di Musim Pandemi”. Di awal pemaparan materi, Renni menjelaskan bahwa radikalisme merupakan sikap yang mendambakan perubahan total dan bersifat revolusioner, dengan menjungkir balikkan nilai-nilai secara drastis melalui kekerasan dan tindakan ekstrim. “Beberapa ciri radikalisme adalah intoleran, fanatik, eksklusif, dalam arti tadi untuk mengancam negara ini,” jelas Renni. Selanjutnya, Renni juga menjelaskan mengenai terorisme dan ekstrimisme.

Terkait pencegahan radikalisme, Renni menjelaskan lima poin yang dapat digunakan, antara lain bhinneka tunggal ika, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan satu tekad melawan radikalisme dan intoleransi. Dijelaskan pula mengenai deradikalisasi sebagai upaya mencegah radikalisme. “Apa deradikalisasi itu? Menetralkan pemikiran-pemikiran bagi mereka yang sudah terpapar dengan radikalisme,” jelas Renni.

Dalam pemaparan materinya, Renni menyampaikan perlunya mengetahui Pancasila lebih dalam dan fokus dengan bidang keilmuan agar tidak terseret radikalisme. Mahasiswa juga diimbau untuk pandai bergaul dan bekerja sama dengan teman di sekitar agar tidak mudah terpapar oleh radikalisme. Tidak hanya menjelaskan mengenai radikalisme dan cara mencegahnya, Renni juga menjelaskan materi mengenai protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi.

Setelah kedua pembicara memaparkan materi, kuliah umum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Peserta kuliah umum terlihat aktif bertanya kepada dua pembicara. Kuliah umum kemudian ditutup dengan pembacaan kesimpulan oleh moderator dan sesi foto bersama.

Mengenal Langkah Membangun Bisnis melalui Webinar Nasional YEP

Oleh: Fitri Widyaningrum

Minggu (08/11/2020) – Telah dilaksanakan Webinar Nasional Young Enterpreneur Project (YEP) oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada pukul 13.00 WIB melalui platform Zoom. Webinar kali ini mengusung tema “Set Your Mind be Creative, Collaborative, and Create Your Own Business”. Sejalan dengan tema, webinar yang diselenggarakan HIPMI tersebut memiliki tujuan mengajak dan membangkitkan kembali semangat para generasi millenial untuk terjun langsung ke ranah dunia bisnis. Selain itu, acara ini juga menghadirkan dua pembicara yang cukup menarik yakni Indrayana Girindra Putra selaku founder Monolouge Caffe, KARSA Consultant, Kala Creative Agency dan Wulan Rudy Prasetyo S.E sebagai owner dariRudy Farm, PT Sinar Pahala Utama RPA Pabrik Ayam Frozen, sekaligus sebagai Bendahara HIPMI.

Webinar dibuka oleh Muhammad Khairunna’im selaku moderator, dengan membacakan beberapa peraturan bagi partisipan selama mengikuti acara. Beberapa peraturan tersebut diantaranya terkait absensi, ketentuan pakaian bagi peserta yang mengaktifkan video, mekanisme pengajuan pertanyaan saat sesi tanya jawab, larangan untuk spam chat serta tidak diperkenankan mengirimkan pesan yang berbau SARA dan diluar topik webinar. Selanjutnya, peserta diberikan waktu beberapa menit untuk absensi terlebih dahulu sebagai salah satu persyaratan guna mendapatkan e-sertifikat. Kemudian masuk ke sesi inti yaitu pemaparan materi yang akan disampaikan oleh kedua pembicara yang telah hadir.

Tujuh Langkah Membangun Bisnis

Setiap orang memiliki alasan berbeda dalam menjalanankan setiap bisnis yang mereka lakukan. Ada orang yang berbisnis karena keperluan, sebuah tren, belajar, dan lain sebagainya. Namun, apapun alasannya tidak ada alasan terbaik, terburuk, salah, ataupun paling benar sebagaimana harus diikuti seseorang sebelum menjalakan sebuah bisnis. Girindra sendiri mengungkapkan bahwa ia memposisikan bisnis untuk belajar, belajar menghargai orang lain, manajemen waktu, menentukan prioritas bahkan dituntut untuk belajar keuangan, operasional, diplomasi, dan sebagainya. Selanjutnya, Girindra menjelaskan bagaimana perbedaan antara dagang dan bisnis, yang mungkin selama ini sebagian orang masih menganggap sama padahal sebenarnya kedua kegiatan itu sangat berbeda. Kemudian, yang tidak kalah penting dalam membangun bisnis ialah perlunya memperhatikan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk memulai bisnis.

Terdapat tujuh langkah membangun bisnis yang telah Girindra paparkan, diantaranya adalah start with “why”, find your team, research & knowledge, plan your idea, capital, drive your business, evaluate. Pada pembahasan ini, Girindra menekankan mengapa evaluasi itu penting. “Ada pepatah yang mengatakan jangan menganggap emas karena orang itu lebih tinggi, jangan menganggap kotoran ketika orang itu lebih rendah. Artinya apa? Artinya ketika temen-temen lagi ngobrol sama orang yang bisnisnya gede dia bilang A, belum pasti itu bener,” ujarnya. Terakhir, Girindra pun memberikan beberapa kunci sukses dan penjelasan seberapa pentingnya kita memiliki pola pikir yang baik ketika ingin, hendak, bahkan sedang menjalankan sebuah bisnis.

Peliknya Merintis Bisnis dari Nol

Berbeda dengan topik pembahasan yang disampaikan oleh pembicara pertama mengenai teori dalam berbisnis, Rudy sebagai pembicara kedua lebih banyak menyampaikan perihal pengalaman ia berbisnis selama ini. Dimulai semenjak ia duduk di Sekolah Dasar (SD), dulu ia memiliki cita-cita ingin memiliki truk besar sampai akhirnya saat ini ia memiliki perusahaan dan keinginannya dapat terwujud. Kemudian pengalaman ia menjual permen di sekolah. Rudy mengakui bahwa rintangan pasti ada, ketika masih SD yang pada saat itu teman-temannya masih belum paham apa itu namanya untung ataupun laba hasil berjualan. Mereka menganggap bahwa Rudy telah berbuat curang karena menaikan harga bahkan dituduh mencuri karena mereka tau setelah Rudy berjualan pasti akan mendapatkan keuntungan berupa uang. Setelah itu, ia menceritakan secara singkat perjalanannya merintis beberapa bisnis yang sedang digeluti sekarang ini. Ada satu pesan dari seseorang yang selalu Rudy ingat. “Petuahnya ini sangat unik dan buat saya selalu teringat, waktu itu beliau bilang ke saya. Rud, kalau kamu besok besar dapat uang sepuluh ribu, berapa uang yang kamu buat jajan? Anak kecil kelas dua SD diomongin kayak gitu, terus saya tanya balik. Lha mbah baiknya berapa? Cukup dua ribu saja buat jajannya. Lha terus sisanya buat apa kok pelit-pelit amat? Yang delapan ribu untuk modal kerja berikutnya,” ungkapnya. Menurut Rudy kata-kata itu sangat luar biasa dan dijadikan pedoman saat ia berbisnis.

Di penghujung acara terdapat sesi tanya jawab yang dipimpin oleh moderator. Antusiasme begitu terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya. Mulai dari meminta saran atau solusi terkait kendala yang sedang mereka hadapi ketika menjalankan bisnis, bertanya seputar bisnis yang sedang tren saat ini, dan lain-lain. Bahkan karena keterbatasan waktu, masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab.

Kajian Kampung Hati Spesial “Pemuda Tangguh Tetap Kuat Walau Pandemi Menyerang”

Oleh: Diah dan Sulis

Rabu (28/10/2020) – Telah dilaksanakan webinar Mizan Activity 2020 Kajian Kampung Hati Spesial yang diselenggarakan oleh organisasi Mizan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada pukul 12.30 WIB melalui platform Zoom. Kajian online ini mengangkat tema “Pemuda Tangguh tetap Kuat Walau Pandemi Menyerang”. Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan yaitu Warsito Kawedar dan juga Ahmad Syakir Kurnia selaku pembina Mizan FEB Undip. Peserta yang hadir dalam platform Zoom ini tercatat 103 partisipan yang berasal dari berbagai daerah dan juga berasal dari luar Universitas Diponegoro salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam sambutan ketua Mizan FEB Undip, diharapkan para peserta kajian online ini dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat.

Acara ini dimulai dan dipandu oleh pembawa acara yaitu Sulhan Efendi dengan rangkaian yang pertama menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan tilawah oleh saudara Fakhri. Setelah itu, sambutan dari ketua panitia yaitu Disa I Tjokrowardjoyo, kemudian dilanjut oleh ketua Mizan yaitu Firdaus Azhardi. Tak lupa sambutan dari Ahmad Syakir Kurnia selaku pembina Mizan dan Warsito Kawedar selaku wakil dekan FEB juga membuka webinar kajian online ini. Setelah sambutan demi sambutan berlalu, beralih ke acara inti dengan pembicara Ustad Adi Darmawan yang merupakan dosen di Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika serta dimoderatori oleh Yana sopiana Nurfarizat, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika.

Dalam acara inti, ustad Adi Darmawan menjelaskan pemuda yang beriman. Ustad Adi juga menjelaskan sifat yang terdapat pada pemuda yaitu dinamis, kuat dan idealis. Penjelasan tentang pemuda tersebut didasari pada surah Al Kahfi yang sering disebut ashabul kahfi. Ashabul kahfi ini adalah 7 pemuda beriman yang melarikan diri demi menjaga keimanannya kemudian tertidur di dalam goa selama 309 tahun. Pemuda yang memiliki motivasi akhirat dapat dikategorikan sebagai pemuda yang beriman. Motivasi akhirat itu adalah mementingkan akhirat daripada duniawi. “Sesungguhnya akhirat itu lebih kekal dan lebih abadi, ” kata Ustad Adi Darmawan. Ustad Adi juga menjelaskan surah an Nur yang mana yang beriman akan diberi petunjuk akan kebenaran.

Iman tergantung pada keteguhan masing-masing manusia. Diibaratkan, kita manusia seperti gelas yang terisi air. Ada gelas yang terisi hanya satu atau dua tetes, ada yang terisi air seperempat gelas, ada yang terisi air setengah gelas dan juga ada yang terisi air penuh satu gelas. Dari perumpamaan tersebut, iman terdapat pada setiap manusia hanya saja berbeda volume antara manusia satu dengan yang lain. Di akhir penjelasannya, beliau berpesan untuk memanfaatkan usia muda ini dengan amalan-amalan yang baik dan berkontribusi yang baik untuk negeri ini.

Sebelum acara berakhir, terdapat sesi tanya jawab yang mana peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Ustad Adi Darmawan. Rangkaian acara demi acara telah selesai, kemudian pembawa acara menutup acara tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.