Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Tiga, Alma Musa Rasyidi

Reporter: Diah

Alma Musa Rasyidi, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Tiga

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Latar belakang saya mencalonkan menjadi ketua himpunan karena saya ingin mewujudkan mimpi saya bersama Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro agar dapat mengatasi keresahan dan juga dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi yang saya usung adalah semangat HMEI FEB Undip 2021 sebagai ruang karya dan pelayanan yang bersinergi, dan berakhlaqul karimah untuk kejayaan ekonomi Islam. Untuk misinya, yang pertama yaitu menciptakan internal HMEI yang bersahabat dan kompeten dengan menjunjung tinggi nilai islam. Yang kedua yaitu mengharmoniskan hubungan antara mahasiswa, alumni dan seluruh lembaga kemahasiswaan FEB Undip. Yang ketiga yaitu menjadikan HMEI sebagai sarana edukasi, advokasi, dan penjaring aspirasi mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip. Kemudian yang terakhir yaitu memberikan ruang berkarya untuk pengembangan potensi mahasiswa Ekonomi Islam baik akademik maupun non akademik.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Strategi yang dilakukan tentunya membawa visi dan misi sesuai dengan kebutuhan dan keresahan mahasiswa Ekonomi Islam seluruh lini gitu, sehingga secara tidak langsung sudah sesuai dengan keinginan mahasiswa Ekonomi Islam itu sendiri. Selain itu, saya telah melakukan kampanye The Founder dengan mempresentasikan Grand Desaign Organisation (GDO) yang saya buat di depan seluruh mahasiswa Ekonomi Islam melalui platform MS Teams. Selain itu juga, saya melakukan kampanye tertulis melalui platform Instagram dan official account Line tentunya dengan konten yang menarik.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Saya akan membawa iklim yang flexible dalam Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI). Saya akan memadukan sifat kekeluargaan dan juga profesionalitas, yang nantinya di harapkan pengurus HMEI 2021 akan memiliki jiwa profesionalitas ketika sedang melaksanakan suatu program kerja. Lalu di luar itu nanti diharapkan juga pengurus HMEI dapat menjadi rumah kedua bagi para pengurusnya. Selain itu, saya juga memiliki nilai-nilai yaitu akhlaqul karimah, tanggap, aktif, dan juga sinergis.

Dalam skema proker juga terdapat pembaharuan seperti ICEPRO yang jika saya terpilih menjadi Kahim (Ketua Himpunan) akan diinovasikan dengan acara berupa lomba. Selain itu, juga terdapat proker baru yang inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Ekonomi Islam seperti ada Self Improvement Leadership atau SLIP itu simple-nya pelatihan kepemimpinan di atas pra dasar jadi setara dengan EFL terus juga ada Teman Cerita. Teman Cerita ini nantinya berisi seminar tentang cara mengatasi stress gitu di tengah pandemi, kayak coping stress gitu. Terus juga ada Bincang Lima Menit (BiLiMit) tentang podcast berbagi pengalaman dengan seseorang yang telah melakukan usaha bisnis dari mahasiswa Ekonomi Islam dan juga untuk mahasiswa Ekonomi Islam tentunya. Lalu ada SCAD (Syarih Carrier Alumnie Discussion), jadi konsepnya seminar dari alumni Ekonomi Islam, isinya bagaimana sih dunia kerja untuk ke depanya gitu. Jadi, mahasiswa Ekonomi Islam dapat bercermin dari para alumni. Selain itu juga ada Ekis Turnamen karena pandemi kayak gini dan e-sport juga lagi berkembang begitu pesat sudah sepatutnya diberi fasilitas untuk berkembang bagi mereka yang memiliki potensi di bidangnya seperti itu.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Berbicara keunggulan dibanding dengan calon lain, keunggulan yang saya miliki adalah management yang baik dengan sifat saya yang terstruktur membuat saya terbiasa dengan segala urusan yang tertata atau ter-manage dengan baik. Saya terbiasa membuat jadwal keseharian mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Lalu selain itu, juga pada kepengurusan tahun ini saya berada pada dua organisasi yaitu HMEI dan EECC. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa saya dapat me-manage waktu dengan baik.

Di EECC sendiri saya sering diamanahi untuk menjadi ketua pelaksana ataupun koordinator pada event yang diselenggarakan oleh EECC. Sedangkan di HMEI, saya lebih sering menjadi master of ceremony (MC) dalam suatu acara. Total pada satu tahun kepengurusan ini, saya telah diamanahi untuk menjadi MC dan juga moderator sebanyak sepuluh kali. Di samping kesibukan berorganisasi, saya juga mengikuti pelatihan dasar LKMMD di Fakultas Psikologi dengan kurun waktu kurang lebih tujuh bulan dan alhamdulillah-nya mendapatkan predikat atau penghargaan peserta terbaik ke empat di LKMMD Fakultas Psikologi.

Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?

Selain karena visi, misi dan pengalaman, mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih saya karena saya memiliki sifat yang humble, friendly, respectful, dan pendengar yang baik. Tetapi, yang terpenting dari itu semua Saya membawa hati yang tulus untuk kepentingan Ekonomi Islam.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapannya semoga dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan target-targetnya dan tidak ada terjadi hal yang tidak diinginkan dan dapat lebih baik kedepannya seperti itu.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Pesannya, “Pilihlah pemimpin yang memiliki kapabilitas, tanggung jawab, dan hati yang tulus untuk membawa kemajuan Ekonomi Islam menuju kejayaan.”

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua, Yusuf Rausyan Fikri

Reporter: Aditya Febriansyah

Yusuf Rausyan Fikri, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri sebagai ketua himpunan?

Layaknya seorang pewaris, kami staff muda pengurus HMEI mendapatkan amanah untuk terus melanjutkan estafet kebaikan ini, dimana kami staff muda akan menempati jabatan-jabatan strategis di HMEI ini.  Saya dipercaya oleh beberapa teman-teman saya, baik teman internal HMEI maupun eksternal, untuk memberanikan diri maju mencalonkan diri sebagai Calon Ketua HMEI 2021. Sehingga, dorongan dari orang-orang sekitar membuat saya yakin dan bersemangat untuk membawa HMEI 2021 yang lebih maju.

Apa visi dan misi yang anda miliki?        

Visi yaitu menjadikan HMEI sebagai lembaga yang interaktif kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Ekonomi Islam untuk berkolaborasi dalam menciptakan karya. Misi yaitu pertama, menjadikan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Kedua, membangun keharmonisan pengurus internal HMEI yang berlandaskan ukhuwah islamiyah dan bernafaskan profesionalisme. Ketiga, bersinergi dengan himpunan jurusan lain dan lembaga kemahasiswaan lain yang ada dalam lingkup FEB Undip. Keempat, menguatkan media aspirasi untuk melayani mahasiswa ekonomi islam secara solutif. Kelima, memfasilitasi pengembangan minat dan bakat maupun akademik mahasiswa ekonomi islam untuk bisa berprestasi di kancah universitas, nasional, maupun internasional.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara mahasiswa agar memilih Anda?

Menawarkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Ekonomi Islam mulai dari angkatan lama sampai angkatan 2020 bahkan dengan alumni. Untuk Ekis 2020, kita akan membuat program kerja Ekis bookstore untuk memudahkan mahasiswa dalam membeli buku mata kuliah, lalu ada LEAP sebagai sarana kaderisasi, dan pelatihan PKM. Untuk angkatan 2019, kami menawarkan program kelas Tahsin untuk memudahkan mahasiswa dalam hafalan. Untuk Ekis 2018, kami ada program kerja metodologi penulisan untuk menunjang persiapan skripsi. Kemudian untuk 2017, kami akan menawarkan program serap aspirasi. Dan untuk alumni, kami akan mengadakan awarding untuk alumni yang telah berjasa bagi Ekonomi Islam.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Inovasi yang akan di bawa ke depannya adalah mengevaluasi terlebih dahulu program kerja HMEI 2020 sehingga proker-proker yang ada dapat berjalan maksimal dengan menggunakan metode daring. Untuk proker inovasi, saya sedang merencanakan pelatihan e-sport, karena saya melihat bahwa e-sport sangat diminati dan banyak perlombaannya sehingga saya rasa perlu untuk mewadahi agar atlet-atlet e-sport Ekonomi Islam dapat meraih prestasi. Selanjutnya ada kelas tahsin yang akan berkolaborasi dengan Mizan. Kelas tahsin ini berfungsi untuk memudahkan mahasiswa Ekonomi Islam dalam mempersiapkan hafalan, sehingga hafalan tidak lagi menjadi masalah yang cukup besar.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain sehingga Anda layak untuk dipilih?

Saya termasuk pribadi yang humble sehingga dapat bergaul dengan berbagai indivdu yang memiliki tipikal yang berbeda-beda, mulai dari individu yang akademis, agamis, maupun anak-anak yang dianggap nakal. Saya pun orang yang bertanggung jawab terhadap suatu amanah sehingga akan saya kerjakan semaksimal mungkin. Saya pun individu yang aktif dan memiliki banyak relasi dengan teman satu fakultas maupun luar fakultas.

Dalam bidang kepemimpinan, saya memiliki pengalaman yang cukup banyak, diantaranya saya adalah ketua panitia dalam acara kaderisasi pra dasar atau LEAP, saya pun menjadi komting angkatan dalam acara LKMMD FPP 2020, yang mana saya memiliki tujuan untuk bisa mengakrabkan satu angkatan dan mengawal teman-teman agar dapat lulus bersama.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Semoga acara The Founder tahun ini dapat berjalan lancar tanpa ada kendala apapun yang terjadi, sehingga seluruh mahasiswa Ekonomi Islam dapat berpartisipasi secara aktif dalam pesta demokrasi kampus dan memilih pilihannya demi Ekonomi Islam yang lebih maju di sebaga bidang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai pemilik hak suara dalam suksesi himpunan kali ini?

Semoga temen-temen Ekonomi Islam sebagai pemilih pada acara The Founder nanti dapat memilih orang yang tepat sebagai ketua HMEI, yang dapat membuat HMEI lebih baik ke depannya. Jangan saling sentimen antar pendukung, tetap jaga keharmonisan Ekonomi Islam karena kita adalah keluarga dalam pertalian Islam. Oleh karena itu, tetaplah menjadi pemilih yang baik, sebab pemilih yang fathonah akan menghasilkan pemimpin yang amanah. Siapapun yang terpilih nanti, ayo kita sama-sama dukung demi kemajuan ekonomi Islam ke depannya nanti.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu, M. Rizky Ramadhan

Reporter: Fitri Widya

M. Rizky Ramadhan, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Di awal saya memang memiliki keinginan untuk menjadi seorang ketua himpunan karena melalui kesempatan inilah saya bisa melatih kemampuan kepemimpinan saya. Kemudian, di tengah-tengah saya sebagai staf HMEI, beberapa teman saya menyatakan dukungannya apabila saya mencalonkan diri Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI). Selain itu, juga ini sebagai bentuk pengabdian saya kepada jurusan. Karena alasan itulah yang melatarbelakangi saya mencalonkan diri menjadi ketua himpunan.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi yang saya usung ialah menjadikan HMEI 2021 sebagai organisasi yang aspresif yakni aspiratif, prestatif, dan informatif. Sedangkan terkait misi, pertama yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa Ekonomi Islam. Kedua, memfasilitasi pengembangan minat dan bakat mahasiswa Ekonomi Islam. Ketiga, melayani pemenuhan kebutuhan akademik maupun non akademik mahasiswa Ekonomi Islam. Selanjutnya, misi keempat adalah menjalin hubungan yang baik dengan seluruh ormawa di FEB Undip.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Cara saya menggaet suara dari mahasiswa ialah saya dan timses membuat kampanye kreatif baik berupa poster atau video. Kontennya kurang lebih seperti tentang diri saya, visi dan misi, ada juga proker inovasi yang akan saya bawa. Kita juga mengadakan Q&A yang tujuannya agar mahasiswa Ekonomi Islam yang belum atau kurang mengenal saya, harapannya bisa lebih kenal dan lebih mengetahui.

Apa pembaruan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Salah satunya melalui proker inovasi yang saya usulkan, seperti ada paid promote gratis, dimana HMEI akan membantu mahasiswa Ekonomi Islam yang memiliki bisnis dengan cara membantu mempromosikannya melalui media sosial yang dimiliki HMEI. Kemudian, ada kotak aspirasi merupakan wadah bagi teman-teman mahasiswa Ekonomi Islam yang ingin menyampaikan aspirasinya. Selanjutnya, akan menulis aspirasi tersebut melalui formulir yang disediakan oleh HMEI, kemudian disampaikan ke program studi dan ini bisa diisi secara berkala. Kemudian, ada juga asistensi. Ini merupakan sebuah kelas tambahan istilahnya, yang mana akan diadakan beberapa kali setiap bulannya, sehingga teman-teman Ekonomi Islam yang kesulitan dalam memahami mata kuliah tertentu bisa terbantu dengan adanya asistensi.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Di tahun 2020 saya diamanahi sebagai ketua pelaksana seminar nasional ICEPRO, yang mana seminar ICEPRO ini melibatkan panitia baik dari angkatan 2019 dan beberapa angkatan 2018. Hal ini mungkin menjadikan pengalaman tersendiri bagi saya untuk memahami karakter yang dimiliki oleh pengurus HMEI dari dua angkatan. Dan juga saya belajar bagaimana caranya menyusun atau merencanakan konsep acara seminar dengan skala nasional.

Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?

Karena beberapa proker inovasi yang saya bawakan tidak diusungkan oleh kadidat lain, misalnya ada asistensi, kelas bahasa arab, pelatihan SPSS, dan proker lain yang tidak diusung oleh kadidat lain. Yang mana hal tersebut juga menjadi kebutuhan bagi mahasiswa Ekonomi Islam saat ini.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan saya untuk suksesi tahun ini, semua mahasiswa Ekonomi Islam yang statusnya sebagai mahasiswa aktif bisa menggunakan hak miliknya. Sehingga, ini menjadi poin plus bagi Ekonomi Islam dalam kesuksesan dalam menyelenggarakan Pemilihan Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam tahun 2021.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Siapapun ketua himpunan yang akan terpilih nanti, kita sebagai mahasiswa Ekonomi Islam mari kita dukung bersama-sama untuk merealisasikan program-program yang telah gaungkan. Baik dengan cara menjadi panitia ataupun dengan cara melibatkan diri kita terhadap program yang diadakan oleh HMEI.

Mencari Solusi Permasalahan Mahasiswa IUP Melalui Audiensi Terbuka

Oleh: Putri dan Sulis

FEB Undip (12/12) – Telah dilaksanakan acara Audiensi Terbuka Mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) pada pukul 11.30 – 14.30 WIB melalui platform Microsoft Teams. Audiensi terbuka ini merupakan acara yang diinisiasi oleh Senat Mahasiswa (SM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip). Tujuan diadakannya audiensi ini yaitu menghimpun permasalahan dan memberikan solusi konkret terhadap permasalahan mahasiswa IUP. Dalam acara ini turut hadir pula Dekan FEB, Wakil Dekan FEB, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Kepala Departemen Akuntansi, dan Kepala Departemen Manajemen.

Audiensi ini dipandu oleh Satrio Eko Nugroho dan diawali dengan sambutan dari Mariyah Haidar Cahya Annisa selaku Ketua Acara dan dilanjutkan dengan penyampaian hasil survei oleh Ketua Tim Laporan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Senat Mahasiswa, BEM, dan Himpunan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa IUP yaitu kurangnya informasi dari International Office, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dirasa kurang interaktif, penguasaan bahasa inggris dosen yang dirasa kurang fasih, dan fasilitas pembelajaran yang dirasa masih kurang oleh mahasiswa IUP.

Berdasarkan Laporan Hasil Aspirasi International Undergraduate Program yang telah Tim Laporan rangkum, poin utama permasalahan yang dihadapi mahasiswa IUP yaitu terkait International Office yang dirasa kurang informatif, responsif, dan transparan dalam menanggapi pertanyaan mahasiswa IUP terutama terkait pelaksanaan International Exposure, Study Abroad, dan hal lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan dan kewajiban mahasiswa IUP. Poin kedua yang disorot yaitu terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dirasa merugikan mahasiswa IUP karena kurangnya kejelasan sikap dari International Office FEB. Poin selanjutnya yaitu tentang sistem perkuliahan yang belum memuaskan bagi mahasiswa IUP, tenaga pendidik yang dirasa kurang, serta sarana dan prasarana yang belum memuaskan.

Selanjutnya adalah paparan saran dari mahasiswa IUP untuk pihak fakultas FEB Undip yang diwakili oleh mahasiswa IUP yang kurang lebih memarkan saran mengenai perbaikan sistem dari International Office FEB, melakukan pembaruan rinci mengenai UKT mitra dan International Exposure, melakukan evaluasi sistem perkuliahan International Undergraduate Program FEB Undip secara berkala dan mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif, edukatif, dan efektif saat melaksanakan perkuliahan serta melakukan perbaikan pada sarana prasarana yang ada di fakultas.

Selanjutnya yaitu sesi feedback oleh pihak mahasiswa dan fakultas. Suharnomo selaku Dekan FEB Undip menanggapi baik saran dari mahasiswa IUP. Suharnomo mengatakan bahwa akan segera melakukan rapat kerja khusus untuk membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa IUP FEB. Ia juga mengatakan bahwa saat ini banyak fasilitas yang sudah berubah selama pandemi dan mengajak peran aktif dari mahasiswa IUP sendiri dalam mendukung program yang telah dijalankan fakultas. Selanjutnya, terdapat tanggapan dari Syatira, Meivia, dan Ciro selaku perwakilan mahasiswa IUP mengenai pernyataan dari Dekan tersebut. Syatira menekankan bahwa inti permasalahannya adalah ketidaktahuan dan tidak konsistennya penyampaian informasi dari pihak International Office bisa berdampak fatal bagi mahasiswa. Selain itu, Syatira juga mengatakan bahwa mahasiswa IUP tidak menuntut keistimewaan yang lebih, tapi menuntut pihak fakultas dan International Office untuk menjalankan kewajibannya.

Selangkah Lebih Dekat dengan Para Calon Chairman MSA 2021 melalui Mimbar Bebas

Reporter: Rijal

FEB Undip (11/12) – Telah terlaksana Mimbar Bebas yang diselenggarakan oleh Management Student Association (MSA) pada pukul 09.45 WIB. Acara yang dilangsungkan melalui platform Zoom Meeting dan Live YouTube MSA FEB ini menjadi salah satu cara bagi para mahasiswa Departemen Manajemen mengenal lebih dekat lagi kedua calon chairman MSA, yakni Fakhri Ilham Mahendra dan Muhammad Najmi Maulana. Acara ini turut menghadirkan Harjum Muharam selaku Ketua Departemen Manajemen FEB Undip, Wakil Senat Mahasiswa FEB Undip yakni Avi Adimas, serta ketua BEM FEB Undip yaitu Even Benanda. Dari MSA juga hadir chairman dan managing director-nya yakni Ekky Fahriza serta Thadaffa Yusuf. Panelis, koordinator masing-masing angkatan, tim sukses masing-masing calon, serta audiensi dari para mahasiswa manajemen juga turut berpartisipasi dalam acara Mimbar Bebas ini.

Lebih Dekat melalui Grand Design Organization

Mimbar Bebas diawali dengan pembukaan oleh Fahmi Utomo serta Cahyaning Galuh selaku master of ceremony dan dilanjut dengan beberapa sambutan yakni dari project officer acara, Edward Nathan, chairman MSA, serta Ketua Departemen Manajemen. Acara dilanjutkan dengan pembacaan CV dan pemaparan grand design organization calon chairman nomor urut satu yakni Fakhri Ilham Mahendra. Dalam pemaparannya, Fakhri menjelaskan visi yang akan dibawa untuk memajukan MSA yakni menjadikan MSA sebagai himpunan yang aspiratif, interaktif, dan berintelektualitas bagi seluruh elemen departemen manajemen untuk bersinergi dalam menciptakan inovasi yang kolaboratif dan kontributif. Terdapat pula lima misi diusung oleh Fakhri yang salah satunya adalah menciptakan iklim kerja yang profesional beriringan dengan aspek kekeluargaan.

Selanjutnya, perlakuan yang sama juga dilakukan untuk calon chairman nomor urut dua yakni Muhammad Najmi Maulana. Dalam pemaparannya, visi yang hendak dibawa Najmi yaitu mewujudkan himpunan mahasiswa yang aspiratif dan proaktif menuju mahasiswa manajemen yang progresif. Najmi pun membawa lima misi yang salah satunya adalah menciptakan media informasi yang berkualitas dan informatif dalam transformasi digital organisasi.

Debat Berujung Mengenal Lebih Dekat

Hiburan ditampilkan oleh Insyira Risma berupa penampilan bernyanyi untuk merilekskan acara sejenak. Acara Mimbar Bebas pun dilanjutkan dengan sesi debat antarcalon chairman dalam dua sesi. Dipandu oleh Tri Cahyadiringrum selaku moderator, sesi debat pertama dimulai dengan pertanyaan yang diajukan oleh Fakhri kepada calon nomor urut dua. Fakhri memberi pertanyaan dengan langsung menyorot pada program kerja unggulan yang diusung oleh Najmi yakni self development training (SDT). Menurut Fakhri, dampak dari SDT belum terlihat secara langsung. Ia mempertanyakan kepada calon nomor urut dua mengenai cara untuk mencapai goals SDT yang benar-benar beresensi bagi para mahasiswa baru ke depannya. Dengan waktu lima menit, Najmi menjawabnya dengan sebaik-baiknya dan kemudian jawaban Najmi pun dikritisi kembali oleh Fakhri.

Setalah itu, berganti calon nomor urut dua, Najmi, yang diberi kesempatan untuk bertanya. Najmi menyinggung pengadaan kembali program kerja yang akan dilakukan Fakhri, padahal sebelumnya telah dihapuskan karena output yang dihasilkan ternyata kurang maksimal. Dalam jawabannya, Fakhri akan memberikan inovasi agar pengadaan kembali program kerja tersebut bisa maksimal. Najmi pun menanggapi jawaban yang diberikan oleh Fakhri.

Acara dilanjutkan dengan debat sesi dua melalui mekanisme yang sama dan dimulai oleh pertanyaan dari Najmi. Sesi debat ditutup dengan pembacaan review dari moderator mengenai pertanyaan-jawaban-tanggapan dari masing-masing calon chairman MSA.

Tanya Jawab Para Panelis dan Audiensi

Mimbar bebas dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh panelis serta audiensi yang hadir. Sesi tanya jawab dimulai dengan pertanyaan dari Harjum Muharam terkait strategi Undip yang salah satunya international exposure, apa yang akan dilakukan atau program seperti apa dari kedua calon jika nanti terpilih sebagai chairman MSA.

Selanjutnya, Even Benanda bertanya terkait cara mengembangkan dan memberdayakan mahasiswa manajemen selaku lembaga organisasi kemahasiswaan seta permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dan Program Studi Manajemen saat ini. Pertanyaan juga datang dari Avi Adimas dan Ekky Fahriza. Pertanyaan lainnya juga datang dari audiens.

Sesi tanya jawab pun berakhir dan dilanjutkan dengan feedback serta closing statement dari para panelis kepada kedua calon chairman MSA. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video promosi dari masing-masing calon chairman MSA. Foto bersama pun menjadi penghujung sesi dari acara Mimbar Bebas kali ini. MC pun menutup acara Mimbar Bebas dan mengingatkan para mahasiswa manajemen untuk menggunakan hak pilihnya dalam pencoblosan nanti.

Mimbar Bebas sebagai Ajang Pengenalan Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam 2021

Oleh: Fitri, Aditya, dan Diah

FEB Undip (9/12) – Telah dilaksanakan acara mimbar bebas yang diselenggarakan oleh Himpunan Ekonomi Islam (HMEI) FEB Undip pada pukul 13.00 melalui platform Zoom dan live streaming Youtube. Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa Ekonomi Islam dalam melaksanakan pesta demokrasi dalam lingkup kampus, dan memantapkan kembali calon ketua himpunan pilihannya guna membawa Ekonomi Islam yang lebih maju dari tahun sebelumnya. Mimbar bebas kali ini dihadiri oleh Darwanto sekalu Kepala Program Studi Ekonomi Islam. Turut hadir pula panelis, koordinator masing-masing angkatan, dan seluruh mahasiswa Ekonomi Islam.

Mengenal Lebih Dekat dengan Calon Ketua HMEI

Mimbar bebas dibuka oleh Wafa Nisa dan Bogi Yosafan selaku master of ceremony, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan pemaparan visi misi bagi masing-masing calon ketua himpunan Ekis. Diawali dengan calon nomor urut satu yakni M. Rizky Ramadhan, visi yang diusungnya adalah menjadikan HMEI 2021 sebagai organisasi yang apresiatif (aspiratif, prestatif, dan informatif). Sedangkan Yusuf Rausyan Fikri selaku calon nomor urut dua, dalam sesi pemaparan mengungkapkan bahwa visi yang dimiliki ialah menjadikan HMEI sebagai lembaga yang interaktif kepada mahasiswa khususnya mahasiswa ekonomi Islam untuk berkolaborasi dalam menciptakan karya. Selanjutnya, calon nomor urut tiga yaitu Alma Musa Rasyidi, visi yang disampaikan ialah semangat HMEI FEB UNDIP 2021 sebagai ruang karya dan pelayanan yang bersinergi dan berakhlakul karimah untuk kejayaan ekonomi Islam.

Dilanjutkan sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab yang dimoderatori langsung oleh Feri Setiawan. Pertanyaan pertama diajukan oleh Even benanda terkait tanggapan dari ketiga calon ketua himpunan perihal masalah yang sedang dihadapi oleh mahasiswa Ekonomi Islam saat ini dan langkah-langkah konkrit ke depannya untuk mengatasi persoalan tersebut. Ditanya pula terkait bagaimana cara mereka untuk mem-branding prodi ekonomi Islam FEB Undip ke depannya, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Pertanyaan selanjutnya dari Adli Mustagfirin tentang program kerja (proker) masing-masing calon yang membedakan dengan kepengurusan HMEI sebelumnya dan sinergi yang akan diberikan antar himpunan maupun kelembagaan mahasiswa. Berikutnya, Yusuf Sufyan selaku ketua HMEI 2020, meminta agar semua calon membacakan surah Al-Maidah ayat 57 serta menyampaikan dalil-dalil terkait Ekonomi Islam baik dalam Al-Qur’an, hadist, maupun kaidah fikih. Pertanyan selajutnya diberikan oleh masing-masing ketua angkatan Ekonomi Islam, pertanyaannya seputar koreksi HMEI sebelumnya serta bagaimana cara memperbaiknya, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing calon, hingga strategi mereka dalam menjalankan proker khususnya pada situasi Covid-19 saat ini.

Pertanyaan demi pertanyaan telah terjawab. Selanjutnya, dibuka kesempatan bertanya untuk para partisipan. Partisipan sangat antusias dibuktikan dengan adanya tiga penanya tambahan. Pertanyaan tambahan yakni perihal cara calon ketua himpunan dalam menyongsong mahasiswa Ekonomi Islam mengembangkan prestasinya, arah HMEI ke depannya, serta kontribusi HMEI dalam membantu pengakreditasian dan pengurusan akademik.

Pesan Para Cakahim untuk Mahasiswa Ekonomi Islam

Akhir dari pemaparan dan tanya jawab oleh para calon ketua himpunan ditutup dengan closing statement dari masing-masing calon. “Gunakan hak pilih kalian tanggal 21 Desember, siapapun ketua himpunan yang terpilih nanti mari kita dukung bersama sama dalam merealisasikan prokernya dan juga kita masih bisa berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi islam,” tutur Rizky. Tidak jauh berbeda, Yusuf juga memberikan pesan kepada para peserta untuk menggunakan hak pilih mereka nantinya. “Jangan lupa gunakan hak pilih kalian, karena hak pilih kalian menentukan nasib ekonomi islam kedepannya dan siapapun yang terpilih nanti menjadi ketua himpunan mari kita dukung dan kita bantu dalam melaksanakan prokernya. Tujuan kita adalah menjadikan himpunan lebih baik, oleh karena itu, kita tetap membantu untuk mengimplementasikan tujuan tersebut.”. Terakhir dari calon nomor urut tiga, “Gunakan suaramu tanggal 21 nanti, jangan golput. Siapapun pemimpinnya nanti, kita sebagai mahasiswa Ekonomi Islam sepatutnya tanggung jawab untuk membawa Ekonomi Islam lebih tinggi lagi. Pilihlah calon pemimpin yang sekiranya kalian tulus dan dapat membawa nama Ekonomi Islam lebih tinggi lagi,” ucap Alma Musa.

Beberapa rangkaian acara telah terlaksana, hingga akhirnya acara ditutup dengan doa bersama kemudian jargon bersama yang dipandu oleh pembawa acara. Acara selesai sekitar pukul 16.30 WIB dengan partisipan yang tercatat sekitar seratus dua puluh peserta.

Harmoni Diponegoro 2020: The Best Awarding Night

Reporter: Sheila Anya dan Nisa Alisva

Undip (5/12) – Telah dilaksanakan Harmoni Diponegoro 2020: The Best Awarding Night yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) 2020. Acara yang diselenggarakan oleh BEM Undip Bidang Seni dan Olahraga (Seniora) Kabinet Pemrakarsa Mahakarya ini berlangsung sejak pukul 16.22 WIB dan ditayangkan secara langsung melalui saluran YouTube Undip TV Official. Harmoni Diponegoro 2020 merupakan malam penganugarahan kepada seluruh BEM Fakultas dan Sekolah Vokasi di Universitas Diponegoro selama satu periode kepengurusan dan juga malam pengapresiasian terhadap seni. Harmoni Diponegoro tahun ini memiliki tema “Live Green” dengan tagline “Memories of Harmoni in Diversity”. Latar belakang tema “Live Green” ini berawal dari keresahan yang ada mengenai peristiwa yang terjadi di 2020, mulai dari pandemi hingga terancamnya cagar alam Pulau Komodo. Dalam hal ini, Harmoni Diponegoro 2020 ingin mengajak seluruh masyarakat Undip untuk merawat dan mencintai bumi.

Acara Harmoni dibuka oleh kedua pemandu acara (MC) yaitu Putri dan Kukuh, lalu diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip. Terdapat sambutan dari Ketua Harmoni 2020 yaitu Alif M. Fawwaz, Ketua BEM Undip 2020 yaitu Razin Hilmy Baihaqi, serta sambutan akhir diberikan oleh Wakil Rektor I yaitu Budi Setiyono. Selanjutnya terdapat video persembahan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kronik yang berjudul “Lullaby”.

Masuk ke acara inti yaitu pemberian apresiasi, diawali dengan pemberian apresiasi untuk Kategori Sosial Politik terbaik yang jatuh kepada Fakultas Hukum (FH), Kategori Sosial Masyarakat terbaik diperoleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), sedangkan Kategori Kemitraan Eksternal terbaik diraih oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Kemudian dilanjutkan dengan penampilandari guest star pertama yaitu Soegi Bornean dengan lantunan “Pijaraya” dan “Asmalibrasi”.

Pemberian apresiasi berlanjut dengan Kategori Advokesma terbaik yang diperoleh Fakultas Teknik (FT), Kategori Harkam terbaik yang jatuh kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Kategori KPSDM terbaik yang diperoleh Fakultas Psikologi. Setelah itu terdapat video persembahan dari seluruh Ketua BEM Fakultas di Undip yang membacakan puisi yang berjudul “Lekas Sembuh, Wahai Bumiku” karya Oskarius U. Dagha yang diiringi dengan lantunan lagu Fiersa Besari yang berjudul “Lekas Pulih”.

Acara dilanjutkan dengan pemberian apresiasi untuk Kategori Riset dan Keilmuan, Kategori Ekonomi Kreatif, dan Kategori Mikat terbaik yang jatuh kepada Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Peternakan, dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Kemudian, terdapat penampilan memukau dari pemenang Pop Putra/Putri DAC 2020 yaitu Bernadinus Hendra dan Aldira Dinda dengan lagu “Celengan Rindu” dan “Heal the World”. Dilanjutkan kembali dengan penganugerahan gelar Fakultas Terbudaya diraih oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Diikuti oleh penampilan epic dari guest star kedua yaitu Trisuaka x Nabila dengan lagu “Los Dol” dan “Menua Bersamamu”.

Memasuki penganugerahan kategori terakhir, kali ini dilakukan oleh Ketua BEM Undip dan Wakil Ketua BEM Undip 2020 yaitu Razin Hilmy dan Rochmach Rizqiyanti untuk menganugerahkan gelar Fakultas Terbaik yang berhasil diraih kembali oleh Fakultas Teknik. Dengan selesainya penganugerahan ini menandakan bahwa rangkaian acara Harmoni Diponegoro 2020 ini telah berakhir.

Kedua pemandu acara Harmoni Diponegoro 2020 ini yaitu Putri dan Kukuh menutup rangkaian acara pada malam ini dan pamit undur diri. Acara ini akhirnya selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Acara Harmoni Diponegoro 2020 ini diramaikan oleh viewers dari internal maupun eksternal Undip yang aktif memberi komentar di kolom live chat Youtube.

Menjelang Pemira FEB, Calon Ketua dari Tiga Himpunan Telah Bersiap dengan Nomor Urut Masing-Masing

Reporter: Yunita

Source: unsplash.com/@element5digital

Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) sudah semakin ramai dibicarakan. Saat ini sudah terlihat para calon ketua himpunan yang mulai menyiapkan diri untuk maju sebagai pemimpin organisasi. Setelah memenuhi serangkaian persyaratan sebagai calon ketua himpunan (cakahim), muncullah beberapa nama dari tiap program studi di FEB Undip yang siap maju sebagai kandidat untuk menduduki kursi ketua himpunan.

Dari program studi Akuntansi, Sakaweda Senajati dan Yohanes Adji Prakosa muncul sebagai kandidat ketua Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA). Dari program studi Manajemen, dua nama kandidat ketua Management Students Association (MSA) adalah Muhammad Najmi Maulana dan Fakhri Ilham Mahendra. Selanjutnya, ada tiga kandidat ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI) yaitu M. Rizky Ramadhan, Alma Musa R., serta Yusuf Rausyan F. Sementara itu, untuk program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) belum terlihat siapa yang akan maju sebagai kandidat calon ketua himpunan.

Para cakahim ini telah mengambil nomor urut masing-masing. Berikut adalah daftar nama calon ketua himpunan sesuai dengan nomor urut masing-masing.

Calon ketua KMA :
1. Sakaweda Senajati
2. Yohanes Adji Prakosa

Calon ketua MSA :
1. Fakhri Ilham Mahendra
2. Muhammad Najmi Maulana

Calon ketua HMEI:
1. M. Rizky Ramadhan
2. Yusuf Rausyan F.
3. Alma Musa R

Para pemilih yang merupakan mahasiswa FEB Undip perlu mengetahui nomor urut tiap calon dengan jelas, agar tidak salah orang saat memilih nanti. Para pemilih juga perlu memerhatikan kampanye dari tiap calon ketua himpunan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, sehingga dapat mengetahui dengan pasti gagasan serta perubahan apa yang akan dibawa nantinya oleh setiap calon pemimpin.

Program Bela Negara dalam Kampus Merdeka

Oleh: Alam, Sheilla, Dea

source: unsplash.com/@mufidpwt

Mengacu pada situs resmi Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia, bela negara dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin keberlangsungan hidup bangsa dan negara seutuhnya. Bela negara bukan hanya kewajiban dasar warga negara tetapi juga kehormatan warga negara sebagai wujud pengabdian dan kerelaan berkorban kepada bangsa dan negara.

Program Bela Negara disebut-sebut dapat diikuti oleh mahasiswa perguruan tinggi. Rencananya, program ini akan diterapkan melalui program Merdeka Belajar milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jika diterapkan, program bela negara ini dapat diambil selama 1 semester dalam kampus merdeka dan nilainya dapat dimasukkan ke dalam SKS. Dilansir dari CNN Indonesia, Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemenham) berencana akan bekerja sama dengan Kemendikbud untuk menerapkan pendidikan militer kepada mahasiswa melalui Program Bela Negara. Trenggono menyampaikan tujuan dari adanya program ini yaitu agar milenial dapat menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Trenggono juga menjelaskan bahwasannya penerapan program bela negara berbeda dengan Pendidikan Militer. Bentuk implementasi program ini masih dalam tahap untuk didiskusikan dengan Kemendikbud. Akan tetapi, Trenggono telah menyampaikan bahwasanya kegiatan ini akan dibuat seolah mirip kegiatan militer, di mana terdapat latihan kedisiplinan, ketangkasan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, Trenggono menyampaikan bahwa program bela negara ini tidak wajib diikuti oleh mahasiswa, melainkan hanya bersifat sukarela.

Dilansir dari detiknews, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, juga menegaskan bahwa program ini bersifat sukarela. Tidak ada paksaan sama sekali. Nadiem menjelaskan bahwa Kemenhan dan Kemendikbud hanya membahas kesepakatan bagi mahasiswa untuk mendapat SKS jika hendak mengambil program pelatihan seperti bela negara ini.

Meski hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut mengenai program ini, namun program bela negara dapat menjadi suatu hal positif bagi generasi muda. Dengan adanya program bela negara, generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan dan menjaga rasa cinta terhadap tanah air. Selain itu, diharapkan sikap generasi muda selalu berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, jiwa nasionalisme yang ada pada generasi muda dapat tetap terjaga. (amd)

Referensi:
BEM Undip “Bela Negara dalam Kampus Merdeka”
CNN Indonesia. “Kemenham Usul Mahasiswa Ikut Pendidikan Militer di 1 Semester”
CNN Indonesia. “Bela Negara di Kampus, Kemenham Tampik Militerisasi Mahasiswa”
Wantannas. “Bela Negara: Pengertian, Unsur, Fungsi, Tujuandan Manfaat Bela Negara”
Detiknews. “Nadiem Makarim Kaget Ada Wacana Pendidikan Militer untuk Mahasiswa”

Webinar Dialog Kebangsaan: Masa Depan Lingkungan Hidup dalam UU Cipta Kerja

Reporter: Susan dan Indah

Undip (29/11) – Isu lingkungan merupakan pembahasan yang selalu menarik untuk dibicarakan. Berbagai topik yang mengangkat permasalahan lingkungan seakan tidak habis untuk kembali dibahas. Kali ini, Bidang Sosial Politik (Sospol) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) mengadakan Webinar Dialog Kebangsaan dengan mengusung topik “Masa Depan Lingkungan Hidup dalam UU Ciptaker”. Acara dimulai pukul 09.00 WIB melalui platform Zoom. Terdapat tiga pembicara yang hadir dalam acara ini, yaitu Merah Johansyah, Nur Hidayati, dan Bella Nathania. Moderator acara ini ialah Fika Indah Febriyani yang merupakan Staff Sospol BEM Undip.

Acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Angga Permana selaku Ketua Pelaksana Webinar Dialog Kebangsaan, serta sambutan dari Hilmy Baihaqi selaku Ketua BEM Undip. Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh tiga pembicara disambung dengan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dan sesi penutup.

Awal materi dibuka oleh pembicara pertama yaitu Merah Johansyah yang merupakan Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Nasional. Beliau menyampaikan mengenai dampak dengan adanya penetapan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terhadap keadaan pertambangan di Indonesia. Materi selanjutnya disampaikan oleh Nur Hidayati selaku Direktur Eksekutif Walhi. Nur Hidayati menjelaskan mengenai perjalanan Omnimbus Law Cilaka dan Undang-undang Paket Oligarki. “Terdapat isu-isu krusial dalam UU Cipta Kerja, yaitu pelemahan partisipasi publik dalam AMDAL resentralisasi (pasal 24), menghapusan izin lingkungan (pasal 40), meminimalkan hak informasi (pasal 39), menghapus skema gugatan administrasi lingkungan (pasal 38), serta adanya desentralisasi dalam perizinan dan pengawasan,” ujar Nur Hidayati.

Kemudian, Nur Hidayati juga menambahkan mengenai potensi dampak yang ada terhadap lingkungan hidup dan sosial. Diketahui jika sepanjang tahun 2019, terdapat 115 orang korban kriminalisasi dan kekerasan yang diderita petani, nelayan, serta masyarakat yang mempertahankan ruang hidup. Lalu, pada tahun 2020 saat di tengah pandemi Covid-19, tidak menghentikan korporasi untuk melanggengkan konflik dengan komunitas. Dijelaskan pula jika UU Ciptaker ini juga mengancam komitmen iklim di Indonesia, terdapat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu yang mana sangat menimbulkan kerusakan yang cukup parah.

Acara dilanjutkan oleh pemateri ketiga yaitu Bella Nathania selaku Peneliti ICEL. Topik yang dibahas mengenai sampah dan limbah industri. Menurutnya impor sampah spesifik dilarang dalam UU Pengelolaan Sampah. “Pihak yang berhak dan berkewajiban melakukan pengelolaan sampah ialah masyarakat, pemerintah pusat atau daerah, dan pelaku usaha,” tambah Bella. Sedangkan kewajiban yang dimiliki oleh produsen menurut PP No. 81 tahun 2012, diantaranya melakukan reduce, reuse, dan recycle. Tercatat sudah ada 42 provinsi, kabupaten, dan kota yang telah membuat peraturan pembatasan plastik satu kali pakai. Pelaksanaan peraturan tersebut didasarkan pada norma pembatasan, pelarangan, refill center, dan close loop. “Terdapat cara pandang hubungan manusia dengan alam yaitu anthroposentris, biosentris, dan ecosentris,” tambah Bella.

Setelah pemaparan materi selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pembicara dengan audiens. Saat pertanyaan telah terjawab semua oleh ketiga pemateri, diakhiri dengan penutupan.